cover
Contact Name
JIM Sendratasik
Contact Email
jimpa90@usk.ac.id
Phone
+6285362345322
Journal Mail Official
taufik@usk.ac.id
Editorial Address
Jl. Tgk Chik Pante Kulu No.1 Kopelma Darussalam, 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
JIM Sendratasik
ISSN : -     EISSN : 26202964     DOI : https://doi.org/10.24815/sendratasik.v10i1.35386
JURNAL ILMIAH MAHASISWA (JIM) SENDRATASIK Jurnal Ilmiah Mahasiswa (JIM) Sendratasik adalah karya tulis ilmiah mahasiswa Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala yang merupakan hasil penelitian skripsi. Jurnal ini berisi tentang kajian di bidang seni, baik seni drama, Tari, musik dan rupa sera pendidikan seni. Artikel ini dibimbing oleh pembimbing satu dan pembimbing dua sehingga menghasilkan artikel yang memenuhi kriteria untuk diterbitkan. Jurnal ini secara spesifik berfokus pada kajian pendidikan seni dan budaya yang mengintegrasikan dan mengembangkan kearifan lokal. Kami mendorong penelitian yang menggali nilai-nilai budaya tradisional, pengetahuan lokal, dan praktik seni adiluhung sebagai sumber inspirasi dan materi pembelajaran.
Articles 278 Documents
PENYUTRADARAAN PERTUNJUKAN TEATER KOLABORASI SUATU KETIKA DI BANDAR LAMURI Fitri, Anisa; Supadmi, Tri; Hartati, Tengku
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 6, No 3 (2021): AGUSTUS
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v6i3.22577

Abstract

ABSTRAKPenelitian yang berjudul Penyutradaraan Pertunjukan Teater Kolaborasi Suatu Ketika di Bandar Lamuri ini mengangkat masalah begaimanakah proses peyutradaraan dalam pertunjukan teater kolaborasi Suatu Ketika di Bandar Lamuri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses penyutradaraan pertunjukan teater kolaborasi Suatu Ketika di Bandar Lamuri. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah sutradara pertunjukan teater kolaborasi Suatu Ketika di Bandar Lamuri. Objek penelitian ini yaitu proses penyutradaraan pertunjukan teater kolaborasi Suatu Ketika di Bandar Lamuri. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data (data reduction), penyajian data (data display) dan verifikasi data (conclusion drawing). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertunjukan teater kolaborasi Suatu Ketika di Bandar Lamuri ini disutradarai oleh Fauzan Santa, dibantu oleh asisten sutradara yaitu Djamal Syarif, dan kepala bidang-bidang artistik. Fauzan Santa adalah sutradara yang memiliki tipe demokratis yaitu membebaskan para crew dalam berimajinasi dan mawujudkan imajinasinya terhadap naskah. Oleh karenanya, terdapat langkah-langkah yang dilakukan dalam penyutradaraan, yaitu sebagai berikut; 1). Pembuatan naskah yang dilakukan oleh Fauzan Santa, Thompson HS dan Azhari Aiyub dengan membaca novel dan pengadaptasian cerita, 2). Memilih aktor yang dilakukan Fauzan Santa dan melatih aktor yang dilakukan oleh sutradara dan asistennya yaitu Djamal Syarif, 3). Melakukan penataan artistik bersama kepala bidang artistik dan 4). Pertunjukan teater. Pertunjukan ini telah sukses ditayangkan di channel youtube Badan Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Aceh dan banyak mendapatkan apresiasi dari para penonton.Kata Kunci: Penyutradaraan, Teater Kolaborasi
REKONSTRUKSI TARI TULO-TULO DI KOTA SABANG Ulfa, Mastura; Supadmi, Tri; Ramdiana, Ramdiana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 6, No 3 (2021): AGUSTUS
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v6i3.22578

