cover
Contact Name
Nugra Irianta Denashurya
Contact Email
ndenashurya@faperta.untan.ac.id
Phone
+62816330029
Journal Mail Official
sustainability.nexus@untan.ac.id
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. H. Hadari Nawawi, Pontianak, Kalimantan Barat, Indonesia 78124
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture
ISSN : -     EISSN : 30908221     DOI : https://doi.org/10.26418/snja
Core Subject : Agriculture,
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture terbit pertama kali pada tahun 2025. Jurnal ini diterbitkan oleh Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, Pontianak, Indonesia. Fokus utama jurnal ini adalah publikasi hasil penelitian di bidang pertanian, termasuk agronomi, agroteknologi, agribisnis (sosial ekonomi pertanian), ilmu dan teknologi pangan, ilmu tanah, peternakan, dan bidang terkait lainnya. Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan temuan-temuan ilmiah terbaru yang dapat meningkatkan kualitas dan keberlanjutan sektor pertanian, baik di Indonesia maupun secara global. Dengan proses peer review, Sustainability Nexus: Journal of Agriculture menyediakan wadah bagi para peneliti untuk berbagi inovasi dan solusi terkait isu-isu pertanian modern, serta perkembangan teknologi di sektor tersebut. Diharapkan jurnal ini dapat mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan memberikan dampak positif bagi pembangunan pertanian di Indonesia. Sustainability Nexus: Journal of Agriculture mempublikasi isu utama berupa artikel penelitian, artikel review and semua penelitian dalam cakupan bidang pertanian. Periode terbit jurnal ini pada bulan Maret, Juni, Oktober dan Desember.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2026): In Press March" : 10 Documents clear
Pengaruh Pupuk Organik Cair Bonggol Pisang dan Daun Kelor Sebagai Subtitusi AB Mix Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Pakcoy Pada Sistem Hidroponik Emirullah, Faqih; Basuni, Basuni; Nurjani, Nurjani
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture Vol 2, No 1 (2026): In Press March
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/snja.v1i1.100430

Abstract

Larutan nutrisi menentukan keberhasilan budidaya tanaman secara hidroponik. Larutan nutrisi seperti AB mix harganya cukup mahal di pasar. Larutan nutrisi alternatif seperti pupuk organik cair (POC) bonggol pisang dan daun kelor diharapkan dapat dijadikan sebagai subtitusi nutrisi AB mix. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh POC bonggol pisang dan daun kelor sebagai subtitusi AB mix terhadap pertumbuhan dan hasil pakcoy pada sistem hidroponik. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 15 juni – 15 juli 2025, di lahan Golden River Camp, Desa Kalimas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 7 taraf perlakuan dengan 20 ulangan. Total seluruh objek yang diamati berjumlah 140 tanaman. Perlakuan yang dimaksud yaitu P1 = AB mix 100% + tanpa POC, P2 = AB mix 50% + 50% POC bonggol pisang, P3 = AB mix 50% + 50% POC daun kelor, P4 = AB mix 50% + 50% POC campuran bonggol pisang dan daun kelor, P5 = POC bonggol pisang 100% + tanpa AB mix, P6 = POC daun kelor 100% + tanpa AB mix, P7 = POC campuran bonggol pisang dan daun kelor 100% + tanpa AB mix. Semua perlakuan diberikan konsentrasi 1200 PPM. Variabel pengamatan pada penelitian ini meliputi luas daun, jumlah daun, volume akar, berat segar bagian atas tanaman dan berat kering bagian atas tanaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan AB mix tanpa POC berbeda nyata lebih baik dibandingkan dengan perlakuan subtitusi menggunakan POC bonggol pisang dan daun kelor pada semua variabel pengamatan. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa POC bonggol pisang dan daun kelor tidak dapat menjadi subtitusi AB mix dalam mendukung pertumbuhan dan hasil pakcoy pada sistem hidroponik.
Pengaruh Pupuk Organik Cair Campuran Kotoran Sapi dan Daun Gamal Sebagai Subtitusi Nutrisi AB Mix Pada Pertumbuhan dan Hasil Sawi Pakcoy Secara Hidroponik Pebrianto, Fredikus; Basuni, Basuni; Sasli, Iwan
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture Vol 2, No 1 (2026): In Press March
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/snja.v1i1.100431

