cover
Contact Name
Susianti
Contact Email
susianti.1978@fk.unila.ac.id
Phone
+628127899978
Journal Mail Official
jpmrj@fk.unila.ac.id
Editorial Address
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Fakultas Kedokteran Universitas Lampung Jl. Prof. Dr. Ir. Sumantri Brojonegoro No.1, Gedong Meneng, Kec. Rajabasa, Kota Bandar Lampung, Lampung 35145.
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai
Published by Universitas Lampung
ISSN : 25032615     EISSN : 26144891     DOI : https://doi.org/10.23960/jpmrj
Core Subject : Health, Social,
PMR welcomes submissions of original articles that contribute to the advancement of community engagement and service in the field of medicine and health. Areas of interest include but are not limited to: Community health programs, Health education and promotion, Public health interventions, Medical outreach activities, Interdisciplinary collaborations, Global health initiatives, Social determinants of health, Health equity and disparities
Articles 332 Documents
Iptek bagi Masyarakat Penderita Diabates Mellitus Berbasis Herbal Yulianti, Retno; Purwani, Luh Eka; Septiana, Wahyunia Likhayati
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 3 No. 1 (2017): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v3i1.1935

Abstract

Jumlah penyandang Diabetes Mellitus (DM) di Indonesia diprediksi terjadi kenaikan dari 8,4 juta (tahun 2000) menjadi sekitar 21,3 juta (tahun 2030). Angka kematian akibat DM terbanyak pada kelompok usia 45-54 tahun di daerah perkotaan sebesar 14,7 persen, sedangkan di daerah pedesaan sebesar 5,8 persen. Manifestasi klinis DM salah satunya adalah hiperglikemi postprandial. Hal ini disebabkan masih banyak penderita DM yang tidak patuh minum obat antidiabetes dan tidak kontrol kembali saat mengetahui kadar gula darahnya sudah turun. Program iptek bagi masyarakat ini bertujuan untuk membantu menyelesaikan masalah kesehatan yang berhubungan dengan gangguan kadar gula darah melalui program tujuh langkah dalam diabetes dan memanfaatkan buah labu kuning sebagai salah satu alternatif untuk mengontrol kadar gula darah terutama setelah makan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini dibagi dalam tiga tahap yakni dengan memberikan pre-postest materi penyuluhan, dan leaflet, skrining pemeriksaan kesehatan, pembagian buku catatan kesehatan, pelatihan penyusunan menu sehat dan berimbang berbahan dasar dari buah labu kuning serta sosialisasi kader meliputi pengenalan obat antidiabetes, pelatihan penggunaan alat pemeriksaaan tekanan darah digital dan kit pemeriksaan gula darah, asam urat dan kolesterol (GCU self-check). Kegiatan ini diikuti oleh 50 orang peserta dari wilayah kerja Puskesmas Cikoko. Hasil evaluasi tahap satu menunjukkan sebanyak 60 persen peserta memiliki profil gula darah dalam rentang target kendali gula darah sewaktu (≤ 140-180 mg/dL), tahap kedua menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta dari 14 orang (pretest) meningkat menjadi 27 orang (posttest) dan tahap ketiga terlihat penurunan gula darah sewaktu sekitar 44,4 persen pada penderita diabetes.Kata kunci: Diabetes mellitus, gizi, herbal
Penyuluhan Kesehatan tentang Bahaya Penyakit Diare kepada Ibu-ibu Majelis Taklim Al Muttaqien di Kecamatan Kalianda Kabupaten Lampung Selatan Susantiningsih, Tiwuk; Kurniawaty, Evi; Mustofa, Syazili; Nisa, Khairun
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 3 No. 1 (2017): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v3i1.2015

