cover
Contact Name
Ahlal Kamal
Contact Email
Ahlal.pkl@gmail.com
Phone
+6285285123236
Journal Mail Official
redaksijurnalsinergi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Jermani Husein, Desa Lokbangkai RT.07 No.40 Kecamatan Banjang Kab, Lok Bangkai, Kec. Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan 71416
Location
Kab. hulu sungai utara,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin
ISSN : -     EISSN : 31090559     DOI : https://doi.org/10.66914/sinergi
Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin merupakan platform publikasi ilmiah yang memfasilitasi riset inovatif dan diseminasi pengetahuan lintas disiplin ilmu. Jurnal ini menerbitkan artikel penelitian orisinal yang mencakup spektrum ilmu Pendidikan, Teknologi, Ekonomi, Kesehatan, Hukum, Agama, Sosial, dan Sains Terapan. Diterbitkan secara berkala setiap bulan, Sinergi berkomitmen menjadi wadah akademik global untuk menghasilkan solusi transformatif bagi tantangan kontemporer.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 440 Documents
Analisis Kebijakan Retribusi Daerah Dalam Meningkatkan Penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Lampung  Pada Badan Pendapatan Daerah Ruli Setiadi
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 5 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/82hsws35

Abstract

This study analyzes the implementation of regional levy policies in Lampung Province following the enactment of Law Number 1 of 2022 and its impact on the structure of Regional Original Revenue (PAD). The research employs a descriptive qualitative approach with a case study at the Regional Revenue Agency of Lampung Province, utilizing interviews, observations, and documentation studies analyzed thematically. The results indicate that policy implementation has not been optimal due to resource imbalances, weak coordination across Regional Government Organizations (OPD), authority fragmentation, and low apparatus disposition toward levies. This condition has triggered a fiscal substitution effect, reflected by the dominance of regional taxes at approximately 95% of PAD in 2024 and a decrease in the contribution of levies to 3.8%. The study recommends strengthening human resource capacity, integrating information systems, repositioning public service-based levies, and increasing transparency to strengthen regional fiscal independence. Keywords: Policy Implementation; Regional Levy; PAD; Fiscal Decentralization; Lampung. Abstrak Penelitian ini menganalisis implementasi kebijakan retribusi daerah di Provinsi Lampung pasca Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 serta dampaknya terhadap struktur Pendapatan Asli Daerah (PAD). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kasus pada Badan Pendapatan Daerah Provinsi Lampung melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi yang dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan belum optimal akibat ketimpangan sumber daya, lemahnya koordinasi lintas OPD, fragmentasi kewenangan, serta rendahnya disposisi aparatur terhadap retribusi. Kondisi ini memicu fiscal substitution effect, tercermin dari dominasi pajak daerah sekitar 95% PAD pada 2024 dan turunnya kontribusi retribusi menjadi 3,8%. Penelitian merekomendasikan penguatan kapasitas SDM, integrasi sistem informasi, reposisi retribusi berbasis pelayanan publik, serta peningkatan transparansi untuk memperkuat kemandirian fiskal daerah. Kata Kunci: Implementasi Kebijakan; Retribusi Daerah; PAD; Desentralisasi Fiskal; Lampung.
The Effect Of Bkn E-Kinerja And Competence On Civil Servant Performance From The Perspective Of Information Technology In Human Resource Management (IT IN HRM) At Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas Ii Banjarmasin Ramadhika Trisnasari; Syahrial Shaddiq; Khuzaini; Zakky Zamrudi
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 5 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/p300z692

Abstract

The digital transformation of human resource management in the public sector has become a strategic instrument in improving organizational effectiveness, efficiency, transparency, and accountability. In Indonesia, one of the major digital innovations in public human resource management is the implementation of the E-kinerja system developed by the National Civil Service Agency (BKN). This system is designed to digitalize performance planning, reporting, and evaluation of civil servants. This study aims to examine the effect of BKN E-kinerja and employee competence on civil servant performance at Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas II Banjarmasin using the Information Technology in Human Resource Management (IT in HRM) framework. This study employed a quantitative approach with an explanatory research design. The population consisted of 31 civil servants, and saturated sampling was applied. Data were collected through questionnaires, interviews, and documentation, and analyzed using multiple linear regression. The results indicate that BKN E-kinerja has a positive and significant effect on employee performance, competence has a positive and significant effect on employee performance, and both variables simultaneously have a significant effect on employee performance. This study contributes theoretically to the development of IT in HRM in the public sector and provides practical implications for improving digital-based performance management systems. Keywords: E-Performance, Competence, Employee Performance, IT in HRM, Digital Human Resource Management
Keberadaan Dan Peranan Hukum Adat Dalam Sistem Hukum Di Indonesia Berbasis Literature Review Muhammad Hajer; Andini Julita Putri; Muhammad Rizky Ramadhani Ardianto; Abelia Putri Maulana Haqiqa; Rizal Bintan Alrianto; Moch. Rizal Qakhul Insan
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 5 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/ghcgdd52

