cover
Contact Name
Muh Ali Bagas
Contact Email
ululalbab.jurnal104@gmail.com
Phone
+6287742228955
Journal Mail Official
muhammadalibaggaz@gmail.com
Editorial Address
Jln. TGH. Ibrahim Al-Khalidy Desa Kediri Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat Post Kode 83362
Location
Kab. lombok barat,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Ulul Albab: Journal Dak'wah and Social Religiosity
ISSN : 27743152     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.69943
Ulul Albab: Journal Dak`wah and Social Religiosity (E-ISSN : 2774-3152) (P-ISSN : 2355-1690) diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) STID Mustafa Ibrahim Al-Ishlahuddiny. Terbit dua kali setahun setiap bulan Juli dan Desember. E-journal ini merupakan versi online dari edisi cetak Jurnal Kreatif yang diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat (P3M) STID Mustafa Ibrahim Al-Ishlahuddiny. Redaksi mengundang para akademisi, dosen, maupun peneliti untuk berkontribusi memasukkan artikel ilmiahnya, baik berupa Hasil penelitian, artikel, book review jurnal penelitian yang merupakan produk ilmiah orisinal dan belum pernah dipulikasikan di media manapun. Naskah yang masuk akan dievaluasi oleh dewan redaksi dan mitra bestari. Redaktur dapat melakukan perubahan pada tulisan yang dimuat untuk keseragaman format, tanpa mengubah substansinya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 41 Documents
DIGITALISASI KAJIAN ALQURAN: PELUANG DAN TANTANGAN MEDIA SOSIAL Firdaus, Nurizza Ilham; Nurizza Ilham Firdaus
Ulul Albab: Journal Da`wah and Social Religiosity Vol. 3 No. 1 (2025): Ulul Albab: Journal Da`wah and Social Religiosity
Publisher : P3M STID Mustafa Ibrahim Al-Ishlahuddiny Kediri Lombok Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69943/672hpp34

Abstract

Transformasi digital telah membawa perubahan signifikan dalam cara umat Islam mengakses dan mempelajari Alquran. Media sosial sebagai produk teknologi informasi menawarkan peluang besar dalam penyebaran kajian Alquran secara luas, cepat, dan interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara kritis dinamika digitalisasi kajian Alquran melalui media sosial, serta peluang dan tantangan yang menyertainya. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi pustaka dan analisis tematik, tulisan ini menunjukkan bahwa media sosial mampu memperluas jangkauan dakwah Islam dan menjadikan kajian Alquran lebih inklusif. Namun, kemudahan akses juga melahirkan tantangan serius berupa maraknya konten tanpa otoritas ilmiah yang dapat mengikis kesakralan Alquran dan membingungkan masyarakat awam. Oleh karena itu, dibutuhkan literasi digital keislaman yang kuat, keterlibatan aktif ulama dan akademisi, serta regulasi yang menjamin keautentikan konten keagamaan di ruang digital.
Popularitas Dakwah Tgh Yahya Ibrahim dalam Kajian Tasawuf Di Akun Youtube Heriyadi
Ulul Albab: Journal Da`wah and Social Religiosity Vol. 3 No. 1 (2025): Ulul Albab: Journal Da`wah and Social Religiosity
Publisher : P3M STID Mustafa Ibrahim Al-Ishlahuddiny Kediri Lombok Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69943/wj2qev40

Abstract

Platform media sosial sebagai sarana dakwah. Salah satu tokoh penting yang memanfaatkan media digital, khususnya YouTube, dalam menyampaikan dakwah tasawuf adalah Tuan Guru Haji Yahya Ibrahim. Dalam kajian ini, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendekatan dakwah Tuan Guru Haji Yahya Ibrahim di akun YouTube, dengan fokus pada penerapan ajaran tasawuf dalam konten-konten dakwah yang disampaikan. Melalui metode kualitatif dengan analisis konten, penelitian ini menggali kajaian tasawuf Tuan Guru Haji Yahya Ibrahim di akun youtube.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa dakwah tasawuf yang disampaikan oleh Tuan Guru Haji Yahya Ibrahim memiliki ciri khas yang mendalam, yaitu penekanan pada pembersihan hati, ketaqwaan, dan penguatan spiritual. Tuan Guru Haji Yahya Ibrahim juga secara aktif melibatkan audiens melalui interaksi langsung, memberikan ruang bagi mereka untuk bertanya dan berdiskusi, serta mengaplikasikan konsep tasawuf dalam kehidupan sehari-hari. Video-video beliau di YouTube lebih banyak berbentuk ceramah singkat, tanya jawab, serta kajian mendalam terkait dengan tema-tema tasawuf, yang tidak hanya menarik bagi umat Muslim di kalngan ragional, tetapi juga audiens nasional. Penelitian ini menyimpulkan melalui akun youtube beliau banyak menyampaikan materi dakwah yang mengarah kepada materi tentang mengingat Allah, materi tentang sembahyang atau sholat ma’rifat, materi tentang mati sebelum mati, materi tentang merariq atau menikah syariat, thariqoah, hakekat dan ma’rifat. Adapun bentuk kepopuleran beliau dikarenakan beberapa aspek seperti gaya dakwah dan ciri khas kajian, konten dakwah di youtube, dampak dan jangkuan dakwah dan konsisten produksi konten.
Manajemen Operasional Dakwah Berbasis Gamifikasi: Strategi Engagement Generasi Z di Media Digital Nana, Siti Kris Fitriana Wahyu Lestari
Ulul Albab: Journal Da`wah and Social Religiosity Vol. 3 No. 2 (2025): Ulul Albab: Journal Da`wah and Social Religiosity
Publisher : P3M STID Mustafa Ibrahim Al-Ishlahuddiny Kediri Lombok Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69943/xdyv3v19

