cover
Contact Name
Ahlal Kamal
Contact Email
Ahlal.pkl@gmail.com
Phone
+6285285123236
Journal Mail Official
redaksijurnalsinergi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Jermani Husein, Desa Lokbangkai RT.07 No.40 Kecamatan Banjang Kab, Lok Bangkai, Kec. Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan 71416
Location
Kab. hulu sungai utara,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin
ISSN : -     EISSN : 31090559     DOI : https://doi.org/10.66914/sinergi
Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin merupakan platform publikasi ilmiah yang memfasilitasi riset inovatif dan diseminasi pengetahuan lintas disiplin ilmu. Jurnal ini menerbitkan artikel penelitian orisinal yang mencakup spektrum ilmu Pendidikan, Teknologi, Ekonomi, Kesehatan, Hukum, Agama, Sosial, dan Sains Terapan. Diterbitkan secara berkala setiap bulan, Sinergi berkomitmen menjadi wadah akademik global untuk menghasilkan solusi transformatif bagi tantangan kontemporer.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 469 Documents
Analisis Konsep Pengetahuan Pembicara (‘Ilm Al-Mutakallim) Dalam Pengucapan Talak Tiga Sekaligus Serta Implikasinya Perspektif Maqashid Syariah Muhammad Alfath Akbar; Junaina
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/47ty6r63

Abstract

This research is motivated by the widespread practice among lay husbands of easily uttering divorce (talak) pronouncements, including triple divorce (talak tiga) in a single utterance, often driven by momentary anger without fully understanding the legal consequences. Classical Islamic jurisprudence (fiqh) generally considers such a pronouncement as valid and final, rendering reconciliation (rujuk) impossible without the wife first marrying another man. This study examines the concept of ‘ilm al-Mutakallim (knowledge of the speaker) as a basis for reconsidering the legal ruling on triple divorce pronounced simultaneously, analyzed through the lens of Maqashid al-Syari‘ah. Using normative legal research with a conceptual and analytical approach, this study finds that: (1) classical fiqh considers triple divorce simultaneously as legally binding and final; (2) Ibn Taimiyyah’s minority opinion holds that such a pronouncement counts as only one divorce; (3) the concept of ‘ilm al-Mutakallim supports Ibn Taimiyyah’s view, particularly for lay husbands unaware of the consequences, by analogy with talak al-Ghadhban (divorce in anger); and (4) this approach serves as a solution that upholds hifzh al-nafs (preservation of life) and hifzh al-nasl (preservation of lineage) under Maqashid al-Syari‘ah. Keywords: knowledge of the speaker, triple divorce, maqashid syariah Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya praktek suami di kalangan awam yang sangat memudahkan untuk mengeluarkan kalimat talak kepada istrinya ketika ada pertikaian, termasuk mengucapkan talak tiga sekaligus yang menurut fiqih klasik langsung menjatuhkan talak tiga. Hal ini berdampak buruk karena apabila diteruskan maka hubungan mereka akan menjadi dosa dan zina. Penelitian ini mengkaji konsep ‘ilm al-Mutakallim (pengetahuan pembicara) sebagai dasar peninjauan kembali hukum talak tiga sekaligus dengan perspektif Maqashid Syariah. Metode penelitian yang dipakai adalah penelitian hukum normatif atau jenis penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan konseptual dan analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) fiqih klasik menghukumkan ucapan talak tiga sekaligus sebagai talak tiga yang sah; (2) ada pendapat Ibn Taimiyyah yang menyatakan bahwa talak tiga sekaligus hanya dihukumi sebagai talak satu; (3) konsep ‘ilm al-Mutakallim dapat memperkuat pendapat Ibn Taimiyyah terutama bagi suami awam yang tidak mengetahui konsekuensi ucapannya, dengan mengqiyaskan kepada talak al-Ghadhban; dan (4) hal ini dapat menjadi solusi sebagai perwujudan hifzh al-nafs dan hifzh al-nasl dalam Maqashid Syariah. Kata kunci: pengetahuan pembicara, talak tiga, maqashid syariah
Repaint Body Mobil Sebagai Upaya Restorasi Estetika Kendaraan di Karoseri K3 Semarang Yudhistira Surya Pratama; M.Agus Shidiq
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/f4vzw266

