cover
Contact Name
Vincentius Widya Iswara
Contact Email
vincentius@ukwms.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.ners.lentera@gmail.com
Editorial Address
Jalan Dinoyo 42-44
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ners Lentera
ISSN : 2338624X     EISSN : 26144352     DOI : https://doi.org/10.33508/ners
Core Subject : Health,
JURNAL NERS LENTERA dengan e-ISSN: 2614-4352 dan p-ISSN: 2338-624X merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Keperawatan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. Jurnal ini merupakan sarana publikasi bagi para peneliti, dosen dan praktisi keperawatan. Artikel yang diterbitkan merupakan hasil penelitian, studi kasus, hasil studi literatur, konsep keilmuan, pengetahuan dan teknologi yang inovatif dalam lingkup keperawatan medikal-bedah, keperawatan anak, keperawatan maternitas, keperawatan kritis, keperawatan gawat darurat, keperawatan jiwa, keperawatan komunitas, keperawatan gerontik, keperawatan keluarga, dan manajemen keperawatan. JURNAL NERS LENTERA terbit 2 kali dalam setahun yaitu bulan Maret dan September. Artikel yang terbit telah melalui proses telaah sejawat yang memiliki keahlian yang relevan.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 12 No. 2 (2024)" : 9 Documents clear
Penerapan Aromaterapi Lavender Dan Relaksasi Nafas Dalam Untuk Mengatasi Masalah Nyeri Akut Pada Pasien Anemia Dengan Chronic Kidney Disease (CKD) Kintan, Yuyun; Taslim, Muhammad Anis
JURNAL NERS LENTERA Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v12i2.5675

Abstract

Pendahuluan: Anemia pada (CKD) Penyakit Ginjal Kronis terjadi karena ginjal mengalami defisiensi eritropoietin sebagai pembentuk sel darah merah, rendahnya kadar hemoglobin mengakibatkan darah tidak dapat mengikat oksigen sebanyak yang diperlukan tubuh sehingga menimbulkan gejala salah satunya berupa nyeri kepala, terapi non-farmakologi yang dapat digunakan dalam mengatasi nyeri kepala diantaranya adalah aromaterapi. Penerapan ini bertujuan untuk mengurangi nyeri kepala menggunakan aromaterapi lavender dan relaksasi pernapasan dalam. Metode : Metode yang digunakan yaitu deskriptif dengan pendekatan studi kasus konservasi melalui pengkajian, penegakan diagnosa, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Hasil : Hasil penerapan menunjukkan sebelum melakukan terapi intensitas nyeri berada pada rentang nyeri sedang (skala 6) dan setelah melakukan terapi berada pada rentang nyeri ringan (skala 1). Kesimpulan: Penerapan ini membuktikalah bahwa aromaterapi lavender dan relaksasi pernapasan dalam efektif untuk mengurangi nyeri kepala.
Pendidikan Kesehatan Dengan Metode ACEJ (Active, Creative, Effective and Joyful) Dalam Upaya Meningkatkan Pengetahuan Gastritis Pada Remaja Di Pondok Pesantren Bina Dakwah Loa Bakung Nursyahfitri, Yunig Tyas; Safrudin, Bachtiar Lubis; Burhanto, Burhanto; Purdani, Kartika Setya
JURNAL NERS LENTERA Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v12i2.5747