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat mengakses informasi, termasuk dalam konteks dakwah Islam. Generasi Z, sebagai pengguna utama platform digital, menunjukkan preferensi tinggi terhadap interaktivitas dan pengalaman belajar yang menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen operasional dakwah berbasis gamifikasi sebagai strategi engagement Generasi Z di media digital. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan studi kasus pada lembaga dakwah yang telah mengimplementasikan elemen gamifikasi dalam konten digital mereka. Fokus analisis mencakup perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, dan evaluasi operasional dakwah dengan memanfaatkan mekanisme gamifikasi, seperti sistem poin, badge, leaderboard, dan tantangan interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi gamifikasi dalam manajemen operasional dakwah meningkatkan partisipasi, retensi, dan motivasi belajar Generasi Z, serta memperkuat efektivitas penyampaian pesan dakwah secara digital. Implikasi penelitian ini menekankan perlunya perancangan operasional dakwah yang adaptif, terukur, dan berbasis pengalaman pengguna, guna menjawab tantangan dakwah di era Society 5.0.
Traditional Ethics as the Foundation of Da'wah Management: Analysis of the Implementation of Cultural Values in Religious Organisations (Case Study of Nahdlatul Ulama)/Etika Tradisi sebagai Fondasi Manajemen Dakwah: Analisis Implementasi Nilai-Nilai Budaya dalam Organisasi Keagamaan (Studi Kasus Nahdlatul Ulama) Rohman; Nadia Cahaya Amanda; Muhammad Hafizul Arifin
Ulul Albab: Journal Da`wah and Social Religiosity Vol. 3 No. 2 (2025): Ulul Albab: Journal Da`wah and Social Religiosity
Publisher : P3M STID Mustafa Ibrahim Al-Ishlahuddiny Kediri Lombok Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69943/mc350c94

Abstract

This study analyses the implementation of traditional ethical values as the foundation of da'wah management in the Nahdlatul Ulama (NU) organisation. As the largest Islamic organisation in Indonesia with more than 90 million members, NU is unique in integrating the traditional ethical values of Ahlussunnah Wal Jamaah with modern da'wah management practices. This study uses a qualitative approach with a case study method, collecting data through in-depth interviews with NU administrators and clerics, observation of organisational activities, and documentation studies. The results show that the values of tawassuth, tasamuh, tawazun, and amar ma'ruf nahi munkar form the philosophical foundation that distinguishes NU's management from other modern organisations. These values are operationalised through the dualistic leadership system of Syuriah-Tanfidziyah, the Bahtsul Masail mechanism, and the use of classical Islamic texts as a source of legitimacy for decisions. The principle of al-muhafadhah 'ala al-qadim al-shalih allows NU to maintain the pesantren tradition while adopting modern technology in its da'wah. The concepts of adab and ta'dhim create an informal hierarchy based on scientific seniority that strengthens organisational cohesiveness. The main challenges faced are harmonising the flexibility of tradition with the demands of modern management standardisation, as well as generational conflicts between senior clerics and young activists. This research contributes to the development of a humanistic and sustainable local wisdom-based da'wah management model and provides alternatives for religious organisations in optimising tradition-based management in the contemporary era. Penelitian ini menganalisis implementasi nilai-nilai etika tradisi sebagai fondasi manajemen dakwah dalam organisasi Nahdlatul Ulama (NU). Sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia dengan lebih dari 90 juta anggota, NU memiliki keunikan dalam mengintegrasikan nilai-nilai etika tradisi Ahlussunnah Wal Jamaah dengan praktik manajemen dakwah modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, mengumpulkan data melalui wawancara mendalam dengan pengurus NU dan kiai, observasi kegiatan organisasi, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai tawassuth, tasamuh, tawazun, dan amar ma'ruf nahi munkar menjadi fondasi filosofis yang membedakan manajemen NU dengan organisasi modern lainnya. Nilai-nilai ini dioperasionalisasikan melalui sistem dualisme kepemimpinan Syuriah-Tanfidziyah, mekanisme Bahtsul Masail, dan penggunaan kitab kuning sebagai sumber legitimasi keputusan. Prinsip al-muhafadhah 'ala al-qadim al-shalih memungkinkan NU mempertahankan tradisi pesantren sambil mengadopsi teknologi modern dalam dakwahnya. Konsep adab dan ta'dhim menciptakan hierarki informal berbasis senioritas keilmuan yang memperkuat kohesivitas organisasi. Tantangan utama yang dihadapi adalah harmonisasi antara fleksibilitas tradisi dengan tuntutan standardisasi manajemen modern, serta konflik generasi antara kiai senior dengan aktivis muda. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model manajemen dakwah berbasis kearifan lokal yang humanis dan berkelanjutan, serta memberikan alternatif bagi organisasi keagamaan dalam mengoptimalkan manajemen berbasis nilai-nilai tradisi di era kontemporer.
PERILAKU TERCELA BAGI PENUMPUK HARTA QS. AL-HUMAZAH DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM Ramadhan, Muhammad; Abustan Nur
Ulul Albab: Journal Da`wah and Social Religiosity Vol. 3 No. 2 (2025): Ulul Albab: Journal Da`wah and Social Religiosity
Publisher : P3M STID Mustafa Ibrahim Al-Ishlahuddiny Kediri Lombok Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69943/t046r007

