cover
Contact Name
Maksimilianus Jemali
Contact Email
jpkmst.paulus@gmail.com
Phone
+62385-22305
Journal Mail Official
jpkmst.paulus@gmail.com
Editorial Address
Jln. Jendral Ahmad Yani, No.10 Ruteng, Manggarai, Nusa Tenggara Timur, 86518 Tlp. (0385) 22305; Fax (0385) 21097; Email: lppm@unikastpaulus.ac.id
Location
Kab. manggarai,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN MISSIO
ISSN : 14111659     EISSN : 25029576     DOI : https://doi.org/10.36928/jpkm.v17i1
Aims (Tujuan) Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio bertujuan untuk menjadi wadah ilmiah yang memfasilitasi publikasi hasil penelitian, kajian teoretis, dan praktik terbaik di bidang pendidikan dan kebudayaan. Jurnal ini mendukung pengembangan ilmu pengetahuan multidisiplin yang berakar pada nilai-nilai kemanusiaan, spiritualitas, dan kontekstualisasi lokal, serta mendorong dialog antarbidang ilmu untuk memperkaya praktik pendidikan dan kehidupan budaya masyarakat. Scope Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio mencakup topik-topik berikut: - Pendidikan: kebijakan pendidikan, inovasi pembelajaran, kurikulum, dan evaluasi - Pengajaran dan Pembelajaran: strategi mengajar, pedagogi, dan teknologi pendidikan - Kebudayaan: studi budaya lokal, tradisi, nilai, dan warisan budaya - Agama dan Filsafat: pemikiran teologis, refleksi filsafat pendidikan, dan spiritualitas - Teologi Kontekstual: relasi iman dan praktik sosial dalam konteks lokal - Ilmu Sosial dan Humaniora: sosiologi pendidikan, psikologi dan sejarah - Bahasa dan Sastra: kajian linguistik, pengajaran bahasa, dan sastra dalam pendidikan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 193 Documents
REKONSTRUKSI HUBUNGAN KOMITE SEKOLAH DAN SEKOLAH SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN Abdul Majir
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 10 No. 2 (2018): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36928/jpkm.v10i2.742

Abstract

Rekonstruksi Hubungan Komite Sekolah dan Sekolah sebagai Upaya Meningkatkan Mutu Pendidikan. Perubahan paradigma dari sentralisasi ke desentralisasi membuka peluang yang luas bagi masyarakat untuk dapat memainkan peran sebagai pemberi pertimbangan (advisory body), pendukung (supporting agency), pengontrol (controlling agency), dan mediator sesuai dengan semangat manajemen berbasis sekolah (school-based management). Diharapkan melalui rekonstruksi hubungan masyarakat dengan sekolah atau kerja sama stakeholder pendidikan mampu meningkatkan mutu pendidikan dan mempersiapkan serta mengantisipasi tantangan pendidikan saat ini. Bagaimana penerapan peran komite sekolah di sekolah? Bagaimana sinergitas komite sekolah dengan sekolah selama ini? Bagaimana kerjasama stakeholder pendidikan di era pendidikan abad ke-21 yang sarat dengan persaingan sumber daya manusia? Tulisan ini akan mengkaji peran komite sekolah dan realita kinerja selama ini serta bagaimana seharusnya yang dilakukan oleh stakeholder pendidikan mempersiapkan dan mengantisipasi persaingan dalam dunia pendidikan.
ESKALASI TINDAKAN POLITIK DALAM PERSPEKTIF FILOSOFIS HANNAH ARENDT Maria Fatima Mardina Angkur
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 10 No. 2 (2018): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36928/jpkm.v10i2.743