Abstract

Introduction: Customary law is a legal system that has grown and developed within Indonesian society, thus playing a vital role in the pluralistic national legal system. Its existence is not only socially recognized but also legitimated within the constitutional framework. Purposes of the Research: This research aims to analyze the existence and role of customary law in the Indonesian legal system and examine its implementation in community practice. Methods of the Research: This research used a qualitative research method with a library research approach, drawing on books, scientific journals, and previous research relevant to the issues raised. Results of the Research: Based on the study, customary law has constitutional legitimacy and serves as an effective resolution mechanism through deliberation and local wisdom. The implementation of customary law in several regions, such as Bali, Aceh, and Papua, demonstrates that customary law is effective in maintaining social and community harmony. However, customary law also faces various challenges, including the influence of globalization, its unwritten nature, and the potential for conflict with national law. Therefore, efforts are needed to harmonize customary law and national law in order to create a just, inclusive, and sustainable legal system.Keywords: Customary law, national legal system, legal pluralism, local wisdom, legal harmonization AbstrakLatar Belakang: Hukum adat yakni suatu tatanan hukum yang tumbuh serta berkembang dalam kehidupan masyarakat Indonesia sehingga memiliki peranan penting terhadap sistem hukum nasional yang bersifat pluralistik. Keberadaannya bukan sekedar diakui secara sosial, namun juga memiliki legitimasi dalam kerangka konstitusional. Tujuan Penelitian: Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk analisis keberadaan serta peranan hukum adat pada sistem hukum Indonesia serta mengkaji implementasinya pada praktik kehidupan masyarakat. Metode Penelitian: Penelitian yang dilakukan menggunaan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research), yang bersumber dari buku, jurnal ilmiah, dan penelitian terdahulu yang relevan dengan permasalahan yang diangkat. Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil kajian yang dilakukan, hukum adat mempunyai legitimasi konstitusional dan berperan sebagai mekanisme penuntasan sengketa yang efektif melalui strategi musyawarah dan kearifan lokal. Implementasi hukum adat di beberapa daerah seperti Bali, Aceh, serta Papua menunjukkan bahwa hukum adat mampu menjaga ketertiban sosial serta keharmonisan masyarakat. Namun demikian, keberadaan hukum adat juga menghadapi berbagai tantangan, antara lain pengaruh globalisasi, sifatnya yang tak tertulis, serta potensi konflik dengan hukum nasional. Oleh karena itu, diperlukan usaha harmonisasi antara hukum adat dan hukum nasional guna menciptakan sistem hukum yang adil, inklusif, dan berkelanjutan.Kata Kunci: Hukum adat, sistem hukum nasional, pluralisme hukum, kearifan lokal, harmonisasi hukum
Gamifikasi Dakwah Di Ruang Virtual: Analisis Netnografi Terhadap Komunitas Majelis Roblox Indonesia Dalam Membentuk Identitas Religius Gen Alpha & Z Abdullah Kalfin Alfayadh; Ahmad Nazhif Adriyansyah; Laila Qodriyah; Roni Hidayat
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 5 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/rsw1ay92

