cover
Contact Name
Ahlal Kamal
Contact Email
Ahlal.pkl@gmail.com
Phone
+6285285123236
Journal Mail Official
redaksijurnalsinergi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Jermani Husein, Desa Lokbangkai RT.07 No.40 Kecamatan Banjang Kab, Lok Bangkai, Kec. Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan 71416
Location
Kab. hulu sungai utara,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin
ISSN : -     EISSN : 31090559     DOI : https://doi.org/10.66914/sinergi
Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin merupakan platform publikasi ilmiah yang memfasilitasi riset inovatif dan diseminasi pengetahuan lintas disiplin ilmu. Jurnal ini menerbitkan artikel penelitian orisinal yang mencakup spektrum ilmu Pendidikan, Teknologi, Ekonomi, Kesehatan, Hukum, Agama, Sosial, dan Sains Terapan. Diterbitkan secara berkala setiap bulan, Sinergi berkomitmen menjadi wadah akademik global untuk menghasilkan solusi transformatif bagi tantangan kontemporer.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 572 Documents
Mengapa Pembunuhan Terjadi dan Bagaimana Negara Dapat Menghentikannya: Analisis Perbandingan Kebijakan Kriminal Pencegahan Pembunuhan Zul Khaidir Kadir
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/6fegf177

Abstract

Kebijakan pembunuhan masih banyak bertumpu pada pemidanaan setelah korban meninggal, padahal banyak perkara didahului ancaman, kekerasan berulang, akses terhadap alat mematikan, atau konflik kelompok yang sudah memanas. Kajian ini bertujuan menjelaskan mengapa konflik berubah menjadi pembunuhan dan bagaimana negara dapat mencegahnya sebelum akibat fatal terjadi. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif-komparatif dengan menelaah Jepang, Belanda, Amerika Serikat, Brasil, dan Indonesia melalui pendekatan konseptual serta kebijakan kriminal. Hasil kajian menegaskan bahwa pembunuhan tidak cukup diterangkan melalui motif individual. Perubahan konflik menjadi kematian lebih tepat dijelaskan melalui grievance, lethal means, exposure, weak guardianship, dan perceived impunity. Perbandingan antarnegara menegaskan bahwa perbedaan paling penting bukan berada pada beratnya pidana pembunuhan, melainkan pada kemampuan negara mengenali dan merespons risiko sebelum korban meninggal. Jepang relatif kuat pada pembatasan alat mematikan dan penjagaan lokal, Belanda pada perlindungan korban, Amerika Serikat pada intervensi lokal terhadap kelompok dan lokasi berisiko, Brasil pada persoalan legitimasi negara, sedangkan Indonesia masih menghadapi tanda menuju pembunuhan yang belum terhubung dalam satu sistem kelembagaan. Kajian ini menawarkan Pre-Lethal Criminal Policy sebagai model untuk mengubah ancaman, penguntitan, kekerasan awal, dan konflik kelompok menjadi dasar intervensi perlindungan yang proporsional.
TANAFURI AL-KALIMÂT, DHU' FIAL-TA' LIF, TA' QÎDUSALIM Fuqarra Haqqi; Khairia Linermi Siregar
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/eqy77455

Abstract

Fashahah, as one of the fundamental aspects in the study of balaghah, plays an important role in maintaining clarity, accuracy, and beauty in the use of the Arabic language. Amid the development of modern communication, which demands effectiveness and precision of meaning, language use is often found to neglect linguistic rules, resulting in ambiguity and difficulty in comprehension. This condition demonstrates the importance of a deep understanding of the concept of fashahah as a foundation for establishing proper and effective communication. This study aims to examine the concept of fashahah from the perspective of balaghah, with emphasis on the elements that influence the eloquence of an expression, such as tanafur al-kalimat, dhu‘f al-ta’lif, and ta‘qid al-jumal. This research employs a qualitative method in the form of library research, with linguistic and balaghah approaches through the examination of various classical and contemporary literatures. The findings show that fashahah is a major indicator in assessing language quality, as reflected in clarity of meaning, appropriateness of sentence structure, and harmony in word arrangement. An expression is considered fasih when it is free from linguistic defects, easy to understand, and able to convey meaning effectively. Thus, the concept of fashahah functions not only as a linguistic principle but also as a foundation for creating clear, beautiful, and communicative expression. These findings affirm that understanding fashahah has significant relevance in the learning and use of Arabic, both in academic and practical contexts
Keuangan Islam dalam Sistem Modern: Sejarah Perkembangan, Landasan Filosofis, Prinsip Dasar dan Isntrumen Keuangan Syariah Hasbi Assiddiqi Nasution; Taufik Hadi Permana; Ramadi Saputra; Sarmiana Batubara
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/bj6jsz90

