cover
Contact Name
Ngurah Mahendra Dinatha
Contact Email
jurnal.jeco@gmail.com
Phone
+6282145383212
Journal Mail Official
jurnal.jeco@gmail.com
Editorial Address
Jalan Trans Bajawa, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, NTT
Location
Kab. ngada,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Edukasi Citra Olahraga
Published by STKIP Citra Bakti
ISSN : -     EISSN : 27757714     DOI : https://doi.org/10.38048/jor
Fokus dan ruang lingkup Jurnal Edukasi Citra Olahraga (JECO) ada pada bidang kajian Ilmu Keolahragaan, Olahraga Pendidikan dan Kesehatan sebagai sarana Publikasi Penelitian Ilmiah di bidang keilmuan olahraga dengan berbagai aspek dan pendekatan yang dilakukan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 193 Documents
PENINGKATAN PENALARAN KRITIS SISWA MELALUI AKTIVITAS GERAK DENGAN METODE PEMBELAJARAN RESIPROKAL DALAM PEMBELAJARAN PJOK SISWA SD Jercy Ananda; Rahmadi; Eka Purnama Indah; Achmad Maulana
Jurnal Edukasi Citra Olahraga Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Edukasi Citra Olahraga
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jor.v6i2.6985

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di sekolah dasar masih sering berfokus pada keterampilan gerak, sehingga pengembangan aspek kognitif, khususnya penalaran kritis, belum optimal. Padahal, aktivitas gerak yang dirancang secara terarah dapat melatih siswa untuk mengamati, menganalisis, mengambil keputusan, memberikan alasan, dan merefleksikan hasil pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan penalaran kritis siswa melalui aktivitas gerak dengan metode pembelajaran resiprokal dalam pembelajaran PJOK di sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-experimental design dan rancangan one-group pretest-posttest design. Sampel penelitian adalah 36 siswa kelas V SD Negeri 1 Landasan Ulin Selatan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa tes objektif Multiple Choice Multiple Answer (MCMA) sebanyak 24 butir soal berdasarkan indikator interpretasi, analisis, inferensi, evaluasi, eksplanasi, dan regulasi diri. Perlakuan diberikan selama empat pertemuan melalui aktivitas kebugaran jasmani dengan tahapan predicting, questioning, clarifying, dan summarizing. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, N-Gain, dan paired sample t-test dengan bantuan IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai pretest sebesar 67,58 meningkat menjadi 86,28 pada posttest. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan perbedaan signifikan dengan nilai p < 0,05, sedangkan nilai N-Gain sebesar 0,56 berada pada kategori sedang. Dengan demikian, metode pembelajaran resiprokal melalui aktivitas gerak efektif digunakan sebagai strategi pembelajaran PJOK untuk meningkatkan penalaran kritis siswa sekolah dasar serta mendukung pembelajaran yang aktif, kolaboratif, dan reflektif sesuai prinsip Kurikulum Merdeka di sekolah dasar.
PENERAPAN METODE DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS GERAK SISWA DALAM PEMBELAJARAN PJOK DI SD Alfisah; Rahmadi; Eka Purnama Indah; Fadli Suardhana Eka Putra
Jurnal Edukasi Citra Olahraga Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Edukasi Citra Olahraga
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jor.v6i2.6986

