cover
Contact Name
Gurdani Yogisutanti
Contact Email
gurdani@yahoo.com
Phone
+6281395461573
Journal Mail Official
jiki@institutkesehatan-immanuel.ac.id
Editorial Address
Jl. KH Wahid Hasyim 161
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel
ISSN : 1410234X     EISSN : 25979639     DOI : 10.36051/jiki
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel terdaftar dengan ISSN 2597-9639 (media online), 1410-234X (media cetak) dan Digital Object Identifier (DOI) 10.36051/jiki yang diterbitkan oleh Institut Kesehatan Immanuel. Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel berisi tulisan yang diangkat dari penelitian atau artikel yang merupakan pemikiran yang setara dengan hasil penelitian di bidang kesehatan atau ilmu lain yang berkaitan dengan kesehatan secara umum yang belum pernah diterbitkan oleh pihak lain. terbit 2 kali dalam setahun bulan Juni dan Desember. Mulai tahun 2025 menerima karya ilmiah berupa studi kasus.
Articles 125 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN GANGGUAN POLA TIDUR PADA PERAWAT DI INSTALASI RAWAT INAP BAGIAN D3 RSUD CIBABAT TAHUN 2014 Mauliku, Novie Elvinawaty
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel Vol. 14 No. 1 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel
Publisher : Institut Kesehatan Immanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36051/jiki.v14i1.118

Abstract

Gangguan pola tidur merupakan suatu kondisi dimana seseorang mengalami resiko perubahan jumlah dan kualitas pola tidur yang menyebabkan ketiadanyamanan diantaranya Insomnia, Hypersomnia, Narkolepsi, Parasamnia, Suden Infant Death Syndrome. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan gangguan pola tidur pada perawat di Instalasi Rawat Inap bagian D3 RSUD X. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional. Metode pengambilan sampel dengan teknik total sampling. Yang terdiri dari variabel shift kerja, masa kerja, konsumsi kafein, penggunaan obat tidur, dan kebiasaan merokok. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan data dianalisis secara Univariat dan Bivariat dengan uji chi square. Hasil analisis data didapatkan sebesar 50% perawat mengalami gangguan pola tidur, dan hasil uji statistik diketahui terdapat hubungan antara shift kerja (0.022), masa kerja (0.028), dan konsumsi kafein (0.0001) dengan gangguan pola tidur. Sedangkan variabel yang tidak berhubungan yaitu penggunaan obat tidur (0.109), dan kebiasaan merokok (1.000). Disarankan agar para perawat yang memiliki gangguan pola tidur agar berperilaku hidup sehat, perawat mendahulukan mengkonsumsi makanan yang bergizi, dan pihak rumah sakit mengadakan kegiatan olah raga rutin bagi perawat minimal 30 menit dalam seminggu. 
Gaya Hidup Sehat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan di Bandung Sitorus, Neti
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel Vol. 14 No. 2 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel
Publisher : Institut Kesehatan Immanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36051/jiki.v14i2.129

Abstract

Gaya Hidup Sehat seharusnya dapat tercermin dengan baik pada mahasiswa kesehatan. Namun pada kenyataannya, masih belum sesuai dengan yang diharapkan. Salah satu kebiasaan mahasiswa yang tidak baik adalah makan tidak teratur dan pola tidur yang tidak baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran umum faktor-faktor yang berkaitan dengan gaya hidup sehat. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian survei deskriptif. Sample penelitian diambil dari mahasiswa program studi S1 Kesehatan dengan jumlah responden 69 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui angket dengan alat kuesioner. Analisa data secara univariat untuk melihat distribusi frekuensi, Hasil penelitian menunjukan gaya hidup sehat yang kurang baik sebesar 57 %, dan variabel yang dominan dalam gaya hidup sehat mahasiswa adalah dosen sebagai contoh dalam melakukan gaya hidup sehat. Disarankan kepada STIK Immanuel untuk meningkatkan promosi kesehatan tentang gaya hidup sehat, khususnya mengenai kebiasaan makan teratur dan pola tidur yang baik.
Respon Time Perawat Berhubungan Dengan Tingkat Kecemasan Pasien Kategori Australian Triage Scale (ATS) 2 dan 3 di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Husnul Khotimah, Nurintan Hayati; Yudiantono, Ade Heli; Sumbara, Sumbara
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel Vol. 14 No. 2 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel
Publisher : Institut Kesehatan Immanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36051/jiki.v14i2.134

