cover
Contact Name
Ahmad Abroza
Contact Email
abrozaahmad@gmail.com
Phone
+6281273476448
Journal Mail Official
abrozaahmad@gmail.com
Editorial Address
Sekampung, Lampung Timur, Lampung, Indonesia
Location
Kab. lampung timur,
Lampung
INDONESIA
Journal of Islamic Education and Learning
ISSN : 28296451     EISSN : 28295749     DOI : https://doi.org/10.63761/jiel
Core Subject : Education,
Journal of Islamic Education and Learning is an open access and peer-reviewed journal in the field of Islamic Education and Learning published by the Darul Ulum School of Islamic Sciences (STIS) East Lampung, Indonesia. articles in the Journal of Islamic Education and Learning are important building blocks in the development of public knowledge. This is a direct reflection of the quality of the work of the authors and the institutions that support them. Peer-reviewed articles support and embody the scientific method.
Articles 60 Documents
Penerapan Aliran Naturalisme dan Konvergensi terhadap Perkembangan Sistem Pendidikan Islam Modern Selensya Alin Novinda Pratiwi; Muh. Habibulloh
Journal of Islamic Education and Learning Vol. 5 No. 1 (2025): Journal of Islamic Education and Learning
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syrari’ah Daru ‘Ulum (STSDU) Lampung Timur.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63761/jiel.v5i1.143

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana penerapan aliran Naturalisme dan aliran Konvergensi dalam perkembangan sistem pendidikan modern. Dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini akan menganalisis pemikiran para tokoh, seperti Ibnu Sina yang membawakan sudut pandang baru dalam konteks pendidikan modern ini. Aliran Naturalisme menekankan pentingnya pendidikan yang sesuai dengan perkembangan anak secara alami, yang mengedepankan pengalaman observasi dan pengalaman. Sedangkan aliran Konvergensi menyatukan faktor pembawaan dan lingkungan dalam proses pendidikan, menawarkan pendekatan holistik yang mengakui peran penting dalam konteks sosial dan budaya. Penelitian ini menemukan bahwa campuran kedua aliran ini menawarkan kerangka kerja yang relevan dan aplikatif untuk pendidikan Islam modern, bukan hanya menekankan atas pencapaiam akademis tapi juga mengembangkan karakter dan spiritual siswa. Jadi, penelitian ini mengusulkan bahwa pemahaman yang lebih mendalam untuk kedua aliran ini yaitu aliran Naturalisme dan aliran Konvergensi dapat meningkatkan kualitas pendidikan Islam yang membekali generasi muda sekarang dengan kemampuan untuk menghadapi tantangan global masa kini.
KARAKTERISTIK KURIKULUM DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM Ria Mindi Anisa; Muh. Habibulloh
Journal of Islamic Education and Learning Vol. 5 No. 2 (2025): Journal of Islamic Education and Learning
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syrari’ah Daru ‘Ulum (STSDU) Lampung Timur.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63761/jiel.v5i2.144

