cover
Contact Name
Sayono
Contact Email
say.epid@gmail.com
Phone
+628122545186
Journal Mail Official
say.epid@gmail.com
Editorial Address
Ruang 408 Lantai 4 Gedung Laboratorium Kesehatan Terpadu Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Semarang Jl. Kedungmudu Raya No.18 Semarang, 50273
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia
ISSN : 16933443     EISSN : 26139219     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia publishes scientific articles of research results in the field of public health in scope: Health policy and administration Public health nutrition Environmental health Occupational health and safety Health promotion Reproductive health Maternal and child health Other related articles in public health
Articles 259 Documents
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP SISWA TENTANGBAHAYA NARKOBA DAN PERAN KELUARGA TERHADAPUPAYA PENCEGAHAN NARKOBA (STUDI PENELITIAN DI SMP AGUS SALIM SEMARANG) Yesi Ratnasari
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 10. No. 2. Tahun 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.828 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.v10i2.2388

Abstract

Background: Increase in drug case in ever-increasing in teenagers, especially during theadolescent age of junior high school and high school, then drug prevention efforts need to be made Factors influencing drug abuse in teens is a teen's knowledge and the role of the family. Therefore it was done about the correlation of knowledge, the student's attitude about drugs and drug prevention efforts.. Objective: Knowing the correlation between knowledge, attitude of students about drugs and the role of the family with respect to drug prevention efforts. Methods: The type of research used is explanatory research with cross sectional .Popu lation in this study as many as 161 students with a large sample of 62 respondents. Independent variable was drug prevention efforts and dependent variable is the knowledge, the attitude of the students about drugs, the role of the family and prevention efforts. Analysis using pearson product moment correlation. Results: As much as 64.5%) of respondents (have enough knowledge, as many of the respondents who had not supported the attitude about the dangers of drugs as much as (61,3%) respondents have the role of the family do not support as many (53.2%) and respondents who have as much good prevention efforts (51.6 percent). Conclusion: There was a correlation with the family's role in drug prevention efforts. variables therewhere no correlation knowledge and attitudinal with drug prevention efforts.
EFEKTIFITAS KOTAK PERANGKAP NYAMUK DALAM PENGENDALIAN NYAMUK Aedesaegypti Aienieng Nurahayati; Sayono S
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 10. No. 2. Tahun 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.788 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.v10i2.2379

Abstract

Background: Kalongan Village, Semarang regency, Hamlet Fur RT 04 and 05 RW 06 is endemic Dengue Hemorrhagic Fever ( DHF ) from data obtained from the Department of Health Unggaran East. Efforts to prevent this disease rely on vector control using insecticide-treated mosquito trap box malathion.Objective: Determinethe effectiveness of mosquito trap box in the residential neighborhood.Method: This explanatory research using quasi-experimental design, the post-test only design. The study population was 32 houses in the hamlet Fur RT 04 and 05 RW 06, sample research homes around the latest dengue patients in May 2014 in the Village Kalongan within a radius of 100 meters. Independent variables include the dose of insecticide and the dependent variable is the number of mosquito landed and died. Data were analyzed using the Mann Whitney test.Results:The number of mosquito landed ranged from 0 s / d 5, with a mean of 0.52 and standard deviation 0.836. The number of mosquito landed on the box containing malathion 0.50 g/m2 range 65 tail, with a mean of 0.58 and standard deviation of 0.965, while the box containing malathion 0.75 g/m2 range from 51 tail with a mean of 0.46 and standard deviation 0.683 ; did not differ significantly (p = 0.822). The number of dead mosquitoes ranged from 0 s / d 3, with a mean of 0.05 and standard deviation 0.272. The number of dead mosquitoes on the box containing malathion 0.50 g/m2 range from 1 tail with a mean of 0.01 and a standard deviation of 0.094, while the malathion dose of 0.75 g/m2 range from 10 cows with mean 0.09 and standard deviation 0.369, different significantly (p = 0.017).Conclusion: There is no difference in the number of mosquitoes that land on both doses of malathion. There is a difference in the number of dead mosquitoes at both doses of malathion.
Faktor Prenatal yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting Anak Usia 6-24 Bulan Vinda Nur Apriningtyas; Tri Dewi Kristini
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 14. No. 2. Tahun 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.475 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.14.2.2019.13-17