Abstract

Proper actions – whether political, religious, social, or economic – are viewed by the Qur’an as acts of worship or devotion to God. For this reason, the Qur’an places strong emphasis on moral values and psychological factors that shape a sound framework for human behaviour. Among these is the emphasis on the regulation and development of wealth, as governed by Islamic law (Shari’ah). The aim of this study is to explore more deeply the Qur’an’s criticism, specifically in Surah al-Humazah, of those who accumulate wealth, considering that in today’s reality, the act of accumulating wealth is often seen as normal and acceptable. This research employs a library research method, using relevant literature as references aligned with the theme. The findings of this study indicate that wealth accumulation is not considered prohibited in Islam  if the obligatory zakat (almsgiving) has been paid. In fulfilling this obligation, the wealth owner is taught not to focus solely on personal gain, but also to consider the conditions of others – particularly fellow human beings who may be in need of assistance. Thus, Islam encourages a sense of social responsibility and discourages selfish hoarding of wealth.
Menjadi Muslim Urban: Negosiasi Identitas dan Kesalehan Anak Muda Indonesia Akhmad Ramidi; Ramidi, Akhmad; Suhaili
Ulul Albab: Journal Da`wah and Social Religiosity Vol. 3 No. 2 (2025): Ulul Albab: Journal Da`wah and Social Religiosity
Publisher : P3M STID Mustafa Ibrahim Al-Ishlahuddiny Kediri Lombok Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69943/t5c3ec13

Abstract

Anak muda urban di Indonesia semakin menonjol dalam dua dekade terakhir, seiring dengan laju urbanisasi, globalisasi, dan perkembangan teknologi digital. Anak muda urban Muslim tidak hanya menjadi konsumen budaya populer, tetapi juga aktor penting dalam membangun identitas keislaman di ruang publik, baik melalui komunitas hijrah, dakwah digital, maupun praktik sehari-hari. Artikel ini mengkaji dinamika anak muda urban yang menegosiasikan identitas, membentuk komunitas, serta berpartisipasi dalam kehidupan sosial dan politik kewarganegaraan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur dan analisis wacana untuk menyoroti bagaiamana anak muda membentuk urban Muslim. Artikel ini menunjukkan bahwa anak muda Muslim urban membangun identitas hibrid yang memadukan religiusitas dengan gaya hidup modern, mengembangkan solidaritas melalui komunitas hijrah, dan memperluas peran sosial-politik melalui ruang digital. Artikel ini menegaskan bahwa proses menuju urban Muslim merupakan respons kreatif anak muda terhadap tantangan modernitas sekaligus bentuk baru keberagamaan di era global.
"Konsep Dzikir Perspektif Ahmad Khatib Sambas dan Relevansinya Terhadap Resiliensi Diri di Era Modern" Nur Hadi Ihsan; Ahmad Farhan Nasution
Ulul Albab: Journal Da`wah and Social Religiosity Vol. 3 No. 2 (2025): Ulul Albab: Journal Da`wah and Social Religiosity
Publisher : P3M STID Mustafa Ibrahim Al-Ishlahuddiny Kediri Lombok Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69943/x4p4gd38