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul, Rekonstruksi Tari Tulo-Tulo di Kota Sabang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan memperkenalkan kembali hasil dari rekonstruksi Tari Tulo-Tulo di Kota Sabang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pendekatan kualitatif dengan penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah seniman dan penari yang pernah menarikaan Tari Tulo-Tulo di Kota Sabang, sedangkan objek dari penelitian ini adalah Tari Tulo-Tulo dari Kota Sabang. Lokasi penelitian yang dilakukan berada di Kota Sabang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian mengungkapkan Tari Tulo-Tulo adalah tari peperangan yang merupakan salah satu kesenian daerah dari Kota Sabang dan dikenal sejak tahun 1920. Tarian ini diciptakan oleh orang Nias yang bermukim di Kota Sabang, yang rindu akan tanah kelahiran mereka di Gunung Sitoli, Kepulauan Nias. Tari Tulo-Tulo ini dilakukan oleh kaum pria, baik yang masih muda maupun tua. Tari ini ditarikan oleh 9 penari, ataupun 11 penari, dan seterusnya dalam jumlah ganjil. Tarian ini dipimpin oleh seorang raja/syech, yang memimpin para penari. Gerakan dari Tulo-Tulo adalah gerak yang monoton dan di ulang ulang, namun terdapat banyak ragam gerak dari tarian Tulo-Tulo yaitu, Saru (bersatu), talifuseu (persaudaraan), haru menabaluse (perang dengan senjata pedang dengan baluse atau perisai), faliga baluse (melenggang dengan perisai atau pedang), sara bamaina (main gembira), simate mila menemali (maju pantang mundur walau mati menanti), dan yang terakhir adalah belatu terlak (persilatan dan pisau). Adapun syair yang digunakan dalam tarian ini, adalah syair yang menggunakan bahasa daerah Nias. Alat musik yang digunakan dalam tarian ini yaitu accordion dan perkusi. Busana atau kostum yang digunakan adalah rompi, dan celana panjang sebetis, dan untuk syech/raja menggunakan baju lengan panjang dengan warna seperti merah, kuning, ataupun juga hitam, pengikat kepala yang digunakan dalam tarian ini merupakan pengikat kepala yang dibuat dari kertas kilat. Properti yang digunakan dalam tarian ini adalah tombak, pedang, dan perisai. Bintang yang dilukiskan pada perisai menunjukan pangkat dari para penari, bintang tiga untuk panglima dan bintang satu untuk anggota, sedangkan untuk sang raja tidak memakai perisai.Kata Kunci: Rekonstruksi, Seni Tari, Tari Tulo-Tulo
PEMBELAJARAN SENI BUDAYA BERBASIS ONLINE DI SMAN 1 DARUSSALAM, BANDA ACEH Rahnida, Rahnida; Zuriana, Cut; Selian, Rida Safuan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 6, No 3 (2021): AGUSTUS
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v6i3.22579

