cover
Contact Name
Neneng
Contact Email
neneng@malahayati.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
neneng@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Midwifery Journal
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 2775393X     EISSN : 27467953     DOI : https://doi.org/10.33024/mj.v5i3
Core Subject : Health,
MJ : Midwifery Journal, dengan nomor E-ISSN 2746-7953 (media online) dan P-ISSN 2746-7953 (media cetak) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh LPPM Universitas Malahayati MJ: Midwifery Journal merupakan jurnal yang memiliki fokus utama pada hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dikembangkan dengan pendekatan interdispliner dan multidisiplin. Proses penerimaan naskah selalu terbuka setiap waktu, naskah yang sudah disubmit oleh penulis akan direview oleh reviewer yang ahli dalam bidang kebidanan dan kesehatan. MJ : Midwifery Journal telah menggunakan Open Journal System dimana penulis, editor dan reviewer bisa memantau proses naskah secara online. Dalam satu tahun MJ : Midwifery Journal terbit sebanyak 4 kali yaitu pada bulan Maret, Juni, September, Desember.
Articles 154 Documents
Sanitation Overview On The Working Area Kadarusman, Haris; Sutopo, Agus; Hasan, Amrul; Prianto, Nawan
MIDWIFERY JOURNAL Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 No 4 Desember 2025
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v5i4.24161

Abstract

Background: Communicable diseases remain a health problem in all regions of Indonesia, especially environmentally-based diseases such as Acute Respiratory Infections and Diarrhea, which are consistently among the top ten diseases in every region of Indonesia, including on the working area of Hajimena Health Center area in Natar District, South Lampung Regency.Objectives: To reveal the sanitation conditions on the Hajimena Health Center’s service area, comprised of clean water facilities, household toilets, waste management, and handwashing with soap behavior.Methods: The study was conducted by surveying 365 households, and the sample distribution was consisted of 200 households at Hajimena Village, 105 households at Pemanggilan Village, and 60 households at Sidosari Village. Data collection was carried out through home observations and interviews with the respondents i.e. head of the family or housewife of the selected sample. Data analysis was performed using statistical univariate analysis by calculating the frequency distribution and percentage for each variable.Results: The provision of drinking water, family latrine, and waste management is in good condition in more than 85% of the households, while good household wastewater disposal is still below 80%. For handwashing aspect, more than 95% of the respondents wash their hands before or after activities, but not all use soap. Those who wash their hands with soap range from 79% to 89%, and there are still 1.1% - 2.65% of respondents who rarely or do not wash their hands before or after activities. Regarding with food preparation, about 79.18% of respondents wash their hands with soap beforehand, 18.9% wash their hands but without using soap, and 1.79% rarely wash their hands.Conclusion: The sanitation conditions and handwashing with soap behavior on the working area of Hajimena Health Center area are quite good Key Words : Sanitation, Overview, Hands Wash  Latar belakang : Penyakit menular masih menjadi masalah kesehatan disemua wilayah di Indonesia, khususnya penyakit menular berbasis lingkungan seperti Infeksi Saluran Pernafasan Akut, Diare dan penyakit lainnya yang selalu ada dalam 10 (sepuluh) besar penyakit disetiap wilayah di Indinonesia termasuk di Wilayah Puskesmas Hajimena Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan.Tujuan: Diketahuinya gambaran Sanitasi di Wilayah Puskesmas Hajimena yang meliputi Sarana Air Bersih,  Jamban Keluarga, Pengelolaan Sampah dan Perilaku Cuci Tangan Pakai SabunMetode : Penelitian dilaksanakan dengan melakukan survey terhadap 365 Rumah Tangga di wilayah kerja Puskesmas Hajimena dengan distribusi sampel sebanyak 200 Rumah di Desa Hajimena, 105 Rumah di Desa Pemanggilan dan 60 Rumah di Desa Sidosari. Pengumpulan data dilaksanakan dengan melakukan observasi rumah dan wawancara dengan kepala keluarga dan ibu rumah tangga sampel terpilih. Analisa data menggunakan Uni Variat dengan Distribusi Frekwensi pada masing-masing variableHasil : Untuk penyediaan air Minum, jamban Keluarga, dan pengelolaan sampah sudah lebih dari 85 % baik, hanya pembuangan air limbah rumah tangga masih dibawah 80 %. Untk cuci tangan sudah lebih dari  95 % ibu atau kepala keluarga melakukan cuci tangan sebelum atau sesudah melakukan kegiatan, namun belum semuanya mencuci tangan pakai sabun. Ibu.  Mereka yang mencuci tangan pakai sabun berkisar antara 79 % sampai 89 % dan masih ada 1,1 % - 2,65 % ibu atau kepala keluarga yang jarang atau tidak mencuci tangan setelah atau sebelum melakukan kegiatan.Kesimpulan : Untuk kondisi sanitasi dan perilaku cuci tangan pakai sabun di wilayah Puskesmas Hajimena sudah cukup baik.Pakai Sabun masih 79,18 % ibu yang mencuci tangan pakai sabun sebelum menyiapkan makanan, 18,9 % mencuci tangan tetapi tidak menggunakan sabun dan masih ada 1,79 % jarang mencuci tangan sebelum menyiapkan makanan
Gambaran Penerapan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Ditatanan Rumah Tangga Pada Penderita Diare Damayanti, Novita; Masra, Ferizal; Barus, Linda; Purwanto, Bambang
MIDWIFERY JOURNAL Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 No 4 Desember 2025
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v5i4.24164

