cover
Contact Name
Saqjuddin
Contact Email
jurnalsultra088@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalsultra088@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kapten Piere Tandean Kota Kendari
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
INTELEKTUAL: JURNAL ILMIAH MULTIDISIPLIN MAHASISWA DAN AKADEMISI
ISSN : -     EISSN : 30909449     DOI : 10.64690
FOKUS AND SCOPE Intelektual: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Mahasiswa dan Akademisi merupakan jurnal ilmiah yang memfasilitasi publikasi karya akademik mahasiswa dan dosen dari berbagai disiplin ilmu. Jurnal ini fokus pada pengembangan pengetahuan lintas bidang melalui publikasi artikel ilmiah yang berkualitas, baik berupa hasil penelitian empiris, studi literatur sistematis, maupun kajian konseptual. Ruang lingkup (scope) jurnal ini mencakup, namun tidak terbatas pada bidang-bidang berikut: Pendidikan dan Pembelajaran: kurikulum, strategi pembelajaran, pendidikan karakter, teknologi pendidikan, dan evaluasi. Sosial dan Humaniora: sosiologi, antropologi, komunikasi, budaya, sejarah, dan filsafat. Ekonomi dan Bisnis: manajemen, akuntansi, kewirausahaan, ekonomi pembangunan, dan digital marketing. Ilmu Sains dan Teknologi: matematika, fisika, kimia, biologi, teknik, informatika, dan inovasi digital. Kesehatan dan Lingkungan: kesehatan masyarakat, keperawatan, gizi, dan isu-isu ekologi. Hukum dan Pemerintahan: hukum tata negara, administrasi publik, kebijakan publik, dan demokrasi. Kajian Multidisiplin dan Interdisipliner: perpaduan dua atau lebih bidang ilmu untuk memecahkan permasalahan nyata di masyarakat. Jurnal ini mendorong kontribusi dari mahasiswa sarjana, pascasarjana, dan akademisi yang ingin menyebarluaskan hasil penelitiannya secara terbuka, kritis, dan bermanfaat untuk kemajuan ilmu pengetahuan serta pengambilan kebijakan berbasis data.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 85 Documents
Perlindungan Hukum Para Pihak dalam Penyusunan dan Analisis Klausul Kontrak di Indonesia Silalahi, Wilma; Batara, Surya Daniel
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Mahasiswa dan Akademisi Vol. 2 No. 2 (2026): Edisi Mei - Juni 2026
Publisher : Prodi PGSD Unsultra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/intelektual.v2i2.673

Abstract

Kontrak merupakan instrumen hukum yang penting dalam mengatur hubungan para pihak dalam kegiatan bisnis, yang melahirkan hak dan kewajiban untuk dilaksanakan dengan itikad baik. Namun, dalam praktiknya, penyusunan kontrak seringkali belum optimal, baik dari segi perumusan klausul, pemenuhan syarat sah, maupun penerapan asas hukum, sehingga berpotensi menimbulkan sengketa. Perkembangan teknologi juga melahirkan kontrak elektronik yang menghadirkan tantangan terkait keabsahan dan perlindungan hukum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses penyusunan kontrak, perumusan klausul, serta perjanjian kontrak suatu perusahaan dalam perspektif hukum perdata Indonesia dengan metode normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum dapat diwujudkan melalui penyusunan kontrak yang sistematis, klausul yang jelas dan seimbang, serta berlandaskan asas hukum kontrak. Oleh karena itu, diperlukan kehati-hatian para pihak serta penguatan regulasi yang adaptif guna menjamin keadilan, kepastian, dan perlindungan hukum.
Pengenalan Studi Kebantenan Melalui Pembelajaran Sastra Anak Di Sekolah Dasar Yoma Hatima; Ana Nurhasanah
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Mahasiswa dan Akademisi Vol. 2 No. 1 (2026): Edisi Maret - April 2026
Publisher : Prodi PGSD Unsultra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/intelektual.v2i1.676

