cover
Contact Name
Ferdi Riansyah
Contact Email
phjjurnal@gmail.com
Phone
+6282273305152
Journal Mail Official
journalkesling@gmail.com
Editorial Address
Jl. Syiah Kuala, Kp. Mulia, Kuta Alam, Banda Aceh, Provinsi Aceh
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Public Health Journal
Published by CV. Teewan Solutions
ISSN : -     EISSN : 30483581     DOI : doi.org/10.62710
Core Subject : Health,
Public Health Journal (PHJ), merupakan jurnal ilmiah hasil kegiatan penelitian yang dialkukan dosen, mahasiswa dan masyarakat yang diterbitkan oleh CV Teewan Solutions. Jurnal ini membahas beberapa permasalahan umum dari hasil penelitian yang diimplementasikan ke masyarakat. Tujuan penerbitan jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran atau gagasan konseptual dan hasil penelitian yang dilakukan dosen yang telah dicapai dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Diharapkan dengan adanya kontri busi Jurnal ini bisa menjadi suatu acuan para peneliti untuk mempublikasikan hasil penelitian nya untuk memajukan Indonesia di bidang penelitian.
Articles 173 Documents
PERAN PROMKES DENGAN TINGGINYA PENYAKIT TIDAK MENULAR DI INDONESIA jannah, fazzira rhaudatul; Nurdin, Ambia; Meylissa; Rahayu, Dian
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spesial Isuee
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/0d8tvm28

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) menjadi masalah kesehatan utama di dunia dan di Indonesia. Penyakit tidak menular utama seperti penyakit kardiovaskular, diabetes mellitus, kanker, dan penyakit paru obstruktif kronik sangat tinggi di Indonesia. Dengan factor resiko seperti meroko, diet tidak sehat, kurang aktifitas fisik, konsumsi alcohol serta paparan lingkungan juga berkontribusi pada peningkatan peningkatan prevelensi ptm, maka dari itu perlu adanya upaya pengendalian ptm yang difokuskan pada promosi perilaku sehat,  kebijakan kawasan tanpa rokok, dan deteksi dini melalui peningkatan sumber daya manusia,Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR). Pengumpulan data dilakukan dengan cara menganalisis berbagai sumber bacaan atau kepustakaan yang relevan, dilakukan menggunakan situs elektronik Google Scholar yang berbentuk search engine dengan kata kunci promosi kesehatan, program pencegahan, dan Penyakit Tidak Menular (PTM). disimpulkan bahwa peran promosi kesehatan sangat diperlukan untuk mendukung keberhasilan program pencegahan penyakit tidak menular di indonesia. Karena salah satu strategi yang efektif untuk mencegah meningkatnya jumlah penderita PTM adalah dengan melakukan program promosi kesehatan. oleh karena itu peningkatan kesadaran akan pentingnya gaya hidup sehat dan implementasi kebijakan yang memadai menjadi kunci dalam mengurangi beban ptm di Indonesia
Bahaya Rokok Untuk Meningkatkan Kesadaran Dan Dukungan Sosial Dengan Motivasi Berhenti Merokok Pada Masa Remaja Sarbini, Sumaldi; khairuman, khairuman
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spesial Isuee
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/1ywmvb61

Abstract

Rokok merupakan salah satu faktor resiko utama dari beberapa penyakit kronis yang dapat mengakibatkan kematian. Hal ini menunjukkan bahwa rokok merupakan masalah besar bagi kesehatan masyarakat. Selain dari segi kesehatan, rokok juga mempengaruhi kepribadian perokok itu sendiri. Biasanya remaja usia SMP sudah mengenal rokok. Menurut mereka, kalau tidak merokok maka mereka dianggap tidak gaul. Semua hal tersebut belum sepenuhnya dipahami oleh remaja yang aktifitas merokok bahkan menjadi salah satu budaya dalam sosial mereka. Metode penelitian yang digunakan merupakan metode mixed. Artikel dikumpulkan dengan menggunakan database Google Scholar, Terdapat 2 artikel yang dijadikan rujukan dalam penulisan ini. Hasil penelusuran didapatkan beberapa artikel pada Google Scholar tentang bahaya merokok pada remaja khususnya pada pelajar sekolah menengah pertama. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah, meningkatkan kesadaran mengenai bahaya merokok pada remaja, dan adanya hubungan dukungan sosial dengan motivasi berhenti merokok pada remaja, karena  semakin tinggi dukungan sosial  yang diperoleh  maka semakin tinggi pula motivasi berhenti merokok pada remaja.
Perempuan dan rokok (kajian sosiologi kesehatan terhadap perilaku kesehatan reproduksi perempuan perokok di kota surakarta ) Elisa nur; Nurdin, Ambia; Fitria, Ully; Dinen, Kiki Asrifa
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spesial Isuee
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/v9t7zr36

