cover
Contact Name
Saqjuddin
Contact Email
jurnalsultra088@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalsultra088@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kapten Piere Tandean Kota Kendari
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
INTELEKTUAL: JURNAL ILMIAH MULTIDISIPLIN MAHASISWA DAN AKADEMISI
ISSN : -     EISSN : 30909449     DOI : 10.64690
FOKUS AND SCOPE Intelektual: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Mahasiswa dan Akademisi merupakan jurnal ilmiah yang memfasilitasi publikasi karya akademik mahasiswa dan dosen dari berbagai disiplin ilmu. Jurnal ini fokus pada pengembangan pengetahuan lintas bidang melalui publikasi artikel ilmiah yang berkualitas, baik berupa hasil penelitian empiris, studi literatur sistematis, maupun kajian konseptual. Ruang lingkup (scope) jurnal ini mencakup, namun tidak terbatas pada bidang-bidang berikut: Pendidikan dan Pembelajaran: kurikulum, strategi pembelajaran, pendidikan karakter, teknologi pendidikan, dan evaluasi. Sosial dan Humaniora: sosiologi, antropologi, komunikasi, budaya, sejarah, dan filsafat. Ekonomi dan Bisnis: manajemen, akuntansi, kewirausahaan, ekonomi pembangunan, dan digital marketing. Ilmu Sains dan Teknologi: matematika, fisika, kimia, biologi, teknik, informatika, dan inovasi digital. Kesehatan dan Lingkungan: kesehatan masyarakat, keperawatan, gizi, dan isu-isu ekologi. Hukum dan Pemerintahan: hukum tata negara, administrasi publik, kebijakan publik, dan demokrasi. Kajian Multidisiplin dan Interdisipliner: perpaduan dua atau lebih bidang ilmu untuk memecahkan permasalahan nyata di masyarakat. Jurnal ini mendorong kontribusi dari mahasiswa sarjana, pascasarjana, dan akademisi yang ingin menyebarluaskan hasil penelitiannya secara terbuka, kritis, dan bermanfaat untuk kemajuan ilmu pengetahuan serta pengambilan kebijakan berbasis data.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 68 Documents
Matan Keyakinan Cita-Cita Hidup Muhammadiyah sebagai Kompas Moral: Menuntun Umat Menuju Islam Berkemajuan Navi Agustina; Katni, Katni
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Mahasiswa dan Akademisi Vol. 1 No. 6 (2026): Edisi Januari 2026
Publisher : Prodi PGSD Unsultra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/intelektual.v1i6.575

Abstract

Matan Keyakinan dan Cita-Cita Hidup Muhammadiyah (MKCH) merupakan dokumen ideologis fundamental yang berfungsi sebagai pedoman keagamaan, moral, dan gerakan bagi Muhammadiyah dalam merespons dinamika sosial, politik, dan kultural bangsa Indonesia. Artikel ini bertujuan menganalisis peran MKCH sebagai kompas moral dalam menuntun umat menuju praksis Islam Berkemajuan di tengah tantangan kontemporer seperti disrupsi digital, krisis etika publik, dan ketimpangan sosial. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui analisis dokumen resmi Muhammadiyah, karya pemikiran tokoh, serta artikel ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa MKCH memuat kerangka nilai yang komprehensif, meliputi penegasan Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah amar ma’ruf nahi munkar dalam Negara Pancasila, tauhid murni sebagai fondasi moral dan transformasi sosial, Islam sebagai agama sepanjang zaman, manhaj tarjih dan tajdid sebagai metode ijtihad, serta peran kebangsaan Muhammadiyah dalam mewujudkan masyarakat baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. MKCH tidak hanya berfungsi sebagai dokumen normatif, tetapi juga sebagai sumber etika praksis yang membimbing Muhammadiyah dalam membangun amal usaha, memperkuat masyarakat sipil, dan menjalankan politik moral. Dengan demikian, MKCH memiliki relevansi strategis sebagai pedoman ideologis yang menjaga konsistensi identitas Muhammadiyah sekaligus memungkinkan adaptasi kreatif terhadap perubahan zaman, sehingga mampu menghadirkan Islam yang rasional, berkeadaban, dan berorientasi pada kemaslahatan umat dan kemanusiaan universal.
Peran Budaya Berpikir dalam Menciptakan Pembelajaran yang Bermakna Rosmiati Ramli; Misbah, Misbah; Kurnia Alex; Fitriani Muh Amin
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Mahasiswa dan Akademisi Vol. 1 No. 6 (2026): Edisi Januari 2026
Publisher : Prodi PGSD Unsultra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/intelektual.v1i6.582

