cover
Contact Name
Romi Mesra
Contact Email
romimesra16@gmail.com
Phone
+6285762530583
Journal Mail Official
educationandsocialsciencejourn@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kampus Unima, Tonsaru, Kec. Tondano Sel., Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara 95618
Location
Kab. minahasa,
Sulawesi utara
INDONESIA
ETIC (EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL)
ISSN : -     EISSN : 30315824     DOI : 10.64924
Core Subject : Education, Social,
ETIC (EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL) publish research and theoretical articles in the fields of education and social sciences and analyze various educational and social science issues. The contents of this journal offer a truly valuable resource for educators and educational scientists in all fields who are looking for new ways to address problems that occur at both the micro and macro levels in society.
Articles 137 Documents
Solidaritas Sosial Mahasiswa Perantauan Suku Batak Karo di Universitas Negeri Manado Tafnao, Wardina; Tafnao, Tafnao; Salem, Veronika E. T.; Sidik, Sangputri
ETIC (EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL) Vol. 2 No. 6 (2025): (SEPTEMBER) ETIC (EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Sosiologi Unima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/6r5kw705

Abstract

Artikel Ini Berjudul Solidaritas Sosial Mahasiswa Perantauan Suku Batak Karo Di Universitas Negeri Manado. Proses analisis data yang dilakukan dengan mereduksi data, menyajikan data, hasil penelitian dan menyimpulkan data penelitian. Dengan Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi, subjek dalam penelitian ini adalah Mahasiswa Perantauan Suku Batak Karo Di Universitas Negeri Manado. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Solidaritas Sosial Mekanik dari Emile Durkheim dan teori Gemeinschaft dari Ferdinand Tonnies dengan menggunkan metode penelitian kualitatif. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Solidaritas Sosial Mahasiswa Perantauan Suku Batak Karo Di Universitas Negeri Manado. Penelitian ini melihat adanya keterkaitan antara nilai dan norma (Kebiasaan) yang dilakukan oleh Mahasiswa Perantauan Suku Batak Karo sebagai bentuk solidaritas sosial kerika mereka merantau dan berkuliah di Universitas Negeri Manado. Hasil dari penelitian ini adalah Bahwa Mahasiswa Perantauan Suku Batak Karo Di Universitas Negeri Manado memiliki solidaritas sosial yang tinggi dengan tipe solidaritas mekanik dengan dengan intensitas antara sesama suku Batak Karo (Ikatan Mahasiswa Karo) dalam rangka melakukan kegiatan-kegiatan seperti, ibadah bersama, olahraga bersama, kegiatan dukacita mapun dukacita, Guro-guro Aron (Pesta Tahunan) penerimaan anggota baru, ibadah natal, malam keakraban, paskah dan semangat gontong royong.
Penggunaan Gadget dalam Kehidupan Remaja di Desa Kema 3 Kecamatan Kema Kabupaten Minahasa Utara Risal, Risal; Hamsah, Hamsah; Nismawati, Nismawati
ETIC (EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL) Vol. 3 No. 1 (2025): (NOVEMBER) ETIC (EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Sosiologi Unima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/9st6qh09

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan gadget dalam kehidupan remaja di Desa Kema 3, Kecamatan Kema, Kabupaten Minahasa Utara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik wawancara mendalam terhadap beberapa remaja sebagai informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gadget kini menjadi sarana utama bagi remaja dalam berkomunikasi, mencari hiburan, serta memperoleh informasi. Namun, penggunaan yang berlebihan dapat mengakibatkan ketergantungan serta mengurangi interaksi sosial secara langsung antara remaja dengan lingkungan sekitar. Selain manfaat, ditemukan pula dampak negatif penggunaan gadget, khususnya dalam aspek kehidupan sosial. Remaja cenderung menghabiskan lebih banyak waktu berkomunikasi melalui media sosial dibandingkan bertatap muka langsung. Hal ini menyebabkan pola interaksi sosial menjadi lebih terbatas dan pada akhirnya memengaruhi kemampuan remaja untuk bersosialisasi secara langsung di kehidupan nyata. Penelitian ini memberikan wawasan mengenai pergeseran pola interaksi sosial remaja akibat penggunaan teknologi di era digital.
Peran Guru dalam Membina Karakter Siswa di SMA Negeri 2 Tondano Jacobus, Miranty Priscila; Salem, Veronika E. T.; Hamsah, Hamsah
ETIC (EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL) Vol. 3 No. 1 (2025): (NOVEMBER) ETIC (EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Sosiologi Unima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/e4z14753