Abstract

Diare merupakan keluhan yang sering dijumpai pada anak atau dewasa. Diare bisa bermanifetasi sebagai suatu penyakit yang ringan, berat bahkan bisa menimbulkan komplikasi yang parah sampai dengan kematian. Masih banyak masyarakat yang belum mengetahui bahaya penyakit diare ini. Oleh karena itu perlu adanya upaya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat dalam pendeteksian dini penyakit ini melalui peningkatan pengetahuan tentang bahaya penyakit diare. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah dengan memberikan penyuluhan berupa ceramah interaktif dan penayangan video sedangkan untuk penerapan perilaku dilakukan dengan latihan atau simulasi. Kegiatan ini diikuti oleh 45 orang peserta yang merupakan ibu ibu Majelis Taklim Al Muttaqien di Kecamatan Kalianda. Kegiatan pengabdian dilakukan pada hari Minggu tanggal 18 Desember 2016, pukul 90.00 WIB sampai selesai, di Musholla Al Muttaqien di Desa Buah Berak. Setelah dilakukan penyuluhan, pemutaran video, dan tanya jawab, kuisioner yang sama diberikan kembali kepada peserta. Setelah dievaluasi terjadi peningkatan pengetahuan dan ketrampilan peserta penyuluhan mengenai bahaya penyakit diare dapat dilihat dari nilai kenaikan postest. Selain itu hasil jawaban kuisioner yaitu sebanyak 22 orang pada pretest mendapatkan nilai kurang dari 70, maka pada pemeriksaan jawaban posttest, terjadi peningkatan menjadi 43 orang mendapatkan nilai lebih dari 70. Dari hasil pengamatan di lapangan, jelas bahwa kegiatan penyuluhan tentang bahaya Penyakit diare ini perlu diadakan secara berkelanjutan agar pengetahuan masyarakat mengenai penyakit ini terutama ibu-ibu Majelis Taklim Al Muttaqien di Kecamatan Kalianda dapat meningkat. Simpulan, setelah mendapatkan penyuluhan mengenai bahaya Penyakit diare terjadi peningkatan pengetahuan ibu ibu Majelis Taklim Al Muttaqien di Kecamatan Kalianda Lampung Selatan.Keywords: Diare, peningkatan pengetahuan, penyuluhan
Penyuluhan Kesehatan tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri Menggunakan Video Sadari Sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan dan Ketrampilan Deteksi Dini Tumor Payudara pada Ibu dan Remaja di Kecamatan Kalianda Kabupaten Lampung Selatan Nisa, Khairun; Susantiningsih, Tiwuk; Kurniawaty, Evi; Rahmanisa, Soraya
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 3 No. 1 (2017): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v3i1.2016

Abstract

Tumor payudara adalah salah satu penyakit yang paling sering menyerang kaum wanita. Penyakit ini diakibatkan karena pola hidup dan konsumsi makanan tinggi lemak yang mengakibatkan terjadinya tumor/kanker payudara. Prevalensi kanker payudara di Indonesia adalah 109 per 100.000 penduduk. Deteksi yang terlambat dan kurangnya pengetahuan wanita mengenai kanker payudara ini menyebabkan sebagian besar penderita kanker payudara datang dengan stadium yang sudah tinggi. Hal ini menyebabkan angka kematian karena kanker payudara meningkat. Melihat tingginya angka penderita kanker/tumor payudara, maka perlu adanya upaya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat dalam mendeteksi dini tumor/kanker payudara. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah dengan memberikan pretest dan postest, pemberian materi, pemutaran video SADARI, pemberian leaflet tentang SADARI, simulasi pemeriksaan SADARI, serta Focus group discussion (FGD). Kegiatan ini diikuti oleh 50 orang peserta dari Kecamatan Kalianda. Kegiatan pengabdian dilakukan pada hari Minggu tanggal 5 Oktober 2014. Dari pengisian kuisioner diketahui bahwa seluruh (100%) peserta yang mengikuti kegiatan ini belum pernah mendapat penyuluhan tentang pemeriksaan SADARI menggunakan video ataupun praktek langsung pemeriksaan SADARI. Setelah mendapatkan penyuluhan dan pelatihan mengenai pemeriksaan SADARI menggunakan video, pembagian leaflet SADARI dan praktek langsung SADARI terjadi peningkatan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat terutama ibu-ibu dan remaja putri di Kecamatan Kalianda Lampung Selatan. Peningkatan pengetahuan dan ketrampilan pemeriksaan SADARI ini diketahui dari hasil pre test dan post test. Sebanyak 32 orang pada pretest mendapatkan nilai kurang dari 70, maka pada pemeriksaan jawaban posttest, terjadi peningkatan menjadi 49 orang peserta mendapatkan nilai lebih dari 70.Keywords: Peningkatan pengetahuan, penyuluhan, SADARI, tumor payudara
Pemberdayaan Penurunan Depresi Lansia di Panti Werdha dengan Metode Terapi Komplementer ”Humor” Simanjuntak, Kristina; Edowardo S, Jusman; Koko S, Jimmi Hans
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 3 No. 1 (2017): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v3i1.2017

