cover
Contact Name
Eni Zulaiha
Contact Email
enizulaiha@uinsgd.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
iat.s2@uinsgd.ac.id
Editorial Address
Kampus 2 UIN SGD Bandung Jl. Cimencrang, Kec. Gedebage, Kota Bandung, Jawa Barat – 40292
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Mashadiruna: Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir
ISSN : -     EISSN : 29634482     DOI : https://doi.org/10.15575/mjiat
Core Subject : Religion,
Mashadiruna: Jurnal Ilmu Al-Quran dan Tafsir is an open-access journal and peer-reviewed scientific work theoretically and practically studying the Quranic science and tafsir.
Articles 107 Documents
Gender Equality Perspectives on Female Labor Force in West Bandung Regency Subagja, Yayang Hendri
Mashadiruna Jurnal Ilmu Al-Qurân dan Tafsir Vol. 2 No. 2 (2023): Mashadiruna Jurnal Ilmu Al-Qurân dan Tafsir
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/mjiat.v2i2.25324

Abstract

Research conducted in West Bandung Regency, West Java, Indonesia, reveals that the challenges to achieving gender equality stem from differences in perspectives between men and women regarding rights, obligations, roles, and social status. One of these discussions often revolves around the issue of gender equality in the labor force, primarily concerning the rights and responsibilities guaranteed to Indonesian citizens by the 1945 Constitution. Gender equality in employment is both a governmental responsibility to protect citizens' rights and has cultural underpinnings. There still exist several institutional and socio-cultural barriers to improving gender equality in the workforce, including workers' awareness of their rights and the bargaining power of female employees. Therefore, it is believed that the government should play a crucial role in promoting gender equality by strengthening the enforcement of gender equality laws in the labor sector and enhancing labor market oversight. Furthermore, increasing awareness of gender equality among female workers and providing social protection for women in the informal sector is essential.
Karakteristik Tafsir Tahlili dan Tafsir Ijmali Laili, Rafistra Nur; Fransiska, Elmi Maulidina; Hikam, M. Azfa Nashirul
Mashadiruna Jurnal Ilmu Al-Qurân dan Tafsir Vol. 2 No. 3 (2023): Mashadiruna Jurnal Ilmu Al-Qurân dan Tafsir
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/mjiat.v2i3.25718

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperjelas perbedaan karakteristik antara tafsir tahlili dan tafsir ijmali dalam Al-Quran. Dalam penelitian ini, pendekatan kualitatif dengan analisis konten digunakan untuk menganalisis karakteristik dari kedua tafsir tersebut. Sampel penelitian terdiri dari tiga tafsir tahlili dan tiga tafsir ijmali yang dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tafsir tahlili cenderung memberikan penjelasan yang lebih rinci dan rinci tentang makna ayat-ayat Al-Quran. Tafsir ini mencakup penjelasan tentang bahasa, tata bahasa, dan konteks sosial yang mempengaruhi makna ayat-ayat Al-Quran. Di sisi lain, tafsir ijmali lebih condong memberikan penjelasan yang lebih umum dan ringkas tentang makna ayat-ayat Al-Quran. Tafsir ini fokus pada inti makna dan tidak memberikan penjelasan rinci tentang tata bahasa atau konteks sosial. Selain itu, tafsir tahlili lebih memperhatikan konteks sejarah dan lingkungan sosial yang mempengaruhi kandungan ayat-ayat Al-Quran. Tafsir ini juga cenderung memberikan penjelasan tentang tafsir-tafsir alternatif dan mengutip pendapat para ahli untuk mendukung tafsirnya. Sedangkan tafsir ijmali cenderung lebih singkat dan fokus pada makna umum ayat-ayat Al-Quran tanpa mengutip pendapat para ahli. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya pemilihan tafsir yang sesuai dengan kebutuhan pembaca Al-Quran. Maka, perlu memperhatikan karakteristik tafsir yang digunakan untuk memastikan pemahaman yang tepat terhadap ayat-ayat Al-Quran. Karena itu,
Penafsiran Al-Quran di Era Kontemporer Lewo, Abdullah
Mashadiruna Jurnal Ilmu Al-Qurân dan Tafsir Vol. 2 No. 3 (2023): Mashadiruna Jurnal Ilmu Al-Qurân dan Tafsir
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/mjiat.v2i3.26108

