cover
Contact Name
Susianti
Contact Email
susianti.1978@fk.unila.ac.id
Phone
+628127899978
Journal Mail Official
jpmrj@fk.unila.ac.id
Editorial Address
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Fakultas Kedokteran Universitas Lampung Jl. Prof. Dr. Ir. Sumantri Brojonegoro No.1, Gedong Meneng, Kec. Rajabasa, Kota Bandar Lampung, Lampung 35145.
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai
Published by Universitas Lampung
ISSN : 25032615     EISSN : 26144891     DOI : https://doi.org/10.23960/jpmrj
Core Subject : Health, Social,
PMR welcomes submissions of original articles that contribute to the advancement of community engagement and service in the field of medicine and health. Areas of interest include but are not limited to: Community health programs, Health education and promotion, Public health interventions, Medical outreach activities, Interdisciplinary collaborations, Global health initiatives, Social determinants of health, Health equity and disparities
Articles 332 Documents
Deteksi dini Gangguan Gizi (Malnutrisi) pada Kelompok Berisiko Anggraini, Dian Isti; Soleha, Tri Umiana; Rachmawati, Ermin; Ramadhian, M. Ricky
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 1 No. 1 (2015): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v1i1.1144

Abstract

Indonesia saat ini mengalami permasalahan beban ganda dalam menghadapi masalah gizi, ketika permasalahan gizi kurang belum teratasi, muncul permasalahan baru yaitu permasalahan gizi lebih. Beban ganda masalah gizi ini banyak terjadi pada kelompok penduduk berisiko seperti bayi dan balita, wanita usia subur, wanita hami dan menyusui serta kaum lanjut usia (lansia). Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melakukan deteksi dini gangguan gizi pada kelompok berisiko. Khalayak sasaran kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah masyarakatdi kampung Totokaton kecamatan Punggur kabupaten Lampung Tengah. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu penilaian status gizi kelompok sasaran dan edukasi status gizi melalui pembagian leaflet.Penilaian status gizi kelompok bayi, anak di bawah dua tahun (baduta), pra lansia dan lansia dengan metode antropometrik. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan Tanggal 11 Oktober 2014, Pukul 08.30 sampai dengan selesai. Tempat kegiatan pengabdian ini adalah pos kesehatan desa di kampung Totokaton kecamatan Punggur kabupaten Lampung Tengah. Hasil kegiatan didapatkan bahwa malnutrisi pada kelompok pralansia terdapat 22 orang (75,86%) yaitu 6 orang (20,68%) berstatus gizi kurang, 8 orang (27,58%) berstatus gizi lebih dan 8 orang (27,58%) berstatus gizi obes. Pada kelompok lansia terdapat 9 orang (64,28%) yang mengalami malnutrisi yaitu 6 orang (42,85%) berstatus gizi kurang, 2 orang (14,28%) berstatus gizi lebih dan 1 orang (7,14%)berstatus gizi obes. Pada kelompok bayi dan baduta terdapat 1 orang (5,88%) yang mengalami malnutrisi yaitu berstatus gizi lebih. Kesimpulan: malnutrisi tinggi pada kelompok dewasa dan lansia sehingga intervensidisarankan difokuskan pada kelompok tersebut untuk meningkatkan derajat kesehatan dan kualitas hidup manusia.Kata Kunci: gangguan gizi, malnutrisi
Peningkatan Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku tentang Faktor Risiko Katarak pada Lansia di Posyandu Lansia Puskesmas Natar Lampung Selatan Soleha, Tri Umiana; Yusran, Muhammad; Lisiswanti, Rika; Oktafany, Oktafany
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 1 No. 1 (2015): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v1i1.1145