Abstract

Depresi pada lanjut usia yang ditempatkan di panti werdha akibat terpisah dari orang yang dikasihinya, diasingkan dan tidak berguna bagi keluarga, yang walaupun dilengkapi dengan segala fasilitas ternyata tidak dapat menggantikan suasana keluarga di rumah sendiri. Perubahan fisik, perubahan mental karena kehilangan pekerjaan, tujuan hidup, dan teman akan menambah peningkatkan depresi. Tujuan dari pengabdian masyarakat tersebut adalah untuk mengetahui penurunan depresi pada lansia yang berada di Panti Werdha dengan terapi komplementer ”Humor”. Populasi adalah mitra lansia di PSTW Budi Mulia I Cipayung Jakarta yang berjumlah 214 jiwa. Penilaian tingkat depresi pada lansia menggunakan kuesioner skor GDS (Geriatric Depression Scale) dan wawancara. Hasilnya menunjukkan 191 lansia mengalami depresi dengan kriteria 69 lansia depresi ringan, 101 lansia depresi sedang, dan 21 lansia mengalami depresi berat. Pemberian terapi humor dilakukan pada lansia depresi ringan dan sedang saja. Lansia dikelompokkan, menjadi 20 orang kelompok intervensi dan 20 lansia kelompok kontrol yang tidak diberikan terapi humor. Terapi humor diberikan dengan menonton video humor dengan durasi 30 – 45 menit, kemudian dinilai kembali tingkat depresi dengan kuesioner skor GDS. Hasil uji t-dependent didapatkan p = 0.009, artinya pemberian terapi humor dapat menurunkan depresi pada lansia dipanti werdha, dan terdapat perbedaan kelompok intervensi dibandingkan dengan kelompok kontrol p = 0,015.Kata Kunci: Depresi, lansia, terapi humor
Penyuluhan Pendidikan Tentang Pentingnya Deteksi Dini Ca Serviks Melalui Pemeriksaan IVA dan Papsmear Pada Wanita Usia Subur di Desa Sukaraja Bandar Lampung Hanriko, Rizki; Prabowo, Arif Yudho; Wahyudo, Riyan; Nasution, Syahrul Hamidi
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 3 No. 1 (2017): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v3i1.2018

Abstract

Kanker leher rahim atau kanker serviks merupakan salah satu penyebab kematian terbesar bagi wanita. Departemen Kesehatan Republik Indonesia memperkirakan insidensi penyakit ini adalah 100 per 100.000 penduduk per tahun. Sedangkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Lampung tahun 2014 menyebutkan bahwa tercatat penderita kanker serviks yang ada di Provinsi Lampung ada sebanyak 383 orang. Deteksi dini kanker serviks merupakan upaya pencegahan kanker serviks. Adapun skrining yang dapat digunakan yaitu diantaranya IVA dan Papsmear. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan pendidikan kesehatan kepada masyarakat. Pelaksanaan kegiatan ini berupa penyuluhan mengenai pendidikan kesehatan tentang pentingnya deteksi dini carsinoma serviks melalui pemeriksaan IVA dan Papsmear. Penyuluhan dilakukan dengan memberikan materi seputar carsinoma serviks dan bahayanya. Penilaian untuk mengetahui tingkat pengetahuan peserta dilakukan sebanyak 2 kali, yaitu dilakukan pre-test dan post-test. Penyuluhan dilaksanakan pada tanggal 21 September 2017 di Desa Sukaraja, Bandar Lampung. Kegiatan penyuluhan pengabdian ini diikuti oleh 80 orang peserta dari masyarakat kelurahan Sukaraja, Bandar Lampung. Hasil dari kegiatan pengabdian ini didapatkan bahwa saat pre-test sekitar >70% masyarakat belum mengetahui tentang bahayanya carsinoma serviks dan pentingnya deteksi dini berupa IVA dan Papsmear. Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan, terjadi peningkatan secara signifikan tingkat pengetahuan masyarakat.Kata Kunci: Ca serviks, iva, pap smear, sukaraja.
Penyuluhan Pengendalian Penyakit Menular dan Penyakit Tidak Menular di Wilayah Kerja Puskesmas Natar, Desa Kalisari Kecamatan Natar Sutarto, Sutarto; Chania, Eka
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 3 No. 1 (2017): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v3i1.2019