Abstract

Kemampuan Guru Dalam Menerapkan Pendekatan Saintifik Di PAUD Dalam Rangka Menghadapi Era Masyarakat Ekonomi ASEAN. Konsep utama dari MEA adalah menciptakan ASEAN sebagai sebuah pasar tunggal dan kesatuan basis produksi dimana terjadi arus bebas atas barang, jasa, faktor produksi, investasi dan modal serta penghapusan tarif bagi perdagangan antar negara ASEAN yang kemudian diharapkan dapat mengurangi kemiskinan dan kesenjangan ekonomi diantara negara-negara anggotanya melalui sejumlah kerjasama yang saling menguntungkan. Untuk itu pemerintah Indonesia perlu untuk menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat Indonesia yang terampil, inovatif dan professional. Untuk menciptakan SDM yang terampil, inovatif dan professional, tidak terlepas dari pendidikan yang berkualitas. Pendidikan yang berkualitas merupakan harapan untuk menciptakan SDM yang terampil, inovatif dan professional. Pendidikan dianggap menjadi sebuah “pabrik” yang dapat menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sesuai dengan perkembangan zaman. Terutama pendidikan anak usia dini (PAUD), karena sebagai pendidikan yang sangat fundamental, dan menjadi faktor penentu keberhasilan anak didik pada jenjang pendidikan selanjutnya. Keberhasilan proses penyelenggaraan PAUD tersebut menjadi langkah awal keberhasilan proses pendidikan pada jenjang selanjutnya, dan kegagalan proses pendidikan di usia dini akan berdampak secara terus menerus terhadap proses pendidikan pada jenjang selanjutnya. Sebagai seorang pendidik tentunya memiliki pengaruh yang besar dalam mempersiapkan peserta didik yang mampu bertahan di era mea. Untuk mampu menjawab tantangan di era mea, maka seorang pendidik memiliki tugas yang penting yakni membantu peserta didik yang mampu mengahadapi tantangan di era mea. Hal ini tentunya tidak terlepas dari pemilihan pendekatan pembelajaran yang sesuai. Salah satunya adalah pendekatan saintifik.
PENGGUNAAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL DENGAN COVARIABEL MOTIVASI BERPRESTASI DAN PENGARUHNYA TERHADAP PRESTASI AKADEMIK MATEMATIKA Fransiskus Nendi
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 10 No. 2 (2018): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36928/jpkm.v10i2.744

Abstract

Penggunaan Pendekatan Kontekstual dengan Covariabel Motivasi Berprestasi dan Pengaruhnya Terhadap Prestasi Akademik Matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pendekatan pembelajaran kontekstual terhadap prestasi belajar konsep dasar matematika dengan kovariabel motivasi berprestasi. Populasi penelitian adalah prestasi akademik mahasiswa semester II PGSD STKIP Santu Paulus Ruteng Tahun Akademik 2013/2014 yang berjumlah 634 unit. Sampel pada penelitian ini menggunakan teknik random sampling. Pengambilan sampel dilakukan secara random kelas berjumlah 126 Unit. Penelitian ini dirancang dalam bentuk quasi eksperiment dengan desain posttest only control group design. Data dikumpulkan dengan menggunakan angket motivasi berprestasi, tes kemampuan numerik dan tes prestasi belajar konsep dasar matematika. Data dianalisis menggunakan ANAKOVA. Hasil penelitian menunjukan bahwa, 1) terdapat perbedaan prestasi belajar konsep dasar matematika mahasiswa yang mengikuti pembelajaran kontekstual dengan konvensional (Fhitung=14,46 > Ftabel =3.94); 2) terdapat perbedaan prestasi belajar konsep dasar matematika mahasiswa yang mengikuti pendekatan pembelajaran kontekstual dan konvensional setelah dikendalikan motivasi berprestasi (Fhitung=27.03 > Ftabel=3.94); dan 3) terdapat kontribusi yang signifikan motivasi berprestasi terhadap prestasi belajar konsep dasar matematika dengan koefisien determinan sebesar 29.5%.
ACADEMIC WORDS IN BUKU BAHASA INGGRIS KELAS XII Ely Heldydiana Selamat
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 10 No. 2 (2018): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36928/jpkm.v10i2.745

