cover
Contact Name
Anwar Hafidzi
Contact Email
anwar.hafidzi@uin-antasari.ac.id
Phone
+6285251295964
Journal Mail Official
journalsharia@gmail.com
Editorial Address
Sharia Journal and Education Center Publishing Jalan Gotong Royong, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Indonesia Kode Pos 70711
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory
ISSN : 30310458     EISSN : 30310458     DOI : https://doi.org/10.62976/ijijel.v3i3.1280
Core Subject : Religion, Social,
The Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory (IJIJEL) is a peer-reviewed academic journal that focuses on advancing research in Islamic jurisprudence, economics, and legal theory within the Indonesian context. Published quarterly (March, June, September, and December), the journal serves as a platform for scholars, researchers, and practitioners to explore theoretical and practical developments in Islamic law. IJIJEL welcomes original research articles, conceptual papers, critical reviews, and comparative studies covering topics such as Islamic legal methodology, contemporary jurisprudential issues, legal reform, and interdisciplinary perspectives. The journal aims to foster academic discourse, enhance understanding of Islamic law, and contribute to the integration of Islamic legal principles within Indonesia’s legal and socio-economic systems.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 550 Documents
Perbandingan Wasiat dalam Hukum Waris Perdata dan Hukum Waris Islam Sumarwoto, Sumarwoto; Irawan, Andrie; Putri, Eva Nur Khaya
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 2 No. 3 (2024): The articles in this volume explore various legal and social topics, including
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v2i3.648

Abstract

Abstract This research was conducted with the aim of finding out the role and position of wills in the process of dividing inheritance based on civil inheritance law and Islamic inhertance law in Indonesia. The method used is normative research. By collecting primary data by studying decision documents and secondary data obtained through the library which includes books and legislation. The results of research and analysis show that a will is one way of inheriting based on civil inheritance law and Islamic inhertance law. Wills are important in inheritance law because they provide flexibility and freedom to the testator to determine who and how much of the shares are given according to their wishes. Keywords; Will, civil inheritance law, Islamic inhertance law Abstrak Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui peran serta kedudukan wasiat dalam proses pembagian harta warisan berdasarkan hukum waris perdata dan hukum waris Islam di Indonesia. Metode yang digunakan adalah penelitian normative. Dengan mengumpulkan data primer dengan melakukan studi dokumen putusan dan data sekunder yang diperoleh melalui pustaka yang meliputi buku-buku dan perundang-undangan. Hasil penelitian dan analisis menunjukkan bahwa bahwa wasiat merupakan salah satu cara mewaris berdasarkan hukum waris perdata dan juga hukum waris Islam. Wasiat menjadi penting dalam hukum waris dikarenakan wasiat memberikan fleksibelitas dan kebebasan kepada pewaris untuk mengatur siapa saja dan berapa banyak bagian yang diberikan sesuai kehendaknya. Kata Kunci; Wasiat, Hukum Waris Perdata, Hukum Waris Islam
Aksesibilitas Narapidana Penyandang Disabilitas (Studi Kasus di Rutan Kelas I Surakarta) Irawan, Andrie; Widodo, Yohanes Yunianto
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 2 No. 3 (2024): The articles in this volume explore various legal and social topics, including
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v2i3.650

