cover
Contact Name
Neneng
Contact Email
neneng@malahayati.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
neneng@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Midwifery Journal
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 2775393X     EISSN : 27467953     DOI : https://doi.org/10.33024/mj.v5i3
Core Subject : Health,
MJ : Midwifery Journal, dengan nomor E-ISSN 2746-7953 (media online) dan P-ISSN 2746-7953 (media cetak) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh LPPM Universitas Malahayati MJ: Midwifery Journal merupakan jurnal yang memiliki fokus utama pada hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dikembangkan dengan pendekatan interdispliner dan multidisiplin. Proses penerimaan naskah selalu terbuka setiap waktu, naskah yang sudah disubmit oleh penulis akan direview oleh reviewer yang ahli dalam bidang kebidanan dan kesehatan. MJ : Midwifery Journal telah menggunakan Open Journal System dimana penulis, editor dan reviewer bisa memantau proses naskah secara online. Dalam satu tahun MJ : Midwifery Journal terbit sebanyak 4 kali yaitu pada bulan Maret, Juni, September, Desember.
Articles 159 Documents
Sanitation Overview On The Working Area Kadarusman, Haris; Sutopo, Agus; Hasan, Amrul; Prianto, Nawan
MIDWIFERY JOURNAL Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 No 4 Desember 2025
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v5i4.24161

Abstract

Background: Communicable diseases remain a health problem in all regions of Indonesia, especially environmentally-based diseases such as Acute Respiratory Infections and Diarrhea, which are consistently among the top ten diseases in every region of Indonesia, including on the working area of Hajimena Health Center area in Natar District, South Lampung Regency.Objectives: To reveal the sanitation conditions on the Hajimena Health Center’s service area, comprised of clean water facilities, household toilets, waste management, and handwashing with soap behavior.Methods: The study was conducted by surveying 365 households, and the sample distribution was consisted of 200 households at Hajimena Village, 105 households at Pemanggilan Village, and 60 households at Sidosari Village. Data collection was carried out through home observations and interviews with the respondents i.e. head of the family or housewife of the selected sample. Data analysis was performed using statistical univariate analysis by calculating the frequency distribution and percentage for each variable.Results: The provision of drinking water, family latrine, and waste management is in good condition in more than 85% of the households, while good household wastewater disposal is still below 80%. For handwashing aspect, more than 95% of the respondents wash their hands before or after activities, but not all use soap. Those who wash their hands with soap range from 79% to 89%, and there are still 1.1% - 2.65% of respondents who rarely or do not wash their hands before or after activities. Regarding with food preparation, about 79.18% of respondents wash their hands with soap beforehand, 18.9% wash their hands but without using soap, and 1.79% rarely wash their hands.Conclusion: The sanitation conditions and handwashing with soap behavior on the working area of Hajimena Health Center area are quite good Key Words : Sanitation, Overview, Hands Wash  Latar belakang : Penyakit menular masih menjadi masalah kesehatan disemua wilayah di Indonesia, khususnya penyakit menular berbasis lingkungan seperti Infeksi Saluran Pernafasan Akut, Diare dan penyakit lainnya yang selalu ada dalam 10 (sepuluh) besar penyakit disetiap wilayah di Indinonesia termasuk di Wilayah Puskesmas Hajimena Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan.Tujuan: Diketahuinya gambaran Sanitasi di Wilayah Puskesmas Hajimena yang meliputi Sarana Air Bersih,  Jamban Keluarga, Pengelolaan Sampah dan Perilaku Cuci Tangan Pakai SabunMetode : Penelitian dilaksanakan dengan melakukan survey terhadap 365 Rumah Tangga di wilayah kerja Puskesmas Hajimena dengan distribusi sampel sebanyak 200 Rumah di Desa Hajimena, 105 Rumah di Desa Pemanggilan dan 60 Rumah di Desa Sidosari. Pengumpulan data dilaksanakan dengan melakukan observasi rumah dan wawancara dengan kepala keluarga dan ibu rumah tangga sampel terpilih. Analisa data menggunakan Uni Variat dengan Distribusi Frekwensi pada masing-masing variableHasil : Untuk penyediaan air Minum, jamban Keluarga, dan pengelolaan sampah sudah lebih dari 85 % baik, hanya pembuangan air limbah rumah tangga masih dibawah 80 %. Untk cuci tangan sudah lebih dari  95 % ibu atau kepala keluarga melakukan cuci tangan sebelum atau sesudah melakukan kegiatan, namun belum semuanya mencuci tangan pakai sabun. Ibu.  Mereka yang mencuci tangan pakai sabun berkisar antara 79 % sampai 89 % dan masih ada 1,1 % - 2,65 % ibu atau kepala keluarga yang jarang atau tidak mencuci tangan setelah atau sebelum melakukan kegiatan.Kesimpulan : Untuk kondisi sanitasi dan perilaku cuci tangan pakai sabun di wilayah Puskesmas Hajimena sudah cukup baik.Pakai Sabun masih 79,18 % ibu yang mencuci tangan pakai sabun sebelum menyiapkan makanan, 18,9 % mencuci tangan tetapi tidak menggunakan sabun dan masih ada 1,79 % jarang mencuci tangan sebelum menyiapkan makanan
Gambaran Penerapan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Ditatanan Rumah Tangga Pada Penderita Diare Damayanti, Novita; Masra, Ferizal; Barus, Linda; Purwanto, Bambang
MIDWIFERY JOURNAL Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 No 4 Desember 2025
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v5i4.24164

