cover
Contact Name
Ahlal Kamal
Contact Email
Ahlal.pkl@gmail.com
Phone
+6285285123236
Journal Mail Official
redaksijurnalsinergi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Jermani Husein, Desa Lokbangkai RT.07 No.40 Kecamatan Banjang Kab, Lok Bangkai, Kec. Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan 71416
Location
Kab. hulu sungai utara,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin
ISSN : -     EISSN : 31090559     DOI : -
Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin adalah publikasi ilmiah yang bertujuan untuk memfasilitasi pertukaran gagasan, riset, serta temuan ilmiah yang berasal dari berbagai disiplin ilmu, guna memberikan kontribusi yang signifikan bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pemecahan masalah global. Jurnal ini mencakup berbagai bidang ilmu, meliputi pendidikan, teknologi, ekonomi, kesehatan, manajemen, keagamaan, ilmu sosial dan humaniora, serta bidang-bidang terapan lainnya.Sebagai wadah akademik yang mengedepankan kualitas dan keberagaman perspektif, Sinergi menerbitkan artikel penelitian asli, tinjauan pustaka, studi kasus, serta pemikiran konseptual yang didasarkan pada metodologi ilmiah yang kuat dan analisis mendalam. Dengan berfokus pada penerapan teori dan riset dalam konteks praktis, jurnal ini tidak hanya menyasar akademisi dan peneliti, tetapi juga para praktisi, pengambil kebijakan, dan pihak-pihak terkait yang dapat memanfaatkan temuan ilmiah untuk meningkatkan kualitas kehidupan dan pembangunan di berbagai sektor. Diterbitkan dua kali setahun, Jurnal Sinergi berkomitmen untuk menjadi platform terbuka yang mempertemukan berbagai perspektif dari seluruh penjuru dunia. Jurnal ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi lintas disiplin, memfasilitasi integrasi pengetahuan dalam rangka menghasilkan solusi inovatif, serta mendorong pemecahan masalah kontemporer di tingkat lokal, nasional, dan global. Melalui sinergi antara berbagai ilmu, jurnal ini memberikan ruang bagi ide-ide baru yang dapat memperkaya wacana akademik, memperluas cakupan penelitian, serta mendukung keberlanjutan pembangunan dalam konteks sosial, ekonomi, dan teknologi. Sinergi juga menekankan pentingnya keagamaan dan nilai-nilai kemanusiaan sebagai elemen penting dalam membangun peradaban yang berkeadilan, berkelanjutan, dan beradab.
Articles 346 Documents
Tax Avoidance pada Perusahaan Pertambangan: Literatur Review Capital Intensity, Struktur Modal, dan Intellectual Capital dengan Moderasi Firm Size Lhivia Nur’aini Putri; Nera Marinda Machdar
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to systematically review previous research examining the effects of capital intensity, capital structure, and intellectual capital on tax avoidance, with firm size serving as a moderating variable in mining companies. The method employed is a literature review of various prior studies. The findings indicate that capital intensity and capital structure tend to increase tax avoidance through the utilization of depreciation and tax shields. Meanwhile, the effect of intellectual capital varies depending on managerial context and corporate governance. Firm size is found to strengthen the relationships among the variables, as larger firms possess more adequate resource capacity to engage in tax planning. This review highlights the important role of internal factors and firm size in determining the level of tax avoidance Keywords: capital intensity, capital structure, intellectual capital, tax avoidance, firm size.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis hasil penelitian terdahulu mengenai pengaruh capital intensity, struktur modal, dan intellectual capital terhadap tax avoidance dengan firm size sebagai variabel moderasi pada perusahaan pertambangan. Metode yang digunakan adalah literature review terhadap berbagai penelitian terdahulu. Hasil kajian menunjukkan bahwa capital intensity dan struktur modal cenderung meningkatkan tax avoidance melalui pemanfaatan depresiasi dan tax shield. Sementara itu, pengaruh intellectual capital bersifat bervariasi, bergantung pada konteks manajerial dan tata kelola perusahaan. Firm size terbukti memperkuat hubungan antarvariabel karena perusahaan berskala besar memiliki kapasitas sumber daya yang lebih memadai untuk melakukan perencanaan pajak. Kajian ini menegaskan pentingnya peran faktor internal dan ukuran perusahaan dalam menentukan tingkat tax avoidance. Kata kunci: capital intensity, struktur modal, intellectual capital, tax avoidance, firm size
Nilai Perusahaan pada Sektor Energi: Literature Review ESG Disclosure, Corporate Governance, dan Ukuran Perusahaan dengan Moderasi Kepemilikan Institusional Annisa Ramadhani Azizah; Nera Marinda Machdar
