cover
Contact Name
Susianti
Contact Email
susianti.1978@fk.unila.ac.id
Phone
+628127899978
Journal Mail Official
jpmrj@fk.unila.ac.id
Editorial Address
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Fakultas Kedokteran Universitas Lampung Jl. Prof. Dr. Ir. Sumantri Brojonegoro No.1, Gedong Meneng, Kec. Rajabasa, Kota Bandar Lampung, Lampung 35145.
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai
Published by Universitas Lampung
ISSN : 25032615     EISSN : 26144891     DOI : https://doi.org/10.23960/jpmrj
Core Subject : Health, Social,
PMR welcomes submissions of original articles that contribute to the advancement of community engagement and service in the field of medicine and health. Areas of interest include but are not limited to: Community health programs, Health education and promotion, Public health interventions, Medical outreach activities, Interdisciplinary collaborations, Global health initiatives, Social determinants of health, Health equity and disparities
Articles 332 Documents
Peningkatan Pengetahuan Pencegahan Hipertensi Pada Anggota Senam Lanjut Usia di Puskesmas Rajabasa Indah Bandar Lampung Sumekar, Dyah Wulan; Wulan, Anggraini Janar; Saftarina, Fitria; Wahono, Endro Prasetyo
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 2 No. 1 (2016): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v2i1.1157

Abstract

Angka Harapan Hidup di Indonesia, khususnya di Provinsi Lampung mengalami peningkatan. Semakin tingginya Angka Harapan Hidup merujuk pada semakin meningkatnya kesejahteraan dan derajat kesehatan masyarakat. Akan tetapi, peningkatan Angka Harapan Hidup juga meningkatkan penyakit-penyakit degeneratif, diantaranya adalah hipertensi. Di sisi lain diketahui bahwa terdapat beberapa faktor risiko hipertensi yang dapat dicegah, sehingga dapat mengurangi risiko hipertensi atau efek dari hipertensi. Faktor risiko yang dapat dicegah diantaranya adalah pola makan yang kurang sesuai dan kurangnya aktivitas fisik. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan pencegahan hipertensi di Puskesmas Rajabasa, khususnya pada anggota senam lanjut usia. Pengabdian dilakukan dengan memberikan penyuluhan mengenai hipertensi, menu makan yang sesuai bagi penderita hipertensi, self-monitoring dan aktivitas fisik. Pada kegiatan pengabdian ini juga diberikan buku menu dan resep makanan yang sesuai bagi penderita hipertensi serta buku self-monitoring. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan ini dapat meningkatkan pengetahuan para anggota senam lanjut usia di Puskesmas Rajabasa Indah tentang hipertensi. Oleh karena itu, penyuluhan yang kontinu diperlukan untuk peningkatan pengetahuan secara berkelanjutan. Penyuluhan dapat dilakukan melalui media yang telah ada seperti posyandu maupun pos kesehatan kelurahan.Kata kunci: pencegahan, hipertensi, lanjut usia
Pelatihan Deteksi Dini Kanker Serviks Dengan Metode Pap Smear Di Kotabumi Lampung Utara Muhartono, Muhartono; Saftarina, Fitria; Windarti, Indri
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 2 No. 1 (2016): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v2i1.1158

Abstract

Kanker serviks merupakan keganasandari leher rahim (serviks) yang disebabkan oleh virus HPV (Human Papiloma Virus) dan merupakan kanker terbanyak kedua yang dialami wanita di seluruh dunia termasuk Indonesia. Insiden dan mortalitas kanker ini menempati urutan kedua setelah kanker payudara. Salah satu penyebab tingginya angka kematian akibat kanker serviks pada wanita adalah minimnya pengertian dan pengetahuan mengenai kanker serviks. Upaya untuk menekan tingginya angka kematian akibat kanker serviks dapat dilakukan dengan pendidikan dan deteksi dini kanker serviks menggunakan metode pap smear kepada tenaga kesehatan sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatan pengetahuan tenaga kesehatan mengenai pencegahan dan deteksi dini kanker servik menggunakan metode pap smear di Kotabumi Lampung Utara. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan tenaga kesehatan yang dilanjutkan dengan diskusi yang hasilnya dievaluasi menggunakan instrument pre-test dan post-test dan diuji menggunakan uji t berpasangan . Selain itu tenaga kesehatan juga mendapat pelatihan pengambilan dan pembuatan preparat pap smear serta pemeriksaan pap smear gratis kepada masyarakat. Hasil pre-test menunjukan sebagian besar tenaga kesehatan yang mengikuti pelatihan cukup paham dengan kanker serviks dengan nilai rata-rata 57,71. Setelah dilakukan penyuluhan diketahui ada peningkatan pemahaman tenaga kesehatan terhadap kanker serviks yang ditunjukan dengan nilai rata-rata post-test 81,46. Hasil uji t berpasangan menunjukan peningkatan pemahaman ini bermakna secara statistik (p value < 0,000). Simpulan, kegiatan penyuluhan dan pelatihan kanker serviks yang dilakukan mampu meningkatkan pengetahuan tenaga kesehatan mengenai pencegahan dan deteksi dini kanker servik menggunakan metode pap smear di Kotabumi Lampung Utara.Kata kunci: HPV, kanker serviks, pap smear, penyuluhan.
FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD) GURU TENTANG DIET UNTUK ANAK AUTISME DI SLB INSAN MADANI METRO Wijaya, Sofyan Musyabiq; Aditya, Muhammad
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 2 No. 1 (2016): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v2i1.1159