Abstract

Latar belakang: Stunting merupakan gangguan pertumbuhan linier yang ditunjukan dengan nilai Z score TB/U kurang dari minus 2 SD, dan dikatagorikan dalam status gizi rendah. Faktor risiko stunting fase pertama terjadi pada saat masa prenatal. Tujuan:  Mengetahui faktor prenatal yang berhubungan dengan kejadian stunting di Desa Dukuhmaja Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian case control. Sample berjumlah 62 responden Ibu yang memiliki anak stunting dan tidak stunting usia 6-24 bulan, masing-masing 31 orang. Variabel yang diteliti meliputi tinggi badan Ibu, status KEK saat hamil, kadar HB, penambahan berat badan, dan riwayat paparat zat kimia.. Hasil penelitian di analisis dengan uji statistik chisquare. Hasil: variabel yang berhubungan meliputi tinggi badan Ibu (p=0,02<0,05; OR 3,981), status KEK (p=0,01<0,05; OR 7,028), Penambahan berat badan (p=0,01< 0,05; OR 4,747), dan riwayat paparan zat kimia (p=0,00<0,05; OR 1,114). Variabel yang tidak berhubungan adalah kadar HB (p=0,772>0,05). Kesimpulan: Ada hubungan antara Tinggi badan ibu, status KEK, penambahan berat badan, dan riwayat paparan zat kimia dengan kejadian stunting.
PERAWATAN DIRI SEBAGAI FAKTOR RISIKO KECACATAN PADA PENDERITA KUSTA Cucu Herawati
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 14. No. 1. Tahun 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.525 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.v14i1.4791

Abstract

Latar Belakang: Kecacatan yang dialami oleh penderita kusta menyebabkan berbagai dampak diantaranya dampak sosial, psikologis, dan ekonomi. Dampak sosial yang dialami penderita yaitu terisolasi dari pergaulan karena adanya stigma dan dsikriminasi, masalah psikologis menimbulkan stres, cemas dan depresi, serta dampak ekonomi dapat meningkatkan kemiskinan karena kurangnya produktifitas penderita. Maka diperlukan upaya pencegahan supaya tidak mengalami cacat diantaranya dengan perawatan diri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pendidikan, pendapatan, tipe kusta, dan perawatan diri terhadap cacat tingkat II kusta. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan desain Cross Sectional. Total populasi 43 penderita dengan jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 35 responden. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik cluster sampling, untuk menentukan mana saja yang termasuk sampel dari tiap Puskesmas menggunakan teknik simple random sampling. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan telaah dokumen. Hasil: Didapatkan tidak ada hubungan antara tipe kusta (p=0.234) dengan cacat tingkat II dan terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan (p=0.042), pendapatan (p=0.009), dan perawatan diri (0.001) dengan cacat tingkat II di Kabupaten Cirebon Tahun 2019. Nilai OR perawatan diri sebesar 11.73 maka perawatan diri yang kurang mempunyai risiko 12 kali terjadinya cacat tingkat II dibandingkan dengan yang melakukan perawatan diri baik. Kesimpulan: Perlunya peningkatan peran aktif penderita untuk mencari informasi tentang penyakit kusta dan meningkatkan perilaku kebiasaan perawatan diri yang rutin untuk mencegah terjadinya cacat.
Hubungan Infeksi Saluran Pernapasan Atas dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia di Bawah 5 Tahun di Sampang Ernia Haris Himawati; Laila Fitria
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 15. No. 1. Tahun 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.099 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.15.1.2020.1-5

Abstract

Latar Belakang: Stunting menjadi salah satu isu kesehatan di negara-negara berkembang termasuk Indonesia, dengan prevalensi yang tinggi yaitu 30.8%. Stunting tidak hanya dipengaruhi oleh faktor nutrisi, tetapi juga riwayat kesehatan seperti penyakit infeksi dan lingkungan rumah tangga. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan kejadian ISPA dengan stunting dengan memperhitungkan perancu (status gizi ibu saat hamil, riwayat berat bayi lahir, kelengkapan imunisasi anak, riwayat diare dan sumber air minum). Metode: Studi potong lintang ini menerapkan total sampling dari data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Hasil: Kejadian ISPA berhubungan dengan stunting (p = 0.029) dengan OR 3.115 (95%CI 1.079-8.994). Namun setelah dikontrol dengan status gizi ibu saat hamil, riwayat berat bayi lahir, kelengkapan imunisasi anak, riwayat diare dan sumber air minum maka ISPA tidak berhubungan bermakna dengan stunting (p > 0.05), meskipun nilai OR tinggi, masing-masing ISPA 3.148 (95%CI 0.592-16.740), untuk diare OR 2.296 (95%CI 0.602-8.759) dan BBLR 2.851 (95%CI 0.772-10.528). Kesimpulan: Kejadian ISPA, diare dan BBLR pada anak berkontribusi terhadap kejadian stunting, masing-masing sebesar 3, 2.8 dan 2.2 kali.
Potensi Penularan Tuberculosis Paru pada Anggota Keluarga Penderita Tri Kristini; Rana Hamidah
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 15. No. 1. Tahun 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.192 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.15.1.2020.24-28