Abstract

Peningkatan jumlah kendaraan di Indonesia mendorong kebutuhan akan perawatan body kendaraan, salah satunya adalah pengecatan ulang (repaint). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi proses repaint body kendaraan sebagai upaya restorasi estetika dan fungsional kendaraan di Karoseri K3 Semarang. Metode yang digunakan berupa observasi langsung terhadap proses kerja, mulai dari persiapan permukaan hingga finishing. Hasil menunjukkan bahwa kualitas pengecatan sangat bergantung pada kebersihan permukaan, pemilihan bahan, dan teknik operator. Repaint yang tepat tidak hanya memperbaiki tampilan kendaraan tetapi juga meningkatkan nilai jual serta perlindungan terhadap korosi. Kesimpulannya, proses repaint yang dilakukan dengan standar profesional mampu memberikan hasil optimal. Kata Kunci: Repaint, body mobil, restorasi, pengecatan, Karoseri  
Persepsi Muzakki Terhadap Kepercayaan Pendistribusian Zakat Melalui Platform Zakat Digital Di Kota Medan Nadhyatul Hasanah; Rifka Annisa Sirait; Aditya Effendi; Yenni Samri Julianti Nasution
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/yd40dm19

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong transformasi dalam pengelolaan zakat melalui hadirnya berbagai platform zakat digital. Kemudahan akses, transparansi informasi, dan efisiensi transaksi menjadi faktor yang mendorong masyarakat untuk menyalurkan zakat secara daring. Namun demikian, tingkat kepercayaan muzakki terhadap pendistribusian dana zakat masih menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan platform zakat digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi muzakki terhadap kepercayaan pendistribusian zakat melalui platform zakat digital di kota Medan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik survei terhadap 250 responden. Analisis data dilakukan melalui uji validitas, reliabilitas, normalitas, linearitas, heteroskedastisitas, serta regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen penelitian valid dan reliabel dengan nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,894. Hasil regresi menunjukkan bahwa platform zakat digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepercayaan muzakki dengan koefisien regresi sebesar 0,827 dan nilai signifikansi 0,000. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,627 menunjukkan bahwa 62,7% variasi kepercayaan muzakki dapat dijelaskan oleh platform zakat digital. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin baik kualitas layanan platform zakat digital, maka semakin tinggi pula tingkat kepercayaan muzakki terhadap pendistribusian zakat. Kata Kunci: zakat digital, muzakki, kepercayaan, distribusi zakat, fintech syariah.
Peran Perlindungan Konsumen dan Fungsi Lembaga Perlindungan Konsumen di Indonesia Ahmad Farizal; Sudaberi; Febri Aulyandra
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/fr47da82

Abstract

Penulisan ini bertujuan untuk memahami perlindungan konsumen serta prinsip-prinsip yang diatur dalam Undang-Undang Perlindungan Konsumen berdasarkan Pasal 2 UU No 8 Tahun 1999. Konsumen didefinisikan sebagai setiap individu yang menggunakan barang dan/atau jasa yang tersedia di masyarakat, baik untuk kepentingan pribadi, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain, dan bukan untuk diperjualbelikan. Perlindungan konsumen mencakup segala usaha yang menjamin kepastian hukum guna memberikan perlindungan kepada konsumen. Selain itu, pembahasan juga mencakup hak dan kewajiban konsumen serta pelaku usaha sesuai dengan ketentuan Pasal 4 dan Pasal 5 Undang-Undang Perlindungan Konsumen. Penegakan hukum dalam perlindungan konsumen harus melibatkan berbagai pihak, terutama pemerintah, Lembaga Perlindungan Konsumen, dan lembaga pengawas lainnya, serta harus dilakukan koordinasi dengan instansi terkait agar tercipta keharmonisan dan menghindari tumpang tindih kebijakan atau keputusan. Diharapkan hal ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang sehat tanpa merugikan konsumen atau pengguna barang dan jasa. Keberadaan Undang-Undang Perlindungan Konsumen ini sudah cukup memadai untuk melindungi konsumen, asalkan undang-undang tersebut dipahami dengan baik oleh pelaku usaha dan konsumen. Kata Kunci: Perlindungan Konsumen, Undang-Undang Perlindungan Konsumen, Hak dan Kewajiban, Pelaku Usaha, Kepastian Hukum. Abstract  This paper aims to understand consumer protection and the principles set out in the Consumer Protection Law based on Article 2 of Law No. 8 of 1999. Consumers are defined as every individual who uses goods and/or services available in the community, both for personal, family, other people, and other living things, and not for sale. Consumer protection includes all efforts that ensure legal certainty in order to provide protection to consumers. In addition, the discussion also includes the rights and obligations of consumers and business actors in accordance with the provisions of Article 4 and Article 5 of the Consumer Protection Law. Law enforcement in consumer protection must involve various parties, especially the government, the Consumer Protection Agency, and other supervisory institutions, and coordination must be carried out with related agencies in order to create harmony and avoid overlapping policies or decisions. It is hoped that this can encourage healthy economic growth without harming consumers or users of goods and services. The existence of the Consumer Protection Law is sufficient to protect consumers, provided that the law is well understood by businesses and consumers. Keywords: Consumer Protection, Consumer Protection Law, Rights and Obligations, Business Actors, Legal Certainty.
Pendekatan Komparatif dalam Studi Islam dan Kontribusinya bagi Kajian Islam Kontemporer Laila Safitri Siregar; Anas Habibi Ritonga
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/4g1rnk38