Abstract

Pembelajaran abad ke-21 menuntut pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi, metakognisi, serta sikap belajar mandiri dan reflektif. Salah satu pendekatan yang relevan untuk mewujudkan pembelajaran bermakna adalah melalui penguatan budaya berpikir (culture of thinking) di kelas. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis peran budaya berpikir dalam menciptakan pembelajaran yang bermakna melalui pendekatan studi literatur. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan desain studi kepustakaan, dengan sumber data berupa buku teks, artikel jurnal nasional dan internasional, serta prosiding ilmiah yang relevan dan terbit dalam sepuluh tahun terakhir. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi untuk mengidentifikasi tema-tema utama yang berkaitan dengan budaya berpikir, pembelajaran bermakna, serta implikasinya dalam praktik pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa budaya berpikir berperan penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman secara psikologis dan intelektual, meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS), memperdalam pemahaman konseptual, menumbuhkan motivasi serta kemandirian belajar siswa, dan menguatkan peran guru sebagai fasilitator berpikir. Budaya berpikir mendorong siswa untuk aktif bertanya, berdiskusi, merefleksikan pemahaman, serta mengaitkan konsep dengan pengalaman nyata. Dengan demikian, pembelajaran tidak lagi bersifat hafalan, melainkan bermakna dan berorientasi pada pemahaman yang mendalam dan berkelanjutan. Artikel ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pendidik dan peneliti dalam mengembangkan praktik pembelajaran yang berpusat pada proses berpikir siswa.
Strategi Pembelajaran Inklusif Berbasis Kebutuhan Peserta Didik dalam Konteks Pendidikan Abad ke-21 Rosmiati Ramli; Juhariati, Juhariati; Karmila, Karmila; Nur Aisyah
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Mahasiswa dan Akademisi Vol. 1 No. 6 (2026): Edisi Januari 2026
Publisher : Prodi PGSD Unsultra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/intelektual.v1i6.583

Abstract

Pendidikan abad ke-21 menuntut peserta didik untuk menguasai keterampilan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif agar mampu menghadapi dinamika global dan teknologi yang berkembang pesat. Dalam konteks tersebut, pembelajaran inklusif berbasis kebutuhan peserta didik menjadi strategi penting untuk menciptakan pengalaman belajar yang adil, bermakna, dan personal. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur dengan menelaah jurnal nasional dan internasional, buku ilmiah, serta laporan penelitian yang diterbitkan antara tahun 2018–2024. Analisis menitikberatkan pada identifikasi strategi pembelajaran inklusif yang efektif dan relevan dengan pendidikan abad ke-21. Hasil kajian menunjukkan bahwa terdapat lima strategi utama, yaitu perencanaan pembelajaran yang fleksibel, diferensiasi instruksional, pembelajaran kolaboratif dan partisipatif, pemanfaatan teknologi pendidikan, serta asesmen autentik dan evaluasi holistik. Setiap strategi menekankan penghargaan terhadap perbedaan peserta didik, pengembangan potensi individu, dan peningkatan keterlibatan serta motivasi belajar. Perencanaan fleksibel dan diferensiasi memungkinkan guru menyesuaikan materi, metode, dan penilaian berdasarkan kemampuan dan minat siswa. Pembelajaran kolaboratif dan partisipatif membangun keterampilan sosial-emosional dan empati, sementara teknologi pendidikan mendukung aksesibilitas dan pembelajaran personal. Asesmen autentik dan evaluasi holistik memberikan informasi menyeluruh mengenai kemampuan akademik, sosial, dan emosional siswa. Temuan ini menegaskan bahwa pembelajaran inklusif berbasis kebutuhan peserta didik tidak hanya meningkatkan kualitas belajar, tetapi juga menyiapkan peserta didik menghadapi tantangan abad ke-21 secara optimal.
Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Indonesia: Systematic Literature Review Dian Bayu Sulistyo; Dyah Mutiara Khayatun Nufus; Anwirotul Hidayah; Nur Intan Rochmawati; Sisca Septiani
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Mahasiswa dan Akademisi Vol. 1 No. 6 (2026): Edisi Januari 2026
Publisher : Prodi PGSD Unsultra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/intelektual.v1i6.586

