cover
Contact Name
Novia Zalmita
Contact Email
noviazalmita@usk.ac.id
Phone
+628116873338
Journal Mail Official
noviazalmita@usk.ac.id
Editorial Address
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee, Kopelma Darussalam, Kec. Syiah Kuala
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi
ISSN : 30909147     EISSN : 30909139     DOI : -
urnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi (JIMPGEO) is a scientific journal which is a place for publication of the results of research on the final project of undergraduate (S1) students in the Department of Geography Education. JIMPGEO publishes one volume and four numbers in a year, namely in February, May, August and November. FOCUS AND SCOPE 1. Geographical Education. 2. Geography (Physical Geography dan Social Geography). 3. Classroom Action Research of Geograpy Studies. 4. Development of Geographical Learning Model. 5. Development of Geographical Learning Method. 6. Studies of Geographical Learning Content. 7. Studies of Geographical Education Policy. 8. Application of Remote Sensing and GIS for Education Purposes. 9. Education Philosophy and Geography Philosophy.
Articles 338 Documents
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE EXPLICIT INSTRUCTION SOFTWARE QGIS DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS XII MAN MODEL BANDA ACEH Dewi, Nurmala Sari; Abdi, Abdul Wahab; Desfandi, Mirza
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 5, No 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v5i3.15955

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk megetahui peningkatan terhadap hasil belajar siswa, aktifitas guru dan siswa dalam pembelajaran, keterampilan guru mengelolah pembelajaran serta bagaimana respon siswa terhadap pembelajaran. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dalam bentuk penelitian tindakan kelas. Data dikumpulkan melalui tes, observasi dan angket. Analisis data menggunakan statistik deskripptif persentase. Hasil pengolahan data memperlihatkan bahwa ketuntasan individual pada siklus I sebanyak 43%, klasikal 30%. Pada siklus II meningkat untuk individual menjadi 70% dan klasikal 60%. Kemudian pada siklus III ketuntasannya meningkat menjadi 93% secara individual dan secara klasikal menjadi 90%. Aktifitas guru dan siswa pada siklus I terdapat 7 aktifitas yang sesuai dengan persentase 64%, pada siklus II aktifitas yang sesuai menjadi 9 dengan persentase 82% dan pada siklus III meningkat menjadi 11 dengan persentase 100%. Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran pada siklus I dengan skor 2,39 kategori sedang, pada siklus II terjadi peningkatan 3,18 kategori baik dan pada siklus III menjadi 3,91 dengan kategori sangat baik. Respon siswa keseluruhannya, sebanyak 97% siswa di Kelas XII-1 menyatakan dapat memahami, termotivasi, menyenangkan dan dapat menjawab soal evaluasi. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa model Explicit Instruction Software QGIS dapat meningkatkan hasil belajar Geografi siswa Kelas XII MAN Model Banda Aceh
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU BERDASARKAN TINGKAT PENDIDIKAN ORANG TUA SISWA KELAS VIII MTSN 4 RUKOH BANDA ACEH Erniati, .; Abdi, Abdul Wahab; Azis, Daska
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 5, No 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v5i3.15951

Abstract

Hasil belajar merupakan tingkat pengetahuan, sikap positif dan keterampilan yang diperoleh siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran. Tingkat pendidikan orang cukup mempengaruhi prestasi dan hasil belajar seorang siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui terdapat tidaknya perbedaan hasil belajar IPS Terpadu berdasarkan tingkat pendidikan orang tua siswa kelas VIII. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII MTsN Rukoh Banda Aceh berjumlah 233 siswa dari 7 kelas. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel berupa Simple Random Sampling, yaitu siswa kelas VIII berjumlah 70 siswa dari 7 kelas sebagai objek. Hasil penelitian yang dilakukan menggunakan statistik uji t, sehingga memperoleh hasil thitung = 2. Kemudian hipotesis tersebut dapat dibandingkan dengan hasil ttabel pada taraf signifikan 5% dengan ketentukan dk sebanyak 68 dari tabel distribusi t, sehingga diperoleh nilai ttabel = 1,66. Hal ini sesuai dengan kriteria pengujian terima ha jika thitung ttabel selain dari pada itu terima ho. Hasil pengolahan memperlihatkan bahwa, thitung ttabel(thitung= 2 ttabel = 1,66) sehingga ha diterima. Dapat disimpulkan bahwa, hasil belajar siswa IPS Terpadu siswa kelas VIII MTsN Banda Aceh dengan latar belakang tingkat pendidikan orang tua tinggi lebih baik dibandingkan siswa dengan tingkat pendidikan orang tua menengah
HUBUNGAN ANTARA MINAT MENJADI GURU DAN MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN HASIL BELAJAR MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI UNSYIAH Capah, Astuti; Abdi, Abdul Wahab; Azis, Daska
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 5, No 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v5i3.15949