Abstract

The comparative approach is one of the important approaches in Islamic studies used to compare various views, schools of thought, ideas, and religious traditions in order to understand their similarities and differences objectively. This study aims to explain the meaning of the comparative approach, its application in the Islamic intellectual tradition, major figures and works related to the comparative approach, its implementation in religious and Islamic studies, as well as its significance and contribution to the development of Islamic studies. This study uses a qualitative research method with a library research approach. The data were collected from books, scientific journals, articles, and various written sources related to the comparative approach in Islamic studies. The results show that the comparative approach has developed since the classical period of Islam through studies of muqaranat al-madzahib, milal, and firaq. This approach was also developed through the contributions of figures such as Al-Syahrastani, Ibnu Hazm, and Al-Biruni. The comparative approach plays an important role in broadening intellectual insight, fostering tolerance, developing critical thinking, and supporting the development of modern Islamic studies. This approach also helps create moderate and open-minded attitudes in dealing with diversity of thought and belief in society. Keywords: Comparative Approach, Islamic Studies, Muqaranat Al-Madzahib, Religious Studies, Islamic Intellectual Tradition.   Abstrak       Pendekatan komparatif merupakan salah satu pendekatan penting dalam studi Islam yang digunakan untuk membandingkan berbagai pandangan, mazhab, pemikiran, maupun tradisi keagamaan guna memahami persamaan dan perbedaannya secara objektif. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengertian pendekatan komparatif, penggunaan pendekatan tersebut dalam tradisi intelektual Islam, tokoh dan karya utama yang berkaitan dengan pendekatan komparatif, penerapannya dalam studi agama dan studi Islam, serta signifikansi dan kontribusinya dalam perkembangan studi Islam. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, artikel, dan berbagai sumber tertulis yang berkaitan dengan pendekatan komparatif dalam studi Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan komparatif telah berkembang sejak masa klasik Islam melalui kajian muqaranat al-madzahib, milal, dan firaq. Pendekatan ini juga berkembang melalui kontribusi tokoh-tokoh seperti Al-Syahrastani, Ibnu Hazm, dan Al-Biruni. Pendekatan komparatif memiliki peran penting dalam memperluas wawasan keilmuan, menumbuhkan sikap toleransi, mengembangkan pemikiran kritis, serta mendukung perkembangan studi Islam modern. Pendekatan ini juga membantu menciptakan sikap moderat dan terbuka dalam menghadapi keberagaman pemikiran dan keyakinan dalam kehidupan masyarakat.   Kata kunci: Pendekatan Komparatif, Studi Islam, Muqaranat Al-Madzahib, Studi Agama, Tradisi Intelektual Islam.
Analisis Hukum Terhadap Problematika Sertifikat Hak Milik yang Terdapat Kawasan Hutan di Kabupaten Musi Rawas Ahmad Fauzan Ar Rasyidi; Devi Anggreni Sy; Fitriyani; Wawan Fransisco
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/9bq89w19

