cover
Contact Name
Raihan Saputra
Contact Email
raihansaputra0502@gmail.com
Phone
+6282124355730
Journal Mail Official
inovan.info@gmail.com
Editorial Address
JL. Raya Babelan, RT.015, RW.003, No. 100, Kab. Bekasi, Jawa Barat 17611
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Orbit : Jurnal Ilmu Multidisiplin Nusantara
Published by Inovan Publisher
ISSN : -     EISSN : 30645883     DOI : https://doi.org/10.63217/orbit.v1i3.148
Orbit: Jurnal Ilmu Multidisiplin Nusantara adalah media akademik yang memfasilitasi publikasi penelitian lintas disiplin ilmu dengan fokus utama pada kajian terkait wilayah Nusantara. Jurnal ini bertujuan untuk memberikan wadah bagi para akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai bidang ilmu untuk berkontribusi dalam pengembangan pengetahuan yang beragam. Pendekatan multidisiplin dalam jurnal ini memungkinkan adanya interaksi antara berbagai cabang ilmu, seperti ilmu sosial, humaniora, sains, teknologi, hukum, dan ekonomi, yang memiliki relevansi dengan studi dan isu-isu di kawasan Nusantara. Setiap artikel diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus solusi terhadap tantangan lokal dan regional yang dihadapi oleh masyarakat di Nusantara. Melalui proses peer-review yang ketat, Jurnal Ilmu Multidisiplin Nusantara menjaga standar akademik yang tinggi dan mendorong kajian yang inovatif serta relevan secara empiris dan teoretis. Jurnal ini juga terbuka bagi penelitian komparatif yang melibatkan Nusantara dan kawasan lain, guna memperluas perspektif global terhadap permasalahan yang ada. Dengan demikian, jurnal ini diharapkan dapat menjadi referensi penting bagi para akademisi dan peneliti yang tertarik pada perkembangan ilmu pengetahuan di berbagai disiplin yang terkait dengan Nusantara.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 73 Documents
Pengaruh Self-Compassion terhadap Loneliness pada Mahasiswa Rantau Widaderevi Tryanthamie Najla Ufairah; Hema Dayita; Andreas Corsini Widya Nugraha
Orbit: Jurnal Ilmu Multidisiplin Nusantara Vol. 2 No. 4 (2026): Orbit: Jurnal Ilmu Multidisiplin Nusantara
Publisher : Inovan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63217/orbit.v2i4.343

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh self-compassion terhadap loneliness pada mahasiswa rantau Universitas Negeri Jakarta. Mahasiswa rantau rentan mengalami loneliness akibat perubahan lingkungan, keterbatasan dukungan sosial, serta beragam tuntutan di daerah perantauan. Self-compassion dipandang sebagai salah satu faktor psikologis yang dapat membantu individu menghadapi kesulitan dan mengurangi perasaan loneliness. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jumlah sampel penelitian berjumlah 212 mahasiswa rantau. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan alat ukur UCLA Loneliness Scale Version 3 yang dikembangkan oleh Russell dan Self-compassion Scale (SCS) yang dikembangkan oleh Neff. Analisis data yang dilakukan meliputi uji normalitas, uji linearitas, dan uji regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-compassion memiliki arah pengaruh negatif terhadap loneliness, namun pengaruh tersebut tidak signifikan secara statistik (F = 3,644; p = 0,058). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,017 menunjukkan bahwa self-compassion hanya memberikan kontribusi sebesar 1,7% terhadap loneliness, sedangkan 98,3% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Dengan demikian, self-compassion tidak terbukti berpengaruh secara signifikan terhadap loneliness pada mahasiswa rantau Universitas Negeri Jakarta.
Psychological Well-Being pada Generasi Z Penggemar K-Pop NCT (NCTzen) Salsa Desembriyanti; Sarita Candra Merida; Tugimin Supriyadi
Orbit: Jurnal Ilmu Multidisiplin Nusantara Vol. 2 No. 4 (2026): Orbit: Jurnal Ilmu Multidisiplin Nusantara
Publisher : Inovan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63217/orbit.v2i4.351