Abstract

ABSTRACT: Clean and Healthy Living Behavior among Diarrhea Patients in the Labuhan Ratu Working Area, Bandar Lampung City in 2024Background: Diarrhea is an environment-based disease caused by infections, including bacteria and viruses, and is commonly transmitted through the fecal–oral route. Diarrhea can affect all age groups, including toddlers, children, and adults from various social backgrounds. It is characterized by defecation with a more liquid stool consistency than usual, occurring three or more times within a 24-hour period.Objective: This study aimed to describe the availability of clean water, handwashing with soap (HWWS) habits, and the use of healthy latrines in the Labuhan Ratu working area, Bandar Lampung City, in 2024.Methods: This study employed a descriptive research design, which aimed to objectively describe a situation. The study focused on identifying and describing Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) among diarrhea patients.Results: The results showed that 36.5% of respondents used clean water that did not meet health requirements, while 63.4% used clean water that met the requirements. Handwashing with soap (HWWS) practices that did not meet the requirements were found in 53.7% of respondents, whereas 46.2% practiced proper handwashing with soap. In addition, 31.1% of respondents used latrines that did not meet health standards, while 68.8% used healthy latrines.Conclusion: The study indicates that a considerable proportion of diarrhea patients still experience inadequate clean water availability, poor handwashing with soap habits, and the use of unhealthy latrines, which may contribute to the occurrence of diarrhea.Recommendation: It is recommended that the Labuhan Ratu Health Center and related institutions strengthen health education for the community, particularly diarrhea patients and their families, regarding the importance of using safe clean water, proper handwashing with soap (HWWS) practices, and the use of healthy latrines. In addition, continuous promotion of Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) through education, assistance, and regular monitoring is needed to reduce the risk of diarrhea incidence in the Labuhan Ratu working area, Bandar Lampung City. Keywords: Clean and Healthy Living Behavior, Diarrhea, Clean Water, Handwashing with Soap, Healthy Latrines  Latar Belakang: Diare merupakan penyakit berbasis lingkungan yang disebabkan oleh infeksi, termasuk bakteri dan virus, serta penularan melalui jalur fekal–oral. Penyakit diare dapat menyerang semua kelompok usia, mulai dari balita, anak-anak, hingga orang dewasa dari berbagai latar belakang sosial. Diare ditandai dengan buang air besar dengan konsistensi tinja lebih cair dari biasanya yang terjadi tiga kali atau lebih dalam kurun waktu 24 jam.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran ketersediaan air bersih, kebiasaan cuci tangan pakai sabun (CTPS), dan penggunaan jamban sehat di wilayah kerja Puskesmas Labuhan Ratu Kota Bandar Lampung Tahun 2024.Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan secara objektif kondisi yang ada. Penelitian ini berfokus pada penggambaran perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada penderita diare. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 36,5% responden menggunakan air bersih yang tidak memenuhi syarat, sedangkan 63,4% menggunakan air bersih yang memenuhi syarat. Kebiasaan cuci tangan pakai sabun (CTPS) yang tidak memenuhi syarat ditemukan pada 53,7% responden, sementara 46,2% responden memiliki kebiasaan CTPS yang memenuhi syarat. Selain itu, sebanyak 31,1% responden menggunakan jamban yang tidak memenuhi syarat, sedangkan 68,8% responden menggunakan jamban sehat.Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa masih terdapat proporsi responden yang cukup besar dengan ketersediaan air bersih, kebiasaan CTPS, dan penggunaan jamban sehat yang belum memenuhi persyaratan kesehatan, sehingga berpotensi berkontribusi terhadap kejadian diare.Saran: Disarankan kepada pihak Puskesmas Labuhan Ratu dan instansi terkait untuk meningkatkan edukasi kesehatan kepada masyarakat, khususnya penderita diare dan keluarganya, mengenai pentingnya penggunaan air bersih yang memenuhi syarat, kebiasaan cuci tangan pakai sabun (CTPS) yang benar, serta penggunaan jamban sehat. Selain itu, perlu dilakukan penguatan program promosi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) secara berkelanjutan melalui penyuluhan, pendampingan, dan pemantauan rutin guna menurunkan risiko kejadian diare di wilayah kerja Puskesmas Labuhan Ratu Kota Bandar Lampung. Kata Kunci: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, Diare, Air Bersih, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jamban Sehat
Keteraturan Aktifitas Senam Prenatal Yoga Terhadap Kenyamanan Ibu Hamil Trimester III Sari, Atika Kurnia; Sari, Ekta Puspita; Mareza, Dianti
MIDWIFERY JOURNAL Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 No 4 Desember 2025
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v5i4.24157

