cover
Contact Name
Safri Ishmayana
Contact Email
ishmayana@unpad.ac.id
Phone
+817617136
Journal Mail Official
kimiapadjadjaran@gmail.com
Editorial Address
Departemen Kimia, FMIPA, Universitas Padjadjaran Jln. Raya Bandung-Sumedang km. 21, Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat 45363
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Kimia Padjadjaran
ISSN : -     EISSN : 30261619     DOI : -
Kimia Padjadjaran merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Divisi Ilmiah Himpunan Mahasiswa Kimia (Himaka) dan Himpunan Mahasiswa Teknologi Industri Kimia (Himatologika) Universitas Padjadjaran yang bekerja sama dengan Departemen Kimia, FMIPA, Universitas Padjadjaran. Makalah yang diterbitkan berkaitan dengan sintesis senyawa kimia, kimia organik, kimia bahan alam, biokimia, kimia pangan, bioteknologi dan biomolekuler, kimia analisis dan pemisahan, kimia anorganik, kimia fisik, kimia lingkungan dan aplikasi kimia dalam berbagai bidang. Diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun, diutamakan untuk menampung makalah yang dipresentasikan pada kegiatan rutin tahunan Seminar Nasional Chemistry Fun Days yang diselenggarakan oleh Himaka dan Seminar Nasional Vokasi yang diselenggarakan oleh Himatologika.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2023)" : 7 Documents clear
Pengaruh Penambahan Psyllium dan Susu Full Cream terhadap Kadar Air dan Abu Produk Yoghurt Safari, Agus; Devi, Puspitasari Rosiana; Horasio, Debora Tamaris; Nurrusyda, Fajriana Shafira; Anggraeni, Nenden Indrayati; Fadhlillah, Muhammad; Soedjanaatmadja, Ukun M. S.; Ishmayana, Safri; Hafiz, Ersanda
Kimia Padjadjaran Vol 1, No 2 (2023)
Publisher : Kimia Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Yogurt termasuk pangan fungsional, yaitu salah satu pangan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan tetapi memiliki fungsi untuk kesehatan tubuh. Yogurt dapat diperoleh dari fermentasi susu oleh bakteri asam laktat yang akan menghasilkan aroma khas, tekstur semi padat dan halus, kompak serta rasa asam yang segar. Kandungan gizi pada yogurt lebih tinggi dibandingkan susu murni karena adanya penambahan zat-zat gizi hasil sintesa mikroba dan kandungan gizi dari mikroba itu sendiri seperti protein, vitamin, asam folat, riboflavin, kalsium serta fosfor. Salah satu karakteristik kualitas yogurt yang paling penting adalah tekstur dan tampak keseluruhan yang sesuai dengan tingkat sineresis yang rendah. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa cara untuk memperbaiki keadaan fisik, tekstur, dan reologi dari yogurt adalah dengan menambahkan berbagai bahan penstabil ke dalam susu. Selain penstabil, komponen susu yang berpengaruh pada tekstur yoghurt adalah jumlah lemak yang terkandung didalamnya. Psyllium digunakan bahan penstabil dikarenakan polisakarida pada psyllium ini dapat meningkatkan konsistensi dan stabilitas sistem melalui pembentukan gel yang kuat. Kemudian untuk menambah lemak digunakan susu full cream. Kombinasi kedua variable ini dioptimasi menggunakan Response Surface Method-Central Composite Design (RSM-CCD), kemudian dianalisa kadar lemak dan kadar abunya untuk mengetahui pengaruh psyllium dan susu full cream terhadap sineresis. Melalui penelitian didapatkan hasil kadar air sebesar 70,87% dan kadar abu sebesar 3,96%.
Analisis Kafein pada Kopi Arabika (Coffea arabica L.) Gununghalu Teknik Light Roasting, Medium Roasting, dan Dark Roasting Rahmawati, Irma; Gustiani, Laili T.