Abstract

Fenomena Korean Wave (Hallyu) telah meningkatkan popularitas Korean Pop (K-Pop) di berbagai negara, termasuk Indonesia. Salah satu grup K-Pop yang memiliki basis penggemar besar adalah NCT dengan fandom yang dikenal sebagai NCTzen. Aktivitas sebagai penggemar tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi psikologis individu. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran psychological well-being pada Generasi Z penggemar K-Pop NCT (NCTzen). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Pengambilan data dilakukan menggunakan metode try out terpakai (try out terpakai) terhadap 120 responden Generasi Z penggemar NCT. Instrumen penelitian menggunakan skala Psychological Well-Being berdasarkan teori Ryff yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dengan bantuan IBM SPSS Statistics versi 27 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 113 responden (94,2%) memiliki tingkat psychological well-being tinggi, 3 responden (2,5%) berada pada kategori sedang, dan 4 responden (3,3%) berada pada kategori rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa mayoritas Generasi Z penggemar NCT memiliki psychological well-being yang baik. Aktivitas sebagai penggemar NCT dapat menjadi sumber hiburan, dukungan emosional, serta motivasi yang berkontribusi terhadap kesejahteraan psikologis responden.
Analisis Item dan Reliabilitas Skala Problematic Internet Use Questionnaire Short-Form 6 (PIUQ-SF6) Versi Indonesia Berdasarkan Sampel Generasi Z Pengguna Internet Aktif di Bekasi Layla Putri Amalya; Rizma Afian Azhiim; Ferdy Muzzamil
Orbit: Jurnal Ilmu Multidisiplin Nusantara Vol. 2 No. 4 (2026): Orbit: Jurnal Ilmu Multidisiplin Nusantara
Publisher : Inovan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63217/orbit.v2i4.323

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat atau kecenderungan Problematic Internet Use pada Generasi Z pengguna internet aktif di Bekasi. Sebanyak 119 responden yang kelahiran 1997-2012 (14-29 tahun) berpatisipasi dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengukuran menggunakan Problematic Internet Use Questionnaire Short-Form 6 (PIUQ-SF-6) yang terdiri dari 6 item favorable yang mencangkup aspek Obsession, Neglect, dan Control Disorder. Uji reliabilitas menunjukkan bahwa skala Problematic Internet Use memperoleh nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,8352. Hasil menunjukkan mayoritas responden berada pada kategori sedang sebanyak 80 orang (67%). Sementara itu, responden yang berada pada kategori tinggi sebanyak 27 orang (23%) dan terdapat responden yang berada pada kategori rendah sebanyak 12 orang (10%). Selanjutnya, analisis item menghasilkan korelasi antara 0,5702 - 0,6557 yang menunjukkan seluruh item valid dan memiliki daya beda baik. Temuan ini menunjukkan bahwa mayoritas Generasi Z pengguna internet aktif di Bekasi dalam penelitian ini memiliki tingkat Problematic Internet Use yang relatif sedang.
Hubungan Agresivitas Verbal dengan Perilaku Cyberbullying di Kalangan Gen Z pada Pengguna Tiktok Ikawati Ratnaduhita; Ferdy Muzzamil; Rizma Afian Azhiim
Orbit: Jurnal Ilmu Multidisiplin Nusantara Vol. 2 No. 4 (2026): Orbit: Jurnal Ilmu Multidisiplin Nusantara
Publisher : Inovan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63217/orbit.v2i4.329

