cover
Contact Name
Ngurah Mahendra Dinatha
Contact Email
jurnal.jeco@gmail.com
Phone
+6282145383212
Journal Mail Official
jurnal.jeco@gmail.com
Editorial Address
Jalan Trans Bajawa, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, NTT
Location
Kab. ngada,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Edukasi Citra Olahraga
Published by STKIP Citra Bakti
ISSN : -     EISSN : 27757714     DOI : https://doi.org/10.38048/jor
Fokus dan ruang lingkup Jurnal Edukasi Citra Olahraga (JECO) ada pada bidang kajian Ilmu Keolahragaan, Olahraga Pendidikan dan Kesehatan sebagai sarana Publikasi Penelitian Ilmiah di bidang keilmuan olahraga dengan berbagai aspek dan pendekatan yang dilakukan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 205 Documents
FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL YANG MEMENGARUHI MOTIVASI ATLET KARATE DALAM PROSES LATIHAN: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Ahmad Miqdad Azmi; Mashud
Jurnal Edukasi Citra Olahraga Vol. 6 No. 3 (2026): Jurnal Edukasi Citra Olahraga
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jor.v6i3.7105

Abstract

Motivasi merupakan aspek psikologis penting yang menentukan konsistensi atlet karate dalam mengikuti proses latihan yang menuntut disiplin, penguasaan teknik, dan ketahanan mental. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi, menganalisis, dan mensintesis faktor internal dan eksternal yang memengaruhi motivasi atlet karate dalam proses latihan. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada pedoman PRISMA. Pencarian literatur dilakukan melalui Google Scholar pada periode Mei–Juni 2026 dengan rentang publikasi 2022–2026. Dari 1.620 artikel yang teridentifikasi pada tahap awal, lima artikel memenuhi seluruh kriteria inklusi dan dianalisis menggunakan pendekatan narrative synthesis. Hasil kajian menunjukkan bahwa faktor internal yang paling konsisten meliputi motivasi intrinsik, minat terhadap karate, kepuasan psikologis, kebutuhan menjaga kebugaran, serta dorongan meningkatkan kemampuan dan mencapai prestasi. Faktor eksternal mencakup dukungan orang tua, kualitas pelatih, lingkungan latihan, serta ketersediaan sarana dan prasarana. Faktor internal cenderung menjadi dasar dalam mempertahankan keterlibatan atlet, sedangkan faktor eksternal berfungsi memperkuat atau melemahkan motivasi selama proses latihan. Disimpulkan bahwa motivasi atlet karate bersifat multidimensional dan dinamis serta terbentuk melalui interaksi antara karakteristik individu dan lingkungan sosial. Kajian ini terbatas pada lima studi yang seluruhnya berasal dari Indonesia sehingga generalisasi hasil perlu dilakukan secara hati-hati.
GAMBARAN SCREEN TIME DAN TINGKAT DAYA TAHAN KARDIOVASKULAR PADA SISWA SMP Fedayeen Dinar Wijaya; Sapto Adi
Jurnal Edukasi Citra Olahraga Vol. 6 No. 3 (2026): Jurnal Edukasi Citra Olahraga
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jor.v6i3.7173

Abstract

Peningkatan penggunaan perangkat digital pada remaja berpotensi memperpanjang screen time dan mengurangi keterlibatan dalam aktivitas fisik, sehingga dapat berdampak pada kebugaran jasmani, khususnya daya tahan kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan screen time dan tingkat daya tahan kardiovaskular pada siswa kelas VII SMP Brawijaya Smart School Kota Malang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif dan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri atas 61 siswa dari dua kelas, meliputi 36 siswa laki-laki dan 25 siswa perempuan. Screen time diukur menggunakan Questionnaire for Screen Time of Adolescents (QueST), sedangkan daya tahan kardiovaskular diukur menggunakan Multistage Fitness Test atau beep test. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan frekuensi, persentase, dan nilai rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 51 siswa (83,61%) memiliki screen time lebih dari 4 jam per hari. Rata-rata screen time mencapai 10 jam per hari pada weekdays dan 13 jam per hari pada weekend. Penggunaan tertinggi terdapat pada media sosial sebesar 7,8 jam per hari. Hasil beep test menunjukkan bahwa 54 siswa (88,52%) memiliki daya tahan kardiovaskular di bawah rata-rata, sedangkan 7 siswa (11,48%) berada pada kategori rata-rata atau lebih tinggi. Temuan ini menunjukkan tingginya screen time dan rendahnya daya tahan kardiovaskular ditemukan secara bersamaan pada sebagian besar siswa. Sekolah dan guru PJOK perlu memperkuat pembiasaan aktivitas fisik serta edukasi pengelolaan screen time.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN GERAK SISWA PADA PEMBELAJARAN BOLA BASKET DI SEKOLAH DASAR Muhammad Rayhan Alifia Akbar; Dedi Prestiadi; Irawan Bagus Prasetyo
Jurnal Edukasi Citra Olahraga Vol. 6 No. 3 (2026): Jurnal Edukasi Citra Olahraga
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jor.v6i3.7227