Abstract

Background: During pregnancy, many pregnant women experience physiological changes during pregnancy that often cause discomfort or stress. One of the complaints or discomfort that pregnant women often experience is pain in the lumbopelvic area, back pain, and often BAK. Prenatal yoga plays a role in increasing the comfort of pregnant women, reducing pain, reducing anxiety and depression and improving pregnancy outcomes (Kartini, 2018).Purpose :  This study is to find out whether there is a relationship between the regularity of yoga prenatal gymnastics and the comfort of pregnant women in the third trimester.Methods : The type of research conducted on the relationship between the regularity of prenatal yoga gymnastics activities and the comfort of pregnant women in the third trimester at PMB Mery Handayani A.Md.Keb., SKM is a quantitative study.The samples in this study were selected using the total sampling method.Resullts: The research was of the study obtained from the bivariate analysis who experienced comfort after doing prenatal yoga exercises were 24 respondents and those who regularly did gymnastics amounted to 24 respondents. The results of the bivariate test with the results of the Chi-Square statistical test show that the count = 5.625 compared to the table = 3.841, then Ha is accepted. ��2 ��2Conclusion :  Based on the results of the research, it can be concluded that ho is rejected and ha is accepted. This means that there is a relationship between the regularity of prenatal yoga gymnastics activities and the comfort of pregnant women in the third trimester at PMB Mery Handayani, A.Md.Keb., SKM in Gunung Labuhan Village, Blambangan Pagar District, North lampung Regency in 2025.Keyword : Prenatal yoga regularity, comfort of pregnant womenLatar Belakang : Pada masa kehamilan banyak ibu hamil yang mengalami Perubahan perubahan fisiologis pada masa kehamilan seringkali menimbulkan ketidaknyamanan ataupun stress. Salah satu keluhan atau ketidaknyamanan yang sering dialami ibu hamil adalah nyeri pada area lumbopelvic, nyeri punggung, dan sering BAK. Prenatal yoga berperan dalam meningkatkan kenyamanan ibu hamil, menurunkan nyeri, menurunkan kecemasan dan depresi serta meningkatkan outcomes kehamilan (Kartini, 2018).Tujuan : Penelitian ini untuk mengetahui apakah ada hubungan keteraturan senam prenatal yoga terhadap kenyamanan ibu hamil trimester III.Metode : Jenis penelitian yang dilakukan pada penelitian hubungan keteraturan aktifitas senam prenatal yoga terhadap kenyamanan ibu hamil trimester III di PMB Mery Handayani A.Md.Keb.,SKM adalah penelitian kuantitatif,.Sampel dalam penelitian ini dipilih nmenggunakan motode total sampling.Hasil : dari analisis bivariat yang mengalamali kenyamanan setelah melakukan senam prenatal yoga adalah 24 responden dan yang teratur melakukan senam berjumlah 24 responden. Hasil uji bivariat dengan hasil uji statistik Chi-Square menunjukan bahwa ��2 hitung = 5,625 dibandikan dengan ��2 tabel = 3,841 maka Ha diterima.Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian, dapat diambil Kesimpulan bahwa ho ditolak dan ha diterima. Hal ini berarti ada hubungan antara keteraturan aktifitas senam prenatal yoga terhadap kenyamanan ibu hamil trimester III di PMB Mery Handayani A.Md.Keb.,SKM di Desa Gunung Labuhan Kecamatan Blambangan Pagar Kabupaten Lampung Utara Tahun 2025.Kata Kunci : Keteraturan Prenatal Yoga, Kenyamanan Ibu Hamil
Pemanfaatan Perasan Daun Srikaya (Annona Squamosa) Untuk Membunuh Kecoa Amerika (Periplaneta Americana) Prianto, Nawan; Suherman, Suherman; Kadarusman, Haris
MIDWIFERY JOURNAL Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 No 4 Desember 2025
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v5i4.24159

