cover
Contact Name
Nanang Hoesen
Contact Email
admin@esensijournal.com
Phone
+6221-47868800
Journal Mail Official
support@ibn.ac.id
Editorial Address
Jl. Pulomas Timur 3A, Blok A no 2, Kayu Putih, Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta, 13210
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Komunikasi
ISSN : -     EISSN : 29641764     DOI : https://doi.org/10.56943
Core Subject : Education, Social,
Jurnal yang berfokus pada bidang komunikasi massa, komunikasi pemasaran, digital media serta bidang keilmuan lain yang terkait komunikasi. Menerbitkan hasil penelitian, komentar atau kritik terhadap fenomena sosial yang terjadi saat ini dan ulasan novel secara ilmiah.
Articles 64 Documents
Pengaruh External relations dan Publisitas Media Sosial Terhadap Citra PT Media Televisi Indonesia (Metro TV) Heru Sudinta; Endah Fantini; Masyika Azzahrah
Esensi Daruna : Jurnal Komunikasi Vol. 4 No.2 (2025)
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Institut Bisnis Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56943/daruna.v4i1.363

Abstract

This study aims to analyze the extent to which Metro TV's external relations and social media publicity activities influence its corporate image. Metro TV is one of Indonesia's leading news television stations, which must maintain a positive image amidst intense competition in the television industry. In the digital era, people rely not only on television but also on social media for news and interaction. The research method used is quantitative with a descriptive approach. Data were obtained through questionnaires distributed to students who had participated in a comparative study program at Metro TV. A total of 100 respondents were analyzed, selected using non-probability sampling techniques, specifically accidental sampling. Data analysis was performed using SPSS software version 26.00. The results showed that external relations variables have a positive and significant influence on corporate image, with a coefficient of determination of 0.757 or 75.7%. Social media publicity also has a positive and considerable influence on corporate image, with a coefficient of determination of 0.828 or 82.8%. Collectively, the independent variables of external relations and social media publicity have a significant influence on the dependent variable of corporate image, with a combined coefficient of determination of 0.846 or 84.6%. This indicates that external relations and social media publicity together can explain 84.6% of the variation in corporate image, while the remaining 15.4% is explained by other factors not covered in this study. This demonstrates that external relations and social media publicity significantly impact Metro TV's corporate image. Penelitian ini bertujuan menganalisis sejauh mana pengaruh kegiatan ubungan eksternal dan publisitas media sosial yang dilakukan Metro TV terhadap citra perusahaan. Metro TV merupakan salah satu stasiun televisi berita di Indonesia yang harus menjaga citra positif di tengah persaingan industri pertelevisian yang ketat. Di era digital, masyarakat tidak hanya mengandalkan televisi tetapi juga media sosial untuk berita dan interaksi. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui kuesioner yang disebarkan kepada mahasiswa yang pernah mengikuti program studi banding di Metro TV. Sebanyak 100 responden dianalisis, dipilih menggunakan teknik non-probability sampling, khususnya accidental sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak SPSS versi 26.00. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel hubungan eksternal memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap citra perusahaan dengan koefisien determinasi sebesar 0,757 atau 75,7%. Publisitas media sosial juga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap citra perusahaan dengan koefisien determinasi sebesar 0,828 atau 82,8%. Secara kolektif, variabel independen hubungan eksternal dan publisitas media sosial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen citra perusahaan, dengan koefisien determinasi gabungan sebesar 0,846 atau 84,6%. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan eksternal dan publisitas media sosial secara bersama-sama dapat menjelaskan 84,6% variasi citra perusahaan, sementara 15,4% sisanya dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak dicakup dalam penelitian ini. Hal ini membuktikan bahwa hubungan eksternal dan publisitas media sosial memiliki pengaruh terhadap citra perusahaan Metro TV.
Framing tvOne Mengenai Peran Kepolisian dalam Perlindungan Anak pada Program Apa Kabar indonesia Siang Berita 'Kapolres Ngada Cabuli Anak di Bawah Umur' Maasyithah Hutagalung
Esensi Daruna : Jurnal Komunikasi Vol. 4 No.2 (2025)
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Institut Bisnis Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56943/daruna.v4i1.365