Kimia Padjadjaran Vol 1, No 2 (2023)
Publisher : Kimia Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kopi merupakan salah satu minuman yang paling banyak didistribusikan dan paling banyak diminum di dunia. Kopi arabika menguasai sekitar 70% pasar kopi dunia. Kopi dikenal sebagai minuman dengan kandungan kafein yang berkadar tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kadar kafein pada kopi arabika (Coffea arabica L.) Gununghalu dengan variasi temperatur roasting, yaitu light roasting (191o C), medium roasting (211o C), dan dark roasting (221o C). Identifikasi kafein dilakukan dengan menggunakan uji Dragendorff dan uji Parry. Penetapan kadar kafein ditentukan dengan metode spektrofotometri UV-Vis dan analisis statistika ditentukan dengan Oneway-ANOVA. Hasil analisis kualitatif terhadap ke tiga sampel menunjukan hasil positif mengandung kafein. Kadar kafein pada sampel light roasting sebesar 4,7 mg/g, sampel medium roasting sebesar 3,81 mg/g dan sampel dark roasting sebesar 3,05 mg/g. Hasil analisis statistika menunjukan kadar kafein pada sampel berbeda secara signifikan dengan nilai p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan semakin naik temperature roasting maka kadar kafein pada kopi arabika (Coffea arabica L.) semakin turun. Kadar kafein pada sampel kopi arabika Gununghalu tidak melebihi batas maksimum SNI, yaitu 50 mg/sajian dan 150 mg/hari.
Deteksi Kontaminasi Babi pada Olahan Daging dengan Metode Polymerase Chain Reaction (PCR) Nurrusyda, Fajriana S; Ishmayana, Safri; Fadhlillah, Muhammad; Safari, Agus; Zamzahra, Salma; Septiana, Reysha A. Q. A.; Wiliandini, Fadilla; Nabila, Najwa; Sumeru, Husain A.; Latifah, Rina G.
Kimia Padjadjaran Vol 1, No 2 (2023)
Publisher : Kimia Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kontaminasi daging babi pada produk olahan daging menjadi masalah yang sering terjadi, terutama bagi konsumen yang memerhatikan keyakinan agama atau budaya mereka. Oleh karena itu, deteksi keberadaan kontaminasi daging babi dalam produk olahan daging menjadi penting untuk memastikan keaslian dan keamanan produk tersebut. Dalam beberapa penelitian sebelumnya, metode Polymerase Chain Reaction (PCR) dengan primer cytochrome b banyak digunakan untuk mendeteksi DNA babi karena memiliki kepekaan yang tinggi dalam identifikasi kontaminasi DNA babi pada bahan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji metode PCR dalam mendeteksi kontaminasi daging babi pada olahan daging. Sampel yang digunakan adalah bakso sapi dan bakso babi dengan tiga tahapan utama yaitu isolasi DNA, amplifikasi DNA dengan menggunakan PCR, dan visualisasi produk PCR dengan elektroforesis. Berdasarkan hasil yang didapatkan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa metode PCR dengan primer cytotchrome b merupakan metode yang efektif untuk mendeteksi kontaminasi babi pada olahan daging dapat dilakukan karena metode ini sensitif, spesifik, dan relatif mudah untuk dilakukan
Pengembangan Katalis dan Teknologi Produksi BioBTX dari Tandan Kosong Sawit Semeru, Husain Akbar; Subagjo, Subagjo; Rizkiana, Jenny; Winoto, Haryo Pandu; Rasrendra, Carolus Barromeus; Nurrusyda, Fajriana Shafira
Kimia Padjadjaran Vol 1, No 2 (2023)
