cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kebidanan
ISSN : 23018372     EISSN : 25497081     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kebidanan Universitas Muhammadiyah Semarang (e-ISSN : 2549-7081) provides a medium for those who want to publish their scientific articles from either research results or innovations in the fields of midwifery and health
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2013): August 2013" : 16 Documents clear
PENGARUH PENYULUHAN TERHADAP PENGETAHUAN IBU TENTANG PERAWATAN TALI PUSAT BAYI DI RUMAH BERSALIN NURHIKMAH DESA KUWARON GUBUG GROBOGAN Tri Hartini; Ratih Sari Wardani; Nuke Devi Indrawati
Jurnal Kebidanan Vol 2, No 2 (2013): August 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.837 KB) | DOI: 10.26714/jk.2.2.2013.77-82

Abstract

Latar belakang: Salah satu cara untuk mencegah infeksi Tetanus Neonatarum, meka tali pusat yaitu menjaga agar luka tali pusat tetap bersih, tidak terkena air kencing, kotoran bayi atau nanah. Di Rumah Bersalin Nurhikmah Desa Kuwaron 2 bayi ( 5%) dari 40 bayi mengalami infeksi pada tali pusat dikarenakan ibu membubuhkan ramu-ramuan tradisional pada tali pusat bayi. Dari 40 ibu bersalin tersebut 21 ibu (52,5%) menyatakan masih kebingungan dalam merawat tali pusat bayi berdasarkan hal itu perlu dilakukan penyuluhan sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang perawatan tali pusat pada bayi.Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh penyuluhan terhadap pengetahuan ibu tentang perawatan tali pusat bayi di Rumah Bersalin Nurhikmah Desa Kuwaron Gubug Grobogan.Metode : Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dan menggunakan rancanganone group pre test – post test. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang mempunyai bayi yang bersalin di Rumah Bersalin Nurhikmah Desa Kuwaron Gubug Grobogan sebanyak 56 orang, besar sampel adalah 37 orang dan pengambilan teknik sampel yang dipakai adalahsampling quota sampling. Analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxson’s.Hasil : Hasil penelitian diperoleh mayoritas pengetahuan ibu tentang perawatan tali pusat sebelum penyuluhan adalah cukup sebanyak31 orang (83,8%). Mayoritas pengetahuan ibu tentang perawatan tali pusat setelah penyuluhan adalah baik sebanyak 31 orang (83,8%). Ada perbedaan yang signifikan antara pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan (p=0,000) Simpulan : Ada perbedaan yang signifikan rata-rata pengetahuan ibu tentang perawatan tali pusatbayi sebelum dan sesudah penyuluhan.
HUBUNGAN PENDIDIKAN DAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG MANFAAT ASI EKSKLUSIF DENGAN MOTIVASI UNTUK MEMBERIKAN ASI EKSKLUSIF (Studi Kasus di Puskesmas Candilama Kota Semarang) Iis Sugiyarti; Herry Suswanti Djarot; Siti Nurjanah
Jurnal Kebidanan Vol 2, No 2 (2013): August 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.269 KB) | DOI: 10.26714/jk.2.2.2013.22-28

Abstract

Latar belakang: Cakupan pemberian ASI eksklusif terendah di Kota Semarang pada tahun 2011 di Puskesmas Candilama yaitu sebesar 5,1 %. Ada banyak faktor yang mempengaruhi pemberian ASI eksklusifantara lain pendidikan, pengetahuan, ekonomi dan lingkungan. Tujuan: Mengetahui hubungan pendidikan dan pengetahuan ibu hamil tentang manfaat ASI eksklusif dengan motivasi untuk memberikan ASI eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Candilama Kota Semarang Tahun 2012. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik dengan rancangan crossectional dengan populasi 75 responden, sampel 58 ibu hamil di Puskesmas Candilama Kota Semarang pada bulan Juli-Agustus 2012. Variabel bebas pendidikan dan pengetahuan, variabel terikat motivasi. Data yang dikumpulkan dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistik Korelasi Pearson. Hasil: : Pendidikan responden terbanyak SMA yaitu 33 orang (56,9%), pengetahuan terbanyak padakategori baik yaitu 20 orang (34,5%), sedangakn motivasi terbanyak pada kategori sangat baik yaitu 22 orang (37,9%). Analisis hubungan antara pendidikan dengan motivasi untuk memberikan ASI eksklusif diperoleh hasil penghitungan menggunakan Rank Spearman dengan nilai r = 0,558 dan diperoleh nilai p = 0,000 < p = 0,05(α). Analisis hubungan antara pengetahuan ibu hamil tentang manfaat ASI eksklusif dengan motivasi untuk memberikan ASI eksklusifdiperoleh hasil penghitungan menggunakan Korelasi Pearson dengan nilai r = 0,694 dan diperoleh nilai p = 0,000 < p = 0,05(α). Simpulan: Ada hubungan yang signifikan antara pendidikan dan motivasi untuk memberikan ASI eksklusif. Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu hamil tentang manfaat ASI eksklusif dengan motivasi untuk memberikan ASI eksklusif.
HUBUNGAN STATUS PEKERJAAN DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI KELURAHAN PALEBON KECAMATAN PEDURUNGAN KOTA SEMARANG Dahlan, Arvina; Mubin, Fatkhul; Mustika, Dian Nintyasari
Jurnal Kebidanan Vol 2, No 2 (2013): August 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.168 KB) | DOI: 10.26714/jk.2.2.2013.56-60