Abstract

This research aims to determine the framing of tvOne on the program Apa Kabar Indonesia Siang regarding the role of the police in child protection in the news 'The Case of the Ngada Police Chief Molesting a Minor. This research method is qualitative with Zhongdang Pan & Gerald M. Kosicki framing analysis. The object of this research is the program Apa Kabar Indonesia Siang tvOne on the news about the case of the Ngada Police Chief molesting a child on March 12, 2025, totaling three news, and March 13, 2025 totaling two news. The conclusion of the study found that tvOne on the Program Apa Kabar Indonesia Siang news 'The Case of the Ngada Police Chief Molesting a Minor' directs a message to the public that the government through the police, in this case the Ngada Police Chief, AKBP Fajar Widyadharma, has not carried out the role, duties and responsibilities of the police optimally because the police who should protect and care for the community, including children, instead damage it by committing criminal acts of molestation against minors. Even though there are responsible efforts from the police in the form of sanctions of Giving Without Honor (PTDH), the responsibility for police duties is carried out after a criminal incident has occurred and there has not even been any news of a prison sentence for the perpetrator, Ngada Police Chief, AKBP Fajar Widyadharma Penelitian ini bertujuan mengetahui framing tvOne pada program Apa Kabar Indonesia Siang mengenai peran kepolisian dalam perlindungan anak pada berita ‟Kasus Kapolda Ngada Cabuli Anak di Bawah Umur. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan analisis framing Zhongdang Pan & Gerald M. Kosicki. Objek penelitian ini adalah program Apa Kabar Indonesia Siang tvOne pada berita mengenai kasus Kapolda Ngada mencabuli anak tanggal 12 Maret 2025 sejumlah tiga berita, dan 13 Maret 2025 sejumlah dua berita. Kesimpulan penelitian menemukan bahwa tvOne pada Program Apa kabar Indonesia Siang berita ‘Kasus Kapolres Ngada Cabuli Anak di Bawah Umur’ mengarahkan pesan kepada publik bahwa pemerintah melalui kepolisan, dalam hal ini Kapolres Ngada, AKBP Fajar Widyadharma, belum melaksanakan peran, tugas dan tanggung jawab kepolisian secara maksimal karena kepolisian yangseharusnya melindungi dan mengayomi masyarakat, termasuk anak-anak, malahan merusak dengan melakukan tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur. Walaupun ada upaya bertanggung jawab dari pihak kepolisian berupa sanksi Pemberian Tanpa Dengan Hormat (PTDH) namun tanggung jawab terhadap tugas kepolisian dilakukan setelah ada kejadian kriminal yang bahkan belum terdengar ada sanksi penjara terhadap pelaku, Kapolres Ngada, AKBP Fajar Widyadharma.
Pengaruh Citra Merek dan Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Konsumen Toko Kopi Tuku Cipete Miriam Levi; Aulia Hasanah
Esensi Daruna : Jurnal Komunikasi Vol. 4 No.2 (2025)
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Institut Bisnis Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56943/daruna.v4i1.368