Abstract

Background: Soursop (Annona squamosa) is a plant that belongs to the genus Annona and originates from tropical regions. Soursop leaves contain substances that can be made into bio-insecticides.Objectives: The purpose of this study is to determine the ability of soursop leaf extract as a bio-insecticide against the mortality of American cockroaches (Periplaneta americana). Specifically, the objective is to determine the effectiveness of soursop leaf extract at several concentration variations, namely 40 g/100 ml, 50 g/100 ml, 60 g/100 ml, and 70 g/100 ml, over a 3-hour exposure period.Methods: This was an experimental study by spraying those four doses of soursop leaf extract into cages containing cockroaches. After 3 hours, the number of dead cockroaches in each cage was counted. The data analyses were based on the percentage of died cockroaches after being sprayed by each dose of soursop leaf extract.Results: The results obtained were as follows: the use of 40 g/100 ml, 50 g/100 ml, 60 g/100 ml, and 70 g/100 ml soursop extract doses, the cockroach mortality are respectively as follows: 20%; 40%; 60%; and 80%.Conclusion: The higher the concentration of soursop leaf extract sprayed, the higher the percentage of cockroach’s mortality. Keywords: Periplaneta americana, bio-insecticide, Annona squamosa leaves extract,                       cockroach mortality Latar Belakang .Srikaya Annona squamosa) adalah tanaman yang tergolong ke dalam genus Annona yang berasal dari daerah tropis. Daun Srikaya mengandung bahan-bahan yng dsapat dibuat menjadi insectisida Nabati.Tujuan  Tujuan dari  penelitian  ini  adalah  untuk  mengetahui  kemampuan perasan daun srikaya (Annona squamosa) sebagai insektisida nabati terhadap kecoa amerika (Periplaneta americana). Tujuan khususnya adalah diketahui kemampuan perasan daun srikaya (Annona squamosa) dengan konsentrasi perasan daun srikaya yang digunakan yaitu 40 gr /100ml, 50 gr /100 ml, 60 gr/ 100 ml dan dan 70 gr/100ml dengan waktu .3 jamMetodologi. Jenis penelitian eksperimen dengan menyemprotkan keempat dosis perasan daun srikaya kedalam kandang berisi kecoa.  Setelah 3 jam dihitung berapa banyak kecoa yang mati pada masing-masing kandang. Analisa data didasarkan pada prosentase kecoa mati setelah disemprotkan masing-masing dosis perasan daun srikaya.Hasil Setelah 3 jam dari penyemprotan diperoleh hasil pada dosis perasan 40 gr/100m kematian kecoa sebanyak  20%,  pada dosis perasan 50 gr/100ml, kematian kecoa sebanyak 40%, pada dosis  60 gr/100ml kematian kecoa  sebanyak  60%  dan pada dosis perasan  daun srikaya 70 gr/100ml kematian kecoa se3banyak 80%.Kesimpulan. Semakin tinggi konsentrasi perasan daun srikaya yang disemprotkan kedalam kandang berisi kecoa akan semakin tinggi prosentase kecoa yang mati Kata kunci : kecoa amerika, insektisida nabati, Perasan daun srikaya, Kematian Kecoa
Gambaran Pengetahuan Wanita Usia Subur Terhadap Kejadian Keputihan Fera Ulfah Pernanda; Ledy Octaviani Iqmy; Devi Kurniasari
MIDWIFERY JOURNAL Vol 6, No 1 (2026): Volume 6 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v6i1.22381