Abstract

Minat dan motivasi merupakan faktor yang secara teori sangat mempengaruhi peningkatan hasil belajar. Semakin tinggi motivasi berprestasi mahasiswa semakin baik pula dalam memperoleh hasil belajar akademiknya, semakin rendah motivasi berprestasi mahasiswanya maka semakin rendah pula hasil belajar akademik yang diperolehnya. Hasil belajar adalah sejauh mana penguasaan materi perkuliahan dikarenakan adanya proses perubahan sikap dan perilaku mahasiswa dalam berbagai aspek yang ditekuninya sehingga terjadi suatu perbedaan yang jelas antara sebelum mahasiswa tersebut belajar dan sesudah belajar, kemampuan yang dimiliki oleh mahasiswanya yang mencakup aspek kognitif, afektif, serta psikomotorik yang akan dievaluasi setiap akhir pembelajaran. Rumusan masalah dalam penelitian ini ialah apakah terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara minat menjadi guru dan motivasi berprestasi dengan hasil belajar mahasiswa jurusan pendidikan geografi fkip Unsyiah. Tujuan penelitian ialah untuk mengetahui hubungan antara minat menjadi guru dan motivasi berprestasi dengan hasil belajar mahasiswa jurusan pendidikan geografi fkip Unsyiah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa jurusan pendidikan geografi angkatan 2017. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple Random Sampling atau pengambilan secara acak. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik angket serta dokumentasi. Hasil analisis regresi ganda diperoleh Y = 74,95 + -0,076 X1 + 0,042 X2 dan koefisien korelasi ganda sebesar 0,23 yang artinya terdapat hubungan yang rendah dengan koefisien determinasi berganda = 5,29%.. Uji hipotesis menunjukkan bahwa Fhitung lebih kecil dari Ftabel atau 1,005 3,26 maka H0 diterima. Kesimpulannya tidak terdapat hubungan yang signifikan antara antara minat menjadi guru dan motivasi berprestasi dengan hasil belajar mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Unsyiah
KORELASI NILAI MATA KULIAH KAJIAN MATERI GEOGRAFI SMA DAN NILAI MATA KULIAH KAJIAN MATERI SMP DENGAN NILAI MATA KULIAH MAGANG KEPENDIDIKAN III MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI FKIP UNSYIAH ANGKATAN 2015 Zuray, Elvika; Azis, Daska; Zalmita, Novia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 5, No 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v5i3.15950

Abstract

Mata Kuliah Kajian Materi Geografi SMA, Kajian Materi SMP, dan Magang Kependidikan III merupakan mata kuliah wajib pada jurusan pendidikan Geografi. Mahasiswa jurusan pendidikan Geografi diwajibkan lulus mata kuliah Kajian Materi Geografi SMA, Kajian Materi SMP sebelum melakukan praktik magang Kependidikan III. Nilai mata kuliah kumulatif Kajian Materi Geografi SMA, Kajian Materi SMP, Magang Kependidikan III diperoleh mahasiswa dari kuis, ujian tengah semester, dan nilai akhir semester. Rumusan masalah dala penelitian ini adalah apakah terdapat korelasi nilai mata kuliah Kajian Materi Geografi SMA dan nilai mata kuliah Kajian Materi SMP, dengan Mata Kuliah Magang Kependidikan III?. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi nilai mata kuliah Kajian Materi Geografi SMA dan nilai mata kuliah Kajian Materi SMP dengan nilai mata kuliah Magang Kependidikan III. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa jurusan pendidikan Geografi angkata 2015 yang sudah lulus mata kuliah Kajian Materi Geografi SMA, Kajian Materi SMP, dan Magang Kependidikan III yangg berjumlah 29 orang, dikarenakan jumlah populasinya sedikit maka seluruh populasi dijadikan sampel. Pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling yang dipilih dengan ketentuan tertentu yaitu berjumlah 29 orang. Pengumpulah data dilakukan dengan teknik studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai koefisien korelasi ganda sebesar 0,3074 yang tergolong dalam hubungan rendah dengan koefisien determinasi berganda sebesar 9,44%. Uji hipotesis diperoleh hasil bahwa nilai Fhitung Ftabel (1,35 3,37) yaitu terima H0 maka dapat disimpulkan tidak terdapat hubungan yang signifikan anatara mata kuliah Kajian Materi Geografi SMA dan mata kuliah Kajian Materi SMP dengan mata kuliah Magang Kependidikan III Mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Unsyiah Anggota 2015.
PERBANDINGAN LITERASI LINGKUNGAN PESERTA DIDIK SEKOLAH ADIWIYATA DAN NON-ADIWIYATA DI KOTA BANDA ACEH (Studi Di Mtsn 1 Dan Mts Ulumul Quran Banda Aceh) Maulina, Indri; Bardi, Syamsul; Abdi, Abdul Wahab
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 5, No 2 (2020): Mei 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v5i2.15132