Abstract

Keuangan Islam merupakan sistem keuangan yang berlandaskan prinsip-prinsip syariah yang bersumber dari Al-Qur'an dan Hadis. Sistem ini hadir sebagai alternatif dalam pengelolaan aktivitas ekonomi dan keuangan yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga pada terciptanya keadilan, keseimbangan, transparansi, dan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan, landasan filosofis, prinsip-prinsip dasar, instrumen, serta relevansi keuangan Islam dalam sistem keuangan modern. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) melalui pengumpulan data dari berbagai buku, jurnal ilmiah, dan dokumen yang relevan dengan tema penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi (content analysis) untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai konsep dan implementasi keuangan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keuangan Islam memiliki landasan filosofis yang kuat melalui konsep tauhid, khilafah, keadilan, tazkiyah, dan maqashid syariah. Implementasinya diwujudkan melalui berbagai instrumen seperti mudharabah, musyarakah, murabahah, ijarah, sukuk, zakat, dan wakaf yang berfungsi mendukung aktivitas ekonomi sekaligus mendorong pemerataan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, keuangan Islam menunjukkan relevansi yang semakin tinggi dalam sistem keuangan modern karena mampu mendukung stabilitas ekonomi, mengurangi praktik spekulatif, memperkuat tanggung jawab sosial, serta sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan. Oleh karena itu, keuangan Islam memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan berkontribusi dalam mewujudkan sistem ekonomi yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan.  
Dampak Zakat Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Analisis Persepktif Mikro Ekonomi dan Makro Ekonomi dalam Ekonomi Islam Fatimah Suhro; Nia Handayani; Sarmiana Batubara
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/tnbqkm98

Abstract

Zakat merupakan instrumen keuangan sosial Islam yang memiliki peran penting dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. Selain berfungsi sebagai kewajiban ibadah, zakat juga berperan sebagai sarana redistribusi pendapatan yang bertujuan mengurangi kesenjangan ekonomi dan membantu kelompok masyarakat yang kurang mampu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak zakat terhadap kesejahteraan masyarakat dalam perspektif mikroekonomi dan makroekonomi serta mengkaji upaya optimalisasi pengelolaan zakat dalam mendukung pembangunan ekonomi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber sekunder berupa artikel jurnal ilmiah, buku, laporan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), dan berbagai publikasi yang relevan dengan tema penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi (content analysis) melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam perspektif mikroekonomi, zakat berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan mustahik melalui pemenuhan kebutuhan dasar, peningkatan akses pendidikan dan kesehatan, serta penguatan kemandirian ekonomi melalui program zakat produktif. Sementara itu, dalam perspektif makroekonomi, zakat berperan dalam mengurangi kemiskinan, meningkatkan konsumsi agregat, memperluas kesempatan kerja, dan mendorong pemerataan distribusi pendapatan. Penelitian ini juga menemukan bahwa optimalisasi pengelolaan zakat melalui penguatan tata kelola lembaga zakat, digitalisasi layanan, peningkatan literasi zakat, serta pengembangan program pemberdayaan ekonomi dapat memperbesar dampak zakat terhadap kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, zakat memiliki potensi yang besar untuk menjadi instrumen pembangunan ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Reorientasi Strategis Lembaga Keuangan Syariah: Integrasi Sektor Komersial dan Optimalisasi Keuangan Sosial Islam di Indonesia Riski Rahmat Fauzi; Abd Halim Dalimunthe; Sarmiana Batubara
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/0a818196

Abstract

Lembaga Keuangan Syariah (LKS) merupakan salah satu pilar penting dalam pembangunan ekonomi Islam yang tidak hanya menjalankan fungsi intermediasi keuangan, tetapi juga memiliki peran sosial dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik operasional, ragam institusi, peran strategis, serta kontribusi LKS dalam mengintegrasikan fungsi komersial dan keuangan sosial Islam di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui pengumpulan data dari buku, jurnal ilmiah, laporan lembaga resmi, regulasi, serta berbagai literatur yang relevan dengan topik penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan teknik content analysis untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai perkembangan dan peran LKS dalam sistem perekonomian nasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKS memiliki karakteristik yang berbeda dengan lembaga keuangan konvensional karena beroperasi berdasarkan prinsip syariah yang menekankan keadilan, transparansi, kemitraan, dan bagi hasil. Keberadaan berbagai institusi keuangan syariah, seperti perbankan syariah, Baitul Maal wa Tamwil (BMT), asuransi syariah, pasar modal syariah, serta lembaga pengelola zakat dan wakaf, telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam mendukung sektor riil dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Selain itu, integrasi antara fungsi komersial dan keuangan sosial Islam melalui instrumen zakat, infak, sedekah, dan wakaf mampu memperkuat upaya pengentasan kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan umat. Perkembangan teknologi digital juga menjadi peluang strategis bagi LKS untuk memperluas inklusi keuangan, meningkatkan efisiensi layanan, dan memperkuat transparansi pengelolaan dana. Penguatan sinergi antara sektor komersial, keuangan sosial Islam, dan transformasi digital menjadi langkah penting dalam mewujudkan sistem ekonomi Islam yang inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan di Indonesia.
Pemanfaatan Video Edukatif untuk Memahami Uang dan Transaksi Digital: Studi Literatur Widia Gultom; Primawati Sinaga; Depina Tumangger
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/zc5y2427