Abstract

Latar belakang : Pemberian ASI di Indonesia belum dilaksanakan sepenuhnya dan masih sangat rendahnya pemberian ASI eksklusif terutama pada ibu bekerja. Dari hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti di kelurahan Palebon kecamatan Pedurungan kota Semarang di peroleh data bahwa 8 dari 10 ibu bekerja yang menyusui (bayi umur 6-12 bulan) tidak memberikan ASI eksklusif pada bayinya, dan 9 dari 10 ibu tidak bekerja yang menyusui (bayi umur 6-12 bulan) memberikan ASI eksklusif pada bayinya. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan status pekerjaanterhadap pemberian ASI eksklusif. Metode : jenis penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan Cross Sectional, dengan status pekerjaan sebagai variabel independendan pemberian ASI eksklusif sebagai variabel dependen, menggunakan 90 populasi dan 47 sampel, dan menggunakan uji chi square sebagai uji statistik. Hasil : penelitian ini dilakukan dengan menggunakan cara menganalisis hubungan antara status pekerjaan dengan pemberian ASI eksklusif diperoleh hasil perhitungan menggunakan Continuity Correction dengan nilai R = 10,28 dan diperoleh nilai p = 0,000 (p < 0,05) sehingga dapat disimpulkan ada hubungan antara status pekerjaan dengan pemberian ASI ekslusif. Simpulan : ada hubungan antara status pekerjaan dengan pemberian ASI eksklusif
PERBEDAAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TENTANG SEKS PRANIKAH SEBELUM DAN SESUDAH PENYULUHAN DI SMA ISLAM SULTAN AGUNG 3 SEMARANG Sari, Lita Ruwantika; Puspitaningrum, Dewi; Rahmawati, Agustin
Jurnal Kebidanan Vol 2, No 2 (2013): August 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.028 KB) | DOI: 10.26714/jk.2.2.2013.83-86

Abstract

Latar Belakang:Permasalahan utama kesehatan reproduksi remaja (KRR) di Indonesia adalah kurangnya informasi mengenai kesehatan reproduksi, masalah pergeseran perilaku seksual remaja, pelayanan kesehatan yang buruk serta perundang-undangan yang tidak mendukung. Dalam hal ini perlu adanya pengertian dan bimbingan dari lingkungan disekitarnya, agar dalam perubahan tersebut terjadi pertumbuhan dan perkembangan yang sehat. Fenomena seks pranikah di jawa tengah khususnya semarangpada tahun 2010 sebanyak 26% remaja dan pada tahun 2011 sebanyak 20% melakukan hubungan seks pranikah diusia 15-19 tahun. Tujuan : untuk mendeskripsikan dan menganalisis perbedaan pengetahuan dan sikap remaja tentangperilaku seks pranikah sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan di SMA Sultan Agung 3 Semarang. Metode : metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode quasi eksperimen dengan rancangan one group pretest posttest menggunakan 46 sampel siswa siswi kelas XI di SMA Islam Sultan Agung 3 Semarang. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa kelas XI di SMA Sultan Agung 3 Semarang sebanyak 27 responden (58,7%) dan 32 responden (69,6%) mempunyai pengetahuan yang baik tentang perilaku seks pranikah sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan. Sebagian besar sebanyak 29 responden (63%) dan 28 responden (60,9%) tidak mendukung seks pranikah sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan. Analisis bivariat didapatkan hasil pengetahuan p-value 0,254 dan sikap p-value 0,505. Simpulan : tidak ada perbedaan pengetahuan dan sikap remaja tentang seks pranikah sebelum dan sesudah penyuluhan.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG HYPNOBIRTHING DENGAN SIKAP IBU HAMIL TERHADAP TERAPI HYPNOBIRTHING DI BPM Ny. MUL AGUS GROBOGAN Romadhomah Romadhomah; Trixie Salawati; Indri Astuti Purwanti
Jurnal Kebidanan Vol 2, No 2 (2013): August 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.285 KB) | DOI: 10.26714/jk.2.2.2013.29-35

