cover
Contact Name
Novia Zalmita
Contact Email
noviazalmita@usk.ac.id
Phone
+628116873338
Journal Mail Official
noviazalmita@usk.ac.id
Editorial Address
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee, Kopelma Darussalam, Kec. Syiah Kuala
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi
ISSN : 30909147     EISSN : 30909139     DOI : -
urnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi (JIMPGEO) is a scientific journal which is a place for publication of the results of research on the final project of undergraduate (S1) students in the Department of Geography Education. JIMPGEO publishes one volume and four numbers in a year, namely in February, May, August and November. FOCUS AND SCOPE 1. Geographical Education. 2. Geography (Physical Geography dan Social Geography). 3. Classroom Action Research of Geograpy Studies. 4. Development of Geographical Learning Model. 5. Development of Geographical Learning Method. 6. Studies of Geographical Learning Content. 7. Studies of Geographical Education Policy. 8. Application of Remote Sensing and GIS for Education Purposes. 9. Education Philosophy and Geography Philosophy.
Articles 338 Documents
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE LEARNING TOGETHER DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA ANIMASI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA SMP NEGERI 3 INGIN JAYA Nisak, Khairun; Kamaruddin, Thamrin; Abdi, Abdul Wahab
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 6, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v6i1.17312

Abstract

Penelitian ini berjudul penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Learning Together dengan menggunakan media animasi untuk meningkatkan hasil belajar IPS Terpadu siswa SMP Negeri 3 Ingin Jaya. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah untuk melihat apakah ada peningkatan terhadap hasil belajar siswa, aktifitas guru dan siswa, keterampilan guru dan bagaimana respon siswa terhadap pembelajaran. Tujuan dalam penelituan ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa, aktifitas guru dan siswa, keterampilan guru dan respon siswa terhadap pembelajaran. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dalam bentuk penelitian tindakan kelas. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa Kelas VII SMP Negeri 3 Ingin Jaya yang berjumlah 20 siswa. Data dikumpulkan melalui tes, observasi dan angket. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil pengolahan data memperlihatkan bahwa ketuntasan individual pada siklus I sebanyak 50%, klasikal 40%. Pada siklus II ketuntasan individual meningkat menjadi 74%. Klasikal 60%. Selanjutnya pada siklus III ketuntasannya meningkat menjadi 95% secara individual dan secara klasikal menjadi 90%. Aktivitas guru dan siswa pada siklus I terdapat 8 aktifitas yang sesuai, pada siklus II aktifitas yang sesuai menjadi 9 dan pada siklus III meningkat menjadi 11. Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran pada siklus I diperoleh skor 2,3 dengan kategori sedang, pada siklus II meningkat menjadi 3,1 dengan kategori baik dan pada siklus III menjadi 3,9 dengan kategori sangat baik. Respon siswa pada umumnya baik, sebanyak 95% siswa di Kelas VIII menyatakan dapat memahami, termotivasi, menyenangkan dan dapat menjawab soal evaluasi. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa model Learning Together dengan menggunakan media animasi dapat meningkatkan hasil belajar IPS Terpadu siswa Kelas VIII SMP Negeri 3 Ingin Jaya.
HUBUNGAN PENGETAHUAN GREEN CAMPUS DENGAN GREEN BEHAVIOUR MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI FKIP UNSYIAH Nadhila, Fathnun; Azis, Daska; Furqan, M Hafizul
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 6, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v6i1.17309

Abstract

Permasalahan lingkungan muncul dan berdampak dari perilaku manusia yang tidak memelihara kelestarian lingkungan. Keadaan tersebut tercermin pada masyarakat, termasuk dikalangan mahasiswa. Universitas telah menerapkan program peduli lingkungan dengan nama Green Campus. Program green campus diharapkan dapat melahirkan insan-insan yang memiliki perilaku berwawasan lingkungan/green behaviour. Green behaviour merupakan salah satu karakter yang sangat penting dalam membangun kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya. Dalam hal ini kampus atau universitas sebagai role model dalam menjalankan program penjagaan lingkungan, dan menjadi contoh bagi masyarakat sekitar. Rumusan masalah dalam penelitian ini bagaimanakah hubungan antara pengetahuan green campus dengan green behaviour mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Unsyiah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan green campus dengan green behaviour mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Unsyiah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasi. Sampel penelitian ini terdiri dari 46 mahasiswa yang diambil dengan teknik random sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengen pemberian angket. Analisis data menggunakan aplikasi SPPS versi 26. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa pengetahuan green campus berhubungan dengan green behaviour pada mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Unsyiah. Dimana hasil angka korelasi sebesar 0,604 artinya pengaruh variabel X terhadap Y tergolong kategori sedang. Hubungan ini ditandai dari nilai Sig 0,000 0,05. Jika dilihat angka determinansi sebesar 0,365 yang jika dipersentasekan maka hubungan kedua variabel tersebut sebesar 36,5% dan sisanya 63,5% dipengaruhi oleh yang lain. Simpulan ialah terdapat hubungan pengetahuan green campus dengan green behaviour mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Unsyiah.
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION BERBANTUAN MEDIA TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS XI IPS 2 MAN 4 ACEH BESAR Maulana, Ilham; Azis, Daska; Desfandi, Mirza
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 6, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v6i1.17310