Abstract

ABSTRAKSeni budaya salah satu pembelajaran di tingkat SMA. Akan tetapi, dikarenakan wabah corona yang sedang merebak di seluruh wilayah dunia, termasuk Indonesia dan Aceh, proses pembelajaran di sekolah dihentikan dan siswa tidak dapat belajar secara langsung (tatap muka) di sekolah. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka pihak sekolah berupaya agar proses belajar mengajar dapat berjalan, maka pembelajaran yang sebelumnya tatap muka menjadi online. Hal ini sesuai dengan Surat Edaran Mentri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19). Pendekatan dalam penelitian kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek dalam penelitian ini guru kesenian. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya pada analisis data menggunakan analisis reduksi data penyajian data, kesimpulan. Hasil penelitian yang telah dilakukan menyimpulkan bahwa proses pembelajaran seni budaya di SMAN 1 Darussalam menunjukkan bahwa proses pembelajaran seni budaya tetap berjalan secara online selama masa pandemi covid 19. Guru melakukan proses mengajar dengan cara mengabsensi siswa, menyampaikan materi dan juga memberikan tugas. Bagi guru dan siswa yang terbiasa melaksanakan pembelajaran secara tatap muka, kondisi belajar online ini memunculkan banyak kendala seperti kurangnya kesiapan guru, kurangnya kesadaran dan motivasi siswa dalam belajar dan kurangnya pendampingan yang dilakukan orangtua dalam proses interaksi belajar mengajar. Demikian pula pada proses pembelajaran seni budaya. Motivasi dan antusias siswa menjadi semakin rendah dan siswa tidak mengikuti proses pembelajaran online. Hanya beberapa siswa yang aktif mengikuti kegiatan pembelajaran dan juga kurangnya pendampingan yang dilakukan oleh orang tua.Kata Kunci: Pembelajaran Seni Budaya, Berbasis Online
PENYAJIAN MUSIK GAMBUS GRUP EL-WARDAH DI KABUPATEN PIDIE JAYA Hawar, Muhammad; Supadmi, Tri; Samsuri, Samsuri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 6, No 2 (2021): MEI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v6i2.22575

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul Penyajian Musik Gambus Grup El-Wardah di Kabupaten Pidie Jaya. Mengangkat masalah tentang bagaimana penyajian musik gambus Grup El-Wardah di Kabupaten Pidie Jaya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penyajian musik Gambus Grup El-Wardah di Kabupaten Pidie Jaya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini adalah Salman sebagai pimpinan Grup Gambus El-Wardah, Syukri Sulaiman sebagai seniman dan anggota Grup Gambus El-Wardah, Teuku Razali sebagai seniman. Hasil penelitian ini menunjukkan Penyajian Musik Gambus Grup El-Wardah di pertunjukan secara ansambel campuran yang dimainkan oleh beberapa orang diantaranya pemain alat musik biola yang dimainkan oleh dua orang, pemain alat musik keyboard satu orang, pemain alat musik conga satu orang, penyanyi 4 orang merangkap menjadi pemain tamborin satu orang dan pemain Double Row Tamborin satu orang. Musik Gambus Grup El-Wardah disajikan dengan menggunakan nada berciri khas musik padang pasir dan melayu yang terdiri dari penggunaan scale atau maqam bayati. Pemain dari Grup Gambus Ini memainkan alat musik secara otodidak atau yang sering mereka sebut yaitu bermain musik secara alam. Tidak adanya penggunaan teori-teori membuat mereka terbiasa menggunakan pendengaran untuk mempelajari sebuah lagu dengan mendengarkannya berulang-ulang dari alat pemutar audio. Ciri khas padang pasir sangat kental terasa pada permain musik Gambus Grup El-Wardah seperti Pada penggunaan Scale-scale timur tengah seperti penggunaan scale atau maqam bayati yang dimainkan oleh pemain biola dan oud sehingga terasa jelas nuansa dari timur tengah yang di pertunjukkan oleh Grup Gambus El-Wardah.Kata Kunci: padang pasir, penyajian musik, musik gambus
ORNAMENTASI MELODIS DALAM CAE SALEUEM OLEH MEDYA HUS Nurliana, Nurliana; Zuriana, Cut; Supadmi, Tri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 6, No 2 (2021): MEI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v6i2.22576