Abstract

Abstract This study aims to find out how Accessibility for Prisoners with Disabilities in Class I State Prison Surakarta and the obstacles experienced. The research method used is an empirical method, with data collection techniques, namely interview studies and literature studies. The data is complemented by primary data from interview results, and secondary data from references such as applicable laws and regulations, with a descriptive qualitative analysis method. This research was conducted in a class I prison in Surakarta. The results of the research and analysis show that in order to create a welcoming and accessible environment for all individuals, especially people with disabilities, two main things are needed: accessibility that includes physical convenience and people's attitudes towards disabilities, and mobility that guarantees the ability of individuals to move independently. Legal protection as stipulated in Law Number 8 of 2016 and local policies such as Surakarta City Regional Regulation Number 9 of 2020 are the basis for ensuring that these rights are fulfilled, both in the context of the general public and in institutions such as the State Prison (Rutan), where a rehabilitative approach and disability-sensitive services are essential to ensure inclusion and fair treatment. However, the fulfillment of this right is often hampered by several factors. The absence of clear procedures in Law Number 22 of 2022 concerning Corrections regarding special services for people with disabilities is one of the main obstacles. In addition, the facilities and accessibility infrastructure in the prison that are still inadequate also affect the mobility and independence of inmates with disabilities. Lack of knowledge and understanding of disability among prison officers and inadequate regulations are also significant inhibiting factors. To improve this condition, joint efforts are needed between the Detention Center, the government, and community organizations to ensure the fulfillment of accessibility rights and fair treatment for inmates with disabilities, in accordance with the principles of justice and humanity in the correctional system. Keywords : Accessibility, Prisoners, Persons with Disabilities Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Aksesibilitas Bagi Narapidana Penyandang Disabilitas Di Rumah Tahanan Negara Kelas I Surakarta serta hambatan yang dialami. Metode penelitian yang digunakan merupakan metode empiris, dengan teknik pengumpulan data yaitu studi wawancara dan studi kepustakaan. Data dilengkapi dengan data primer dari hasil wawancara, dan data sekunder dari referensi-referensi seperti peraturan perundang-undangan yang berlaku, dengan metode analisis kualitatif secara deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Rutan kelas I Surakarta.Hasil penelitian dan analisis menunjukkan bahwa Untuk menciptakan lingkungan yang ramah dan mudah diakses bagi semua individu, terutama penyandang disabilitas, diperlukan dua hal utama: aksesibilitas yang mencakup kemudahan fisik dan sikap masyarakat terhadap disabilitas, serta mobilitas yang menjamin kemampuan individu untuk bergerak secara mandiri. Perlindungan hukum seperti yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 dan kebijakan lokal seperti Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 9 Tahun 2020 menjadi landasan untuk memastikan hak-hak ini terpenuhi, baik dalam konteks masyarakat umum maupun di institusi seperti Rumah Tahanan Negara (Rutan), di mana pendekatan rehabilitatif dan layanan yang sensitif terhadap disabilitas sangat penting untuk memastikan inklusi dan perlakuan yang adil.Namun, pemenuhan hak ini sering terhambat oleh beberapa faktor. Absennya prosedur yang jelas dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan mengenai pelayanan khusus bagi disabilitas menjadi salah satu hambatan utama. Selain itu, sarana dan prasarana aksesibilitas di dalam Rutan yang masih kurang memadai juga mempengaruhi mobilitas dan kemandirian narapidana disabilitas. Kurangnya pengetahuan dan pemahaman tentang disabilitas di kalangan petugas Rutan serta regulasi yang belum memadai juga menjadi faktor penghambat yang signifikan. Untuk meningkatkan kondisi ini, perlu upaya bersama antara Rutan, pemerintah, dan organisasi masyarakat untuk memastikan pemenuhan hak-hak aksesibilitas dan penanganan yang adil bagi narapidana penyandang disabilitas, sesuai dengan prinsip keadilan dan kemanusiaan dalam sistem pemasyarakatan. Kata Kunci : Aksesibilitas, Narapidana, Penyandang Disabilitas
Tinjauan Yuridis Terhadap Pembinaan Narapidana dalam Upaya Pencegahan Tindakan Residivis (Studi Kasus di Rutan Kelas I Surakarta) Supriyono; Putra, Yuka Asmara
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 2 No. 3 (2024): The articles in this volume explore various legal and social topics, including
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v2i3.652

