cover
Contact Name
Vincentius Widya Iswara
Contact Email
vincentius@ukwms.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.ners.lentera@gmail.com
Editorial Address
Jalan Dinoyo 42-44
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ners Lentera
ISSN : 2338624X     EISSN : 26144352     DOI : https://doi.org/10.33508/ners
Core Subject : Health,
JURNAL NERS LENTERA dengan e-ISSN: 2614-4352 dan p-ISSN: 2338-624X merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Keperawatan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. Jurnal ini merupakan sarana publikasi bagi para peneliti, dosen dan praktisi keperawatan. Artikel yang diterbitkan merupakan hasil penelitian, studi kasus, hasil studi literatur, konsep keilmuan, pengetahuan dan teknologi yang inovatif dalam lingkup keperawatan medikal-bedah, keperawatan anak, keperawatan maternitas, keperawatan kritis, keperawatan gawat darurat, keperawatan jiwa, keperawatan komunitas, keperawatan gerontik, keperawatan keluarga, dan manajemen keperawatan. JURNAL NERS LENTERA terbit 2 kali dalam setahun yaitu bulan Maret dan September. Artikel yang terbit telah melalui proses telaah sejawat yang memiliki keahlian yang relevan.
Articles 195 Documents
Mengurangi Rasa Nyeri Punggung Bawah Lansia Melalui Intervensi William Flexion Exercise, Mc. Kenzie, dan Pelvic Rocking Cristoper Caesar Antonio; Vida Cahlia Novita Sari; Vida Dwi Novinda Sari
JURNAL NERS LENTERA Vol. 14 No. 2 (2026): JURNAL NERS LENTERA
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v14i2.8964

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Low Back Pain (LBP) merupakan masalah muskuloskeletal yang sering dialami lansia dan dapat membatasi aktivitas serta menurunkan kualitas hidup. Latihan non farmakologis seperti William Flexion Exercise, McKenzie Exercise, dan Pelvic Rocking berpotensi membantu mengurangi nyeri. Kajian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas ketiga intervensi tersebut dalam menurunkan nyeri LBP pada lansia. Metode: Literatur ditelusuri melalui Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect untuk publikasi tahun 2021–2026. Seleksi artikel menggunakan kerangka PICO dan prinsip PRISMA 2020. Studi yang memenuhi kriteria adalah penelitian eksperimental atau quasi-eksperimental pada lansia dengan LBP yang mengevaluasi intensitas nyeri setelah intervensi terkait. Hasil: Enam studi dengan total 225 peserta memenuhi kriteria. Seluruh studi yang terinklusi mengevaluasi William Flexion Exercise dan menunjukkan penurunan intensitas nyeri. Pada studi yang melaporkan skor numerik, penurunan nyeri berkisar 1,56–3 poin dengan hasil signifikan (p≤0,001). Satu studi menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antara William Flexion Exercise dan latihan isometrik (p=0,879). Bukti yang memenuhi kriteria untuk McKenzie Exercise dan Pelvic Rocking masih terbatas. Pembahasan: Hasil kajian menunjukkan konsistensi manfaat William Flexion Exercise dalam menurunkan nyeri LBP pada lansia. Latihan ini berpotensi membantu mengurangi ketegangan otot lumbosacral dan meningkatkan fleksibilitas, sehingga dapat mendukung pengurangan nyeri. Namun, sebagian besar penelitian memiliki desain pre-post tanpa kelompok kontrol sehingga kekuatan bukti masih terbatas. Heterogenitas instrumen nyeri, durasi intervensi, dan desain penelitian juga membatasi perbandingan langsung antar penelitian. Kesimpulan: William Flexion Exercise berpotensi menjadi intervensi non farmakologis untuk menurunkan LBP pada lansia. Penelitian berkualitas tinggi masih diperlukan, terutama untuk McKenzie Exercise dan Pelvic Rocking.
Status Jaminan Kesehatan Dengan Perilaku Pemanfaatan Puskesmas Pada Masyarakat Fransiska Olivia Maskur; Johanis Kerangan; Angela Laka
JURNAL NERS LENTERA Vol. 14 No. 2 (2026): JURNAL NERS LENTERA
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v14i2.8967