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis paru merupakan penyakit menular yang disebabkan Mycobacterium tuberculosis. Penularan terjadi ketika penderita TBC paru BTA positif batuk atau bersin dan tanpa disengaja penderita menyebarkan kuman ke udara dalam bentuk percikan dahak. Seorang penderita tuberkulosis paru BTA positif dapat menginfeksi 10-15 orang di sekitarnya. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi terduga dan kasus baru TBC paru di sekitar tempat tinggal penderita TBC paru BTA positif. Metode: Jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan  cross sectional. Populasi penelitian sebanyak 70 orang adalah seluruh anggota keluarga dari 35 penderita TBC paru BTA positif yang didiagnosa pada bulan Januari-Maret 2019 dan sedang menjalani pengobatan di wilayah kerja puskesmas Tlogosari Wetan. Sampel penelitian ditetapkan secara toral sampling. Hasil:  Intensitas kontak responden dengan penderita lebih dari 8 jam/hari sebanyak 71,4%.  Seluruh responden memiliki tingkat kepadatan hunian yang baik, artinya hunian tidak dalam kategori padat.  Responden yang merokok hanya 14,4%. Ventilasi kamar sebanyak 97,1% telah memenuhi standar kesehatan. status gizi hanya menemukan 1,4% responden yang masuk kategori kurus. Simpulan: Dari 70 anggota keluarga penderita TBC paru BTA positif ditemukan 5 orang terduga TBC paru. Diantara 5 orang terduga TBC paru tidak didapatkan kasus baru TBC paru.
Pengaruh Modifikasi Permainan Monopoli Terhadap Pengetahuan dan Sikap Siswa mengenai Keamanan Makanan Jajanan Weni Enjelina; Asih Febria Ningrum; Zulya Erda
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 15. No. 1. Tahun 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.095 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.15.1.2020.29-34

Abstract

Latar Belakang: Pengetahuan dan Sikap tentang keamanan makanan mempengaruhi tindakan siswa sekolah dasar dalam memilih makanan jajanan. Permainan monopoli merupakan media edukatif untuk memberikan informasi. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh modifokasi permainan monopoli terhadap pengetahuan dan sikap siswa tentang kemanan makanan jajanan. Metode: Penelitian pra eksperimen ini menerapkan desain one group pre test and post test. Subjek penelitian adalah 38 siswa kelas 4 SDN 013 Satu Atap Kota Tanjungpinang. Data pengetahuan dan sikap dikumpulkan menggunakan kuesioner, dan dianalissi secara bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Peningkatan rerata skor pengetahuan dan sikap siswa dari 7,58 dan 7,55 menjadi 8,26 dan 8,23 Hal ini menunjukkan peningkatan pengetahuan dan sikap yang signifikan, masing-masing sebesar 21% (p = 0,013) dan 31% (p = 0,002). Kesimpulan: Modifikasi permainan monopoli dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa sekolah dasar tentang keamanan makanan.
Hubungan Karakteristik Individu dengan Pengetahuan tentang Pencegahan Coronavirus Disease 2019 pada Masyarakat di Kalimantan Selatan Anggun Wulandari; Fauzie Rahman; Nita Pujianti; Ayu Riana Sari; Nur Laily; Lia Anggraini; Farid Ilham Muddin; Agus Muhammad Ridwan; Vina Yulia Anhar; Muhammad Azmiyannoor; Diki Bima Prasetio
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 15. No. 1. Tahun 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.138 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.15.1.2020.42-46

