cover
Contact Name
Putu Aryastana
Contact Email
aryastanaputu@warmadewa.ac.id
Phone
+6281222788222
Journal Mail Official
paduraksa.sipil@gmail.com
Editorial Address
Jl. Terompong 24 Tanjung Bungkak Denpasar Bali, Indonesia
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Paduraksa : Jurnal Teknik Sipil Universitas Warmadewa
Published by Universitas Warmadewa
Core Subject : Social, Engineering,
PADURAKSA: Jurnal Teknik Sipil Universitas Warmadewa, 2303-2693 (Print ISSN), 2581-2939 (Electronic ISSN) is a journal of civil engineering provides a forum for publishing research articles or review articles which published by Warmadewa University Press jointly with Progam Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Warmadewa. This journal is also dedicated to provide an intellectual space of scholarly discussion how journal of civil engineering able to create the new global formation of civil engineering and similar issues. This journal has been distributed by Progam Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Warmadewa started from Volume 1 Number 1 Year 2012 for Print and Oline from Volume 3 Number 1 Year 2014 to present. This journal encompasses original research articles, review articles, and short communications, including: Civil Engineering; Water Resources; Construction Management; Transportation; Structure; Geotechnics; Environment; Others Engineering
Articles 257 Documents
KAJIAN KONTRAK /PERJANJIAN KERJASAMA PENGGUNAAN JASA PENGAMANAN ANTARA UNIVERSITAS WARMADEWA SEBAGAI PENGGUNA JASA DAN PT.IBU JERO SEBAGAI PENYEDIA JASA (DITINJAU DARI ASPEK MANAJEMEN KONTRAK) Wayan Jawat
PADURAKSA: Jurnal Teknik Sipil Universitas Warmadewa Vol. 3 No. 1 (2014)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/pd.3.1.264.1-17

Abstract

Suatu kontrak kerja sekurang-kurangnya harus mencakup uraian mengenai (i) para pihak; (ii) rumusan pekerjaan; (iii) masa pertanggungan dan/atau pemeliharaan; (iv) tenaga ahli; (v) hak dan kewajiban para pihak; (vi) tata cara pembayaran; (vii) cidera janji; (viii) penyelesaian perselisihan; (ix) pemutusan kontrak kerja; (x) keadaan memaksa (force majeure); (xi) perlindungan pekerja. Perjanjian kerjasama/kontrak antara Universitas Warmadewa dengan PT. Ibu Jero telah memenuhi kriteria berkontrak sesuai dengan pasal 1320 KUHPer. Perjanjian kerjasama/kontrak antara Universitas Warmadewa dengan PT. Ibu Jero adalah kontrak jasa yang membutuhkan skillware menurut Perpres No.54/2010 dan Perpres No.70/2012, Pasal 1 (17). Jika mengacu ketentuan yang ada, isi kontrak terdapat beberapa pasal yang dapat berpotensi terjadinya wanprestasi, karena kurang jelas/rinci dan kurang tegas. Dalam kontrak hendaknya mencantumkan konsiderasi pertimbanganpertimbangan yang mendasari membuat perjanjian. Perjanjian kerjasama/kontrak antara Universitas Warmadewa dengan PT. Ibu Jero perlu dijabarkan lebih rinci, jelas dan tegas terhadap beberapa pasal untuk menghindari terjadinya wanprestasi di kemudian hari yang berdampak terhadap timbulnya sengketa. Setelah kontrak ditandatangani oleh kedua pihak, perlu dilakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap kontrak sebagaimana ketentuan dalam penerapan Manajemen Kontrak. Kata kunci: kontrak, manajemen kontrak, pengguna jasa, penyedia jasa.
APLIKASI TEKNOLOGI BAMBU SEMEN SEBAGAI DINDING DI DESA PENGLIPURAN KABUPATEN BANGLI Wayan Muliawan
PADURAKSA: Jurnal Teknik Sipil Universitas Warmadewa Vol. 3 No. 1 (2014)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/pd.3.1.265.18-31

