cover
Contact Name
JIM Sendratasik
Contact Email
jimpa90@usk.ac.id
Phone
+6285362345322
Journal Mail Official
taufik@usk.ac.id
Editorial Address
Jl. Tgk Chik Pante Kulu No.1 Kopelma Darussalam, 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
JIM Sendratasik
ISSN : -     EISSN : 26202964     DOI : https://doi.org/10.24815/sendratasik.v10i1.35386
JURNAL ILMIAH MAHASISWA (JIM) SENDRATASIK Jurnal Ilmiah Mahasiswa (JIM) Sendratasik adalah karya tulis ilmiah mahasiswa Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala yang merupakan hasil penelitian skripsi. Jurnal ini berisi tentang kajian di bidang seni, baik seni drama, Tari, musik dan rupa sera pendidikan seni. Artikel ini dibimbing oleh pembimbing satu dan pembimbing dua sehingga menghasilkan artikel yang memenuhi kriteria untuk diterbitkan. Jurnal ini secara spesifik berfokus pada kajian pendidikan seni dan budaya yang mengintegrasikan dan mengembangkan kearifan lokal. Kami mendorong penelitian yang menggali nilai-nilai budaya tradisional, pengetahuan lokal, dan praktik seni adiluhung sebagai sumber inspirasi dan materi pembelajaran.
Articles 278 Documents
DALUPA DI DESA PANGGONG KECAMATAN KRUENG SABEE KABUPATEN ACEH JAYA Salpuja, Jumira Hani; Syai, Ahmad; Nurlaili, Nurlaili
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 5, No 4 (2020): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v5i4.22556

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul Dalupa di Desa Panggong Kecamatan Krueng Sabee Kabupaten Aceh Jaya mengangkat masalah bagaimana bentuk pertunjukan dalupa di Desa Panggong Kecamatan Krueng Sabee Kabupaten Aceh Jaya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pertunjukan dalupa di Desa Panggong Kecamatan Krueng Sabee Kabupaten Aceh Jaya. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah pelaku seni yang berkecimpung sejak lama dalam pertunjukan dalupa yaitu Ismail Sabi (yah dek). Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik induktif meliputi tiga langkah; reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk pertunjukan kesenian dalupa meliputi: pemain rapai yang mengiringi pertunjukan dari awal sampai akhir, syair yang dinyanyikan secara serentak oleh pemain musik, dan pemeran dalupa yang menjadi tokoh utama dalam pertunjukan ini, para pemain rapai menggunakan pakaian serbahitam dilengkapi dengan kopiah atau peci, busana yang digunakan oleh semua pemain musik adalah sama, sementara tokoh dalam pertunjukan dalupa menggunakan kostum yang terbuat dari bulu ijuk, yang menutupi seluruh tubuh sampai kepala bagian belakang, wajah si dalupa biasanya dirias atau dipakaikan topeng yang senada dengan warna ijuk, pemeran dalupa juga membawa pedang sebagai properti tangan (handprop). Selama pertunjukan berlangsung pukulan rapai dan nyanyian syair tidak pernah berhenti kecuali saat pergantian irama atau lagu, kesenian dalupa difungsikan sebagai hiburan, namun didalamnya terkandung banyak unsur nilai seperti pendidikan, agama dan norma-norma yang dijalankan dalam kehidupan sehari-hari.Kata Kunci: tradisi, pertunjukan, dalupa
ANALISIS UNSUR GERAK SENI RAPAI GELENG Rahmi, Mauliza; Hartati, Tengku; Ismawan, Ismawan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 5, No 3 (2020): AGUSTUS
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v5i3.22553