Abstract

This study aims to analyze the influence of brand image and service quality on customer satisfaction at Toko Kopi Tuku Cipete. The background of this research is the increasing competition in Indonesia’s local coffee industry, which drives businesses to optimize the strategies of brand image and service quality to reach customer satisfaction. This study is based on the grand theory of behaviorism, which emphasizes that consumer behavior is influenced by external stimuli, such as brand image and service quality, which then elicit responses in the form of satisfaction. The relationship between these variables is also supported by previous research by Monika Dwi Kristianta & Asminah Rachmi, which shows that brand image has a significant effect on consumer satisfaction, as well as research by Fitria Ariyani & M. Yusuf Kurniawan, which proves that service quality also directly increases satisfaction. The results show that brand image has a positive effect on customer satisfaction with a coefficient of +0.354, while service quality also has a positive effect with a coefficient of +0.253. The coefficient of determination value of 70.3% indicates the contribution of both variables to customer satisfaction, with a significant influence both partially and simultaneously (Sig. < 0.05). In conclusion, the stronger the brand image and the better the service quality, the higher the customer satisfaction. This study recommends that local coffee businesses maintain consistency between brand communication strategies and service quality to sustain competitiveness. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh citra merek dan kualitas pelayanan terhadap kepuasan konsumen Toko Kopi Tuku Cipete. Latar belakang penelitian ini adalah meningkatnya persaingan industri kopi lokal di Indonesia, yang mendorong pelaku usaha untuk mengoptimalkan strategi terkait citra merek dan kualitas pelayanan untuk mencapai kepuasan konsumen. Penelitian ini dilandasi oleh grand theory behavioristik yang menekankan bahwa perilaku konsumen dipengaruhi oleh stimulus eksternal, seperti citra merek dan kualitas pelayanan, yang kemudian memunculkan respons berupa kepuasan. Keterkaitan antar variabel ini juga didukung oleh penelitian sebelumnya dari Monika Dwi Kristianta & Asminah Rachmi yang menunjukkan bahwa citra merek berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen, serta penelitian Fitria Ariyani & M. Yusuf Kurniawan yang membuktikan bahwa kualitas pelayanan turut meningkatkan kepuasan secara langsung. Hasil analisis menunjukkan citra merek berpengaruh positif terhadap kepuasan konsumen dengan koefisien +0,354, sedangkan kualitas pelayanan juga berpengaruh positif dengan koefisien +0,253. Nilai koefisien determinasi sebesar 70,3% menunjukkan kontribusi kedua variabel terhadap kepuasan konsumen, dengan pengaruh signifikan baik secara parsial maupun simultan (Sig. < 0,05). Kesimpulannya, semakin kuat citra merek dan semakin baik kualitas pelayanan, maka kepuasan konsumen akan meningkat. Penelitian ini merekomendasikan agar pelaku usaha kopi lokal menjaga konsistensi antara strategi komunikasi merek dan kualitas pelayanan untuk mempertahankan daya saing.
Revolusi Branding di Dunia Metaverse Modern Sandy Gunarso
Esensi Daruna : Jurnal Komunikasi Vol. 4 No.2 (2025)
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Institut Bisnis Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56943/daruna.v4i1.369

Abstract

This study analyzes the transformation of branding strategies in line with the development of the metaverse as an integrated immersive digital ecosystem. The discussion focuses on the reconfiguration of the relationship between brands and audiences when interactions take place in three-dimensional spaces, are grounded in virtual identities, and are supported by decentralized platforms. In this context, the metaverse is understood as an environment that enables dynamic engagement, multisensory narrative flows, and persistent worlds that position brands as symbolic systems continuously negotiated through user participation. The study highlights a shift from visually oriented, one-way branding toward a paradigm of experience, participation, and co-creation, in which audiences play a greater role in the production and legitimation of brand meaning. At the same time, the research identifies critical issues such as data governance and ethics, technological infrastructure readiness, and organizational capabilities in managing change. Overall, the findings indicate the need to renew branding strategy frameworks so that brands remain relevant and competitive within an evolving virtual landscape. Penelitian ini menganalisis transformasi strategi penjenamaan seiring berkembangnya metaverse sebagai ekosistem digital imersif yang terintegrasi. Fokus pembahasan diarahkan pada konfigurasi ulang relasi antara merek dan audiens ketika interaksi berlangsung dalam ruang tiga dimensi, berbasis identitas virtual, dan ditopang oleh platform terdesentralisasi. Dalam konteks tersebut, metaverse dipahami sebagai lingkungan yang memungkinkan keterlibatan dinamis, alur naratif multisensori, serta dunia persisten yang menjadikan merek sebagai sistem simbolik yang terus dinegosiasikan melalui partisipasi pengguna. Kajian ini menyoroti pergeseran dari penjenamaan yang berorientasi pada tampilan visual dan komunikasi satu arah menuju paradigma pengalaman, partisipasi, dan ko-kreasi, sehingga audiens memiliki peran lebih besar dalam produksi dan legitimasi makna merek. Di saat yang sama, penelitian mengidentifikasi isu-isu kritis seperti tata kelola dan etika data, kesiapan infrastruktur teknologi, serta kapabilitas organisasi dalam mengelola perubahan. Secara keseluruhan, temuan penelitian mengindikasikan perlunya pembaruan kerangka strategi penjenamaan agar merek tetap relevan dan kompetitif dalam lanskap virtual yang terus berkembang  
Pemaknaan Tagline ‘Make It Real’ dalam Iklan Handphone Realme Versi ‘Kebaikan Ramadhan’ Wahyu Wary Pintoko
Esensi Daruna : Jurnal Komunikasi Vol. 4 No.2 (2025)
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Institut Bisnis Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56943/daruna.v4i1.371