Abstract

Banyak faktor perilaku yang memiliki konsekuensi negatif bagi kesehatan reproduksi wanita, salah satunya adalah merokok. Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah bidan Puskesmas dan suami dari wanita perokok, respondennya adalah wanita perokok. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, sementara sampel dengan maximum variation sampling dan snowball sampling. Analisis data menggunakan analisis interaktif meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasilnya menunjukkan bahwa faktor lingkungan keluarga, hubungan sosial dan keinginan mencoba hal baru membuat wanita merokok. Dalam sehari, responden mengkonsumsi rokok 3 batang hingga 1 atau 2 bungkus rokok. Pengetahuan perokok Wanita tentang kesehatan reproduksi cukup luas, namun sikap mereka dalam menjaga Kesehatan reproduksi masih kurang karena mereka berhenti merokok hanya selama kehamilan dan menyusui. Setelah itu, mereka akan merokok lagi. Selain itu, beberapa responden tidak memiliki kesadaran untuk memeriksakan kesehatan reproduksi ke dokter secara rutin.
Resiko Penyebab Kejadian Stunting Pada Anak diana, diana
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spesial Isuee
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/wcbvx276

Abstract

Pendahuluan: Stunting adalah gangguan tumbuh kembang yang dialami anak akibat gizi buruk, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak memadai. Beberapa faktor penyebab stunting yaitu praktik pemberian kolostrum dan ASI eksklusif, pola konsumsi anak, dan penyakit infeksi, akses dan ketersediaan bahan makanan serta sanitasi dan kesehatan lingkungan. Metode: Penelitian ini menggunakan univariat, bivariat dan metode USG dalam melakukan analisis masalah. Hasil: Hasil analisis faktor risiko dengan kejadian stunting diperoleh 5 faktor penyebab dengan tiga faktor utama di Kelurahan Muarasari yaitu ASI Eksklusif, pola makan dan pengetahuan ibu. Kesimpulan: Sebagian besar anak dari responden tidak pernah menderita stunting (76,7%) dan sisanya sebanyak 7 anak (23,3%) mengalami stunting. Secara analisis bivariat tidak ada variabel yang berhubungan secara signifikan dengan kejadian stunting karena jumlah responden yang sedikit. Namun, berdasarkan kajian metode USG diperoleh tiga masalah utama yaitu ASI Eksklusif, pola makan dan pengetahuan ibu.
Antropologi Sosial Terhadap Kesehatan Reproduksi diana, diana
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spesial Isuee
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/brwvs969

Abstract

Kesehatan reproduksi perempuan dalam pendekatan budaya melalui pemikiran antropologi budaya dan perspektif feminis. Hasil telaah menunjukkan bahwa pandangan, pemahaman serta kepercayaan masyarakat tentang tubuh, seksualitas dan kesehatan perempuan berkontribusi terhadap kerentanan tubuh dan kesehatan reproduksi perempuan, serta menguatnya wacana tubuh serta medikalisasi terhadap tubuh perempuan. Dalam makalah ini dibuat pemetaan pemikiran antropologi Henrietta Moore, Sherry Ortner, dan Suzane J. Kessler & Wendy Mc. Kenna, Anthony Synnott, Mary Douglas, Michael Winkelman, Emily Martin, Bryan Turner, dan Christiane Northrup, untuk telaah terhadap datadata empiris hasil penelitian di Indonesia tentang tubuh dan kesehatan reproduksi perempuan. Beberapa hasil penelitian tentang tubuh dan kesehatan perempuan yang dilaksanakan para peneliti di Indonesia, menunjukkan menguatnya dominasi budaya patriarki yang mempengaruhi menguatnya wacana tubuh perempuan sebagai tubuh medis dalam kebijakan kesehatan reproduksi. Dapat diamati melalui data-data empris tersebut bahwa faktor sosial, budaya, ekonomi dan politik secara bersamasama meneguhkan medikalisasi terhadap tubuh perempuan. Urusan fungsi biologis perempuan berkaitan dengan hamil dan melahirkan menimbulkan pemaknaan yang khas dan cenderung kontroversial tentang tubuh, seksualitas dan kesehatan reproduksi perempuan. Pemikiran antropologi dan perspektif feminis menunjukkan bahwa kuatnya mitos & tabu tentang tubuh, seksualitas dan kesehatan reproduksi perempuan tak dapat dilepaskan dari konstruksi budaya tentang peran dan fungsi, serta eksistensi perempuan dalam struktur keluarga dan masyarakat yang berada dalam dominasi ideologi patriarki. Kata kunci: reproduksi, tubuh, mitos, perempuan, feminisme, antropologi
Peningkatan Pengetahuan Tentang Hipertensi Dengan Metode Pendidikan Kesehatan Di Lingkungan Masyarakat khairuman, khairuman
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spesial Isuee
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/hv3ywq19