Abstract

Abstract The purpose of this study is to find out what factors affect inmates to recidivist, and to find out how the form of inmate coaching so that recidivism does not occur in the Class I State Prison in Surakarta. This research was carried out in Bantaeng district, precisely in the Class I State Prison of Surakarta. The approach method used in the preparation of this thesis is an empirical juridical approach. Data collection techniques are carried out by interviews, observations, questionnaires, and documentation. Furthermore, the data obtained from the results of research in the field were analyzed using quantitative analysis studies. Based on the results of the study, the author draws the conclusion that the factors that affect inmates to repeat criminal acts are: economic problems, social environment, lack of supervision from parents, the role of information and technology developments that have a negative impact, lack of education and form of coaching carried out by Surakarta Class I State Prison officers in preventing the repetition of criminal acts just like the coaching of inmates in general, including spiritual mental coaching. Officers of the Surakarta Class I State Prison also provide training programs and skills development such as making handicrafts by utilizing used materials such as making ashtrays, cabinets, mirrors, photo frames from newspapers, sewing coaching, fish farming coaching, motorcycle repair coaching, coaching the making of iron fences for inmates as a provision for working capital after serving their sentences. The implication of this study is that it is hoped that the guidance provided to inmates is more optimal, so it is necessary to cooperate with the community and is expected to provide special guidance to recidivist prisoners. In order for the coaching to run well, the human resources of correctional officers need to be increased and improved so that they have sufficient provisions in carrying out their duties. Keywords: recidivist, inmate, prison Abstrak Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah ntuk mengetahui faktor-faktor apa yang memengaruhi narapidana melakukan residivis, dan Untuk mengetahui bagaimana bentuk pembinaan narapidana agar tidak terjadi Residivis di Rumah Tahanan Negara Kelas I Surakarta. Penelitian ini dilaksanakan di kabupaten Bantaeng, tepatnya di Rumah Tahanan Negara Kelas I Surakarta. Metode pendekatan yang digunakan dalam penyusunan skripsi ini adalah pendekatan yuridis empiris. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, kuisioner, dan dokumentasi. Selanjutnya data yang diperoleh dari hasil penelitian dilapangan dianalisis dengan menggunakan studi analisis kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian, penulis menarik kesimpulan bahwa faktorfaktor yang memengaruhi narapidana melakukan pengulangan tindak pidana yaitu: masalah ekonomi, lingkungan pergaulan, kurangnya pengawasan dari orang tua, peran dari perkembangan informasi dan teknologi yang berdampak negatif, kurangnya pendidikan dan bentuk pembinaan yang dilakukan petugas Rumah Tahanan Negara Kelas I Surakarta dalam mencegah terjadinya pengulangan tindak pidana sama seperti pembinaan narapidana pada umumnya diantaranya, pembinaan mental kerohanian. Petugas Rumah Tahanan Negara Kelas I Surakarta juga memberikan program pelatihan dan pembinaan keterampilan seperti pembuatan kerajinan tangan dengan memanfaatkan bahan bekas seperti pembuatan asbak, lemari, cermin, bingkai foto dari Koran, pembinaan menjahit, pembinaan budi daya ikan, pembinaan memperbaiki kendaraan motor, pembinaan pembuatan pagar besi bagi narapidana sebagai bekal modal kerja selepas menjalani masa pidananya. Implikasi dari penelitian ini adalah diharapkan pembinaan yang diberikan kepada narapidana lebih optimal, maka perlu dilakukan kerjasama dengan masyarakat dan diharapkan melakukan pembinaan khusus kepada narapidana residivis. Agar pembinaan berjalan dengan baik, maka sumber daya manusia petugas pemasyarakatan perlu tambah dan ditingkatkan sehingga memiliki bekal yang cukup dalam melakukan tugasnya. Kata Kunci : Residivis, Narapidana, Rutan
Peran BHABINKAMTIBMAS Dalam Upaya Pencegahan Tindak Pidana Pencurian Di Wilayah Hukum Polres Sragen Sumarwoto, Sumarwoto; Prayoga, Harjuna Kukuh
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 2 No. 3 (2024): The articles in this volume explore various legal and social topics, including
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v2i3.653