Abstract

Forest areas are strategic natural resources under state protection, however ground realities reveal various cases of overlapping between land ownership certificates and forest area boundaries, which ultimately cause both material and immaterial losses for the holders of such certificates. This study aims to analyze the legal dimensions of land certificate issuance within forest areas, particularly in Musi Rawas Regency, South Sumatra. A normative-empirical method was employed, integrating normative legal analysis with empirical data through statutory, case-based, and conceptual approaches. Data were gathered via observation, interviews, and documentary study involving three primary informants, namely an official from the National Land Agency (Badan Pertanahan Nasional/BPN) of Musi Rawas Regency, a local Notary/Land Deed Official (PPAT), and the Head of the Lakitan Bukit Cogong Forest Management Unit (KPH), and were subsequently analyzed using descriptive-qualitative techniques. The findings reveal that pursuant to Law Number 41 of 1999 on Forestry, state forest areas may not be encumbered by land rights; consequently, the issuance of SHM within such areas demonstrates the presence of administrative errors and legal defects. These findings underscore the critical importance of comprehensive data synchronization between land and forestry administrations as a preventive measure against future conflicts, while simultaneously ensuring legal certainty for landright holders.
Psikologi Agama dan Studi Islam Siti Juraida Hasibuan; Melinda Saputri Pulungan; Anas Habibi Ritonga
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/82ayj561

Abstract

Psychology of religion is a branch of psychology that examines the relationship between human psychological aspects and religious experiences and behaviors. In the context of Islamic studies, psychological approaches play an important role in understanding spirituality, inner dimensions, and the religious behavior of Muslims in everyday life. This paper aims to examine the definition and scope of psychology of religion, its major approaches, prominent scholars and their influential works, applications of psychology in Islamic studies, and the significance of psychological approaches in the study of Islam. This study employs a library research method with a descriptive-analytical approach by reviewing various relevant literature sources. The findings indicate that psychology of religion contributes significantly to understanding religious development, mental health, spiritual experiences, and the formation of Islamic identity. Furthermore, psychological approaches support the development of Islamic psychotherapy, Islamic education, and efforts to promote social harmony within society. Therefore, the integration of psychology and Islamic studies is an important approach in addressing various religious and psychological issues in the modern era. Keywords: Psychology of Religion, Islamic Studies, Spirituality, Mental Health, Islamic Psychology.   Abstrak       Psikologi agama merupakan cabang ilmu yang mengkaji hubungan antara aspek psikologis manusia dengan pengalaman dan perilaku keberagamaannya. Dalam konteks studi Islam, pendekatan psikologi berperan penting dalam memahami dimensi batin, spiritualitas, serta perilaku umat Islam dalam kehidupan sehari-hari. Makalah ini bertujuan untuk mengkaji definisi dan ruang lingkup psikologi agama, pendekatan-pendekatan utama yang digunakan dalam psikologi agama, tokoh-tokoh beserta karya-karya pentingnya, contoh penerapan psikologi dalam kajian Islam, serta signifikansi pendekatan psikologis dalam studi Islam. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui pengkajian berbagai sumber literatur yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa psikologi agama memberikan kontribusi yang signifikan dalam memahami perkembangan keberagamaan, kesehatan mental, pengalaman spiritual, serta pembentukan identitas keislaman. Pendekatan psikologis juga mendukung pengembangan psikoterapi Islami, pendidikan Islam, dan upaya membangun harmoni sosial dalam masyarakat. Dengan demikian, integrasi psikologi dan studi Islam menjadi salah satu pendekatan yang penting dalam menjawab berbagai persoalan keagamaan dan psikologis di era modern.   Kata kunci: Psikologi Agama, Studi Islam, Spiritualitas, Kesehatan Mental, Psikologi Islam.
Epistimologi Islam Siti Rapeah; Vandawa Sipahutar; Anas Habibi Ritonga
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/f6b4pv64