Abstract

Abstrak Hipertensi merupakan masalah besar di Indonesia dengan prevalensi sebesar 25,8%. Data di Provinsi Jawa Tengah urutan pertama sebesar 57,87%. Peningkatan kasus hipertensi disebabkan oleh faktor kurangnya pengetahuan, sikap yang dimiliki masyarakat mengenai hipertensi sehingga masyarakat memiliki perilaku yang rendah dalam melakukan pencegahan hipertensi. Tingkat pendidikan yang rendah dapat mempengaruhi terjadinya hipertensi yang disebabkan oleh gaya hidup, perilaku, dan lingkungan. Tujuan dilakukan pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan pada kelompok masyarakat dengan hipertensi. dengan menggunakan metode pendidikan kesehatan. Metode implementasi pendidikan kesehatan terdiri dari tahap persiapan, perijinan dan pelaksanaan. Pada tahap persiapan, dilakukan survei di lingkungan masyarakat sekitar dan penyusunan media pembelajaran. dengan melakukan kunjungan pada masyarakat yang menderita hipertensi di wilayah Mijen Semarang dengan pendidikan kesehatan serta memberikan asuhan keperawatan. Pendidikan kesehatan dilakukan secara langsung dengan menggunakan lembar balik. Hasil yang diperoleh adalah kegiatan pendidikan kesehatan berjalan dengan baik dan lancar, masyarakat aktif dan mengikuti seluruh kegiatan dengan baik
Pengaruh Pendidikan dan Status Sosial Ekonomi Kepala Keluarga bagi Kesehatan Lingkungan Masyarakat diana, diana
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spesial Isuee
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/p1hnnx87

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan dan status sosial ekonomi kepala keluarga terhadap kesehatan Kata Kunci:lingkungan masyarakat. Faktor pendidikan sedemikian mempengaruhi pengetahuan kepala keluarga mengenai kesehatan Pengaruh, Pendidikan, Status lingkungan. Pendapatan juga sangat mempengaruhi setiap kepala Sosial Ekonomi, Kepala keluarga mengenai kesehatan lingkungan. Pekerjaan/mata Keluarga, Kesehatanpencahariaan juga sangat mempengaruhi pengetahuan kepala Keywords:mengenai kesehatan lingkungan. Status sosial sangatmempengaruhi kesehatan lingkungan yang dimiliki dimana Be Effects, Education, Socioapabila semakin tinggi status sosial ekonomi kepala keluarga baik Economic Status, Head of dilihat dari pendidikan, pekerjaan dan pekerjaan/mata Family, Health.pencaharian, maka semakin baik kesehatan lingkungan yang dimiliki. Bahwa status sosial ekonomi kepala keluarga (pendidikan, pendapatan dan pekerjaan/mata pencahariaan) memberikan kontribusi yang besar bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara status sosial ekonomi kepala keluarga.
Dinamika sosial masyarakat adat dalam menghadapi modernisasi serly adhariaty; Nurdin, Ambia; Fitria, Ully; Dinen, Kiki Asrifa
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spesial Isuee
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/rnzeph17

Abstract

Era globalisasi telah membawa budaya dan teknologi ke wilayah masyarakat adat yang dapat menimbulkan mulai pudarnya kepercayaan masyarakat karena adanya modernisasi pada masa kini. Modernisasi merupakan proses transformasi masyarakat dan kebudayaan dalam semua aspeknya, dari tradisional ke modern. Oleh karena itu, penelitian ini memfokuskan kajian pada kaitan Dinamika Sosial Masyarakat Adat dalam Menghadapi Modernisasi. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan metodeliteratur. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui analisa data pada penelitian sebelumnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan keterkaitan antara kepercayaan masyarakat dan modernisasi di Kampung. Hasil penelitian ini adalah menunjukan jika terdapat beberapa aspek modernisasi yang masuk kedalam masyarakat. Tetapi tidak membuat suatu perubahan pada kebiasaan dan adat istiadat serta nilai-nilai yang berlaku di dalam masyarakat karena masyarakat tetap memegang kepercayaan masyarakat adat, budaya dan adat istiadat yang diajarkan oleh leluhur. Hal ini diambil berdasarkan indikator yang diuji meliputi Sekularisasi, Penggunaan Nalar, Pendidikan, Kebiasaan Masyarakat, Sikap Terbuka, Kemajuan Teknologi.
ASPEK HUKUM PELAKSANAAN VAKSINASI COVID-19 DI INDONESIA Syafriani; Nurdin, Ambia; Fitria, Ully; Kurnia, Reza
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spesial Isuee
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/2s8p3k63