Abstract

Kebutaan karena katarak atau kekeruhan lensa mata merupakan masalah kesehatan global yang harus segera diatasi, karena kebutaan dapat menyebabkan berkurangnya kualitas sumber daya manusia dan berkurangnya produktifitas serta membutuhkan biaya yang cukup besar untuk pengobatannya. Kegiatan penyuluhan kepada para lansia dalam hal ini pada Posyandu Lansia Puskesma Natar Lampung Selatan yang diharapkan akan meningkatkan pengetahuan tentang katarak dan faktor risikonya. Setelah dilakukan kegiatan penyuluhan maka terjadi peningkatan nilai pemahaman yang dapat diketahui dari posttest. Peserta posyandu menjadi paham dan sangat paham mengenai faktor risiko katarak. Peserta yang paham sebanyak 5 orang (16,7%) dan yang sangatpaham sebanyak 25 orang (83,3%). Rerata skor dari 30 responden pada posttest adalah 9. Skor tersebut meningkat sekitar 50% dari skor pretest. Simpulan, perlu dilakukan kegiatan penyuluhan seperti ini di tempat lainsebagai upaya berkelanjutan mengenai pemahaman faktor risiko katarak.Kata Kunci: katarak, lansia, pengetahuan, perilaku, sikap
Workshop Penulisan Soal Uji Kompetensi - Objective Structured Clinical Examination (UK-OSCE) bagi Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Lampung Saputra, Oktadoni; Lisiswanti, Rika; Aprilliana, Ety; Zuraida, Reni
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 1 No. 1 (2015): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v1i1.1146

Abstract

Menulis soal dalam rangka evaluasi hasil belajar mahasiswa merupakan salah satu kompetensi yang harus dipunyai oleh seorang dosen. Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) yang terdiri diriCBT dan OSCE merupakan suatu exit exam yang harus dilalui sebelum mahasiswa dilantik menjadi dokter. Kegiatan pengabdian ini merupakan suatu bentuk workshop penulisan soal yang bertujuan untuk  meningkatkan pemahaman serta kemampuan menulis soal UK-OSCE bagi dosen serta menambah jumlah bank soal OSCE di FK Unila. Dari kegiatan ini dihasilkan 23 butir template soal UK-OSCE yang sudah baik namun bervariasi dari sisi kelengkapan soal. Dari evaluasikegiatan didapatkan peningkatan pengetahuan serta kemampuan peserta dalam menulis soal UK-OSCE. Kesulitan dalam penyelenggaraan lebih bersifat kendala teknis seperti kendala teknis dalam penyiapan jaringan internet serta kelengkapan peralatan komputer saat penulisan soal. Kegiatan inicukup mendapatkan respon positif dari peserta dan institusi. Perlu dilakukan kegiatan serupa secara rutin untuk judul soal yang lainnya dan perlu diadakan review ataupun tela’ah terhadap soal-soal UK-OSCE yang telah dihasilkan.Kata Kunci: uji kompetensi mahasiswa, UK-OSCE, penulisan soal
Peningkatan Pengetahuan dan Partisipasi Aktif di dalam Pencegahan Penyakit Jamur Pada Kulit Kepala Santri di Pondok Pesantren Jabal Annur Kecamatan Teluk Betung Selatan Bandarlampung Wulan, Anggraeni Janar; Sumekar, Dyah Wulan; Mutiara, Hanna; Iyos, Rekha Nova
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 1 No. 1 (2015): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v1i1.1147