Abstract

ABSTRAKPenelitian tentang Ornamentasi Melodis dalam Cae Saleuem oleh Medya Hus ini mengangkat masalah bagaimanakah Ornamen dalam Cae Saleuem yang dibawakan oleh Medya Hus yang bertujuan untuk mendiskripsikan nada hias (Ornamen) yang terdapat dalam Cae Saleuem. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mendapat gambaran secara mendalam tentang Ornamentasi Melodis dalam Cae Saleuem yang dibawakan oleh oleh Medya Hus. Penelitian ini dilakukan dengan satu pendekatan, yaitu pendekatan etik. Dengan pendekatan etik peneliti mendeskripsikan ornamen yang terdapat dalam Cae Saleuem yang dibawakan Oleh Medya Hus. Subjek dalam penelitian ini adalah seorang Syech atau pencipta sekaligus pembawa Cae Saleuem (Medya Hus), sedangkan objek dalam penelitian ini adalah Ornamentasi Melodis dalam Cae Saleuem oleh Medya Hus. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan Medya Hus. Setelah data terkumpul, maka dilanjutkan dengan cara memisahkan data dan mengambil data yang sesuai dengan fokus penelitian dan dilanjutkan dengan menganalisis data tersebut untuk mendapatkan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ornamentasi yang terdapat dalam Cae Saleuem yang dibawakan oleh Medya Hus memiliki kesamaan dengan ornamen yang terdapat dalam musik barat. Terdapat lima ornamen yang dibawakan oleh Medya Hus dalam Cae Saleuem yaitu, Acciaccatura, Trill, Mordent, Grupetto, dan Glissando. Kata kunci: Ornamentasi, Cae Saleuem, Medya Hus
PERKEMBANGAN TARI RATEB MEUSEUKAT TUNANG DI KABUPATEN ACEH BARAT DAYA Putri Salwa, Indah Shasqiah; Ismawan, Ismawan; Hartati, Tengku
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 6, No 2 (2021): MEI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v6i2.22574

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul Perkembangan tari Meuseukat Tunang di Kabupaten Aceh Barat Daya adapun yang menjadi masalah pada penelitian ini adalah bagaimana perkembangan bentuk penyajian tari Meuseukat Tunang di Kabupaten Aceh Barat Daya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan bentuk penyajian tari Meuseukat Tunang di Kabupaten Aceh Barat Daya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan dengan jenis penelitian deskriptif. Data yang diperoleh menggunakan teknik observasi secara langsung, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis menggunakan reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Sumber data dalam penelitian ini adalah Sanggar Putri Sabawa Desa Blang Makmur Kecamatan Kuala Batee Kabupaten Aceh Barat Daya dan Sanggar Putri Karya Desa Lhok Puntoy Kecamatan Manggeng Kabupaten Aceh Barat Daya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perkembangan dalam bentuk penyajiannya. Di sanggar Putri Subawa, tari tradisional Rateb Meuseukat aktif sejak tahun 1972 dan mengalami perkembangan menjadi tari kreasi Meuseukat Tunang tahun 1996. Di sanggar Putri Karya, tari tradisional Rateb Meuseukat aktif pada tahun 1985 dan berkembang menjadi tari kreasi Meuseukat Tunang pada tahun 2000. Unsur yang mengalami perkembangan berdasarkan unsur bentuk penyajian tari yaitu adanya perubahan jumlah penari yang awalnya 12 penari dan 1 syeh berkembang menjadi penari yang beranggotakan 8, 10 bahkan bebas. Gerak pada tari tersebut mengalami perkembangan yang awalnya monoton sambil duduk, kini berubah menjadi lincah dengan adanya berdiri dan melompat. Pola Lantai yang awalnya duduk berjajar bekembang menjadi pola lantai yang bervariasi dalam berbagai bentuk dan merubah pertunjukan tari ini dalam beberapa kelompok dalam sekali penampilan. Yang terakhir yaitu unsur pendukung tari yaitu properti yang awalnya tidak ada kini ditambah dengan penggunaan Batee Ranup di akhir penampilan sedangkan tata rias dan busana tidak mengalami perkembangan.Kata kunci: Perkembangan, tari Meuseukat Tunang
KEBERADAAN GROUP BURAM BANDA ACEH Rahman, Aulia; Selian, Rida Safuan; Nurlaili, Nurlaili
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 6, No 2 (2021): MEI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v6i2.22571