Abstract

This study aims to analyze the phenomenon of da’wah gamification and the shift in religious authority within the Majelis Roblox Indonesia (MARIO) community on the TikTok platform. Amidst the dominance of a digital culture that tends to be profane, MARIO emerges as an anomaly that integrates Islamic values into the virtual gaming ecosystem. Employing a qualitative method with a netnographic approach, this research conducted digital observations of video content, profile structures, and interaction patterns within the comment sections of the @majelisrobloxindonesia account, without involving formal interview interventions. The results indicate that MARIO has successfully reconstructed sacred space through “pixel architecture,” where gaming activities are transformed into a medium for strengthening religious identity and cultivating noble character (akhlakul karimah) for Generation Z and Alpha. Furthermore, the findings reveal a hybridity of religious authority that combines digital literacy skills with professional backgrounds, such as psychology, to establish community legitimacy. Keywords: Netnography, Majelis Roblox Indonesia, Religious Authority.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena gamifikasi dakwah dan pergeseran otoritas keagamaan dalam komunitas Majelis Roblox Indonesia (MARIO) di platform TikTok. Di tengah dominasi budaya digital yang cenderung profan, MARIO hadir sebagai anomali yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam ke dalam ekosistem permainan virtual. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan netnografi, penelitian ini melakukan observasi digital terhadap konten video, struktur profil, dan pola interaksi pada kolom komentar akun @majelisrobloxindonesia tanpa melibatkan intervensi wawancara formal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MARIO berhasil melakukan rekonstruksi ruang sakral melalui “arsitektur piksel,” di mana aktivitas bermain (game) diubah menjadi sarana penguatan identitas religius dan pembentukan akhlakul karimah bagi Generasi Z dan Alpha. Temuan penelitian juga mengungkap adanya hibriditas otoritas keagamaan yang menggabungkan kecakapan literasi digital dengan latar belakang profesional seperti psikologi untuk membangun legitimasi komunitas. Kata kunci: Netnografi, Majelis Roblox Indonesia, Otoritas Keagamaan.
Teknologi Drone dan Transformasi Estetika Visual dalam Produksi Film dan Desain Abdul Haris Rustaman
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/kr91zt57

Abstract

Drones are no longer used solely as aerial documentation tools but have evolved into visual media capable of creating cinematic perspectives and new visual aesthetics in digital media. This community service activity was conducted through a national webinar entitled “Innovation of Videography and Drone in the World of Design and Visual Communication”, held online on October 14, 2025, featuring the topic “Drone Technology as a New Medium in Design and Film.” The implementation method employed an educational-participatory approach through material presentations, visual work demonstrations, interactive discussions, and question-and-answer sessions. This activity aimed to enhance digital visual technology literacy and broaden participants’ understanding of drone utilization in the contemporary creative industry. The results showed that participants gained new insights into the use of drones as a visual production medium capable of producing more dynamic, immersive, and innovative visuals compared to conventional shooting techniques. Furthermore, the activity also improved participants’ understanding of new media developments and creative opportunities in film production and digital visual design.   Keywords: Drone, Visual Aesthetics, Digital Film, Visual Communication Design, Videography.   Abstrak Perkembangan teknologi drone telah menghadirkan transformasi baru dalam produksi visual pada bidang film, videografi, dan desain komunikasi visual. Drone tidak lagi hanya digunakan sebagai alat dokumentasi udara, tetapi berkembang menjadi medium visual yang mampu menciptakan perspektif sinematik dan estetika visual baru dalam media digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui webinar nasional bertajuk “Inovasi Videografi dan Drone dalam Dunia Desain dan Komunikasi Visual” yang diselenggarakan secara daring pada 14 Oktober 2025 dengan materi “Teknologi Drone sebagai Medium Baru dalam Desain dan Film”. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif melalui penyampaian materi, pemutaran contoh karya visual, diskusi interaktif, dan sesi tanya jawab. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi teknologi visual digital dan memperluas pemahaman peserta mengenai pemanfaatan drone dalam industri kreatif kontemporer. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh wawasan baru mengenai penggunaan drone sebagai medium produksi visual yang mampu menghasilkan visual lebih dinamis, imersif, dan inovatif dibandingkan teknik pengambilan gambar konvensional. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan pemahaman peserta terhadap perkembangan media baru dan peluang kreatif dalam produksi film dan desain visual digital.   Keywords: Drone, Estetika Visual, Film Digital, Desain Komunikasi Visual, Videografi.
Urgensi Akreditasi dalam Sistem Persekolahan: Telaah Konseptual tentang Tujuan, Manfaat, dan Fungsi Ulfah, Ulya; Raihanah; Yaqin, Husnul; Mizani, Hilmi
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 5 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/0wbf1t09