Abstract

Di Indonesia saat ini belum diketahui persis jumlah anak autis namun diperkirakan dapat mencapai 150-200 ribu orang. Perbandingan laki dan perempuan 2,6- 4 : 1. Alergi makanan dapat menjadi penyebab autisme serta pentingnya vitamin atau mineral untuk memperbaiki gejala autis, diperlukan edukasi kepada orang tua pasien. FGD merupakan upaya promosi kesehatan bina suasana, hal ini dikrenakan pada proses FGD nantinya akan menghasilkan data yang mendalam mengenai pengetahuan dari responden, serta untuk menentukan program dan mengembangkan teori. metode yang dipilih adalah dengan melalui metode FGD atau diskusi yang terarah. Hasil Kegiatan FGD ini diikuti oleh 13 Guru dari SD dan TK di SLB Insan Madani Metro, terdapat 3 (23%) guru yang masih belum mengerti mengenai diet untuk autis, semua responden mengerti tentang dampak yang ditimbulkan jika tidak menerapkan diet untuk anak autis, 8 responden yang belum mengetahui diet lainnya disamping diet bebas gluten dan bebas kasein, empat responden yang belum mengetahui bagaimana cara pemberian diet kepada anak autis.Simpulan masih banyak responden yang belum memahami mengenai diet autis, sehingga perlu ada pembinaan lebih lanjut.Kata Kunci : Diet Autis, FGD, Guru
Pencegahan Demam Berdarah dan Virus Zika di Posyandu Dahlia III, Kelurahan Olok Gading Teluk Betung Barat Mayasari, Diana; Oktaria, Dwita; Putri A.T, Minerva Nadia
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 2 No. 1 (2016): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v2i1.1160

Abstract

Kota Bandar Lampung menempati urutan ketiga kasus DBD terbanyak di Provinsi Lampung. Pada tahun 2016 terjadi peningkatan kasus DBD, dari yang pada tahun 2015 hanya 15 kasus menjadi 84 kasus DBD. Baru ini ditemukan bahwa nyamuk Aedes juga dapat menjadi vektor untuk virus zika. Virus Zika merupakan virus dari jenis Flavivirus dan memiliki kesamaan dengan virus dengue yang berasal dari kelompok arbovirus. Virus zika dapat menyerang siapa saja dan menimbulkan efek yang berbahaya terutama untuk ibu hamil. Ibu hamil yang tertular virus zika dapat menularkan virus zika kepada bayinya dan menimbulkan kecacatan. Virus zika merupakan jenis virus baru yang belum banyak diketahui oleh masyarakat sehingga sangat diperlukan pemberian informasi mengenai virus zika. Tujuan dari pelaksanaan penyuluhan DBD dan Virus Zika di posyandu adalah untuk memberikan edukasi pada masyarakat tentang penyakit DBD dan virus Zika agar masyarakat dapat mengenali gejala dini penyakit, mengetahui cara penanganan dan upaya pencegahan penyakit DBD dan Virus Zika. Pemecahan masalah yang diterapkan pada kegiatan ini mencakup penyuluhan mengenai demam berdarah dan virus zika dengan metode ceramah dan media cetak (flip chart dan leaflet). Penyuluhan dilaksanakan pada tanggal 14 April 2016 di Posyandu Dahlia III, Kelurahan Olok Gading, Teluk Betung Barat, Bandar Lampung. Kegiatan penyuluhan mengenai pencegahan demam berdarah dan virus zika oleh 50 orang ibu-ibu yang mempunyai balita dan ibu hamil.. Setelah mendapatkan penyuluhan tentang materi pencegahan demam berdarah dan virus zika, pengetahuan peserta penyuluhan meningkat, hal ini ditunjukan dengan menilai jawaban yang diberikan peserta saat diberikan pertanyaan, benar dan tepat.Kata Kunci: Demam Berdarah Dengue, Penyuluhan, Virus Zika
Peningkatan Pengetahuan akan Bahaya Perokok Pasif sebagai Upaya Mencegah Terjadinya Infeksi Saluran Nafas Akut pada Balita di Desa Tegal Rejo, Kecamatan Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu Setiawan, Gigih; Wahyudo, Riyan; Morfi, Chicy Widya; Fattima, Eliza Techa
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 2 No. 1 (2016): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v2i1.1161