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to systematically review previous research examining the influence of Environmental, Social, and Governance (ESG) disclosure, corporate governance, and firm size on firm value, with institutional ownership serving as a moderating variable in the energy sector. The energy sector faces increasing pressure to implement sustainable and transparent business practices due to its significant environmental and social impacts. This study employs a literature review method by analyzing relevant national and international journals and academic references. The findings indicate that ESG disclosure and good corporate governance generally have a positive effect on firm value by enhancing transparency, investor confidence, and corporate legitimacy. Firm size also plays an important role, as larger firms tend to have greater resources to implement sustainability practices effectively. Furthermore, institutional ownership strengthens the relationship between ESG disclosure, corporate governance, and firm value through more effective monitoring mechanisms. This literature review contributes to the development of sustainability and corporate governance studies and provides insights for future research.   Keywords: firm value, ESG disclosure, corporate governance, firm size, institutional ownership   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis hasil-hasil penelitian terdahulu mengenai pengaruh Environmental, Social, and Governance (ESG) disclosure, corporate governance, dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan dengan kepemilikan institusional sebagai variabel moderasi pada sektor energi. Sektor energi menghadapi tekanan yang semakin besar untuk menerapkan praktik bisnis yang berkelanjutan dan transparan akibat dampak lingkungan dan sosial yang ditimbulkan dari aktivitas operasionalnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah literature review terhadap jurnal nasional dan internasional serta sumber referensi akademik yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa ESG disclosure dan penerapan corporate governance yang baik cenderung berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan karena mampu meningkatkan transparansi, kepercayaan investor, dan legitimasi perusahaan. Ukuran perusahaan juga berperan penting karena perusahaan berskala besar memiliki sumber daya yang lebih memadai dalam menerapkan praktik keberlanjutan. Selain itu, kepemilikan institusional terbukti memperkuat hubungan antara ESG disclosure, corporate governance, dan nilai perusahaan melalui mekanisme pengawasan yang lebih efektif. Kajian ini diharapkan dapat menjadi referensi akademik serta dasar bagi penelitian selanjutnya.   Kata kunci: nilai perusahaan, ESG disclosure, corporate governance, ukuran perusahaan, kepemilikan institusional
Analisis Penerapan Model Pembelajaran Group Investigation Pada Pembelajaran IPA Siswa Kelas V SD Negeri 1 Tenajar Lor 1 Selfi Yuliana Sabila; Liyana Sunanto
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Learning models play an important role in achieving educational objectives, particularly in science (IPA) learning. Selecting an engaging learning model that is appropriate to the subject matter can encourage students to actively participate in the teaching and learning process. This implies that, during learning activities, students are expected to be confident in communicating, interacting, and expressing arguments. The creation of an enjoyable learning atmosphere can foster students’ ability to understand the material being taught. The Group Investigation learning model can support active learning by emphasizing student-centered learning principles and encouraging critical thinking. This study employed a descriptive method with a qualitative approach. Descriptive research involves collecting data based on factors that support the research object, which are then analyzed to identify their roles. The Group Investigation model requires high-quality communication. Supported by previous studies, this model allows students greater freedom in completing tasks, promotes creativity in problem solving, and encourages active exploration of learning resources that can be used to address problems. Based on the analysis of the implementation of the Group Investigation model in Grade V science learning at SD Negeri Tenajar Lor 1, the triangulation of qualitative data revealed that students felt assisted and motivated in their learning. They also perceived themselves to be more active, leading to the conclusion that the learning process was highly enjoyable. Keywords: Group Investigation Model, Science, Qualitative, Learning, Cooperative Learning.   Abstrak Model pembelajaran sangat berperan penting untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai khususnya dalam pelajaran IPA. Pemilihan model pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan materi yang diajarkan, akan membuat siswa turut aktif dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar. Artinya, bahwa dalam proses pembelajaran diharapkan siswa berani untuk melakukan komunikasi, interaksi dan berargumentasi. Dampak terciptanya suasana belajar yang menyenangkan dapat mendorong munculnya kemampuan siswa untuk memahami materi yang diberikan. Model pembelajaran Group Investigation bisa membantu siswa aktif belajar dengan mengedepankan prinpsip pembelajaran kepada keatifan siswa dalam berifkir. Penelitian yang dipergunakan adalah deskriptif dan pendekatan kualitatif. Penelitian deskriptif merupakan data-data yang dikumpulkan berdasarkan faktor-faktor yang mendukung objek penelitian kemudian dianalisis faktor tersebut