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru dalam membina karakter siswa di SMA Negeri 2 Tondano serta faktor-faktor yang memengaruhi karakter siswa. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi non partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru sangat penting dalam mencakup fungsi sebagai teladan perilaku, pembimbing moral, pendorong motivasi, fasilitator nilai, penggerak ketertiban sosial serta pengawas disiplin siswa. Guru menanamkan nilai-nilai karakter seprti toleransi, kerjasama, disiplin, tanggungjawab, cinta tanah, kejujuran dan kasih sayang melalui pendekatan yang konsisten dan integratif dalam pembelajaran maupun kegiatan sekolah. Faktor yang mempengaruhi karakter siswa meliputi lingkungan keluarga, teman sebaya, sekolah, media sosial dan lingkungan sosial yang lebih luas. Tantangan utama dalam pembinaan karakter antara lain kurangnya perhatian orang tua, pengaruh negatif media sosial dan motivasi internal siswa yang rendah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembinaan karakter siswa di SMA Negeri 2 Tondano, memerlukan peran aktif guru di dukung oleh kolaborasi dengan orang tua dan lingkungan sekolah yang kondusif. Sekolah dan guru perlu meningkatkan program pendidikan karakter secara terstruktur agar tercipta generasi muda yang tidak hanya cerdas akademik tetapi juga bermoral bertanggung jawab secara sosial.
Penyebab Inflasi Nilai (Grade Inflation) di Perguruan Tinggi Nanga , Brigitha Prizelia
ETIC (EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL) Vol. 3 No. 2 (2026): (JANUARY) ETIC (EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Sosiologi Unima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/yqe64v56

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menjelaskan penyebab inflasi nilai di perguruan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab potensial inflasi nilai dapat dilihat dari tiga aspek yaitu perguruan tinggi, tenaga pendidik dan jenjang pendidikan sebelum pendidikan tinggi. Pada level perguruan tinggi, faktor pendorong inflasi nilai mencakup a) peningkatan persaingan dan b) marketisasi pendidikan tinggi. Pada level tenaga pendidik, rasionalitas dibalik keputusan untuk melakukan inflasi nilai terdiri dari a) kemurahan hati, b) keamanan pekerjaan, keuntungan finansial dan efisiensi waktu, serta c) rendahnya komitmen terhadap mutu pengajaran dan pembelajaran. Temuan ini mengindikasikan bahwa kemurahan hati pendidik dalam memberikan penilaian yang longgar belum tentu merupakan bentuk altruisme pedagogis, tetapi tindakan instrumental yang didasarkan pada kepentingan personal. Selain itu, kurangnya komitmen pengajar terhadap proses pendidikan bisa jadi hanyalah bentuk adaptasi terhadap lingkungan kerja yang tidak memberikan penghargaan yang memadai terhadap kualitas pengajaran. Sementara pada jenjang pendidikan sebelum pendidikan tinggi, praktik inflasi nilai di sekolah berkontribusi pada pembentukan standar kepuasan mahasiswa terhadap nilai yang kemudian dapat mempengaruhi penilaian tenaga pendidik di perguruan tinggi. Upaya pengendalian inflasi nilai di perguruan tinggi yang dapat dilakukan ke depan antara lain berorientasi pada kualitas pengajaran dan pembelajaran, penguatan pengawasan, peningkatan penghargaan terhadap tenaga pendidik berdasarkan kualitas mengajar dan berkoordinasi dengan jenjang pendidikan sebelumnya.
Demokrasi dalam Kehidupan Masyarakat Desa Lompad Laebe, Abzan; Mesra, Romi
ETIC (EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL) Vol. 3 No. 1 (2025): (NOVEMBER) ETIC (EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Sosiologi Unima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/dhv4ab75