Abstract

Salah satu masalah di masyarakat adalah rendahnya pengetahuan masyarakat tentang penyakit menular dan penyakit tidak menular, terutama pada masyarakat pedesaan. Adapun jenis penyakit tidak menular salah satunya adalah penyakit kronis. Penyakit tersebut yang sering diderita oleh masyarakat adalah gangguan jiwa, hipertensi, diabetes millitus, stroke, lupus, dan asma. Agar penyakit menular dan penyakit tidak menular ini tidak menjadi masalah maka perlu dilakukan pengendalian secara pribadi maupun komunitas, melalui upaya penyuluhan tentang penyakit menular dan penyakit tidak menular. Penyuluhan ini bekerja sama antara Puskesmas Natar dan Fakultas Kedokteran Universitas Lampung. Sasaran dari kegiatan ini adalah masyarakat umum, kader kesehatan dan pamong desa di desa Kalisari Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan. Nilai post test dibandingkan dengan pre test mengalami peningkatan, hasil dari pretest (60%) peserta belum memahami terutama tentang penyakit tidak menular. Hasil post test secara umum disimpulkan bahwa peserta sudah memahami dengan baik. Hal ini terlihat bahwa peserta sudah dapat menjawab pertanyaan dengan benar lebih dari 95%. Untuk mendapatkan hasil capaian cakupan pengetahuan masyarakat yang lebih luas perlu dilakukan kegiatan serupa dengan sasaran yang lebih banyak di seluruh dusun.Kata kunci: Natar, penyuluhan, penyakit.
Edukasi Risiko Penyakit Parasitik Kosmopolit pada Siswa Pesantren dalam Upaya Meningkatkan Personal Higiene untuk Mewujudkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Wahana Pendidikan Mutiara, Hanna; Wulan, Anggraeni Janar; Kurniawan, Betta; Suwandi, Jhons F.
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 3 No. 1 (2017): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v3i1.2020

Abstract

Pembangunan kesehatan dapat diwujudkan melalui upaya promotif, preventif, kuratif maupun rehabilitatif. Sistem sekolah dengan asrama merupakan salah satu wahana pendidikan dengan membentuk komunitas tersendiri sehingga mendukung siswa menjalani pendidikan berkesinambungan dan terintegrasi. Akan tetapi, pada suatu tempat yang ditinggali oleh banyak orang dapat menjadi salah satu risiko penularan penyakit parasit kosmopolit, tersering adalah pediculosis capitis dan skabies. Penyakit ini seringkali dihubungkan dengan status sosial ekonomi rendah dan lingkungan yang kumuh, namun kini telah merebak menjadi penyakit kosmopolit yang dapat menyerang semua tingkat sosial. Faktor yang menunjang perkembangan penyakit ini adalah tingkat pengetahuan, personal hygiene, kepadatan tempat tinggal, dan karakteristik individu. Pencegahan penyakit ini terutama dapat dilakukan melalui personal higiene yang baik. Dalam upaya pencegahan tersebut, telah dilakukan kegiatan edukasi dan observasi. Kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan subjek yang ditandai dengan meningkatnya nilai post test dan terdapatnya peningkatan pengetahuan pada 88,28% peserta. Selain itu, kegiatan ini dapat meningkatkan personal hygiene baik pada subjek kegiatan. Hal ini sebaiknya dilakukan secara kontinyu sehingga diharapkan dapat lebih meningkatkan kembali perilaku hidup bersih dan sehat yang dapat meningkatkan derajat kesehatan.Kata kunci: Pedikulosis, penyakit parasitik, personal higiene, skabies.
Pencegahan Kecacingan di Posyandu Teratai, Kelurahan Bumi Raya Kota Bandar Lampung A.T, Minerva Nadia Putri; Mayasari, Diana; Bustomi, Eka Chania
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 3 No. 1 (2017): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v3i1.2021