Abstract

Backround: Vaginal discharge (fluor albus) is one of the most common reproductive complaints experienced by women of childbearing age. This condition can be physiological or pathological and is often influenced by hygiene and individual knowledge. Lack of understanding  can cause women to be unable to distinguish between normal and abnormal conditions, putting them at risk of infections that affect their reproductive health.Purpose: This study aims to determine the knowledge of women of childbearing age regarding vaginal discharge at the Kebon Jahe Community Health Center in Bandar Lampung in 2025.Methods:  The  study  used  a  quantitative  descriptive  design  with  a  cross-sectional  approach.  The  sampleconsisted of 30 female respondents of childbearing age who were selected using total sampling technique. The research instrument was a closed questionnaire containing 20 questions. The data were analyzed univariately for frequency distribution and univariate analysis.Result: The results showed that the majority of respondents had a high school education (90%). A total of 29 respondents (97%) had good knowledge, while 1 respondent (3%) had poor knowledge.Conclusion: For health workers to maintain educational programs for adolescent girls on maintaining genital hygiene to prevent vaginal discharge. Furthermore, this study can be used as data for future researchers, who are expected to take larger samples that are representative of the existing population using a qualitative approach in order to gain a deeper understanding of adolescent girls' behavior in maintaining genital hygiene to prevent vaginal discharge. Keywords : Knowledge, Women of Childbearing Age, Vaginal Discharge ABSTRAK Latar belakang: Keputihan (fluor albus) merupakan salah satu keluhan reproduksi yang paling sering dialami wanita usia subur. Kondisi ini dapat bersifat fisiologis maupun patologis dan sering dipengaruhi oleh faktor kebersihan serta pengetahuan  individu.  Kurangnya  pemahaman    dapat menyebabkan wanita tidak  mampu membedakan kondisi normal dan abnormal, sehingga berisiko mengalami infeksi yang berdampak pada kesehatan reproduksi.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan wanita usia subur mengenai kejadian keputihan di Puskesmas Kebon Jahe Bandar Lampung tahun 2025Metode:  Penelitian  menggunakan  desain  deskriptif  kuantitatif  dengan  pendekatan  cross-sectional.  Sampel berjumlah 30 responden wanita usia subur yang dipilih dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner tertutup berisi 20 pertanyaan. Data dianalisis secara univariat untuk distribusi frekuensi dan univariat. Hasil: penelitian menunjukkan mayoritas responden berpendidikan SMA (90%). Sebanyak 29 responden (97%) memiliki pengetahuan baik, sementara 1 responden (3%) berpengetahuan kurang.Bagi  tenaga  kesehatan  untuk  mempertahankan  program  penyuluhan  kepada  remaja  putri  tentang  perilakumenjaga kebersihan organ genitalia dalam mencegah keputihan. Dan bagi peneliti selanjutnya dapat dijadikan sebagai data untuk peneliti selanjutnya, di-harapkan dapat mengambil sampel yang lebih besar dan mewakili populasi yang ada dengan menggunakan pendekatan kualitatif agar dapat lebih mendalam mengetahui per-ilaku remaja putri tentang menjaga kebersihan organ genitalia dalam mencegah keputihan. Kata Kunci : Pengetahuan, Wanita Usia Subur, Keputihan
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keikutsertaan Wanita Usia Subur (WUS) Dalam Melakukan Pemeriksaan Inspeksi Visual Asetat (IVA) Test Eka Agustina; Sunarsih Sunarsih; Anggraini Anggraini; Achmad Farich
MIDWIFERY JOURNAL Vol 6, No 1 (2026): Volume 6 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v6i1.12077

