cover
Contact Name
Vincentius Widya Iswara
Contact Email
vincentius@ukwms.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.ners.lentera@gmail.com
Editorial Address
Jalan Dinoyo 42-44
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ners Lentera
ISSN : 2338624X     EISSN : 26144352     DOI : https://doi.org/10.33508/ners
Core Subject : Health,
JURNAL NERS LENTERA dengan e-ISSN: 2614-4352 dan p-ISSN: 2338-624X merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Keperawatan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. Jurnal ini merupakan sarana publikasi bagi para peneliti, dosen dan praktisi keperawatan. Artikel yang diterbitkan merupakan hasil penelitian, studi kasus, hasil studi literatur, konsep keilmuan, pengetahuan dan teknologi yang inovatif dalam lingkup keperawatan medikal-bedah, keperawatan anak, keperawatan maternitas, keperawatan kritis, keperawatan gawat darurat, keperawatan jiwa, keperawatan komunitas, keperawatan gerontik, keperawatan keluarga, dan manajemen keperawatan. JURNAL NERS LENTERA terbit 2 kali dalam setahun yaitu bulan Maret dan September. Artikel yang terbit telah melalui proses telaah sejawat yang memiliki keahlian yang relevan.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 13 No. 1 (2025)" : 9 Documents clear
Hubungan Pengetahuan, Sikap, Dan Motivasi Perawat Dengan Pelaksanaan Keperawatan Pada PAsien Dengan Kondisi End Of Life Di Ruang Intensive Care Unit Rumah Sakit X Jakarta Nurhayati, Nurhayati; Suprapti, Fitriana
JURNAL NERS LENTERA Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v13i1.6019

Abstract

Pendahuluan: Perawatan End Of Life adalah perawatan pasien terminal mendekati akhir hayat sebagai persiapan pasien meninggal dengan damai dan bermartabat. Pengetahuan, sikap dan motivasi perlu dimiliki oleh perawat ICU untuk menentukan asuhan keperawatan EOL. Tujuan: Tujuan penelitian adalah menganalisis hubungan pengetahuan,sikap dan motivasi perawat ICU dalam memberikan perawatan EOL. Metode: Metode yang digunakan deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional pada 56 sampel di RS X. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan pelaksanaan perawatan EOL dengan pengetahuan perawat (nilai p 0.004), sikap (nilai p 0.006), dan motivasi perawat (nilai p 0.000). Pembahasan: Pengetahuan perawat ditentukan dari kesiapan pendidikan di kurikulum dan pelatihan perawatan EOL diperlukan untuk kesiapan perawat. Sikap perawat terhadap perawatan EOL ditentukan oleh persepsi perawat terhadap akhir hayat dan topik ini juga cenderung dihindari. Kesimpulan: Rekomendasi untuk kurikulum dan pelatihan akhir hayat serta pembinaan motivasi perawat agar pelaksanaan perawatan EOL dapat terlaksana dengan baik.
Analisa Praktik Keperawatan Healing Touch Dengan Story Telling Dalam Manajemen Ansietas Pada Pasien Penumonia Di Intensive Care Unit Lubis, Bachtiar Safrudin; Krisnawati, Endang
JURNAL NERS LENTERA Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v13i1.7229

Abstract

Pendahuluan: Kecemasan merupakan manifestasi yang sering muncul pada pasien Pneumonia. Kecemasan yang tidak tertangani dengan baik akan berdampak pada kecemasan yang akan meningkatkan hormon epinefrin dalam tubuh karena dapat meningkatkan oksigen dan glukosa ke otak dan otot dengan cara meningkatkan denyut jantung. Sehingga akan memperburuk prognosis pasien yang sedang dirawat. Terapi alternatif sebagai salah satu bentuk intervensi nonfarmakologi diperlukan untuk mengatasi kecemasan yang terjadi pada pasien. Melalui story telling dan healing touch dapat mengontrol epinefrin dan menurunkan kecemasan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi masalah kecemasan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan proses asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, implementasi dan evaluasi. Subjek dalam studi kasus ini adalah Pasien Pneumonia yang dirawat di ruang ICU RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 2 pasien. Intervensi yang diberikan dalam menurunkan skala kecemasan menggunakan HARS yang diukur sebelum dan sesudah intervensi Healing Touch dan story telling selama 3 kali intervensi. Hasil: Evaluasi intervensi keperawatan teknik sentuhan penyembuhan dan bercerita menunjukkan adanya perubahan pada skala kecemasan. Kesimpulan: Terapi healing Touch dan story telling yang dilakukan dapat menurunkan efek ketegangan. Kulit merupakan organ terkuat yang dapat menerima rangasangan pada tubuh manusia, dan ketika reseptor sensoriknya dirangsang, hormon oksitoksin (yang membuat tubuh merasa lebih baik) dilepaskan dan pada saat yang bersamaan kortisol (hormon stress) berkurang. Kata Kunci : Sentuhan penyembuhan dan bercerita, pneumonia
Hubungan Adiksi Game Online Dengan Perubahan Pola Makan Pada Pelajar Di SMAK Istiqomah Muhammadiyah 4 Samarinda Indrawati, Sara; Purdan, Kartika Setia; Lubis, Bachtiar Safrudin
JURNAL NERS LENTERA Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v13i1.7240