Abstract

Budidaya pakcoy hidroponik membutuhkan pupuk lain sebagai alternatif untuk mengurangi biaya nutrisi AB Mix yang mahal. Ekstraksi cairan dari campuran kotoran sapi dan daun gamal ( Pupuk Organik Cair = POC) dapat menjadi solusi, karena keduanya mudah diperoleh dan dibudidayakan di Kalimantan Barat. Pengkombinasian nutrisi AB Mix dengan POC ini diharapkan dapat menjadi alternatif sumber hara dari budidaya pakcoy hidroponik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa persen pupuk organik cair kotoran sapi dan daun gamal dapat mensubtitusi konsentrasi pupuk AB mix terhadap pertumbuhan dan hasil sawi pakcoy secara hidroponik. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni – Juli 2025 di Lahan Golden River Camp, Desa Kalimas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 taraf perlakukan tanpa ulangan, setiap perlakuan terdapat 20 sampel tanaman sehingga total terdapat 80 tanaman yang diamati. Perlakuan dalam penelitian yang dimaksud adalah kombinasi antara AB Mix dan POC campuran kotoran sapi dan daun gamal dengan taraf perlakuan P1= 100 % AB Mix; P2= 75 % AB Mix + 25 % POC; P3= 50 % AB Mix + 50 % POC; P4= 25 % AB Mix + 75 % POC. Setiap perakuan diterapkan dengan sistem hidroponik DFT, dengan konsentrasi tiap perlakuan yaitu 1200 ppm. Variabel pengamatan meliputi: luas daun, jumlah daun, berat segar bagian atas tanaman, volume akar dan berat kering bagian atas tanaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan kombinasi AB Mix dan POC campuran kotoran sapi dan daun gamal berbeda nyata dengan perlakuan AB Mix tanpa POC, dapat disimpulkan bahwa POC tidak dapat mensubtitusi nutrisi AB Mix terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pakcoy secara hidroponik.
Respons Pertumbuhan dan Hasil Bawang Putih (Allium sativum L.) terhadap Aplikasi Pupuk Kotoran Ayam dan NPK pada Tanah Aluvial Monika, Monika; Hadijah, Siti; Asnawati, Asnawati
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture Vol 2, No 1 (2026): In Press March
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/snja.v1i1.104652

Abstract

Tanah aluvial berpotensi dimanfaatkan untuk budidaya bawang putih, namun keterbatasan sifat fisik dan kimia tanah dapat menghambat pertumbuhan dan hasil tanaman. Upaya peningkatan produktivitas bawang putih pada tanah aluvial dapat dilakukan melalui pemupukan organik dan anorganik, khususnya pupuk kotoran ayam dan pupuk NPK. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh dosis interaksi pupuk kotoran ayam dan pupuk NPK yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang putih (Allium sativum L.) pada tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan pada Januari–April 2022 di Rumah Penelitian Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor, yaitu pupuk kotoran ayam (3 taraf) dan pupuk NPK (3 taraf), dengan tiga ulangan. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah siung per tanaman, berat siung segar, dan berat siung kering angin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi pupuk kotoran ayam dan pupuk NPK berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun, namun tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah siung per tanaman, berat siung segar, dan berat siung kering. Penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi pupuk kotoran ayam dan pupuk NPK mampu meningkatkan pertumbuhan vegetatif bawang putih pada tanah aluvial, serta memberikan informasi dosis pupuk yang optimal untuk mendukung budidaya bawang putih pada lahan tersebut
Validasi Model Bisnis Kafe Edu-Konservasi HHBK dengan Pendekatan Environmental-Based View (EBV) di Kota Pontianak Adistya, Dea Amanda; Septyanda, Egi; Prasetya, Muhammad Febriansyah
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture Vol 2, No 1 (2026): In Press March
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/snja.v1i1.99386

Abstract

Kewirausahaan kehutanan berbasis Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) memiliki peran strategis dalam mewujudkan kelestarian ekonomi dan lingkungan. Madu Kelulut (Trigona sp.) merupakan salah satu HHBK unggulan Kalimantan Barat dengan nilai ekonomi tinggi, namun pengembangannya oleh pelaku usaha lokal masih menghadapi tantangan pemasaran dan standarisasi. Penelitian ini bertujuan untuk memvalidasi kelayakan sebuah model bisnis berkelanjutan yang terintegrasi sebagai solusi dari permasalahan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah survei deskriptif. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner yang disebar kepada calon konsumen di Pontianak untuk mengukur minat pasar dan persepsi terhadap model kemitraan. Kerangka konseptual model bisnis ini didasarkan pada pendekatan Environmental-Based View (EBV), yang menyinergikan pilar ekonomi, sosial, dan lingkungan. Hasil survei menunjukkan adanya minat yang tinggi dari masyarakat terhadap konsep kafe edu-konservasi dan produk turunan madu kelulut. Selain itu, ditemukan pula respons positif dari wirausahawan terhadap skema kemitraan fair-trade. Berdasarkan data tersebut, disimpulkan bahwa model bisnis kafe Edu-Konservasi Dan Produk Turunan Madu Kelulut valid dan layak untuk diimplementasikan sebagai solusi kewirausahaan HHBK yang inovatif.
Respon Pertumbuhan dan Hasil Okra terhadap Pemberian Tepung Cangkang Kerang Kepah dan Pupuk KNO₃ pada Tanah Podsolik Merah Kuning Lia, Jaima Oksa; Abdurrahman, Tatang; Maulidi, Maulidi
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture Vol 2, No 1 (2026): In Press March
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/snja.v1i1.99433