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengenalan studi kebantenan melalui pembelajaran sastra anak di sekolah dasar sebagai upaya penguatan identitas budaya, literasi, dan karakter peserta didik. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif, yang menganalisis berbagai sumber ilmiah dalam lima tahun terakhir terkait kearifan lokal, sastra anak, dan pendidikan dasar. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi studi kebantenan dalam pembelajaran memiliki peran strategis dalam memperkuat identitas budaya siswa melalui internalisasi nilai religius, sosial, dan filosofis yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Sastra anak terbukti menjadi media efektif dalam menyampaikan nilai kebantenan karena bersifat naratif, kontekstual, dan sesuai dengan perkembangan kognitif siswa. Selain itu, pembelajaran sastra anak berbasis kearifan lokal mampu meningkatkan literasi membaca, literasi budaya, serta membentuk karakter siswa seperti empati, tanggung jawab, dan gotong royong. Namun, implementasi di lapangan masih menghadapi berbagai tantangan, terutama keterbatasan bahan ajar berbasis budaya lokal dan kurangnya kompetensi guru dalam mengembangkan pembelajaran yang inovatif. Lebih lanjut, integrasi sastra anak berbasis kebantenan juga mendukung penguatan Profil Pelajar Pancasila, khususnya dalam dimensi bernalar kritis, kreatif, dan berkarakter. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan bahan ajar yang kontekstual serta peningkatan kompetensi guru untuk mengoptimalkan pembelajaran berbasis kearifan lokal. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi konseptual dalam pengembangan pembelajaran sastra anak berbasis budaya lokal di sekolah dasar.
Integritas Pembelajaran Mendalam pada Materi Membaca dan Menulis di Sekolah Dasar Made Maya Sari
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Mahasiswa dan Akademisi Vol. 2 No. 1 (2026): Edisi Maret - April 2026
Publisher : Prodi PGSD Unsultra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/intelektual.v2i1.677

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif integritas dalam pembelajaran mendalam (deep learning) pada materi membaca dan menulis di sekolah dasar melalui pendekatan studi literatur. Literasi membaca dan menulis tidak hanya berfungsi sebagai keterampilan dasar dalam pendidikan, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter peserta didik. Dalam konteks pembelajaran abad ke-21, penguasaan literasi perlu diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis, reflektif, serta penguatan nilai-nilai integritas seperti kejujuran, tanggung jawab, dan konsistensi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif, yang menganalisis berbagai sumber ilmiah berupa buku, jurnal nasional dan internasional, serta hasil penelitian relevan dalam kurun waktu 2019–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran mendalam dalam literasi membaca dan menulis mampu meningkatkan pemahaman konseptual siswa sekaligus menumbuhkan kesadaran moral melalui proses refleksi dan internalisasi nilai. Integritas dalam pembelajaran literasi diwujudkan melalui kejujuran dalam menulis, kemampuan memahami makna teks secara kritis, serta tanggung jawab dalam menggunakan informasi secara etis. Strategi pembelajaran yang efektif meliputi pembelajaran reflektif, kolaboratif, dan berbasis proyek yang mampu mengintegrasikan aspek kognitif, afektif, dan sosial siswa. Selain itu, pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran literasi memberikan peluang untuk meningkatkan motivasi belajar, namun perlu diimbangi dengan penanaman etika penggunaan informasi untuk mencegah plagiarisme. Dengan demikian, integrasi pembelajaran mendalam dan nilai integritas memiliki implikasi penting dalam pengembangan pendidikan dasar yang berorientasi pada pembentukan peserta didik yang literat, kritis, dan berkarakter. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dan praktis bagi guru dan pemangku kebijakan dalam merancang pembelajaran literasi yang bermakna dan berkelanjutan.
Inovasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Di Sekolah Dasar Melalui Pendekatan Pembelajaran Mendalam Luh Eri Sulfayanti
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Mahasiswa dan Akademisi Vol. 2 No. 1 (2026): Edisi Maret - April 2026
Publisher : Prodi PGSD Unsultra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/intelektual.v2i1.678