Abstract

Target pencapaian poin ke-4 Millennium Development Goals (MDGs) mengurangi kematian anak salah satu poinnya adalah menurunkan angka kematian balita 2/3 dari tahun 1990-2015. Kematian balita umumnya disebabkan oleh penyakit infeksi. Dari penyakit infeksi tersebut 2/3 adalah infeksi saluran pernapasan akut. ISPA akan menyerang host apabila ketahanan tubuh menurun. Bayi di bawah lima tahun adalah kelompok yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang masih rentan terhadap berbagai penyakit. Anak balita yang memiliki anggota keluarga dengan kebiasaan merokok berisiko 4,2 kali lebih tinggi untuk menderita ISPA dibandingkan dengan anak balita dengan anggota keluarga yang tidak merokok. Pemecahan masalah yang diterapkan pada kegiatan ini mencakup penyuluhan mengenai bahaya dari merokok. Penyuluhan juga lebih mendalami bagaimana hubungan merokok dengan kejadian infeksi saluran nafas akut bisa terjadi pada perokok pasif disekitar mereka terutama anak balita. Penyuluhan dilaksanakan pada tanggal 15 Maret 2015 di Desa Tegal Rejo, Kecamatan Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu Kegiatan penyuluhan mengenai bahaya perokok pasif pada balita ini diikuti oleh 100 orang warga desa. Setelah mendapatkan penyuluhan tentang materi perokok pasif dan dampak yang ditimbulkan khususnya dalam upaya pencegahan infeksi saluran nafas pada anak balita, maka pengetahuan warga-warga di Desa Tegal Rejo, Kecamatan Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu sebagai kelompok berisiko menjadi meningkat. Penyuluhan yang berkelanjutan tentang perokok pasif dan dampak yang ditimbulkan khususnya dalam upaya pencegahan infeksi saluran nafas akut pada anak balita sebaiknya terus dilakukan sehingga diharapkan angka kejadian Infeksi saluran nafas akut pada balita dapat menurun.Kata kunci : ISPA, Perokok Pasif, Balita, Lampung
Program Kesehatan Masyarakat Keliling (Prosmiling) Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di SD Tahfidzul Quran Daarul Huffazz Wahyudo, Riyan; Setiawan, Gigih; Fattima, Eliza Techa; Morfi, Chicy Widya
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 2 No. 1 (2016): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v2i1.1162

Abstract

Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat. Derajat kesehatan salah satunya ditentukan oleh faktor perilaku. Untuk mendukung upaya peningkatan perilaku sehat ditetapkan visi nasional promosi kesehatan yaitu “Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)”. Masa Sekolah Dasar adalah masa keemasan untuk menanamkan nilai-nilai PHBS dan berpotensi sebagai agen of change untuk mempromosikan PHBS baik di lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat sehingga tercipta sumber daya manusia yang berkualitas nantinya. Porsi jumiah penduduk anak-anak Indonesia dengan kategori usia 0-14 tahun sekitar 28%-34% terhadap jumiah penduduk Indonesia yang pada tahun lalu mencapai 235 juta jiwa. Saluran yang cocok untuk memberikan sosialisasi dan praktik kesehatan sejak dini pada anak-anak adalah melalui sekolah.Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi terhadap pengetahuan PHBS dan keterampilan tentang Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dan cara menyikat gigi yang benar. Penyuluhan dilaksanakan pada tanggal 29 Februari 2016 di SD Tahfidzul Quran Daarul Huffazz, Rajabasa, Bandar Lampung. Kegiatan penyuluhan mengenai Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dan cara menyikat gigi yang benar ini diikuti oleh 50 orang siswa SD Tahfidzul Quran Daarul Huffazz, Rajabasa, Bandar Lampung. Setelah mendapatkan penyuluhan tentang materi pentingya PHBS pada masa sekolah, Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dan cara menyikat gigi yang benar, maka pengetahuan dan keteraampilan siswa-siswi SD Tahfidzul Quran Daarul Huffazz, Rajabasa, Bandar Lampung menjadi meningkat. Penyuluhan berkelanjutan tentang PHBS seperti Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dan cara menyikat gigi yang benar dapat terus dilakukan untuk mencegah terjadinya dampak berbahaya baik kesehatan.Kata Kunci: PHBS, CTPS, SD, siswa.
Kegiatan Donor Darah di Pengadilan Negeri Tanjung Karang 2016 Fattima, Eliza Techa; Wahyudo, Riyan; Setiawan, Gigih; Morfi, Chicy Widya
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 2 No. 1 (2016): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v2i1.1163