Abstract

Kondisi kegawatdaruratan di IGD sering menimbulkan respon kecemasan pada pasien, tanda gejala somatis dan psikologis kecemasan pada pasien adalah terjadinya peningkatan skala nyeri, nadi cepat dan tekanan darah meningkat. Hal ini dapat memperburuk kondisi kesehatan pasien oleh karena itu ketepatan respon time sesuai batasan waktu triase dalam pelayanan gawat darurat memegang peranan yang sangat penting dalam mengatasi masalah pasien terutama pada kategori ATS 2 dan 3 yang mempunyai karakteristik perburukan yang cepat. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi hubungan respon time perawat dengan tingkat kecemasan pasien kategori ATS 2 dan 3 di IGD. Design penelitian descriptive correlation dengan pendekatan cross sectional, sample terdiri dari 41 responden kategori ATS 2 dan 3 di IGD RSU Pindad yang didapatkan melalui tehnik accidental sampling. Pengukuran respon time menggunakan stopwatch dan lembar observasi sedangkan pengukuran tingkat kecemasan menggunakan instrument HARS. Hasil penelitian dengan analisa univariat distribusi frekuensi didapatkan 21 perawat (51%) melakukan respon time yang tepat pada pasien kategori ATS 2 dan 3 dan 16 pasien (39,02%) mengalami tingkat kecemasan sedang, sedangkan analisa bivariate berdasarkan uji statistic chi square, dengan 0,05, didapatkan P-value 0,032 dimana P-value yang berarti ketepatan respon time perawat berdampak pada tingkat kecemasan pasien ATS 2 dan 3. Ketepatan Respon time perawat merupakan salah satu sumber koping selain edukasi dan pemberian informasi rencana tindakan yang dapat memicu peningkatan GABA pada sel saraf dan akan mempengaruhi gyrus parietalis sehingga akan menurunkan respon kecemasan. Saran untuk perawat dan manajemen RS untuk melakukan pelatihan kegawat daruratan dan triage sangat diperlukan sehingga pemberian respon time perawat dapat tepat sesuai dengan SPM IGD dan prioritas dalam penatalaksanaan kegawatdaruratan pada pasien kategori ATS 2 dan 3 sesuai dengan hasil penilaian triage
Hubungan Tingkat Stres dengan Kejadian Premenstruasi Sindrom pada Mahasiswa DIV Bidan Pendidik Universitas Respati Yogyakarta Afriyanti, Neta; Lestiawati, Endang
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel Vol. 14 No. 2 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel
Publisher : Institut Kesehatan Immanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36051/jiki.v14i2.135

Abstract

Pre-menstruasi sindrom diperkirakan terjadi pada 7-14 hari sebelum datang menstruasi. Stres merupakan salah satu faktor terjadinya pre-menstruasi sindrom yang mengakibatkan ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesteron. Tingginya tingkat stres yang terjadi mengakibatkan banyaknya mahasiswa mengalami kejadian pre-menstruasi sindrom. Bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan kejadian pre-menstruasi sindrom pada mahasiswa DIV Bidan Pendidik di Universitas Respati Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional pada 181 responden dengan teknik total sampling. Instrumenst penelitian menggunakan kuesioner Depression Anxiety Stress Scale (DASS) dan Shortened Premenstrual Assesment Form (SPAF). Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Berdasarkan hasil penelitian tentang tingkat stres, 65 (35,9%) responden paling banyak mengalami stres normal. Sebagian besar responden mengalamai pre-menstruasi sindrom sebanyak 107 (59,1%) responden. Analisis uji kolerasi Spearman Rank dengan p-value 0,026<0,05 dengan kofisien korelasi -0,165. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan kejadian pre-menstruasi sindrom pada mahasiswa DIV Bidan Pendidik Universitas Respati Yogyakarta
Efektifitas Teknik Hypnoparenting Dibandingkan dengan Teknik Distraksi: Bercerita terhadap Perubahan Skala Nyeri pada Anak Usia Sekolah yang Dilakukan Perawatan Luka di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bandung Yuliassyahadah, Ricka
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel Vol. 14 No. 2 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel
Publisher : Institut Kesehatan Immanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36051/jiki.v14i2.136