Abstract

Academic Words in Buku Bahasa Inggris Kelas XII. In learning English as a foreign language (EFL), students have to learn vocabulary and its meaning as vocabulary helps them to understand what they hear, to speak in communication, to understand written text and to construct good sentences in writing. In academic field, the words that should be known by the students are academic words. The academic words widely used in academic textbooks and journals named academic word list. Vocabulary Profiler used in this study was a web profiler program developed by Tom Cobb. The profiler is an online program available at www.lextutor.ca/vp. This program helped the researcher to analyze the AWL in a course Buku book Bahasa Inggris kelas XII. The tool counted a total number of words and also the percentage of words appeared: 1000 most frequent words, 2000 most frequent words, academic words, and off list words. The data of the Web Vocabulary Profilers English version 3 described the percentage of AWL in the Buku Bahasa Inggris Kelas XII. For secondary students, course book might be one of the tools to get inputs in term of vocabulary. Asa key component in language class text books have a significant role on language classes. Considering the important role of course book and the necessity of academic vocabulary in a course book, the present study aimed to analyze Academic Words in Buku Bahasa Inggris Kelas XII.
EFEKTIVITAS MODUL SISTEM PENCERNAAN BERBASIS NATURE OF SCIENCE (NOS) DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMA Yosef Firman Narut
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 10 No. 2 (2018): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36928/jpkm.v10i2.746

Abstract

Efektivitas Modul Sistem Pencernaan Berbasis Nature of Science (NOS) Dalam Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Siswa SMA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas modul sistem pencernaan berbasis NOS dalam meningkatkan keterampilan proses sains (KPS) siswa SMA. Aspek KPS yang diukur, yakni mengamati, mengajukan hipotesis, merancang percobaan dan menginterpretasi data. Penelitian experimentalquasi ini menggunakan rancangan penelitian control group pretest-posttest design. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara multistage random sampling. Sampel penelitian ini adalah 30 siswa kelas XI MIA 2 sebagai kelas eksperimen dan 30 siswa kelas XI MIA 1 sebagai kelas kontrol pada SMA Pangudi Luhur Santu Yosef Surakarta tahun ajaran 2016/2017. Efektivitas modul dalam meningkatkan KPS dapat dilihat dari analisis uji Mann-Whitney dan rerata gain score dari nilai pretest dan posttest siswa dengan menggunakan instrument tes yang tervalidasi. Instrumen tes memiliki validasi isi sebesar 96,97%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, modul sistem pencernaan berbasis NOS efektif dalam meningkatkan KPS siswa pada kelas eksperimen. Hasil uji Mann-Whitney pada kelas eksperimen diperoleh -thitung sebesar -6,679 dengan probabilitas (p) sebesar 0,000 (p < 0,005), sehingga H0 ditolak. Hasil ini menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest KPS siswa setelah penggunaan modul. Siswa pada kelas kontrol juga mengalami peningkata nilai KPS setelah pembelajaran, namun tidak sebesar pada kelas eksperimen. Efektivitas modul juga ditentukan oleh analisis gain score dari nilai pretest dan posttest KPS siswa. Rata-rata gain score pada kelas eksperimen sebesar 0,82 dengan kategori tinggi. Rata-rata gain score pada kelas kontrol sebesar 0,52 dengan kategori sedang. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa modul sistem pencernaan berbasis NOS terbukti efektif dalam meningkatkan KPS siswa.
TEKS DESKRIPTIF DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA KURIKULUM 2013 Stanislaus Hermaditoyo
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 10 No. 2 (2018): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36928/jpkm.v10i2.747