Abstract

Bambu merupakan sumber yang dapat diperbaharui dan banyak tersedia di Indonesia. Dari sekitar 1.250 jenis bambu yang sudah dikenal di dunia, 11%-nya merupakan jenis asli Indonesia. Ini merupakan dasar mengapa tanaman ini merupakan salah satu nilai kelokalan dari negara kita. Masyarakat Indonesia pun sudah terbiasa memanfaatkan bambu untuk keperluan hidup sehari-hari; seperti untuk mebel, konstruksi rumah, peralatan pertanian, kerajinan, alat musik, serta makanan. Dalam bidang konstruksi, dikarenakan memiliki karakter yang lentur namun kuat serta mudah dibudidayakan, bambu dipandang sebagai material alternatif yang tepat untuk pengganti kayu yang ketersediaannya sudah semakin menipis dan teknologi bambu semen merupakan salah satu aplikasi terhadap potensi ini. Teknologi bambu semen sebenarnya sudah mulai dikenal sejak era pendudukan Belanda di Indonesia, dimana pada komponen dinding penutup terdapat penggabungan antara adukan sebagai bahan plesteran dengan anyaman bambu sebagai tulangannya. Ketahan konstruksi bangunan yang menggunakan dinding bambu semen masih dapat ditemui di Desa Penglipuran Kelurahan Kubu Kabupaten Bangli sudah berumur 30 tahun dengan kondisi yang masih baik. Dengan adanya perkembangan teknologi, sudah sewajarnya konstruksi bambu semen akan semakin meningkat kualitasnya dari waktu ke waktu,sehingga nantinya bambu dapat dipandang sebagai suatu nilai lokalitas yang berharga, bukan lagi sebagai citra kaum miskin yang murahan. Kata kunci: teknologi ,dinding,bambu, semen,penglipuran.
POTENSI AIR DAN METODE PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR DI DAERAH ALIRAN SUNGAI SOWAN PERANCAK KABUPATEN JEMBRANA Putu Eryani
PADURAKSA: Jurnal Teknik Sipil Universitas Warmadewa Vol. 3 No. 1 (2014)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/pd.3.1.266.32-41

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) Sowan berada di Kabupaten Jembrana Provinsi Bali, saat ini lahan di daerah das sudah banyak yang beralih fungsi, terutama lahanlahan pertanian yang berada di muara sungai Sowan, Kabupaten Jembrana. saat ini sudah banyak berubah dari lahan pertanian menjadi bangunan perumahan dan yang mendukung kegiatan pariwisata. Permasalahan yang terjadi setelah adanya perubahan alih fungsi lahan adalah banyaknya sedimen yang mengendap di hilir sungai akibat adanya erosi di DAS dan air permukaan banyak yang terbuang ke muara sungai dengan kurangnya resapan air akibat lahan pertanian berubah menjadi daerah pemukiman. Pengelolaan air permukaan yang dibuang kehilir sungai ini belum maksimal dilaksanakan dan dilestarikan untuk mendukung kebutuhan air baku di Provinsi Bali. Bagaimanakah potensi sumber daya air di sungai Badung dan di sungai Sowan di Bali dengan adanya perubahan fungsi lahan di muara sungai dan bagaimanakah metode pengelolaan sumber daya air yang masuk ke muara sungai sehingga sumber daya air menjadi lestari dan rencana penataan daerah hilir sungai serta manajemen/tata air di daerah hilir sungai Sowan Perancak Kabupaten Jembrana. Metode penelitian yang akan digunakan adalah fenomenologi. Hal ini sesuai dengan prinsip pelestarian objek studi yang banyak berkaitan dengan sistem pengelolaan sumber daya air dan perencanaan penataan daerah hilir sungai serta pengelolaan tata air. Hasil yang diperoleh berupa potensi air dan pengelolaan sumber daya air sungai pasca perubahan fungsi lahan disekitar muara sungai, berdasarkan data primer dan sekunder. Potensi sumber daya air di DAS Sowan sebesar 194,17 juta m3, total ketersediaan untuk RKI sebesar 0,17 m3/detik, industri perhotelan sebesar 0,0014 m 3/detik dan yang terbuang ke laut melalui muara sungai sebesar 5,42 m3/detik. Kata kunci: potensi air, muara sungai, daerah aliran sungai.
KONSEP EKOHIDRAULIK SEBAGAI UPAYA PENANGGULANGAN EROSI Dewi Rahardini
PADURAKSA: Jurnal Teknik Sipil Universitas Warmadewa Vol. 3 No. 1 (2014)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/pd.3.1.267.42-48