Abstract

This study aims to examine Islamic epistemology from the perspective of multidisciplinary Islamic studies by analyzing the ontological, epistemological, and axiological dimensions of knowledge in Islam. The discussion focuses on the concept of Islam in ontological studies, sources of knowledge in Islam, methods of acquiring knowledge, and the role and function of knowledge in human life. This research employs a library research method with a qualitative descriptive approach. Data were collected from relevant literature, including books, scholarly articles, and academic sources discussing Islamic epistemology. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and interpretative conclusion drawing. The findings reveal that Islamic epistemology is constructed upon the integration of revelation, reason, sensory perception, and intuition as sources of knowledge. Revelation, embodied in the Qur'an and Sunnah, occupies the highest position as the ultimate source of truth, while reason, empirical experience, and intuition function as instruments for understanding and developing knowledge. The epistemological methods in Islam include the bayani (textual), burhani (rational), irfani (intuitive), empirical, and historical approaches, which complement one another in understanding reality. Furthermore, knowledge in Islam possesses a strong axiological dimension, serving as a means of drawing closer to Allah, cultivating noble character, and promoting human welfare and civilization. Therefore, Islamic epistemology offers an integrative, holistic, and value-oriented paradigm of knowledge grounded in divine principles. Keywords: Islamic epistemology, sources of knowledge, revelation, reason, axiology.   Abstrak       Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji epistemologi Islam dalam perspektif studi Islam multidisipliner dengan menelaah aspek ontologis, epistemologis, dan aksiologis pengetahuan dalam Islam. Fokus kajian meliputi konsep Islam dalam perspektif ontologis, sumber-sumber pengetahuan dalam Islam, metode memperoleh pengetahuan, serta peran dan fungsi pengetahuan dalam kehidupan manusia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif. Data diperoleh dari berbagai literatur yang relevan, seperti buku, artikel ilmiah, dan sumber-sumber akademik yang membahas epistemologi Islam. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa epistemologi Islam dibangun atas integrasi antara wahyu, akal, indera, dan intuisi sebagai sumber pengetahuan. Wahyu dalam Al-Qur'an dan Sunnah menempati posisi utama sebagai sumber kebenaran, sedangkan akal, pengalaman empiris, dan intuisi berfungsi sebagai instrumen dalam memahami dan mengembangkan pengetahuan. Metode epistemologis Islam mencakup pendekatan bayani, burhani, irfani, empiris, dan historis yang saling melengkapi dalam memahami realitas. Selain itu, pengetahuan dalam Islam memiliki dimensi aksiologis yang kuat, yaitu sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, membentuk akhlak mulia, serta mewujudkan kemaslahatan dan kemajuan peradaban manusia. Dengan demikian, epistemologi Islam menawarkan paradigma keilmuan yang integratif, holistik, dan berorientasi pada nilai-nilai ketuhanan.   Kata kunci: epistemologi Islam, sumber pengetahuan, wahyu, akal, aksiologi.
Telaah Kritis Kebijakan Kontemporer Nur Annisa; Abdusima Nasution
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/bbv6z968

Abstract

Contemporary policy represents a form of public policy designed to respond to dynamic social, economic, political, and technological changes in the era of globalization and digitalization. This article aims to analyze the concept, characteristics, implementation, and implications of contemporary policies for society and governance. This study employs a library research method with a descriptive qualitative approach. Data were collected from various literature sources, including books, scientific journals, policy documents, and official publications relevant to public policy studies. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and critical conclusion drawing. The findings reveal that contemporary policies are characterized by data- and technology-based decision-making, participatory and collaborative approaches, responsiveness, adaptability, and sustainability orientation. However, their implementation still faces several challenges, including technological access disparities, limited resources, low digital literacy, and weak coordination among stakeholders. Contemporary policies also have significant implications for improving public service quality, enhancing community participation, and strengthening the principles of good governance. Therefore, continuous evaluation and supervision are necessary to ensure that implemented policies effectively, fairly, and sustainably address public needs. Keywords: Contemporary Policy, Public Policy, Good Governance, Digitalization, Sustainable Development.   Abstrak       Kebijakan kontemporer merupakan bentuk kebijakan publik yang dirancang untuk merespons berbagai perubahan sosial, ekonomi, politik, dan teknologi yang berkembang secara dinamis di era globalisasi dan digitalisasi. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep, karakteristik, implementasi, serta implikasi kebijakan kontemporer terhadap masyarakat dan tata kelola pemerintahan. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-kualitatif. Data diperoleh dari berbagai sumber literatur berupa buku, jurnal ilmiah, dokumen kebijakan, dan publikasi resmi yang relevan dengan kajian kebijakan publik. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara kritis. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebijakan kontemporer memiliki karakteristik utama berupa berbasis data dan teknologi, partisipatif, kolaboratif, responsif, adaptif, serta berorientasi pada pembangunan berkelanjutan. Meskipun demikian, implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan seperti kesenjangan akses teknologi, keterbatasan sumber daya, rendahnya literasi digital, dan lemahnya koordinasi antar pemangku kepentingan. Kebijakan kontemporer juga memberikan implikasi yang signifikan terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik, partisipasi masyarakat, serta penguatan prinsip-prinsip good governance. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi dan pengawasan yang berkelanjutan agar kebijakan yang diterapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara efektif, adil, dan berkelanjutan.   Kata kunci: Kebijakan Kontemporer, Kebijakan Publik, Good Governance, Digitalisasi, Pembangunan