Abstract

ABSTRACT: Clean and Healthy Living Behavior among Diarrhea Patients in the Labuhan Ratu Working Area, Bandar Lampung City in 2024Background: Diarrhea is an environment-based disease caused by infections, including bacteria and viruses, and is commonly transmitted through the fecal–oral route. Diarrhea can affect all age groups, including toddlers, children, and adults from various social backgrounds. It is characterized by defecation with a more liquid stool consistency than usual, occurring three or more times within a 24-hour period.Objective: This study aimed to describe the availability of clean water, handwashing with soap (HWWS) habits, and the use of healthy latrines in the Labuhan Ratu working area, Bandar Lampung City, in 2024.Methods: This study employed a descriptive research design, which aimed to objectively describe a situation. The study focused on identifying and describing Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) among diarrhea patients.Results: The results showed that 36.5% of respondents used clean water that did not meet health requirements, while 63.4% used clean water that met the requirements. Handwashing with soap (HWWS) practices that did not meet the requirements were found in 53.7% of respondents, whereas 46.2% practiced proper handwashing with soap. In addition, 31.1% of respondents used latrines that did not meet health standards, while 68.8% used healthy latrines.Conclusion: The study indicates that a considerable proportion of diarrhea patients still experience inadequate clean water availability, poor handwashing with soap habits, and the use of unhealthy latrines, which may contribute to the occurrence of diarrhea.Recommendation: It is recommended that the Labuhan Ratu Health Center and related institutions strengthen health education for the community, particularly diarrhea patients and their families, regarding the importance of using safe clean water, proper handwashing with soap (HWWS) practices, and the use of healthy latrines. In addition, continuous promotion of Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) through education, assistance, and regular monitoring is needed to reduce the risk of diarrhea incidence in the Labuhan Ratu working area, Bandar Lampung City. Keywords: Clean and Healthy Living Behavior, Diarrhea, Clean Water, Handwashing with Soap, Healthy Latrines  Latar Belakang: Diare merupakan penyakit berbasis lingkungan yang disebabkan oleh infeksi, termasuk bakteri dan virus, serta penularan melalui jalur fekal–oral. Penyakit diare dapat menyerang semua kelompok usia, mulai dari balita, anak-anak, hingga orang dewasa dari berbagai latar belakang sosial. Diare ditandai dengan buang air besar dengan konsistensi tinja lebih cair dari biasanya yang terjadi tiga kali atau lebih dalam kurun waktu 24 jam.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran ketersediaan air bersih, kebiasaan cuci tangan pakai sabun (CTPS), dan penggunaan jamban sehat di wilayah kerja Puskesmas Labuhan Ratu Kota Bandar Lampung Tahun 2024.Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan secara objektif kondisi yang ada. Penelitian ini berfokus pada penggambaran perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada penderita diare. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 36,5% responden menggunakan air bersih yang tidak memenuhi syarat, sedangkan 63,4% menggunakan air bersih yang memenuhi syarat. Kebiasaan cuci tangan pakai sabun (CTPS) yang tidak memenuhi syarat ditemukan pada 53,7% responden, sementara 46,2% responden memiliki kebiasaan CTPS yang memenuhi syarat. Selain itu, sebanyak 31,1% responden menggunakan jamban yang tidak memenuhi syarat, sedangkan 68,8% responden menggunakan jamban sehat.Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa masih terdapat proporsi responden yang cukup besar dengan ketersediaan air bersih, kebiasaan CTPS, dan penggunaan jamban sehat yang belum memenuhi persyaratan kesehatan, sehingga berpotensi berkontribusi terhadap kejadian diare.Saran: Disarankan kepada pihak Puskesmas Labuhan Ratu dan instansi terkait untuk meningkatkan edukasi kesehatan kepada masyarakat, khususnya penderita diare dan keluarganya, mengenai pentingnya penggunaan air bersih yang memenuhi syarat, kebiasaan cuci tangan pakai sabun (CTPS) yang benar, serta penggunaan jamban sehat. Selain itu, perlu dilakukan penguatan program promosi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) secara berkelanjutan melalui penyuluhan, pendampingan, dan pemantauan rutin guna menurunkan risiko kejadian diare di wilayah kerja Puskesmas Labuhan Ratu Kota Bandar Lampung. Kata Kunci: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, Diare, Air Bersih, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jamban Sehat
Keteraturan Aktifitas Senam Prenatal Yoga Terhadap Kenyamanan Ibu Hamil Trimester III Sari, Atika Kurnia; Sari, Ekta Puspita; Mareza, Dianti
MIDWIFERY JOURNAL Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 No 4 Desember 2025
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v5i4.24157