Abstract

Menurut Peraturan Daerah Provinsi Bali No. 16 Tahun 2009 tentang tata ruang wilayah Provinsi Bali tahun 2009-2029, beberapa ketentuan umum dalam Peraturan Daerah tersebut menyebutkan bahwa di Provinsi Bali terdapat Kawasan Daya Tarik Wisata Khusus (KDTWK), kawasan Lindung serta kawasan budidaya. Seperti halnya pada daerah-daerah wisata lainnya, selain memberikan banyak keuntungan dari segi ekonomi, kemajuan pariwisata juga banyak meninggalkan catatan-catatan penting diantaranya terjadinya bahaya erosi. Untuk menanggulangi masalah erosi tersebut, dalam Undang Undang No. 7 tahun 2004, kegiatan konservasi sumber daya air menempati urutan pertama. Eko-engineering merupakan salah satu komponen dalam teknologi ecological-hydraulik (ekohidraulik) dan prinsipprinsipnya dapat digunakan juga untuk menanggulangi abrasi pantai, danau dan lain sebagainya. Kata kunci: ekohidrolik, erosi.
STUDI KEDALAMAN AIR TANAH DI KAWASAN WISATA KERTHA SARI KABUPATEN SUMBAWA BARAT Wayan Yasa
PADURAKSA: Jurnal Teknik Sipil Universitas Warmadewa Vol. 3 No. 1 (2014)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/pd.3.1.268.49-61

Abstract

Pada dasarnya air tanah merupakan sumberdaya alam yang terbarukan (renewable natural resources), dan memainkan peranan penting pada penyediaan pasokan kebutuhan air untuk berbagai keperluan. Pemakaian sumberdaya air tanah dari waktu ke waktu dirasakan semakin terus meningkat. Hal ini disebabkan oleh pertumbuhan ekonomi, penduduk dan perkembangan pembangunan lainnya yang juga semakin berkembang. Dampak dari pemakaian air tanah yang berlebihan dapat menimbulkan berbagai permasalahan yang cukup serius, yang sangat sukar untuk menanggulanginya. Seperti menjadi tidak seimbangnya antara pengambilan airtanah di daerah keluaran (discharge area) dan daerah pemasukan airtanah (recharge area), kemudian juga dapat menimbulkan intrusi air laut ke arah daratan yang dapat mengkontaminasi air tanah. Untuk itu diperlukan penyelidikan pendugaan geolistrik untuk mengetahui keberadaanlapisan batuan yang berfungsi sebagai akuifer. Metode yang dilakukan yaitu dengan melakukanpengukuran resistivity dengan menggunakan alat Multi Channel Resistivity merk S-Field Berdasarkan pengukuran geolistrik untuk penyelidikan air tanah, kondisi kawasan wisata kertha Sari merupakan kawasan perbukitan dan pantai. Sehingga penampang resistivity yang dihasilkan baik pada kawasan lembah maupun disekitar datarn, nilai resistivity antara 10-100 Ωm dengan kedalaman berkisar antara 25-27 meter memiliki potensi air tanah (ground water). Kata kunci: air tanah, sesistivity.
ANALISIS KINERJA PERSIMPANGAN SEBAGAI IMPLEMENTASI TUJUAN MANAJEMEN LALU LINTAS (KASUS PERSIMPANGAN HANGTUAH TIMUR-HANGTUAH BARAT-SEDAP MALAM-TUKAD NYALI DENPASAR) Dewa Ayu Nyoman Sriastuti; A.A. Gde Sumanjaya; Made Putra Sanjaya
PADURAKSA: Jurnal Teknik Sipil Universitas Warmadewa Vol. 5 No. 2 (2016)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/pd.5.2.374.1-12