Abstract

 World Health Organizatioan (WHO) mendefinisikan Virus corona jenis Virus 2019-nCoV sebagai pandemi jenis penyebaran penyakit baru keseluruh dunia, hal ini bukan hanya kasus kesehatan masyarakat, tapi akan menyentuh setiap sektor. Pandemi covid-19(cov-19) mengakibatkan format kedaruratan kondisi sehat khalayak Indonesia, sehingga Presiden Joko Widodo menetapkan KeppresNo.11/2020. Dalam “pengadaan vaksin dan pelaksanaan vaksinasi untuk penanggulangan pandemi covid-19” Presiden Joko widodo menetapkan Perpres No.14/2021. Dalam memilih sarana juga prasarana kesehatan secara mandiri & bertangggungjawab tiap manusia punya hak memilih sesuai dengan keinginannya, berhubung kondisi pandemi yang menyangkut kepentingan rakyat dan negara lebih diutamakan, jadi pemberian vaksinasi yang sebenaranya bersifat volunteer karena kondisi darurat bisa bersifat dipaksakan. Meskipun sudah ada payung hukum UU No.4/1984:”Wabah Penyakit Menular” serta UU No.6/2018:“Kekarantinaan Kesehatan”, tapi dilapangan banyak yang setuju dan sebaliknya pada pelaksanaan vaksinasi dimasyarakat. Tujuan penelitian untuk memahami sifat dari pemberian vaksin corona menurut peraturan perundangan yang dianut dan faktor- faktor yang terjadi di masyarakat. Memakai metode normatif dengan pendekatan kualitatif. Pemberian vaksin kepada masyarakat bersifat memaksa. keterbatasan ketersedian vaksin; ada yang mendukung ada yang antipati dari masyarakat terkait pelaksanaan vaksinasi; penyaluran yang tidak merata. Alasan penolakan masyarakat dalam menerima vaksin Covid-19 dikarenakan adanya trust yang berbeda, hal ini didukung kurangnya alur komunikasi juga cara penyampaian informasi yang kurang tepat sasaran, data jenis vaksin terbatas informasinya, ketersediaan vaksinCov-19, juga syarat aman. Pemerintah selayaknya mendukung penuh vaksin Nusantara dan vaksin Merah Putih yang dikembangkan para peneliti Indonesia.  
POLA BUDAYA TERHADAP MAKANAN MASALAH, BUDAHAYA DAN MAKANAN TERHAFAP GISI DAN CARA  MENGATASINYA alul asriadi; Nurdin, Ambia; Fitria, Ully; Kurnia, Reza
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spesial Isuee
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/ba2n6964

Abstract

Abstrak:Makanan ialah sesuatu yang dapat dimakan atau bahan yang kita makan lalu masuk ke dalam tubuh sehingga membentuk dan mengganti jaringan tubuh, memberi tenaga, dan mengatur semua proses dalam tubuh. Makanan juga dapat diartikan sebagai sumber nutrisi, salah satu zat yang mampu untuk memelihara dan menjaga kesehatan organisme yang menelannya. Inilah pengertian makanan sebagai konsep biokimia., konsep yang biasa yang di pakai dalam ilmu medis. Segala bahan makanan yang mampu memberikan zat nutrisi dan mencukupi kebutuhan gizi manusia, bisa dijadikan sebagai sumber makanan. Namun, tidak demikian halnya dengan pengertian makanan dalam konteks budaya, makanan bukan hanya dilihat sebagai suatu produk organik dengan kualitas-kualitas biokimia yang dapat dipakai oleh manusia untuk mempertahankan hidup semata, makanan erat kaitannya dengan pemilihan zat yangsesuai dam tidak sesuai bagi tubuh, bahan yang dianggap makanan dan bukan makanan berkaitan erat dengan kerangka pengetahuan sosial budaya.

Page 9 of 18 | Total Record : 173