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul Analisi Unsur Gerak Seni Rapai Geleng. Penelitian ini mengangkat masalah tentang bagaimana penerapan unsur tenaga, ruang dan waktu pada gerak tari Rapai Geleng. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur tenaga, ruang dan waktu pada gerak tari Rapai Geleng. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif , subjek penelitian adalah Tari Rapai Geleng, sedangkan yang menjadi objek penelitian adalah unsur gerak tari. Data diperoleh dengan teknik observasi, dokumentasi dan wawancara. Teknik analisis menggunakan reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tari Rapai Geleng terdiri dari tiga babak yaitu Saleum, Kisah dan Lani. Cenderung menggunakan tenaga yang ringan dan kuat. Ruang pada tari Rapai Geleng cenderung menggunakan level sedang dan rendah, namun ada juga yang menggukan level tinggi pada saat tangan menepuk ke atas kepala. Dan waktu dalam tari Rapai Geleng ini meliputi tempo lambat, tempo sedang, tempo cepat, tempo sedang ke lambat dan tempo sedang ke cepat, dalam hal ini biasa tempo yang cepat dapat mempengaruhi tenaga menjadi kuat.Kata kunci: Analisis, Unsur Gerak, Seni, Rapai Geleng
NILAI-NILAI PENDIDIKAN PADA SEBUKU BEGURU DALAM KONTEKS SOSIAL MASYARAKAT ETNIK GAYO Arda, Nantuhateni; Ismawan, Ismawan; Ramdiana, Ramdiana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 5, No 3 (2020): AGUSTUS
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v5i3.22554

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul Nilai-nilai Pendidikan pada Sebuku Beguru dalam Konteks Sosial Masyarakat Etnik Gayo. Mengangkat masalah tentang nilai-nilai pendidikan pada adat beguru dalam konteks sosial masyarakat etnik Gayo. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan pada adat beguru dalam konteks sosial masyarakat etnik gayo. metode penelitian ini adalah Deskriptif, dengan pendekatan Kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi. Teknik analisis data yaitu mereduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses adat sebuku beguru merupakan salah satu dari proses upacara adat sebelum perkawinan Etnik Gayo yang dimulai dari Munginte, Mujule Emas, dan Beguru. Nilai-nilai pendidikan dan kehidupan sosial yang terkandung di dalam adat Sebuku Beguru yaitu nilai pendidikan aqidah, nilai pendidikan ibadah, dan nilai pendidikan akhlak.Kata Kunci: Sebuku Beguru, Etnik Gayo, Nilai-nilai Pendidikan.
SENI MURAL DI BANDA ACEH Habibillah, Habibillah; Selian, Rida Safuan; Zuriana, Cut
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 5, No 3 (2020): AGUSTUS
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v5i3.22552

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul Seni Mural di Banda Aceh. Adapun yang menjadi masalah pada penelitian ini adalah bagaimana fenomena Seni Mural di Banda Aceh mulai dari tahun 2013 hingga 2020. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan seni mural di Banda Aceh. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan deskriptif penelitian ini melihat perkembangan seni mural di Banda Aceh. Subjek penelitian ini adalah komunitas Apotek Warena dan Mr. Doff Indonesia. Data diperoleh dengan teknik observasi secara langsung, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian seni mural adalah seni lukis dinding yang bersifat permanen dibuat dengan media dinding yang tidak bisa berpindah tempat. Seni mural merupakan media komunikasi antara seniman dan khalayak umum, menjadi alternative untuk penyampaian nilai-nilai estetis dan etis. Keberadaan mural di ruang publik tentunya mempunyai fungsi sebagai media penyampaian aspirasi, sebagai fungsi estetik, ekonomi dan pendidikan. Oleh karena itu kesimpulan yang dapat diambil ialah mural di Banda Aceh sudah berkembang mulai dari tahun 2013 hingga kini. Awalnya mural dianggap sebagai vandalisme, butuh waktu yang lama hingga vandalisme itu berubah menjadi keindahan atau ungkapan yang di tuangkan kedalam media dinding yang akhirnya menjadi sorotan publik. Kini mural dapat ditemui di setiap sudut kota Banda Aceh mulai dari Sekolah, coffee shop, cafe, perkantoran, tempat sarana umum, toko, dan halte.Kata Kunci: Mural, Seni
INSTRUMEN SARON SEBAGAI MUSIK IRINGAN TARI GEDRUK PADA SANGGAR KRIDHA MUDA DI JAGONG JEGET Sari, Dwi Artika; Supadmi, Tri; Ramdiana, Ramdiana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 5, No 3 (2020): AGUSTUS
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v5i3.22550