Abstract

Teks Al-Quran adalah kalam Allah yang Agung. Manusia memiliki keterbatasan dalam memahaminya sehingga membutuhkan penafsiran-penafsiran terhadap ayat yang dirasa kurang difahami. Penafsiran Al-Quran selalu berkembang sesuai dengan kondisi zamannya. Salah satu penafsiran yaitu penafsiran kontemporer. Penafsiran ini merupakan penafsiran atau penjelasan mengenai teks Al-Quran yang memiliki asumsi bahwa Al-Quran shalih li kulli zaman wa makan. Penafsiran kontemporer berbeda dengan penafsiran klasik. Jika penafsiran klasik memaknai teks Al-Quran sesuai dengan makna harfiyah, maka penafsiran kontemporer memaknainya secara kontekstual.
Kalam Insha Talabi in Surah Yusuf Sa'dina, Ahmad Midrar; Zaelani, Agung Ahmad
Mashadiruna Jurnal Ilmu Al-Qurân dan Tafsir Vol. 3 No. 3 (2024): Mashadiruna Jurnal Ilmu Al-Qurân dan Tafsir
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/mjiat.v3i3.26536

Abstract

The purpose of this research is to do a description-analysis of the elements of the word insha talabi in Surah Yusuf. This research uses qualitative methods through library research. This research was conducted by examining the distribution of selected verses in Surah Yusuf, which had not been studied before. In addition, it explores how the dynamics of interpretation in these selected verses and their relation to the content of the elements of the word insha talabi. The results and discussion of this study found that there are 28 verses about amr, 5 verses about nahi, 12 about istifham, 2 verses about tamanni, and 18 verses about nida. The study of these verses, among other things, is expected to reach the esoteric elements in each verse wisely and in accordance with objective scientific provisions so that the beauty of the style of Al-Qur'an as a whole in Surah Yusuf which is one of the best stories in the Al-Quran can be understood properly. Therefore, it is important to conduct this study and continue to explore its interpretation so that the compassion and wisdom of Yusuf's story can become a strong value in this life in various aspects.
Otoritas Penafsiran Muhammad Adnan dalam Tafsir Quran Suci Basa Jawi Tentang Akhlak Mulia Zurnafida, Zurnafida; Munfarida, Elya
Mashadiruna Jurnal Ilmu Al-Qurân dan Tafsir Vol. 2 No. 3 (2023): Mashadiruna Jurnal Ilmu Al-Qurân dan Tafsir
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/mjiat.v2i3.27066

Abstract

Perkembangan tafsir Al-Quran di Nusantara, tentunya tidak terlepas dari pengaruh sosial, budaya dan bahasa yang sangat beragam. Penafsiran di Indonesia pada umumnya menggunakan lokalitas yang dimaksudkan untuk memudahkan dalam memahami Al-Quran dan menyampaikan pesan-pesan kepada masyarakat. Dalam rangka memudahkan masyarakat Muslim Jawa dalam memahami isi kandungan Kitab Suci al-Quran, KH. Muhammad Adnan melalui karyanya yang berjudul Tafsir Al-Quran Suci Basa Jawi berusaha melakukan vernakularisasi tarjamah Al-Quran ke dalam bahasa Jawa tanpa menghiraukan gagasan-gagasan yang terkandung dalam ayat-ayat tersebut. Sebagai contoh, Mohammaad Adnan memanfaatkan sistem tata bahasa Jawa atau undhak-undhuk dalam menafsirkan Tafsir Al-Quran Suci Basa Jawi. Dari hasil penelitian yang diperoleh, Mohammad Adnan melakukan vernakularisasi terhadap ayat tentang akhlak mulia dalam Al-Quran yaitu tentang adil (netepi samubarang wajibira marang Allah), sesama muslim adalah saudara dilarang bertikai (pasulayan), anjuran untuk berbuat kebaikan (penggawe becik), dan saling memaaafkan (lilalan legawa).
Analisis Kalam Khabari pada Surah Al-‘Ashr Hidayah, Asep Taopik; Komarudin, Edi
Mashadiruna Jurnal Ilmu Al-Qurân dan Tafsir Vol. 2 No. 3 (2023): Mashadiruna Jurnal Ilmu Al-Qurân dan Tafsir
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/mjiat.v2i3.27104