Abstract

Teks Deskriptif dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kurikulum 2013. Teks deskripsi dalam pembelajaran bahasa Indonesia dilaksanakan dengan menerapkan prinsip bahwa (1) bahasa hendaknya dipandang sebagai teks, bukan semata-mata kumpulan kata-kata atau kaidah-kaidah kebahasaan, (2) penggunaan bahasa merupakan proses pemilihan bentuk-bentuk kebahasaan untuk mengungkapkan makna, (3) bahasa bersifat fungsional, yaitu penggunaan bahasa yang tidak pernah dapat dilepaskan dari konteks karena dalam bentuk bahasa yang digunakan itu tercermin ide, sikap, nilai, dan ideologi penggunanya, dan (4) bahasa merupakan sarana pembentukan kemampuan berpikir manusia. Sehubungan dengan prinsip-prinsip itu, perlu disadari bahwa di dalam teks deskripsi terdapat struktur tersendiri yang satu sama lain berbeda. Sementara itu, dalam struktur teks deskripsi tercermin struktur berpikir. Dengan demikian, makin banyak jenis teks yang dikuasai siswa, makin banyak pula struktur berpikir yang dapat digunakannya dalam kehidupan sosial dan akademiknya nanti. Hanya dengan cara itu, siswa kemudian dapat mengonstruksi ilmu pengetahuannya melalui kemampuan mengobservasi, mempertanyakan, mengasosiasikan, menganalisis, dan menyajikan hasil analisis secara memadai.
EKONOMI POLITIK REDISTRIBUSI TANAH, DINAMIKA KELAS DAN PERJUANGAN PENGUNGSI TIMOR TIMUR DI TIMOR BARAT INDONESIA Didimus Dedi Dhosa; Paulus AKL Ratumakin
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 11 No. 1 (2019): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36928/jpkm.v11i1.748

Abstract

Sejarah Timor Timur adalah sejarah imperialisme dan pembantaian massal. Peristiwa tersebut terjadi sejak tahun 1975 di saat Indonesia menginvasi Timor Timur yang telah menewaskan ribuan orang, dan berpuncak pada tahun 1999, tatkala warga Timor Timur diberikan opsi menentukan nasib sendiri. Sejak itu, ribuan warga Timor Timur hijrah ke Timor Barat. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan potret kehidupan pengungsi di tiga settlement: Noelbaki, Oebelo dan Naibonat-Kabupaten Kupang, Timor Barat. Selain itu, tulisan ini pun menjelaskan dinamika sosial-ekonomi dan penciptaan kelas-kelas sosial diantara warga Timor Timur yang berjuang memiliki tanah. Ditinjau dari perspektif ekonomi politik, tulisan ini berpendapat bahwa negara berperan penting membidani proletarianisasi melalui eksklusi warga dari tempat asal, memfasilitasi konsentrasi tanah pada elit ekonomi lokal, sembari mengecilkan akses warga Timor Timur atas lahan. Konsekuensi lanjut adalah negara mendepak para pengungsi untuk bertarung dalam rimba ekonomi kapitalistik. Kegagalan untuk memiliki tanah menyebabkan mereka menjadi buruh migran dalam pasar neoliberal, sambil pada saat bersamaan mereka terus berjuang untuk memiliki hak sebagai warga negara
INVESTING INTOLERANCE: ‘PENDIDIKAN KARAKTER’ AND CURRICULUM 2013 Frans A. Djalong; Hendrikus Paulus Kaunang
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 11 No. 1 (2019): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36928/jpkm.v11i1.749