Abstract

Latar belakang :Hypnobirthing merupakan kombinasi antara proses kelahiran alami dengan hipnosis untuk membangun persepsi positif dan rasa percaya diri serta menurunkan ketakutan, kecemasan, tegang dan panik sebelum, selama dan setelah persalinan. Fenomena yang terjadi adalah rendahnya pengetahuan ibu tentang metode hipnosis pada ibu hamil dan bersalin. Hal ini berdampak pada sikap ibu yang kemudian akan berpengaruh terhadap perilaku ibu dalam melakukan metode hipnosis pada kehamilan. Sikap dapat digunakan untuk memprediksikan tingkah laku apa yang mungkin terjadi. Hasil studi pendahuluan yang telah dilakukan di Bidan Praktek Mandiri (BPM) Ny. Mul AgusGrobogan menunjukkan sebagian besar ibu hamil mengetahui adanya hypnobirthing di Bidan Ny. Mul Agus. Tujuan Penelitian : untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu hamil tentang hypnobirthing dengan sikap ibu hamil terhadap terapi hypnobirthing di BPM. Ny. Mul Agus di Grobogan. Metode :Jenis penelitian ini adalah analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian yaitu ibu hamil yang belum pernah mengikuti terapi hypnobirthing sebanyak 38 ibu. Sampel sebanyak 35 ibu dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pengetahuan, sedangkan variabel terikat adalah sikap ibu hamil terhadap terapi hypnobirthing. Analisa data menggunakan chi-square. Hasil : menunjukkan tingkat pengetahuan tentang hypnobirthing dalam kategori cukup (37,1%) lebih besar daripada kategori baik dan kurang. Sikap ibu hamil terhadap terapi hypnobirthing sebagian besar sikap negatif (54,3%). Simpulan : ada hubungan pengetahuan ibu hamil tentang hypnobirthing dengan sikap ibu hamil terhadap terapi hypnobirthing di BPM. Ny. Mul Agus di Grobogan.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP TERHADAP AIR SUSU IBU PERAH (ASIP) DENGAN PRAKTIK PEMBERIAN ASIP PADA IBU BEKERJA DI KELURAHAN TANDANG KECAMATAN TEMBALANG KOTA SEMARANG Wulandari, Anestesia; Meikawati, Wulandari; Kumalasari, Novita
Jurnal Kebidanan Vol 2, No 2 (2013): August 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.482 KB) | DOI: 10.26714/jk.2.2.2013.61-65

Abstract

Latar belakang :Pada ibu yang bekerja pemberian ASI terhambat pada waktumenyusui karena intensitas pertemuan antara ibu dan anak yang kurang. Ibu menjadikan alasan pekerjaan sebagai penghambat pemberian ASI. Tidak jarang wanita karir lebih memilih memberikan susu formula pada bayinya dibandingkan dengan ASI. Akibatnya bayi lebih sering mengalami sakit dikarenakan daya tahan tubuhnya kurang baik. Dengan memberikan ASI akan memberikan kekebalan tubuh bagi bayi. Tujuan :untuk mengetahui adanya hubungan pengetahuan dan sikap tentang ASIP dengan praktik pemberian ASIP pada Ibu Bekerja di Kelurahan Tandang Kecamatan Tembalang Kota Semarang. Metode :Jenis penelitian yang digunakan adalahanalitik dengan pendekatan cross sectional. Variabel bebas yaitu pengetahuan dan sikap terhadap ASIP, sedangkan variabel terikatnya adalah praktik pemberian ASIP. Populasi dalam penelitian ini adalah 35 orang ibu bekerja yang memiliki bayi usia 4-9 bulan di Kelurahan Tandang, teknik pengambilan sampling yang digunakan yaitu total sampling. Hasil :Pengumpulan data dengan kuesioner dan uji statistik yang digunakan adalah Fisher Exact. Sebagian besar pengetahuan responden di kategori baik (60%). Sikap ibu bekerja terhadap ASIP sebagian besar positif (60%), dan yang negatif (40%). Responden yang tidak melakukan praktik ASIP (71,4%) dan yang melakukan (28,6%). Simpulan :Hasil uji Fisher Exact ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dengan praktik pemberian ASIP pada ibu). Ada hubungan antara sikap terhadap ASIP dengan praktik pemberian ASIP pada ibu bekerja.
ANALISIS FAKTOR PENYULIT DALAM PEMBERIAN ASI SECARA ON DEMAND DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KALIMANAH KABUPATEN PURBALINGGA TAHUN 2013 Febriningsih, Ayu; Trisnawati, Yuli; Retnowati, Misrina
Jurnal Kebidanan Vol 2, No 2 (2013): August 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.546 KB) | DOI: 10.26714/jk.2.2.2013.1-7