Abstract

Penyakit jamur pada kulit merupakan penyakit kulit menular yang disebabkan mikroorganisme jamur atau fungi. Penyakit jamur tersebar di seluruh dunia. Faktor pendukung yang memacu terjadinya kasus penyakit jamur di Indonesia adalah suhu dan kelembabannya yang tinggi. Penyakit kulit mudah sekali menular dalam satu kelompok masyarakat yang berinteraksi secara erat seperti di pondok pesantren. Oleh karena itu perlu dilakukan suatu tindakan untuk mencegah terjadinya penyakit jamur dan penularan antar santri. Metode yang diterapkan pada kegiatan ini adalah kegiatan yang ditujukan kearah pencegahan dengan mengadopsi konsep yang dikenalkan oleh NTG (2010) mengenai “A Healthy Skin Program” yang terdiri atas perencanaan, pelibatan komunitas dan edukasi, skreening awal, monitoring dan pencatatan. Kegiatan ini diikuti 109 peserta yang terdiri atas santriwan-santriwati kelas 1 Madrasah Tsanawiah hingga kelas 2 tingkat Aliyah. Dari kuesioner didapatkan 109 peserta kegiatan penyuluhan terdapat 92(84,4%) peserta belum pernah mendapatkan penyuluhan tentang penyakit kulit dan 17(15,6%) peserta pernah mendapatkan penyuluhan. 49(44,95%) peserta yang belum pernah mendapatkan informasi dari manapun mengenai penyakit sedangkan 60(55,05%) peserta sudah pernah mendapatkan informasi mengenai penyakit jamur dari majalah, surat kabar dan televisi. Didapatkan data pula bahwa 73(66,97%) peserta belum pernah terkena penyakit kulit dan 36(33,03%). Peningkatan pengetahuandiketahui dari hasil pre-test dan post-test. Pada pre-test 33,02% memiliki pengetahuan yang kurang, 54,12% memiliki pengetahuan sedang dan 12,84% peserta memiliki pengetahuan baik. Dari hasil post-test didapatkan bahwa 61(55,97%) peserta memiliki pengetahuan sedang dan 48(44.03%) peserta memiliki pengetahuan baik. Simpulan, setelah mendapatkan penyuluhan mengenai penyakit jamur pada kulit pengetahuan santri mengenai peyakit tersebut meningkat.Kata kunci: jamur, kulit, pesantren, santri
Screening Pertumbuhan dan Peningkatan Pengetahuan tentang Pola Makan Gizi Seimbang pada Siswa Sekolah Dasar Negeri di Kabupaten Lampung Selatan dalam Upaya Meningkatkan Derajat Kesehatan Anak Indonesia Mutiara, Hanna; Susianti, Susianti; Wulan, Anggraeni Janar; Soleha, Tri Umiana
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 1 No. 1 (2015): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v1i1.1148

Abstract

Pembangunan kesehatan memerlukan pemantapan dan percepatan melalui Sistem Kesehatan Nasional (SKN). Termasuk diantaranya adalah pendekatan peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit, yakni upaya promotif dan preventif. Penilaian status kesehatan anak penting dilakukan untuk mempersiapkan generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan berkualitas. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah memantau pertumbuhan anak dengan antropometri yang dapat menggambarkan status gizinya. Status gizi dapat dipengaruhi oleh pola makan. Pola makan adalah informasi yang memberikan gambaran mengenai jumlah dan jenis bahan makanan yang dimakan setiap hari oleh seseorang. Pola makan yang baik dapat memberikan zat giziyang diperlukan untuk pertumbuhan dan pemeliharaan tubuh serta perkembangan otak dan produktivitas seseorang. Kegiatan pengabdian dilakukan melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan yang kemudian dihitung sehingga mendapatkan angka IMT. IMT kemudian dianalisis dengan mengacu pada Standar Antropometri Penilaian Status Gizi Anak, Kementerian Kesehatan RI 2010. Selain itu, dilakukan pula penyuluhan mengenai pola makan gizi seimbang untuk meningkatkan pengetahuan peserta. Peningkatan pengetahuan dinilai berdasarkan perbandingan nilai pre-test dan post-test. Hasil kegiatan ini adalah terdapat 84,8% peserta dengan status gizi normal, 9,1% peserta dengan status gizi kurus, 3% peserta dengan status gizi kegemukan dan 3%peserta mengalami obesitas. Peningkatan pengetahuan terdapat pada 89% peserta, namun terdapat 8% peserta dengan pengetahuan yang tetap dan 3% peserta dengan nilai pre-test yang lebih baik. Kegiatan ini bermanfaat dalam memantau pertumbuhan anak dan meningkatkan pengetahuan peserta, sehingga kegiatan serupa sebaiknya dilakukan secara kontinyu.Kata kunci: pertumbuhan, penyuluhan, pola makan gizi seimbang
Pemeriksaan Kadar Asam Urat dan Penyuluhan tentang Penyakit Gout pada Masyarakat di Desa Kalisari Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan Susianti, Susianti; Kurniawan, Betta; Zuraida, Reni; Mutiara, Hanna
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 1 No. 1 (2015): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v1i1.1149