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul Instrumen Saron Sebagai Musik Iringan Tari Gedruk Pada Sanggar Kridha Muda di Jagong Jeget. Pada kesenian jawa dikenal salah satu bentuk kesenian Gedruk yang berkembang di Jagong dari dulu hingga saat ini,seni Gedruk merupakan seni tari yang diiringi musik secara langsung. Pada musik iringan terdapat salah satu alat musik tradisional yaitu alat musik Saron yang menjadi simbol/ikon pada kesenian ini, dengan suaranya yang keras dan nyaring menjadikan alat musik ini berperan penting dalam pertunjukan kesenian ini. Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk penyajian Saron dalam musik iringan tari Gedruk. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk penyajian Saron dalam musik iringan tari Gedruk pada sanggar Kridha Muda di Jagong Jeget. Yang menjadi sumber data dalam penelitian ini adalah seniman/pemain alat musik Saron yaitu Tuparji Saputra dan Rejo selaku ketua sanggar Kridha Muda. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data digunakan dengan Teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan mereduksi data, display data, dan verifikasi data. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa instrument Saron memiliki pola irama yang sangat sederhana, ada 3 bentuk pola irama dalam pertunjukan kesenian ini yaitu, irama lancar, irama tanggung dan irama dados. Pada pertunjukan ini terdapat tiga pemain alat musik Saron yakni masing-masing pemain memakai Saron yang ukurannya berbeda-beda yakni Saron demung yang berukuran besar, Saron barung yang berukuran sedang dan Saron penerus/peking yang berukuran kecil.adapun alat musik pengiring lainnya yaitu, gong, kempul, bende, kendang, drum, keyboard, gitar bass, gitar melodi dan properti yaitu kerincingan/klintingan. Kesenian ini berfungsi sebagai hiburan rakyat .Kata kunci: Saron, Iringan Tari, Tari Gedruk.
PERKEMBANGAN SENI RAPAI BUBEE DI KABUPATEN PIDIE JAYA Rosya, Fatma; Palawi, Ari; Zuriana, Cut
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 5, No 3 (2020): AGUSTUS
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v5i3.22551

Abstract

ABSTRAKPenelitian dengan judul perkembangan seni Rapai Bubee di Pidie Jaya mengangkat masalah bagaimana perkembangan seni Rapai Bubee di Pidie Jaya dan cara melestarikannya. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan perkembangan seni Rapai Bubee dan cara melestarikannya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Narasumber dalam penelitian ini seniman sekaligus Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) yaitu Syeh Husni. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan seni Rapai Bubee berdasarkan lima generasi dan perkembangannya dapat dilihat dari bentuk penyajian serta kendala-kendala yang ada seiring perkembangan seni Rapai Bubee tersebut. Cara melestarikan seni Rapai Bubee dapat dilakukan oleh faktor masyarakat dan pemerintah. Masyarakat harus melestarikan seni Rapai Bubee secara turun-temurun kepada generasi berikutnya. Sedangkan pemerintah harus mengapresiasikan seni Rapai Bubee dengan cara mendorong, membina serta mengalokasikan anggaran untuk sarana dan prasarana pertunjukan seni agar seni Rapai Bubee dapat berkembang dan dikenal oleh masyarakat luas.Kata Kunci: Perkembangan, Seni Rapai Bubee, Pelestarian
ANALISIS STRUKTUR TARI KREASI RATOEH JAROE DI BANDA ACEH Almunadia, Almunadia; Supadmi, Tri; Ismawan, Ismawan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 5, No 3 (2020): AGUSTUS
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v5i3.22549