Abstract

Permasalahan lalulintas di Kota Denpasar saat ini merupakan salah satu permasalahan yang perlu mendapat penanganan yang serius dari pemerintah dan semua unsur yang terkait. Dari berbagai permasalahan lalulintas yang ada, permasalahan lalulintas yang krusial di kota Denpasar saat ini adalah terjadinya kemacetan di ruas-ruas jalan dan persimpangan kota Denpasar khususnya pada persimpangan bersinyal. Hal ini sebagai akibat dari semakin padatnya penduduk yang menyebabkan peningkatan mobilitas dan menimbulkan peningkatan tarikan dan bangkitan perjalanan dengan segala jenis aktifitasnya. Salah satu persimpangan di Kota Denpasar yang mempunyai permasalahan kemacetan lalulintas adalah simpang Hangtuah Timur-Hangtuah Barat - Sedap Malam-Tukad Nyali di daerah Sanur. Kapasitas persimpangan saat ini sudah tidak mampu menampung volume kendaraan yang lewat terutama pada jam-jam sibuk dan pada kondisi lingkungan tertentu seperti saat hari libur dan saat berlangsungnya upacara keagamaan karena simpang Hangtuah Timur- Hangtuah Barat - Sedap Malam-Tukad Nyali ini merupakan jalan akses menuju Pantai Sanur dimana Pantai Sanur merupakan salah satu lokasi penyelenggaraan upacara keagamaan dan merupakan salah satu pantai sebagai obyek wisata serta penyeberangan menuju Pulau Nusa Penida dan pulau-pulau disekitarnya. Disamping kapasitas yang sudah tidak sesuai dengan volume, masalah pengaturan persimpangan juga menjadi indikator penyebab permasalahan lalulintas di persimpangan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode observasi dengan melakukan survai lalulintas tepi jalan pada masing-masing pendekat simpang Hangtuah Timur-Hangtuah Barat - Sedap Malam-Tukad Nyali. Survai lalulintas yang dilakukan adalah survai unjuk kerja berupa volume lalu lintas dan kinerja simpang, dimana hasil survai ini digunkan sebagai indicator pembanding terhadap kapasitas pendekat simpang dan evaluasi terhadap pengaturan sinyal pada simpang. Volume lalu lintas total pada periode jam puncak pagi sebesar 35028.4 SMP/Jam, jam puncak siang sebesar 32008.4 SMP/Jam dan jam puncak sore sebesar 35030 SMP/jam dengan pengaturan simpang 2 fase dengan waktu total kehilangan (L) 16 detik, waktu siklus optimum (Co) 45 detik, total waktu hijau efektif (WHE) 29 detik, Waktu hijau efektif (WHE) untuk Fase 1 = WHE_1 17 detik, Fase 2 = WHE_2 12 detik, Waktu hijau aktual (WHA) untuk WHE_1 = 18 detik, WHE_2 = 13 detik. Kata kunci: Kinerja simpang, Kemacetan, Manajemen Lalulintas
PERENCANAAN KEBUTUHAN DAN PENJADWALAN SUMBER DAYA PADA PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI Ketut Nudja
PADURAKSA: Jurnal Teknik Sipil Universitas Warmadewa Vol. 5 No. 2 (2016)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/pd.5.2.375.13-23

Abstract

Pada waktu proyek memasuki tahap pelaksanaan (construction), maka pekerjaan pada tahap ini adalah mewujudkan bangunan yang dibutuhkan oleh pemilik proyek yang sudah dirancang oleh konsultan perencana dalam batasan biaya dan waktu yang telah disepakati, serta dengan mutu yang telah disyaratkan. Kegiatan perencanaan yang dimaksud diantaranya adalah perencanaan sumber daya yang meliputi perencanaan kebutuhan dan jadwal pengadaan tenaga kerja, material, dan alat untuk suatu proyek. Hasil akhir dari perencanaan ini akan dipakai sebagai dasar dalam pengendalian tenaga kerja, material, dan alat selama pelaksanaan proyek berjalan, sehingga diharapkan dengan cepat diketahui adanya penyimpangan dari perencanaan tadi. Berdasarkan pembahasan, didapat kebutuhan total untuk masing-masing sumber daya manusia (tenaga kerja) untuk pekerja = 2450 orang, mandor = 264 orang, penganyam = 208 orang, tukang besi = 504 orang, tukang batu = 90 orang, tukang kayu = 414 orang, tukang besi = 14 orang, tukang batu = 2 orang, tukang kayu = 18 orang. Grafik kebutuhan sumber daya manusia (tenaga kerja), terutama pekerja dan mandor cendrung menunjukan grafik yang sudah mendekati idial yang sering disebut Resource yang ideal, sehingga tidak perlu diadakan perataan lagi. Untuk jadwal pengadaan kebutuhan sumber daya manusia (tenaga kerja), dapat menggunakan jadwal pelaksanaan awal karena tidak diperlukan lagi perataan kebutuhan sumber daya manusia (tenaga kerja). Kata kunci: perencanaan, sumber daya, proyek konstruksi
PERBANDINGAN PERILAKU STRUKTUR BETON BERTULANG ANALISIS SISTEM DINDING BATA SEBAGAI STRUT DENGAN SISTEM OPEN FRAME (Studi Kasus: Gedung Rumah Toko, Jalan A. A. Gede Ngurah No 112 Mataram, NTB) I Made Kusuma Wirnata; I Ketut Yasa Bagiarta; I Wayan Jawat
PADURAKSA: Jurnal Teknik Sipil Universitas Warmadewa Vol. 5 No. 2 (2016)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/pd.5.2.376.24-45