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul Keberadaan Group Buram Banda Aceh.Adapun yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah keberadaan group Buram Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Keberadaan Group Buram Banda Aceh. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah pendiri Group Buram Banda Aceh dan ketua group Buram Banda Aceh.Yang menjadi objek penelitian yaitu keberadaan group Buram Banda Aceh. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai hal yang diteliti, peneliti menggunakan metode wawancara untuk menggali keterangan yang lebih mendalam, dan dokumentasi yang dilakukan dengan cara menyelidiki benda-benda atau mengumpulkan gambar-gambar untuk membantu peneliti dalam menyelesaikan penelitian ini. Teknik analisis data yang dilakukan dengan reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan verifikasi data (conclusion drawing). Hasil penelitian menunjukan bahwa keberadaan group Buram Banda Aceh telah mempengaruhi dikalangan masyarakat, dengan seringnya group ini tampil di Banda Aceh, serta memenangkan perlombaan yang diselenggarakan event pemerintahan maupun event perlombaan kalangan pemain rapai tradisi. di luar daerah juga mengikuti format penyajian dan fungsinya hal ini terdapat seperti di daerah Meulaboh, Bireun dan Yogyakarta. Group Buram di Banda Aceh juga terus melakukan pengembangan dari segi fungsi dan bentuk penyajian rapai, instrumen rapai sebagai unsur utama dalam setiap penyajian pertunjukan, group Buram Banda Aceh mengkolaborasikan dengan alat-alat musik modern seperti Gitar, Bass, Drum, Keyboard dan alat-alat musik modern lain. Kata Kunci: Keberadaan Group Buram Banda Aceh.
PROSES PEMBELAJARAN SENI BUDAYA MELALUI SISTEM SHIFT DI MAN 2 KABUPATEN BIREUEN DALAM MASA PANDEMI COVID-19 Yonda, Baroqah Sabri; Hartati, Tengku; Samsuri, Samsuri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 6, No 2 (2021): MEI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v6i2.22572

Abstract

ABSTRAKPenelitian dengan judul proses pembelajaran Seni Budaya Melalui Sistem Shift di MAN Negeri 2 Kabupaten Bireuen dalam Masa Pandemi Covid-19 mengangkat masalah bagaimana proses pelaksanaan pembelajaran seni budaya menggunakan sistem shift dalam masa pandemi Covid-19 di MAN Negeri 2 Kabupaten Bireuen. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses pembelajaran seni budaya pada materi seni rupa dua dimensi sudah sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran yaitu dimulai dengan kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup dengan menggunakan Metode penelitian pendekatan kualitatif dan metode deskriptif dan menerapkan model pembelajaran luring method . Sistem Shift yang dilakukan adalah pembagian siswa ke dalam dua bagian yaitu Shift a yang berjumlah 12 orang dan Shift b yang berjumlah 11 orang dengan alokasi waktu 30 menit perjam. Setiap Shift masing-masing dibagi perminggu untuk satu Shift persub-materi pembelajarannya. Langkah pembelajaran juga mengikuti protokol kesehatan seperti anjuran untuk siswa agar mencuci tangan terlebih dahulu, memakai masker untuk menghindari penularan virus dan saling menjaga jarak dengan menerapkan sistem Shift didalam proses pembelajaran tersebut termasuk semua siswa, guru dan seluruh orang yang berada diruang lingkup sekolah harus melaksanakan aturan sesuai dengan peraturan yang berlaku dalam masa pandemi Covid-19. Dari hasil evaluasi yang telah dilakukan guru menunjukan bahwa capaian dari target pembelajaran untuk siswa tercapai namun tidak sebaik dari pembelajaran yang normal (tidak memakai Shift).Kata Kunci: Pembelajaran, Seni, Shift, Pandemi Covid-19.
STRATEGI PEMBELAJARAN EKSTRAKURIKULER PADUAN SUARA DI SMA SWASTA PANTI HARAPAN DESA LAWE DESKY KECAMATAN BABUL MAKMUR KABUPATEN ACEH TENGGARA Hutapea, Boison; Syai, Ahmad; Ismawan, Ismawan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 6, No 2 (2021): MEI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v6i2.22573