Abstract

Latar Belakang: Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) saat ini menjadi permasalahan dunia yang serius dengan jumlah kasusnya yang selalu mengalami peningkatan setiap harinya. Tujuan: Untuk mengetahui pengetahuan masyarakat Kalimantan Selatan tentang pencegahan Covid-19 beserta faktor karakteristik individu. Metode: Desain cross sectional dengan sampel berjumlah 1190 orang yang dipilih dengan menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner google form. Hasil: Dari 1190 masyarakat yang menjadi responden merupakan masyarakat dengan kategori umur remaja yaitu sebesar 93,7%, status pekerjaan tidak bekerja sebesar 77,2%, berjenis  kelamin perempuan sebesar 66,3%, posisi dalam keluarga sebagai anggota rumah tangga yaitu sebesar 97,8%, dan mempunyai pengetahuan yang baik tentang pencegahan Covid-19 sebesar 69,2%. Hasil uji chi square menunjukan nilai p antara umur, jenis kelamin, pendidikan, status pekerjaan dan posisi dalam keluarga dengan pengetahuan tentang pencegahan Covid-19  adalah 0,386, 0,013, 0,428, 0,515, dan 0,999. Kesimpulan: Umur, pendidikan, status pekerjaan dan posisi dalam keluarga dengan tidak memiliki hubungan dengan pengetahuan tentang pencegahan Covid-19. Namun, jenis kelamin memiliki hubungan dengan pengetahuan tentang pencegahan Covid-19.
Gerakan Masyarakat Hidup Sehat dalam Perspektif Implementasi Kebijakan (Studi Kualitatif) Dian Isti Cahyani; Martha Irene Kartasurya; Mohammad Zen Rahfiludin
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 15. No. 1. Tahun 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.357 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.15.1.2020.10-18

Abstract

Latar Belakang: Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) merupakan upaya promotif dan preventif guna meningkatkan pola hidup sehat di masyarakat. GERMAS didukung oleh kebijakan Presiden dalam peraturan Instruksi Presiden RI Nomor 1 Tahun 2017. Harapan dengan adanya GERMAS adalah untuk menurunkan angka kematian dan kesakitan yang disebabkan karena perilaku masyarakat yang tidak sehat. Tujuan: Untuk menganalisis implementasi kebijakan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) di Kota Semarang. Metode: Penelitian kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan telaah dokumen. Informan berjumlah 17 orang (8 informan utama, 9 informan triangulasi) yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Hasil: Analisis implementasi kebijakan GERMAS menggunakan variabel sumber daya, komunikasi, struktur birokrasi, disposisi dan lingkungan belum berjalan dengan optimal. Hambatan dan masalah masih ada dalam mengimplementasikan kebijakan GERMAS ini. Kesimpulan: Implementasi kebijakan GERMAS sudah terlaksana dan masih berjalan sampai sekarang, akan tetapi masih diperlukan dukungan dari seluruh aspek lintas sektoral dan masyarakat.
Pengasapan Kandang Ternak: Perilaku Potensial Peningkatan Risiko Gigitan Anopheles pada Penduduk Daerah Endemik Malaria Husniyatun Nisrina; Didik Sumanto; Sri Widodo
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 15. No. 1. Tahun 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.648 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.15.1.2020.35-41

Abstract

Latar Belakang: Vektor malaria terverifikasi di Purworejo adalah Anopheles aconitus dan Anopheles maculatus.  Vektor  bersifat zooantropofilik yang lebih menyukai darah kambing dibandingkan manusia. Kondisi ini menjadi peluang positif bagi upaya pengendalian malaria melalui pengalihan serangan gigitan Anopheles dari manusia ke ternak. Tujuan: Untuk mengeksplorasi kebiasaan pengelolaan ternak pada masyarakat endemik malaria. Metode: Survei dilakukan pada penduduk sekitar domisili penderita malaria di daerah endemik malaria Desa Jatirejo Kaligesing Purworejo. Variabel pengamatan yaitu jarak kandang dengan pemukiman, jumlah kambing dalam kandang, perilaku pengusiran nyamuk. Etik penelitian dikeluarkan oleh Komisi Etik Penelitian Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Semarang.  Hasil: Seluruh kandang ternak berjarak lebih dari 10 m dari tempat tinggal. Jumlah kambing etawa tiap kandang berkisar antara 2 – 3 ekor. Tidak ada yang membalurkan insektisida pada hewan ternak untuk mencegah serangan nyamuk. Perilaku pengusiran nyamuk dengan membakar jerami di sekitar kandang ternak 75.3%.  Simpulan : Upaya pengalihan serangan gigitan Anopheles yang dilakukan adalah memelihara ternak kambing ditempatkan pada kandang berjarak lebih 10 meter dari rumah hunian. Pengusiran nyamuk metode pengasapan dengan membakar jerami atau rumput kering di malam hari potensial efektif meminimalkan serangan pada ternak namun perlu diwaspadai berbaliknya nyamuk ke area pemukiman penduduk.

Page 5 of 26 | Total Record : 259