Abstract

Pertumbuhan dan hasil okra sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah media tumbuh tanaman. Penggunaan tanah PMK sebagai media tanam tersebut memiliki kendala, diantaranya sifat kimia tanah. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan pemberian Tepung Cangkang Kerang Kepah dan Pupuk KNO3. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi dan dosis Tepung Cangkang Kerang Kepah dan Pupuk KNO3 terbaik untuk pertumbuhan dan hasil okra pada tanah PMK. Penelitian ini menggunakan Faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu tepung cangkang kerang kepah yang terdiri 4 taraf perlakuan, c0=Tanpa Perlakuan, c1=433 kg/ha setara dengan 2 gram/polybag, c2=639 kg/ha setara dengan 3 gram/polybag, c3=845 kg/polybag setara dengan 4 gram/polybag. Faktor kedua yaitu pupuk KNO3 yang terdiri dari 4 taraf perlakuan, k0=Tanpa Perlakuan, k1=150 kg/ha setara dengan 3 gram/polybag, k2=250 kg/ha setara dengan 5 gram/polybag, k3=350 kg/ha setara dengan 7 gram/polybag. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali dengan setiap ulangan terdiri dari 4 tanaman sampel, sehingga jumlah tanaman seluruhnya adalah 192 tanaman. Variabel pengamatan terdiri dari tinggi tanaman (2 MST, 3 MST, 4 MST), umur berbunga, volume akar, berat kering, luas daun, jumlah buah pertanaman, berat buah perbuah, berat buah per tanaman, diameter buah dan panjang buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara Tepung Cangkang Kerang Kepah dan Pupuk KNO3. Berdasarkan hasil penelitian, pemberian tepung cangkang kerang kepah yang terbaik dengan dosis 845 kg/ha setara dengan 4 g/polybag menaikkan pH tanah PMK yang awalnya 5,19 menjadi 7,10 dan meningkatkan berat kering pada tanaman okra. Pemberian pupuk KNO3 yang terbaik dengan dosis 250 kg/ha setara dengan 5 g/polybag meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman okra. Pada penelitian ini tidak terjadi interaksi antara pemberian tepung cangkang kerang kepah dan pupuk KNO3 terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman okra pada tanah PMK.
Pengaruh Bokasi Limbah Baglog Jamur Tiram Dan Pupuk Npk Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Edamame di Tanah Gambut Ramadhan, Syahri; Radian, Radian; Abdurrahman, Tatang
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture Vol 2, No 1 (2026): In Press March
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/snja.v2i1.105041

Abstract

Edamame (Glycine max (L.) Merrill) merupakan varietas kedelai bernilai ekonomi tinggi yang berpotensi dikembangkan di Kalimantan Barat seiring meningkatnya permintaan ekspor, khususnya ke Jepang. Namun, pengembangan edamame pada lahan gambut menghadapi kendala berupa pH tanah rendah, ketersediaan hara terbatas, dan daya pegang air yang kurang optimal. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh bokasi limbah baglog jamur tiram dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman edamame pada tanah gambut. Penelitian dilaksanakan pada Maret–Juni 2025 di Pontianak, Kalimantan Barat, menggunakan Rancangan Acak Lengkap dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah dosis bokasi limbah baglog jamur tiram (15, 20, dan 25 ton/ha), sedangkan faktor kedua adalah dosis pupuk NPK (2, 3, dan 4 g/tanaman). Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, berat kering tanaman, volume akar, jumlah polong, berat polong segar per tanaman, jumlah polong isi, dan persentase polong isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi bokasi limbah baglog jamur tiram dan pupuk NPK memberikan respons positif terhadap pertumbuhan dan hasil edamame. Perlakuan bokasi 25 ton/ha yang dikombinasikan dengan pupuk NPK setara 250 kg/ha merupakan perlakuan terbaik dalam meningkatkan berat kering tanaman, jumlah polong, berat polong segar, dan persentase polong isi pada tanah gambut.
Pengaruh Lebar Flanel dan Konsentrasi AB Mix terhadap Pertumbuhan dan Hasil Sawi pakcoy pada Hidroponik Sistem Wick Odoy, Frantsius Agung; Sasli, Iwan; Nurjani, Nurjani
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture Vol 2, No 1 (2026): In Press March
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/snja.v1i1.100090