Abstract

Penelitian ini disusun untuk menguji keterkaitan antara agresivitas verbal dengan kemunculan perilaku cyberbullying pada Generasi Z pengguna TikTok di Kota Bekasi. Maraknya penggunaan TikTok di kalangan generasi muda turut membuka ruang bagi munculnya interaksi yang tidak sehat secara daring, salah satunya cyberbullying, yang diduga sebagian dipicu oleh tingginya kecenderungan agresivitas verbal individu. Desain yang digunakan adalah kuantitatif korelasional, dengan 120 responden Generasi Z berusia 14-29 tahun berdomisili di Bekasi dan aktif menggunakan TikTok, dijaring melalui purposive sampling. Data dijaring lewat dua instrumen, yakni Cyberbullying Offending Scale (COS) hasil adaptasi dari Hinduja dan Patchin (2015) berisi 9 aitem, serta Verbal Aggressiveness Scale (VAS) hasil adaptasi dari Infante dan Wigley (1986) berisi 20 aitem. Karena data kedua variabel tidak berdistribusi normal, pengujian hubungan memakai korelasi Spearman's rho berbantuan JASP. Hasilnya memperlihatkan koefisien sebesar 0,677 dengan p < 0,001, yang berarti Ha diterima: terdapat hubungan positif yang kuat antara agresivitas verbal dan cyberbullying. Artinya, makin tinggi agresivitas verbal seseorang, makin besar pula kecenderungannya berperilaku cyberbullying. Secara deskriptif, sebagian besar responden (57,50%) berada pada taraf agresivitas verbal sedang, sementara untuk cyberbullying, mayoritas (51,67%) juga pada taraf sedang. Ditemukan pula perbedaan bermakna pada cyberbullying menurut jenis kelamin (p = 0,048) dan usia (p = 0,030), dengan rerata yang lebih tinggi pada laki-laki dan kelompok usia 20-24 tahun.
Hubungan antara Kontrol Diri dengan Fear of Missing Out (FoMO) pada Generasi Z dalam Pembelian Produk Skincare Arizki Arizki; Erik Saut H.Hutahaean; Ferdy Muzzamil
Orbit: Jurnal Ilmu Multidisiplin Nusantara Vol. 2 No. 4 (2026): Orbit: Jurnal Ilmu Multidisiplin Nusantara
Publisher : Inovan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63217/orbit.v2i4.333

Abstract

Perkembangan industri skincare di Indonesia yang semakin pesat telah mendorong Generasi Z menjadi salah satu kelompok konsumen yang aktif mengikuti tren kecantikan melalui media sosial. Paparan informasi yang terus-menerus dari platform digital seperti TikTok dan Instagram berpotensi memunculkan Fear of Missing Out (FoMO), yaitu perasaan khawatir atau takut tertinggal informasi, pengalaman, maupun tren yang sedang berkembang. Salah satu faktor psikologis yang diduga berperan dalam menekan munculnya FoMO adalah kontrol diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kontrol diri dan FoMO pada Generasi Z dalam pembelian produk skincare. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Sampel penelitian berjumlah 120 responden Generasi Z yang membeli produk skincare, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan skala kontrol diri berdasarkan aspek Averill (1973) dan skala FoMO berdasarkan dimensi (Sette et al., 2019). Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan negatif yang signifikan antara kontrol diri dan FoMO dengan nilai koefisien korelasi sebesar r = -0,547 dan p < 0,001. Hasil ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kontrol diri yang dimiliki individu, maka semakin rendah tingkat FoMO yang dialaminya. Sebaliknya, semakin rendah kontrol diri, semakin tinggi kecenderungan individu mengalami FoMO. Temuan ini mengindikasikan bahwa kontrol diri berperan penting dalam membantu Generasi Z mengendalikan dorongan untuk mengikuti tren skincare yang berkembang di media sosial sehingga dapat membuat keputusan pembelian yang lebih rasional dan sesuai kebutuhan.
Lingkungan Kerja Sebagai Prediktor terhadap Munculnya Burnout Pada Perawat di Kota Bekasi Ananda Septia Azahra; Netty Merdiaty; Sulistiasih Sulistiasih
Orbit: Jurnal Ilmu Multidisiplin Nusantara Vol. 2 No. 4 (2026): Orbit: Jurnal Ilmu Multidisiplin Nusantara
Publisher : Inovan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63217/orbit.v2i4.340

