cover
Contact Name
Reiga Ritomiea Ariescy
Contact Email
reiga.mnj@upnjatim.ac.id
Phone
+628123481702
Journal Mail Official
potensiabdimas@upnjatim.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Rungkut Madya, Gunung Anyar, Surabaya, 60294
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
POTENSI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Ekonomi dan Bisnis
ISSN : -     EISSN : 31089615     DOI : -
POTENSI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Ekonomi & Bisnis adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur, yang memfokuskan pada publikasi hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di bidang ekonomi dan bisnis. Jurnal ini menjadi wadah bagi para akademisi, praktisi, dan masyarakat luas untuk berbagi pengalaman, solusi, serta kontribusi nyata dalam mengembangkan potensi ekonomi dan bisnis di berbagai lapisan masyarakat.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 35 Documents
Strategi Pengelolaan Keuangan untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di Gereja Batak Karo Protestan Bandung Maya Malinda; Surya Setyawan; Henky Lisan Suwarno; Yolla Margaretha; Boedi Hartadi Kuslina; Immanoel Donny Wijaya; Velika Dwilestari Ibrahim; Gina Christina Setyadi; Veline Velicia Manek; Ruth Neysa Tambunan
POTENSI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Ekonomi dan Bisnis Vol. 2 No. 3: September 2026
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/potensi.v2i3.75

Abstract

The lack of financial literacy is one of the main challenges in managing micro, small, and medium enterprises (MSMEs), especially in religious-based communities. The study analyze the effectiveness of financial management strategy training conducted in community service activities at the Gereja Batak Karo Protestan Bandung on April 18, 2026. This collaboration activity is provided by lecturers and students of Master in Management Program, Universitas Kristen Maranatha. Qualitative descriptive approach is used with observation techniques, participatory discussions, and evaluation of participant understanding. The training materials include the separation of business and household finances, budgeting, the envelope method, and sustainable financial planning. The result shows an increase in participants' understanding of financial management and a change in mindset towards more disciplined financial behavior. This activity contributes to enhance community-based MSMEs capacity and strengthen religious institution role in economic empowerment.Keterbatasan literasi keuangan menjadi salah satu tantangan utama dalam pengelolaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya pada komunitas berbasis keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pelatihan strategi pengelolaan keuangan yang dilaksanakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Gereja Batak Karo Protestan Bandung pada tanggal 18 April 2026 dilaksanakan Kerjasama dengan tim Dosen dan Mahasiswa Magister Manajemen Universitas Kristen Maranatha. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, diskusi partisipatif, dan evaluasi pemahaman peserta. Materi pelatihan mencakup pemisahan keuangan usaha dan rumah tangga, penyusunan anggaran, metode amplop, serta perencanaan keuangan berkelanjutan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terkait pengelolaan keuangan dan perubahan pola pikir menuju perilaku keuangan yang lebih disiplin. Kegiatan ini berkontribusi dalam meningkatkan kapasitas UMKM berbasis komunitas serta memperkuat peran institusi keagamaan dalam pemberdayaan ekonomi.
Penguatan Brand Awareness dan Pemasaran Digital Melalui Konten Pada Platform TikTok Sentra Wisata Kuliner Lidah Kulon Surabaya Tigris Wirya Nandita; Egan Evanzha Yudha Amriel
POTENSI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Ekonomi dan Bisnis Vol. 2 No. 3: September 2026
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/potensi.v2i3.94