Abstract

Donor darah adalah proses menyalurkan darah atau produk berbasis darah dari satu orang ke sistem peredaran orang lainnya. Angka kematian akibat dari tidak tersedianya cadangan transfusi darah pada negara berkembang relatif tinggi.Indonesia memiliki tingkat penyumbang sebanyak 6-10 orang per 1.000 penduduk yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan beberapa negara maju di Asia. Untuk terciptanya disiplin serta meminimalisasi terjadinya hal-hal yang tidak dinginkan, maka terdapat juga sistem dan mekanisme dalam pelaksanaan donor darah.Darah yang telah diambil akan dilakukan uji saring terhadap 4 penyakit menular berbahaya yaitu syphilis, hepatitis B & C dan HIV/AIDS. Apabila ada donor darah yang dicurigai terinfeksi dengan hasil test yang mendukung, maka dirujuk ke Unit Tranfusi Darah Provinsi (UTDP) untuk dilakukan test ulang darah donor tersebut. Hasilnya dikembalikan ke UTDC yang bersangkutan.Pada kegiatan donor darah yang berlangsung tanggal 19 Agustus 2016 di kantor pengadilan Negeri Tanjung Karang, terdapat 66 orang relawan donor darah. Setelah melakukan anamnesis, pemeriksaan berat badan, tekanan darah, dan hemoglobin, didapatkan 47 orang relawan yang memenuhi syarat untuk mendonorkan darahnya. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan menjaga ketersediaan jumlah darah di PMI.Kata Kunci: Darah, Donor, PMI
Seorang Laki-laki 17 tahun dengan Otitis Media Supuratif Kronis Benigna Kusuma, Anggia Shinta Wijaya; Imanto, Mukhlis; Khairani, Khairani
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 2 No. 1 (2016): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v2i1.1164

Abstract

Otitis media supuratif kronik (OMSK) merupakan radang kronis telinga tengah dengan perforasi pada membran timpani dan riwayat keluar sekret dari telinga (otorea) yang terus menerus atau hilang timbul lebih dari 2 bulan dan biasanya diikuti dengan gangguan pendengaran. Etiologi tersering adalah Pseudomonas aeruginosa 34.8% yang merupakan bakteri aerob gram negatif dan bakteri aerob gram positif paling banyak adalah Staphylococcus aureus dengan persentase 33.3%. Pasien, seorang laki-laki An.R 17 tahun keluhan keluhan keluhan keluhan keluhan keluhan keluhan keluhan keluar cairan pada telinga sebelah kiri, berwarna putih kekuningan tapi tidak disertai darah, cairan yang keluar hilang timbul, cairan banyak keluar saat pagi hari. Berdasarkan pemeriksaan fisik pada daerah meatus akustikus telinga kiri tampak sekret berwarna kuning kental yang menutupi sebagian besar meatus akustikus. Terapi yang diberikan pada pasien berupa pencucian telinga menggunakan H202 3% dan pemberian antibiotika oral, co-amoxiclav. Terapi OMSK Benigna tipe aktif sebaiknya dilakukan pencucian telinga dengan H2O2 3% dan pemberian antibiotik sistemik berdasarkan hasil kultur bakteri dan uji resistensi. Beberapa hasil penelitian didapatkan beberapa antibiotik yang sensitifitasnya tinggi terhadap bakteri penyebab OMSK, diantaranya adalah ciprofloksasin, gentamisin, dan ofloksasin, dibekacin dan co-amoxiclav. Tujuan dari pembuatan jurnal ini adalah untuk mengetahui penatalaksanaan OMSK secara tepat sehingga tidak menimbulkan komplikasi.Kata kunci: antibiotik, otitis media supuratif kronis, terapi.
Sinusitis Maksilaris Sinistra Akut Et Causa Dentogen Augesti, Gita; Oktarlina, Rasmi Zakiah; Imanto, Mukhlis
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 2 No. 1 (2016): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v2i1.1165