Abstract

The rapid advancement of financial technology has accelerated the transition of payment systems from cash-based transactions to a digital ecosystem involving e-wallets, QRIS, and mobile banking services. Although this transformation offers greater convenience and economic efficiency, it simultaneously creates critical challenges regarding low digital financial literacy, particularly among the younger generation. This study aims to analyze the effectiveness of utilizing educational videos to improve public conceptual understanding of money and digital transactions. The research employed a literature review method with an integrative qualitative approach to synthesize prior studies on digital financial literacy, audiovisual learning media, and digital transaction behavior. The findings indicate that audiovisual educational videos, particularly in short-form or micro-learning formats, are highly effective in enhancing public understanding of digital transaction concepts compared to conventional learning methods. This approach is considered highly compatible with the learning characteristics of the digital generation, which are inherently interactive, visually engaging, and dependent on social media platforms such as YouTube and TikTok. However, its effectiveness is still contingent upon the quality of instructional design, information validity, and users’ basic digital literacy levels. Consequently, educational videos can be optimized as a strategic instrument to accelerate digital financial literacy in the era of modern economic transformation.
Surcharge dalam Transaksi QRIS : Analisis Perlindungan Konsumen dan Penegakan Hukum Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia Ratu Inaz Mumtakhinah; Salsabila Triandani; Nadine Azzahra Noor; Rizki Fitrianti Apriliani; Bulan Ichlasul Cahya Ramadhani; Baidhowi
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/289bx057

Abstract

The advancement of information technology has significantly transformed payment systems from cash-based transactions to digital methods. In Indonesia, one of the prominent innovations is the Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), introduced by Bank Indonesia as a national standard for QR code-based payments. QRIS is designed to enhance transaction efficiency, promote financial inclusion, and support the expansion of the digital economy. However, in practice, some merchants still impose additional charges on consumers when using QRIS, either as a fixed fee or a percentage of the transaction amount. This practice contradicts Bank Indonesia Regulation Number 23/6/PBI/2021, which prohibits merchants from transferring the Merchant Discount Rate (MDR) burden to consumers. This study aims to examine the practice of additional fee imposition in QRIS transactions and analyze its legal framework under Indonesian law. The research applies a normative juridical method with statutory and conceptual approaches. The findings indicate that such additional charges constitute a violation of payment system regulations and may result in consumer disadvantage.
Iddah dan Ihdad Rasionalitas Hukum dan Tantangan Modren Mei Fiani Ritonga; Amar Adly; Heri Firmansyah
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/kb3nmt14