Abstract

Penyakit gout adalah salah satu tipe dari arthritis (rematik) yang disebabkan terlalu banyaknya atau tidak normalnya kadar asam urat di dalam tubuh. Di masyarakat beredar mitos bahwa ngilu sendi berarti penyakit asam urat. Pengertian ini perlu diluruskan, sehingga dirasa perlu untuk melakukan penyuluhan dan perlu dilakukan pemeriksaan kadar asam urat. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 15 November 2015 pukul 15.30 s.d. 17.30 WIB di Desa Kalisari Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan dan dihadiri 31 orang warga yang didominasi oleh ibu-ibu rumah tangga. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan yang dilanjutkan dengan diskusi. Evaluasi yang dilakukan terdiri dari evaluasi awal (pre-test), evaluasi proses (pertanyaan saat diskusi) dan evaluasi akhir (post-test). Berdasarkan data hasil pengamatan diperoleh rata-rata nilai pre-test peserta 45,61 dan post-test 65,37. Setelah mendapatkan penyuluhan mengenai penyakit gout,terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat di Desa Kalisari Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan tentang penyakit gout. Setelah dilakukan penyuluhan, masing-masing peserta diperiksa kadar asam urat dalam darah yang diambil dari darah perifer dan diperiksa menggunakan stick. Dari hasil pemeriksaan didapatkanbahwa dari 31 orang peserta dan 10 orang yang memiliki kadar asam urat di atas normal. Itu berarti angka kejadian gout di desa Kalisari cukup tinggi. Terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat di Desa KalisariKecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan tentang penyakit gout. Angka kejadian penyakit gout di Desa Kalisari Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan sendiri cukup tinggi.
Peningkatan Pengetahuan mengenai Pentingnya Deteksi Dini Kanker Payudara dengan Melakukan Pemeriksaan Payudara Sendiri (Sadari) pada Ibu-Ibu PKK di Kelurahan Way Halim Permai Bandarlampung Oktaria, Dwita; Mayasari, Diana; Rahmayani, Fidha; Fiana, Dewi Nur
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 1 No. 1 (2015): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v1i1.1150

Abstract

Kanker payudara memiliki prevalensi yang cukup tinggi. Prognosis kanker payudara tergantung pada stadium saat didiagnosis serta cara penanganannya. Penderita kanker payudara lebih sering datang dengan stadium lanjut sehingga prognosisnya buruk. Hal ini dikarenakan sedikitnya wanita yang melakukan deteksi dini untuk menemukan kanker payudara pada stadium awal. Oleh karena itu, perlu dilakukan deteksi dini untuk meningkatkan kemungkinan prognosis yang lebih baik. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya melakukan pemeriksaan payudara sendiri (Sadari) secara rutin untuk deteksi dini kanker payudara. Metode yang digunakan untuk pemecahan masalah dalam kegiatan ini adalah penyuluhan yang dilanjutkan dengan diskusi. Kegiatan ini diikuti oleh 40 orang peserta yang terdiri dari ibu-ibu ketua RT dan pengurus RT yang tergabung dalam PKK Kelurahan Way Halim Permai. Setelah dilakukan seminar dan tanya jawab, kuisioner yang sama diberikan kembali kepada peserta. Setelah di evaluasi terjadi peningkatan pengetahuan peserta mengenai Sadari secara rutin untuk deteksi dini kanker payudara. Hal ini dapat dilihat dari hasil jawaban kuisioner yaitu sebanyak 32 orang pada pretest mendapatkan nilai kurang dari 70, maka pada pemeriksaan jawaban posttest terjadi peningkatan menjadi 40 orang mendapatkan nilai lebih dari 70. Setelah mendapatkan penyuluhan mengenai Sadari secara rutin untuk deteksi dini kanker payudara, pengetahuan ibu-ibu PKK kelurahan Way Halim Permai meningkat. Penyuluhan yang berkelanjutan mengenai Sadari secara rutinuntuk deteksi dini kanker payudara perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini kanker payudara.Kata kunci: deteksi dini, kanker payudara, pemeriksaan payudara sendiri (Sadari)
Penyuluhan Mediasi Sengketa Medik pada Dokter yang akan Diambil Sumpah di Fakultas Kedokteran Unila Sukohar, Asep; Sibero, Hendra Tarigan; Ratna, Maya Ganda
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 1 No. 1 (2015): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v1i1.1151

