cover
Contact Name
Ngurah Mahendra Dinatha
Contact Email
jurnal.jeco@gmail.com
Phone
+6282145383212
Journal Mail Official
jurnal.jeco@gmail.com
Editorial Address
Jalan Trans Bajawa, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, NTT
Location
Kab. ngada,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Edukasi Citra Olahraga
Published by STKIP Citra Bakti
ISSN : -     EISSN : 27757714     DOI : https://doi.org/10.38048/jor
Fokus dan ruang lingkup Jurnal Edukasi Citra Olahraga (JECO) ada pada bidang kajian Ilmu Keolahragaan, Olahraga Pendidikan dan Kesehatan sebagai sarana Publikasi Penelitian Ilmiah di bidang keilmuan olahraga dengan berbagai aspek dan pendekatan yang dilakukan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 193 Documents
PENGEMBANGAN DAN VALIDASI INSTRUMEN TES POWER OTOT TUNGKAI DAN LENGAN UNTUK ATLET BOLA VOLI PADA FASE TRAINING TO TRAIN Arifan Sifa Ramadhan; Nurrul Riyad Fadhli
Jurnal Edukasi Citra Olahraga Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Edukasi Citra Olahraga
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jor.v6i2.6919

Abstract

Pembinaan atlet bola voli pada fase Training to Train memerlukan evaluasi kondisi fisik yang objektif, khususnya pada komponen power otot tungkai dan lengan. Selama ini, instrumen pengukuran yang digunakan pelatih masih cenderung umum dan belum sepenuhnya sesuai dengan karakteristik gerak bola voli. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan memvalidasi instrumen tes Run Off and Board Jump dan Medicine Ball Throw sebagai alat ukur power otot tungkai dan lengan atlet bola voli fase Training to Train. Penelitian menggunakan metode Research and Development dengan model 4D, yaitu Define, Design, Develop, dan Disseminate. Subjek penelitian berjumlah 55 atlet bola voli usia 12–16 tahun di Active Movement Volleyball School Kabupaten Malang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, validasi ahli, serta tes dan pengukuran. Analisis data menggunakan validasi ahli dan korelasi Product Moment Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen Run Off and Board Jump memperoleh nilai r hitung 0,882 dan Medicine Ball Throw memperoleh nilai r hitung 0,769, lebih besar dari r tabel 0,2732. Uji korelasi dengan instrumen standar juga menunjukkan hubungan tinggi, yaitu 0,668 dan 0,575. Dengan demikian, kedua instrumen dinyatakan valid, layak, praktis, dan dapat digunakan sebagai alat evaluasi power atlet bola voli fase Training to Train.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR DIGITAL MATERI PASSING DAN CONTROL DALAM PERMAINAN SEPAK BOLA UNTUK SISWA SEKOLAH DASAR Wayan Rediasa; I Putu Darmayasa; I Made Satyawan; I Ketut Budaya Astra; Kadek Yogi Parta Lesmana
Jurnal Edukasi Citra Olahraga Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Edukasi Citra Olahraga
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jor.v6i2.6920

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di sekolah dasar perlu didukung bahan ajar yang menarik, jelas, dan sesuai dengan karakteristik siswa. Pada materi sepak bola, khususnya passing dan kontrol bola, siswa membutuhkan contoh gerakan yang dapat diamati secara berulang agar mampu memahami tahapan teknik dengan tepat. Namun, pembelajaran di SDN 8 Bungkulan masih cenderung konvensional dan bahan ajar yang digunakan belum sepenuhnya mendukung pembelajaran visual dan interaktif secara optimal. Penelitian ini bertujuan mengembangkan bahan ajar digital materi passing dan kontrol bola dalam permainan sepak bola untuk siswa kelas V SDN 8 Bungkulan. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap Analyze, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Produk dikembangkan dalam bentuk bahan ajar digital berisi materi, gambar, latihan, dan video pembelajaran. Subjek uji coba terdiri atas 3 siswa pada uji perorangan, 6 siswa pada uji kelompok kecil, 15 siswa pada uji kelompok besar, dan 20 siswa pada uji kepraktisan. Data dikumpulkan melalui lembar validasi, angket respon siswa, observasi, dan wawancara, kemudian dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan uji perorangan memperoleh 96,67%, kelompok kecil 91,67%, kelompok besar 94,50%, dan uji kepraktisan 94,55%. Berdasarkan hasil tersebut, bahan ajar digital yang dikembangkan dinyatakan sangat layak dan sangat praktis digunakan sebagai alternatif pembelajaran PJOK.
KESIAPAN FISIK DAN MANAJEMEN CEDERA SISWA PADA PROGRAM KELAS KHUSUS OLAHRAGA (KKO) Muhammad Hafiz Ihsanul Haqqi; Sunarno Basuki; Aryadi Rachman; Fadli Suardhana Eka Putra
Jurnal Edukasi Citra Olahraga Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Edukasi Citra Olahraga
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jor.v6i2.6926