yang kemudian dicari peranannya. Group Investigation menuntut komunikasi berkualitas. Dengan didukung sebuah penelitian yang menyatakan dengan adanya pembelajaran group investigation siswa akan lebih bebas dalam mengerjakan, kreatif mencari pemecahan masalah dan aktif dalam pencarian sumber-sumber pembelajaran yang dapat digunakan sebagai pemecahan masalah. Dari hasil analisis penerapan model group investigation pada siswa kelas V dalam pembalajaran IPA di SD Negeri Tenajar Lor 1 berdasarkan hasil triangulasi data penelitian kualitatif menemukan bahwa siswa merasa terbantu dan termotivasi dalam pembelajaran serta siswa juga merasa lebih aktif dalam pembelajarannya dengan menyimpulkan bahwa pembelajaran yang berlangsung sangat menyenangkan. Kata kunci: Model Group Invetigation, IPA, Kualitatif, Pembelajaran, Kooperatif.
Pengembangan Media Powtoon dengan Model Discovery Learning untuk Meningkatkan Minat Belajar dan Hasil Belajar Siswa Kelas IV pada Pelajaran Pendidikan Pancasila Maulidatul Khasanah; Liyana Sunanto
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The primary objective of this study is to analyze the development, implementation, and impact of using Powtoon-based learning media integrated with the Discovery Learning model to enhance learning motivation and academic achievement among fourth-grade elementary students in Civics Education (PKN). This research adopts a Systematic Literature Review (SLR) approach guided by the PRISMA protocol, which includes stages of article identification, screening, inclusion, data extraction, and synthesis analysis. Literature was collected from reputable international and national databases, including Google Scholar, Elsevier, Springer, Taylor & Francis, Wiley, Emerald, and Sinta, covering publications between 2020 and 2025. An initial search yielded 1,078 articles, which were filtered based on inclusion and exclusion criteria to obtain 15 final journals for in-depth analysis. The findings reveal that integrating Powtoon media with the Discovery Learning model significantly enhances students’ learning motivation, engagement, and academic performance. Powtoon’s visual and animated features make learning more interactive and enjoyable, while Discovery Learning encourages exploration, problem-solving, and conceptual understanding. This combination fosters active participation, critical thinking, and deeper comprehension in PKN learning contexts. Most studies demonstrate that the use of Powtoon effectively increases students’ interest and learning outcomes across various subjects, especially when paired with inquiry-based strategies such as Discovery Learning. However, research focusing on the long-term implementation framework, teacher readiness, and evaluation models for Powtoon-based learning remains limited. Future research is recommended to develop more comprehensive and adaptive models that align with students’ learning needs and classroom realities. Keywords: Powtoon media, discovery learning, learning motivation, learning outcomes, Civics education, elementary school, systematic literature review.   Abstrak Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menganalisis pengembangan, penerapan, dan pengaruh penggunaan media pembelajaran Powtoon yang terintegrasi dengan model Discovery Learning dalam meningkatkan minat dan hasil belajar siswa kelas IV pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN). Penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada protokol PRISMA, melalui tahapan identifikasi artikel, penyaringan, inklusi, ekstraksi data, hingga analisis sintesis secara menyeluruh. Literatur dikumpulkan dari berbagai basis data nasional dan internasional, seperti Google Scholar, Elsevier, Springer, Taylor & Francis, Wiley, Emerald, dan Sinta, dengan periode publikasi antara tahun 2020 hingga 2025. Dari hasil pencarian awal sebanyak 1.078 artikel, dilakukan proses seleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, sehingga diperoleh 15 jurnal final yang dianalisis secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media Powtoon dengan model Discovery Learning memberikan pengaruh positif yang signifikan terhadap peningkatan minat belajar, keterlibatan siswa, serta hasil belajar akademik. Media Powtoon terbukti mampu menyajikan pembelajaran yang interaktif, menarik, dan visual, sehingga memudahkan pemahaman konsep dan mendorong partisipasi aktif siswa. Sementara itu, model Discovery Learning menumbuhkan rasa ingin tahu, kemampuan berpikir kritis, serta kemandirian belajar melalui proses penemuan dan eksplorasi. Kombinasi keduanya menciptakan pembelajaran PKN yang lebih kontekstual dan bermakna. Penelitian yang menyoroti pengembangan kerangka implementasi jangka panjang, kesiapan guru, serta evaluasi model pembelajaran Powtoon berbasis Discovery Learning masih terbatas. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lanjutan yang mengembangkan model pembelajaran yang lebih komprehensif, adaptif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik serta konteks sekolah dasar. Kata kunci: media Powtoon, discovery learning, sekolah dasar, minat belajar, hasil belajar, Pendidikan Kewarganegaraan, systematic literature review.