Abstract

This systematic literature review aims to analyze the transparency and accountability of School Operational Assistance (BOS) fund management in primary and secondary education in Indonesia for the 2020-2025 period. Using the PRISMA protocol, this study identified 524 articles from Google Scholar, Garuda Portal, SINTA, and Scopus databases, of which 20 articles met the inclusion criteria. The findings indicate that the effectiveness of BOS fund management depends on three key factors: transparency, accountability, and the competence of human resources managers. Key challenges include delays in fund distribution, technical errors in applications (RKAS/ARKAS), and limited understanding of technical guidelines at the school level. Quantitative studies show that transparency contributes 51.2%, accountability 52.7%, and community participation 53.9% to mutual education, with a simultaneous influence of 62.9%. This review provides recommendations for improving BOS fund governance by ensuring the stability of RKAS/ARKAS implementation and expanding vendor coverage in SIPLah, especially for remote areas, through digital strengthening systems, increasing the capacity of school financial managers, and increasing stakeholder participation in planning and evaluating the use of BOS funds.
Model Pembelajaran Menulis Berbasis Aplikasi Digital dengan Pendekatan Pembelajaran Mendalam Anita Candra Dewi
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Mahasiswa dan Akademisi Vol. 1 No. 6 (2026): Edisi Januari 2026
Publisher : Prodi PGSD Unsultra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/intelektual.v1i6.596

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah membawa perubahan signifikan dalam proses pembelajaran, khususnya dalam pengembangan keterampilan menulis. Pembelajaran menulis berbasis aplikasi digital menawarkan berbagai kemudahan, interaktivitas, dan personalisasi yang dapat meningkatkan motivasi serta kualitas tulisan siswa. Pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) menekankan pemahaman konsep secara kritis, reflektif, dan kreatif, sehingga siswa tidak hanya meniru, tetapi mampu menghasilkan karya tulis yang orisinal dan bermakna. Studi literatur ini bertujuan untuk menganalisis model-model pembelajaran menulis yang memanfaatkan aplikasi digital dengan prinsip pembelajaran mendalam, mengevaluasi efektivitasnya, dan mengidentifikasi tantangan serta rekomendasi implementasi. Metode penelitian menggunakan pendekatan sistematis, dengan mengumpulkan artikel ilmiah dari database internasional dan nasional antara tahun 2018–2025 yang relevan dengan tema. Hasil analisis menunjukkan bahwa model pembelajaran menulis berbasis aplikasi digital, seperti Google Docs, Grammarly, Padlet, dan aplikasi berbasis AI, dapat meningkatkan keterampilan menulis, kemampuan berpikir kritis, serta kreativitas siswa jika diintegrasikan dengan strategi pembelajaran mendalam, seperti problem-based learning, reflective writing, dan collaborative learning. Kendala yang ditemukan meliputi keterbatasan akses teknologi, adaptasi guru, serta kebutuhan penguatan literasi digital siswa. Studi ini merekomendasikan penerapan model hybrid yang menggabungkan pembelajaran konvensional dan digital, pelatihan guru, serta penggunaan aplikasi yang sesuai karakteristik siswa untuk memaksimalkan hasil belajar menulis.
Representasi Konten Facebook sebagai Strategi Pembentukan Personal Branding Ibu Rumah Tangga Anggi Syahpitri; Rizky Amalia Syahrani
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Mahasiswa dan Akademisi Vol. 1 No. 6 (2026): Edisi Januari 2026
Publisher : Prodi PGSD Unsultra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/intelektual.v1i6.600