Abstract

Al-Qur’an adalah kalamullah yang di dalamnya terdapat unsur kalam khabari yang merupakan  bagian dari ilmu ma’ani salah satu bagian dalam disiplin ilmu balaghah.  Objek bahasan kalam khabari terfokus pada makna lafazh yang muthobaqah dengan muqtadhol-halnya atau sesuai faktual dan mengandung kemungkinan kalam tersebut benar atau sebaliknya. Riset ini bertujuan untuk mendeskripsikan kalam khabari dari berbagai aspeknya mulai dari definisi hingga analisis kalam khabari pada surah Al-‘Ashr dengan pendekatan metodologi kualitatif melalui library research. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara definisi kalam khabari adalah kalam yang validitas kebenaran dan kesalahannya ditentukan oleh kondisi faktualnya. Memiliki tujuan utama sebagai faidah khabar dan lazimul faidah dan beberapa tujuan turunannya. Uslub kalam khabari berdasarkan mukhatabnya terdiri dari kalam khabari ibtida’I, thalabi dan inkari. Hasil analisis kalam khabari terhadap surah Al-‘Ashr ditemukan bahwa seluruh uslub kalam khabari terdapat dalam surah Al-‘Ashr. Hal ini menjadikan bukti nyata bahwa Al-Qur’an adalah kalam yang memiliki nilai bahasa yang kuat dan fasih dalam menyampaikan pesan kepada para pembacanya.
Analisis Semiotika Roland Barthes Pada Logo Nahdlatul Ulama’ Sholihah, Musarrofatus; Zakarias, Cecep
Mashadiruna Jurnal Ilmu Al-Qurân dan Tafsir Vol. 2 No. 3 (2023): Mashadiruna Jurnal Ilmu Al-Qurân dan Tafsir
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/mjiat.v2i3.28179

Abstract

Penelitian ini merupakan kajian semiotik yang mempelajari hakikat tentang keberadaan suatu tanda, dimana persepsi dan pandangan tentang realitas, dikonstruksikan oleh kata-kata dan tanda-tanda lain yang digunakan dalam konteks sosial. Tanda membentuk persepsi manusia, lebih dari sekedar merefleksikan realitas yang ada. Tradisi semiotika mencakup teori utama mengenai bagaimana tanda mewakili objek, ide, situasi, keadaan, perasaan, dan sebagainya yang berada diluar diri. Metode yang digunakkan dalam penelitian ini adalah studi kajian literatur mengenai tanda pada kajian semiotika. Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak dapat lepas dari tanda, lambang, maupun simbol-simbol. Tanda, lambang, dan simbol-simbol tersebut dapat kita jumpai diberbagai upacara tradisional yang diselenggarakan oleh masyarakat Jawa. Agar dapat memahami hal tersebut maka harus mengetahui ilmu yang mendukungnya. Adapun ilmu yang mempelajari tentang tanda, lambang, dan simbol-simbol adalah semiotik. Semiotik oleh Ferdinand de Saussure diartikan sebagai ilmu yang mempelajari peran tanda (sign) sebagai bagian dari kehidupan sosial. Lebih lanjut semiotik adalah ilmu yang mempelajari struktur, jenis, tipologi, serta relasi-relasi tanda dalam penggunannya di dalam masyarakat. Oleh sebab itu, semiotik mempelajari relasi diantara komponen-komponen tersebut dengan masyarakat penggunanya. Pendekatan semiotik merupakan sebuah pendekatan yang memiliki sistem sendiri, berupa sistem tanda. Tanda itu dalam sastra khususnya sastra tulis diberikan dalam suatu bentuk teks, baik yang terdapat di dalam struktur teks maupun di luar struktur teks karya tersebut.  Bisa dikatakan, melalui teori Roland Barthes dengan tanda denotasi, konotasi dan mitos, peneliti dapat lebih memahami makna atau simbol yang terkandung dalam dialog yang sehari-hari masyarakat gunakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis semiotika dari Roland Barthes. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis makna denotative, konotatif, serta mitos dan ideologi dalam logo Nahdlaatul Ulama’.  
Resepsi Santri Ar-Raudah Bandung dalam Pembacaan Ayat 15 dalam Al-Qur’an Permana, Asep Amar; Rahman, Mohammad Taufiq
Mashadiruna Jurnal Ilmu Al-Qurân dan Tafsir Vol. 3 No. 2 (2024): Mashadiruna Jurnal Ilmu Al-Qurân dan Tafsir
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/mjiat.v3i2.28407

Abstract

Penelitian ini menyelidiki bagaimana al-Qur’an memilki fungsi selain sebagai petunjuk , tetapi sebagai tradisi (amalan rutin) pembacaan al-Qur`an yang dilahirkan dari praktik komunal sebagai bentuk dari respon sosial masyarakat atau komunitas tertentu terhadap al-Qur`an. Dalam hal ini adalah pondok pesantren ar-Raudhah Cileunyi Bandung. Seluruh santri diwajibkan mengikuti kegiatan pembacaan ayat 15 (QS.ali-‘Imran : 1-2 dan 18, QS.al-An`am : 95, QS.al-Ra`d : 31, QS.Yasin : 82, QS.al-Fatihah : 2, QS.Qaf : 15, QS.al-Hadid : 4 dan 25, QS.al-Taghabun : 13, QS.al-Thalaq : 3, QS.al-Jin : 28, QS.al-Muzzammil : 9, QS.al-Naba : 38, QS.‘Abasa : 18-19, QS.al-Takwir : 20, QS.al-Buruj : 20-22). Pembahasannya lebih difokuskan pada bagaimana tradisi pembacaan ayat 15 di Pondok Pesantren al-Raudhah mampu memberikan kontribusi secara kognitif dan afektif bagi para santri yang sedang belajar di pesantren. teknik pengumpulan data yang penulis melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Melalui teori resepsi Steven M. Cafee menunjukkan aspek subjektif dari santri berkaitan dengan aspek kognitif, afektif , konatif dalam pembelajaran yang dilakukan.
Analisis Semantik atas Makna Wahn dalam Al-Quran Hikmah, Nur
Mashadiruna Jurnal Ilmu Al-Qurân dan Tafsir Vol. 2 No. 3 (2023): Mashadiruna Jurnal Ilmu Al-Qurân dan Tafsir
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/mjiat.v2i3.28731