Abstract

Kurikulum dirancang untuk meningkatkan kualitas proses belajar-mengajar. Dalam konteks pendidikan Islam, kurikulum memiliki penekanan khusus pada penghambaan kepada Allah, sehingga secara mendasar sangat terkait dengan tujuan utama ajaran Islam. Tulisan ini berupaya menguraikan hakikat kurikulum dari perspektif filsafat pendidikan Islam. Penelitian dilakukan melalui studi pustaka dengan menelaah berbagai referensi berupa buku dan jurnal yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa esensi kurikulum dalam filsafat pendidikan Islam mencakup beberapa komponen penting, seperti prinsip dasar kurikulum, karakteristik khas kurikulum Islam, serta ruang lingkup yang membentuknya. Filsafat dipahami sebagai proses berpikir secara mendalam, sistematis, menyeluruh, dan universal untuk menemukan kebenaran atau inti dari suatu persoalan. Dalam ranah pendidikan, filsafat berfungsi sebagai landasan reflektif untuk memahami berbagai realitas pendidikan secara komprehensif. Melalui pendekatan filsafati, dapat ditemukan arah, nilai, dan kebijakan yang mendukung kemajuan pendidikan. Dalam pendidikan Islam, fokus refleksi diarahkan pada kurikulum sebagai objek kajian. Kurikulum dipandang sebagai seperangkat rancangan yang berisi tujuan, materi, isi pelajaran, serta metode yang menjadi pedoman dalam kegiatan pembelajaran agar peserta didik mencapai kompetensi yang diharapkan. Kurikulum pendidikan Islam bertujuan membentuk kepribadian peserta didik sesuai ajaran Islam berlandaskan keimanan dan bersumber pada Al-Qur’an serta Hadis dengan orientasi pada kebahagiaan dunia dan akhirat. Selain sebagai dokumen perencanaan, kurikulum juga dipandang sebagai praktik pelaksanaan yang harus mampu menyesuaikan diri dengan dinamika perkembangan zaman, sehingga tetap relevan dalam membimbing peserta didik menuju tujuan pendidikan Islam.
Kisah Nabi Ya'qub AS dan Putra-putranya di Implementasikan dalam Konteks Tanggung Jawab Guru Pada Zaman Modern Muh. Habibulloh, Adinda Dwi Cahya; Muh. Habibulloh
Journal of Islamic Education and Learning Vol. 5 No. 1 (2025): Journal of Islamic Education and Learning
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syrari’ah Daru ‘Ulum (STSDU) Lampung Timur.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63761/jiel.v5i1.146

Abstract

Tanggung jawab guru merupakan pilar utama dalam sistem pendidikan modern. Peran guru melampaui bukan hanya sebagai pengajar, tetapi meliputi sebagai pendidik, mentor, dan panutan yang memiliki kewajiban moral dan profesional untuk mmbimbing peserta didik menuju jalan yang benar. Tanggung jawab ini didefinisikan sebagai kesadaran penuh terhadap segala perbuatan dan konsekuensinya. Selaras dengan konsep dalam islam yaitu anak merupkan titipan Allah SWT yang wajib dipertanggungjawabkan. Artikel ini bertujuan untuk menguraikan kisah Nabi Ya’qub terhadap putra-putranya sebagai suri tauladan dalam memberikan pendidikan, nasihat, dan solusi masalah yang dapat di implementasikan pada konsep tanggung jawab seorang guru pada zaman ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desaian studi literatur (library research), yang berfokus pada analisis mendalam terhadap kisah-kisah Nabi Ya’qub yang bersumber dri Al-Qur’an dan sumber literatur lainnya. Melalui metode ini, diharapkan dapat diperoleh sebuah pemahaman yang holistik dan komprehensif mengenai tanggung jawab guru yang adaptif menghadapi tantangan pendidikan di era modern ini.
PENGARUH PENERAPAN COOPERATIVE LEARNING TIPE JIGSAW TERHADAP HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA SISWA SMP DARUL ULUM SEKAMPUNG, LAMPUNG TIMUR Nasrulloh
Journal of Islamic Education and Learning Vol. 5 No. 1 (2025): Journal of Islamic Education and Learning
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syrari’ah Daru ‘Ulum (STSDU) Lampung Timur.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63761/jiel.v5i1.155