Abstract

This study aims to analyze the interpretation of the tagline “Make It Real” in the Realme Ramadan advertisement through Charles Sanders Peirce's semiotic approach. Realme, as a leading smartphone brand, has successfully increased its market share through effective marketing strategies, including the use of advertisements that are relevant to the culture and values of society. The "Ramadan Kindness" (Kebaikan Ramadhan) advertisement, featuring the tagline “Make It Real”, does not only promote the product but also builds a positive brand image aligned with religious values. The results of the semiotic analysis on the visual elements, symbols, and narrative reveal that this advertisement is an effective example of integrating commercial elements with socio-cultural values. By leveraging the “Make It Real” tagline, Realme succeeds in creating a strong emotional bond with consumers through an inspiring story relevant to the spirit of Ramadan. The use of familiar icons and positive messages regarding kindness and technological progress makes this advertisement more than just a product promotion; it is a campaign that resonates deeply with the public. The success of this advertisement demonstrates that by aligning brand values with relevant social values, a product can achieve better acceptance and recall among consumers. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemaknaan tagline “Make It Real” dalam iklan Ramadhan Realme melalui pendekatan semiotika Charles Sanders Pierce. Realme, sebagai salah satu merek smartphone terkemuka, telah berhasil meningkatkan pangsa pasarnya dengan strategi pemasaran yang efektif, termasuk penggunaan iklan yang relevan dengan budaya dan nilai-nilai masyarakat. Iklan "Kebaikan Ramadhan" yang mengusung tagline “Make It Real” tidak hanya mempromosikan produk, tetapi juga membangun citra merek yang positif dan relevan dengan nilainilai keagamaan. Hasil analisis semiotika terhadap elemen visual, simbol, dan narasi dalam iklan ini mengungkapkan bahwa Iklan Realme "Kebaikan Ramadhan" merupakan contoh efektif dalam menggabungkan unsur komersial dengan nilai-nilai sosial budaya. Dengan mengusung tagline “Make It Real”, Realme berhasil menciptakan ikatan emosional yang kuat dengan konsumen melalui cerita yang menginspirasi dan relevan dengan momen Ramadhan. Penggunaan ikon-ikon yang familiar dan pesan positif tentang kebaikan serta kemajuan teknologi menjadikan iklan ini tidak hanya sekedar promosi produk, tetapi juga sebuah kampanye yang mampu menyentuh hati masyarakat. Kesuksesan iklan ini membuktikan bahwa dengan menggabungkan nilai-nilai merek dengan nilai-nilai sosial yang relevan, sebuah produk dapat lebih diterima dan diingat oleh konsumen.
Pengaruh Brand Ambassador Prilly Latuconsina terhadap Brand Image Miniso Perfume Seashore Yunita; Wahyu Wary Pintoko
Esensi Daruna : Jurnal Komunikasi Vol. 4 No.2 (2025)
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Institut Bisnis Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56943/daruna.v4i1.372

