cover
Contact Name
Eni Zulaiha
Contact Email
enizulaiha@uinsgd.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
iat.s2@uinsgd.ac.id
Editorial Address
Kampus 2 UIN SGD Bandung Jl. Cimencrang, Kec. Gedebage, Kota Bandung, Jawa Barat – 40292
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Mashadiruna: Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir
ISSN : -     EISSN : 29634482     DOI : https://doi.org/10.15575/mjiat
Core Subject : Religion,
Mashadiruna: Jurnal Ilmu Al-Quran dan Tafsir is an open-access journal and peer-reviewed scientific work theoretically and practically studying the Quranic science and tafsir.
Articles 90 Documents
Studi Kritis Metode Tafsir Tahlili Kafiyah, Fitroh Ni’matul; Azhari, Hilma Nurlaila
Mashadiruna Jurnal Ilmu Al-Qurân dan Tafsir Vol. 2 No. 1 (2023): Mashadiruna Jurnal Ilmu Al-Qurân dan Tafsir
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/mjiat.v2i1.25147

Abstract

Metode tahlili memasukan banyak aspek dalam tafsirnya.  Banyak ilmu yang terkandung di dalam tafsir tahlili tetapi di zaman sekarang seringkali tafsir tahlili dianggap kolot, usang, tidak dapat dijadikan solusi permasalahan dan penyampaian maknanya yang bertele-tele, sedangkan di zaman sekarang umat membutuhkan tafsir yang kontekstual dan hidup sehingga dapat menjadi solusi dalam hidupnya. Oleh karena itulah tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan penjelasan terkait tafsir tahlili yang terletak pada metode tafsir umum dan metode khusus, sejarah munculnya tafsir tahlili dan karakteristik tafsir tahlili. Penelitian ini menggunakan kajian kepustakaan (library research) dengan menggunakan metode kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah penjelasan terkait tafsir tahlili yang terletak pada metode tafsir umum (manhaj) kemudian juga memiliki metode khusus yang berasal dari orientasi penulis tafsir (uslub), dimana tafsir tahlili dapat becorak sufi, fiqhi, falsafi, ilmi dan adabi ijtima’i. kemunculan metode tafsir tahlili merupakan hasil dari ketidakmampuan umat pada masa pelebaran kekuasaan islam di kawasan non-Arab untuk memahami Al-Qur’an. Tafsir dengan metode tahlili juga dapat dikatakan sebagai metode penulisan tafsir pertama, dengan munculnya Kitab Ath-Thabari sebagai buktinya. Karakteristik tafsir tahlili dapat diilihat dari seorang mufassir yang menganalisa Al-Qur’an dari berbagai aspek, mulai dari kebahasaan, sastra, asbabun nuzul, munasabah, qiroat, balaghah, dan hukum fikih.
Produksi dalam Perspektif Al-Qur’an dengan Referensi Khusus pada Tafsir Al-Azhar dan Ibnu Katsir Ummi, Zahrotul; Hadi, Eka Yunizar Anggraini; Widianti, Reza Yuniar Zain
Mashadiruna Jurnal Ilmu Al-Qurân dan Tafsir Vol. 2 No. 3 (2023): Mashadiruna Jurnal Ilmu Al-Qurân dan Tafsir
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/mjiat.v2i3.25214

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana penafsiran ayat dalam Al-Quran yang menejelaskan tentang produksi serta tafsiran dari mufassir. Dalam artikel ini ayat yang digunakan yaitu QS Al-Mulk Ayat 15 dan QS Al-Hadid ayat 25 serta mengambil tafsiran dari Al-Azhar dan Ibnu Katsir. Sehingga para pembaca dapat mengerti dan memahami bagaimana hukumnya. Menurut pandangan Islam, produksi memegang peranan penting dalam perekonomian sekiranya satu diantara dari tiga sektor utama kegiatan ekonomi, yaitu produksi, distribusi, dan konsumsi. Produksi dipandang sebagai sektor yang menjadi sumber pendapatan utama bagi masyarakat, serta sumber pendapatan bagi individu dan kelompok. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa aktivitas produksi harus dilakukan dengan kecerdasan yang berlandaskan pada prinsip-prinsip etika dan hukum syariat. Produksi harus mematuhi prinsip halal, dengan Islam melarang produksi barang dan jasa yang haram karena dapat berdampak buruk bagi manusia. Sebagai produsen Muslim, tindakan produksi tidak hanya mencari keuntungan materi, tetapi juga mempertimbangkan keberkahan dan kehalalan. Produksi dalam Islam bertujuan untuk menghasilkan kekayaan dengan menggunakan sumber daya yang diizinkan oleh syariat, atau yang disebut halal.
Tafsir dan Tokoh-tokohnya pada Periode Pertengahan Sutardi, Edi; Jamarudin, Ade
Mashadiruna Jurnal Ilmu Al-Qurân dan Tafsir Vol. 2 No. 3 (2023): Mashadiruna Jurnal Ilmu Al-Qurân dan Tafsir
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/mjiat.v2i3.25230