Abstract

Konsep dzikir menurut Ahmad Khatib Sambas, seorang ulama besar asal Kalimantan, memiliki peranan signifikan dalam penguatan spiritualitas dan pembentukan karakter pribadi yang resilien. Dzikir dalam ajarannya tidak hanya dipahami sebagai ritual keagamaan, melainkan sebagai sarana untuk mencapai ketenangan batin, kekuatan mental, dan kedekatan dengan Tuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menggali pemahaman dzikir menurut Ahmad Khatib Sambas serta menganalisis kontribusinya dalam meningkatkan resiliensi diri seseorang. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengungkap bahwa praktik dzikir yang dilakukan secara konsisten dan tulus mampu memberikan kedamaian spiritual serta dorongan mental yang kuat. Temuan menunjukkan bahwa dzikir menjadi alat efektif dalam membantu individu menghadapi tantangan hidup, mengembangkan ketahanan psikologis, serta membentuk karakter yang tegar dan penuh harapan. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa dzikir menurut Ahmad Khatib Sambas merupakan sarana penting dalam membangun pribadi yang resilien dan spiritual.  
KISAH INSPIRATIF DALAM KEMASAN DAKWAH MEDIA: STUDI KASUS PROGRAM SELALU ADA HIKMAH TVONE Wildani, Dani
Ulul Albab: Journal Da`wah and Social Religiosity Vol. 3 No. 2 (2025): Ulul Albab: Journal Da`wah and Social Religiosity
Publisher : P3M STID Mustafa Ibrahim Al-Ishlahuddiny Kediri Lombok Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69943/4a4e3w40

Abstract

  The spread of da'wah through the mass media has a strategic role in distributing moral and religious messages to the community at large. One of the approaches that is considered effective is the use of inspirational stories that contain life values and messages of wisdom that are able to evoke the emotions of the audience. This research aims to examine how the packaging of inspirational stories is applied in the television da'wah program Always Ada Hikmah on TVOne The research approach uses a qualitative method with a case study type, through analysis of the content of the show and interviews with the production. The results of the study show that the program has succeeded in presenting a narrative that is full of Islamic messages with an easily acceptable delivery style, so it is expected to have a positive impact on public perception of da'wah on television media.
Kesalehan Sosial di Atas Simbolisasi Keagamaan Baharudin
Ulul Albab: Journal Da`wah and Social Religiosity Vol. 3 No. 2 (2025): Ulul Albab: Journal Da`wah and Social Religiosity
Publisher : P3M STID Mustafa Ibrahim Al-Ishlahuddiny Kediri Lombok Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69943/q1hy8q95

Abstract

Kehadiran agama di tengah-tengah manusia oleh pemilik-Nya, sejatinya dimaksudkan sebagai wahana dan media pencerahan bagi manusia supaya dapat berbuat kebaikan kepada sesamnaya. Dalam realitas sosialnya, agama dalam pemahaman pemeluknya tidak jarang mendatangkan berbagai manfaat, di samping, juga bisa memunculkan konflik social. Oleh sebab itu, perlu dikembangkan tafsir baru. Kesalehan seseorang tidak bisa diukur dari ketaatannya menjalankan ritus ketuhanan, melainkan juga ritus social.
Telaah Pemikiran Antropologi Talal Asad Terhadap Konsep Adab Sebagai Bagian Dalam Komunikasi Budaya Islam Lokal Suku Sasak NTB Hasipa, Muhammad Ikhwan Fiddaraini
Ulul Albab: Journal Da`wah and Social Religiosity Vol. 3 No. 2 (2025): Ulul Albab: Journal Da`wah and Social Religiosity
Publisher : P3M STID Mustafa Ibrahim Al-Ishlahuddiny Kediri Lombok Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69943/wza80v35

Abstract

This study explores the transformation of linguistic politeness and its influence on local Islamic cultural communication among the Sasak community in Lombok. Using a qualitative ethnographic approach, the research investigates how the concept of adab a moral and spiritual code of conduct manifests through language and behavior. Data collected through participatory observation and in-depth interviews reveal that expressions such as tiang, nggih, nunas ampure, and matur tampiasih, along with greeting and visiting customs (nyapaq and mesilaq), embody the living values of adab lisan or verbal etiquette. These polite linguistic and behavioral forms act as mechanisms for constructing moral and social identity, strengthening the link between Islamic values and local cultural traditions. Interpreted through Talal Asad’s theory of the discursive tradition, the findings indicate that these communicative practices represent a continuity between normative Islamic teachings and lived local expressions. The study highlights how adab serves as a bridge between religion and culture, promoting moral discipline and social harmony. Ultimately, the research contributes to Islamic anthropology by deepening understanding of how language reflects ethical and spiritual dimensions of Islam in local contexts, while encouraging further studies on adab variation across Indonesian communities.