Abstract

Penelitian ini berjudul Perbandingan Literasi Lingkungan Peserta Didik Sekolah Adiwiyata dan Non-Adiwiyata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbandingan yang signifikan yakni literasi lingkungan antara peserta didik sekolah yang berstatus adiwiyata dan non-adiwiyata di Kota Banda Aceh. Hipotesisnya adalah literasi lingkungan peserta didik sekolah adiwiyata lebih tinggi dibandingkan dengan peserta didik sekolah non-adiwiyata. Pendekatan yang digunakan yaitu kuantitatif dengan jenis penelitian komparasi. Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik kelas VII sekolah MTsN 1 yang sampelnya diambil sejumlah 35 orang dan MTs Ulumul Quran Banda Aceh yang sampelnya diambil sejumlah 28 orang dengan menggunakan teknik random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik angket dan tes.Teknik pengolahan data dilakukan dengan uji-t, namun terlebih dahulu dilakukan uji prasyarat, yakni uji normalitas dan uji homogenitas. Hasil kedua uji prasayarat tersebut menunjukkan data bersifat homogen dan berdistribusi normal sehingga dapat dilanjutkan dengan uji-t. Hasil pengolahan data dengan menggunakan rumus uji-t menunjukkan bahwa thitung ttabel atau 2,30 1,67 pada taraf signifikansi 5% dengan dk 61, yang berarti Ha diterima, sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat perbedaan literasi lingkungan peserta didik sekolah adiwiyata dan non-adiwiyata, Banda Aceh, yakni tingkat literasi peserta didik sekolah yang berstatus adiwiyata lebih tinggi dibandingkan dengan sekolah non-adiwiyata
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING BERBANTUAN WEB LOG UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 BANDAR BARU PIDIE JAYA Firnanda, Zakia; Hasmunir, .; Abdi, Abdul Wahab
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 5, No 2 (2020): Mei 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v5i2.15131

Abstract

Model Project Based Learning dimana sebuah produk atau tugas yang dihasilkan dan dikerjakan oleh siswa dalam kelompok lalu dipresentasikan depan. Web Log adalah sebuah tulisan atau informasi ditulis perorangan di sebuah web untuk mendapatkan hala-hal yang perlu untuk dicari di web umum. Penelitian bertujuan mengetahui (1) keberhasilan belajar siswa, (2) hal-hal yang dilakukan guru dan siswa, (3) daya tampil dari guru (4) tanggapan murid selama mengikuti kegiatan belajar. Subjek dan objek penelitian ini murid kelas XI IPS1 SMA Negeri 1 Bandar Baru Pidie Jaya dengan jumlah 26 siswa. Pengumpulan data menggunakan (1) soal hasil belajar, (2) lembaran kegiatan guru dan siswa, (3) lembaran analisis keterampilan guru dalam melakukan pembelajaran dan (4) lembar/angket tanggapan siswa atas model. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Persentase ketuntasan secara individual percobaan I 42% percobaan II 77% dan percobaan III 92%. Persentase ketuntasan secara keseluruhan terdapat 40% percobaan pertama pada percobaan II 70% dan percobaan III 90%. Jumlah hal-hal yang dilakukan guru dan murid pada percobaan I 5 kegiatan terlaksana, percobaan II 8 keaktifan terlaksana dan percobaan III terdapat 11 kegiatan yang dilakukan. Kemudian keterampilan guru percobaan I dengan skor 1,6 yaitu kurang baik, pada percobaan II didapatkan 2,5 dengan kategori sedang, dan percobaan III dengan skor 2,9 dengan kategori baik. Pada umumnya murid menyatakan bahwa model Project Based Learning berbantuan Web Log memudahkan mereka dalam memahami materi
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DENGAN MODEL PEMBELAJARAN REACT MATA PELAJARAN IPS TERPADU KELAS VIII SMP NEGERI 5 BANDA ACEH Azara, Shadrina; Taher, Alamsyah; Abdi, Abdul Wahab
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 5, No 2 (2020): Mei 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v5i2.15128