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya intensitas latihan siswa Program Kelas Khusus Olahraga (KKO) yang menuntut kesiapan fisik optimal dan manajemen cedera yang baik agar proses pembinaan olahraga berlangsung aman dan efektif. Kesiapan fisik diperlukan untuk mendukung daya tahan siswa dalam mengikuti latihan, sedangkan manajemen cedera penting untuk mencegah, menangani, dan memantau kondisi fisik selama aktivitas olahraga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan tingkat kesiapan fisik dan manajemen cedera siswa Program KKO di SMAN 2 Amuntai. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei. Sampel penelitian berjumlah 20 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dari populasi 40 siswa KKO tahun ajaran 2025/2026. Data kesiapan fisik dikumpulkan melalui Progressive Aerobic Cardiovascular Endurance Run (PACER Test), sedangkan data manajemen cedera dikumpulkan menggunakan kuesioner 32 item berbasis skala Likert. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa rata-rata, persentase, skor tertinggi, skor terendah, dan standar deviasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan fisik siswa berada pada kategori cukup dengan rata-rata PACER Test sebesar 61,90; sebanyak 50% siswa berada pada kategori cukup. Sementara itu, manajemen cedera berada pada kategori baik, dengan rata-rata 125,75; sebanyak 55% siswa berada pada kategori baik dan 45% sangat baik. Kesimpulannya, kesiapan fisik siswa KKO masih perlu ditingkatkan, sedangkan manajemen cedera sudah tergolong baik sebagai dasar pembinaan olahraga yang aman serta kebutuhan latihan siswa KKO di sekolah secara berkelanjutan.
ANALISIS TINGKAT PERKEMBANGAN KETERAMPILAN MOTORIK KASAR PADA ANAK USIA 6-8 TAHUN M. Choirul Umam; Supriatna
Jurnal Edukasi Citra Olahraga Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Edukasi Citra Olahraga
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jor.v6i2.6930

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya perkembangan keterampilan motorik kasar pada anak usia sekolah dasar, khususnya usia 6–8 tahun, karena kemampuan tersebut menjadi dasar bagi anak dalam melakukan aktivitas fisik, bermain, belajar, dan mengikuti pembelajaran pendidikan jasmani. Keterampilan motorik kasar mencakup kemampuan lokomotor dan kontrol objek yang melibatkan koordinasi otot besar, keseimbangan, kekuatan, kelincahan, dan ketepatan gerak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat perkembangan keterampilan motorik kasar pada anak usia 6–8 tahun di MI Miftahul Huda Gogodeso Kabupaten Blitar. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 72 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria usia 6–8 tahun dan keikutsertaan dalam tes. Instrumen yang digunakan adalah Test of Gross Motor Development-3 (TGMD-3), yang terdiri atas 13 item tes, meliputi enam tes lokomotor dan tujuh tes kontrol objek. Data dikumpulkan melalui teknik tes, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 62 siswa atau 86,11% berada pada kategori very superior, 8 siswa atau 11,11% berada pada kategori superior, dan 2 siswa atau 2,78% berada pada kategori above average. Tidak terdapat siswa pada kategori average maupun di bawahnya. Kesimpulannya, keterampilan motorik kasar anak usia 6–8 tahun berkembang sangat baik dan perlu terus dipertahankan melalui aktivitas fisik yang terarah, menyenangkan, terstruktur, dan sesuai tahap perkembangan usia anak secara berkelanjutan di sekolah dasar.
PENGARUH LATIHAN DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI TERHADAP KETEPATAN SHOOTING FUTSAL PADA SISWA Abutahir Pauspaus; Jusrianto AS; saiful Anwar
Jurnal Edukasi Citra Olahraga Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Edukasi Citra Olahraga
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jor.v6i2.6941