Abstract

A brand ambassador is a marketing communication strategy used to shape brand image through the association of a product with a public figure. This study aims to determine the influence of Prilly Latuconsina as a brand ambassador on the brand image of Miniso Perfume Seashore among followers of the @minisoindo Instagram account. The research employed a quantitative method with a survey of 100 respondents selected through simple random sampling. Data were analyzed using correlation tests, simple linear regression, and hypothesis testing to measure the magnitude of the ambassador’s influence on brand image. The results show that the brand ambassador has a significant effect on brand image, contributing 34.3%, while the remaining 65.7% is influenced by other factors not examined in this study. The regression coefficient of 0.868 indicates that increased brand ambassador activities correspond to an increase in brand image. The t-test reveals that the calculated t-value (7.153) exceeds the critical t-value (1.660), leading to the rejection of H₀ and acceptance of Hₐ. These findings confirm that Prilly Latuconsina plays a meaningful role in strengthening the image of Miniso Perfume Seashore, particularly through attractiveness, credibility, and expertise. The study recommends more interactive digital strategies to enhance consumers’ emotional engagement. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan peraturan mengenai kejahatan Brand ambassador merupakan salah satu strategi komunikasi pemasaran yang digunakan untuk membangun citra merek melalui asosiasi figur publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh brand ambassador Prilly Latuconsina terhadap brand image produk Miniso Perfume Seashore pada followers Instagram @minisoindo. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan teknik survei terhadap 100 responden yang dipilih melalui simple random sampling. Data dianalisis menggunakan uji korelasi, regresi linear sederhana, dan uji hipotesis untuk mengukur besaran pengaruh variabel brand ambassador terhadap brand image. Hasil penelitian menunjukkan bahwa brand ambassador berpengaruh signifikan terhadap brand image dengan kontribusi sebesar 34,3%, sedangkan 65,7% dipengaruhi faktor lain di luar penelitian ini. Koefisien regresi sebesar 0,868 mengindikasikan bahwa peningkatan aktivitas terkait brand ambassador berbanding lurus dengan peningkatan brand image. Uji t menunjukkan nilai t hitung (7,153) lebih besar dari t tabel (1,660), sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Temuan ini menegaskan bahwa Prilly Latuconsina berperan dalam memperkuat citra Miniso Perfume Seashore, terutama melalui aspek daya tarik, kredibilitas, dan keahliannya. Penelitian merekomendasikan strategi digital yang lebih interaktif untuk meningkatkan kedekatan emosional konsumen.
Pengaruh Film 1 Kakak 7 Ponakan terhadap Empati Sosial Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Kotabumi Ahmad Anis Izzudin; Marini; Faris Alfakhoor
Esensi Daruna : Jurnal Komunikasi Vol. 5 No.1 (2026)
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Institut Bisnis Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56943/daruna.v5i1.410