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul Analisis struktur tari kreasi Ratoeh Jaroe di Banda Aceh. Mengangkat masalah bagaimana struktur gerak tari Ratoeh Jaroe dan tata hubungan gerak tari kreasi Ratoeh Jaroe di Banda Aceh. Tujuannya untuk mengetahui bagaimana struktur gerak tari Ratoeh Jaroe dan mendeskripsikan tata hubungan gerak tari kreasi Ratoeh Jaroe di Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah Yusri Saleh Dek Gam selaku penggerak tari Ratoeh Jaroe sedangkan objek penelitian adalah tari Ratoeh Jaroe dan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data kualitatif menggunakan reduksi data, display data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata hubungan antar elemen dasar tari Ratoeh Jaroe yang memiliki unsur sikap dan gerak dari bagian tubuh yang terdiri dari 5 unsur sikap kepala dan 3 unsur gerak kepala, 4 unsur sikap badan dan 4 unsur gerak badan, 21 unsur sikap tangan dan 17 unsur gerak tangan, 3 unsur sikap kaki dan 6 unsur gerak kaki. Tata hubungan hierarkis gramatikal tari Ratoeh Jaroe memiliki 160 motif, 27 frase, 16 kalimat dan 3 gugus pada keseluruhan tari, dengan motif membentuk frase, frase membentuk kalimat, kalimat membentuk gugus serta gugus membentuk satu tarian yang utuh. Tata hubungan sintagmatis tari Ratoeh Jaroe memiliki hubungan seperti mata rantai yang tidak dapat dipisahkan antara yang satu dengan yang lainnya yang dimulai dari gugus ke 1 sampai gugus ke 3 kemudian tata hubungan paradigmatis Tari Ratoeh Jaroe terdapat pada gugus ke 2 kalimat ke 5 frase ke 9 motif ke 64-68 yang dapat ditukar pada gugus ke 2 kalimat ke 10 frase ke 19 dan motif ke 117-120.Kata kunci: Tari Kreasi Ratoeh Jaroe, Analisis, Struktur
MOTIF DAN FUNGSI KERAJINAN ANYAMAN TAPE DI GAMPONG KEMILI KECAMATAN BEBESEN KABUPATEN ACEH TENGAH Yuliandari, Wilda; Selian, Rida Safuan; Ramdiana, Ramdiana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 5, No 2 (2020): MEI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v5i2.15690

Abstract

Penelitian yang berjudul motif dan fungsi kerajinan anyaman Tape di Gampong Kemili Kecamatan Bebesen Kabupaten Aceh Tengah ini mengangkat masalah bagaimanakah motif yang terdapat pada kerajinan anyaman Tape di Gampong Kemili Kabupaten Aceh Tengah dan bagaimanakah fungsi kerajinan anyaman Tape yang terdapat di Gampong Kemili Kecamatan Bebesen Kabupaten Aceh Tengah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan jenis motif pada kerajinan anyaman Tape di gampong Kemili Kecamatan Bebesen Kabupaten Aceh Tengah dan untuk mendeskripsikan jenis fungsi kerajinan anyaman Tape di gampong Kemili Kecamatan Bebesen Kabupaten Aceh Tengah. Jenis Penelitian yang digunakan adalah pendekatan Kualitatif. Pendekatan Kualitatif digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah, teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara tidak terstruktur dan dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan reduksi data, penyajian data, verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif-motif yang terdapat pada anyaman Tape di Gampong Kemili Kecamatan Bebesen Kabupaten Aceh Tengah ialah motif bunga nam, motif matapat, motif sesiku, motif bunga semelah, motif sesesip, motif peperting, motif keras kulir, motif genipo, motif bintang opat dan motif katir. fungsi anyaman Tape yaitu sebagai fungsi sosial, ekonomi, ritual dan keindahan (estetika), anyaman Tape merupakan tempat penyimpanan wadah pengganti plastik yang difungsikan untuk pernikahan, menaruh tempat sirih, beras, emas, nasi, dan lain sebagainya.Kata Kunci: motif, fungsi, kerajinan anyaman Tape
PEMBELAJARAN EKSTRAKURIKULER TARI LIKOK PULO PADA SISWA TUNA RUNGU DI SMPLB ANEUK METUAH KOTA JANTHO Rizki, Zilfa; Syai, Ahmad; Zuriana, Cut
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 5, No 2 (2020): MEI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v5i2.15691