Abstract

Abstract This study aims to find out how the Role of Bhabinkamtibmas in Efforts to Prevent Theft Crimes in the Sragen Police Jurisdiction and the factors that hinder it. The research method applied is an empirical method, with data collection techniques including interviews and literature studies. The data consists of primary data obtained through interviews, as well as secondary data derived from references such as relevant laws and regulations. Data analysis was carried out qualitatively with a descriptive approach. This research was conducted at the Sragen Police Bhabinkamtibmas. The results of the research and analysis show that the high theft rate in Sragen Regency requires the active role of Bhabinkamtibmas in increasing public awareness about security. Bhabinkamtibmas plays an important role in preventing crime through a preemptive, preventive, and repressive approach, including counseling, patrolling, supervision, and handling of crime cases. However, there are several obstacles that interfere with the effectiveness of the role of Bhabinkamtibmas, such as limited resources, funds, facilities, community support, and coordination between agencies. To overcome these obstacles, it is necessary to increase training, collaboration with the community, use of technology, and regular evaluation so that Bhabinkamtibmas can be more effective in creating a safe and comfortable environment. Keywords: Bhabinkamtibmas, Prevention, Crime, Theft Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Peran Bhabinkamtibmas Dalam Upaya Pencegahan Tindak Pidana Pencurian di Wilayah Hukum Polres Sragen serta factor yang menjadi penghambatnya. Metode penelitian yang diterapkan adalah metode empiris, dengan teknik pengumpulan data meliputi wawancara dan studi kepustakaan. Data terdiri dari data primer yang diperoleh melalui wawancara, serta data sekunder yang berasal dari referensi seperti peraturan perundang-undangan yang relevan. Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Bhabinkamtibmas Polres Sragen. Hasil penelitian dan analisis menunjukkan bahwa Tingginya angka pencurian di Kabupaten Sragen memerlukan peran aktif Bhabinkamtibmas dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang keamanan. Bhabinkamtibmas berperan penting dalam mencegah kejahatan melalui pendekatan preemtif, preventif, dan represif, termasuk penyuluhan, patroli, pengawasan, dan penanganan kasus kejahatan. Namun, terdapat beberapa hambatan yang mengganggu efektivitas peran Bhabinkamtibmas, seperti keterbatasan sumber daya, dana, sarana, dukungan masyarakat, dan koordinasi antar instansi. Untuk mengatasi hambatan ini, perlu peningkatan pelatihan, kolaborasi dengan masyarakat, pemanfaatan teknologi, dan evaluasi rutin agar Bhabinkamtibmas dapat lebih efektif dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman. Kata Kunci : Bhabinkamtibmas, Pencegahan, Tindak Pidana, Pencurian
Hukum Penggunaan Alat Pembatas Kecepatan Berkendara di Jalan (Studi Komparatif Hukum Islam dan Hukum Positif) Noorhamim, Muhammad; Alfiannoor, Imam; Lesmana, Muhammad Andy
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 2 No. 3 (2024): The articles in this volume explore various legal and social topics, including
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v2i3.655

Abstract

Abstract Positive law and Islamic law have different views on the use of speed limiting devices, positive law clearly regulates the use of speed limiting devices of various kinds up to the authority of the user, whereas in Islamic law it is not regulated clearly and in writing, Islamic law is only based on the Al-Qur'an and Al-Hadith that humans are prohibited from interfering with fellow humans, and roads have rights that must be fulfilled as well as prohibitions against interfering with the rights of the road and its users, let alone obstructing and causing harm to road users. The type of research that will be used in this research is descriptive normative legal research using a comparative approach, which focuses on the study of Islamic law and positive law by examining Islamic regulations and books, especially the Minister of Transportation's regulations regarding road barrier and safety devices and books. fiqh as material for analysis. The results of this research are that speed limiting devices are legally positive and valid with complex and detailed regulations. The latest Minister of Transportation Regulation No. 43 of 2023 states that speed limiting devices are divided into 3 types, Speed ​​Bump, Speed ​​Hump and Speed ​​Table, as well as with road categories and predetermined v shapes. Speed ​​limiting devices according to Islamic law are not discussed in detail and in writing, Islamic law only states that rights of way must be respected, one of which is that the road must not be obstructed, so in general speed limiting devices are prohibited. Ulama mention the same thing in the form of dakah, there are differences of opinion regarding the use of dakah, Imam Nawawi and Imam Rafi'i forbid it, while Ibn Hajar Al-Haitami and Ibnu Rafi'ah allow it as long as it does not cause potential disturbances. Keywords: Speed ​​Limiting Devices, Islamic Law, Positive Law Abstrak Hukum positif dan hukum Islam memiliki pandangan berbeda dalam penggunaan alat pembatas kecepatan, hukum positif mengatur secar jelas penggunaan alat pembatas kecepatan macam sampai kewenangan penggunanya, sedangkan dalam hukum Islam tidak di atur secara jelas dan tertulis, hukum Islam hanya berpatokan dengan Al-Qur’an dan Al-Hadist bahwa manusia dilarang mengganggu sesama manusia, dan jalan memiliki hak yang harus dipenuhi serta larangan untuk mengganggu hak jalan dan penggunanya apalagi menghalang-halangi serta memberikan mudharat terhadap pengguna jalan. Jenis penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum normatif bersifat deskriptif melalui pendekatan komparatif, yang berfokus terhadap kajian hukum Islam dan hukum positif dengan menelaah peraturan dan buku-buku Islam, terutama peraturan mentri perhubungan tentang alat pembatas dan pengaman jalan dan kitab-kitab fiqih sebagai bahan analisis. Hasil penelitian ini adalah alat pembatas kecepatan secara hukum positif sah dengan peraturan yang komplek dan rinci. Permenhub No 43 tahun 2023 yang terbaru menyebutkan bahwa alat pembatas keceptan terbagi menjad 3 macam, Speed Bump, Speed Hump dan Speed Table, serta dengan kategori jalan dan bentukv yang sudah di atur. Alat pembatas kecepatan menurut hukum islam tidak di bahas secara rinci dan tertulis, hukum Islam hanya menyebutkan bahwa hak-hak jalan harus dipenuhi, salah satunya jalan tidak boleh di beri gangguan, maka secara umum alat pembatas kecepatan dilarang. Ulama menyebutkan hal serupa dalam bentuk dakkah, ada perbedaan pendapat mengenai penggunaan dakkah, Imam Nawawi dan Imam Rafi’I mengharamkannya, sedangkan Ibnu Hajar Al-Haitami dan Ibnu Rafi’ah mebolehkannya selama tidak menimbulkan potensi gangguan. Kata Kunci: Alat Pembatas Kecepatan, Hukum Islam, Hukum Positif
Aspek Hukum Telemedicine di Indonesia: Tantangan dan Peluang dalam Era Digital Heriani, Istiana; Adlina, Nisa Amalina
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 2 No. 3 (2024): The articles in this volume explore various legal and social topics, including
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v2i3.657