Abstract

The learning process of Islamic Religious Education (PAI) at SMP Darul Ulum Sekampung, Lampung Timur shows a noticeable gap in students’ learning outcomes and participation levels, resulting in many students requiring additional individual or group assignments. This study aims to describe the instructional design of the Jigsaw-type Cooperative Learning model in PAI lessons and to analyze its effectiveness in improving students’ learning outcomes. The research employed the Kemmis and McTaggart Classroom Action Research (CAR) model, consisting of three cycles that encompass planning, action, observation, and reflection. Data were collected through observation, tests, and documentation, while data analysis was conducted using the paired sample t-test. The findings indicate that the effective implementation of the Jigsaw learning design consists of five heterogeneous groups of 5–6 students, with learning materials distributed according to the number of group members. The procedure includes forming home groups, creating expert groups, conducting material discussions, and presenting the discussion results back to the home groups, with the teacher acting as a facilitator and evaluator through individual quizzes. The results further show that the Jigsaw method significantly improves PAI learning outcomes, as evidenced by significant differences between pre-test and post-test scores in each cycle. In addition to improved learning outcomes, the use of the Jigsaw method encourages active student participation, strengthens their understanding of religious teachings, and develops social and collaborative skills. Therefore, the Jigsaw-type Cooperative Learning model is considered effective and feasible for application in PAI instruction..
Optimalisasi Model Kooperatif TAI Berpendekatan Kontekstual untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika di SMA PGRI 2 Margatiga Hanin Pujiasih
Journal of Islamic Education and Learning Vol. 5 No. 1 (2025): Journal of Islamic Education and Learning
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syrari’ah Daru ‘Ulum (STSDU) Lampung Timur.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63761/jiel.v5i1.156

Abstract

The Team Assisted Individualization (TAI) cooperative learning model integrates individual study and group collaboration by placing students into heterogeneous teams of five to six members. Each student first learns the material independently and then brings the results to the group for discussion, synthesis, and collective responsibility. This approach is considered effective for fostering meaningful, collaborative, and efficient learning processes, particularly in mathematics education. This study aims to examine the effect of the TAI cooperative model combined with a contextual approach on students’ mathematics achievement. The research employed a quasi-experimental design conducted at SMA PGRI 2 Margatiga during the even semester. Data were collected through achievement tests that had been validated for reliability and validity. The findings indicate that the application of the TAI model with a contextual approach has a positive and significant impact on the mathematics learning outcomes of tenth-grade students. These results suggest that integrating cooperative learning with real-life contexts enhances students’ conceptual understanding and academic performance in mathematics.
PERANCANGAN LKPD MATEMATIKA BERBASIS ELICITING ACTIVITIES UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP SEGITIGA PADA SISWA KELAS VII Imayan Nur Latifah
Journal of Islamic Education and Learning Vol. 5 No. 1 (2025): Journal of Islamic Education and Learning
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syrari’ah Daru ‘Ulum (STSDU) Lampung Timur.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63761/jiel.v5i1.157

Abstract

This study aims to design and evaluate the quality of Mathematics Student Worksheets (LKPD) based on Eliciting Activities (MEAs) for seventh-grade students at MTs Miftahul Huda Lehan. The main issue addressed in this research is how to develop LKPD that meet the criteria of validity, practicality, and effectiveness as instructional materials for the topic of triangles. The study employed a Research and Development (R&D) method by adapting a development model consisting of the stages of design, expert validation, limited trials, and evaluation. The resulting product is an LKPD developed based on MEAs principles to encourage students’ ability to independently construct mathematical concepts. The test subjects in this study were seventh-grade students at MTs Miftahul Huda Lehan. Data were collected through validation sheets completed by material and media experts, as well as questionnaires administered to teachers and students. The expert validation results indicated that the LKPD met the validity criteria, with average scores categorized as “very good.” Teachers' responses to the LKPD yielded an average score of 87.5%, categorized as “very interesting,” indicating that the LKPD is practical for classroom use. Meanwhile, students’ responses yielded an average score of 86.8%, also categorized as “very interesting.” These findings demonstrate that the MEAs-based LKPD developed in this study is not only valid and practical but also effective in enhancing students’ engagement and conceptual understanding. Therefore, the MEAs-based mathematics LKPD produced in this study is suitable for use as instructional material for the topic of triangles and has the potential to improve the quality of the learning process.
Pendidikan Karakter Berbasis Nilai-Nilai Keislaman untuk Penanggulangan Pelecehan Seksual di Kalangan Pelajar Ilham Hardianto; Hatib Rachmawan
Journal of Islamic Education and Learning Vol. 5 No. 2 (2025): Journal of Islamic Education and Learning
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syrari’ah Daru ‘Ulum (STSDU) Lampung Timur.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63761/jiel.v5i2.168