Abstract

The Lidah Kulon Culinary Tourism Center is a collection of MSMEs specializing in the culinary sector in Surabaya. Their daily activities are focused solely on selling but lack a deep understanding of digital marketing, resulting in a lack of public awareness. The digital era encourages businesses to be more active in building brand awareness to support product marketing, as this is a crucial component of social media marketing strategies. One platform that currently has significant potential for increasing brand awareness and digital marketing is TikTok. For You Page (FYP) feature is capable of displaying content according to user preferences with a very wide reach, thus potentially increasing brand awareness and digital marketing for business owners. This mentoring aims to equip business owners to be active in content creation to strengthen and expand the reach of the Culinary Tourism Center's brand awareness. The method used is descriptive qualitative, which includes several stages: observation, outreach, mentoring, and evaluation. Through the outreach and mentoring activities in content creation, traders gain insights into the importance of brand awareness and digital marketing, as well as technical skills in content creation. From this activity, traders also gain suitable content preferences based on the evaluation conducted.Sentra Wisata Kuliner Lidah Kulon merupakan kumpulan dari UMKM yang menekuni bidang kuliner di Surabaya, kegiatan hariannya hanya difokuskan untuk berjualan namun kurang mendalami pemasaran digital, sehingga kurang dikenal oleh masyarakat luas. Era digital mendorong pelaku usaha lebih aktif membangun brand awareness untuk menunjang pemasaran produk karena hal ini merupakan komponen penting dalam strategi pemasaran di media sosial, brand awareness akan membuat suatu produk diingat oleh masyarakat ramai. Salah satu platform yang saat ini sangat berpotensi untuk meningkatkan brand awareness dan pemasaran digital adalah TikTok, fitur For You Page (FYP) mampu menampilkan konten sesuai dengan preferensi pengguna dengan jangkauan yang sangat luas, sehingga berpotensi meningkatkan brand awareness dan pemasaran digital para pelaku usaha. Pendampingan ini bertujuan untuk membekali pelaku usahaa agar aktif dalam pembuatan konten demi memperkuat dan memperluas cakupan brand awareness Sentra Wisata Kuliner. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif yang mencakup beberapa tahapan, yakni observasi, sosialisasi, pendampingan, dan evaluasi. Dari kegiatan sosialisasi dan pendampingan pembuatan konten, para pedagang mendapatkan pandangan mengenai pentingnya brand awareness dan pemasaran digital, serta kemampuan teknis dalam membuat konten. Dari kegiatan ini juga pedagang mendapatkan preferensi konten yang cocok berdasarkan evaluasi yang dilakukan.
Implementasi Pemasaran Digital Melalui Edukasi dan Pembuatan E-Commerce Bagi pedagang Sentra Wisata Kulier Gayungan Surabaya Hammam; Muhammad Ahmi Husein
POTENSI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Ekonomi dan Bisnis Vol. 2 No. 3: September 2026
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/potensi.v2i3.98

Abstract

Digital marketing is an important foundation in building the sustainability of traditional culinary Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs). However, many MSMEs still lack understanding and awareness of the importance of a digital marketing strategy, including in terms of expanding market reach, absorbing modern consumers, and adapting technology, especially regarding the use of the Shopee Food platform. This community service activity, which was carried out on May 12, 2026, aims to increase awareness and understanding of MSMEs, especially traders at the Gayungan Culinary Tourism Center (SWK), Surabaya, regarding the importance of the digital ecosystem through counseling and assistance in creating accounts. The methods used include initial interviews, education on the benefits of digital marketing, and direct assistance in the independent registration process for the Shopee Food application at partner locations. The results of the activity show a significant increase in business actors' understanding of the importance of technological literacy, adaptive changes in mindsets, and success in activating Shopee Food accounts as a form of official marketing infrastructure to reach wider consumers.Pemasaran digital merupakan fondasi penting dalam membangun keberlanjuutan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kuliner tradisional. Namun, masih banyak pelaku UMKM yang belum memiliki pemahaman dan kesadaran terhadap betapa pentingnya sebuah strategi pemasaran digital, termasuk dalam hal perluasan jangkauan pasar, penyerapan konsumen modern, serta adaptasi teknologi, khususnya terkait pemanfaatan platform Shopee Food. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan pada tanggal 12 Mei 2026 ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman pelaku UMKM, khususnya para pedagang di Sentra Wisata Kuliner (SWK) Gayungan, Surabaya, mengenai pentingnya ekosistem digital melalui penyuluhan dan pendampingan pembuatan akun, Metode yang digunakan mencakup wawancara awal,edukasi mengenai manfaat pemasaran digital, serta pendampingan langsung dalam proses registrasi aplikasi Shopee Food secara mandiri di lokasi mitra. Hasil kegiatan menujukkan peningkatan signifikan dalam pemahaan pelaku usaha terhadap pentingnya literasi teknologi, perubahan pola pikir yang adaptif, serta keberhasilan dalam pengaktifan akun Shopee Food sebagai bentuk infrastruktur pemasaran  resmi guna menjangkau konsumen yang lebih luas.
Pendampingan Pengenalan E-Commerce Sebagai Upaya Pengembangan UMKM Pada Sentra Wisata Kuliner Krembangan Kota Surabaya Luh Putu Restiana Wulandari I Nyoman Budi Wijana; Egan Evanzha Yudha Amriel
POTENSI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Ekonomi dan Bisnis Vol. 2 No. 3: September 2026
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/potensi.v2i3.108