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja terhadap burnout pada perawat di Kota Bekasi. Penelitian ini didasari oleh adanya fenomena burnout yang dialami perawat akibat tuntutan pekerjaan yang tinggi, beban kerja yang berat, serta kondisi lingkungan kerja yang kurang mendukung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain regresi linear sederhana. Populasi penelitian berjumlah 5.718 perawat yang bekerja di Kota Bekasi. Sampel penelitian berjumlah 382 perawat yang diperoleh menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala lingkungan kerja yang diadaptasi dari Practice Environment Scale of the Nursing Work Index (PES-NWI) berdasarkan teori Lake (2002) dan skala burnout yang disusun berdasarkan Maslach Burnout Inventory (MBI) berdasarkan teori Maslach dan Jackson (1981). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap burnout (p < 0,001), dengan koefisien korelasi (R) sebesar 0,408 dan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,166. Hasil ini menunjukkan bahwa lingkungan kerja memberikan kontribusi sebesar 16,6% terhadap burnout pada perawat, sedangkan 83,4% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa lingkungan kerja tidak selalu berdampak negatif terhadap burnout. Oleh karena itu, bagi rumah sakit diharapkan untuk memperkuat dukungan melalui peningkatan komunikasi antara pimpinan dan perawat.
Hubungan antara Stres Kerja dengan Aggresive Driving pada Ojek Online Sahrul Layali; Tugimin Supriyadi; Sandra Adetya
Orbit: Jurnal Ilmu Multidisiplin Nusantara Vol. 2 No. 4 (2026): Orbit: Jurnal Ilmu Multidisiplin Nusantara
Publisher : Inovan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63217/orbit.v2i4.345

Abstract

Perkembangan transportasi berbasis aplikasi menyebabkan pengemudi ojek online menghadapi berbagai tuntutan pekerjaan yang berpotensi menimbulkan stres kerja dan memengaruhi perilaku berkendara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara stres kerja dengan aggressive driving pada pengemudi ojek online di Kota Bekasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional terhadap 113 pengemudi Grab yang dipilih menggunakan teknik incidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala Likert untuk mengukur stres kerja dan aggressive driving. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara stres kerja dengan aggressive driving dengan nilai koefisien korelasi sebesar r = 0,533 dan nilai signifikansi p < 0,001. Hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat stres kerja yang dialami pengemudi, semakin tinggi pula kecenderungan melakukan aggressive driving. Dengan demikian, pengelolaan stres kerja menjadi salah satu upaya penting untuk mengurangi perilaku mengemudi agresif serta meningkatkan keselamatan berkendara pada pengemudi ojek online.
Pengaruh Keterlibatan Peran Ayah terhadap Pemilihan Pasangan pada Perempuan Dewasa yang Belum Menikah Nurli Septiani; Sandra Adetya Syarif; Mic Finanto Ario Bangun
Orbit: Jurnal Ilmu Multidisiplin Nusantara Vol. 2 No. 4 (2026): Orbit: Jurnal Ilmu Multidisiplin Nusantara
Publisher : Inovan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63217/orbit.v2i4.348