Abstract

Kasus pelecehan seksual di kalangan pelajar Indonesia terus meningkat, baik secara fisik, verbal, maupun digital. Upaya hukum melalui Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual telah memperkuat perlindungan korban, tetapi langkah preventif melalui pendidikan karakter Islami masih kurang optimal. Artikel ini bertujuan mengkaji konsep, relevansi, dan implementasi pendidikan karakter berbasis nilai-nilai keislaman sebagai strategi pencegahan pelecehan seksual di kalangan pelajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis berbasis studi pustaka, dengan triangulasi sumber normatif Islam (Al-Qur’an dan hadis), regulasi hukum positif, serta hasil penelitian kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter Islami yang menekankan nilai iman, takwa, haya’, iffah, dan amanah efektif membentuk kesadaran moral peserta didik. Proses habituasi melalui pembiasaan praktik Islami seperti shalat berjamaah, doa bersama, sedekah Jumat, dan budaya 5S terbukti meningkatkan disiplin, religiusitas, dan kepekaan sosial. Nilai ihs?n dan akhlak bermedsos juga sangat relevan di era Society 5.0 dalam menghadapi tantangan kekerasan berbasis gender online. Implementasi pendidikan karakter Islami tidak dapat berdiri sendiri, melainkan membutuhkan integrasi kebijakan sekolah, penguatan peran keluarga, dan dukungan masyarakat agar nilai-nilai keislaman terinternalisasi dalam kehidupan sehari-hari siswa. Artikel ini menyimpulkan bahwa pendidikan karakter Islami merupakan strategi preventif yang komprehensif, aplikatif, dan berkelanjutan dalam menanggulangi pelecehan seksual sekaligus membentuk generasi berakhlak mulia, tangguh, dan berdaya saing global.
Implementasi Pendekatan Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Mata Kuliah Sejarah Peradaban Islam pada Mahasiswa Pendidikan Biologi UIN Sunan Kalijaga Eni Wahyuliani; Mahmud Arif; Nur Saidah; Fanida Susilowardani
Journal of Islamic Education and Learning Vol. 5 No. 2 (2025): Journal of Islamic Education and Learning
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syrari’ah Daru ‘Ulum (STSDU) Lampung Timur.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63761/jiel.v5i2.169

Abstract

Perkembangan pendidikan tinggi pada era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 menuntut proses pembelajaran yang adaptif, humanis, dan mampu mengakomodasi keberagaman karakteristik mahasiswa. Secara ideal (das sollen), pembelajaran di perguruan tinggi keislaman diarahkan untuk mengembangkan potensi mahasiswa secara optimal sesuai dengan kebutuhan, minat, dan gaya belajarnya. Namun, pada praktiknya (das sein), pembelajaran mata kuliah Sejarah Peradaban Islam (SPI) pada mahasiswa berlatar belakang sains masih cenderung menggunakan pendekatan konvensional yang kurang responsif terhadap perbedaan karakteristik belajar mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendekatan pembelajaran berdiferensiasi serta persepsi dan pengalaman belajar mahasiswa Pendidikan Biologi UIN Sunan Kalijaga pada mata kuliah SPI. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang didukung data kuantitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner skala Likert, observasi, dan dokumentasi terhadap 24 mahasiswa. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa nilai rata-rata (mean) dan disajikan secara naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran berdiferensiasi berada pada kategori tinggi dengan nilai rata-rata 4,12, mencakup diferensiasi konten, proses, dan produk. Persepsi dan pengalaman belajar mahasiswa juga berada pada kategori tinggi dengan nilai rata-rata 4,08. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi memberikan kontribusi positif terhadap keterlibatan, pemahaman, serta pengalaman belajar mahasiswa dalam mata kuliah SPI.
Implementasi Kegiatan Origami dalam Mengembangkan Kemampuan Motorik Halus Anak Kelompok B di PAUD Istiqomah Sribasuki, Lampung Timur Riska Nurlaila Azahra
Journal of Islamic Education and Learning Vol. 5 No. 2 (2025): Journal of Islamic Education and Learning
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syrari’ah Daru ‘Ulum (STSDU) Lampung Timur.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63761/jiel.v5i2.170