Abstract

Pada umumnya dinding pengisi pada perencanaan gedung hanya dianggap sebagai beban mati yang terbagi rata (open frame) dan tidak diperhitungkan sebagai komponen struktural, akan tetapi dinding pengisi memiliki pengaruh terhadap gaya – gaya dalam dan perilaku struktur. Dalam analisis ini dilakukan perbandingan dua model struktur dengan studi kasus gedung rumah toko, untuk mengetahui perbandingan perilaku struktur beton bertulang yang memperhitungkan dinding pengisi dan yang tidak memperhitungkan dinding pengisi.Model yang pertama dibuat sebagai model open frame dan yang kedua dinding pengisi dibuat sebagai diagonal strut. Kedua model ini dianalisis menggunakan alat bantusoftware SAP 2000 versi 17.1.1, dan kinerja strukturnya dilakukan dengan Analisis Beban Dorong Statis Non linier (Non Linear Static Pushover Analysis) yang telah tersedia dalam program SAP 2000 versi 17. Analisis ini menghasilkan perbandingan gaya – gaya dalam yang terjadi dari dua model tersebut, perbandingan simpangan antar tingkat dan kinerja struktur yang berupa kurva pushover. Dari analisis tersebut memperlihatkan simpangan antar tingkat yang terjadi pada model open frame lebih besar dibanding dengan simpangan model strut sebesar 40 % pada arah X dan 63% pada arah Y. Perbandingan gaya – gaya dalam yang terjadi yaitu pada perbandingan dengan beban gravitasi maupun beban gempa keberadaan dinding pengisi memiliki kecenderungan mengurangi momen yang terjadi apalagi pengaruh beban gempa dengan perbandingan yang paling besar yaitu sebesar 69% pada kolom 3 portal D, akan tetapi untuk gaya aksial dan gaya geser yang terjadi dapat terjadi lebih besar. Dari analisis pushover, model open frame mampu menerima beban hingga 6925463,21 Newton dan perpindahan target 53,99 mm dengan level kinerja Collapse (C), sedangkan pada model strut mampu menerima beban hingga 8215111,00 Newton dan perpindahan target 55,89 mm dengan level kinerja Collapse (C). Untuk arah Y model open frame mampu menerima beban hingga 8554807,32 Newton dan perpindahan target 66,91 mm dengan level kinerja Collapse (C), sedangkan pada model strut mampu menerima beban hingga 10952469,00 Newton dan perpindahan target 66,43 mm dengan level kinerja Collapse (C). Nilai daktilitas aktual pada model open frame yaitu 3,11 untuk arah X dan 4,31 untuk arah Y, sedangkan pada model strut yaitu 2,96 untuk arah X dan 2,98 untuk arah Y. Kata kunci: model open frame, model strut, gaya dalam, analisis pushover
ANALISIS RISIKO PEMODELAN CASH FLOW PROYEK INVESTASI REAL ESTATE DI KABUPATEN BADUNG DENGAN PROGRAM @RISK Ni Komang Armaeni; I Wayan Widanan; Dewa Ayu Nyoman Sriastuti
PADURAKSA: Jurnal Teknik Sipil Universitas Warmadewa Vol. 5 No. 2 (2016)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/pd.5.2.377.46-62