Abstract

Latar Belakang: Bermain game online dapat menyebabkan perubahan pola makan pada remaja. Akibat perubahan pola makan memicu kurangnya kecukupan nutrisi yang diperlukan tubuh sehingga mempengaruhi aktivitas dan semangat siswa belajar. Tujuan: Mengetahui hubungan adiksi game online dengan perubahan pola makan pada pelajar di SMK Istiqomah Muhammadiyah 4 Samarinda. Metode: Penelitian ini menggunakan desain Crossesctional. Polulasi dalam penelitian ini adalah pelajar kelas XI sebanyak 131 orang. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah pelajar yang mengalami adiksi game online sebanyak 99 orang pelajar. Analisa data penelitian dilakukan dengan uji chi square. Hasil: Analisa univariat menunjukkan hampir sebagian pelajar mengalami adiksi game online ringan sebanyak 51 orang (51,1%) dan sebagian besar sebanyak 60 orang (60,6%) memiliki pola makan baik. Hasil uji bivariat menggunakan uji chi square menunjukkan bahwa p-value = 0,004 < dari nilai alpha 0,05 Sedangkan nilai odd rasio sebesar 0,296. Kesimpulan: Ada hubungan antara adiksi game online dengan perubahan pola makan dimana pelajar yang mengalami adiksi game online sedang berisiko 0,3 kali mengalami perubahan pola makan dalam kategori buruk pelajar di SMK Istiqomah Muhammadiyah 04 Samarinda tahun 2024.
Pengaruh Tindakan Relaksasi Otot Progresif Terhadap Kecemasan Pada Remaja Di SMAK Stella Maris Surabaya Jelahu, Ponpilianus; Djajanti, Cicilia Wahju; Widianingtyas, Sisislia Indriasari
JURNAL NERS LENTERA Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v13i1.7260

Abstract

Pendahuluan: Kecemasan adalah suatu keadaan psikologis yang ditandai dengan perasaan takut atau khawatir serta gelisah yang umumnya sering terjadi pada remaja. Oleh karena itu, strategi yang dapat dilakukan untuk mengatasi kecemasan yaitu tindakan relaksasi otot progresif yang menekan kerja sistem saraf simpatis dan mengaktifkan kerja sistem saraf parasimpatis sehingga dapat menimbulkan rasa kenyaman dan senang. Fenomena yang ditemukan yaitu banyaknya remaja yang merasa khawatir akan masa depannya dan takut akan penilaian negative oleh orang lain terhadap dirinya. Tujuan:  penelitian ini bertujuan menilai tingkat kecemasan pada remaja sebelum dan sesudah dilakukan tindakan relaksasi otot progresif di SMAK Stella Maris Surabaya. Metode: metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pre eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest design dengan menggunakan teknik total sampling sebanyak 35 responden. Penelitian ini menggunakan kuesioner HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale). Hasil: penelitian ini menggunakan analisis uji hipotesis Wilcoxon yaitu p=0.000 (p<0,05), artinya ada pengaruh tingkat kecemasan sebelum dan sesudah dilakukan tindakan relaksasi otot progresif. Kesimpulan: hasil dalam penelitian ini menunjukan sebagian besar (77%) remaja yang tidak mengalami kecemasan setelah dilakukan tindakan relaksasi otot progresif. Peneliti merekomendasi kepada pihak sekolah untuk menghimbau kepada para siswa/siswi untuk melakukan tindakan relaksasi otot progresif sebagai upaya mengatasi kecemasan.
Cyberbullying Victimization Dan Kesehatan Mental Remaja Kirbianti, Kista Elizabeth; Lusiani, Etik; Wardhani, Iriene Kusuma
JURNAL NERS LENTERA Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v13i1.7275