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kegiatan melipat kertas (origami) dalam mengembangkan kemampuan motorik halus anak kelompok B di PAUD Istiqomah Sribasuki, Lampung Timur. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada temuan adanya peserta didik yang mengalami keterlambatan dalam menyelesaikan tugas di kelas, sehingga stimulasi perkembangan motorik halus belum optimal. Oleh karena itu, kegiatan melipat kertas (origami) diterapkan sebagai salah satu bentuk stimulasi yang diharapkan mampu meningkatkan keterampilan motorik halus anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif untuk menggambarkan proses pelaksanaan kegiatan serta hasil yang dicapai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kegiatan melipat kertas (origami) memberikan dampak positif terhadap perkembangan motorik halus anak. Kegiatan ini dinilai efektif, menyenangkan, serta memudahkan peserta didik dalam melatih koordinasi tangan dan jari. Proses implementasi dilakukan melalui tahapan persiapan bahan ajar atau Lembar Kerja Anak (LKA), penjelasan dan demonstrasi oleh pendidik, serta praktik langsung oleh peserta didik. Faktor pendukung dalam pengembangan motorik halus meliputi lingkungan belajar, stimulasi yang diberikan, dan tingkat kecerdasan anak, sedangkan faktor penghambat utamanya adalah lingkungan belajar yang kurang nyaman. Dengan demikian, kegiatan melipat kertas (origami) dapat dijadikan alternatif metode pembelajaran untuk mengembangkan motorik halus anak usia dini.
Hadis Ahkam Muamalah sebagai Landasan Pendidikan Etika Sosial dalam Islam Afton Zuhri Adnan; Intan Muthoharoh
Journal of Islamic Education and Learning Vol. 5 No. 2 (2025): Journal of Islamic Education and Learning
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syrari’ah Daru ‘Ulum (STSDU) Lampung Timur.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63761/jiel.v5i2.172

Abstract

Islam sebagai agama yang bersifat syumul mengatur seluruh aspek kehidupan manusia, termasuk hubungan sosial (muamalah) yang menuntut landasan etika yang kuat. Namun, realitas sosial kontemporer menunjukkan terjadinya krisis etika dalam praktik muamalah, seperti ketidakjujuran, ketidakadilan, eksploitasi, dan melemahnya solidaritas sosial. Kondisi ini mencerminkan adanya kesenjangan antara ajaran normatif Islam (das sollen) dan praktik sosial umat (das sein). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep Hadis Ahkam Muamalah dalam perspektif pendidikan Islam, mengidentifikasi nilai-nilai etika sosial yang terkandung di dalamnya, serta merumuskan relevansinya sebagai landasan pendidikan etika sosial Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan (library research), melalui pendekatan normatif-teologis dan pedagogis. Sumber data primer berupa kitab-kitab hadis dan literatur fikih muamalah, sedangkan sumber sekunder meliputi buku dan artikel ilmiah yang relevan. Analisis data dilakukan dengan teknik content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis ahkam muamalah mengandung nilai-nilai etika sosial fundamental, seperti keadilan, kejujuran, amanah, tanggung jawab, dan solidaritas sosial. Nilai-nilai tersebut bersifat universal dan kontekstual, serta relevan untuk diintegrasikan dalam pendidikan Islam melalui internalisasi nilai, pembiasaan perilaku etis, dan pembelajaran kontekstual. Penelitian ini menegaskan bahwa Hadis Ahkam Muamalah tidak hanya berfungsi sebagai sumber hukum Islam, tetapi juga sebagai landasan normatif dan pedagogis dalam pendidikan etika sosial Islam.