Abstract

Latar belakang: Jaminan kesehatan yang dimiliki oleh seseorang membantunya dalam mengatasi beban pembiayaan ketika membutuhkan akses pelayanan kesehatan. Namun, tersedianya jaminan kesehatan belum menjamin masyarakat akan memanfaatkan pelayanan kesehatan secara optimal. Keputusan untuk mencari pertolongan ketika sakit, menentukan jenis pelayanan yang akan digunakan, serta memilih fasilitas kesehatan akan dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan kondisinya. Sebaliknya, masyarakat yang tidak memiliki jaminan kesehatan akan terhambat secara finansial dalam mencari pelayanan, melakukan pengobatan, bahkan memilih tidak memanfaatkan fasilitas kesehatan. Hal inilah yang membuat status jaminan kesehatan dapat menjadi faktor yang berpotensi membentuk perilaku masyarakat mencari dan memanfaatkan pelayanan kesehatan. Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat, sehingga penting untuk mengetahui keterkaitan antara kepemilikan jaminan kesehatan dengan perilaku pemanfaatan pelayanan Puskesmas. Tujuan: Untuk mengkaji hubungan ketersediaan jaminan kesehatan dengan perilaku pemanfaatan pelayanan puskesmas. Metode: Penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif pendekatan cross-sectional dengan sampel sebanyak 109 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, dengan analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki jaminan kesehatan dan memanfaatkan pelayanan kesehatan puskesmas. Hasil analisis Chi Square menunjukkan nilai p-value 0,000. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara ketersediaan jaminan kesehatan dengan perilaku pemanfaatan pelayanan Puskesmas pada masyarakat. Temuan ini menunjukkan pentingnya peningkatan akses dan kepesertaan jaminan kesehatan sebagai salah satu upaya mendukung pemanfaatan pelayanan kesehatan tingkat pertama. Kata kunci: Jaminan kesehatan; Masyarakat; Pemanfaatan pelayanan kesehatan; Perilaku kesehatan; Puskesmas.
Gambaran Tingkat Kepuasan Pasien Dalam Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Banyu Urip Surabaya Maria Elisabeth Febbryani Monteiro; Sisilia Indriasari Widianingtyas; Alida Nella Fedelina Rassa
JURNAL NERS LENTERA Vol. 14 No. 2 (2026): JURNAL NERS LENTERA
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v14i2.8981

Abstract

Pendahuluan : Kepuasan pasien merupakan indikator penting dalam menilai mutu pelayanan kesehatan karena mencerminkan kesesuaian antara pelayanan yang diterima dan harapan pasien. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran tingkat kepuasan pasien dalam pelayanan kesehatan di Puskesmas Banyu Urip Surabaya. Metode : Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi target berjumlah 125 pasien, populasi terjangkau 100 pasien, dan sampel sebanyak 80 responden yang dipilih menggunakan consecutive sampling. Data dikumpulkan pada 15–26 Juni 2026 menggunakan kuesioner 23 item berdasarkan lima dimensi SERVQUAL, yaitu tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Instrumen telah diuji validitas dan reliabilitas pada penelitian sebelumnya dan dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi serta persentase. Hasil : Sebanyak 35 responden (44%) berada pada kategori tidak puas, 31 responden (39%) puas, dan 14 responden (17%) cukup puas. Pada kelompok tidak puas, kualitas pelayanan menjadi faktor yang paling dominan dan tercatat pada 32 responden (100%). Pembahasan : Temuan menunjukkan perlunya evaluasi dan peningkatan mutu pelayanan, khususnya kecepatan, ketepatan, daya tanggap, keramahan, dan empati petugas. Kesimpulan: Sebagian pasien masih mengalami ketidakpuasan sehingga diperlukan evaluasi dan peningkatan mutu pelayanan, khususnya kecepatan, ketepatan, daya tanggap, keramahan, dan empati petugas.  
Gambaran Tingkat Burnout Akademik Pada Mahasiswa Profesi Ners Rondang Angelina Agustin Sitanggang; Sisilia Indriasari Widianingtyas; Veronica Silalahi
JURNAL NERS LENTERA Vol. 14 No. 2 (2026): JURNAL NERS LENTERA
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v14i2.8982