Abstract

Latar Belakang: Cyberbullying victimization ditimbulkan secara sengaja dan terus menerus oleh para pelaku, yang bermaksud mengancam korban dengan bermacam rupa, baik secara verbal, fisik, hingga mengganggu kesehatan mental. Sebagian remaja di SMA Hang Tuah 4 Surabaya mengatakan bahwa mereka pernah menjadi cyberbullying victimization hingga mengalami gangguan kesehatan mental. Tujuan: tujuan penelitian ini menganalisis hubungan cyberbullying victimization terhadap kesehatan mental remaja pertengahan di SMA Hang Tuah 4 Surabaya. Metode: Desain penelitian ini menggunakan studi korelasi dengan pendekatan cross sectional. Responden dalam penelitian ini berjumlah 124 siswa dengan menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian cyberbullying victimization adalah kuesioner CYBVICS (Cyberbullying Victimization Scale) dan instrumen penelitian kesehatan mental adalah MHI-38 (Mental Health Inventory-38). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan lebih dari 50% (54%) responden termasuk cyberbullying victimization tinggi dan lebih dari 50% (61%) responden memiliki kesehatan mental rendah dengan hasil uji rank spearman p =0,000 dan r = (-) 0,633. Kesimpulan: ada hubungan kuat dengan arah negatif yang artinya semakin tinggi cyberbullying victimization maka semakin rendah kesehatan mental remaja pertengahan di SMA Hang Tuah 4 Surabaya. Sebagai masukan untuk meningkatkan efektivitas bimbingan konseling, kepala sekolah dapat meningkatkan kembali tugasnya dengan aktif membuat jadwal konseling tiap bulannya untuk mencegah adanya cyberbullying victimization.
Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Konsep Diri Pada Remaja Ronga, Klarisa; Widianingtyas, Sisilia Indriasari; Sinawang, Gabriel Wanda
JURNAL NERS LENTERA Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v13i1.7300

Abstract

Pendahuluan: Pola asuh orang tua dapat memberikan pengaruh yang besar terhadap perkembangan konsep diri anak khususnya remaja. Fenomena di SMPK Stella Maris ditemukan beberapa orang tua menerapkan pola asuh yang yang efektif seperti demokratis, namun ada juga orang tua menerapkan pola asuh permisif dan otoriter sehingga beberapa anak memiliki konsep diri rendah. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan pola asuh orang tua dengan konsep diri pada remaja. Metode: Jumlah sampel sebanyak 84 orang yang memenuhi kriteria inklusi, dari 108 orang. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dengan menggunakan teknik proposional random sampling. Instrument penelitian ini menggunakan kuesioner PAQ (parental authority questionnaire) dan TSCS (tennesse self concept scale). Hasil: Hasil analisis statistik didapatkan sebanyak 66% responden menerima pola asuh demokratis, sebanyak 32% responden menerima pola asuh permisif, dan sebanyak 2% responden menerima pola asuh otoriter. Sebagian besar remaja memiliki konsep diri yang positif. Hasil uji Rank Spearmen menunjukan nilai p=0,001 dengan r =+0,342 berarti menunjukkan kekuatan hubungan antara kedua variabel rendah dengan arah hubungan yang positif. Kesimpulan: Pola asuh orang tua yang efektif atau demokratis pada remaja membantu remaja tersebut dalam perkembangan konsep dirinya yang lebih positif. Oleh karena itu pihak sekolah tetap bekerjasama dengan orang tua dalam membantu mendidik dan mengarahkan remaja, dan tetap menjalankan program sekolah terkait dengan pemberian edukasi dan pengarahan kepada orang tua dalam memberikan pola asuh terhadap anak. Kata Kunci: pola asuh orang tua, konsep diri, remaja  
Efektivitas Pemberian Terapi Relaksasi Otot Progresif Dan Benson Pada Lansia Dengan Hipertensi Sari, Nia Novita; Maria Manungkalit; Widya Ayu Kusuma Ningrum
JURNAL NERS LENTERA Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v13i1.7311