Abstract

Accreditation is a strategic instrument in the school system that serves to guarantee and control the quality of education nationally. This article aims to conceptually examine the urgency of accreditation in the school system by examining its basic concepts, objectives, benefits, and functions. The research employed a library research approach with qualitative-descriptive methods. Data were obtained from laws and regulations, specifically Law Number 20 of 2003 concerning the National Education System, accreditation policies and guidelines issued by the National Accreditation Board for Schools/Madrasahs (BAN-S/M), and scientific literature related to education quality assurance systems. The analysis was conducted using content analysis techniques to synthesize various relevant concepts and regulations. The study results indicate that accreditation is a systematic and comprehensive assessment process of the eligibility and performance of educational units, resulting in a ranking (A, B, C, or not accredited). Conceptually, accreditation aims to provide an overview of school performance and ensure the eligibility of educational services. Its benefits are felt by various stakeholders, from schools, principals, teachers, the community, and the government, serving as a basis for guidance, development, and policymaking. Functionally, accreditation serves as a means of knowledge, public accountability, and continuous quality development and improvement. The implementation of the performance-based Educational Unit Accreditation Instrument (IASP 2020) emphasizes a paradigm shift from compliance-based to performance-based, thus increasingly orienting accreditation toward the quality of learning processes and outcomes. Thus,accreditation is a strategic instrument in strengthening the national education quality assurance system.
Komponen Utama dalam Instrumen Akreditasi Sekolah/Madrasah (Mutu Guru dan Manajemen Sekolah/Madrasah) Quzwainie Shaieba, Halya; Hilmi Mizani; Husnul Yaqin
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 5 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/23zndb54

Abstract

Penilaian terhadap standar kelayakan operasional pendidikan di sekolah atau madrasah diwujudkan melalui mekanisme akreditasi. Proses ini dijalankan oleh BAN-S/M dengan menggunakan perangkat instrumen yang ditetapkan oleh pemerintah. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan dua komponen utama dalam instrumen akreditasi, yaitu mutu guru dan manajemen sekolah/madrasah, sebagaimana tercantum dalam Kepmendikbudristek No. 246/O/2024. butir kekhususan dari masing-masing komponen secara sistematis. Penelitian ini menerapkan teknik studi kepustakaan melalui proses analisis terhadap berbagai dokumen instrumen akreditasi yang berlaku. Hasil kajian menunjukkan bahwa komponen mutu guru mencakup sub komponen kompetensi pedagogis, peningkatan profesionalisme, serta aspek kreativitas dan inovasi. Seluruh unsur tersebut diimplementasikan melalui empat poin esensial beserta poin spesifik yang disesuaikan untuk level pendidikan dasar (SD/MI) maupun kejuruan (SMK/MAK). Komponen manajemen sekolah/madrasah mencakup sebelas sub komponen dengan tiga belas butir inti, ditambah butir kekhususan untuk SMK/MAK dan SLB/MLB. Kedua komponen ini mencerminkan standar penyelenggaraan pendidikan yang wajib diacu oleh setiap unit pendidikan. Melalui pedoman ini, lembaga pada level SD/MI maupun SMK/MAK memiliki landasan formal untuk melakukan eskalasi mutu operasional secara berkelanjutan
Analisis Norma, Kode Etik, dan Sanksi dalam Pelaksanaan Akreditasi Sekolah/Madrasah Sobah, Nur; Norwinda; Yaqin, Husnul; Mizani, Hilmi
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 5 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/n839j548

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis norma, kode etik, dan sanksi dalam pelaksanaan akreditasi sekolah/madrasah. Akreditasi tidak hanya merupakan mekanisme penilaian eksternal untuk menentukan kelayakan satuan pendidikan berdasarkan standar nasional pendidikan, tetapi juga menjadi instrumen penjaminan mutu pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka. Data diperoleh dari sumber sekunder berupa buku, jurnal ilmiah, regulasi, dan dokumen akademik yang relevan dengan akreditasi serta penjaminan mutu pendidikan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran literatur, seleksi sumber, dan pengkajian dokumen, sedangkan analisis data menggunakan pendekatan deskriptif-analitis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa norma dalam akreditasi berfungsi sebagai landasan etis yang mengatur perilaku seluruh pihak yang terlibat, meliputi kejujuran, kemandirian, profesionalisme, keadilan, kesejajaran, keterbukaan, tanggung jawab, dan menjaga kerahasiaan. Kode etik berfungsi sebagai pedoman moral dan profesional bagi lembaga akreditasi, asesor, dan sekolah/madrasah dalam menjaga objektivitas serta menghindari konflik kepentingan. Sanksi berfungsi sebagai mekanisme pengendalian untuk menegakkan norma dan kode etik, sekaligus menjaga integritas, kredibilitas, dan akuntabilitas sistem akreditasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa norma, kode etik, dan sanksi merupakan tiga unsur yang saling berkaitan dan saling menguatkan dalam pelaksanaan akreditasi sebagai instrumen penjaminan mutu pendidikan yang kredibel dan berkelanjutan.
Administrasi MTs Anwaha Berbasis Ai Husna, Syarifathul; Syahrani; Hilal Azmi, Salatri; Safitri, Novianti; Wati, Susila
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 5 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/e7p90n14