Abstract

Sawi pakcoy (Brasiscca rapa L.) adalah salah satu sayuran yang banyak diminati karena kandungan gizinya yang tinggi, seperti vitamin A, vitamin C, kalsium, dan serat. Salah satu solusi untuk meningkatkan produksi tanaman sawi pakcoy adalah melalui budidaya sistem hidroponik. Pengaturan lebar flanel dan konsentrasi AB Mix yang tepat diharapkan mampu memberikan pertumbuhan dan perkembangan yang baik bagi tanaman sawi pakcoy. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lebar flanel dan konsentrasi AB Mix terhadap pertumbuhan dan hasil sawi pakcoy pada hidroponik sistem wick. Penelitian ini dilaksanakan di lahan Golden River Camp, Desa Kalimas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Penelitian ini berlangsung dari tanggal 15 juni "“ 15 Juli 2025. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah lebar flanel (f) yang terdiri dari 3 taraf f1 = 3 cm, f2 = 4 cm, f3 = 5 cm, dan faktor kedua adalah konsentrasi AB Mix (k) yang terdiri dari 3 taraf k1 = 600 ppm, k2 = 1000 ppm, k3 = 1.400 ppm. Variabel pengamatan meliputi: jumlah daun, berat segar bagian atas tanaman, volume akar , luas daun, dan berat kering bagian atas tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebar flanel dan konsentrasi AB Mix tidak memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil sawi pakcoy pada hidroponik sistem wick.
Respon Pertumbuhan dan Hasil Kecipir terhadap Pemberian Pupuk Kasgot dan NPK pada Tanah Aluvial Sari, Pegi Sukma; Anggorowati, Dini; Maulidi, Maulidi
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture Vol 2, No 1 (2026): In Press March
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/snja.v2i1.100736

Abstract

Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus L.) merupakan tanaman kacangkacangan yang berpotensi dibudidayakan di Kalimantan Barat. Budidaya tanaman kecipir di tanah aluvial memiliki permasalahan pada tingkat kesuburan tanah yang rendah sehingga diperlukan upaya perbaikan sifat fisik, kimia dan biologi tanah aluvial. Upaya perbaikan yang dapat diberikan adalah penambahan pupuk kasgot dan NPK. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh interkasi dosis terbaik antara pupuk kasgot dan pupuk NPK pada pertumbuhan dan hasil kecipir di tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat. Penelitian ini berlangsung dari bulan April hingga Juli 2025. Metode penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor. Faktor pertama yaitu pemberian pupuk kasgot terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu k1 = 5 ton /ha (125 g/tanaman), k2 =10 ton/ha (250 g/tanaman) dan k3 =15 ton/ha (375 g/tanaman). Faktor kedua yaitu pemberian pupuk NPK yang terdiri dari 4 taraf yaitu n0 = 0 kg/ha (kontrol), n1 = 200 kg/ha ( 5 g/tanaman), n2 = 300 kg/ha (7,5 g/tanaman) dan n3 = 400 kg/ha (10 g/tanaman). Terdapat 12 kombinasi perlakuan yang terdiri dari 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi interaksi antara pupuk kasgot dan pupuk NPK terhadap semua variabel pertumbuhan dan hasil kecipir di tanah aluvial. Perlakuan pupuk kasgot dengan dosis 5 ton/ha merupakan dosis yang efektif terhadap variabel volume akar. Perlakuan NPK 300 kg/ha merupakan dosis yang efektif terhadap variabel jumlah daun , jumlah polong pertanaman dan berat perpolong kecipir.
Pengaruh Beragam Media Matriconditioning terhadap Viabilitas dan Vigor Benih Kedelai juwita, katarina; Palupi, Tantri; Anggorowati, Dini
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture Vol 2, No 1 (2026): In Press March
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/snja.v2i1.102997