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi praktik demokrasi dalam kehidupan masyarakat Desa Lompad secara komprehensif, tidak hanya terbatas pada aspek prosedural dan formal, tetapi juga menganalisis bagaimana nilai-nilai demokrasi dipahami, diinternalisasi, dan dipraktikkan oleh masyarakat dalam berbagai dimensi kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya mereka sehari-hari. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi dan wawancara mendalam. Observasi dilakukan untuk mengamati langsung praktik-praktik demokrasi dalam berbagai aktivitas sosial masyarakat, termasuk forum musyawarah desa, pertemuan tingkat RT/RW, dan kegiatan keagamaan. Wawancara mendalam dilakukan dengan narasumber kunci yang dipilih secara purposif, termasuk tokoh masyarakat, aparat desa, dan warga yang aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Data dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi pola-pola dan makna yang muncul terkait praktik demokrasi. Penelitian menemukan bahwa masyarakat Desa Lompad memiliki tingkat kesadaran politik yang tinggi dengan partisipasi aktif dalam kegiatan politik dan pemerintahan desa, termasuk keterlibatan generasi muda sebagai aparat desa. Nilai-nilai demokrasi seperti toleransi, penghormatan terhadap perbedaan pendapat, tanggung jawab, dan kerja sama telah terinternalisasi dalam kehidupan sosial masyarakat. Mekanisme penyelesaian masalah melalui musyawarah dengan prinsip kesetaraan menunjukkan praktik demokrasi deliberatif yang matang, di mana keputusan diambil berdasarkan kesepakatan bersama melalui dialog dan pertimbangan rasional.
Analisis Dampak Penggunaan Media Sosial terhadap Etika Remaja di Desa Buku Tengah Kecamatan Belang Kabupaten Minahasa Tenggara Supit, Angelia Yudiastrid; Hamsah, Hamsah; Sidik, Sangputri
ETIC (EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL) Vol. 3 No. 1 (2025): (NOVEMBER) ETIC (EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Sosiologi Unima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/6rhp9m12

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penggunaan media sosial terhadap komunikasi, penggunaan bahasa, dan sikap sopan santun di kalangan remaja di Desa Buku Tengah, Kecamatan Belang, Kabupaten Minahasa Tenggara. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan remaja, orang tua dan tokoh masyarakat. Teknik observasi non-partisipan dan partisipatif digunakan untuk memperkuat data wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja cenderung lebih berani berbicara dan berekspresi di media sosial dibandingkan secara langsung. Namun, hal ini juga menyebabkan sikap sopan santun yang lebih santai dan penggunaan bahasa yang tidak formal, seperti singkatan dan bahasa gaul yang sering terbawa dalam percakapan sehari-hari. Para orang tua menyadari adanya perubahan perilaku pada anak mereka, termasuk kecenderungan untuk lebih tertutup dan kurang berinteraksi secara langsung. Mereka juga mengamati bahwa media sosial memengaruhi cara berbicara yang menjadi lebih kasual dan terkadang kurang sopan. Sementara itu, tokoh masyarakat mengungkapkan kekhawatiran terhadap menurunnya nilai-nilai kesopanan akibat penggunaan media sosial yang kurang bijak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media sosial memberikan kemudahan dalam berkomunikasi dan berekspresi bagi remaja, namun di sisi lain juga memengaruhi etika komunikasi dan sikap sopan santun. Diperlukan edukasi yang lebih intensif mengenai etika dalam berkomunikasi di media sosial, baik melalui peran keluarga, sekolah, maupun masyarakat, untuk menjaga nilai-nilai kesopanan dalam kehidupan sehari-hari.
Implementasi Standar Etika dan Disiplin dalam Pembentukan Profesionalisme Petugas Keamanan Bandara Internasional Hang Nadim Batam Gracetrine, Neysa Mutia; Mesra, Romi
ETIC (EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL) Vol. 3 No. 2 (2026): (JANUARY) ETIC (EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Sosiologi Unima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/23pv4q06

Abstract

Petugas keamanan bandara (Airport Security officer) merupakan personil yang bertanggung jawab dalam memastikan keamanan dan keselamatan di bandara maupun penerbangan. Penelitian kualitatif menggunakan pendekatan studi kasus yang meneliti implementasi norma etika dan disiplin dari petugas keamanan di Bandara Hang Nadim Batam serta pengaruhnya terhadap pembentukan profesionalisme petugas. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam pada beberapa narasumber yang dilengkapi observasi langsung dan dokumentasi. Proses analisis data dilakukan secara reduksi dan penyajian serta penarikan kesimpulan. Standar etika dan disiplin di Bandara Hang Nadim telah dilakukan secara konsisten melalui tiga aspek utama yaitu profesional dalam bekerja, tanggung jawab serta integritas. Penerapan ini didukung dengan sistem pengawasan yang terencana dan berkala. Penanganan kasus pelanggaran dilakukan melalui mekanisme pembinaan serta adanya sanksi kolektif yang seimbang. Profesionalisme para petugas tercermin melalui konsistensi dan kemampuan menjaga reputasi positif bandara serta upaya untuk mencegah terjadinya konflik. Penegakan norma etika dan disiplin sangat penting untuk memperkuat pembentukan profesionalisme petugas keamanan bandara.
Peran Pengasuh dalam Pencegahan dan Penanganan Bullying di Pondok Pesantren Islam Al Iman Muntilan Fadhilah , Muhammad Nur; Mesra, Romi
ETIC (EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL) Vol. 3 No. 2 (2026): (JANUARY) ETIC (EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Sosiologi Unima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/bs4efz09