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pesan visual dikonstruksi dalam poster infografis kampanye Anti Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) Fishing yang dipublikasikan oleh Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Ditjen PSDKP) melalui akun Instagram resmi @ditjenpsdkp. Kampanye ini merupakan bentuk komunikasi publik yang mengedukasi masyarakat, khususnya nelayan, mengenai pentingnya penggunaan alat tangkap ikan yang legal dan ramah lingkungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis semiotika Roland Barthes. Analisis dilakukan pada dua poster infografis yang dipilih berdasarkan relevansinya dengan tema kampanye. Teknik analisis data mengacu pada tiga lapisan makna Barthes, yaitu: denotasi (makna literal), konotasi (makna kultural), dan mitos (makna ideologis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen-elemen visual seperti gambar tokoh nelayan, tata letak, warna, simbol centang, serta teks ajakan memainkan peran penting dalam membentuk pesan kampanye. Ketiga lapisan makna yang dianalisis saling mendukung dalam menyampaikan pesan visual yang edukatif dan persuasif. Lapisan mitos menjadi makna paling dominan, karena membentuk narasi bahwa nelayan yang taat hukum adalah simbol integritas dan identitas profesional yang ideal.
Penerepan Hukum Bagi Anak Sebagai Pelaku Tindak Pidana Percobaan Pemerkosaan dan Penganiayaan Terhadap Ibu Rumah Tangga Di Kota Lubuklinggau (Studi Kasus Di Kepolisian Resor Kota Lubuklinggau) Rica Reagita; Wilson Gandi; Devi Anggreni Sy; Wawan Fransisco
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 5 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/tj477h35

Abstract

Penelitian ini mengkaji penerapan hukum terhadap anak sebagai pelaku tindak pidana percobaan pemerkosaan dan penganiayaan terhadap ibu rumah tangga di Kota Lubuklinggau (Studi Kasus di Polres Lubuklinggau). Rumusan masalah penelitian meliputi: 1) Bagaimana penerapan hukum terhadap anak pelaku tindak pidana tersebut; 2) Faktor-faktor apa yang memengaruhi tersangka; dan 3) Hambatan apa yang dihadapi selama proses penyidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah normatif-empiris dengan pendekatan konseptual dan perundang-undangan. Data dikumpulkan melalui studi pustaka, dokumen, serta wawancara dengan informan terkait. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa penegakan hukum dalam kasus pidana anak harus mengedepankan pendekatan keadilan restoratif melalui sistem diversi. Penanganan perkara dapat ditempuh melalui jalur litigasi di pengadilan anak maupun jalur non-litigasi melalui mediasi penal sesuai UU No. 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Meskipun terbukti bersalah, anak tetap berhak mendapatkan perlindungan hukum berdasarkan UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Faktor penyebab kejahatan ini meliputi faktor internal (mentalitas dan pendidikan rendah) serta faktor eksternal (ekonomi, pengaruh konten pornografi, dan kondisi korban). Proses penyidikan menghadapi hambatan berupa pandangan retributif masyarakat, keterbatasan kualitas dan kuantitas aparat penegak hukum, minimnya sarana prasarana pada unit PPA akibat keterbatasan anggaran, serta belum optimalnya regulasi pelaksana terkait diversi. Kata Kunci: Penerapan Hukum, Percobaan Pemerkosaan, Penganiayaan, Anak.   Abstract This research examines the application of law to children as perpetrators of attempted rape and abuse of housewives in Lubuklinggau City (Case Study at the Lubuklinggau Police Station). The research objectives are to analyze: 1) the legal implementation against child perpetrators; 2) the influencing factors; and 3) the obstacles encountered during the investigation. This study employs a normative-empirical method with conceptual and legislative approaches. Data were collected through literature reviews, document analysis, and interviews with relevant informants. The findings conclude that law enforcement in juvenile criminal cases should prioritize a restorative justice approach through the diversion system. Cases are handled either through litigation in juvenile court or non-litigation via penal mediation, in accordance with Law No. 11 of 2012 concerning the Juvenile Criminal Justice System. Despite being proven guilty, children retain their right to legal protection under Law No. 35 of 2014 concerning Child Protection. Factors triggering these crimes include internal factors (mentality and low education) and external factors (economic pressure, influence of pornographic content, and circumstances related to the victim). The investigation process faces several hurdles, such as the public's retributive view, limited quality and quantity of law enforcement officers, inadequate facilities at the PPA unit due to budget constraints, and the lack of comprehensive implementing regulations regarding diversion. Keywords: Law Enforcement, Attempted Rape, Abuse, Children.