Abstract

Introduction : The Gedung Rejo Sakti Health Center is one of the sub-district health centers in the Tulang Bawang district with very low IVA examination results, at 29% and lower than in 2021, which was 32%. The aim of the research is to know the factors that influence the participation of women of reproductive age (WUS) in conducting a visual acetate inspection (IVA) test at the Rejo Sakti Health Center, Tulang Bawang Regency in 2023.Methods : This research is a quantitative research with a cross-sectional approach. The population is women of reproductive age at the Gedung Rejo Sakti Health Center in 2023. The sample for this research is part of women of reproductive age at the Gedung Rejo Sakti Health Center in 2023, totaling 357 people. The sampling technique was Stratified Random Sampling and primary data collection was carried out using a questionnaire. Data analysis used the chi square test.Result : The analysis showed that the frequency distribution of WUS who had never done an IVA Test was 269 people (75.4%), WUS with a good level of knowledge were 242 people (67.8%), WUS with higher education level were 245 people (68.6%) ) and WUS who did not receive support from their husbands for the IVA Test were 235 people (65.8%). There is a significant relationship between level of knowledge (P-value = 0.000), level of education (P-value = 0.000) and husband's support (P-value = 0.000) with WUS participation in the IVA Test at the Gedung Rejo Sakti Health Center in 2023. Recommended Health workers can further improve education and outreach to the community through direct counseling to WUS about the importance of detecting cervical cancer with the IVA test. Key Words : IVA test, education, knowledge, husband’s support  ABSTRAK Puskesmas Gedung Rejo Sakti merupakan salah satu puskesmas kecamatan di kabupaten tulang bawang dengan capaian pemeriksaan iva yang masih sangat rendah. yaitu 29% dan lebih rendah bila  dibandingkan dengan capaian tahun 2021 yaitu 32%. Tujuan penelitian diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi keikutsertaan wanita usia subur (wus) dalam melakukan pemeriksaan inspeksi visual asetat (iva) test di Puskesmas Gedung Rejo Sakti Kabupaten Tulang Bawang tahun 2023.Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan dengan pendekatan Cross sectional.  Populasi adalah keseluruhan wanita usia subur di Puskesmas Gedung Rejo Sakti tahun 2023. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian dari wanita usia subur di Puskesmas Gedung Rejo Sakti tahun 2023 yang berjumlah 357 orang. Teknik pengambilan sampel dilaksanakan secara Stratified Random Sampling dan pengumpulan data primer dilakukan  dengan menggunakan kuesioner. Analisa data yang digunakan menggunakan uji chi square.Hasil analisis didapatkan distribusi frekuensi WUS yang belum pernah melakukan pemeriksaan IVA Test sebanyak 269 orang (75,4), WUS dengan tingkat pengetahuan baik sebanyak 242 orang (67,8%), WUS dengan tingkat pendidikan tinggi sebanyak 245 orang (68,6%) dan WUS yang tidak mendapatkan dukungan suami untuk melakukan pemeriksaan IVA Test sebanyak 235 orang (65,8%). Ada hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan (P-value = 0,000), tingkat pendidikan (P-value = 0,000) dan dukungan suami (P-value = 0,000) dengan keikutsertaan WUS dalam melakukan pemeriksaan IVA Test di Puskesmas Gedung Rejo Sakti tahun 2023. Petugas kesehatan untuk lebih meningkatkan penyuluhan kepada masyarakat melalui konseling langsung kepada WUS akan pentingnya melakukan deteksi kanker serviks melalui pemeriksaan IVA test. Kata kunci    : Pemeriksaan IVA Test, Pendidikan, Pengetahuan, dukungan suami
Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Anemia Defisiensi Zat Besi Dalam Kehamilan Di TPMB Dini Ristiani, SST., Bdn., M.Kes Natar Lampung Selatan Meilia Ersani; Dewi Yuliasari; Ike Ate Yuviska
MIDWIFERY JOURNAL Vol 6, No 1 (2026): Volume 6 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v6i1.22360