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis inovasi pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar melalui pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning approach) berdasarkan kajian literatur. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif, yang mengkaji berbagai sumber ilmiah seperti artikel jurnal, buku, dan laporan penelitian yang relevan dalam rentang waktu lima hingga sepuluh tahun terakhir. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran pada basis data ilmiah, sedangkan analisis data menggunakan teknik analisis isi (content analysis) untuk mengidentifikasi tema, pola, dan hubungan antar konsep. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan inovasi pembelajaran Bahasa Indonesia melalui pendekatan pembelajaran mendalam mampu meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa. Pendekatan ini mendorong siswa untuk memahami konsep secara menyeluruh, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, serta mengaitkan pengetahuan dengan konteks kehidupan nyata. Implementasi strategi pembelajaran seperti project-based learning, problem-based learning, serta pemanfaatan media digital terbukti efektif dalam meningkatkan keterlibatan dan motivasi belajar siswa. Selain itu, penggunaan asesmen autentik seperti portofolio dan proyek literasi mendukung evaluasi yang lebih komprehensif terhadap kemampuan siswa. Meskipun demikian, penerapan pembelajaran mendalam masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan pemahaman guru, kurangnya sarana prasarana, serta belum optimalnya integrasi teknologi dalam pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan berkelanjutan serta dukungan kebijakan pendidikan yang memadai. Secara keseluruhan, inovasi pembelajaran berbasis pendekatan mendalam berpotensi besar dalam menciptakan pembelajaran Bahasa Indonesia yang bermakna dan menghasilkan peserta didik yang literat, reflektif, serta adaptif terhadap perkembangan zaman.
Pendekatan Genre-Based sebagai Strategi Pengembangan Keterampilan Menulis Narasi di Sekolah Menengah Pertama Anita Candra Dewi
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Mahasiswa dan Akademisi Vol. 2 No. 1 (2026): Edisi Maret - April 2026
Publisher : Prodi PGSD Unsultra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/intelektual.v2i1.679

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pendekatan genre-based dalam pengajaran menulis teks narasi pada siswa sekolah menengah pertama. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur yang mengkaji berbagai sumber ilmiah berupa jurnal, buku, dan penelitian terdahulu yang relevan. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan dianalisis menggunakan teknik analisis kualitatif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan genre-based mampu meningkatkan keterampilan menulis siswa melalui tahapan pembelajaran yang sistematis, yaitu building knowledge of the field, modeling, joint construction, dan independent construction. Pendekatan ini membantu siswa memahami struktur teks narasi secara lebih jelas, mengembangkan ide secara terarah, serta meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Selain itu, peran guru sebagai fasilitator dalam memberikan bimbingan dan umpan balik menjadi faktor penting dalam keberhasilan pembelajaran. Meskipun terdapat beberapa kendala dalam implementasi, seperti keterbatasan waktu dan perbedaan kemampuan siswa, pendekatan ini tetap relevan dengan pembelajaran abad ke-21 karena mendukung pengembangan literasi, kreativitas, dan kemampuan komunikasi siswa. Dengan demikian, pendekatan genre-based dapat menjadi solusi efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran menulis Bahasa Indonesia.
Kontribusi ASEAN-BAC (business Advisory Council) Dalam Mempercepat Integrasi Ekonomi Digital UMKM di Era Pasca-Pandemi Alif Alno Pratama; Fahrezy Gaza Al-Ghifari; Ikhsan Faturrahman; Nayla Dianti; Renata Alma Mawaddah
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Mahasiswa dan Akademisi Vol. 2 No. 2 (2026): Edisi Mei - Juni 2026
Publisher : Prodi PGSD Unsultra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/intelektual.v2i2.680