Abstract

Abstract Positive law and Islamic law have different views on the use of speed limiting devices, positive law clearly regulates the use of various speed limiting devices to the authority of its users, while in Islamic law it is not clearly regulated and written, Islamic law is only based on the Qur'an and Al-Hadist that humans are prohibited from disturbing fellow humans, and roads have rights that must be fulfilled and prohibitions to interfere with road rights and users, let alone obstruct and provide mudharat to road users. The type of research that will be used in this research is descriptive normative legal research through a comparative approach, which focuses on the study of Islamic law and positive law by examining Islamic regulations and books, especially the Ministry of Transportation's regulations on road limiting and safety devices and fiqh books as material for analysis. The results of this study are speed limiting devices The development of telemedicine in Indonesia opens up great opportunities to improve access and quality of health services. However, existing legal challenges require serious attention from policymakers. A holistic and adaptive approach is needed in developing a telemedicine legal framework, which not only considers health aspects, but also technological aspects, data privacy, and consumer protection. The development of telemedicine regulations in Indonesia needs to consider harmonization with international standards, encourage innovation in digital health services, and ensure the protection of the rights of patients and medical personnel. With the right approach, Indonesia has the potential to become a model for effective and responsible telemedicine implementation in developing countries. Keywords: Telemedicine, Health Law, Regulation, Health Technology, Indonesia Abstrak Hukum positif dan hukum Islam memiliki pandangan berbeda dalam penggunaan alat pembatas kecepatan, hukum positif mengatur secar jelas penggunaan alat pembatas kecepatan macam sampai kewenangan penggunanya, sedangkan dalam hukum Islam tidak di atur secara jelas dan tertulis, hukum Islam hanya berpatokan dengan Al-Qur’an dan Al-Hadist bahwa manusia dilarang mengganggu sesama manusia, dan jalan memiliki hak yang harus dipenuhi serta larangan untuk mengganggu hak jalan dan penggunanya apalagi menghalang-halangi serta memberikan mudharat terhadap pengguna jalan. Jenis penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum normatif bersifat deskriptif melalui pendekatan komparatif, yang berfokus terhadap kajian hukum Islam dan hukum positif dengan menelaah peraturan dan buku-buku Islam, terutama peraturan mentri perhubungan tentang alat pembatas dan pengaman jalan dan kitab-kitab fiqih sebagai bahan analisis. Hasil penelitian ini adalah alat pembatas kecepatan Perkembangan telemedicine di Indonesia membuka peluang besar untuk meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan. Namun, tantangan hukum yang ada memerlukan perhatian serius dari pembuat kebijakan. Diperlukan pendekatan yang holistik dan adaptif dalam mengembangkan kerangka hukum telemedicine, yang tidak hanya mempertimbangkan aspek kesehatan, tetapi juga aspek teknologi, privasi data, dan perlindungan konsumen. Pada pengembangan regulasi telemedicine di Indonesia perlu mempertimbangkan harmonisasi dengan standar internasional, mendorong inovasi dalam layanan kesehatan digital, serta memastikan perlindungan hak-hak pasien dan tenaga medis. Dengan pendekatan yang tepat, Indonesia berpotensi menjadi model dalam implementasi telemedicine yang efektif dan bertanggung jawab di negara berkembang. Kata Kunci : Telemedicine, Hukum Kesehatan, Regulasi, Teknologi Kesehatan, Indonesia
Perlindungan Konsumen Terhadap Peredaran Makanan Kadaluwarsa di Kota Surakarta (Implementasi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen) Chasanah, Immawati Uswatun; Buana, Nimas
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 2 No. 3 (2024): The articles in this volume explore various legal and social topics, including
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v2i3.658