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya ketepatan shooting futsal pada siswa peserta ekstrakurikuler di MTs Muhammadiyah 2 Kabupaten Sorong. Shooting merupakan teknik dasar penting dalam futsal karena menentukan keberhasilan pemain dalam menyelesaikan peluang menjadi gol. Salah satu faktor fisik yang diduga memengaruhi ketepatan shooting adalah daya ledak otot tungkai, sebab gerakan menendang membutuhkan kekuatan, kecepatan, keseimbangan, dan kontrol arah bola. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh latihan daya ledak otot tungkai terhadap ketepatan shooting futsal pada siswa. Penelitian menggunakan metode eksperimen semu dengan desain Two Groups Pretest-Posttest Design. Populasi penelitian adalah 24 siswa peserta ekstrakurikuler futsal, sedangkan sampel berjumlah 20 siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling dan dibagi menjadi kelompok eksperimen serta kelompok kontrol. Kelompok eksperimen memperoleh perlakuan berupa latihan naik turun tangga dan vertical jump, sedangkan kelompok kontrol mengikuti latihan futsal rutin. Instrumen penelitian menggunakan tes ketepatan shooting futsal. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji t dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 3,92 pada pretest menjadi 6,42 pada posttest. Hasil uji t menunjukkan t-hitung 16,119 > t-tabel 1,796 dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Dengan demikian, latihan daya ledak otot tungkai berpengaruh signifikan terhadap peningkatan ketepatan shooting futsal siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa latihan naik turun tangga dan vertical jump dapat menjadi alternatif latihan untuk meningkatkan keterampilan shooting pada ekstrakurikuler futsal.
ANALISIS HASIL PEMBELAJARAN LEMPAR LEMBING PADA MAHASISWA PENDIDIKAN JASMANI Risnawati; Hayudi; Miriam Yeblo; Yhonny Yesnath
Jurnal Edukasi Citra Olahraga Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Edukasi Citra Olahraga
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jor.v6i2.6944

Abstract

Pembelajaran lempar lembing merupakan bagian penting dalam mata kuliah atletik karena menuntut penguasaan teknik, koordinasi gerak, keseimbangan tubuh, dan kekuatan lemparan. Berdasarkan observasi awal, sebagian mahasiswa semester dua Program Studi Pendidikan Jasmani Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong masih mengalami kesulitan dalam memahami teknik dasar lempar lembing, terutama pada langkah silang, posisi tubuh, dan pelepasan lembing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil pembelajaran lempar lembing pada mahasiswa semester dua Program Studi Pendidikan Jasmani. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan subjek sebanyak 30 mahasiswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, tes praktik, dan dokumentasi. Instrumen penelitian berupa rubrik penilaian teknik dasar lempar lembing yang mencakup teknik memegang lembing, teknik awalan, langkah silang, posisi tubuh saat melempar, dan gerakan akhir. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pembelajaran lempar lembing sebesar 75 dengan kategori baik. Aspek teknik memegang lembing memperoleh persentase tertinggi sebesar 82%, diikuti teknik awalan 78%, gerakan akhir 76%, posisi tubuh saat melempar 74%, dan langkah silang 68%. Hasil observasi juga menunjukkan bahwa kendala utama mahasiswa terdapat pada koordinasi gerak, keseimbangan tubuh, serta kontrol arah dan kekuatan lemparan. Kesimpulannya, pembelajaran lempar lembing telah berjalan cukup efektif, tetapi masih perlu ditingkatkan melalui latihan koordinasi gerak, penguatan teknik langkah silang, dan praktik langsung yang lebih intensif agar kemampuan mahasiswa berkembang lebih optimal.
PEMANFAATAN APLIKASI QREATIF EDUKATIF SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PJOK PADA MATERI PERMAINAN BOLA BESAR DAN BOLA KECIL DI SEKOLAH DASAR Ibnu Taufiq Molanu; Muhammad Rezky Mokodenseho; Mohamad Rifki Tegila; I Wayan Swarka Hendrajaya; Abrar
Jurnal Edukasi Citra Olahraga Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Edukasi Citra Olahraga
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jor.v6i2.6966