Abstract

Pendahuluan: Penelitian ini bermula dari adanya angka kejadian hipertensi pada lansia masih tinggi. Peningkatan sensitifitas terhadap asupan natrium dan terjadinya penurunan elastisitas pembuluh darah perifer akibat proses penuaan berdampak pada peningkatan tekanan darah lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian terapi relaksasi otot progresif dan terapi relaksasi benson pada lansia dengan hipertensi. Metode: Desain penelitian ini adalah pre eksperimental One Group Pre-Post Test Design. Penelitian ini dilakukan pada bulan April 2022 di Panti Griya Werdha Jambangan Surabaya. Sampel penelitian adalah 22 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Metode pengambilan sampel dengan purposive sampling. Instrumen dependen perubahan tekanan darah menggunakan lembar tabel observasi. Intervensi dilakukan 3 kali seminggu dalam 2 minggu. Analisis data dengan paired T-test. Hasil: Hasil rata-rata tekanan darah sebelum intervensi sistolik 147,68 dan diastolik 92,45. Hasil rata-rata tekanan darah setelah intervensi sistolik 137,81, dan diastolik 87,95. Hasil uji statistik diperoleh p value 0,000 (<0,05), ada perubahan tekanan darah setelah diberikan intervensi terapi relaksasi otot progresif dan terapi relaksasi benson. Kesimpulan: Pemberian terapi non farmakologi yaitu terapi relaksasi otot progresif dan terapi relaksasi benson efektif untuk menurunkan tekanan darah pada lansia. Kata kunci: hipertensi; lansia; terapi relaksasi otot progresif; terapi relaksasi benson
Pengaruh Adaptasi Dalam Bermain Puzzle Terhadap Kativitas Belajar Siswa Di Sekolah Dasar Marcello, Steven Aldo; Mare, Agustina Chriswinda Bura; Maryuti, Ira Ayu; Pae, Kristina
JURNAL NERS LENTERA Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v13i1.7338

Abstract

Pendahuluan: aktivitas belajar merupakan prinsip yang penting dalam proses belajar mengajar. Dalam suatu proses pembelajaran, adaptasi diperlukan baik oleh guru maupun peserta didik (siswa). Peneliti ingin mengetahui pengaruh dari konsep permainan puzzle berbasis adaptasi terhadap aktivitas belajar siswa. Metode: desain penelitian explanatory surveydengan pendekatan cross-sectional, populasi siswa kelas 5-6 SD dengan jumlah sampel sebanyak 123 siswa menggunakan rule of the thumb. Hasil: mayoritas siswa memiliki persepsi dan informasi bermain puzzle yang cukup, pembelajaran tentang puzzle yang cukup, penilaian yang cukup dan emosi yang positif dalam bermain puzzle. Keaktifan belajar siswa, sebanyak 11,4% aktif, 18,7% cukup aktif, dan 69,9% kurang aktif. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan antara puzzle terhadap aktivitas belajar siswa (p-value= 0,000). Pembahasan: puzzle dapat memberikan pengaruh terhadap aktivitas belajar siswa, namun ada beberapa faktor yang dapat mengganggu pengaruh tersebut diantaranya adalah kecemasan yang dialami oleh siswa. Kesimpulan: Permainan puzzle berbasis adaptasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap aktivitas belajar siswa, dimana siswa akan beradaptasi dengan permainan puzzle yang diberikan dan dapat memberikan suatu respon adaptif berupa aktivitas belajar siswa yang memiliki kategori aktif, cukup aktif dan kurang aktif.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Fatigue Pada Pasien Kanker Maryuti, Ira Ayu; Mare, Agustina Chriswinda Bura; Febriyanti, Erna
JURNAL NERS LENTERA Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v13i1.7372

Abstract

Latar belakang : Fatigue adalah kondisi subjektif yang ditandai dengan rasa lelah yang berlangsung terus-menerus dan berkaitan dengan penyakit kanker maupun proses pengobatannya. Tujuan : menganalisa faktor yang mempengaruhi terjadinya fatigue pada pasien kanker. Metode : desain penelitian menggunakan studi literature review. Pencarian literature dengan menggunakan database yaitu PubMed, Proquest, Ebsco Host dan Science direct serta daftar referensi diambil secara manual dan ditemukan 738 artikel sesuai dengan kata kunci selama 10 tahun terakhir (2015-2025) dan kami menyaringnya untuk menilai kelayakan dan memilih 5 artikel yang relevan sebagai referensi utama. Hasil dan Pembahasan : diperoleh 5 artikel yang relevan dan sesuai dengan kriteria inklusi. Ulasan dalam artikel tersebut menyatakan beberapa faktor yang dapat menyebabkan atau memicu fatigue pada pasien kanker yaitu kadar Hb rendah, lama menderita dan stadium kanker, pengobatan kemoterapi, dan pengobatan terapi radiasi. Kesimpulan : Fatigue pada pasien kanker dipicu oleh berbagai faktor fisik, psikologis, dan efek terapi. Stres, kecemasan, dan depresi turut memperparah kondisi ini, sehingga mengganggu energi dan fungsi tubuh, serta menurunkan kualitas hidup.

Page 1 of 1 | Total Record : 9