Abstract

Abstract The purpose of this study is to find out consumer protection against the circulation of expired food in the city of Surakarta reviewed from Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection and to find out the efforts made by the government in tackling the circulation of expired food. The approach method uses empirical juridical. . The result obtained that legal protection for consumers related to the circulation of expired food is reviewed from Law Number 8 of 1999, consumers have the right to comfort, security, and safety in consuming food must meet quality standards. Consumer protection from the circulation of expired food is carried out coaching and supervision starting from supervision from business actors, production facilities and infrastructure, the overall business climate by related agencies such as BPOM, Disperindag, BPSK, Satpol PP Surakarta City, in accordance with Article 29 and Article 30 of Law Number 8 of 1999. The form of legal protection for consumers against the circulation and trade of expired food is preventive legal protection and repressive legal protection. If consumers do not get responsibility from the business actors for the losses suffered, then consumers can report it to the Surakarta City Consumer Dispute Resolution Agency. Consumer dispute resolution can be done by litigation and non-litigation. Efforts made by the government to overcome the circulation of expired meals, namely from agencies in general give warnings in writing and orally, and administrative sanctions in the form of compensation. The form of legal protection for consumers against the circulation and trade of expired food is preventive legal protection and repressive legal protection. If consumers do not get responsibility from the business actors for the losses suffered, then consumers can report it to the Surakarta City Consumer Dispute Resolution Agency. Consumer dispute resolution can be done by litigation and non-litigation. Efforts made by the government to overcome the circulation of expired meals, namely from agencies in general give warnings in writing and orally, and administrative sanctions in the form of compensation. Keywords: Expired Food, Consumer Protection Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perlindungan konsumen terhadap peredaran makanan kadarluwarsa di Kota Surakarta ditinjau dari Undang-Undang Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan untuk mengetahui upaya yang dilakukan pemerintah dalam menanggulangi peredaran makanan kadaluwarsa. Metode pendekatan menggunakan yuridis empiris. Hasil yang didapat bahwa Perlindungan hukum terhadap konsumen terkait peredaran makanan kadarluwarsa ditinjau dari Undang-Undang Nomor 8 tahun 1999, konsumen memiliki hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengkonsumsi makanan harus memenuhi standar mutu. Perlindungan konsumen dari peredaran makanan kadaluwarsa maka dilakukan pembinaan dan pengawasan mulai dari pengawasan dari pelaku usaha, sarana dan prasarana produksi, iklim usaha secara keseluruhan oleh Instansi terkait seperti BPOM, Disperindag, BPSK, Satpol PP Kota Surakarta, sesuai Pasal 29 dan Pasal 30 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999. Bentuk perlindungan hukum terhadap konsumen terhadap peredaran dan perdagangan makanan kadaluarsa adalah perlindungan hukum secara preventif dan perlindungan hukum secara represif. Jika konsumen tidak mendapatkan pertanggungjawab dari pihak pelaku usaha terhadap kerugian yang diderita, maka konsumen dapat melaporkannya kepada Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen Kota Surakarta. Penyelesaian sengketa konsumen dapat dilakukan dengan cara litigasi dan non litigasi. Upaya yang dilakukan pemerintah untuk menanggulangi peredaran makan kadaluwarsa, yaitu dari pihak instansi secara umum memberi peringatan secara tertulis maupun lisan, dan sanksi administratif berupa ganti rugi. Kata Kunci: Makanan Kadaluwarsa, Perlindungan Konsumen
Tinjauan HukumPerdata Tentang Persaingan Usaha Tidak Sehat Pada Dunia Digital Romadhon, Faisal Ali; Sumarwoto, Sumarwoto
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 2 No. 3 (2024): The articles in this volume explore various legal and social topics, including
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v2i3.659