Abstract

Hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki peserta didik sebagai akibat perbuatan belajar dan dapat diamati melalui penampilan peserta didik. Salah satu cara untuk meningkatkan hasil belajar yaitu melalui proses pembelajaran seperti penerapan metode pembelajaran group investigation. Group investigation (GI) merupakan metode pembelajaran kooperatif yang menekankan pada partisipasi dan aktivitas siswa untuk mencari secara mandiri materi-materi atau informasi yang akan dipelajari melalui berbagai sumber seperti internet dan juga buku-buku terkait. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu melihat apakah ada peningkatan terhadap hasil belajar siswa, bagaimana aktivitas guru dan siswa, keterampilan guru dan respon siswa terhadap pembelajaran. Penelitian bertujuan untuk: (1) mengetahui peningkatan hasil belajar siswa; (2) aktivitas guru dan siswa; (3) keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran (4) respon siswa terhadap pembelajaran. Subjek penelitian adalah siswa Kelas XI IPS 2 berjumlah 27 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar tes, instrumen pengamatan aktivitas guru dan siswa, instrumen pengamatan keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran, dan angket respon siswa terhadap pembelajaran. Hasil analisis data dihitung secara statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Hasil belajar siswa mengalami peningkatan pada setiap siklus baik secara individual maupun klasikal; (2) Aktivitas guru dan siswa mengalami peningkatan kesesuaian, dari 11 aktivitas 6 aktivitas yang sesuai pada siklus I, meningkat menjadi 8 aktivitas sesuai pada siklus II, kemudian meningkat hingga 10 aktivitas sesuai pada siklus III; (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran mengalami peningkatan cukup baik, pada siklus I dengan perolehan skor 2,5 dengan kategori sedang, skor 3,4 pada siklus II dengan kategori baik, dan siklus III mencapai skor 3,7 dengan kategori sangat baik; dan (4) Respon terhadap pembelajaran yang berisi 10 pertanyaan sekitar 80,7% siswa menyatakan penerapan metode pembelajaran Group Investigation berbantuan media TIK sangat membantu siswa dalam memahami materi, melatih berbicara aktif, dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa Kelas XI IPS 2 MAN 4 Aceh Besar.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING BERBANTUAN MEDIA PROJECTED MOTION BERBANTUAN MEDIA PROJECTED MOTION UNTUK MENINGKATKAN HASIL PEMBELAJARAN GEOGRAFI SISWA KELAS XI SMA NEGERI 8 BANDA ACEH Sari, Cut Ulva Mutia; Abdi, Abdul Wahab; Taher, Alamsyah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 6, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v6i1.17308

Abstract

Pendidikan merupakan sebuah usaha untuk meningkatkan pengembangan diri siswa agar lebih berkualitas, memiliki kemampuan berpikir aktif. Discovery Learning adalah salah satu model untuk mengembangkan cara belajar aktif dengan menemukan sendiri dan menyelidiki sendiri permasalahan sehingga hasil belajar tahan lama dalam ingatan peserta didik. Dengan dibantu media projected motion yang dapat mengvisualisasikan penjelasan guru. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) meningkatkan hasil belajar peserta didik; (2) aktivitas guru dan peserta didik; (3) keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran dan; (4) respon peserta didik. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI IPS1 SMA Negeri 8 Banda Aceh yang berjumlah 30 peserta didik.Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar tes, instrumen pengamatan aktivitas guru dan peserta didik, instrumen pengamatan keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran, dan angket respon peserta didik. Analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif persentase. Berdasarkan ketuntasan individual pada siklus I menunjukan persentase sebesar 10%, siklus II meningkat menjadi 70%, dan siklus III meningkat menjadi 93%. Untuk ketuntasan klasikal pada siklus I 10%, siklus II 60% dan siklus III meningkat menjadi 90%. Kegiatan yang dilakukan guru dan peserta didik mengalami peningkatan bertahap dari 11 kegiatan yang dilakuakan, pada siklus I terdapat 7 kegitan yang tercapai, pada siklus II teerdapat 8 kegiatan yang tercapai, dan pada siklus ke III meningkat menjadi 11 kegiatan. Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran pada siklus I memiliki skor 2,43 berarti sedang, siklus II mendapat skor 2,82. berarti baik, dan siklus III mendapat skor 3,63 berarti sangat baik. Respon peserta didik terhadap pembelajaran terdapat 94% menyatakan bahwa model pembelajaran Discovery Learning berbantuan media projected motion membuat peserta didik mudah memahami materi dalam pembelajaran.
HUBUNGAN KONSEP DIRI DAN DUKUNGAN ORANG TUA DENGAN KEMATANGAN KARIR MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI UNIVERSITAS SYIAH KUALA ANGKATAN 2014-2016 Sarah, Siti; Abdi, Abdul Wahab; Desfandi, Mirza
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 5, No 4 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v5i4.15971