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mengetahui tanda visual dan verbal pada konten berkebunan berperan dalam membentuk citra diri Elok Arumsari yang merupakan influencer ibu rumah tangga sebagai praktisi perkebunan organik skala rumahan sesuai dengan konsep strategi personal branding Peter Montoya. Teknik pengumpulan data digunakan dalam penelitian adalah observasi non partisipan, dokumentasi dan analisis semiotika Roland Barthes terhadap unggahan konten dimedia sosial Facebook Elok Arumsari. Hasil penelitian yang didapatkan menunjukan bahwa Elok Arumsari memenuhi tujuh dari delapan konsep strategi personal branding Peter Montoya dalam membentuk citra dirinya sebagai praktisi perkebunan organik skala rumahan. Konsep yang paling menonjol adalah keahlian (The Law of Specialization), kepribadian yang baik (The Law of Personality), kesatuan (The Law of Unity) dan terlihat (The Law of Visibility). Dimana menunjukan Fokusnya pada bidang atau kemampuannya berkebun organik, membangun kedekatan dengan audiens dengan menunjukan sikap jujur, mandiri, produktif sederhana atau apa adanya.
Etnopedagogi Maritim: Rekonstruksi Pola Pewarisan Keahlian Tradisional Panrita Lopi sebagai Praksis Pendidikan Informal Ilmar Andi Achmad; Yuli Artati; Muhammad Athar Asmas; Jumase Basra; A. Hasdiansyah
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Mahasiswa dan Akademisi Vol. 1 No. 6 (2026): Edisi Januari 2026
Publisher : Prodi PGSD Unsultra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/intelektual.v1i6.609

Abstract

Keahlian pembuatan perahu Pinisi oleh Panrita Lopi di Bulukumba telah diakui UNESCO sebagai warisan dunia, namun keberlanjutannya kini terancam oleh krisis regenerasi dan diskontinuitas pewarisan budaya. Generasi muda pesisir cenderung meninggalkan tradisi ini demi sektor ekonomi modern, menyebabkan terputusnya transmisi pengetahuan antargenerasi. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi pola pewarisan pengetahuan dalam komunitas pembuat perahu sebagai sebuah praksis pendidikan informal yang sistematis. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain etnografi pendidikan di Tanah Beru, penelitian ini menemukan bahwa proses pembelajaran berlangsung melalui mekanisme ethnopedagogy maritim yang unik. Pewarisan tidak terjadi melalui instruksi verbal formal, melainkan melalui tacit knowledge transfer (transfer pengetahuan diam) dengan metode magang kognitif (cognitive apprenticeship). Proses ini mencakup tahapan observasi pasif, imitasi terbimbing, hingga pencapaian kemandirian intuitif. Kurikulum tidak tertulis yang diterapkan secara ketat memadukan penguasaan teknik presisi (tekné) dan internalisasi nilai spiritual (psyche). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan informal berbasis kearifan lokal memegang peran vital dalam menjaga keberlanjutan budaya maritim, di mana bantilang (bengkel kerja) berfungsi efektif sebagai ruang belajar situasional (situated learning space). Temuan ini merekomendasikan perlunya rekognisi formal terhadap model pendidikan adat untuk menjembatani kesenjangan dengan pendidikan modern.
Strategi Manajemen Pembiayaan Pendidikan Dalam Meningkatkan Mutu Lulusan Najwa Safira; Anik Rismaida; Wahyu Tri Setyobudi; Nur Intan Rochmawati; Sisca Septiani
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Mahasiswa dan Akademisi Vol. 1 No. 6 (2026): Edisi Januari 2026
Publisher : Prodi PGSD Unsultra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/intelektual.v1i6.611

Abstract

This study employed a qualitative approach and was conducted at SMP Negeri Unggul Tunas Nusa. The findings show that educational financing management was implemented through three main stages: planning, implementation, and evaluation. In the planning stage, the school prepared an annual budget based on operational needs, including facilities and infrastructure, teachers’ honoraria, learning activities, and educational quality improvement programs. The budgeting process was carried out participatively by involving the principal, the treasurer, and the school committee. In the implementation stage, funds were utilized in accordance with the approved budget plan while maintaining transparency and accountability, particularly in managing BOS funds and community contributions. In the evaluation stage, the school conducted periodic reviews of budget realization and spending effectiveness. This evaluation was conducted by the school management team in collaboration with the committee to ensure that educational financing contributed to improving educational quality and graduate quality. Overall, the implementation of educational financing management at SMP Negeri Unggul Tunas Nusa supported a more effective and efficient educational process. A well-structured and closely monitored financial management system became a key factor in promoting better educational outcomes and graduate quality at the school.