Abstract

Latar Belakang: Gastritis atau yang dikenal dengan penyakit maag merupakan penyakit pencernaan yang dapat mengganggu aktivitas sehari hari. Bentuk pelayanan kesehatan komunitas saat ini masih dirasa belum optimal dalam mengatasi gastritis. Strategi intervensi keperawatan komunitas melalui pendekatan promosi kesehatan dan pemberdayaan (empowering) dalam menyelesaikan masalah kesehatan komunitas. Penerapan promosi kesehatan dengan metode teknik ACEJ akan lebih maksimal dilakukan dengan pendekatan Focus Group Discsusion (FGD). Keterampilan dalam mebuat obat tradisonal kunyit madu dan Breathing Exsercise menjadi salah satu yang bisa diajarkan.Tujuan : melakukan Analisis Praktik Klinik Keperawatan analisis Praktik Klinik Keperawatan Dengan Intervensi Inovasi Pendidikan Kesehatan Dengan Metode Acej (Active, Creative, Effective And Joyful) Dalam Upaya Pencegahan Gastritis Pada Remaja Di Pondok Pesantren Bina Dakwah Loa Bakung.Metode: studi kasus dengan asuhan keperawatan yang dilakukan pada 5 orang siswa yang pernah memiliki riwayat gastritis dalam 3 bulan terakhir.Hasil : Hasil pengukuran pengetahuan dari kuesioner yang di berikan menunjukkan sebagian besar pengetahuan kurang sebanyak 4 siswa (80%) dan sebanyak 2 siswa (20%) memiliki pengetahuan kategori sedang setelah intervensi skor pengetahuan setelah intervensi sebnayak 5 siswa (100%) pengetahuan menjadi kategori baik.Kesimpulan: Pemberian edukasi Active, Creative, Effective, and Joyful (ACEJ) dan teknik Focus Group Discision (FGD) dimana eduksi tidak hanya memberikan pemahaman tentang gastristis dari pengertian, penyebab, tanda gejala, akibat, pencegahan dan penatalaksanaan juga ditambahkan dengan keterampilan pembuatan pesasan kunyit madu dan breathing exercise. 
Hubungan Antara Durasi Penggunaan Layar Gadget Dengan Kejadian Sindroma Mata Kering Djajanti, Cicilia Wahju; Kumala, Debby Ratih; Yuliati, Ignata
JURNAL NERS LENTERA Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v12i2.5844

Abstract

Abstrak: Gangguan akomodasi dan kelelahan mata adalah hasil dari penggunaan perangkat yang tidak terkendali untuk jangka waktu yang lama. Otot refleks kedip mata adalah yang menjadi lelah. Refleks kedip yang lemah menyebabkan mata kering saat mata lelah. Ketajaman penglihatan yang berkurang dan ketidaknyamanan adalah gejala sindrom mata kering. Penggunaan perangkat dalam jangka waktu lama di kalangan mahasiswa di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya terbukti berhubungan dengan peningkatan risiko gejala sindrom mata kering termasuk mata merah, radang, terbakar, dan berair. Kami bermaksud untuk mengukur korelasi antara jumlah waktu yang dihabiskan orang untuk menatap layar dan prevalensi kondisi mata kering. Studi ini mensurvei 68 orang senior menggunakan teknik pengambilan sampel acak proporsional untuk menarik kesimpulan dari desain studi korelasional cross-sectional. OSDI dan kuesioner durasi waktu layar untuk perangkat elektronik digunakan. Temuan studi menunjukkan korelasi kuat antara jumlah waktu yang dihabiskan untuk menatap layar dan terjadinya sindrom mata kering, sebagaimana dikonfirmasi oleh uji hipotesis Rank Spearman, yang menghasilkan nilai p sebesar 0,000 (p < 0,05). Korelasi positif yang sangat signifikan (rs +0,000) ditemukan dalam studi tersebut. Dengan penggunaan perangkat yang melampaui empat jam, 55,9% responden menderita kondisi mata kering yang parah. Pengguna harus memperhatikan berapa banyak waktu yang mereka habiskan di depan layar dan harus beristirahat bila perlu, menurut studi tersebut. Kata kunci : Durasi layar gadget, sindroma mata kering, OSDI
Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Denyut Jantung Penderita Diabetes Melitus Manungkalit, Maria; Lilyana, Maria Theresia Arie; Mamahit, Ruth Lady Nyoo
JURNAL NERS LENTERA Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v12i2.5888

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan salah satu penyakit dengan lama perawatan dan komplikasi yang sangat jelas. Menurunnya sensitivitas pembuluh darah sebagai akibat dari komplikasi DM yang akan berdampak pada denyut jantung penderitanya. Salah satu penatalaksanaan pengendalian DM adalah aktivitas fisik. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan hubungan aktivitas fisik dengan detak jantung pada penderita DM. Penelitian ini menggunakan pendekatan Cross Sectional Study dengan variabel independen aktivitas fisik dan variabel dependen denyut jantung. Populasi penelitian ini sebanyak 297 orang penderita DM tipe 2 yang datang ke ke Puskesmas Blega Bangkalan pada bulan Januari-Mei tahun 2022. Jumlah sampel sebanyak 31 orang yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dengan menggunakan teknik pengambilan sampling yaitu purposive sampling. Hasil dianalisa menggunakan uji korelasi Spearman’s Rho (α<0,05) dan didapat hasil ada hubungan aktivitas fisik dengan detak jantung pada penderita DM dengan nilai p value 0.000. Meningkatnya denyut jantung dapat dipengaruhi oleh aktivitas fisik sehingga dilakukan semampunya saja agar kontrol terhadap gula darah tetap terjaga
Prediktor Kualitas Tidur Pada Lansia Penderita Penyakit Kronis Dengan Komorbiditas di Panti Werdha Sari, Ni Putu Wulan Purnama; Cempaka, Anindya Arum; Pae, Kristina; Carlos, Dominikus Andriano
JURNAL NERS LENTERA Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v12i2.5890