Abstract

Artikel ini mengeksplorasi dan menganalisis debat publik tentang 'Pendidikan Karakter' dalam perumusan dan implementasi Kurikulum 2013. Ada dua pertanyaan kunci yang saling terkait: pertama, bagaimana dan sejauh mana perdebatan kebijakan antara berbagai artikulasi agama-budaya tentang toleransi membentuk konten dan orientasi 'Pendidikan Karakter' dalam kurikulum; dan kedua, sejauh mana kerangka kerja kurikulum dan konten mempengaruhi pembentukan kewarganegaraan multikultural. Dengan menggunakan pendekatan Wacana Mouffe, penelitian ini menghasilkan tiga temuan yang saling terkait: (1) Tidak satu pun dari kelompok agama-budaya dengan artikulasi toleransi masing-masing memiliki konsep yang jelas tentang 'pendidikan karakter'; (2) Kurikulum 2013, dalam isinya dan kegiatan pembelajaran, menunjukkan kecenderungan kuat untuk kekhususan agama dan perbedaan agama-budaya; (3) Pertemuan yang rumit antara Kompetensi Agama, Kompetensi Sosial, dan Kompetensi Pengetahuan telah relatif tidak ada dalam dokumen resmi Kurikulum dan debat publik. Analisis wacana kami tentang temuan menyimpulkan bahwa: pertama, kurikulum memprioritaskan etika perbedaan agama-budaya dan mengabaikan etika kewarganegaraan multikultural; kedua, kurangnya pendekatan integratif dalam kurikulum mencerminkan relatif tidak adanya kerangka kebijakan komprehensif dalam debat publik yang membuat kebijakan pendidikan ini terus diperebutkan dan direvisi dari waktu ke waktu; dan ketiga, kurikulum ternyata menjadi tempat berkembang biaknya intoleransi. Kami berpendapat bahwa kurikulum gagal memenuhi tantangan dan tuntutan kami untuk pembentukan kewarganegaraan demokratis yang mampu hidup bersama di Indonesia multikultural.
PERAN LEMBAGA PENCETAK TENAGA KEPENDIDIKAN (LPTK) DALAM MEMPERSIAPKAN GENERASI EMAS BANGSA Florianus Dus Arifian
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 11 No. 1 (2019): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36928/jpkm.v11i1.750

Abstract

Generasi emas bangsa Indonesia kelak menghadapi tantangan yang membutuhkan persiapan LPTK sebagai institusi yang menyiapkan sumber daya manusia. Tulisan ini bertujuan mengupas tantangan yang dihadapi generasi emas dan merumuskan peran LPTK untuk menjawab tantangan itu. Untuk mencapai tujuan tersebut, penulis melakukan studi pustaka dengan menggunakan teknik baca dan catat. Artinya, penulis membaca dan mencatat informasi dari bahan-bahan pustaka yang relevan. Pandangan dari berbagai bahan pustaka tersebut dikompilasi secara kritis oleh penulis. Hasil studi menunjukkan empat tantangan yang dihadapi generasi emas, yakni tantangan bonus demografi, globalisasi, pluralisme, dan revolusi industri keempat. Untuk menjawab tantangan tersebut, tanggung jawab LPTK mencakup pembenahan proses seleksi calon guru, pembenahan intrakurikuler, pembekalan secara ekstrakurikuler, pencetakan guru vokasi, dan penguatan riset atau penelitian.
ILOKUSI DIREKTIF DAN FORMULA KESANTUNAN BERBAHASA DI MEDIA MASSA DARING Ventianus Sarwoyo
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 11 No. 1 (2019): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36928/jpkm.v11i1.751

Abstract

Setiap tuturan atau ujaran manusia memiliki makna dan maksud. Makna ujaran dikaji dalam semantik, sedangkan maksud ujaran dikaji dalam pragmatik. Maksud suatu ujaran dalam kajian pragmatik dikenal sebagai ilokusi. Ada beberapa macam ilokusi, salah satunya adalah ilokusi direktif. Di media massa daring, ilokusi direktif terwujud dalam beragam bentuk ujaran atau tuturan, yakni:(1) tuturan imperatif/perintah, (2) tuturan deklaratif/pernyataan, (3) tuturan interogatif/pertanyaan, (4) gabungan tuturan deklaratif-interogatif, dan (5) gabungan tuturan imperatif-interogatif.Selain itu, di media massa daring ditemukan pula lima formula atau bentuk tuturan untuk mewujudkan ilokusi direktif yang cenderung dipersepsikan sebagai tuturan yang santun bagi mitra tutur atau pendengar, yakni: (1) tuturan yang menggunakan kalimat interogatif, (2) tuturan yang menggunakan kalimat deklaratif, (3) tuturan yang mengindari penggunaan modalitas ”harus” dan “pasti”, (4) tuturan yang tidak menggunakan hiperbola, dan (5) tuturan yang menggunakan kalimat saran dan harapan

Page 10 of 20 | Total Record : 193