Abstract

Pembelajaran PJOK pada Fase C Kurikulum Merdeka perlu memberi ruang bagi siswa untuk mengeksplorasi, memodifikasi, dan mengembangkan variasi gerak secara mandiri. Namun, hasil studi pendahuluan di SDN Kelayan Timur 8 menunjukkan bahwa kreativitas gerak siswa masih rendah karena pembelajaran cenderung berpusat pada guru dan siswa lebih banyak meniru gerakan yang dicontohkan. Kondisi ini perlu diatasi agar siswa percaya diri, aktif, dan mampu menghasilkan ide gerak yang beragam sesuai tuntutan pembelajaran sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kreativitas gerak siswa setelah diterapkan metode Discovery Learning dalam pembelajaran PJOK. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental tipe One Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian terdiri atas 38 siswa Fase C yang dibagi ke dalam enam kelompok belajar. Instrumen penelitian berupa rubrik penilaian kreativitas gerak berdasarkan empat aspek kreativitas, yaitu kelancaran, keluwesan, keaslian, dan elaborasi. Perlakuan dilakukan selama enam kali pertemuan melalui tahapan stimulation, problem statement, data collection, data processing, verification, dan generalization. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, dan paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor kreativitas gerak meningkat dari 19,92 pada pretest menjadi 44,29 pada posttest, dengan selisih peningkatan sebesar 24,37 poin. Hasil uji paired sample t-test memperoleh nilai signifikansi 0,001 < 0,05, sehingga peningkatan tersebut dinyatakan signifikan. Dengan demikian, metode Discovery Learning dapat meningkatkan kreativitas gerak siswa dalam pembelajaran PJOK dan menjadi alternatif pembelajaran yang aktif, kreatif, serta berpusat pada siswa.
PENGARUH PEMANASAN STATIS DAN DINAMIS TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PJOK SISWA KELAS X SMK Ikhsanul Amal Dicky Nugroho; Anung Priambodo
Jurnal Edukasi Citra Olahraga Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Edukasi Citra Olahraga
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jor.v6i2.6997

Abstract

Motivasi belajar merupakan faktor penting dalam keberhasilan pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK). Namun, kegiatan pemanasan yang monoton sering membuat siswa kurang antusias sejak awal pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanasan statis dan pemanasan dinamis berbasis permainan tradisional terhadap motivasi belajar siswa kelas X SMKN 1 Magetan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment. Sampel penelitian terdiri atas dua kelompok, yaitu kelompok pemanasan statis dan kelompok pemanasan dinamis, masing-masing berjumlah 36 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan angket motivasi belajar yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan. Analisis data dilakukan melalui uji statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, uji Wilcoxon, uji Mann-Whitney, N-Gain, dan persentase peningkatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua kelompok mengalami peningkatan motivasi belajar secara signifikan. Kelompok pemanasan statis memperoleh nilai signifikansi 0,021, sedangkan kelompok pemanasan dinamis memperoleh nilai signifikansi <0,001. Hasil uji Mann-Whitney pada posttest menunjukkan nilai signifikansi 0,030, sehingga terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelompok. Persentase peningkatan pada kelompok pemanasan dinamis sebesar 5,88%, lebih tinggi dibandingkan kelompok statis sebesar 3,03%. Dengan demikian, pemanasan dinamis berbasis permainan tradisional lebih efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada pembelajaran PJOK.
HUBUNGAN TINGKAT AKTIVITAS FISIK DENGAN MINAT BELAJAR PJOK PADA SISWA KELAS X SMK Bagus Rizki Nugroho; Advendi Kristiyandaru
Jurnal Edukasi Citra Olahraga Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Edukasi Citra Olahraga
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jor.v6i2.6999