Abstract

Artikel ini mengkaji tokoh-tokoh tafsir pada Abad Pertengahan, dari abad ketiga hingga keempat belas. Dalam sejarah kebudayaan Islam, Abad Pertengahan diakui sebagai puncak pengetahuan dan peradaban Islam, dan karena itu dianggap sebagai periode emas. Kemenangan ini adalah hasil dari fokus kuat pemerintah pada ilmu pengetahuan. Karya ini menggunakan analisis deskriptif yang berasal dari studi pustaka. Sebelum para mufasir memulai kegiatan penafsirannya, para mufasir pada masa peralihan ini berpartisipasi dalam suatu disiplin tertentu di samping keterkaitan mereka yang kuat dengan ideologi atau mazhab tertentu, menurut temuan penelitian ini. Berangkat dari hal tersebut, muncul banyak komentator sesuai dengan mata pelajaran yang dipelajarinya atau aliran pemikiran yang dianutnya. Berdasarkan fakta-fakta tersebut, dapat dikatakan bahwa Al-Qur'an sangat terbuka untuk penafsiran (multi-tafsir) dan bahwa setiap penafsir Al-Qur'an biasanya dipengaruhi oleh konteks sosio-kultural. Meskipun subjek kajiannya, teks Al-Qur’an, bersifat tunggal, penafsiran Al-Qur’an memiliki berbagai dampak. Oleh karena itu, tidak dapat dipungkiri bahwa karakter Madzahib al-Tafsir akan muncul dalam sejarah pemikiran umat Islam.
Review of Tafsir Al-Munir Fi Al-Syari'ah Wa Al-'Aqidah Wa Al-Manhaj Creation Wahbah Azzuhaili Huda, Nana Najatul
Mashadiruna Jurnal Ilmu Al-Qurân dan Tafsir Vol. 2 No. 2 (2023): Mashadiruna Jurnal Ilmu Al-Qurân dan Tafsir
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/mjiat.v2i2.25237

Abstract

Tafsir al-Munir fi al-Syari'ah wa al-'Aqidah wa al-Manhaj is a book of interpretations written by a religious expert who graduated from 'Ain al-Syam University in Egypt with a focus on the field of law. He was born in the village of Dir 'Atiyyah, Faiha sub-district, Damascus, Syria. His purpose in writing this book was as a form of admiration and love for the Koran itself, because according to him, the Koran has a very close bond with the needs of modern life and cultural and educational demands. This interpretation has a fiqh style, namely interpreting the Qur'an more broadly in terms of Islamic law. The source of the interpretation is by combining bi ma'tsur (hiwayah) and bi al-Ra'yi (opinion and ijtihad). The method of interpretation uses tahlili, namely interpreting the Qur'an according to the order of the Mushaf by collaborating with the thematic method. Therefore, it is important for us as Muslim students to know the methodology and style of a book of interpretation, as well as the reasons for mufasir scholars in writing their works, in order to know what the aims of the mufasir figures who have spent a lot of time in their lives making their writings in a knowledge of the Qur'an and interpretation. This research method is qualitative through literature review. The results and discussion of this study is that there is a fiqh pattern due to the scientific background of the interpreters in the field of fiqh, so that the direction of interpretation is more extended to shari'ah or fiqh law, methods of interpretation in tahlili and semi-thematic ways and sources of interpretation with fi al-Ma'tsur and bi al-Ra'yi. This study concludes that this interpretation was written by Wahbah Azzuhaili due to his admiration and love for the Qur'an because the Qur'an has strong ties to the necessities of life and educational demands.
Metode Penafsiran Abu al-Su’ud Al-‘Imadi dalam Kitab Irsyad al-‘Aql al-Salim ila Mazaya al-Kitab al-Karim Basyiruddin, Muhammad Hafizh; Zulaiha, Eni
Mashadiruna Jurnal Ilmu Al-Qurân dan Tafsir Vol. 2 No. 2 (2023): Mashadiruna Jurnal Ilmu Al-Qurân dan Tafsir
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/mjiat.v2i2.25238