Abstract

The development of information technology has encouraged a shift in product marketing patterns from conventional methods to the utilization of digital platforms. However, not all Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) are able to utilize these technologies optimally. This condition was found among merchants at the Krembangan Culinary Tourism Center (SWK Krembangan) in Surabaya, who still rely on conventional marketing methods. This community service activity aimed to provide assistance regarding the utilization of e-commerce as an alternative marketing strategy for business development. The methods employed included observation and problem identification, assistance and socialization activities, discussions and question-and-answer sessions, as well as activity evaluation. The results showed that most merchants were familiar with digital platforms and e-commerce, but had not utilized them optimally in their business activities. Factors such as age, limited technological skills, and low digital literacy were identified as the main barriers to e-commerce adoption. The assistance program improved merchants' understanding of the benefits and opportunities offered by digital technology for marketing purposes. Therefore, continuous assistance is needed to enhance MSME readiness in utilizing digital technology to support business development.Perkembangan teknologi informasi mendorong perubahan pola pemasaran produk dari metode konvensional menuju pemanfaatan platform digital. Namun, tidak semua pelaku usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mampu memanfaatkan teknologi tersebut secara optimal. Kondisi ini ditemukan pada pedagang di Sentra Wisata Kuliner (SWK) Krembangan Kota Surabaya yang masih mengandalkan pemasaran secara konvensional. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendampingan mengenai pemanfaatan e-commerce sebagai alternatif pemasaran usaha. Metode yang digunakan meliputi observasi dan identifikasi masalah, pendampingan dan sosialisasi, diskusi dan tanya jawab, serta evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar pedagang telah mengenal platform digital dan e-commerce, namun belum memanfaatkannya secara optimal dalam kegiatan usaha. Faktor usia, keterbatasan kemampuan penggunaan teknologi, dan rendahnya literasi digital menjadi hambatan utama. Kegiatan pendampingan memberikan tambahan pemahaman kepada para pedagang mengenai manfaat dan peluang penggunaan teknologi digital sebagai sarana pemasaran. Oleh karena itu, diperlukan pendampingan berkelanjutan  untuk meningkatkan kesiapan UMKM dalam memanfaatkan teknologi digital guna mendukung pengembangan usaha.
Pendampingan Penguatan Tata Kelola Usaha Melalui Branding, Pemasaran Digital, dan Administrasi Penjualan Pada Bisnis Ultra Mikro Azka Tailor Fernanda Eka Prasetya; Ari Ayu Wardani; Elva Retha Efin Pramesti; Rafa Aurora Jannati; Richo Diana Aviyanti
POTENSI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Ekonomi dan Bisnis Vol. 2 No. 3: September 2026
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/potensi.v2i3.174

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a vital role in improving the community's economy, but they still face various obstacles, such as limited business identity and low utilization of digital media as a marketing tool. This community service activity aims to increase the visibility and competitiveness of Azka Tailor MSMEs by strengthening their brand identity and digitalizing their marketing. The method used is Problem Based Learning (PBL) with a participatory approach through the stages of needs assessment, solution design, implementation, and evaluation. The program implemented includes the creation of business banners, sales receipts, sewing labels, registration of business locations on Google Maps, and the creation of an Instagram account as a digital promotional medium. The results of the activity indicate that the program has succeeded in increasing business professionalism and facilitating customer access to locations and service information. The impact of the activity is demonstrated by an increase in monthly turnover from IDR 2,000,000 to IDR 3,500,000 or 75%, as well as an increase in the number of new customers from 15 to 20 people per month. These results indicate that strengthening brand identity and utilizing digital media are effective strategies in supporting the development and sustainability of MSMEs.Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam meningkatkan perekonomian masyarakat, namun masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan identitas usaha dan rendahnya pemanfaatan media digital sebagai sarana pemasaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan visibilitas dan daya saing UMKM Azka Tailor melalui penguatan branding dan digitalisasi pemasaran. Metode yang digunakan adalah Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan partisipatif melalui tahapan asesmen kebutuhan, perancangan solusi, implementasi, dan evaluasi. Program yang dilaksanakan meliputi pembuatan banner usaha, nota penjualan, label jahitan, pendaftaran lokasi usaha pada Google Maps, serta pembuatan akun Instagram sebagai media promosi digital. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program berhasil meningkatkan profesionalisme usaha dan mempermudah akses pelanggan terhadap lokasi maupun informasi layanan. Dampak kegiatan ditunjukkan oleh peningkatan omzet bulanan dari Rp2.000.000 menjadi Rp3.500.000 atau sebesar 75%, serta bertambahnya jumlah pelanggan baru dari 15 orang menjadi 20 orang per bulan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penguatan branding dan pemanfaatan media digital merupakan strategi yang efektif dalam mendukung pengembangan dan keberlanjutan UMKM.

Page 4 of 4 | Total Record : 35