Abstract

T This study examines the concepts of iddah and hiddah in Islamic family law by focusing on their legal rationality and the challenges posed by modern society. Iddah refers to the waiting period that must be observed by a woman after divorce or the death of her husband, while hiddah concerns the mourning period observed b a widow after her husband’s death. Both concepts are rooted in the Qur'an and Hadith and have historically served important legal, social, and ethical purposes, including ensuring lineage clarity, respecting T This study examines the concepts of iddah and hiddah in Islamic family law by focusing on their legT This study examine[1][i][ii]s the concepts of iddah and hiddah in Islamic family law by focusing on their legal rationality and the challenges posed by modern society. Iddah refers to the waiting period that must be observed by a woman after divorce or the death of her husband, while hiddah concerns the mourning period observed b a widow after her husband’s death. Both concepts are rooted in the Qur'an and Hadith and have historically served important legal, social, and ethical purposes, including ensuring lineage clarity, respecting T This study examines the concepts of iddah and hiddah in Islamic family law by focusing on their legT This study examines the concepts of iddah and hiddah in Islamic famili law. Keywords: iddah/hiddah/legal rationality Abstrak: Penelitian ini membahas konsep iddah dan hiddah dalam hukum keluarga Islam dengan menitikberatkan pada rasionalitas hukum yang melatarbelakanginya. Iddah merupakan masa tunggu yang wajib dijalani oleh seorang perempuan setelah perceraian atau wafatnya suami, sedangkan hiddah adalahmasa berkabung bagi istri yang ditinggal mati oleh suaminya. Kedua konsep tersebut memiliki dasar hukum yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadis serta mengandung tujuan hukum yang berkaitan dengan perlindungan nasab, penghormatan terhadap ikatan perkawinan, dan penjagaan martabat perempuan. Penelitian ini menggunakan metode normatif dengan pendekatan yuridis dan analisis hukum Islam untuk mengkaji rasionalitas hukum iddah dan hiddah baik dalam perspektif fikih klasik maupun pemikiran hukum Islam kontemporer. Dalam praktiknya, keberadaan iddah dan hiddah tidak hanya dipahami sebagai kewajiban ritual semata, tetapi juga memiliki dimensi sosial. moral, dan psikologis yang bertujuan menciptakan ketertiban dalam kehidupan keluarga dan masyarakat. Hasil penelitian m[2]enunjukkan bahwa rasionalitas hukum iddah dan hiddah terletak pada upaya menjaga kemaslahatan, memberikan kepastian hukum mengenai status perempuan, serta mencerminkan nilai tanggung jawab dan etika dalam hubungan keluarga. Selain itu, konsep tersebut juga menunjukkan fleksibel. Kata kunci: iddah/ihdad/rasionalitas hukum
Integrasi Wakaf Produktif dan Manajemen Resiko dalam Memperkuat Sistem Keuangan Syariah Modern Nurhidayani Pulungan; Nurlaili Rismawati Matondang; Sarmiana Batubara
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/50bq1198

Abstract

Wakaf merupakan salah satu instrumen keuangan sosial Islam yang memiliki potensi besar dalam mendukung pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Perkembangan sistem keuangan syariah modern telah mendorong transformasi pengelolaan wakaf menuju model yang lebih produktif dan berorientasi pada keberlanjutan manfaat. Dalam praktiknya, pengembangan wakaf produktif tidak hanya memberikan peluang bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga menghadapi berbagai risiko yang memerlukan pengelolaan secara profesional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran wakaf produktif dalam sistem keuangan syariah modern, mengidentifikasi berbagai risiko yang dihadapi dalam pengelolaannya, serta mengkaji penerapan manajemen risiko sebagai upaya menjaga keberlanjutan manfaat aset wakaf. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber sekunder berupa artikel jurnal ilmiah, buku, regulasi, dan publikasi lain yang relevan dengan tema penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi (content analysis) untuk mengidentifikasi, mengelompokkan, dan menginterpretasikan berbagai informasi yang berkaitan dengan wakaf produktif dan manajemen risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wakaf produktif memiliki posisi strategis dalam memperkuat sistem keuangan syariah melalui pengembangan aset yang mampu menghasilkan manfaat ekonomi dan sosial secara berkelanjutan. Integrasi wakaf dengan lembaga keuangan syariah turut mendukung optimalisasi pengelolaan aset serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Namun demikian, pengelolaan wakaf produktif menghadapi berbagai risiko yang meliputi risiko operasional, risiko keuangan, risiko hukum, risiko reputasi, dan risiko teknologi. Oleh karena itu, penerapan manajemen risiko menjadi aspek yang sangat penting dalam menjaga keberlangsungan pengelolaan aset wakaf, meningkatkan efektivitas pengelolaan, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pengelola wakaf.
Analisis Strategi E-Commerce Untuk Meningkatkan Daya Saing Umkm Terhadap  Era Digital Abdul Wahid Alfarizi; Dahlia; Geger Sanjaya; Imron Amirul M; Nova Riani
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/9cyby774

Abstract

Perkembangan teknologi digital mendorong UMKM untuk mengadopsi e-commerce sebagai strategi dalam meningkatkan daya saing usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran e-commerce dalam mendukung pengembangan UMKM di era digital. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi terhadap pelaku UMKM yang telah memanfaatkan teknologi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-commerce mampu memperluas jangkauan pasar, meningkatkan efektivitas pemasaran, mempermudah transaksi, serta meningkatkan efisiensi operasional UMKM. Pemanfaatan media sosial, marketplace, dan fitur analitik digital juga membantu pelaku usaha memahami kebutuhan konsumen dan meningkatkan penjualan. Namun, implementasi e-commerce masih menghadapi beberapa kendala, seperti rendahnya literasi digital, keterbatasan akses internet, dan keterbatasan modal. Oleh karena itu, diperlukan dukungan berupa pelatihan, pendampingan, serta penguatan infrastruktur digital untuk mempercepat transformasi digital UMKM. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan strategi e-commerce berperan penting dalam meningkatkan daya saing dan keberlanjutan UMKM di era digital. Kata Kunci: e-commerce, UMKM, daya saing, transformasi digital, pemasaran digital.