Abstract

Tujuan tulisan ini adalah untuk mengkaji metodologi dalam buku tafsir “Irsyad al-‘Aql al-Salim ila Mazaya al-Kitab al-Karim” karya Abu al-Su’ud Al-‘Imadi. Kajian mencakup aspek-aspek seperti sumber-sumber penafsiran (mashdar), metode penafsiran (manhaj), dan orientasi penafsiran (ittijah). Selain itu, tulisan juga memberikan gambaran singkat tentang biografi mufassir, wawasan keilmuan mufassir, dan latar belakang penulisan tafsir tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam tulisan ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kitab tafsir “Irsyad al-‘Aql al-Salim ila Mazaya al-Kitab al-Karim” karya Abu al-Su’ud Al-‘Imadi, dari segi sumber penafsiran, masuk dalam kategori tafsir bi al-Ra’yi. Dari segi metode penafsiran, kitab ini menggunakan metode tahlili. Sementara dari segi orientasi penafsiran, tafsir ini cenderung memiliki orientasi kebahasaan (lughawi). Abu al-Su’ud al-‘Imadi hidup pada masa kejayaan Kesultanan Utsmaniyah, di mana masyarakat menikmati kemakmuran dan keamanan, serta ilmu pengetahuan berkembang pesat. Oleh karena itu, orientasi penafsiran dalam kitabnya tidak banyak berfokus pada isu-isu sosial dan kemasyarakatan. Sebaliknya, orientasi penafsiran Abu al-Su’ud lebih dominan pada aspek kebahasaan. Kecintaannya yang mendalam terhadap sastra Arab dan kemahirannya dalam bidang tersebut menjadi faktor kuat yang menjadikan tafsirnya berorientasi kebahasaan (lughawi).
Metode Tafsir Maudhui dalam Kitab Tafsir Al-Insan Fi Alqur’an Karya Abbas Mahmud Al-‘Aqqad Amalia, Ilma
Mashadiruna Jurnal Ilmu Al-Qurân dan Tafsir Vol. 2 No. 2 (2023): Mashadiruna Jurnal Ilmu Al-Qurân dan Tafsir
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/mjiat.v2i2.25239

Abstract

Tafsir adalah cara untuk memahami isi Al-Qur'an, dan metode penafsiran Al-Qur'an beragam, salah satunya adalah metode tematik atau maudhui. Metode ini memungkinkan kita untuk merespons fenomena saat ini dengan menggabungkan ayat-ayat Al-Qur'an dalam satu tema tertentu, memberikan jawaban atas berbagai pertanyaan melalui ayat-ayat Al-Qur'an yang berkaitan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang memfokuskan pada metode tafsir maudhui dan contohnya dalam kitab "Al-Insan fi Al-Qur'an" karya Abbas Mahmud al-'Aqqad. Tujuan penelitian ini adalah memberikan gambaran ringkas tentang metode penafsiran maudhui dan mengilustrasikan penggunaan praktis metode ini dalam tafsir kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode maudhui tetap menjadi metode populer yang digunakan oleh banyak mufassir, karena metode ini memiliki fleksibilitas dan relevansi dengan tuntutan zaman.
I'Jaz Concept and its Relationship with Miracles in the Qur'an Gunawan, Gun Gun; Riyani, Irma
Mashadiruna Jurnal Ilmu Al-Qurân dan Tafsir Vol. 2 No. 2 (2023): Mashadiruna Jurnal Ilmu Al-Qurân dan Tafsir
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/mjiat.v2i2.25240

Abstract

I'jaz is the ability to subdue and show himself above others. When this term was applied to the Qur'an, the holy book brought by the Prophet was able to subdue all the writings that ever existed, while also crowning the Qur'an as a miracle as well as the most noble and undeniable book. The miracles of the Qur'an cannot be matched. This is manifested in aspects of the beauty of language, the stories contained in it, in addition to monotheism, the rules of the Shari'a, and so on, as well as scientific information that is extraordinarily complete when examined in depth. To appreciate the miracles of the Qur'an, every Muslim should fulfill the rights of the Qur'an by reading, memorizing, studying, analyzing and applying it in daily life as a guide for those who are pious.
Hakikat dan Urgensi Metode Tafsir Maudhu’i Awadin, Adi Pratama; Hidayah, Asep Taopik
Mashadiruna Jurnal Ilmu Al-Qurân dan Tafsir Vol. 2 No. 2 (2023): Mashadiruna Jurnal Ilmu Al-Qurân dan Tafsir
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/mjiat.v2i2.25241