Abstract

Perguruan tinggi sebagai lembaga pendidikan tertinggi dalam jalur pendidikan formal merupakan sarana dalam mengembangkan sumber daya manusia. Hal ini diwujudkan melalui adanya lulusan yang memiliki kompetensi atau keahlian tertentu dan daya kompetitif yang baik. Jenjang perguruan tinggi merupakan salah satu gerbang menuju dunia kerja untuk para pelajar yang memutuskan melanjutkan pendidikan ke bangku perkuliahan. Penelitian ini berjudul hubungan konsep diri dan dukungan orraring tua dengan kematangan karir mahasiswa jurusan pendidikan geografi universitas syiah kuala angkatan 2014-2016, rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu apakah terdapat hubungan yang positif dan signifikan konsep diri dan dukungan orang tua dengan kematangan karier. Mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi Universitas Syiah Kuala, subjek dalam penelitian ini mahasiswa jurusan pendidikan geografi angkata 2014-2016 yang berjumlah 64 mahasiswa. Data dikumpulkan menggunakan angket dan tes. Analisis data menggunakan pendekatan kuantitatif. Hasil pengelohan data penelitian diperoleh tingkat hubungan konsep diri dan dukungan orang tua dengan kematangan karir Mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi adalah 0,178 yang merupakan hubungan yang negatif dan memiliki tingkat hubungan yang rendah. Koefisien determinasi ganda dari variabel konsep diri dan dukungan orang tua dengan kematangan karir hanya sebesar 3,14% dan sisanya 96,86% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini. Berdasarkan uji hipotesis menunjukkan bahwa Fhitung Ftabel dengan perbandingan nilai Fhitung dan Ftabel yaitu, 0,99 3,15 yang berarti Ho diterima. Artinya dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara konsep diri (X1) dan dukungan orang tua (X2) dengan kematangan karir (Y) mahasiswa jurusan Pendidikan Geografi Universitas Syiah Kuala
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ROPES (REVIEW, OVERVIEW, PRESENTANTION, EXERCISE, SUMMARY) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI PESERTA DIDIK KELAS XI IPS SMA NEGERI 1 KOTA JANTHO Hayati, Sukma; Zalmita, Novia; Taher, Alamsyah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 5, No 4 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v5i4.15972

Abstract

Model pembelajaran ROPES merupakan salah satu model pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk meningkatkan kreatifitas kemampuan perorangan maupun kelompok dalam menyelesaikan persoalan, meningkatkan kemampuan kerjasama dalam kelompok melalui komunikasi yang efektif, serta mempresentasikan ide-idenya. Penelitian bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar belajar peserta didik, aktivitas guru dan peserta didik, keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran, respon peserta didik terhadap pembelajaran. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI IPS SMA Negeri 1 Kota Jantho berjumlah 21 peserta didik. Pengumpulan data dikumpulkan dengan menggunakan lembar tes, instrumen pengamatan aktivitas guru dan peserta didik, instrumen pengamatan keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran, dan angket respon peserta didik terhadap pembelajaran. Analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif persentase. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa pertama siklus I peningkatan persentase kelulusan indvidual sebesar 38%, selanjutnya siklus II berjumlah 76% dan dilanjutkan untuk siklus III sebesar 85%. Penghitungan persen kelulusan klasikal berjumlah 40% di siklus I, untuk siklus II terjadi peningkatan menjadi 70% dan untuk siklus III mengalami peningkatan sebesar 90%. Kegiatan yang dilakukan guru dan peserta didik mengalami peningkatan secara bertahap, terdapat enam aktivitas yang tepat di siklus I, terdapat tujuh kegiatan yang tercapai untuk siklus II, selanjutnya untuk siklus III terdapat sepuluh kegiatan yang tepat. Kemampuan guru untuk mengelolah proses belajar pada siklus I memiliki skor 2,45 berarti sedang, untuk siklus II memiliki skor 2,8 berarti baik, dan siklus III memperoleh skor 3,5 berarti baik. Peserta didik terhadap pembelajaran yang berisi 10 pertanyaan bahwa 95,3% menyatakan setuju., model pembelajaran ROPES membuat peserta didik mudah memahami materi dalam melakukan proses pembelajaran.
HUBUNGAN NILAI MATA KULIAH METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN PENDIDIKAN KEPENDUDUKAN LINGKUNGAN HIDUP DENGAN SIKAP TERHADAP PEMANASAN GLOBAL MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI FKIP UNSYIAH ANGKATAN 2016-2017 Santi, Yuni; Kamaruddin, Thamrin; Azis, Daska
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 5, No 4 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v5i4.15973