Abstract

Background: Anemia during pregnancy is a public health problem, especially in developing countries. It is an important risk factor associated with increased maternal and fetal morbidity and mortality. The prevalence of anemia among pregnant women worldwide is 41.8%, while in Indonesia it is around 38.2%. Health workers provide health education to increase pregnant women’s knowledge about anemia, including compliance with iron supplementation.Objective: To describe the knowledge of pregnant women about iron deficiency anemia during pregnancy at TPMB Dini Ristiani, SST., Bdn., M.Kes, Natar, South Lampung in 2025.Methods: This study used a descriptive method with a total population of 30 pregnant women. The sampling technique was accidental sampling, resulting in 30 respondents.Results: Most respondents had poor knowledge (73.3%), 23.3% had sufficient knowledge, and 3.3% had good knowledge.Conclusion: Education provided by health workers regarding iron deficiency anemia is very important for early prevention and management. Through clear, simple, and continuous education, mothers can understand the importance of nutritious food, adherence to iron tablets, and regular antenatal checkups. Keywords: Knowledge, Pregnant Women, Anemia ABSTRAK Latar Belakang: Anemia selama kehamilan merupakan masalah kesehatan masyarakat, terutama di negara-negara berkembang. Anemia merupakan faktor risiko penting dalam kehamilan yang berhubungan dengan peningkatan insiden morbiditas dan mortalitas ibu dan janin. Prevalensi ibu hamil di seluruh dunia yang mengalami anemia sebesar 41,8%, sedangkan di Indonesia sekitar 38,2% ibu hamil mengalami anemia. Upaya tenaga kesehatan dilakukan melalui pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang anemia, termasuk kepatuhan minum suplemen zat besi.Tujuan: Mengetahui gambaran pengetahuan ibu hamil tentang anemia defisiensi zat besi dalam kehamilan di TPMB Dini Ristiani, SST., Bdn., M.Kes Natar Lampung Selatan Tahun 2025.Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan jumlah populasi 30 orang ibu hamil. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling sehingga diperoleh 30 responden.Hasil: Sebagian besar responden memiliki pengetahuan kategori kurang sebanyak 22 responden (73,3%), kategori cukup sebanyak 7 responden (23,3%), dan kategori baik sebanyak 1 responden (3,3%).Kesimpulan: Edukasi yang diberikan tenaga kesehatan kepada ibu hamil mengenai anemia defisiensi zat besi sangat penting dalam upaya pencegahan dan penanganan dini. Melalui edukasi yang jelas, sederhana, dan berkelanjutan, ibu dapat memahami pentingnya konsumsi makanan bergizi, kepatuhan minum tablet tambah darah, serta pemeriksaan kehamilan secara rutin. Kata Kunci: Pengetahuan, Ibu Hamil, Anemia.
Menerapkan Perspektif Pasien Dan Prinsip Lean Untuk Mengatasi Tiga Keterlambatan Kematian Ibu Di Indonesia Andreas Andoko
MIDWIFERY JOURNAL Vol 6, No 1 (2026): Volume 6 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v6i1.23198

Abstract

The maternal mortality rate (MMR) in Indonesia remains a significant public health challenge. Despite various interventions based on strengthening human resources (HR) and facilities, substantial reductions in MMR have not been achieved. This article aims to advocate for a paradigm shift from a provider-centric focus to a patient-centric focus combined with Lean Principles as a key to overcoming systematic barriers. Using the Three Delays Model theoretical framework, this study analyzes how the perspectives of pregnant women—as the primary stakeholders—reveal the real need for competent and responsive 24-hour services. The analysis indicates that the Three Delays (decision-making, reaching the facility, and taking action at the facility) are the root causes that can be addressed through the implementation of an Intelligent Responsive System based on efficient Lean Principles. The conclusion emphasizes that the focus must shift from mere physical availability to adaptive system efficiency, placing pregnant women in primary control of their own safety. Keywords: Maternal Mortality Rate (MMR), Patient Perspective, Three Delays, Lean Principles, Responsive Systems, Midwifery. ABSTRAK  Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang signifikan. Meskipun telah dilakukan berbagai intervensi berbasis penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan fasilitas, penurunan AKI yang substansial belum tercapai. Artikel ini bertujuan untuk mengadvokasi pergeseran paradigma dari fokus penyedia layanan (provider-centric) menuju fokus Perspektif Pasien (patient-centric) yang dikombinasikan dengan Prinsip Lean sebagai kunci untuk mengatasi hambatan sistematis. Dengan menggunakan kerangka teori Tiga Keterlambatan (Three Delays Model), kajian ini menganalisis bagaimana perspektif ibu hamil—sebagai pihak yang paling berkepentingan—mengungkapkan kebutuhan nyata akan kompetensi dan responsivitas layanan 24 jam. Hasil analisis menunjukkan bahwa Tiga Keterlambatan (pengambilan keputusan, mencapai fasilitas, dan tindakan di fasilitas) adalah akar masalah yang dapat diatasi melalui implementasi Sistem Responsif Cerdas yang berbasis efisiensi Prinsip Lean. Kesimpulan menegaskan fokus harus beralih dari ketersediaan fisik semata menjadi efisiensi sistem yang adaptif, menempatkan ibu hamil sebagai pemegang kendali utama keselamatan dirinya. Kata Kunci: Angka Kematian Ibu (AKI), Perspektif Pasien, Tiga Keterlambatan, Prinsip Lean, Sistem Responsif, Kebidanan
PENGARUH PERMAINAN EDUKATIF TERHADAP PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK PRA-SEKOLAH DI TAMAN KANAK-KANAK PERTIWI BRAJA EMAS 2025 Refi Mariska; Nita Evrianasari; Ike Ate Yuviska; Anggraini Anggraini
MIDWIFERY JOURNAL Vol 6, No 1 (2026): Volume 6 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v6i1.23043