Analisis Disparitas Regional dan Pertumbuhan Ekonomi: Studi Perbandingan Kota Payakumbuh dan Kota Bukittinggi Adela Tia Lova; Adeliansyah Ghassani P; Aidilla Fitri Rachmi; Alfikri Fadhlullah Ridwan; Fikri Syawaldo; Fitri Noviani; Khairun Annisa; Lutfia Salsabilla; Marcha Chindy Aulya Siregar; Nabil Gusti Ramadhan; Nadia; Nadya Isya Putri; Qintaryn Diva Saputri; Retno Leorencya Antika; Rijal Miftahul Fajri; Sindi Jutri; Vivi Yudhitya Putri
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the economic disparities and growth between the cities of Payakumbuh and Bukittinggi by utilizing indicators such as GDP, sector structure, and economic growth. The findings reveal that Bukittinggi has a larger economic scale due to its dominance in trade, services, and tourism sectors, while Payakumbuh is more reliant on small industries and micro, small, and medium enterprises. The disparity index according to the Williamson Index shows that the differences between the two cities are minimal. Shift Share analysis indicates that both cities follow the national growth trend but lack a strong competitive advantage, particularly Payakumbuh. The research highlights the need for strengthening key sectors, equalizing infrastructure, and fostering collaboration among regions to promote a more balanced economic growth.   Keywords: Regional Economic Development, Regional Disparities, Gross Regional Domestic Product (GRDP), Economic Sector Structure, Economic Growth, Shift Share Analysis, Williamson Index   Abstrak Penelitian ini mengeksplorasi perbedaan regional dan perkembangan ekonomi antara Kota Payakumbuh dan Kota Bukittinggi dengan memanfaatkan indikator PDRB, struktur sektor, serta pertumbuhan ekonomi. Temuan menunjukkan bahwa Bukittinggi memiliki ukuran ekonomi yang lebih besar akibat dominasi sektor perdagangan, layanan, dan pariwisata, sementara Payakumbuh lebih bergantung pada usaha kecil dan UMKM. Ketimpangan antara kedua kota sangat minimal jika dilihat dari Indeks Williamson. Analisis Shift Share mengindikasikan bahwa keduanya mengikuti tren pertumbuhan nasional, tetapi belum memiliki daya saing yang kuat, khususnya Payakumbuh. Penelitian ini menyoroti pentingnya penguatan sektor yang menjadi unggulan, distribusi infrastruktur yang merata, dan kerjasama antarwilayah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih adil. Kata kunci: Perkembangan Ekonomi Daerah, Ketimpangan Regional, PDRB, Struktur Sektor Ekonomi, Pertumbuhan Ekonomi, Shift Share, Indeks Williamson
Analisis Efisiensi Produktivitas Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness Pada Industri Manufaktur Automotive Components di PT Kawasan Industri Modern Cikande Serang Gilang Agusti; Budiharjo
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Production machine efficiency has become a crucial factor in determining competitiveness of automotive component manufacturing industry amid increasingly intense global competition. This research aims to analyze the productivity efficiency level of production equipment using Overall Equipment Effectiveness method at PT Kawasan Industri Modern Cikande Serang. Research focus is directed on injection molding machine type IM-450 which has the largest output contribution in automotive component production process. Data collection was conducted over a three-month period through direct observation and documentation of company production records including machine operating time, downtime, minor stoppage frequency, and product quality data. OEE method is used to measure three main components namely availability, performance, and quality as indicators of production machine utilization effectiveness. Research results show OEE value of 73.40% consisting of availability 85.51%, performance 88.44%, and quality 97.00%. This value is still below world class standard of 85% with a gap reaching 11.60%. Six big losses analysis identifies breakdown losses as the largest contributor at 35.2%, followed by setup and adjustment losses 29.6%, and reduced speed losses 20.8%. Improvement recommendations include implementing structured preventive maintenance, standardizing setup procedures using SMED method, intensive operator training, and applying stricter quality control to achieve optimal productivity improvement. Keywords: Productivity Efficiency, Overall Equipment Effectiveness, Automotive Components, Six Big Losses, Availability   Abstrak Efisiensi produktivitas mesin produksi menjadi faktor krusial dalam menentukan daya saing