Abstract

Background: During pregnancy, many pregnant women experience physiological changes during pregnancy that often cause discomfort or stress. One of the complaints or discomfort that pregnant women often experience is pain in the lumbopelvic area, back pain, and often BAK. Prenatal yoga plays a role in increasing the comfort of pregnant women, reducing pain, reducing anxiety and depression and improving pregnancy outcomes (Kartini, 2018).Purpose :  This study is to find out whether there is a relationship between the regularity of yoga prenatal gymnastics and the comfort of pregnant women in the third trimester.Methods : The type of research conducted on the relationship between the regularity of prenatal yoga gymnastics activities and the comfort of pregnant women in the third trimester at PMB Mery Handayani A.Md.Keb., SKM is a quantitative study.The samples in this study were selected using the total sampling method.Resullts: The research was of the study obtained from the bivariate analysis who experienced comfort after doing prenatal yoga exercises were 24 respondents and those who regularly did gymnastics amounted to 24 respondents. The results of the bivariate test with the results of the Chi-Square statistical test show that the count = 5.625 compared to the table = 3.841, then Ha is accepted. ��2 ��2Conclusion :  Based on the results of the research, it can be concluded that ho is rejected and ha is accepted. This means that there is a relationship between the regularity of prenatal yoga gymnastics activities and the comfort of pregnant women in the third trimester at PMB Mery Handayani, A.Md.Keb., SKM in Gunung Labuhan Village, Blambangan Pagar District, North lampung Regency in 2025.Keyword : Prenatal yoga regularity, comfort of pregnant womenLatar Belakang : Pada masa kehamilan banyak ibu hamil yang mengalami Perubahan perubahan fisiologis pada masa kehamilan seringkali menimbulkan ketidaknyamanan ataupun stress. Salah satu keluhan atau ketidaknyamanan yang sering dialami ibu hamil adalah nyeri pada area lumbopelvic, nyeri punggung, dan sering BAK. Prenatal yoga berperan dalam meningkatkan kenyamanan ibu hamil, menurunkan nyeri, menurunkan kecemasan dan depresi serta meningkatkan outcomes kehamilan (Kartini, 2018).Tujuan : Penelitian ini untuk mengetahui apakah ada hubungan keteraturan senam prenatal yoga terhadap kenyamanan ibu hamil trimester III.Metode : Jenis penelitian yang dilakukan pada penelitian hubungan keteraturan aktifitas senam prenatal yoga terhadap kenyamanan ibu hamil trimester III di PMB Mery Handayani A.Md.Keb.,SKM adalah penelitian kuantitatif,.Sampel dalam penelitian ini dipilih nmenggunakan motode total sampling.Hasil : dari analisis bivariat yang mengalamali kenyamanan setelah melakukan senam prenatal yoga adalah 24 responden dan yang teratur melakukan senam berjumlah 24 responden. Hasil uji bivariat dengan hasil uji statistik Chi-Square menunjukan bahwa ��2 hitung = 5,625 dibandikan dengan ��2 tabel = 3,841 maka Ha diterima.Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian, dapat diambil Kesimpulan bahwa ho ditolak dan ha diterima. Hal ini berarti ada hubungan antara keteraturan aktifitas senam prenatal yoga terhadap kenyamanan ibu hamil trimester III di PMB Mery Handayani A.Md.Keb.,SKM di Desa Gunung Labuhan Kecamatan Blambangan Pagar Kabupaten Lampung Utara Tahun 2025.Kata Kunci : Keteraturan Prenatal Yoga, Kenyamanan Ibu Hamil
Pemanfaatan Perasan Daun Srikaya (Annona Squamosa) Untuk Membunuh Kecoa Amerika (Periplaneta Americana) Prianto, Nawan; Suherman, Suherman; Kadarusman, Haris
MIDWIFERY JOURNAL Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 No 4 Desember 2025
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v5i4.24159