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) memiliki peran penting dalam mendorong siswa untuk aktif bergerak, menjaga kebugaran, serta membentuk kebiasaan hidup sehat. Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemukan siswa yang kurang aktif dan kurang antusias mengikuti pembelajaran PJOK. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa minat siswa perlu dikaji bersama faktor yang berhubungan dengannya, salah satunya tingkat aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat aktivitas fisik dengan minat siswa kelas X dalam mengikuti pembelajaran PJOK di SMK Negeri 1 Magetan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMK Negeri 1 Magetan sebanyak 557 siswa, sedangkan sampel berjumlah 83 siswa yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa angket aktivitas fisik menggunakan Physical Activity Questionnaire for Adolescents (PAQ-A) dan angket minat siswa dalam pembelajaran PJOK. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji linearitas, dan uji korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat aktivitas fisik siswa berada pada kategori sedang dengan nilai rata-rata 18,45 dan standar deviasi 3,74. Minat siswa dalam mengikuti pembelajaran PJOK berada pada kategori tinggi dengan nilai rata-rata 54,46 dan standar deviasi 5,92. Hasil uji korelasi menunjukkan nilai r = 0,327 dengan signifikansi 0,003 (p < 0,05). Dengan demikian, terdapat hubungan positif dan signifikan antara tingkat aktivitas fisik dengan minat siswa, meskipun kekuatan hubungannya rendah dalam pembelajaran PJOK.
ANALISIS BRANDING DAN KOMUNIKASI DIGITAL PADA ORGANISASI OLAHRAGA SEPAK BOLA Zaki Akmal Fauzan; Limpad Nurrachmad; Bintang Nugroho Widodo; Bayu Putra Hardiansyah; Bagus Maulana; Mujahid Ahmad Fauzi
Jurnal Edukasi Citra Olahraga Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Edukasi Citra Olahraga
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jor.v6i2.7031

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara organisasi olahraga membangun citra dan berkomunikasi dengan masyarakat. Namun, pengelolaan media digital organisasi sepak bola daerah masih sering bergantung pada momentum kompetisi dan belum didukung strategi branding yang formal. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan branding dan komunikasi digital dalam membangun citra Asprov PSSI Jawa Tengah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif. Data dikumpulkan pada Mei 2026 melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dengan Koordinator Organisasi dan Media Officer, observasi akun Instagram dan YouTube resmi, serta penelaahan dokumen organisasi. Informan ditentukan menggunakan purposive sampling, sedangkan data dianalisis melalui reduksi, penyajian, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa branding organisasi terbentuk secara organik melalui penyelenggaraan kompetisi, pembinaan sepak bola, publikasi kegiatan, dan interaksi publik, sehingga mencerminkan pola emergent branding. Instagram digunakan untuk menyampaikan informasi dan dokumentasi kegiatan, sedangkan YouTube dimanfaatkan untuk menyiarkan pertandingan. Keterlibatan publik meningkat selama kompetisi dan menurun pada masa nonkompetisi, yang menunjukkan pola event-driven engagement. Kerja sama dengan media jurnalistik, tim media khusus, dan akun terverifikasi turut memperkuat kredibilitas organisasi. Namun, organisasi belum memiliki pedoman branding formal, kalender konten berkelanjutan, dan diversifikasi platform yang optimal. Temuan ini menegaskan perlunya komunikasi yang terintegrasi untuk mempertahankan hubungan publik. Penelitian menyimpulkan bahwa komunikasi digital telah mendukung pembentukan citra Asprov PSSI Jawa Tengah, tetapi perlu dikembangkan melalui strategi branding terencana dan pengelolaan konten konsisten sepanjang tahun.
STRATEGI PELATIH DALAM PEMBELAJARAN RENANG BERBASIS BERMAIN PADA ANAK USIA DINI Gagarin Putra Ramadhan; Sugiarto
Jurnal Edukasi Citra Olahraga Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Edukasi Citra Olahraga
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jor.v6i2.7037