Abstract

Keaktifan gerak merupakan salah satu indikator penting keberhasilan pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK), namun dalam praktiknya masih ditemukan siswa yang kurang aktif, terutama pada pembelajaran bola basket. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) dalam meningkatkan keaktifan gerak siswa kelas V pada pembelajaran bola basket di sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang dilaksanakan di SDN Bunulrejo 2 Kota Malang pada April–Mei 2026. Partisipan penelitian terdiri atas 28 siswa kelas V dan satu guru PJOK. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, angket respons siswa, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan TGT melalui tahapan penyajian materi, pembentukan tim, games, tournament, dan penghargaan kelompok mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam aktivitas dribbling, passing, dan shooting. Siswa juga menunjukkan antusiasme, kerja sama, komunikasi, tanggung jawab, sportivitas, dan kepercayaan diri yang lebih baik selama pembelajaran. Hambatan yang ditemukan meliputi suasana kelas yang lebih ramai, keterbatasan waktu, perbedaan kemampuan, dan rendahnya kepercayaan diri sebagian siswa. Penelitian menyimpulkan bahwa model TGT dapat menciptakan pembelajaran bola basket yang lebih aktif, partisipatif, dan menyenangkan serta dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran PJOK di sekolah dasar.
INOVASI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, DAN KESEHATAN MELALUI PERMAINAN GERAK DASAR INTERAKTIF PADA SISWA KELAS I SEKOLAH DASAR Halil Wicaksono Putra; Shirly Rizki Kusumaningrum
Jurnal Edukasi Citra Olahraga Vol. 6 No. 3 (2026): Jurnal Edukasi Citra Olahraga
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jor.v6i3.6947

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di kelas I sekolah dasar memerlukan pendekatan yang sesuai dengan karakteristik perkembangan motorik siswa. Keterbatasan variasi aktivitas pembelajaran dapat menghambat keterlibatan siswa dan penguasaan keterampilan gerak dasar, terutama kemampuan manipulatif. Penelitian ini bertujuan meningkatkan keterampilan gerak manipulatif dan keterlibatan siswa melalui inovasi permainan gerak dasar interaktif. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas I sekolah dasar pada kelas yang diteliti. Data dikumpulkan melalui observasi aktivitas siswa, tes keterampilan gerak dasar, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan nilai rata-rata, persentase ketuntasan klasikal, serta deskripsi hasil pengamatan. Tindakan pembelajaran mencakup permainan melempar dan menangkap bola, variasi sasaran, instruksi gerak yang lebih konkret, serta penghargaan sederhana untuk meningkatkan motivasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan nilai rata-rata keterampilan manipulatif dari 55,11% pada prasiklus menjadi 60,77% pada siklus I dan 87,55% pada siklus II. Ketuntasan klasikal meningkat dari 0,00% menjadi 32,00% dan akhirnya mencapai 100,00%. Hasil observasi juga memperlihatkan peningkatan antusiasme, kepercayaan diri, partisipasi aktif, dan kerja sama siswa selama pembelajaran. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa perbaikan aktivitas berdasarkan refleksi siklus membantu siswa menguasai koordinasi mata dan tangan dalam pengendalian bola. Dengan demikian, permainan gerak dasar interaktif dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran PJOK yang efektif untuk meningkatkan keterampilan manipulatif siswa kelas I sekolah dasar.
ANALISIS MANAJEMEN BERAT BADAN PADA ATLET JUDO Reksyana Zettirah Bahir; Muhamad Fauzi Antoni; Muhammad; Dewangga Yudhistira
Jurnal Edukasi Citra Olahraga Vol. 6 No. 3 (2026): Jurnal Edukasi Citra Olahraga
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jor.v6i3.6973

Abstract

Judo merupakan olahraga bela diri berbasis kelas berat badan yang menuntut pengelolaan berat badan secara tepat untuk menjaga kesehatan dan kesiapan atlet menghadapi pertandingan. Namun, praktik penurunan berat badan secara cepat masih ditemukan dan berpotensi mengganggu kondisi fisik atlet. Penelitian ini bertujuan menganalisis manajemen berat badan pada atlet judo serta faktor-faktor yang memengaruhi penerapannya dalam proses pembinaan. Penelitian menggunakan pendekatan exploratory sequential mixed methods dengan tahap kualitatif yang dilanjutkan tahap kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan kuesioner yang melibatkan dua pelatih sebagai informan kunci serta 30 atlet judo aktif sebagai responden. Data dianalisis secara kualitatif menggunakan model Miles dan Huberman serta secara kuantitatif melalui analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 15 dari 16 item kuesioner berada pada kategori tinggi, dengan skor tertinggi pada pemahaman target berat badan dan pelaksanaan latihan tambahan (mean = 4,50). Instrumen memiliki reliabilitas yang baik dengan nilai Cronbach’s alpha sebesar 0,833. Meskipun pemantauan berat badan, pengaturan pola makan, dan program latihan telah diterapkan, sebagian atlet masih melakukan penurunan berat badan secara cepat menjelang pertandingan. Penelitian menyimpulkan bahwa manajemen berat badan telah diterapkan cukup baik, tetapi memerlukan penguatan melalui edukasi gizi, pemantauan berkelanjutan, dan pendampingan profesional untuk mendukung kesehatan serta kesiapan atlet.