Abstract

Perawatan luka merupakan tindakan keperawatan yang bertujuan untuk merawat luka agar tidak terjadi infeksi dan mempercepat proses penyembuhan luka. Tindakan perawatan luka terutama pada anak-anak akan menimbulkan respon nyeri. Metode hipnosis yaitu Hypnoparenting menjadi alternatif untuk menurunkan nyeri yang dirasakan oleh anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan efektifitas teknik Hypnoparenting dibandingkan dengan teknik bercerita terhadap perubahan skala nyeri pada anak usia sekolah yang dilakukan perawatan luka di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bandung. Jenis penelitian yaitu kuantitatif dengan desain penelitian menggunakan quasi experiment dengan nonequivalent control group pre test-posttest design. Sample berjumlah 14 anak dari tiap-tiap kelompok intervensi dan kontrol. Teknik pengumpulan data yaitu observasi skala nyeri menggunakan Numeric Pain Rating Scale, kuesioner, buku cerita. Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji T dependen dan Uji T Independen. Hasil penelitian diperoleh bahwa pada kelompok Hypnoparenting dan teknik bercerita kedua nya mempunyai pengaruh terhadap perubahan skala nyeri pada anak yang dilakukan perwatan luka. Kesimpulan tidak terdapat perbedaan baik secara statistik maupun secara praktis antara teknik Hypnoparenting dengan teknik bercerita pada anak yang dilakukan perawatan luka. Saran dalam penelitian ini yaitu agar tindakan Hypnoparenting dan teknik bercerita sebagai salah satu prosedur dalam mengurangi nyeri pada anak yang dilakukan perawatan luka.
Pembuatan Aplikasi Kepuasan Pelanggan pada Bagian Humsar (Humas dan Pemasaran) di Rumah Sakit Bhayangkara TK II Sartika Asih Bandung dengan Menggunakan Metode Waterfall Adi, Yohanes
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel Vol. 14 No. 2 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel
Publisher : Institut Kesehatan Immanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36051/jiki.v14i2.139

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah Pembuatan Aplikasi Kepuasan Pelanggan Pada Bagian Humsar (Humas Dan Pemasaran) Di Rumah Sakit Bhayangkara Sartika Asih Bandung Dengan Menggunakan Metode Pengembangan Waterfall, dikarenakan di tempat yang dijadikan penelitian ini belum ada aplikasi kepuasan pelanggan dan hal ini dapat membantu bagian Humsar untuk mendapatkan data kepuasan pelanggan terhadap layanan yang diberikan untuk kemudian diambil tindakan perbaikan secepatnya. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah memakai metode yang biasa dipakai pada pembuatan aplikasi yaitu dengan Metode Waterfall, yang terdiri dari Analisa Kebutuhan, Desain Sistem, Penulisan Kode Program, Pengujian Sistem dan Penerapan Program dan Pemeliharaan. Hasil pembuatan aplikasi ini telah diterapkan serta sumber daya software yang digunakan telah menghasilkan laporan dengan tepat, jika sumber daya manusia melakukan input data secara real time maka informasi yang dihasilkan pun akan lebih akurat dan up to date. Saran yang diajukan oleh penulis yaitu berupa pembuatan SOP, pelatihan dan penempatan aplikasi di titik-titik yang lebih strategis.
Hubungan Status Ekonomi dan Sikap Ibu dalam Pemenuhan Gizi Balita dengan Kejadian Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Cimalaka Tahun 2020 Yulianti, Mona
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel Vol. 14 No. 2 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel
Publisher : Institut Kesehatan Immanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36051/jiki.v14i2.140