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keterlibatan peran ayah terhadap pemilihan pasangan pada perempuan dewasa yang belum menikah. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pemilihan pasangan sebagai salah satu tugas perkembangan pada masa dewasa serta belum konsistennya hasil penelitian mengenai hubungan kedua variabel tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain regresi linier sederhana. Partisipan berjumlah 134 perempuan dewasa yang belum menikah berusia 20–30 tahun di Indonesia yang pernah tinggal bersama ayah minimal lima tahun pada masa kanak-kanak. Sampel diperoleh menggunakan teknik convenience sampling. Instrumen penelitian terdiri atas Father Involvement Scale (FIS) dan Nine Mate Selection Question (NMSQ). Analisis data menggunakan korelasi Spearman's Rho dan regresi linier sederhana dengan bantuan JASP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan peran ayah berpengaruh positif dan signifikan terhadap pemilihan pasangan. Nilai korelasi sebesar r = 0,159 menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan sangat lemah. Koefisien determinasi (R² = 0,058) menunjukkan bahwa keterlibatan ayah memberikan kontribusi sebesar 5,8% terhadap pemilihan pasangan, sedangkan 94,2% dipengaruhi faktor lain di luar penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi keterlibatan ayah, semakin baik pertimbangan perempuan dalam memilih pasangan hidup.
Hubungan Kepercayan Diri dengan Perilaku Asertif Mahasiswa dalam Organisasi Kemahasiswaan di Kota Bekasi Ghina Rizkirabbani Labibah; Sarita Candra Merida; Tugimin Supriyadi
Orbit: Jurnal Ilmu Multidisiplin Nusantara Vol. 2 No. 4 (2026): Orbit: Jurnal Ilmu Multidisiplin Nusantara
Publisher : Inovan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63217/orbit.v2i4.350

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepercayaan diri dengan perilaku asertif pada mahasiswa yang mengikuti organisasi kemahasiswaan di Kota Bekasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Sampel penelitian berjumlah 118 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik non-probability sampling dengan metode convenience sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala perilaku asertif berdasarkan aspek Alberti dan Emmons serta skala kepercayaan diri berdasarkan aspek Lauster. Hasil uji reliabilitas menunjukkan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,802 pada skala perilaku asertif dan 0,978 pada skala kepercayaan diri. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan Jeffreys’s Amazing Statistics Program(JASP). Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara kepercayaan diri dengan perilaku asertif pada mahasiswa yang mengikuti organisasi kemahasiswaan di Kota Bekasi (r = 0,645; p < 0,001). Hubungan kedua variabel berada pada kategori kuat, sehingga hipotesis alternatif diterima. Temuan ini menunjukkan bahwa mahasiswa dengan kepercayaan diri yang lebih tinggi cenderung memiliki perilaku asertif yang lebih tinggi dalam organisasi kemahasiswaan.
Hubungan antara Work-Life Balance dengan Stres Kerja pada Pekerja Dini Iswari Amaliani; Budi Sarasati; Nurwahyuni Nasir
Orbit: Jurnal Ilmu Multidisiplin Nusantara Vol. 2 No. 4 (2026): Orbit: Jurnal Ilmu Multidisiplin Nusantara
Publisher : Inovan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63217/orbit.v2i4.357

Abstract

Tingginya tuntutan pekerjaan, sistem kerja yang padat, serta keterbatasan waktu untuk kehidupan pribadi dapat memunculkan ketidakseimbangan antara kehidupan kerja dan kehidupan non kerja. Ketidakseimbangan tersebut berpotensi meningkatkan stres kerja, terutama pada pekerja yang berada dalam lingkungan kerja dengan tuntutan fisik dan psikologis yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara work life balance dan stres kerja pada pekerja. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Responden penelitian berjumlah 106 pekerja aktif yang memenuhi kriteria penelitian, yaitu memiliki masa kerja 4–6 tahun dan bekerja pada sektor industri lepas pantai. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner daring menggunakan Perceived Stress Scale dan Work Life Balance Scale. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Spearman’s Rho karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara work life balance dan stres kerja (r = -0,696; p < 0,001). Artinya, semakin tinggi work life balance yang dimiliki pekerja, semakin rendah tingkat stres kerja yang dialami. Sebaliknya, semakin rendah work life balance, semakin tinggi stres kerja. Hasil kategorisasi juga menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki work life balance rendah dan stres kerja tinggi. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan keseimbangan kerja dan kehidupan pribadi sebagai salah satu upaya untuk menurunkan risiko stres kerja pada pekerja lepas pantai.