Abstract

Background: Soursop (Annona squamosa) is a plant that belongs to the genus Annona and originates from tropical regions. Soursop leaves contain substances that can be made into bio-insecticides.Objectives: The purpose of this study is to determine the ability of soursop leaf extract as a bio-insecticide against the mortality of American cockroaches (Periplaneta americana). Specifically, the objective is to determine the effectiveness of soursop leaf extract at several concentration variations, namely 40 g/100 ml, 50 g/100 ml, 60 g/100 ml, and 70 g/100 ml, over a 3-hour exposure period.Methods: This was an experimental study by spraying those four doses of soursop leaf extract into cages containing cockroaches. After 3 hours, the number of dead cockroaches in each cage was counted. The data analyses were based on the percentage of died cockroaches after being sprayed by each dose of soursop leaf extract.Results: The results obtained were as follows: the use of 40 g/100 ml, 50 g/100 ml, 60 g/100 ml, and 70 g/100 ml soursop extract doses, the cockroach mortality are respectively as follows: 20%; 40%; 60%; and 80%.Conclusion: The higher the concentration of soursop leaf extract sprayed, the higher the percentage of cockroach’s mortality. Keywords: Periplaneta americana, bio-insecticide, Annona squamosa leaves extract,                       cockroach mortality Latar Belakang .Srikaya Annona squamosa) adalah tanaman yang tergolong ke dalam genus Annona yang berasal dari daerah tropis. Daun Srikaya mengandung bahan-bahan yng dsapat dibuat menjadi insectisida Nabati.Tujuan  Tujuan dari  penelitian  ini  adalah  untuk  mengetahui  kemampuan perasan daun srikaya (Annona squamosa) sebagai insektisida nabati terhadap kecoa amerika (Periplaneta americana). Tujuan khususnya adalah diketahui kemampuan perasan daun srikaya (Annona squamosa) dengan konsentrasi perasan daun srikaya yang digunakan yaitu 40 gr /100ml, 50 gr /100 ml, 60 gr/ 100 ml dan dan 70 gr/100ml dengan waktu .3 jamMetodologi. Jenis penelitian eksperimen dengan menyemprotkan keempat dosis perasan daun srikaya kedalam kandang berisi kecoa.  Setelah 3 jam dihitung berapa banyak kecoa yang mati pada masing-masing kandang. Analisa data didasarkan pada prosentase kecoa mati setelah disemprotkan masing-masing dosis perasan daun srikaya.Hasil Setelah 3 jam dari penyemprotan diperoleh hasil pada dosis perasan 40 gr/100m kematian kecoa sebanyak  20%,  pada dosis perasan 50 gr/100ml, kematian kecoa sebanyak 40%, pada dosis  60 gr/100ml kematian kecoa  sebanyak  60%  dan pada dosis perasan  daun srikaya 70 gr/100ml kematian kecoa se3banyak 80%.Kesimpulan. Semakin tinggi konsentrasi perasan daun srikaya yang disemprotkan kedalam kandang berisi kecoa akan semakin tinggi prosentase kecoa yang mati Kata kunci : kecoa amerika, insektisida nabati, Perasan daun srikaya, Kematian Kecoa