Abstract

Stunting merupakan masalah kurang gizi kronis yang dipresentasikan dengan nilai z-score < -3,0. Faktor yang mempengaruhi stunting antara lain yaitu status ekonomi yang akan turut menentukan status gizi keluarga tersebut, termasuk ikut mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Selain itu sikap juga menjadi faktor tidak langsung yang dapat mempengaruhi status gizi balita. Ibu yang memiliki sikap negatif kurang peduli terhadap asupan gizi anaknya. Desain cross sectional, dilakukan terhadap 87 ibu dan balita dengan stunting teknik pengambilan sampel secara simple random sampling. Pengumpulan data dikumpulkan dengan menyebarkan kuisioner determinan perilaku ibu dan menggunakan microtoise untuk mengukur tinggi badan anak. Jenis data yang digunakan yaitu data primer. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji chiquare. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni-Juli Tahun 2020 di Wilayah Kerja Puskesmas Cimalaka. Hasil penelitian menyatakan bahwa ada hubungan yang bermakna antara status ekonomi dan sikap ibu dalam pemenuhan gizi balita dengan kejadian stunting. Saran dari penelitian ini dapat menjadi informasi petugas kesehatan dapat meingkatkan program-program terkait stunting di wilayah kerja puskesmas.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di RSUD Soreang Kabupaten Bandung Helena, Denni Fransiska; Sarinengsih, Yuyun; Ts, Novitasari; Suhartini, Sri
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel Vol. 14 No. 2 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel
Publisher : Institut Kesehatan Immanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36051/jiki.v14i2.143

Abstract

Bayi berat lahir rendah (BBLR) adalah bayi yang dilahirkan dengan berat lahir kurang dari 2500 gram, telah menyumbang sekitar 34% kematian bayi di Indonesia. Faktor resiko terjadinya BBLR adalah usia ibu saat hamil, tingkat pendidikan, pekerjaan, penghasilan, usia kehamilan, paritas, jumlah anak dan penyakit penyerta. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis factor yang berhubungan dengan kejadian berat badan bayi lahir rendah di RSUD Soreang Bandung. Metoda penelitian yang digunakan yaitu cross sectional dengan tehnik pengambilan sampel accidental sampling, jumlah sampel sebanyak 41 orang dengan kriteria inklusi adalah pasien yang melahirkan di RSUD Soreang. Pengambilan data dilakukan dengan cara menyebarkan kuisioner kepada pasien yang melahirkan di RSUD Soreang Kabupaten Bandung. Analisis data dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara usia ibu (p-value 0,000), tingkat pendidikan (p-value 0,014), pekerjaan (p-value 0,001), penghasilan (p-value 0,021), usia kehamilan (p-value 0,000), paritas (p-value 0,014), jumlah anak (p-value 0,021) dan ada hubungan penyakit penyerta (p-value 0,000) dengan kejadian BBLR. Responden yang melahirkan hampir pada umumnya berasal dari pedesaan dengan latar belakang pendidikan rendah dan masih ada budaya nikah diusia muda, oleh karena itu pihak rumah sakit terutama bagian promosi kesehatan, perawat dan bidan pelaksana diharapkan untuk meningkatkan kegiatan skrining dan deteksi dini penyakit penyerta pada ibu hamil serta memberikan penyuluhan dan pendidikan kesehatan tentang factor-kator yang berhubungan dengan kejadian berat badan lahir rendah.
Efektifitas PMK (Perawatan Metode Kanguru) Disertai Terapi Musik Klasik dengan Nesting Disertai Terapi Musik Klasik Terhadap Berat Badan BBLR di RSUD Majalaya Sarinengsih, Yuyun; Dirgahayu, Inggrid
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel Vol. 14 No. 2 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel
Publisher : Institut Kesehatan Immanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36051/jiki.v14i2.145