Abstract

Kemampuan guru dalam menggunakan model pembelajaran sangat penting dilakukan untuk meningkatkan prestasi siswa. Dari sekian banyak model yang ada, salah satunya adalah model yang dapat melatih siswa untuk memecahkan masalah. Yang menjadi rumusan masalahnya adalah apakah hasil belajar berbasis masalah lebih baik dari hasil belajar REACT. Tujuannya untuk mengetahui hasil belajar mana yang lebih baik setelah menggunakan model pembelajaran berbasis masalah dan model REACT. Pengujian yang dilakukan penelitian ini berupa uji pre-test dan post-test. Untuk pengujian pre-test menggunakan uji ANOVA. Kemudian hasil uji ANOVA yang diperoleh didapatkan bahwa Fhitung Ftabel yaitu 0,000933 4,04 maka H0 diterima yang artinya layak untuk diuji ke tahap berikutnya. Untuk post-test diperlukan uji homogenitas. Hasilnya 1,21 1,98 maka H0 diterima yang berarti data tersebut bersifat homogen. Selanjutnya digunakan uji normalitas dan diperoleh data pada kelas eksperimen I adalah 8,27 11,07 dan pada kelas eksperimen II adalah 6,13 12,5 sehingga data kedua kelas eksperimen berdistribusi normal. Setelah data berdistribusi normal dan homogen, dilanjutkan dengan uji yang terakhir yaitu uji hipotesis. Dari uji tersebut diperoleh hasil bahwa pada signifikan 5% yang berarti Ha di terima sehingga dapat disimpulkan model berbasis masalah lebih unggul daripada model REACT
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN POINT COUNTERPOINT BERBANTUAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KELAS XI IPS 1 MAN 3 BANDA ACEH Hasanah, Siti; Kamaruddin, Thamrin; Azis, Daska
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 5, No 2 (2020): Mei 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v5i2.15129

Abstract

Hal- hal yang ingin dikaji dalam permasalah ini yaitu : (1) nilai yang didapat oleh anak didik setelah selesai belajar (2) aksi yang dilakukan oleh pendidik dan anak didik; (3) Daya trampil pendidik dalam mengatur proses belajar mengajar (4) persepsi anak didik setelah mengikuti kegiatan belajar. sasaran dalam eksperimen ini adalah anak didik kelas XI IPS 1 sebanyak 28 anak didik . Keberhasilan kenaikan hasil belajar anak didik diperoleh dari nilai tes sebelum melakukan pembelajaran dan tes sesudah mengikuti pembelajaran. Aksi pendidik dan anak didik serta daya trampil pendidik dalam mengatur proses belajar mengajar diperoleh melalui hasil lembaran pengamatan, sedangkan persepsi anak didik setelah mengikuti pembelajaran diperoleh melalui angket dan wawancara. Data ini dikaji dengan menggunakan penjelasan secara rinci dan persentase. Kemudian data yang diperoleh dari lapangan menunjukkan: (1) kenaikan hasil belajar mengalami penambahan pada setiap eksperimen baik secara individual maupun klasikal; (2) Aksi pendidik dan anak didik mengalami kenaikan keselarasan yakni, 6 aksi selaras pada eksperimen I, menjadi 8 aksi yang selaras pada eksperimen II, kemudian meningkat hingga 10 aksi selaras pada siklus III; (3) daya trampil pendidik dalam mengatur proses belajar mengajar mengalami perubahan cukup baik, pada eksperimen I dengan poin 2,5 atau digolongkan sedang, meningkat mejadi baik dengan poin 3,3 pada eksperimen II, dan pada eksperimen III mencapai perolehan poin 3,6 yang digolongkan sangat baik; dan (4) sekitar 81,4% anak didik kelas XI IPS 1 mengutarakan ya bahwa dengan menggunakan model pembelajaran Point Counterpoint berbantuan media gambar sangat mempermudah anak didik memahami materi. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa praktik model pembelajaran Point Counterpoint dapat menaikkan hasil belajar siswa kelas XI IPS 1 MAN 3 Banda Aceh
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK MATA PELAJARAN IPS TERPADU YANG MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GIVING QUESTION AND GETTING ANSWER DENGAN QUESTION STUDENT HAVE DI SMP NEGERI 3 INGIN JAYA KABUPATEN ACEH BESAR Nufus, Vivi Hayatun; Kamaruddin, Thamrin; Azis, Daska
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 5, No 2 (2020): Mei 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v5i2.15130