Abstract

Data dari World Health Organization (WHO) pada tahun 2015 menyebutkan bahwa lebih dari 1,5 miliar orang atau 24% dari populasi dunia terinfeksi oleh cacing yang ditularkan melalui tanah. Di Indonesia prevalensi penyakit kecacingan masih tinggi, yaitu 45-65%. Di wilayah-wilayah tertentu dengan sanitasi yang buruk, prevalensi kecacingan dapat mencapai 80%. Anak-anak sering menderita kecacingan karena kurangnya kebersihan diri dan lingkungan, rendahnya pendidikan, beraktivitas tanpa menggunakan alas kaki, kesehatan dan status gizi yang buruk, serta sering bermain tanah. Kecacingan dapat menyebabkan turunnya daya tahan tubuh, terhambatnya tumbuh kembang anak, kurang gizi dan zat besi yang mengakibatkan anemia. Tujuan dari pelaksanaan penyuluhan kecacingan di posyandu adalah untuk memberikan edukasi pada masyarakat tentang penyakit kecacingan agar masyarakat dapat mengenali gejala dini penyakit, mengetahui cara penanganan dan upaya pencegahan penyakit kecacingan. Pemecahan masalah yang diterapkan pada kegiatan ini mencakup penyuluhan mengenai kecacingan dengan metode roleplay dan ceramah serta menggunakan media cetak (poster dan leaflet). Penyuluhan dilaksanakan pada tanggal 13 April 2017 di Posyandu Teratai Bumi Raya, Kecamatan Bumi Waras, Kota Bandar Lampung.. Kegiatan penyuluhan mengenai pencegahan kecacingan diikuti oleh 30 orang ibu-ibu yang mempunyai balita dan ibu hamil.. Setelah mendapatkan penyuluhan tentang materi pencegahan kecacingan, pengetahuan peserta penyuluhan meningkat, hal ini ditunjukan dengan menilai jawaban yang diberikan peserta saat diberikan pertanyaan, benar dan tepat.Kata Kunci: Penyakit Kecacingan, penyuluhan, sanitasi.
Penyuluhan dan Pelayanan Konseling dalam Penggunaan Obat Rasional kepada Masyarakat Kelurahan Rajabasa Bandar Lampung Oktarlina, Rasmi Zakiah; Ramkita, Nora; Falamy, Ryan
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 3 No. 1 (2017): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v3i1.2022

Abstract

Pengobatan sendiri dapat menjadi sumbangan yang besar bagi pemerintah apabila dilakukan dengan tepat dan benar, terutama dalam pemeliharaan kesehatan secara Nasional. Masyarakat memerlukan informasi yang jelas, benar dan dapat dipercaya untuk melakukan pengobatan sendiri secara benar, sehingga penentuan jenis dan jumlah obat yang diperlukan harus berdasarkan kerasionalan penggunaan obat. Dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat, mendukung mewujudkan pembangunan kesehatan yang optimal, menghindari penyalahgunaan, efek samping dan kejadian tidak diinginkan di dalam masyarakat. Masih banyak masyarakat yang belum mengetahui tentang penggunaan obat yang rasional. Oleh karena itu perlu adanya upaya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam penggunaan obat yang rasional melalui peningkatan pengetahuan tentang pentingnya penggunaan obat rasional. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah dengan memberikan penyuluhan berupa ceramah interaktif dan konseling kepada peserta. Kegiatan ini diikuti oleh 50 orang peserta yang merupakan ibu-ibu yang datang ke Posyandu di puskesmas Rajabasa Bandar Lampung. Kuisioner yang sama diberikan kembali kepada peserta. Setelah dievaluasi terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta penyuluhan mengenai pengetahuan tentang penggunaan obat rasional dapat dilihat dari nilai kenaikan postest. Selain itu hasil jawaban kuisioner yaitu sebanyak 35 orang pada pretest mendapatkan nilai kurang dari 70, maka pada pemeriksaan jawaban posttest, terjadi peningkatan menjadi 50 orang mendapatkan nilai lebih dari 70. Dari hasil pengamatan di lapangan, jelas bahwa kegiatan penyuluhan dan konseling dalam penggunaan obat rasional kepada masyarakat Kelurahan Rajabasa, Bandar Lampung ini perlu diadakan secara berkelanjutan agar pengetahuan masyarakat dapat meningkat.Keywords : Obat rasional, konseling, penyuluhan.
Penyuluhan Kesehatan tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat sebagai Upaya Pencegahan Infeksi Flu Burung pada Kader Kesehatan Puskesmas Kemiling Kota Bandar Lampung Perdani, Roro Rukmi Windi; Susantiningsih, Tiwuk
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 3 No. 1 (2017): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v3i1.2023

Abstract

Serangan global Avian Infulenza atau flu burung telah terjadi sebanyak 3 kali. Propinsi Lampung sebagai salah satu lumbung ternak ayam tidak terlepas dari ancaman flu burung. Untuk pencegahan penularan kepada manusia antara lain dengan sosialisasi dan penyuluhan kesehatan mengenai infeksi flu burung. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah penyuluhan kesehatan dengan ceramah dan diskusi. Kegiatan ini dihadiri oleh 30 peseta yang terdiri dari kader kesehatan di Puskesmas Kemiling Bandar Lampung. Setelah dilakukan penyuluhan terjadi peningkatan pengetahuan yang didapatkan dari nilai pre tes dan pos tes yaitu 63% menjadi 68,8%. Terjadi peningkatan penegtahuan mengenai flu burung pada kader kesehatan di Puskesmas Kemiling Bandar Lampung.Kata kunci: Flu burung, pengetahuan, penyuluhan.

Page 5 of 34 | Total Record : 332