Abstract

Latar Belakang : Menyusui pada permintaan adalah di mana ibu menyusui bayinya setiap permintaan dan bukan per jam. Kendala dalam menyusui on demand masalah dengan ibu dan bayi. Tujuan : Untuk menentukan faktor yang terkait dengan kesulitan dalam permintaan menyusui. Metode : Penelitian ini wass korelasi deskriptif dengan desain cross sectional. Sampel adalah ibu menyusui baru yang memiliki bayi berusia 0-6 bulan di Puskesmas Kalimanah Purbalingga sebagai 78 orang. Metode analisis data yang digunakan validitas isi. Hasil : Pengetahuan tentang keperawatan ibu sebagian besar cukup baik sebanyak 48 orang ( 61,5 % ) , ibu menyusui bekerja sebagian besar tidak bekerja sebanyak 49 orang ( 62,8 % ) , sikap ibu menyusui cukup baik karena sebagian besar 49 orang ( 62,8 % ) , sebagian besar ibu menyusui untuk menyusui bayinya pada permintaan sebanyak 53 orang ( 67,9 % ) , ada hubungan antara pengetahuan menyusui kesulitan dalam memberikan ibu menyusui on demand ( p = 0,005 dan 0,347 cc = ) , ada hubungan antara kesulitan pekerjaan ibu menyusui terhadap ibu dalam menyusui on demand ( p = 0,004 dan 0,308 cc = ) , ada hubungan antara sikap ibu terhadap ibu menyusui dalam kesulitan menyusui on demand ( p = 0,001 dan 0,399 cc = ). Kesimpulan : Ada hubungan antara pengetahuan, kerja dan sikap terhadap ibu menyusui dalam kesulitan menyusui on demand.
PERBEDAAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TRIMESTER III TENTANG METODE AMENOREA LAKTASI (MAL) SEBELUM DAN SESUDAH PENYULUHAN DI PUSKESMAS BANGETAYU KOTA SEMARANG Puspa Desy Malinda; Suprapti Suprapti; Erna Kusumawati
Jurnal Kebidanan Vol 2, No 2 (2013): August 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.665 KB) | DOI: 10.26714/jk.2.2.2013.87-92

Abstract

Latar belakang : Metode amenorea laktasi (MAL) adalah kontrasepsi yang mengandalkan pemberian Air Susu Ibu (ASI) secara eksklusif. Keuntungan MAL diantaranya efektivitas tinggi 98% dan tanpa biaya. Keuntungan untuk bayi yaitu bayi mendapatkan antibodi melalui ASI dan sebagai sumber asupan gizi untuk tumbuh kembang bayi Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti di Puskesmas Bangetayu, diperoleh hasil bahwa sebanyak 10 dari 12 ibu hamil trimester III belum pernah mendapatkan penyuluhan atau informasi tentang metode amenorea laktasi (MAL). Tujuan : untuk mengetahui perbedaan pengetahuan ibu hamil trimester III tentang metode amenorea laktasi (MAL) sebelum dan sesudah penyuluhan. Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah Pra-eksperimen dengan rancangan One Group Pretest Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 35 ibu hamil trimester III di Puskesmas Bangetayu, dan teknik sampling yang digunakan yaitu teknik sampling jenuh. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner dan leaflet. Hasil : menunjukkan bahwa pengetahuan ibu hamil trimester III tentang metode amenorea laktasi (MAL) sebagian besar berpengetahuan kurang yaitu sebanyak 19 responden (54,3%). Sedangkan pengetahuan ibu hamil trimester III sesudah penyuluhan mengalami peningkatan menjadi baik yaitu sebanyak 35 responden (100%). Hasil Uji Wilcoxon menunjukkan bahwa ada perbedaan yang bermakna pada pengetahuan ibu hamil trimester III tentang metode amenorea laktasi (MAL) sebelum dan sesudah penyuluhan (p-value=0,0001). Simpulan :Ada perbedaan pengetahuan ibu hamil trimester III tentang metode amenorea laktasi (MAL) sebelum dan sesudah penyuluhan.
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG POSYANDU DENGAN PARTISIPASI KADER DALAM KEGIATAN POSYANDU PURNAMA DI WILAYAH PUSKESMAS RINGINARUM KABUPATEN KENDAL Dina Dwi Septiani; Trixie Salawati; Agustin Rahmawati
Jurnal Kebidanan Vol 2, No 2 (2013): August 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.044 KB) | DOI: 10.26714/jk.2.2.2013.36-41