Abstract

Penelitian ini berjudul Pembelajaran Ekstrakurikuler Tari Likok Pulo pada Siswa Tuna Rungu di SMPLB Aneuk Metuah Kota Jantho. Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana proses pembelajaran ekstrakurikuler Tari Likok Pulo di SMPLB Aneuk Metuah Kota Jantho, dan kendala apa saja yang ditemui guru dalam kegiatan ektrakurikuler Tari Likok Pulo pada siswa Tuna Rungu di SMPLB Aneuk Metuah Kota Jantho. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran ekstrakurikuler Tari Likok Pulo pada siswa Tuna Rungu di SMPLB Aneuk Metuah Kota Jantho, dan untuk mendeskripsikan kendala guru dalam kegiatan Ekstrakurikuler Tari Likok Pulo pada siswa Tuna Rungu di SMPLB Aneuk Metuah Kota Jantho. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses belajar dalam kegiatan ekstrakurikuler Tari Likok Pulo pada siswa Tuna Rungu di SMPLB Aneuh Metuah Kota Jantho berjalan dengan baik. Hal ini dibuktikan melalui prestasi yang telah diraih siswa dalam berbagai perlombaan tari, meskipun guru yagn melatih Tari Likok Pulo tersebut lulusan dari IAIN Ar-Raniry, namun siswa-siswi di SMPLB Aneuk Metuah Kota Jantho mampu menarikan Tari Likok Pulo dengan baik. Metode yang digunakan pada saat proses belajar mengajar berlangsung adalah metode physical prompting, metode gestural prompting, direct instruction, dengan menerapkan pendekatan konstektual, dan media stimulasi audiotoris pada proses pembelajaran tari yang sesuai dengan kemampuan siswa, sehingga kegiatan belajar mengajar dapat terlaksana sesuai dengan yang diharapkan.Kata Kunci: Ekstrakurikuler, Likok Pulo, Tuna Rungu
RAGAM MOTIF RUMAH ADAT RONGKO DESA KOTO KLUET TENGAH ACEH SELATAN Safwandi, Refiki; Supadmi, Tri; Selian, Rida Safuan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 5, No 2 (2020): MEI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v5i2.15688

Abstract

Penelitian yang berjudul Ragam Motif Rumah Adat Rongko di Desa Koto Kluet Tengah Aceh Selatan, dengan mengangkat masalah bagaimana penerapan ragam motif rumah adat rongko Kluet Tengah Aceh Selatan? Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan ragam motif rumah adat rongko di desa Koto Kluet Tengah Aceh Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di rumah adat rongko desa Koto, Kluet Tengah, Kecamatan Tapak Tuan, Aceh Selatan. Sumber data dalam penelitian ini adalah: T. Iskandarmuda sebagai keturunan kerajaan Raja Manggamat Imam Hasbiyallah Muhammad Teuku Nyak Kuta, rumah adat rongko yang menceritakan tentang sejarah dan makna, penerapan ragam motif yang ada di bangunan rumah adat rongko Kluet Tengah Aceh Selatan. Subjek dalam penelitian ini adalah Rumah adat rongko dan objek dalam penelitian ini ragam motif rumah adat rongko. Tekat pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengolahan data dengan teknik kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif rumah adat rongko di Kluet Tengah berupa seni kerajinan ukir kayu dengan motif, yaitu: motif sisik ikan, motif daun, motif rantai, motif bungong seulanga, motif huruf Alif, motif sisik ikan kreasi, motif corak, motif persegi delapan.Kata Kunci: Penerapan, Ragam, Motif, Rumah Adat Rongko