Abstract

Pendahuluan: Lansia rentan mengalami penyakit kronis akibat penuaan yang mampu memicu stres psikologis. Stres merupakan prediktor terkuat dari kualitas tidur yang buruk. Terkadang, penyakit kronis yang muncul lebih dari satu, dimana penyakit penyerta disebut komorbiditas. Penelitian ini bertujuan menganalisis prediktor kualitas tidur pada lansia penderita penyakit kronis dengan komorbiditas pada setting panti werdha. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Populasi adalah semua lansia penderita penyakit kronis dengan komorbiditas di salah satu panti werdha di Surabaya. Sampel adalah total populasi (n=30). Instrumen Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) digunakan dalam pengumpulan data. Uji regresi linear dan ordinal digunakan untuk menganalisis data (α=0,05). Hasil: Mayoritas responden adalah lansia laki-laki (57%), manula (87%), menderita diabetes mellitus (60%) dengan komorbiditas asma (36%), dan kualitas tidurnya buruk (90%). Prediktor kualitas tidur yang terbukti signifikan pada kelompok populasi ini adalah onset tidur (p=0,000) dan rasa kantuk saat aktivitas (p=0.000). Pembahasan: Latensi tidur dan disfungsi siang hari merupakan prediktor kualitas tidur yang signifikan pada kelompok populasi ini. Kesimpulan: Mayoritas item dalam PSQI tidak mampu mengkaji kualitas tidur lansia yang memiliki penyakit kronis dengan komorbiditas, kecuali item 2 dan 7 tentang onset tidur dan rasa kantuk saat aktivitas. 
Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Terhadap Tingkat Pengetahuan (Tahu) Remaja Mengenai Sleep Hygiene (Penelitian di SMA Katolik Stella Maris Surabaya ) Suhariyanto, Yosi Slamet; Widianingtyas, Sisilia Indriasari; Prastyawati, Irine Yunila
JURNAL NERS LENTERA Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v12i2.5898

Abstract

Sleep hygiene refers to behaviors that can effectively improve the quality of sleep. At SMAK Stella Maris Surabaya, many students experience sleep disturbances at night. This study aimed to analyze the impact of health education on the level of knowledge about sleep hygiene among adolescents at SMAK Stella Maris Surabaya. This research employed a pre-experimental design with a OneGroup Pre-Post Test Design, with the research variable being the level of knowledge. The study population consisted of 11th-grade students, with a sample size of 56 respondents selected through simple random sampling. Data was collected using a questionnaire that assessed the level of knowledge about sleep hygiene. The results showed that before the health education, more than 50% (79%) of the respondents had a low level of knowledge. However, after the health education, it was found that 100% of the respondents had a good level of expertise. The Wilcoxon test showed a p-value of 0.000 with a Z score of 6.798, indicating that p < α. With the post-test results showing a significant improvement, health education positively impacted the adolescents’ knowledge level regarding sleep hygiene. It is recommended that the school provides health education to students who have not yet received information about sleep hygiene. Keywords: health education, knowledge, Sleep Hygiene
Hubungan Jenis Persalinan Dengan Baby Blues Syndrom Juwita, Linda; Astarini, Made Indra Ayu; Dahlia, Dahlia
JURNAL NERS LENTERA Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v12i2.5899