Abstract

Pembelajaran PJOK di sekolah dasar perlu didukung media yang menarik agar siswa lebih mudah memahami materi dan terdorong untuk aktif belajar. Materi permainan bola besar dan bola kecil sering membutuhkan contoh gerak yang jelas, sehingga penggunaan media digital dapat menjadi alternatif pendukung pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respons minat belajar siswa terhadap penerapan aplikasi Qreatif Edukatif dalam pembelajaran PJOK materi permainan bola besar dan bola kecil di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa angket. Populasi penelitian berjumlah 150 siswa, sedangkan sampel berjumlah 73 siswa kelas IV, V, dan VI. Instrumen penelitian menggunakan skala Likert dengan empat indikator, yaitu perasaan senang, ketertarikan terhadap materi, perhatian dan keterlibatan, serta keinginan untuk belajar lebih lanjut. Data dianalisis menggunakan deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator perasaan senang memperoleh 68% pada kategori sangat setuju, ketertarikan terhadap materi memperoleh 51% pada kategori sangat setuju, perhatian dan keterlibatan memperoleh 58% pada kategori sangat setuju, serta keinginan untuk belajar lebih lanjut memperoleh 56% pada kategori sangat setuju. Tidak terdapat responden yang memilih kategori sangat tidak setuju pada seluruh indikator. Temuan ini menunjukkan bahwa aplikasi Qreatif Edukatif memperoleh respons positif dari siswa dan dapat membantu pembelajaran menjadi lebih menarik, interaktif, serta mudah dipahami secara bertahap sesuai kebutuhan belajar siswa dan mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif. Dengan demikian, aplikasi ini layak digunakan sebagai media pendukung pembelajaran PJOK di sekolah dasar.
EFEKTIVITAS PERMAINAN JUMP CONE TERHADAP KEMAMPUAN STANDING BROAD JUMP PADA PESERTA DIDIK SMP M. Taufik Firdaus; Mita Erliana; Perdinanto; Fadli Suardhana Eka Putra
Jurnal Edukasi Citra Olahraga Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Edukasi Citra Olahraga
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jor.v6i2.6970

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kemampuan Standing Broad Jump peserta didik dalam pembelajaran PJOK, terutama karena variasi pembelajaran yang kurang menarik dan belum sepenuhnya mendorong aktivitas lompatan secara optimal. Standing Broad Jump penting dikembangkan karena berkaitan dengan daya ledak otot tungkai, koordinasi, keseimbangan, dan kemampuan gerak eksplosif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas permainan Jump Cone terhadap kemampuan Standing Broad Jump peserta didik SMPN 5 Banjarbaru. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu dan desain pretest-posttest control group design. Sampel penelitian berjumlah 40 peserta didik kelas VII yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu 20 peserta didik kelas eksperimen dan 20 peserta didik kelas kontrol. Kelompok eksperimen diberikan perlakuan permainan Jump Cone selama enam pertemuan, sedangkan kelompok kontrol mengikuti pembelajaran PJOK seperti biasa. Instrumen penelitian menggunakan tes Standing Broad Jump, sedangkan analisis data dilakukan melalui uji normalitas, uji homogenitas, paired sample t-test, independent sample t-test, dan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kelas eksperimen meningkat dari 145,75 menjadi 157,00 dengan gain 11,25, sedangkan kelas kontrol meningkat dari 136,75 menjadi 145,00 dengan gain 8,25. Hasil paired sample t-test memperoleh p = 0,001 dan independent sample t-test memperoleh p = 0,037. Nilai N-Gain kelas eksperimen sebesar 0,32 kategori sedang, sedangkan kelas kontrol sebesar 0,21 kategori rendah. Temuan ini menunjukkan perlakuan memberi pengaruh lebih baik dibandingkan pembelajaran biasa. Dengan demikian, permainan Jump Cone efektif dalam meningkatkan kemampuan Standing Broad Jump peserta didik SMP secara signifikan.
ANALISIS KETERLIBATAN ORANG TUA TERHADAP LIFE SKILL ATLET BULU TANGKIS USIA REMAJA Muhammad Kharisna; Ika Jayadi; Yanuar Alfan Triardhana; Muhammad Labib Siena Ar Rasyid; Dewangga Yudhistira
Jurnal Edukasi Citra Olahraga Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Edukasi Citra Olahraga
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jor.v6i2.6974