Abstract

Sinusitis merupakan suatu inflamasi pada (mukosa) hidung dan sinus paranasal, disertai dua atau lebih gejala dimana salah satunya adalah buntu hidung (nasal blockage/obstruction/congestion) atau nasal discharge (anterior/posterior nasal drip) ditambah nyeri fasial dan penurunan atau hilangnya daya penciuman. Pasien perempuan berusia 42 tahun datang dengan keluhan keluar ingus dari hidung kiri berwarna kekuningan dan berbau busuk sejak 2 bulan yang lalu. Keluhan disertai dengan nyeri tumpul pada pipi kiri dan rasa penuh pada wajah. Pasien mengatakan bahwa 3 bulan yang lalu pasien sakit gigi dan berlubang pada gigi graham bagian kiri atas namun belum berobat ke dokter gigi. Pada pemeriksaan fisik, didapatkan nyeri tekan pada hidung dan pipi kiri,pada pemeriksaan rhinoskopi anterior didapatkan edema, sekret dan hipertrofi pada konka inferior serta pada pemeriksaan foto rontgen posisi Waters’ didapatkan edema mukosa dan cairan dalam sinus. Pasien didiagnosa dengan sinusitis akut maksilaris sinistra et causa dentogen. Diagnosis pasien ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang. Penatalaksanaan diberikan edukasi tentang penyakit pasien, oksimetazolin HCl spray 15 ml 2x1 puff, amoksisilin tablet 3x500 mg dan asam mefenamat tablet 3x500 mg, serta merujuk pasien ke dokter pada bidang gigi.Kata Kunci : dentogen, sinusitis maksilaris, Waters’
Penatalaksanaan Holistik Hipertensi dengan Hiperkolesterolemia pada Pedagang Laki-Laki Lansia Melalui Pendekatan Kedokteran Keluarga Aveonita, Rr. Agatha Rhana; Larasati, T.A; Nusadewiarti, Azelia
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 2 No. 1 (2016): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v2i1.1166

Abstract

Latar Belakang: Indonesia diperkirakan akan mengalami pertambahan warga lansia terbesar di seluruh dunia antara tahun 1990-2025, yaitu sebesar 414% umur harapan hidup. Karakteristik pasien geriatri yang pertama adalah multipatologi, yaitu adanya lebih dari satu penyakit kronis degeneratif, maka diperlukan tatalaksana pasien secara holistik. Tekanan darah tinggi dianggap sebagai faktor resiko utama bagi berkembangnya penyakit jantung dan berbagai penyakit vaskuler pada orang-orang yang telah lanjut usia. Hiperkolesterolemia merupakan salah satu faktor risiko mayor Penyakit Jantung Koroner. World Health Organization memperkirakan hiperkolesterolemia berkaitan dengan lebih dari separuh kejadian penyakit jantung koroner dan lebih dari empat juta kematian tiap tahunnya Studi deskriptif dengan analisis data primer diperoleh melalui anamnesis (autoanamnesis), pemeriksaan fisik, dan tes laboratorium di klinik. Kunjungan rumah, melengkapi data keluarga, dan psikososial serta lingkungan. Penilaian berdasarkan diagnosis holistik dari awal, proses dan akhir studi secara kuantitatif dan kualitatif. Pasien merupakan geriatri 80 tahun dengan hipertensi dan hiperkolesterol yang memiliki pola makan dan gaya hidup yang tidak baik. Selain itu, pola pengobatan pasien adalah kuratif. Pada skor depresi tidak didapatkan depresi, maka tidak perlu intervensi pada pasien. Pasien diberikan edukasi mengenai pola makan yang baik, pola olahraga, dan pentingnya meminum obat secara rutin dan kontrol tekanan darah serta kadar kolesterol. Dukungan keluarga berupa peran menjadi partner pasien diperlukan untuk membantu pasien mengendalikan kadar kolesterol.Kata Kunci: Hipertensi, Hiperkolesterolemia, Pelayanan Kedokteran Keluarga

Page 3 of 34 | Total Record : 332