Publisher : Kimia Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi BioBTX (Benzena, Toluena dan Xilena) dari Tandan Kosong Sawit menjadi suatu alternatif menarik dalam produksi bahan kimia berbasis biomassa. Pengaruh katalis dan sumber hidrogen dalam produksi BioBTX telah dipelajari dengan menggunakan reaktor hidrotermal. Dalam penelitian ini digunakan katalis bimetal Nikel-Molibdenum dengan penyangga H-Al-β sebagai asam Brønsted dan Sn-β sebagai asam Lewis dimana asam format dalam etanol (FA-EtOH) dan isopropil alkohol (IPA) digunakan sebagai agen transfer hidrogen. Percobaan dilakukan pada temperatur 300oC selama 1 jam untuk setiap percobaan sumber hidrogen dan katalis. Temperatur reaksi divariasikan pada 225oC, 255oC dan 300oC dengan variasi waktu reaksi 1 dan 2 jam. Berdasarkan hasil percobaan, sistem FA-EtOH memiliki keunggulan dibandingkan sistem IPA yaitu selektifitas eterifikasi pelarut yang lebih rendah baik pada katalis NiMo/H-Al-β dan NiMo/Sn-β. Dari segi katalis, katalis NiMo/H-Al-β memiliki kinerja yang lebih baik dibandingkan NiMo/Sn-β baik pada sistem FA-EtOH maupun sistem IPA. Konversi NiMo/H-Al-β tertinggi didapatkan pada sistem IPA sebesar 51,08% dan pada sistem FA-EtOH sebesar 48,66%. Namun pada sistem IPA reaksi cenderung ke arah alkilasi-C cincin aromatik sehingga secara sebaran produk sistem FA-EtOH lebih baik. Adapun pengujian pengaruh temperatur yang dilakukan menggunakan sistem FA-EtOH dengan katalis NiMo/H-Al-β menunjukan penurunan konversi guaiacol dari 48,66% pada 300oC menjadi 24,64% pada 255oC. Adapun pada suhu 225oC, tidak terjadi reaksi pada guaiacol. Toluena terdeteksi pada kondisi operasi 255oC selama 2 jam pada sistem FA-EtOH berkatalis NiMo/H-Al-β.
Studi Penambatan Molekul Peptida Bioaktif Kacang Kedelai (Glycine max) Hasil Hidrolisis In Silico Terhadap Reseptor hER-α (3ERT) Fitri, Dhea Ameliana; Hermanto, Sandra; Azizah, Yulyani Nur
Kimia Padjadjaran Vol 1, No 2 (2023)
Publisher : Kimia Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker payudara adalah penyakit yang umumnya lebih sering diderita oleh Wanita yang ditandai dengan tumbuhnya sel abnormal pada lobula payudara  serta dapat bermetastasis ke organ tubuh yang lain. Peptida glisinin dan  - conglisinin hasil hidrolisis dari kacang kedelai terbukti memiliki aktivitas sebagai antikanker secara in vitro. Penelitian  ini bertujuan untuk mengetahui karakterisasi dan potensi fragmen peptida glisinin dan -conglisinin serta afinitas  penghambatannya terhadap reseptor protein hER-α (PDB ID: 3ERT) yang merupakan protein target proliferasi sel  kanker payudara secara in silico. Metode penelitian meliputi preparasi ligan (fragmen glisinin dan -conglisinin),  virtual screening ACP 2.0 serta validasi docking dengan Autodock dilakukan untuk mengamati nilai Root Mean  Square Deviation (RMSD) pada hasil penambatan ligan alami. Penambatan peptida bioaktif hasil hidrolisis glisinin  dan -conglisinin teroptimasi dengan protein hER-α mengacu pada parameter ikatan yang terjadi dan visualisasi  terhadap protein target. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fragmen peptida glisinin MIYPG memiliki kemampuan  sebagai antikanker payudara dengan nilai ∆Gibbs -9,35 kkal/mol, masih rendah dibandingkan dengan kontrol positif  yaitu tamoksifen dengan ∆Gibbs -11,21 kkal/mol. Interaksi fragmen peptida glisinin MIYPG dengan reseptor hER- α distabilkan melalui ikatan hidrogen gugus OH dari ligan dengan residu asam amino Phe 404 (2,24 A) yang bekerja  dengan cara antagonis terhadap estrogen (native ligan).
Optimasi Produksi Biosurfaktan dari Bakteri Isolat Lokal Asal Sedimen Perairan Pelabuhan Panjang, Lampung Nurhasanah, Nurhasanah; Sheiscatamya, Vezhia; Bahri, Syaiful; Laila, Aspita; Kiswandono, Agung A.; Juliasih, Ni Luh G. R.