Abstract

Background: The cognitive development of preschool children remains a significant issue. WHO data indicates that more than 200 million children worldwide do not reach their optimal cognitive potential, with the rate of delay in Indonesia reaching 13–18%. In Lampung Province, only 26.38% of preschool-aged children undergo developmental screening. A similar situation is seen at Pertiwi Braja Emas Kindergarten, where some children still have difficulty recognizing letters and writing.Objective: To determine the effect of educational games on the cognitive development of preschool children.Methods: The study used a pre-experimental, one-group pretest–posttest design with a quantitative approach. The population consisted of 54 respondents, with a sample size of 30 children aged 5–6 years selected using a purposive sampling technique. The research instruments consisted of Standard Operating Procedures (SOPs) for puzzle games and observation sheets. Univariate and bivariate data analysis used the Wilcoxon Signed Rank Test.Results: the study showed that the average cognitive development score of children before educational play was 49.20, increasing to 72.43 after educational play. The statistical test using the Wilcoxon test yielded a p- value of 0.000 (p-value α=0.05).Conclusion: That educational play has an effect on cognitive development in preschool children at Braja Emas 2025 Kindergarten.Recommendation: Teachers are expected to continue to increase the use and variety of educational games in daily learning. Keywords: Educational Games, Cognitive Development, Preschool ABSTRAK Latar Belakang: Perkembangan kognitif anak prasekolah masih menjadi masalah penting. Data WHO menyebutkan lebih dari 200 juta anak di dunia tidak mencapai potensi kognitif optimal, dengan angka keterlambatan di Indonesia 13–18%. Di Provinsi Lampung hanya 26,38% anak usia prasekolah yang menjalani deteksi tumbuh kembang. Kondisi serupa terlihat di TK Pertiwi Braja Emas, di mana beberapa anak masih kesulitan mengenal huruf dan menulis.Tujuan:  Diketahui pengaruh permainan edukatif terhadap perkembangan kognitif anak prasekolah.Metode: Jenis penelitian menggunakan desain pra-eksperimental one group pretest–posttest dengan pendekatan kuantitatif. Populasi sebanyak 54 responden dengan sampel berjumlah 30 anak usia 5–6 tahun yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa Standar Operasional Prosedur permainan puzzle dan lembar observasi. Analisis data univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test.Hasil: Sebelum bermainan edukatif rata-rata skor perkembangan kognitif anak adalah 49,20 meningkat menjadi 72,43 setelah bermainan edukatif. Hasil uji statistik menggunakan uji Wilcoxon nilai p-value = 0,000 (p- value a=0,05).Kesimpulan: Ada pengaruh permainan edukatif dengan perkembangan kognitif pada anak pra-sekolah di taman kanak-kanak Braja Emas 2025.Saran: Guru diharapkan terus meningkatkan penggunaan dan variasi permainan edukatif dalam proses pembelajaran sehari-hari. Kata Kunci: Permainan Edukatif, Perkembangan Kognitif, Prasekolah.