Abstract

Pendahuluan :Pendidikan Profesi Ners mengintegrasikan tuntutan akademik dan praktik klinik yang dapat meningkatkan risiko burnout akademik. Mahasiswa harus menyelesaikan berbagai tugas akademik sekaligus memenuhi tuntutan pencapaian kompetensi klinik. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tingkat burnout akademik pada mahasiswa Profesi Ners di STIKES Katolik St. Vincentius A Paulo Surabaya. Metode : Penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif dilakukan pada 41 mahasiswa Profesi Ners yang dipilih menggunakan total sampling. Data dikumpulkan pada 19 Mei–5 Juni 2026 menggunakan Maslach Burnout Inventory-Student Survey (MBI-SS) yang terdiri dari 15 item. Analisis dilakukan secara deskriptif menggunakan frekuensi dan persentase. Hasil : Sebanyak 31 responden (76%) mengalami burnout akademik kategori sedang, 9 responden (22%) kategori rendah, dan 1 responden (2%) kategori tinggi. Pembahasan : Burnout kategori sedang ditemukan pada mahasiswa yang menghadapi beban kerja dan stres akademik selama pendidikan profesi, meskipun sebagian besar tetap memiliki motivasi akademik. Kesimpulan: Sebagian besar mahasiswa Profesi Ners mengalami burnout akademik kategori sedang sehingga diperlukan pendampingan akademik berkelanjutan untuk membantu mahasiswa mengelola tuntutan pendidikan profesi.
Pengaruh Terapi Kombinasi Meditasi dan Tai Chi Terhadap Tekanan Darah Serta Frekuensi Denyut Nadi Pada Lansia Hipertensi Kristina Pae; Maria Almeyda Jesica Putri Inengura
JURNAL NERS LENTERA Vol. 14 No. 2 (2026): JURNAL NERS LENTERA
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v14i2.9000

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi banyak ditemukan pada kelompok lanjut usia (lansia) dan dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Selain terapi farmakologis, pendekatan nonfarmakologis seperti meditasi dan tai chi berpotensi membantu mengendalikan tekanan darah melalui mekanisme relaksasi, pengurangan stres, pengaturan pernapasan, dan peningkatan aktivitas fisik ringan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh terapi kombinasi meditasi dan tai chiterhadap tekanan darah sistolik, tekanan darah diastolik, serta frekuensi denyut nadi pada lansia dengan hipertensi. Metode: Penelitian menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one-group pretest-posttest. Responden penelitian berjumlah 30 lansia dengan hipertensi. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan paired t-test setelah dilakukan uji normalitas terhadap selisih nilai pretest dan posttest. Hasil: Penurunan tekanan darah sistolik rata-rata sebesar 8,90 mmHg (p < 0,001), penurunan tekanan darah diastolik rata-rata 6,77 mmHg (p < 0,001), serta penurunan frekuensi denyut nadi rata-rata 4,73 kali/menit (p < 0,001). Kesimpulan: Terapi kombinasi meditasi dan tai chi menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap penurunan tekanan darah sistolik, tekanan darah diastolik, serta frekuensi denyut nadi pada lansia dengan hipertensi. Terapi kombinasi ini dapat dipertimbangkan sebagai salah satu intervensi nonfarmakologis pendamping dalam pengelolaan hipertensi pada lansia.