Kimia Padjadjaran Vol 1, No 2 (2023)
Publisher : Kimia Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biosurfaktan merupakan metabolit sekunder yang dihasilkan oleh bakteri, jamur dan ragi sebagai produk ekstraseluler. Keunggulan biosurfaktan yaitu memiliki tingkat toksisitasyang rendah dan bersifat biodegradable. Saat ini, biosurfaktan banyak digunakan dalam berbagai bidang industri seperti kosmetik, makanan, pertanian, pembersih, bioremediasi lingkungan danagen antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kondisi optimum produksi biosurfaktan dari bakteri isolat lokal asal sedimen perairan Pelabuhan Panjang, Lampung. Metode yang digunakan meliputi peremajaan bakteri, optimasi pertumbuhan meliputi variasi konsentrasi sumber karbon, variasi konsentrasi sumber nitrogen, variasi pH dan variasi kadar salin. Identifikasi terhadap bakteri isolat lokal dilakukan dengan metode 16S RNA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakteri isolat lokal asal sedimen perairan Pelabuhan Panjang dapat menghasilkan biosurfaktan pada kondisi optimum sumber karbon gliserol 3%, sumber nitrogen NaNO3 0,6%, pH 7 dan kadar salin 0,3% dengan nilai indek emulsi (IE24) 75%, uji oilspreading 3,5 cm dan uji drop collapse positif. Identifikasi molekular terhadap bakteri isolat lokal asal sedimen perairan Pelabuhan Panjang, Lampung menunjukkan nilai identitas maksimum 100% dengan Bacillus cereus. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwaBakteri isolat lokal asal sedimen perairan Pelabuhan Panjang Lampung yang merupakan jenis Bacillus cereus memiliki potensi untuk menghasilkan biosurfaktan dengan kondisi optimum produksi 3% gliserol, 0,6% NaNO3, pH 7 dan kadar salin 0,3 %.
Potensi Karbon Aktif Kulit Salak (Salacca zalacca) sebagai Bioadsorben Logam Timbal (Pb) dari Limbah Laboratorium Farmasi Hanifah, Hesty Nuur; Hadisoebroto, Ginayanti; Dewi, Lisna
Kimia Padjadjaran Vol 1, No 2 (2023)
Publisher : Kimia Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Logam berat timbal (Pb) merupakan salah satu pencemar anorganik yang terkadung  dalam air limbah laboratorium farmasi. Logam Pb dapat merusak ekosistem pada  lingkungan dan menimbulkan berbagai penyakit berbahaya. Salah satu cara untuk  mengolah limbah Pb adalah dengan proses adsorbsi menggunakan adsorben. Karbon aktif  merupakan adsorben yang banyak digunakan karena memiliki keserbagunaan dan  keunggulan, seperti luas permukaan yang tinggi, porositas, dan terdapat gugus fungsi  permukaan dalam jumlah yang besar. Limbah kulit buah bisa diubah menjadi karbon aktif  karena memiliki kandungan selulosa, lignin, maupun pektin. Tujuan dari penelitian ini  adalah menguji efektivitas adsorpsi karbon aktif dari kulit buah salak melalui  penentuan pH optimum, waktu kontak optimum, dan massa optimum. Selain itu, juga  dilakukan karakterisasi karbon aktif kulit salak meliputi analisis kadar air, daya serap  terhadap methylene blue serta pemeriksaan ukuran pori-pori dan kandungan kimia oleh  alat SEM-EDS. Penetapan kadar Pb dilakukan menggunakan alat spektrofotometri  serapan atom (SSA) pada panjang gelombang 283,3 nm. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa efektivitas adsorpsi karbon aktif dari kulit salak adalah sebesar 93.36%. Hasil  karakterisasi karbon aktif kulit salak menunjukkan bahwa karbon aktif kulit salak  mempunyai kadar air sebesar 6 %, daya serap terhadap metilen biru sebesar 212,93 mg/g, dan kandungan karbon kulit salak sebesar 72,45%. Disimpulkan bahwa karbon kulit salak  dapat digunakan sebagai bioadsorben logam berat timbal dari limbah laboratorium  farmasi karena memiliki efektivitas adsorpsi yang tinggi dan hasil karakterisasinya  memenuhi standar yang ditetapkan oleh SNI.

Page 1 of 1 | Total Record : 7