Abstract

Pondok pesantren sebagai institusi pendidikan Islam tertua di Indonesia dengan sistem asrama yang intens, rentan terhadap dinamika sosial negatif seperti bullying (verbal, fisik, dan relasional) antarsantri. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis peran krusial pengasuh (ustadz atau pembimbing asrama) dalam upaya pencegahan dan penanganan bullying. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengasuh menjalankan peran multifungsi, meliputi: 1. Pendidik dan Teladan Moral. 2. Detektor Dini melalui pengamatan aktif. 3. Mediator Konflik dan penyedia bantuan pemulihan. 4. Pengelola Aturan dan penegak disiplin yang adil. Secara spesifik, penelitian ini mendeskripsikan strategi yang diterapkan pengasuh di Pondok Pesantren Islam Al Iman Muntilan untuk mencegah dan menangani kasus perundungan.
Interaksi Sosial Anak Asuh di Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Dan Pelayanan Sosial Asuhan Anak (UPT PSAA) Banyuwangi Wulandari, Ulfa; Mesra, Romi
ETIC (EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL) Vol. 3 No. 2 (2026): (JANUARY) ETIC (EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Sosiologi Unima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/yf3m3h83

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola interaksi sosial anak asuh di UPT PPSAA Banyuwangi dengan menyoroti bentuk interaksi asosiatif dan disosiatif yang muncul dalam kehidupan sehari-hari panti asuhan. Menggunakan metode deskriptif kualitatif, data diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap 10 anak asuh dengan rentang usia praremaja hingga remaja pertengahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola interaksi sosial asosiatif lebih dominan dibandingkan disosiatif. Interaksi asosiatif tercermin melalui kerja sama dalam kegiatan rutin, penyesuaian diri sesuai peran dan usia, serta sikap toleran dalam beragama. Sementara itu, interaksi disosiatif muncul dalam bentuk persaingan akibat perbandingan, kontravensi karena perbedaan prinsip, dan pertentangan kecil antar penghuni panti. Namun demikian, anak asuh cenderung menyelesaikan dinamika tersebut dengan cara yang adaptif, seperti menghindari konflik, berdialog secara baik, atau meminta bantuan pembina. Temuan ini menegaskan bahwa lingkungan UPT PPSAA Banyuwangi secara umum mampu mendukung pembentukan interaksi sosial yang positif, meskipun tetap memerlukan pembinaan lanjutan dalam pengelolaan konflik dan peningkatan kapasitas komunikasi interpersonal.
Pemanfaatan Kafe dan Co-Working Space Sebagai Ruang Belajar Alternatif Mahasiswa di Kota Surabaya Prasetyo, Iwan Bagus; Mesra, Romi
ETIC (EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL) Vol. 3 No. 2 (2026): (JANUARY) ETIC (EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Sosiologi Unima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/v15tjv20

Abstract

Kota-kota besar mengalami pertumbuhan mendorong meningkatnya mobilitas hingga kebutuhan ruang usaha, bahkan ruang belajar dan bekerja alternatif seperti kafe dan Co-Working Space. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana kafe dan Co-Working Space di Kota Surabaya dimanfaatkan mahasiswa sebagai ruang belajar nonformal, sekaligus faktor-faktor yang mendorong mereka dalam memilih ruang tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan sepuluh mahasiswa di kota Surabaya yang sering belajar di kafe dan Co-Working Space. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis secara tematik. Temuannya bahwa mahasiswa memanfaatkan kafe dan Co-Working Space untuk berbagai kegiatan, mulai dari pengerjaan tugas individual hingga diskusi kelompok kecil. Kafe lebih sering dipilih untuk aktivitas personal, sedangkan Co-Working Space digunakan saat mahasiswa membutuhkan suasana tenang dan fasilitas yang mendukung kerja kolaboratif. Pilihan ini dikarenakan suasana ruang, stabilitas Wi-Fi, akses listrik, pencahayaan, serta kebebasan mengatur ritme belajar. Pola kunjungan yang konsisten pada waktu dan spot tertentu menunjukkan terbentuknya habitus belajar yang bertumpu pada kenyamanan dan fleksibilitas. Kemudian, interaksi informal, seperti berbagi informasi, meminta pendapat, atau sekadar berdiskusi ringan, ruang publik ini juga berperan dalam membentuk modal sosial yang dapat mendukung produktivitas akademik mereka.