Abstract

Penelitian ini membahas peran ASEAN Business Advisory Council dalam mempercepat integrasi ekonomi digital bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di kawasan ASEAN pada era pasca pandemi. Latar belakang penelitian didasarkan pada meningkatnya pemanfaatan teknologi digital dalam aktivitas ekonomi yang mendorong transformasi usaha, namun masih dihadapkan pada berbagai kendala seperti kesenjangan digital, keterbatasan infrastruktur, dan rendahnya literasi digital. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kontribusi ASEAN Business Advisory Council serta mengidentifikasi tantangan dan peluang dalam integrasi ekonomi digital. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur dengan memanfaatkan data sekunder dari berbagai jurnal dan dokumen resmi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ASEAN Business Advisory Council berperan sebagai fasilitator kebijakan, penghubung antara sektor swasta dan pemerintah, serta pendorong penguatan ekosistem digital yang inklusi bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Di sisi lain, kesenjangan digital dan perbedaan regulasi antar negara masih menjadi hambatan utama. Dengan demikian, diperlukan sinergi berkelanjutan untuk mewujudkan integrasi ekonomi digital yang optimal dan inklusif di kawasan ASEAN.
Peran Guru sebagai Perancang dan Pelaksana Kurikulum Zulbina, Zulbina; Nur Aisyah; Dadang Sumarna
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Mahasiswa dan Akademisi Vol. 2 No. 2 (2026): Edisi Mei - Juni 2026
Publisher : Prodi PGSD Unsultra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/intelektual.v2i2.685

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam peran guru sebagai perancang sekaligus pelaksana kurikulum dalam konteks pendidikan modern melalui pendekatan studi literatur. Guru tidak lagi diposisikan hanya sebagai pelaksana kebijakan kurikulum, tetapi juga sebagai aktor utama yang memiliki otonomi dalam mengadaptasi, mengembangkan, dan mengimplementasikan kurikulum sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan konteks lokal. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah berupa jurnal nasional dan internasional, buku akademik, serta dokumen kebijakan pendidikan yang relevan dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa peran guru dalam pengembangan kurikulum mencakup lima aspek utama, yaitu sebagai desainer pembelajaran, pengembang materi ajar, pelaksana pembelajaran kontekstual, evaluator kurikulum, dan inovator pendidikan. Selain itu, fleksibilitas kurikulum seperti dalam Kurikulum Merdeka memberikan ruang yang lebih luas bagi guru untuk berkreasi dalam pembelajaran. Namun demikian, masih terdapat tantangan berupa keterbatasan kompetensi pedagogik, minimnya pelatihan profesional, serta tekanan administratif yang menghambat optimalisasi peran tersebut. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas guru melalui pelatihan berkelanjutan, dukungan kebijakan yang berpihak pada guru, serta kolaborasi antar pemangku kepentingan pendidikan. Studi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dan praktis dalam pengembangan kebijakan pendidikan yang menempatkan guru sebagai subjek utama dalam pengembangan kurikulum yang adaptif dan relevan.
Penyelesaian Pelanggaran Hak Upah Lembur Karyawan (Studi Kasus PT. SAI Indonesia) Jayanata, Monica Tania
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Mahasiswa dan Akademisi Vol. 2 No. 2 (2026): Edisi Mei - Juni 2026
Publisher : Prodi PGSD Unsultra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/intelektual.v2i2.694

Abstract

Pelanggaran hak upah lembur di PT. SAI Apparel Industries menjadi perhatian serius di Indonesia. Kasus ini mengungkap bagaimana perusahaan yang bergerak di sektor manufaktur pakaian tidak memenuhi kewajiban hukum yang diatur dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan. Melalui pendekatan yuridis empiris, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pelanggaran yang terjadi dan dampaknya terhadap hubungan industrial antara perusahaan dan karyawan. Penelitian ini juga menganalisis dampak hukum dan sosial dari pelanggaran tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakpatuhan terhadap ketentuan hak upah lembur tidak hanya merugikan karyawan secara finansial, tetapi juga menciptakan ketegangan dalam hubungan antara manajemen dan pekerja. Pemberian upah lembur yang tidak tepat berdampak pada motivasi dan produktivitas karyawan, serta menciptakan atmosfer kerja yang negatif. Temuan ini menunjukkan pentingnya kepatuhan terhadap ketentuan hukum untuk menciptakan lingkungan kerja yang adil dan harmonis. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pemangku kebijakan dalam meningkatkan perlindungan hak-hak buruh dan memperbaiki praktik ketenagakerjaan di Indonesia.
Pendekatan Deep Learning Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMA Dalam Pembelajaran Biologi Diah Ayu Nur Aviani; Silvia Anggraini; Susan Adinda Saputri
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Mahasiswa dan Akademisi Vol. 2 No. 2 (2026): Edisi Mei - Juni 2026
Publisher : Prodi PGSD Unsultra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/intelektual.v2i2.697