industri manufaktur komponen otomotif di tengah persaingan global yang semakin ketat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat efisiensi produktivitas peralatan produksi menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness di PT Kawasan Industri Modern Cikande Serang. Fokus penelitian diarahkan pada mesin injection molding tipe IM-450 yang memiliki kontribusi output terbesar dalam proses produksi komponen otomotif. Pengumpulan data dilakukan selama periode tiga bulan melalui observasi langsung dan dokumentasi catatan produksi perusahaan yang mencakup waktu operasi mesin, downtime, frekuensi minor stoppage, dan data kualitas produk. Metode OEE digunakan untuk mengukur tiga komponen utama yaitu availability, performance, dan quality sebagai indikator efektivitas penggunaan mesin produksi. Hasil penelitian menunjukkan nilai OEE sebesar 73,40% yang terdiri dari availability 85,51%, performance 88,44%, dan quality 97,00%. Nilai tersebut masih berada di bawah standar world class sebesar 85% dengan gap mencapai 11,60%. Analisis six big losses mengidentifikasi breakdown losses sebagai kontributor terbesar dengan 35,2%, diikuti setup and adjustment losses 29,6%, dan reduced speed losses 20,8%. Rekomendasi perbaikan mencakup implementasi preventive maintenance terstruktur, standardisasi prosedur setup menggunakan metode SMED, pelatihan intensif operator, serta penerapan quality control yang lebih ketat untuk mencapai peningkatan produktivitas optimal. Kata kunci: Efisiensi Produktivitas, Overall Equipment Effectiveness, Komponen Otomotif, Six Big Losses, Availability.
Digital Transformation in the MSME Accounting Information System and its Contribution to Economic Growth in Indonesia: Systematic Literature Review (SLR) Hazri Wahyuni Ht. Suhut; Hardea Putriani Fadhila; Iskandar Muda
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study analyzes the influence of digital transformation on the performance and economic growth of MSMEs in Indonesia through the method Systematic Literature Review (SLR) of 21 journals published in 2018–2025. The study results show that digitalization, including the implementation of Accounting Information Systems (AIS), plays a significant role in improving operational efficiency, financial reporting accuracy, market expansion, and revenue growth for MSMEs. However, the level of technology adoption remains low due to limited digital and accounting literacy, lack of capital and infrastructure, and digital security risks. To optimize its implementation, MSMEs need support through structured training, the use of simple and affordable accounting applications, and multi-stakeholder collaboration. Overall, MSME digitalization has been proven to contribute significantly to strengthening the competitiveness and sustainability of the Indonesian economy.   Keyword: Digital Transformation, Accounting Information Systems, MSMEs, and Economic Growth
Peran Pemuda Pesisir Tanah Merah Distrik Yokari Kabupaten Jayapura dalam Menghadapi Perkembangan di Era Globalisasi Yan. S. Ortumilena; Lusia Narsia
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The era of globalization has brought significant changes to coastal communities, including youth as a productive social group with a strategic role in social, economic, and cultural development. This study aims to analyze the role of coastal youth in Tanah Merah, Yokari District, Jayapura Regency, in responding to developments in the era of globalization, to identify the challenges they face, and to describe their efforts to utilize globalization positively while preserving local values. This research employs a qualitative approach with a descriptive research design. Data were collected through in-depth interviews, direct observation, and documentation, involving informants selected through purposive sampling. The data were analyzed using the interactive analysis model proposed by Miles, Huberman, and Saldaña. The findings reveal that coastal youth in Tanah Merah play active roles in social, economic, cultural, and environmental spheres as forms of adaptation to globalization. Youth have utilized digital technology to support local economic activities and expand social networks, while simultaneously maintaining cultural identity and environmental awareness. However, these roles are still constrained by limited access to education and skills development, negative influences of global culture, and insufficient institutional support. This study underscores the importance of synergy among youth, village governments, and other stakeholders to strengthen the capacity of coastal youth so that globalization can be harnessed as a positive force for inclusive and sustainable coastal development.   