Abstract

Abstract The purpose of this study is: To find out the civil law regulation about unfair business competition in the digital world. To find out the consequences of civil law in the event of unfair business competition in the digital world. To find out civil legal remedies against unfair business competition practices in the digital world. This research is a normative legal research with research data sources from primary data and secondary data (literature studies). The results of the research that have been collected are then analyzed qualitatively. The results of this research are the results of research and discussion, so the author can conclude that civil legal regulations regarding unfair business competition in the digital world, especially in e-commerce, shopee and tiktokshop, have been in accordance with Law Number 5 of 1999 and Civil Law regarding unlawful acts, but Tokopedia which does not apply Article 7 of Law Number 5 of 1999 causes legal consequences that have an impact on the practice of business competition practices Unhealthy is monopoly, market control and dominant position which is an element of negligence and deliberateness in civil law in unlawful acts. Therefore, with the existence of these legal consequences, Law Number 5 of 1999 established ICC to supervise the practice of unfair business competition with legal remedies that can be taken by the public through non-litigation channels. Keywords: E-Commerce, Civil Law, Unfair Business Competition Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaturan hukum perdata tentang persaingan usaha tidak sehat di dunia digital. Untuk mengetahui akibat hukum perdata apabila terjadi persaingan usaha tidak sehat di dunia digital. Untuk mengetahui upaya hukum perdata terhadap praktik persaingan usaha tidak sehat dalam dunia digital. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan sumber data penelitian berasal dari data primer dan data sekunder (studi kepustakaan). Hasil penilitian yang telah terkumpul kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian ini yaitu hasil penelitian dan pembahasan maka penulis dapat menyimpulkan bahwa Pengaturan secara hukum perdata mengenai persaingan usaha tidak sehat di dunia digital terutama pada e – commerce shopee dan tiktokshop telah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 dan Hukum perdata tentang perbuatan melawan hukum melainkan Tokopedia yang tidak menerapkan Pasal 7 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 menyebabkan akibat hukum yang berdampak pada praktik praktik persaingan usaha tidak sehat yakni monopoli, penguasaan pasar dan posisi dominan yang pada unsur kelalaian dan kesengaajaan pada hukum keperdataan dalam perbuatan melawan hukum. Maka dengan adanya akibat hukum tersebut, Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 membentuk KPPU untuk mengawasi adanya praktik persaingan usaha tidak sehat dengan upaya upaya hukum yang dapat ditempuh oleh masyarakat dengan jalur non litigasi. Kata Kunci: E-Commerce, Hukum Perdata, Persaingan Usaha Tidak Sehat
Pengaruh Tingkat Produksi Dan Harga Jual Gula Kelapa Terhadap Pendapatan Produsen Di Desa Karang Anyar Ditinjau Perspektif Ekonomi Islam (Studi Pada Usaha Produksi Gula Merah Desa Karang Anyar Kecamatan Wonosobo Kabupaten Tanggamus 2022) Ariyanto, Anggi; Dr. Budimansyah, S.Th.I., M.Kom.I; Supriyaningsih, S.E., M.E.Sy, Okta
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 2 No. 3 (2024): The articles in this volume explore various legal and social topics, including
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v2i3.660