Abstract

Faktor yang menentukan keberhasilan pengembangan tanaman kedelai adalah tersedianya benih bermutu. Penggunaan benih yang berkualitas rendah (telah mengalami penurunan mutu) menyebabkan rendahnya produktivitas kedelai dan dapat menurunkan vigor benih, sehingga diperlukan teknik invigorasi benih. Satu diantara metode invigorasi yang terbukti dapat meningkatkan perkecambahan benih adalah matriconditioning. Bahan-bahan yang biasa digunakan untuk matriconditioning seperti serbuk gergaji, vermikulit, dan batu bata merah yang sudah dihaluskan, arang sekam, abu gosok, serbuk jerami padi, pasir halus, abu sekam, pasir kuarsa, dan zeolite. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan viabilitas dan vigor benih kedelai dengan menggunakan beragam perlakuan matriconditioning seperti batu bata merah, serbuk gergaji, dan vermikulit. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Agronomi dan Klimatologi Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, Kelurahan Bansir Laut, Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak. Penelitian dimulai dari tanggal 6 Mei sampai 31 Mei 2025. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 6 taraf perlakuan. Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali sehingga terdapat 24 unit percobaan. Setiap ulangan memiliki 2 sampel dan masing- masing sampel terdiri dari 25 benih, jadi total keseluruhannya terdapat 200 benih. Satu sampel untuk mengukur indeks vigor, keserempakan tumbuh, dan daya berkecambah sedangkan satu sampel lainnya untuk mengukur kecepatan tumbuh, panjang plumula, panjang radikula, berat kering kecambah normal dan laju pertumbuhan kecambah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media matriconditioning yang menggunakan vermikulit lebih baik dalam meningkatkan viabilitas dan vigor benih kedelai yang dapat dilihat dari nilai tertinggi terhadap variabel pengamatan indeks vigor, keserempakan tumbuh, daya berkecambah, panjang radikula, dan berat kering kecambah normal.
Pengaruh Pupuk N dan Inokulasi Rhizobium terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kacang Hijau pada Tanah Gambut Rahmawati, Anisa; Susana, Rini; Darussalam, Darussalam
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture Vol 2, No 1 (2026): In Press March
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/snja.v2i1.100735

Abstract

Budidaya kacang hijau pada tanah gambut dihadapkan pada beberapa kendala, salah satunya yaitu rendahnya kandungan nitrogen, upaya meningkatkan kandungan nitrogen pada tanah gambut dapat dilakukan dengan pemberian pupuk N menggunakan pupuk urea, untuk meningkatkan efisiensi N maka dapat dilakukan dengan cara meningkatkan penambatan nitrogen dengan inokulasi menggunakan Rhizobium yang sesuai dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis interaksi pupuk N dan inokulasi rhizobium yang memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau pada tanah gambut. Penelitian dilakukan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak dari bulan April hingga bulan Juni 2025. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial, yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu pemberian pupuk N (N) dalam bentuk pupuk Urea yang terdiri dari 4 taraf perlakuan yaitu n1 = 25 kg/ha urea setara dengan 0,25 g/tanaman, n2 = 50 kg/ha urea setara dengan 0,5 g/tanaman, n3 = 75 kg/ha urea setara dengan 0,75 g/tanaman, n4 = 100 kg/ha urea setara dengan 1 g/tanaman dan faktor kedua yaitu inokulasi rhizobium (R) yang terdiri dari 2 taraf perlakuan yaitu r0 = Tanpa rhizobium dan r1 = Rhizobium. Terdapat 8 kombinasi perlakuan yaitu : n1r0, n1r1, n2r0, n2r1, n3r0, n3r1, n4r0 dan n4r1 yang terdiri dari 3 ulangan. Variabel yang di amati adalah tinggi tanaman, umur berbunga, berat kering tanaman, jumlah bintil akar total, jumlah bintil akar efektif, jumlah polong per tanaman, jumlah biji per polong, berat biji per tanaman, berat 100 butir biji kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi pupuk N dan inokulasi rhizobium terhadap variabel berat kering tanaman, perlakuan pupuk N 25 kg/ha tanpa rhizobium menghasilkan berat kering tanaman terbaik dengan rerata 25,38 g, akan tetapi pemberian pupuk N dan inokulasi rhizobium pada berbagai dosis secara tunggal tidak berpengaruh terhadap variabel tinggi tanaman 2 MST, 3 MST, 4 MST, 5 MST, umur berbunga, berat kering tanaman, bintil akar total, bintil akar efektif, jumlah polong per tanaman, jumlah biji per polong, berat biji per tanaman, dan berat 100 butir biji kering.

Page 1 of 1 | Total Record : 10