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki apakah terdapat dampak dari film 1 Kakak 7 Ponakan terhadap empati sosial mahasiswa di Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Kotabumi. Peneliti menggunakan 63 responden sebagai sampel dari populasi berjumlah 171 orang dengan teknik purposive sampling, serta menerapkan metode kuantitatif melalui pendekatan asosiatif. Teknik pengumpulan data meliputi pengujian instrumen untuk validitas dan reliabilitas, analisis korelasi, determinasi, regresi linier sederhana, serta uji hipotesis t. Temuan penelitian mengungkapkan adanya keterkaitan positif antara dampak film 1 Kakak 7 Ponakan dan empati sosial mahasiswa di Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Kotabumi, dengan nilai korelasi sebesar 0,648 yang tergolong kuat. Koefisien determinasi (R Square) tercatat 0,566, yang berarti variabel bebas yaitu film 1 Kakak 7 Ponakan memengaruhi variabel terikat yaitu empati sosial mahasiswa sebesar 56,6%, sedangkan 43,4% sisanya dipengaruhi oleh faktor eksternal di luar variabel bebas tersebut. Persamaan regresi linier sederhana adalah Y = 8,912 + 0,627 X, yang menunjukkan bahwa setiap penambahan satu unit pada variabel X (film 1 Kakak 7 Ponakan) atau nilai tertentu akan meningkatkan variabel Y (empati sosial mahasiswa). Berdasarkan uji hipotesis t, diperoleh nilai t hitung sebesar 8,918 dan nilai t tabel 1,99962, sehingga 8,918 > 1,99962. Karena nilai t hitung lebih besar daripada nilai t tabel, hipotesis alternatif (H₁) diterima dan hipotesis nol (H⁰) ditolak.
Simbolisme Pengorbanan dan Martabat Manusia (Analisis Semiotika Karakter Kenes dalam Film Abadi Nan Jaya) Hardowardoyo; Dani Siswardhani Wahjono
Esensi Daruna : Jurnal Komunikasi Vol. 5 No.1 (2026)
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Institut Bisnis Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56943/daruna.v5i1.455

Abstract

Film Abadi Nan Jaya merepresentasikan transformasi genre horor Indonesia menjadi ruang refleksi sosial tentang martabat manusia dalam situasi apokaliptik. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi makna denotatif, menganalisis konotasi simbol altruisme, serta mengungkap mitos humanisme yang dikonstruksi melalui adegan pengorbanan tokoh Kenes. Fokus kajian diarahkan pada bagaimana kemanusiaan dipertahankan ketika naluri bertahan hidup berbenturan dengan tanggung jawab moral. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dalam paradigma konstruktivisme dengan metode analisis semiotika Roland Barthes. Unit analisis difokuskan pada adegan pengorbanan Kenes di area persawahan sebagai puncak konflik moral. Data primer diperoleh melalui teknik repetitive viewing dan dokumentasi visual, sedangkan data sekunder berasal dari literatur semiotika dan humanisme. Analisis dilakukan melalui tiga tahap signifikasi: denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen visual seperti luka gigitan zombi, pelukan rekonsiliatif, dan tindakan bunuh diri berfungsi sebagai tanda yang melampaui makna literal. Secara konotatif, adegan tersebut merepresentasikan keberanian etis, penerimaan sadar, dan altruisme. Pada tingkat mitos, film ini menaturalisasi ideologi humanisme berbasis kearifan lokal seperti nrimo dan ikhlas, yang menempatkan pengorbanan tanpa pamrih sebagai wujud tertinggi martabat manusia. Dehumanisasi dalam narasi tidak hanya hadir melalui wabah biologis, tetapi sebagai metafora atas ambisi kapitalistik dan egoisme absolut. Penelitian ini menegaskan bahwa dalam survival horror Indonesia, kemanusiaan ditentukan oleh pilihan etis yang melampaui insting bertahan hidup, sehingga martabat manusia tetap dapat dipertahankan di tengah kehancuran sosial.
Perancangan Manual Branding sebagai Strategi Penguatan Brand Identity pada UMKM This Donit Nabila Fauziyah; Wahyu Wary Pintoko
Esensi Daruna : Jurnal Komunikasi Vol. 5 No.1 (2026)
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Institut Bisnis Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56943/daruna.v5i1.473