Abstract

Latar belakang penelitian berdasarkan adanya sebuah hadis tentang penyakit wahn yang akan menimpa bangsa ini kepada umatnya di setiap zaman pada generasi ummat, sehingga ditemukan korelasi antara ayat-ayat wahn dalam Al-Quran dengan wahn yang disebutkan dalam hadis Nabi. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif (descriptive analysis) dengan pendekatan kualitatif. Sumber primernya adalah ayat-ayat Al-Quran yang di dalamnya terdapat kosakata wahn dari sumber sekunder yang maknanya terkandung dalam tafsir Anwar al-Tanzil wa Asrar al-Ta’wil, al-Bahr al-Muhith, Irsyad al-‘Aql al-Salim Ila Mazaya, dan al-Tahrir wa al-Tanwir. Makna dasar wahn ditemukan dari kosakata yang digunakan oleh mufassir dalam menafsirkan ayat-ayat tentang wahn dalam Al-Quran, terdapat 22 kosakata (16 sinonim dan 6 antonim) yang menunjukkan relasi makna. Makna kontekstual wahn dalam Al-Quran terbagi ke dalam 4 bagian yaitu: pertama, satu ayat tentang lemahnya ideologi. Kedua empat ayat tentang lemahnya ambisi atau larangan putus asa. Ketiga dua ayat tentang lemah fisik. Keempat satu ayat tentang lemahnya tipu daya.
Kisah Nabi Ayyub dalam Al-Quran dan Bible Ramadani, Nur Shofiyah; Muzammil, Iffah
Mashadiruna Jurnal Ilmu Al-Qurân dan Tafsir Vol. 2 No. 3 (2023): Mashadiruna Jurnal Ilmu Al-Qurân dan Tafsir
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/mjiat.v2i3.28743

Abstract

Tulisan ini membahas tentang kisah salah satu Nabi yang dikenal dengan kesabaran dan ketabahannya menghadapi ujian dan cobaan dalam hidupnya. Adanya relasi historis Al-Quran dan Bible mendasari penelitian ini dilakukan dengan fokus pembahasan pada kisah hidup Nabi Ayyub. Jenis penelitian yang digunakan adalah kepusatakaan (library research) dengan model penelitian kualitatif dan menyajikannya secara deskriptif-analisis. Sekalipun dalam Al-Quran dan Bible terdapat kesamaan dalam membahas tentang kisah Nabi Ayyub, namun juga terdapat beberapa perbedaan. Pertama, sesuai dengan ke khasannya, Al-Quran menyampaikan kisah Nabi Ayyub dalam narasi yang singkat, sementara Bible menyajikannya dalam narasi yang lebih detail. Dalam Al-Quran, di kisahkan pada 6 ayat, sedangkan dalam Bible dikisahkan dalam 42 pasal. Kedua, dalam Al-Quran disebutkan bahwa Ayyub sabar dan tabah menghadapi ujian dan cobaan, sedangkan dalam Bible disebutkan bahwa Nabi Ayyub mengeluh dalam melewati ujian dan musibah. Ketiga, dalam Al-Quran disebutkan bahwa istri Ayyub yang menemaninya selama masa sulit, sedangkan dalam Bible disebutkan bahwa ketiga sahabat Ayyub yang menemaninya selama sakit. Keempat, dalam Al-Quran disebutkan bahwa Ayyub berbaik sangka akan takdir Allah, sedangkan dalam Bible disebutkan bahwa Nabi Ayyub berburuk sangka kepada Allah. Kelima, doa Nabi Ayyub dikabulkan karena adab dan keyakinan kepada Allah, sedangkan dalam Bible disebutkan bahwa Allah menegur Nabi Ayyub karena sikapnya yang mengeluh dan merasa tinggi.

Page 5 of 11 | Total Record : 107