Abstract

Latar belakang: Kader adalah seorang tenaga sukareka yang dipilh dari, oleh dan untuk masyarakat, yang bertugas membantu kelancaran pelayanan kesehatan. Berdasarkan data Dinas Kabupaten Kendal terdapat 212 kader di wilayah Puskesmas Ringinarum yang terdiri dari 148 kader aktif dan 74 kader kurang aktif dalam kegiatan posyandu. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang posyandu dengan partisipasi kader dalam kegiatan posyandu purnama di wilayah Puskesmas Ringinarum, Kabupaten Kendal. Metode: Jenis penelitian adalah analitic dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah kader posyandu yang bekerja di Wilayah Kerja Puskesmas Ringinarum Kabupaten Kendal satu tahun terakhir yang berjumlah 115 orang kader. Teknik sampel yang digunakan adalah proportionate simple random sample. Variabel bebas yaitu pengetahuan kader tentang posyandu, sedangkan variable terikat yaitu partisipasi kader dalam kegiatan posyandu. Uji statistik yang digunakan adalah uji korelasi rank spearman. Kecenderungan terjadi kenaikan partisipasi kader posyandu searah dengan makin baiknya pengetahuan kader tentang posyandu. Hasil: Dari uji statistik dengan menggunakan uji korelasi rank spearman rho, dimana pada uji tersebut diperoleh nilai r = 0,703 p = 0,000. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan kader tentang posyandu dengan partisipasi kader dalam kegiatan posyandu purnama. Simpulan: Ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan tentang posyandu dengan partisipasi kader dalam kegiatan posyandu purnama di Wilayah Kerja Puskesmas Ringinarum Kabupaten Kendal.
HUBUNGAN ANTARA SIKAP WANITA USIA SUBUR (Usia 20-35 Tahun) TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN SERVISITIS DENGAN PEMERIKSAAN SKRINING DI KELURAHAN KALIBANTENG KULON LEBDOSARI SEMARANG TAHUN 2013 Freya Nazera Iskandar; Dewi Puspitaningrum; Lia Mulyanti
Jurnal Kebidanan Vol 2, No 2 (2013): August 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.842 KB) | DOI: 10.26714/jk.2.2.2013.66-71

Abstract

Latar Belakang : Servisitis merupakan infeksi pada serviks uteri sering terjadi karena luka kecil bekas persalinan yang tidak dirawat atau infeksi karena hubangan seksual. Pada beberapa penyakit kelamin seperti gonore, sifilis, ulkus mole, granuloma inguinal dan tuberculosis dapat ditemukan radang pada serviks. Kasus servisitis menurut data hasil jumlah grafik penderita IMS yang berobat di rumah sakit kota semarang dari tahun 2005- 2010 berada pada peringkat pertama sebanyak 5111 jiwa.Puskesmas Lebdosari Kota Semarang memiliki kasus servisitis tertinggi, pada tahun 2012 kasus servisitis sebanyak 356 jiwa (66,9%) sedangkan pada tahun 2013 sebanyak 129 jiwa (24,24%).Tujuan : Untuk mengetahui hubungan antara sikap wanita usia subur (usia 20 – 35 tahun) terhadap perilaku pencegahan servisitis dengan pemeriksaan skrining di Kelurahan Kalibanteng Kulon Lebdosari Semarang.Metode : Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi sebanyak 532 wanita usia subur dengan sampel 84 responden di Kelurahan Kalibanteng Kulon Lebdosari Semarang RW 2, RW 3 dan RW 4 dengan menggunakan kuisioner wawancara. Teknik sampling yang di gunakan berupa Probablity Sampling dengan Simple Random Sampling menggunakan metode teknik undian. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil : Berdasarkan hasil UjiChi Square di dapatkan nilai X2 sebesar 19,931 dengan p value sebesar (0,000) < α (0,05). Hal ini menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antar sikap wanita usia subur (usia 20 – 35 tahun) terhadap perilaku pencegahan servisitis dengan pemeriksaan skrining di Kelurahan Kalibanteng Kulon Lebdosari Semarang. Kesimpulan : Ada hubungan antara sikap wanita usia subur ( usia 20 – 35 tahun ) terhadap perilaku pencegahan servisitis dengan pemeriksaan skrining di Kelurahan Kalibanteng Kulon Lebdosari Semarang.

Page 1 of 2 | Total Record : 16