Abstract

Penelitian penciptaan karya ini bertujuan untuk merancang manual branding sebagai strategi dalam memperkuat brand identity pada UMKM This Donit. Permasalahan utama yang dihadapi adalah ketidakkonsistenan elemen visual seperti logo, warna, tipografi, dan media promosi yang berdampak pada lemahnya citra merek di benak konsumen. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi literatur untuk menggali kebutuhan serta karakteristik merek. Proses penciptaan karya dilakukan melalui tahapan riset, pengembangan konsep, eksplorasi visual, hingga implementasi dalam bentuk manual branding. Hasil dari penelitian ini berupa panduan identitas merek yang mencakup elemen visual dan verbal, seperti logo, palet warna, tipografi, ilustrasi, serta tone of voice yang terintegrasi. Manual branding ini berfungsi sebagai acuan dalam menjaga konsistensi komunikasi visual di berbagai media, sehingga mampu meningkatkan profesionalitas, daya tarik visual, serta kepercayaan konsumen terhadap merek. Dengan demikian, perancangan manual branding terbukti menjadi strategi yang efektif dalam membangun brand identity yang kuat, konsisten, dan kompetitif bagi UMKM. Kata kunci: brand identity, manual branding, komunikasi visual, UMKM, konsistensi merek. This practice-based research aims to design a branding manual as a strategy to strengthen brand identity in the MSME This Donit. The main issue identified is the inconsistency of visual elements such as logos, colors, typography, and promotional media, which weakens brand perception among consumers. This study employs a qualitative approach using observation, interviews, and literature review to identify brand needs and characteristics. The creative process consists of several stages, including research, concept development, visual exploration, and implementation in the form of a branding manual. The result of this study is a comprehensive brand identity guideline covering both visual and verbal elements, such as logo design, color palette, typography, illustration, and tone of voice. This branding manual serves as a reference to maintain visual consistency across various media, thereby enhancing professionalism, visual appeal, and consumer trust. Therefore, the development of a branding manual proves to be an effective strategy in building a strong, consistent, and competitive brand identity for MSMEs. Keywords: brand identity, branding manual, visual communication, MSME, brand consistency.
Framing Makna Cerdas Di Era AI dalam Program Kick Andy Metro TV Episode "Prof Stella: Otak Vs AI" Putri Bunga Dahlianty; Wahyu Wary Pintoko
Esensi Daruna : Jurnal Komunikasi Vol. 5 No.1 (2026)
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Institut Bisnis Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56943/daruna.v5i1.475

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji framing makna kecerdasan dalam program Kick Andy episode “Prof. Stella: Otak vs AI” yang ditayangkan oleh Metro TV. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan analisis framing Robert N. Entman, penelitian ini menganalisis bagaimana media mengonstruksi narasi kecerdasan manusia dalam relasinya dengan Artificial Intelligence (AI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa program tersebut membingkai kecerdasan tidak semata sebagai kemampuan pengolahan data atau komputasi, melainkan sebagai integrasi antara berpikir kritis, empati, serta tanggung jawab moral. Ketiga aspek tersebut diposisikan sebagai kualitas intrinsik manusia yang tidak sepenuhnya dapat direplikasi oleh AI. Selain itu, program ini juga menekankan pentingnya peran pendidikan dan sistem pendukung sosial dalam mengembangkan kapasitas kecerdasan manusia di era disrupsi teknologi. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam kajian komunikasi dan media dengan menunjukkan bagaimana program televisi berperan dalam memediasi dan membentuk wacana publik terkait redefinisi kecerdasan di era Artificial Intelligence. This study aims to examine the framing of the meaning of intelligence in the Kick Andy program episode “Prof. Stella: Brain vs AI,” broadcast by Metro TV. Using a qualitative approach and the framing analysis of Robert N. Entman, this research analyzes how the media constructs the narrative of human intelligence in relation to Artificial Intelligence (AI). The findings indicate that the program frames intelligence not merely as the ability to process data or perform computations, but as an integration of critical thinking, empathy, and moral responsibility. These three aspects are positioned as intrinsic human qualities that cannot be fully replicated by AI. Furthermore, the program emphasizes the importance of education and social support systems in developing human intellectual capacity in an era of technological disruption. This study contributes to communication and media studies by demonstrating how television programs play a role in mediating and shaping public discourse regarding the redefinition of intelligence in the era of Artificial Intelligence.