Abstract

Abstract The coconut palm sugar industry in Karang Anyar village, Wonosobo sub-district has existed for generations and its production activities are still traditional. Where most in the production of coconut sugar producers do not take into account production expenses including raw materials, packaging, firewood, labor, and transportation, this condition makes coconut sugar producers do not know the size of the resulting income. The break-even point analysis functions in determining how influential the production level is on the producer's income, knowing the minimum production limit, selling price, and revenue. This type of research uses a quantitative approach and is descriptive research, with a sample of 10 coconut sugar producers who live and settle in Karang Anyar village and data testing tools using SPSS 23 software assistance. This study shows that the level of production partially has a significant positive effect on income, the selling price partially has a significant positive effect on income, and simultaneously the level of production and selling price has a significant positive effect on the income of brown sugar producers. Meanwhile, in Islamic economic principles, brown sugar producers in Karang Anyar village, Wonosobo sub-district have implemented in accordance with Islamic economic principles in setting prices, in Islam production is not just an activity to increase the use value of an object or create new objects in meeting needs, but is a result of the union of humans with nature. Keywords: Production, Selling Price, Income, Islamic Economics Abstrak Industri gula merah kelapa di desa karang anyar kecamatan wonosobo ini telah ada secara turun temurun dan kegiatannya produksinya masih bersifat tradisional. Dimana sebagan besar dalam produksi gula kelapa produsen kurang memperhitungkan pengeluaran poduksi meliputi bahan baku, pengemasan,kayu bakar, tenaga kerja, dan pengankutan, kondisi ini mempuat produsen gula kelapa tidak mengetahui besar kecilnnya peroolehan yang dihasilkan. Analisis titik impas berfungsi dalam penentuan sebera pengaruhnya tingkat produksi pada pendapatan produsen, mengetahui batas minimum produksi, harga jual, dan penerimaan. Jenis penelitian ini menggunakan metode pendekatan secara kuantitatif dan merupakan penelitian deskriptif, dengan sampel sebanyak 10 produsen gula kelapa yang tinggal dan menetap di desa karang anyar dan alat banu uji data menggunakan bantuan sofware SPSS 23. penelitian ini menunjukan bahwa tingkat produksi secara parsial berpengaruh signifikan positif terhadap pendapatan, harga jual secara parsial berpengaruh signifikan positif terhadap pendapatan, dan secara simultan tingkat produksi dan harga jual berpengaruh signifikan positif terhadap pendapatan produsen gula merah. Sedangkan dalam prinsip ekonomi islam produsen gula merah pada desa karang anyar kecamatan wonosobo sudah menerapkan sesuai dengan prinsip ekonomi islam dalam menetapkan harga, dalam islam produksi bukanlah hanya sekedar kegiatan menambah nilai guna suatu benda atau menciptakan benda baru dalam memenuhi kebutuhan, tetpi merupakan sebuah hasil penyatuan manusia dengan alam. Kata Kunci: Produksi, Harga Jual, Pendapatan, Ekonomi Islam
Pengaruh Nilai Tukar, Inflasi Dan Pendapatan Nasional Terhadap Ekspor Non Migas Indonesia Tahun 2018-2022 Dalam Perspektif Ekonomi Islam Riski, Muhamad; Supriyaningsih, Okta
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 2 No. 3 (2024): The articles in this volume explore various legal and social topics, including
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v2i3.661

Abstract

Abstract Indonesia's non-oil and gas wealth has extraordinary potential if it is utilized properly for domestic and foreign needs. However, on the other hand, there are several problems where the value of Indonesia's non-oil and gas exports in the 2018-2022 period experienced ups and downs. This research is a type of quantitative research using multiple linear regression analysis methods. The data used is secondary data in the form of time series data over a period of 5 (five) years, namely 2018-2022. Based on the test results in the t test, it shows that the exchange rate and inflation each have no significant effect on non-oil and gas exports, while the national income variable partially has an effect on non-oil and gas exports. In the F test, the results showed that the exchange rate, inflation and national income simultaneously and significantly influenced non-oil and gas exports. According to the Islamic view, the currency exchange rate is part of buying and selling which is legally permissible. In Islam, the term inflation is not known because the currency used is the dinar and dirham. In order to improve the welfare of the people, they must be able to provide a way to measure economic welfare and social welfare based on Islamic moral and social system. Keyword: Non-oil and gas exports, Exchange rate, Inflation, National income Abstrak Kekayaan non migas di Indonesia menjadi potensi yang luar biasa bila di manfaatkan dengan baik untuk kebutuhan dalam negeri sendiri maupun luar negeri. Namun disisi lain terdapat beberapa masalah dimana nilai ekspor non migas Indonesia dalam periode 2018-2022 mengalami naik turun. Penelitian ini merupakan jenis penelitian Kuantitatif dengan menggunakan metode analisis regresi linier berganda. Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa data time series dalam kurun waktu 5 (lima) tahun yakni 2018-2022. Berdasarkan hasil pengujian pada uji t menunjukkan bahwa nilai tukar dan inflasi masing-masing secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap ekspor non migas, sedangkan variabel pendapatan nasional secara parsial berpengaruh terhadap ekspor non migas. Pada uji F didapatkan hasil bahwa nilai tukar, inflasi dan pendapatan nasional secara simultan berpengaruh dan signifikan terhadap ekspor non migas. Menurut pandangan islam nilai tukar uang merupakan bagian dari jual beli yang hukumnya mubah atau boleh, dalam islam tidak dikenal istilah inflasi karena mata uang yang dipakai adalah dinar dan dirham, dalam meningkatkan kesejahteraan umat harus mampu menyediakan suatu cara untuk mengukur kesejahteraan ekonomi dan kesejahteraan sosial berdasarkan sistem moral dan sosial islam. Kata Kunci: Ekspor non migas, Nilai tukar, Inflasi, Pendapatan nasional