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan metode tafsir maudhu’i, mulai dari aspek historis, dasar dan urgensi, prosedur, hingga kelebihan dan kekurangannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan dan pendekatan deskriptif-analitik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode tafsir maudhu’i memiliki akar historis yang mencakup era Nabi Muhammad Saw dan pengembangannya oleh peneliti di Universitas Al-Azhar Kairo pada abad ke-14 H/20 M. Dasar dan urgensi metode ini berasal dari upaya Nabi Muhammad Saw untuk menjawab pertanyaan sahabat tentang berbagai masalah. Prosedur tafsir tematik ini melibatkan pemilihan judul, pemilihan ayat, penyusunan ayat, studi tentang penafsiran ayat, pemahaman makna ayat, pengembangan ide, penerapan metodologi, dan penentuan tujuan yang jelas. Metode tafsir maudhu’i memiliki sejumlah kelebihan, seperti kepraktisan, sistematika, dinamika, efektivitas, dan efisiensi dalam menghadapi tantangan zaman kontemporer. Namun, ada juga kekurangan yang perlu diperhatikan, yaitu potensial untuk membatasi pemahaman ayat dan mempartisi pembahasan ayat dalam konteks tema lain.
Wahbah Zuhaili's Understanding of the Verses on Adultery: A Review of Al-Tafsir Al-Munir SAM, Muhamad Nurbaden
Mashadiruna Jurnal Ilmu Al-Qurân dan Tafsir Vol. 2 No. 2 (2023): Mashadiruna Jurnal Ilmu Al-Qurân dan Tafsir
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/mjiat.v2i2.25242

Abstract

Adultery has recently become a major problem faced by mankind, especially whether it is prostitution or abnormal-sex considering that this ugliness is among the oldest on earth, this crime is very difficult to deal with and even trying to reduce it is very difficult. This is made clear by the reading of the text of the Qur'an by the mufasir, so that in this study it is hoped that it will be able to trigger Wahbah Zuhaili's best interpretation of zina and its relevance to the Criminal Code in Indonesia. This research uses qualitative research methods, namely research that contains written data such as documents or other texts that are relevant to the topic of discussion, this written data is usually in the form of words or actions and not in the form of numbers (numeric). The collection of sources in this research was obtained by means of library research or book surveys. In this technique, there are three stages that must be done. First, inventorying the verses on adultery. Second, read, browse, and compile interpretations of wAhbzh zuhaili. Third, describe and analyze the interpretation of these adultery verses, so that comprehensive and holistic research findings or results can be obtained.
Reinterpretasi Kisah Nabi Yusuf dalam Al-Qur’an untuk Strategi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Zulaiha, Eni; Yunus, Badruzzaman M.
Mashadiruna Jurnal Ilmu Al-Qurân dan Tafsir Vol. 2 No. 3 (2023): Mashadiruna Jurnal Ilmu Al-Qurân dan Tafsir
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/mjiat.v2i3.25243

Abstract

Pemberdayaan ekonomi menjadi salah satu hal penting untuk menjaga stabilitas kehidupan. Maka, dibutuhkan formula baru yang bersifat konstruktif dan variatif berupa strategi pemberdayaan ekonomi umat secara khusus, yakni dengan menggunakan perspektif Al-Qur’an melalui kisah Nabi Yusuf AS pada QS. Yusuf ayat 46 hingga 49. Penulisan karya ini menggunakan teknik kualitatif serta metode maudhu'i. Tulisan ini secara implisit menyimpulkan bahwa Melalui pesan hikmah dalam Al-Qur’an, Islam memberi tahu setiap Muslim tentang kemampuan digitalpreneur dengan meningkatkan ide dan kapabilitas terkait digitalisasi untuk melahirkan formula atau produk baru, baik berupa barang, makanan, aplikasi, ataupun produk lainnya. Kemudian, manfaatkan kekuatan era digital untuk meningkatkan layanan zakat melalui digitalisasi sebagai layanan utama yang baik, seperti halnya layanan zakat melalui aplikasi yang bernama BAZUTAKWA atau BAZNAS untuk kesejahteraan warga, serta menghilangkan sikap hedonis yang dapat menyebabkan umat kurang peka terhadap situasi sosial dan ekonominya dengan menghadirkan program khusus tentang penyuluhan kemapanan ekonomi tentang urgensi hidup hemat oleh pemegang kebijakan. Kekurangan dari tulisan ini ialah hanya membahas pemberdayaan ekonomi dalam Al-Qur’an semata. Dalam tulisan-tulisan berikutnya, studi ini menyarankan untuk beralih ke literatur tafsir Al-Qur’an lainnya sebagai solusi untuk mengimplementasikan prinsip-prinsip pemberdayaan ekonomi dalam agama Islam.