Abstract

Kondisi yang sering dialami secara psikologis pada ibu pasca melahirkan adalah baby blues syndrome. Baby blues adalah keadaan gangguan efek ringan yang terlihat di minggu  pertama  persalinan.  Lebih dari 50% ibu setelah melahirkan akan mengalami kondisi baby blues syndrome pada ibu nifas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan jenis persalinan dengan kejadian baby blues syndrome. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan desain cross sectional menggunakan pendekatan observasional dengan alat bantu kuesioner. Variabel independent adalah jenis persalinan dan variabel dependen adalah kejadian baby blues syndrome.  Pengumpulan data dilakukan bulan April 2023. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu nifas. Teknik sampling menggunakan purposive Teknik sampling dengan jumalah responden sebesar 28. Intrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner data demografi untuk mengukur jenis persalinan dan Maternal Blues Scale (MBS) untuk mengukur baby blues syndorme. Berdasarkan hasil uji statistik dengan rank spearman didapatkan p (0.177) > 0.05, yang berarti tidak hubungan ada jenis persalinan dengan baby blues syndrome.  Kelelahan dan ekspektasi yang tidak sesuai merupakan salah satu faktor yang menimbulkan baby blues syndrome
Pengaruh Dukungan Sosial Terhadap Tiga Dimensi Kepatuhan Pengobatan Kemoterapi Oral Pada Pasien Kanker Werdani, Yesiana Dwi Wahyu; Sari, Nia Novita; Lalu, Andriancy Yude
JURNAL NERS LENTERA Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v12i2.5948

Abstract

Kepatuhan program pengobatan kemoterapi oral merupakan hal yang perlu dioptimalkan untuk mencegah metastasis sel kanker. Dukungan sosial menjadi faktor penting agar pasien kanker patuh menjalani pengobatan. Tujuan penelitian menganalisis pengaruh dukungan sosial terhadap tiga dimensi kepatuhan pengobatan kemoterapi oral pada pasien kanker. Desain yang digunakan korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi sejumlah 69 pasien kanker di Puskesmas Pacarkeling, Puskesmas Rangkah dan Puskesmas Kedungdoro Surabaya. Jumlah sampel 22 responden didapat melalui teknik purposive sampling sesuai kriteria tertentu. Instrumen yang digunakan yaitu Descriptive Statistics of Social Support dan Oral Chemotherapy Adherence Scale. Hasil mean dukungan sosial 31.77 + 4.23, kepatuhan dimensi 1 (kepatuhan minum obat) 38.04 + 5.68, dimensi 2 (kepatuhan instruksi obat) 16.36 + 2.66 dan dimensi 3 (kepatuhan penatalaksanaan efek samping) 10.54 + 1.59. Hasil uji statistik regresi linear sederhana dukungan sosial terhadap kepatuhan minum obat p = 0.007, terhadap kepatuhan instruksi obat p = 0.004, dan terhadap kepatuhan penatalaksanaan efek samping obat p = 0.018. Hal ini berarti ada pengaruh yang signifikan antara dukungan sosial dengan tiga dimensi kepatuhan pengobatan kemoterapi oral pada pasien kanker. Dukungan sosial dari keluarga, saudara, sahabat, dokter, perawat, dan kerabat dapat membantu meningkatkan keinginan pasien kanker untuk terus patuh dalam menjalani pengobatan kemoterapi oral sesuai dengan yang diprogramkan secara medis
Gambaran Skala Optimisme Individu Pada Pasien Kanker Prasetya, Arief Widya; Purwantini, Dwi; Saputra, Agung Kurniawan
JURNAL NERS LENTERA Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v12i2.6006

Abstract

Penyakit kanker menimbulkan banyak penderitaan bagi penderitanya tidak hanya pada aspek fisik, tetapi juga aspek psikologis, termasuk kecemasan, depresi, dan kelelahan emosional serta optimisme. Optimisme adalah sebuah keyakinan bahwa hal-hal yang baik akan terjadi di masa depan, bahkan dalam kondisi yang paling sulit.  Aspek optimisime pada penderita kanker diyakini sebagai faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan pengobatan dan kualitas hidup pasien kanker. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan skala optimisme individu pada penderita kanker. Studi ini menggunakan desain deskriptif dengan populasi penderita kanker di rumah singgah YKI Cabang Jawa Timur yang memenuhi kriteria. Penelitian ini menggunakan consecutive sampling dengan variabel adalah skala optimisme individu penderita kanker. Instrumen penelitian yang dipergunakan adalah The 9-item Version of the Personal Optimism and Self-Efficacy Optimism Scales. Pada hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar (85%) responden memiliki skala optimisme individu yang tinggi. Skala Optimisme individu yang lebih tinggi dijumpai pada penderita kanker yang berjenis kelamin perempuan, telah menikah, jenis kanker yang berprognosis baik serta diagnosis kanker pada stadium awal. Memperhatikan hal tersebut maka dukungan sosial dan psikologis, bersama dengan intervensi yang tepat, maka akan sangat membantu penderita kanker dalam menjaga optimisme dan meningkatkan kualitas hidup serta hasil pengobatan mereka yang lebih baik.

Page 1 of 1 | Total Record : 9