Abstract

Judul penelitian ini adalah hubungan nilai mata kuliah meteorologi klimatologi dan pendidikan kependudukan lingkungan hidup dengan sikap terhadap pemanasan global mahasiswa jurusan pendidikan geografi FKIP Unsyiah angkatan 2016-2017. Rumusan masalah ialah apakah terdapat hubungan nilai mata kuliah Meteorologi Klimatologi dan Pendidikan Kependudukan Lingkungan Hidup dengan Sikap Terhadap Pemanasan Global mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Unsyiah angkatan 2016-2017. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan nilai mata kuliah Meteorologi Klimatologi dan Pendidikan Kependudukan Lingkungan Hidup dengan Sikap Terhadap Pemanasan Global. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasi. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Unsyiah angkatan 2016-2017 yang berjumlah 103 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel dengan teknik sampling purposive. Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus Yamane yaitu 82 mahasiswa. Pengumpulan data menggunakan dokumentasi yaitu DPNA nilai mata kuliah meteorologi klimatologi dan nilai pendidikan kependudukan lingkungan hidup dan kuesioner untuk nilai sikap terhadap pemanasan global. Teknik pengolahan data menggunakan korelasi kendall. Berdasarkan hasil pengolahan data penelitian korelasi nilai meteorologi klimatologi dengan sikap terhadap pemanasan global diperoleh 0,15 dan hasil uji signifikansi 1,92 yang berarti tidak terdapat korelasi yang signifikan dan menggambarkan tingkat hubungan yang sangat lemah. Kemudian hasil uji korelasi nilai pendidikan kependudukan lingkungan hidup dengan nilai sikap terhadap pemanasan global diperoleh koefisien korelasi 0,10 dan hasil uji signifikansi 1,25 yang berarti tidak terdapat korelasi yang signifikan dan menggambarkan tingkat hubungan yang sangat lemah
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEKTUAL TEACHING AND LEARNING BERBANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS XI SMA NEGERI 9 BANDA ACEH Anggrainy, Silvya; Azis, Daska; Kamaruddin, Thamrin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 5, No 4 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v5i4.15970

Abstract

Peneliti menerapkan Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning Berbantuan Media Audio Visual untuk menjawab tatangan tersebut dikarenakan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning Berbantuan Media Audio Visual merupakan satuan kegiatan belajar yang melibatkan kemampuan sisiwa dituntut untuk menangkap hubungan antara pengalaman belajar di sekolah dengan kehidupan nyata. Penelitian ini berupa PTK yang bertujuan untuk mengetahui peningkatan dari hasil belajar, aktivitas, keterampilan guru dan respon siswa. Subjek dalam penelitian adalah siswa kelas XI IPS2 SMA Negeri 9 Banda Aceh yang berjumlah 28 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan (1) Analisis pre-test dan post-test; (2) Lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa; (3) Lembar pengamatan keterampilan guru dan (4) Angket respon siswa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Dengan hasil sebagai berikut (1) Persentase ketuntasan secara individual meningkat dari 35% pada siklus I menjadi 61% pada siklus II dan 82% pada siklus III. Persentase ketuntasan klasikal meningkat dari 50% pada siklus I menjadi 62,5% pada siklus II dan 87,5% pada siklus III. (2) Jumlah aktivitas guru dan siswa meningkat dari 6 aktivitas sesuai pada siklus I menjadi 8 aktivitas sesuai pada siklus II dan 10 aktivitas sesuai pada siklus III. (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran meningkat dari skor 2,48 dengan kategori sedang pada siklus I menjadi 2,85 dengan kategori baik pada siklus II dan 3,37 dengan kategori baik pada siklus III. (4) Respon siswa pada umumnya menyatakan setuju bahwa penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning Berbantuan Media Audio Visual sangat menyenangkan dan membantu siswa dalam memahami materi pelajaran. Berdasarkan hasil belajar siklus I, II, dan III maka dapat dikatakan bahwa penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning Berbantuan Media Audio dapat meningkatkan hasil belajar siswa
HUBUNGAN LINGKUNGAN TEMAN SEBAYA DAN KEDISIPLINAN DENGAN INDEKS PRESTASI BELAJAR MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI FKIP UNSYIAH ANGKATAN 2017 Sari, Inda Permata; Abdi, Abdul Wahab; Zalmita, Novia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 5, No 4 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v5i4.15967