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul Strategi Pembelajaran Ekstrakurikuler Paduan Suara di SMA Swasta Panti Harapan Desa Lawe Desky Kecamatan Babul Makmur Kabupaten Aceh Tenggara, Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Strategi Pembelajaran Ekstrakurikuler Paduan Suara di SMA Swasta Pantiharapan Lawe Desky Kecamatan Babul Makmur Kabupaten Aceh Tenggara. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Fokus masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana Strategi Pembelajaran Paduan Suara Pada Kegiatan Ekstrakurikuler Seni di SMA Swasta Pantiharapan Desa Lawe Desky Kecamatan Babul Makmur Kabupaten Aceh Tenggara. Data di peroleh dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis dengan teknik analisis data model interaktif. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi data dan kecukupan referensial. Penelitian menunjukkan bahwa terdapat Strategi Pembelajaran Paduan Suara Ekstrakurikuler SMA Swasta Panti Harapan Lawe Desky Kecamatan Babul Makmur Kabupaten Aceh Tenggara yang diguakan yaitu: memiliki proses pembelajaran padauan suara, perekrutan anggota paduan suara dengan menyeleksi angggota yang ingin bergabung dengan padauan suara, anggota yang antosias mengikuti latihan, memiliki tahap proses latihan seperti: pembagian suara, vocalizing, dan teknik vokal, memiliki waktu latihan yang rutin setiap minggunya.Kata Kunci: Strategi, Pembelajaran, Ekstrakurikuler, Paduan Suara
PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL DALAM PEMBELAJARAN SENI BUDAYA DI SMA NEGERI 10 ACEH BARAT DAYA Mahleni, Zora; Zuriana, Cut; Samsuri, Samsuri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 6, No 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v6i1.22570

Abstract

ABSTRAKMata pelajaran seni budaya merupakan suatu mata pelajaran yang berbeda dengan mata pelajaran lain karena memiliki karakteristik yang unik dan menarik. Oleh karenanya diperlukan media yang unik dan menarik pula untuk menyampaikan materi-materi yang terdapat dalam pelajaran seni budaya. Guru SMAN 10 Aceh Barat Daya memilih menggunakan media audio visual dalam menyampaikan materi seni musik khususnya dalam mengidentifikasi ragam lagu daerah dapat lebih menarik yang pada gilirannya akan meningkatkan efektivitas pembelajaran seni budaya itu sendiri. Penelitian ini mengangkat permasalahan tentang penggunaan media audio visual dalampembelajaransenibudaya di SMA Negeri 10 Aceh Barat Daya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan media audio visual dalam pembelajaran seni budaya dan untuk mengetahui tanggapan siswa terhadap penggunaan media audio visual dalampembelajaransenibudaya di SMA Negeri 10 Aceh Barat Daya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif, yang menjadi subjek penelitian ini adalah guru seni budaya dan siswa kelas X IPS berjumlah 24 orang siswa. Data dikumpulkan melalui lembar observasi, angket dan dokumentasi, data yang terkumpul dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media audio visual diterapkan melalui tahapan-tahapan proses pembelajaran diantaranya tahap perencanaan, tahap menyiapkan materi, menyiapkan media audio visual, tahap pelaksanaan penerapan media audio visual, evaluasi dan menarik kesimpulan terhadap pembelajaran yang telah dilakukan.Tanggapan siswa terhadap penggunaan media audio visual sangat positif yang ditandai dengan 83,33% merespon baik penerapan media audio visual pada pembelajaran seni budaya dan hanya 16,67% siswa yang memberikan respon tidak baik terhadap penerapan media audio visual.Kata Kunci: Pembelajaran Seni Budaya, Media Audio Visual.

Page 10 of 28 | Total Record : 278