Abstract

Kemampuan berpikir kritis siswa SMA dalam pembelajaran biologi masih tergolong sedang hingga rendah, terutama ketika pembelajaran didominasi oleh hafalan. Kondisi ini menunjukkan perlunya pendekatan yang mendorong keterlibatan kognitif tingkat tinggi. Deep learning dalam penelitian ini merujuk pada pendekatan pembelajaran yang menekankan pemahaman konseptual, keterkaitan antar konsep, dan refleksi berpikir, bukan teknologi kecerdasan buatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pendekatan deep learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa SMA. Penelitian menggunakan metode meta-analisis terhadap 20 artikel eksperimen dan quasi-eksperimen tahun 2020–2026 yang diperoleh dari Google Scholar, ScienceDirect, ERIC, dan DOAJ. Artikel dipilih berdasarkan kesesuaian variabel, subjek siswa SMA, dan ketersediaan data kuantitatif. Analisis dilakukan menggunakan effect size serta mempertimbangkan variabel moderator. Hasil menunjukkan bahwa deep learning memberikan pengaruh kuat terhadap kemampuan berpikir kritis, dengan nilai effect size rata-rata sebesar ±1,35 yang termasuk dalam kategori tinggi hingga sangat tinggi. Efektivitas tertinggi ditemukan pada siswa kelas XI (Δ = 1,48) dan pada materi biologi yang kompleks seperti sistem ekskresi (Δ = 1,52). Model pembelajaran seperti problem-based learning (Δ = 1,42) dan inquiry learning (Δ = 1,37) terbukti paling efektif dalam mendukung pendekatan deep learning. Kesimpulan menegaskan bahwa deep learning berpengaruh signifikan dalam meningkatkan berpikir kritis siswa SMA. Kebaruan penelitian terletak pada sintesis kuantitatif yang mengintegrasikan berbagai temuan serta mengidentifikasi faktor moderator. Implikasi praktis menunjukkan bahwa guru perlu menerapkan pembelajaran berbasis eksplorasi, diskusi, dan refleksi untuk mengoptimalkan kemampuan berpikir kritis.
Kepentingan Nasional Sebagai Penjelas Hambatan Implementasi BIMP-EAGA (Studi Kasus Koridor Perdagangan Kalimantan Utara–Sabah) Duha Abdullah; Sariska Putri Agustia; Fazle Mawla Pasha Pahlefi; Abdel Aulia Amarfazira
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Mahasiswa dan Akademisi Vol. 2 No. 2 (2026): Edisi Mei - Juni 2026
Publisher : Prodi PGSD Unsultra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/intelektual.v2i2.699

Abstract

Penelitian ini mengkaji efektivitas BIMP-EAGA (Brunei Darussalam Indonesia–Malaysia–Philippines East ASEAN Growth Area) dalam mendorong perdagangan lintas batas, dengan fokus pada koridor Kalimantan Utara–Sabah. Menggunakan perspektif realisme dalam ekonomi politik internasional yang dikombinasikan dengan neoliberal institusionalisme sebagai lensa pembanding, penelitian ini berargumen bahwa hambatan implementasi BIMP-EAGA tidak semata-mata bersumber dari keterbatasan teknis atau infrastruktur, melainkan secara sistematis dibentuk oleh kepentingan nasional negara anggota. Melalui pendekatan mixed methods yang menggabungkan analisis dokumen kebijakan dengan data perdagangan kuantitatif periode 2015– 2023, penelitian ini menemukan bahwa: (1) volume perdagangan di koridor Kaltara–Sabah secara konsisten berada di bawah target BIMP-EAGA; (2) indeks hambatan non-tarif (NTB) kedua negara cenderung meningkat alih-alih menurun; dan (3) realisasi program BIMP-EAGA di bidang investasi dan konektivitas infrastruktur paling rendah bidang yang paling sensitif terhadap kepentingan domestik. Temuan 2 ini mengkonfirmasi argumen realis bahwa institusi subregional seperti BIMP-EAGA rentan terhadap dominasi kepentingan nasional, terutama ketika komitmen regional berbenturan dengan kalkulasi keuntungan relatif negara anggota.