Abstract

Lingkungan teman sebaya adalah lingkungan sosial yang pertama bagi mahasiswa dalam belajar hidup bersama dengan orang lain yang bukan anggota keluarga. Kedisiplinan adalah kehidupan upaya mengendalikan diri dari sikap mental individu atau masyarakat dalam mengembangkan kepatuhan dan ketaatan terhadap peraturan dan tata tertib berdasarkan dorongan dan kesadaran yang muncul dari dalam hatinya dan indeks prestasi belajar adalah nilai rata-rata dari seluruh mata kuliah yang telah diambil oleh mahasiswa. Rumusan masalah dalam penelitian adalah apakah terdapat hubungan positif dan signifikan antara lingkungan teman sebaya dan kedisiplinan dengan indeks prestasi belajar mahasiswa jurusan pendidikan geografi Fkip Unsyiah Angkatan 2017. Pendekatan yang digunakan yaitu kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi penelitian adalah mahasiswa angkatan 2017 jurusan pendidikan geografi Fkip Unsyiah yang berjumlah 63 mahasiswa dan diambil sampel sebanyak 39 mahasiswa dengan menggunakan teknik proportional sampel. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik angket dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koefisien ganda sebesar 0.55 yang artinya terdapat hubungan signifikan dengan koefisien determinasi berganda = 3,33%. Uji hipotesis membandingkan bahwa Fhitung dengan Ftabel yaitu 0,17 3,36 maka Ho diterima yang artinya tidak terdapat hubungan signifikan antara Teman sebaya (X1) dan kedisiplinan (X2) dengan indeks prestasi belajar (Y). mahasiswa angkatan 2017 Jurusan Pendidikan FKIP Geografi Unsyiah
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DAN LINGKUNGAN TEMAN SEBAYA DENGAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA SMA NEGERI 2 BANDA ACEH Megawati, .; Abdi, Abdul Wahab; Maulidian, Muhammad Okta Ridha
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 5, No 4 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v5i4.15968

Abstract

Pola asuh merupakan cara seseorang untuk memberikan bimbingan, asuhan serta didikan terhadap orang lain, seperti halnya kedua orang tua yang membimbing anak-anaknya. Lingkungan teman sebaya merupakan suatu tempat untuk saling berinteraksi dengan orang-orang yang memiliki tingkat usia dan status yang sama. Hasil belajar merupakan pencapaian bentuk perubahan perilaku yang cenderung menetap dari ranah kognitif, afektif, dan psikomotoris dari proses belajar yang dilakukan dalam waktu tertentu. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah terdapat hubungan pola asuh orang tua dan lingkungan teman sebaya dengan hasil belajar geografi siswa SMA Negeri 2 Banda Aceh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan pola asuh orang tua dan lingkungan teman sebaya dengan hasil belajar geografi siswa SMA Negeri 2 Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPS sebanyak 65 siswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling berjumlah 39 siswa. Pengumpulan data menggunakan angket (skala likert) dan dokumentasi nilai ujian semester ganjil 2019-2020. Hasil Pengolahan data diperoleh koefisien korelasi sebesar 0,259 dan data koefisien determinasi atau koefisien penentu (KD) = 6,70%. Kemudian uji signifikansi diperoleh nilai Fhitung = 1,29 dan Ftabel = 3,26% pada taraf signifikansi () = 5% atau 0,05 dengan dkpembilang = 2 dan dkpenyebut 39-2-1 = 36. Sesuai dengan kaidah keputusan yaitu jika Fhitung Ftabel atau 1,29 3,26 maka terima H0, artinya tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dan lingkungan teman sebaya dengan hasil belajar geografi siswa.