Abstract

Bulu tangkis tidak hanya berperan sebagai olahraga prestasi, tetapi juga menjadi sarana pengembangan kecakapan hidup atlet remaja. Dalam proses pembinaan, keterlibatan orang tua dapat mendukung perkembangan psikososial atlet, meskipun bentuk keterlibatan yang kurang tepat berpotensi menimbulkan tekanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan keterlibatan orang tua dengan kecakapan hidup atlet bulu tangkis remaja di PB Trisula Surabaya. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Sampel terdiri atas 30 atlet berusia 13–18 tahun yang dipilih dari populasi 120 atlet menggunakan teknik purposive sampling. Data keterlibatan orang tua dikumpulkan menggunakan Parent Involvement in Sport Questionnaire, sedangkan kecakapan hidup diukur menggunakan Life Skills Scale for Sport. Data dianalisis dengan statistik deskriptif dan korelasi Spearman’s Rho karena sebagian data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor total keterlibatan orang tua tidak berhubungan signifikan dengan skor total kecakapan hidup, tetapi memperlihatkan kecenderungan positif (? = 0,337; p = 0,068). Perilaku mengatur berhubungan positif dan signifikan dengan keterampilan sosial (? = 0,390; p = 0,033) dan komunikasi interpersonal (? = 0,432; p = 0,017). Keterlibatan aktif juga berhubungan positif dan signifikan dengan komunikasi interpersonal (? = 0,376; p = 0,040). Sementara itu, tekanan orang tua tidak berhubungan signifikan dengan seluruh dimensi kecakapan hidup, meskipun sebagian besar menunjukkan arah korelasi negatif. Disimpulkan bahwa keterlibatan orang tua yang terstruktur dan suportif berkaitan dengan beberapa kecakapan sosial atlet, sedangkan tekanan berlebihan perlu dihindari dalam pembinaan atlet remaja mereka.
PENINGKATAN KETERAMPILAN PASSING BAWAH BOLA VOLI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF BERBANTUAN MEDIA BOLA PLASTIK MODIFIKASI PADA SISWA SMP Akhmad Abizar; Perdinanto; Ahmad Syarif
Jurnal Edukasi Citra Olahraga Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Edukasi Citra Olahraga
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jor.v6i2.6980

Abstract

Rendahnya keterampilan passing bawah bola voli menjadi salah satu permasalahan dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di kelas VIII SMPN 13 Banjarbaru. Peserta didik masih mengalami kesulitan dalam melakukan teknik dasar passing bawah, seperti posisi tangan, sikap tubuh, koordinasi gerakan, dan arah bola. Selain itu, sebagian peserta didik kurang percaya diri dan takut menerima bola saat praktik berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan passing bawah bola voli melalui penerapan model pembelajaran Cooperative Learning berbantuan media modifikasi bola plastik. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 27 peserta didik kelas VIII SMPN 13 Banjarbaru. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan tes praktik keterampilan passing bawah. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif berdasarkan nilai rata-rata dan persentase ketuntasan belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketuntasan belajar pada pra-siklus sebesar 22%, meningkat menjadi 56% pada Siklus I, dan mencapai 93% pada Siklus II. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa model Cooperative Learning membantu peserta didik lebih aktif, bekerja sama, dan saling membantu dalam kelompok. Media bola plastik juga membuat pembelajaran lebih aman, menyenangkan, dan mampu meningkatkan kepercayaan diri siswa. Dengan demikian, penerapan model Cooperative Learning berbantuan media modifikasi bola plastik efektif meningkatkan keterampilan passing bawah bola voli.