Keywords: Coastal Youth; Globalization; Youth Roles; Local Culture; Coastal Development   Abstrak Era globalisasi membawa perubahan yang signifikan bagi masyarakat pesisir, termasuk bagi pemuda sebagai kelompok usia produktif yang memiliki peran strategis dalam pembangunan sosial, ekonomi, dan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pemuda pesisir Tanah Merah, Distrik Yokari, Kabupaten Jayapura dalam menghadapi perkembangan di era globalisasi, mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi, serta mendeskripsikan upaya pemuda dalam memanfaatkan globalisasi secara positif tanpa mengabaikan nilai-nilai lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dengan informan yang dipilih secara purposive, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemuda pesisir Tanah Merah berperan aktif dalam aspek sosial, ekonomi, budaya, dan lingkungan sebagai bentuk adaptasi terhadap globalisasi. Pemuda mampu memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung kegiatan ekonomi lokal dan memperluas jaringan sosial, sekaligus berupaya mempertahankan identitas budaya serta kepedulian terhadap lingkungan pesisir. Namun demikian, peran tersebut masih dihadapkan pada berbagai tantangan, seperti keterbatasan akses pendidikan dan keterampilan, pengaruh negatif budaya global, serta minimnya dukungan kelembagaan. Penelitian ini menegaskan pentingnya sinergi antara pemuda, pemerintah desa, dan pemangku kepentingan lainnya dalam memperkuat kapasitas dan peran pemuda pesisir agar globalisasi dapat dimanfaatkan sebagai peluang bagi pembangunan pesisir yang inklusif dan berkelanjutan.   Kata kunci: Pemuda Pesisir, Globalisasi, Peran Pemuda, Budaya Lokal. Pembangunan Pesisir
Perdagangan dan Mobilitas Antar Regional Kota Payakumbuh: Perkembangan dan Kontribusinya dalam Pertumbuhan Perekonomian Daerah Dita Septia; Widadia Salwa Naura; Diva Suci Shefila; Chenia Aviva Gusni; Ghani Harleyano; Veza Andre; Fazila Nashwa Sahira; Nurul Fadila; Putri; Fadhlan Ihsan Alhadi; Roito Rince Simanjuntak; Sri Wahyuni; Bismi Wantisky; Tasya Anjelina; Nashiwa; Revan Hidayatullah; Ario Hernest Hadinata; Adib
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines trade and the movement of production factors between regions in Payakumbuh City and their impact on local economic growth. This study applies a descriptive qualitative approach through a literature review method by examining data sourced from the Central Statistics Agency (BPS) and various relevant scientific literature. The findings show that the wholesale and retail trade sectors play an important role in supporting the economy of Payakumbuh City. In 2024, this sector contributed 24.08 percent of the total Gross Regional Domestic Product (GRDP), which was recorded at Rp 9.42 billion. As a city with a strategic position as a center for the transfer of goods in the eastern region of West Sumatra, Payakumbuh acts as a center for distribution and economic activities that cross various regions. In comparison with the city of Bukittinggi, it can be seen that the two cities have complementary economic patterns, with Payakumbuh excelling in agriculture (Rp 524.23 million) and construction (Rp 1.29 billion), while Bukittinggi is more dominant in trade, contributing 34.51% of the GRDP, and tourism. Trade relations between the two cities are established through three main routes, namely Payakumbuh, Piladang, Bukittinggi, Payakumbuh, Lintau, Bukittinggi, and Payakumbuh, Pasaman, Bukittinggi, which form an integrated economic system. The impact of interregional trade includes economic aspects such as an increase in GRDP and economic sector diversity, social aspects such as social integration and population mobility, and infrastructure aspects such as improvements in road quality and facilities supporting trade activities.   Keywords: Interregional Trade, Transfer Of Production Factors, GRDP, Payakumbuh, Bukittinggi, Regional Economic Growth   Abstrak Penelitian ini menelaah tentang perdagangan dan perpindahan faktor produksi antar daerah di Kota Payakumbuh serta dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi lokal. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif deskriptif melalui metode studi pustaka dengan meninjau data yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) serta berbagai literatur ilmiah relevan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sektor perdagangan besar dan eceran memainkan peran penting dalam mendukung perekonomian Kota Payakumbuh. Pada tahun 2024, sektor ini menyumbang 24,08 persen dari total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), yang tercatat sebesar Rp 9,42 miliar. Sebagai kota yang memiliki posisi strategis sebagai pusat peralihan barang di wilayah timur Sumatera Barat, Payakumbuh berperan sebagai pusat distribusi serta aktivitas ekonomi yang melintasi berbagai daerah. Dalam perbandingan dengan Kota Bukittinggi, terlihat bahwa kedua kota memiliki pola ekonomi yang saling melengkapi, di mana Payakumbuh unggul di bidang pertanian sebesar Rp.524,23 juta dan konstruksi sebesar Rp.1,29 miliar, sedangkan Bukittinggi lebih dominan dalam bidang perdagangan dengan kontribusi 34,51% dari PDRB dan pariwisata. Hubungan perdagangan antara kedua kota terjalin melalui tiga jalur utama, yaitu Payakumbuh, Piladang, Bukittinggi, Payakumbuh, Lintau, Bukittinggi, dan Payakumbuh, Pasaman, Bukittinggi, yang membentuk suatu sistem ekonomi yang terintegrasi. Dampak dari perdagangan antar daerah ini mencakup aspek ekonomi seperti peningkatan PDRB serta keragaman sektor ekonomi, aspek sosial seperti integrasi sosial dan mobilitas penduduk, serta aspek infrastruktur seperti peningkatan kualitas jalan raya dan fasilitas pendukung aktivitas perdagangan.   Kata kunci: Perdagangan Antar Daerah, Perpindahan Faktor Produksi, PDRB, Payakumbuh, Bukittinggi, Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Analisis Literasi Keuangan, Financial Planning, dan Self-Efficacy terhadap Kesiapan Finansial Masa Depan dengan Gaya Hidup dan Kontrol Diri pada Generasi Z Marsha Gita Widyanti; Hwihanus
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the influence of financial literacy, financial planning, and self-efficacy on the future financial readiness of Generation Z and to evaluate the role of lifestyle and self-control as mediating variables. This study was motivated by the increasing consumptive behavior and low financial planning capacity of the younger generation amid the development of the digital economy. The study used a quantitative approach with an explanatory design, and data were obtained through an online questionnaire involving 95 Generation Z respondents aged 18-27 years. Data analysis was performed using Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) to identify direct and indirect relationships between variables. The results show that financial planning has a significant effect on future financial readiness, while financial literacy and self-efficacy do not have a significant effect. In addition, lifestyle and self-control are not proven to play a mediating role. These findings confirm that financial readiness is more influenced by systematic financial planning than by knowledge or self-confidence, thus requiring a more practical approach to financial education for the younger generation. Keywords: Financial Readiness, Financial Planning, Financial Literacy, Self-Efficacy, Generation Z Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh literasi keuangan, perencanaan keuangan, dan self-efficacy terhadap kesiapan finansial masa depan Generasi Z serta mengevaluasi peran gaya hidup dan kontrol diri sebagai variabel mediasi. Kajian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya perilaku konsumtif dan rendahnya kapasitas perencanaan finansial generasi muda di tengah perkembangan ekonomi digital. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory, dan data diperoleh melalui kuesioner daring yang melibatkan 95 responden Generasi Z berusia 18-27 tahun. Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk mengidentifikasi hubungan langsung maupun tidak langsung antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan keuangan berpengaruh signifikan terhadap kesiapan finansial masa depan, sementara literasi keuangan dan self-efficacy tidak memberikan pengaruh berarti. Selain itu, gaya hidup dan kontrol diri tidak terbukti berperan sebagai mediator. Temuan ini menegaskan bahwa kesiapan finansial lebih dipengaruhi oleh tindakan perencanaan keuangan yang sistematis daripada sekadar pengetahuan atau kepercayaan diri, sehingga diperlukan pendekatan edukasi keuangan yang lebih aplikatif bagi generasi muda. Kata Kunci: Kesiapan Finansial, Perencanaan Keuangan, Literasi Keuangan, Efikasi Diri, Generasi Z