Abstract

Pembelajaran renang pada anak usia dini perlu dirancang secara menyenangkan, aman, dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak. Pendekatan yang terlalu menekankan latihan teknik secara kaku dapat menimbulkan rasa takut, kecemasan, dan rendahnya keterlibatan anak dalam aktivitas akuatik. Oleh karena itu, metode bermain menjadi strategi penting karena mampu membantu anak mengenal air, membangun keberanian, serta mengembangkan keterampilan dasar renang secara bertahap. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pelatih dalam pembelajaran renang berbasis bermain pada anak usia dini serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam penerapannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus deskriptif tunggal di TK Isriati Baiturrahman 02 Semarang. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur dengan pelatih, guru pendamping, dan kepala sekolah, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pelatih dilakukan melalui lima tahap, yaitu pra-latihan dan aklimatisasi, orientasi air dan kontrol napas, latihan gerak dasar akuatik, transisi menuju gaya bebas, serta penutup dengan penguatan positif. Keberhasilan strategi didukung oleh kompetensi pedagogis pelatih, kehadiran pelatih di dalam air, penggunaan alat bantu, keterlibatan orang tua, dan manajemen keselamatan yang ketat. Hambatan yang ditemukan meliputi perbedaan keberanian anak, ketakutan terhadap air, suhu air dingin, dan keterbatasan waktu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran renang berbasis bermain efektif diterapkan apabila pelatih mampu menyeimbangkan unsur permainan, keselamatan, dan kebutuhan individual anak.
PENGARUH PERMAINAN ESTAFET KEBUGARAN TERHADAP PENINGKATAN KEBUGARAN JASMANI SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR Siti Ayudia Monita; Lazuardy Akbar Fauzan; Ramadhan Arifin; Perdinanto
Jurnal Edukasi Citra Olahraga Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Edukasi Citra Olahraga
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jor.v6i2.7049

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya kebugaran jasmani siswa sekolah dasar, yang terlihat dari rendahnya keterlibatan aktif siswa dalam pembelajaran PJOK dan terbatasnya variasi aktivitas fisik yang sesuai dengan karakteristik anak. Pembelajaran berbasis permainan dipandang sebagai alternatif karena mampu membuat siswa lebih aktif, senang bergerak, dan terlibat dalam aktivitas fisik terarah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan estafet kebugaran terhadap kebugaran jasmani siswa kelas V SDN Murung Sari 2 Amuntai. Penelitian menggunakan metode pra-eksperimen dengan desain one-group pretest-posttest. Sampel penelitian adalah seluruh siswa kelas V sebanyak 40 orang yang dipilih melalui teknik total sampling. Instrumen yang digunakan ialah Tes Kebugaran Siswa Indonesia (TKSI) Fase C, meliputi child ball, tok-tok ball, shuttle run 4x10 meter, move the ball, dan lari 600 meter. Perlakuan berupa permainan estafet kebugaran dilaksanakan selama empat pertemuan melalui lima pos aktivitas. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, paired sample t-test, dan effect size Cohen’s d. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata kebugaran jasmani meningkat dari 14,57 pada pretest menjadi 19,50 pada posttest, dengan peningkatan sebesar 4,93 poin. Uji-t menunjukkan perbedaan signifikan dengan p < 0,001, sedangkan effect size sebesar 2,40 termasuk kategori sangat kuat. Temuan ini menegaskan bahwa aktivitas estafet yang memadukan kelincahan, koordinasi, ketepatan, kekuatan, dan daya tahan mampu memberi stimulus gerak yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Disimpulkan bahwa permainan estafet kebugaran efektif meningkatkan kebugaran jasmani siswa sekolah dasar dalam pembelajaran PJOK secara nyata.
HUBUNGAN ANTARA LITERASI FISIK DAN MOTIVASI BELAJAR PJOK PADA SISWA SMA Mochammad Rachul Maulana; Nanang Indriarsa
Jurnal Edukasi Citra Olahraga Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Edukasi Citra Olahraga
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jor.v6i2.7064