Abstract

Penelitian ini berjudul Perbandingan Hasil Belajar Peserta Didik Mata Pelajaran IPS Terpadu yang Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Giving Question and Getting Answer dengan Question Student Have di SMP Negeri 3 Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar. Rumusan masalah dalam percobaan ini ialah apakah hasil belajar peserta didik yang menerapkan bentuk Giving Question And Getting Answer lebih baik dari pada hasil belajar peserta didik yang menggunakan model Question Student Have. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah hasil belajar peserta didik mata pelajaran IPS Terpadu yang menggunakan model pembelajaran kooperatif Tipe Giving Question and Getting Answer lebih baik dari pada bentuk pengkajian Question Student Have. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII SMP Negeri 3 Ingin Jaya. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling, diambil hanya dua kelas yaitu kelas VIII-1 dan kelas VIII-2 sebanyak 56 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara pemberian test kepada peserta didik, yakni pre-test dan post-test. Teknik pengolahan data dilakukan dengan uji-t. Sesuai hipotesis terima Haapabila thitung ttabel. Berdasarkan Hasil pengolahan data diperoleh thitung ttabel yang artinya Ha diterima. Simpulan dari penelitian ini adalah hasil belajar peserta didik mata pelajaran IPS Terpadu yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Giving Question and Getting Answer lebih baik dari pada hasil belajar yang menggunakan model pembelajaran Question Student Have di SMP Negeri 3 Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING DENGAN BERBANTUAN MEDIA SMART CARD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI PESERTA DIDIK KELAS XI IPS-2 SMA NEGERI 12 BANDA ACEH Anggrela, Mera; Kamaruddin, Thamrin; Taher, Alamsyah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 5, No 2 (2020): Mei 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v5i2.15126

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang berjudul penerapan model pembelajaran discovery learning dengan berbantuan media smart card. Terkait dengan tujuannya yaitu untuk mengetahui peningkatan hasil belajar, kegiatan guru dan peserta didik, keterampilan guru, dan respon terhadap pembelajaran. Subjeknya yaitu peserta didik kelas XI IPS-2 SMA Negeri 12 Banda Aceh yang berjumlah 25 orang. Pengumpulan data menggunakan instrumen berupa post-test, lembar kegiatan guru dan peserta didik, lembar pengamatan keterampilan guru, dan angket respon peserta didik. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Persentase ketuntasan individual terjadinya peningkatan yaitu pada percobaan I dari 62% menjadi 78% pada percobaan II, sedangkan 88% pada percobaan III. Secara klasikal persentase ketuntasan pada percobaan I mencapai 43%, kemudian percobaan II yaitu 71%, dan meningkat menjadi 86% pada percobaan III; (2) Kegiatan guru dan peserta didik pada percobaan I dari 11 kegiatan secara keseluruhan yaitu 4 yang sesuai dan 7 yang tidak sesuai dengan perencanaan, percobaan II yaitu 7 sesuai dan 4 yang tidak sesuai, sedangkan pada percobaan III meningkat menjadi 9 kegiatan sesuai dan 2 kegiatan yang tidak sesuai; (3) Keterampilan guru pada percobaan I memperoleh skor 2,14 dikategorikan sedang, sedangkan percobaan II memperoleh skor 3,01 dapat dikategorikan baik, selanjutnya pada percobaan III meningkat menjadi 3,59 dengan kategori sangat baik; dan (4) Respon peserta didik dalam pembelajaran menyatakan bahwa 88% atau pada umumnya memberikan respon yang sangat baik.