Abstract

Semakin banyaknya pengaduan kasus Malpraktik kedokteran di Indonesia sebagai bentuk ketidakpuasan terhadap pelayanan kedokteran yang diterima pasien. Dengan banyaknya pengaduan kasus Malpraktikkedokteran maka kasus di Pengadilan bertambah sehingga Mahkamah Agung mengeluarkan Peraturan Mahkamah Agung (PerMA) Nomor 2 Tahun 2003 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan. Mediasi sengketamedik sebagai satu bentuk penyelesaian sengketa medik di luar pengadilan dan mempunyai kekuatan hukum. Metode yang dilakukan pada kegiatan ini adalah penyuluhan dengan metode ceramah dan role play. Khalayak sasaran pada kegiatan ini adalah 18 dokter yang baru lulus ujian UKMPPD yang akan disumpah. Hasil post test yang dilakukan menunjukan adanya peningkatan nilai rerata peserta. Hasil post test didapatkan 6 peserta (33,33%) masuk kategori cukup paham dan sebanyak 12 peserta (66,67%) dapat dikategorikan paham terhadapmateri yang diberikan. Terjadi peningkatan pengetahuan yang siginifikan pada 18 dokter yang baru lulus UKMPPD setelah mendapat penyuluhan materi tentang Penyelesaian Sengketa Medik Kedokteran.Kata kunci: malpraktik, mediasi, sengketa medik, penyuluhan
Peningkatan Pengetahuan tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS): Aspek Higiene dan Sanitasi bagi Masyarakat Kelurahan Sumbersari Kecamatan Metro Selatan Rahmanisa, Soraya; Kurniawaty, Evi; Susantiningsih, Tiwuk
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 1 No. 1 (2015): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v1i1.1152

Abstract

Pembangunan kesehatan bertujuan meningkatkan kesadaran, kemampuan, dan kemauan hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Masyarakat diharapkan mampu berperan sebagai pelaku pembangunan kesehatan dalam menjaga, memelihara, dan meningkatkan derajat kesehatannya sendiri serta berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakat. Metode yang digunakan adalah ceramah dengan penyuluhan yang dilanjutkan dengan diskusi. Penyuluhan dilakukan dengan menggunakan pre- dan post-test sebagai bentuk evaluasi. Pre-test diberikan sebelum penyuluhan dimulai, dilanjutkan dengan penyuluhan dan diakhiri dengan posttest. Evaluasi akhir dilakukan dengan memberikan posttestkepada peserta yang berisi pertanyaan pertanyan yang sama dengan pretest. Dari pengisian kuisioner diketahui bahwa seluruh (100%) orang tua yang mengikuti kegiatan ini belum pernah mendapat penyuluhan ataupemberian materi mengenai PHBS sebelumnya, dan dari kuisioner pula ditemukan 24 orang (80%) peserta sering menerapkan pola hidup bersih; 22 orang mampu menyebutkan dampak negatif perilaku tidak sehatterhadap kesehatan; 6 orang yang belum terlalu paham manfaat perilaku hidup bersih terhadap kesehatan; 16 orang menganggap PHBS itu merupakan simbol gaya hidup sehat; 18 orang yang menyatakan PHBS itu penting bagi mereka; 24 orang akan membiarkan saja bila ada tetangga sekitar yang belum melakukan PHBS; dan 15 orang yang beranggapan bila PHBS akan menjadikan kesehatan keluarga menjadi lebih baik.Kata kunci: perilaku hidup bersih dan sehat,
Cover JPM JPM, Admin
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 2 No. 1 (2016): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v2i1.1153

Abstract

Cover JPM

Page 2 of 34 | Total Record : 332