Abstract

Latar Belakang: Terapi komplementer salah satu intervensi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan berat badan pada bayi berat lahir rendah sehingga pertumbuhan dan perkembangan dapat di optimalkan dan meminimalisasi komplikasi dari BBLR (Berat Bayi Lahir Rendah). Tujuan penelitian mengetahui perbedaan rerata peningkatan berat badan pada bayi berat lahir rendah sebelum dan setelah dilakukan PMK dan nesting disertai terapi musik klasik. Metode: penelitian menggunakan desain penelitian quasi eksperimental dengan rancangan two groups pretest post test design. Sample 36 BBLR dengan pengambilan data menggunakan metode Purposive Sampling yang terbagi satu kelompok dilakukan PMK disertai terapi music klasik dan nesting disertai terapi music. Analisa data menggunakan uji T paired T test dan ujin independent T Test. Hasil: rerata BBLR sebelum dilakukan PMK disertai terapi musik klasik 2085gram dan sesudah dilakukan PMK disertai terapi music klasik 2108gram, rerata BBLR sebelum nesting disertai terapi music klasik 2039 dan sesudah dilakukan nesting disertai terapi music klasik 2725, efektifitas antara PMK dan nesting disertai terapy music didapatkan nilai p-value  0,05 artinya tidak terdapat perbedaan bermakna. Kesimpulan: terdapat perbedaan rerata berat badan pada BBLR sebelum dan sesudah dilakukan PMK dan nesting disertai terapi music, tapi ketika kedua intervensi ini di bandingkan maka tidak ada perbedaan yang signifikan. Berdasarkan hasil tersebut kedua intervensi dapat diterapkan di ruangan perinatology untuk membantu meningkatkan berat badan pada BBLR.
Analisis Stress Kerja, Burnout Syndrome dan Motivasi Kerja pada Dosen Universitas Bhakti Kencana Bandung Berdasarkan Karakteristik Demografi Selama Work from Home (WFH) Masa Pandemic COVID-19 Mukaromah, Raihany Sholihatul; Nugraha, Dedep
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel Vol. 15 No. 1 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel
Publisher : Institut Kesehatan Immanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36051/jiki.v15i1.147

Abstract

Pendidikan di Indonesia menjadi salah satu bidang yang terdampak akibat adanya pandemi COVID-19. Pemerintah menerapkan berbagai kebijakan untuk memutus mata rantai penyebaran virus COVID-19, salah satu langkah strategisnya dengan menerapkan WFH. Dengan adanya physical distancing, proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dilakukan dengan menggunakan sistem daring. Pergeseran pola WFH ini mempengaruhi kehidupan dosen yang dapat memberikan dampak negative yaitu stress kerja, burnout syndrome dan motivasi kerja yang menurun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis stress kerja, burnout syndrome dan motivasi kerja pada dosen UBK Bandung berdasarkan karakteristik demografi selama WFH masa pandemic COVID-19. Penelitian menggunakan desain penelitian Kuantitatif dengan pendekatan deskriptif non eksperimental dan rancangan cross sectional. Populasi penelitian adalah dosen UBK yang terdiri dari 3 Fakultas sebanyak 117 dengan menggunakan purposive sampling, yaitu 54 orang. Alat ukur menggunakan kuesioner. Analisa univariat menggunakan data distribusi frekuensi. Hasil penelitian, berdasarkan karakteristik demografi yaitu hampir setengahnya 26 (48,1%) berada pada rentang usia 36 45 tahun, sebagian besar 38 (70,4%) perempuan, hampir seluruhnya 48 (88,9%) berstatus menikah, hampir seluruhnya 50 (92,6%) Pendidikan S2, sebagian besar 31 (57,4%) jabatan asisten ahli, sebagian besar 38 (70,4%) bekerja > 5 tahun. Hampir seluruhnya 50 responden (92,6%) berada pada tingkat stress sedang, Sebagian besar responden 31 (57,4%) tingkat burnout sedang, sebagian besar responden 28 (51,9%) memiliki motivasi kerja yang rendah. Berdasarkan hasil penelitian diharapkan unit SDM UBK dapat melakukan upaya - upaya untuk meningkatkan kinerja dosen pada masa pandemi sehingga dapat meringankannya saat bekerja di rumah.

Page 6 of 13 | Total Record : 125