Abstract

Pendanaan dalam investasi proyek-proyek real estate biasanya dilakukan dengan cara konvensional yaitu pendanaan dengan modal sendiri dan pinjaman berupa hutang jangka panjang dalam komposisi tertentu. Hal ini tentunya menjadi kendala yang akan dihadapi oleh perusahaan maupun investor yaitu ketersediaan dana internal dan karakteristik dari masing-masing sumber pendanaan sehingga mengakibatkan biaya modal dan tingkat pengembalian modal yang tidak optimal. Keadaan tersebut merupakan suatu hal yang menarik untuk diamati, sehingga risiko-risiko yang mungkin timbul dalam investasi proyek-proyek real estate dapat diminimalkan dan selanjutnya dapat dipilih beberapa alternatif investasi yang paling rasional. Untuk kondisi di Kabupaten Badung, belum ditemukan adanya kajian tentang risiko investasi dalam bidang real estate. Oleh karena itu penelitian ini sangat penting untuk dilaksanakan sehingga dapat mengantisipasi risiko kerugian dalam investasi real estate di Kabuapten Badung. Tujuan penelitian ini adalah untuk dapat mengetahui besar probabilitas keuntungan atau kerugian yang terjadi, mengetahui pengaruh komposisi modal dan faktor yang dominan mempengaruhi risiko dari berbagai skenario investasi real estate di kabupaten Badung sehingga dapat bermanfaat bagi investor yang akan menanamkan modalnya untuk melakukan investasi real estate di kabupaten Badung dan dapat mempertimbangkan hal-hal yang berkaitan dengan risiko-risiko yang mungkin terjadi. Adapun metode yang digunakan adalah metode inferensial, yaitu suatu metode untuk menganalisis data dari suatu sampel untuk kemudian membuat kesimpulan tentang populasinya. Sedangkan analisis risiko yang dilakukan adalah analisis risiko secara kuantitatif (quantitative risk analysis) dengan program @ Risk. Hasil analisis risiko dengan program @Risk dengan diagram Distribusi menunjukkan bahwa semakin besar modal sendiri semakin besar probabilitas nilai NPV > 0 dan nilai BCR > 1 yang berarti bahwa semakin besar peluang untuk memperoleh keuntungan yang lebih besar dan peluang mengalami kerugian yang lebih kecil. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa terdapat 4 variabel penting yang memberikan pengaruh sangat besar (berkorelasi) terhadap NPV dan BCR yaitu luas lahan dan harga lahan per m2 memberikan korelasi negatif, harga rumah tipe 45/100 dan harga rumah tipe 54/100 memberikan korelasi positif. Kata kunci: investasi real estate, analisis risiko kuantitatif dan program @ Risk
TINGKAT KEBISINGAN PETUGAS GROUND HANDLING DI BANDARA NGURAH RAI BALI Nyoman Surayasa; I Made Tapayasa; I Wayan Putrayadnya
PADURAKSA: Jurnal Teknik Sipil Universitas Warmadewa Vol. 5 No. 2 (2016)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/pd.5.2.378.63-69

Abstract

Bandara Ngurah Rai adalah bandara internasional di Bali, dan Bali merupakan salah satu tujuan wisata dengan banyak pengunjung baik wisatawan internasional taupun domestik. Hal ini akan meningkatkan frekuensi lalu lintas udara dan jumlah jenis pesawat. Kondisi ini merupakan salah satu faktor terjadinya risiko kebisingan, yang berakibat pada kemungkinan timbulnya gangguan pendengaran bagi pekerja bandara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kebisingan yang berdampak pada pekerja di lapangan terbang di Bandara Ngurah Rai. Metode cross sectional digunakan sebagai metode analisis data, dimana sebanyak 44 sampel data yang dihimpun secara acak. Data dikumpulkan dengan cara wawancara menggunakan kuesioner untuk mengetahui masa kerja, alat pelindung diri, dan pengukuran tingkat kebisingan yang digunakan oleh para staf. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kebisingan pada Divisi Administrasi adalah antara 49,6-52 dBA. Namun, pada Divisi Teknis pada pukul 08.00 - 16.00 adalah rata-rata antara 88,3-90,9 dBA, pukul 16.00 - 24.00 itu antara 89,3-93,5 dBA dan pukul 24.00 - 08.00 itu antara 69,9-73,2 dBA. Studi ini menyimpulkan bahwa tingkat kebisingan pada divisi administrasi berada di bawah nilai ambang batas, sedangkan pada divisi teknis antara pukul 08.00 - 16.00 dan 16.00 - 24.00 berada di atas ambang batas, tetapi antara pukul 24.00 - 08.00 berada di bawah nilai ambang batas. Pada hasil penelitian ini, peneliti merekomendasikan bahwa pekerja harus selalu memiliki pelindung pendengaran pada saat bekerja. Perusahaan juga harus menyediakan tes audiometri untuk staf mereka secara berkala, menerapkan sistem rotasi kerja (work shift) untuk personel yang memiliki gangguan pendengaran. Selain itu studi ini menggarisbawahi setiap perusahaan penerbangan harus menerapkan sanksi kepada personil yang tidak memiliki pelindung pendengaran. Kata kunci: tingkat kebisingan, pekerja di lapangan terbang