Abstract

Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) memiliki peran penting dalam mengembangkan kebugaran, keterampilan gerak, dan kesadaran hidup sehat siswa. Namun, dalam praktik pembelajaran masih ditemukan siswa yang kurang antusias dan kurang aktif mengikuti kegiatan PJOK. Salah satu faktor yang diduga berkaitan dengan kondisi tersebut adalah literasi fisik, yaitu kemampuan yang mencakup motivasi, kepercayaan diri, kompetensi fisik, pengetahuan, dan pemahaman untuk terlibat dalam aktivitas fisik secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara literasi fisik dan motivasi belajar PJOK pada siswa SMA Negeri 1 Lamongan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional dan desain non-eksperimental. Sampel penelitian berjumlah 94 siswa kelas X yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner skala Likert, yaitu Perceived Physical Literacy Instrument (PPLI) untuk mengukur literasi fisik dan kuesioner motivasi belajar PJOK yang diadaptasi dari penelitian sebelumnya. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Kolmogorov-Smirnov, dan uji korelasi Spearman dengan bantuan IBM SPSS Statistics versi 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data tidak berdistribusi normal, sehingga analisis korelasi dilakukan menggunakan Spearman. Hasil uji korelasi menunjukkan nilai koefisien sebesar 0,413 dengan signifikansi 0,000. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara literasi fisik dan motivasi belajar PJOK dengan kategori sedang.
PENINGKATAN GERAK MELOMPAT DAN MELONCAT MELALUI METODE PERMAINAN UNTUK SISWA SEKOLAH DASAR Delisa Astuti; Perdinanto; Muhammad Mulhim; Recky Ahmad Haffyandi
Jurnal Edukasi Citra Olahraga Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Edukasi Citra Olahraga
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jor.v6i2.7066

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan gerak dasar melompat dan meloncat siswa sekolah dasar, khususnya pada aspek tolakan, sikap melayang, pendaratan, dan koordinasi gerak. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya strategi pembelajaran PJOK yang lebih aktif, menyenangkan, dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan gerak dasar melompat dan meloncat siswa kelas III SDN 1 Guntung Manggis melalui penerapan metode permainan Jump and Round Elephant. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pra-eksperimen dan desain one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 28 siswa kelas IIIA yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Perlakuan dilaksanakan selama enam pertemuan, sedangkan data dikumpulkan melalui tes keterampilan, observasi, dan dokumentasi. Instrumen penilaian menggunakan rubrik keterampilan gerak dasar yang mencakup indikator tolakan, sikap melayang, pendaratan, dan koordinasi gerak. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, uji Wilcoxon Signed Ranks Test, dan analisis N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai meningkat dari 61,11 pada pretest menjadi 73,04 pada posttest. Uji Wilcoxon memperoleh nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), sehingga terdapat perbedaan signifikan sebelum dan sesudah perlakuan. Nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,283 termasuk kategori rendah. Pembelajaran berbasis permainan juga membantu siswa lebih berani, aktif, dan terlibat dalam latihan gerak secara berulang selama proses pembelajaran PJOK. Kesimpulannya, metode permainan Jump and Round Elephant dapat meningkatkan kemampuan gerak dasar melompat dan meloncat, meskipun peningkatannya masih rendah.
PENERAPAN MODEL TEACHING GAMES FOR UNDERSTANDING (TGFU) BERBASIS PERMAINAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN GERAK DOMINAN LOMPAT JAUH PADA SISWA SMP Leoni Apriyanti Simamora; Akhmad Amirudin; Rahmadi; Perdinanto
Jurnal Edukasi Citra Olahraga Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Edukasi Citra Olahraga
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jor.v6i2.7067

Abstract

Rendahnya kemampuan gerak dominan lompat jauh siswa menunjukkan perlunya model pembelajaran yang lebih aktif, menarik, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran Teaching Games for Understanding (TGfU) berbasis permainan terhadap peningkatan kemampuan gerak dominan lompat jauh siswa SMPN 9 Banjarbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen dan desain pre-experimental one group pretest-posttest design. Sampel penelitian adalah siswa kelas VIII A yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi tes lari cepat 60 meter, Standing Broad Jump, Bridge Up Test, dan Balance Test untuk mengukur aspek awalan, tolakan, sikap melayang, dan pendaratan. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, dan paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pada seluruh komponen gerak dominan lompat jauh. Nilai lari cepat 60 meter meningkat dari 16,82 menjadi 13,05; Standing Broad Jump dari 124,11 menjadi 172,86; Bridge Up Test dari 26,36 menjadi 33,57; dan Balance Test dari 14,17 menjadi 34,73. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Dengan demikian, model TGfU berbasis permainan berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan gerak dominan lompat jauh siswa.