cover
Contact Name
Carla Olyvia Doaly
Contact Email
carlaol@ft.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jsa@untar.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara Kampus 1 Jl. Letjen S. Parman No.1 Jakarta 11440 021-5671747 Ext. 215
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Serina Abdimas
ISSN : 29866065     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.24912/jsa.v3i3.35256
Jurnal Serina Abdimas adalah wadah publikasi hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilaksanakan oleh Dosen, Mahasiswa, maupun Praktisi dan telah didesiminasikan pada Seri Seminar Nasional (SERINA) dan SENAPENMAS yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Tarumanagara.
Articles 633 Documents
PENDAMPINGAN PENYUSUNAN LEGAL OPINION BAGI SISWA SMA 16 JAKARTA Adhari, Ade; Ongaran, Joshua Steven
Jurnal Serina Abdimas Vol 2 No 3 (2024): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v2i3.32625

Abstract

SMA Negeri 16 Jakarta Barat is one of the top high schools located in Palmerah, West Jakarta. The school is known for its extracurricular programs and its commitment to developing the interests and talents of its students. The PKM program from Universitas Tarumanegara helps introduce students to crucial skills for those interested in pursuing a legal career, particularly in drafting legal opinions. This PKM program was carried out through lectures, Focus Group Discussions (FGD), and direct mentoring by lecturers in drafting legal opinions. The lectures provided an introduction to the basic concepts of legal opinion structure and legal research techniques, delivered comprehensively with the aid of visual tools. The FGD aimed to develop communication skills and foster critical thinking in formulating initial legal arguments. Direct mentoring allowed students to receive personal guidance from lecturers in drafting legal opinions based on the discussion results. The program ran smoothly and successfully enhanced the students' understanding and skills in drafting logical, well-structured legal opinions based on solid legal analysis. The results show that this PKM program effectively builds legal writing skills and the students' confidence in dealing with legal issues. Active student participation in each stage of the program also demonstrates that the methods used were well-targeted in supporting legal education at the high school level. ABSTRAK SMA Negeri 16 Jakarta Barat merupakan salah satu sekolah menengah atas unggulan yang terletak di Palmerah, Jakarta Barat. SMA Negeri 16 Jakarta Barat dikenal dengan program ekstrakulikuler serta komitmennya dalam mengembangkan minat dan bakat siswanya. Program PKM Universitas Tarumanegara membantu mengenalkan siswa dengan kemampuan yang krusial bagi siswa yang berminat berkarir di bidang hukum, yaitu penyusunan legal opinion. Program PKM ini dilaksanakan dengan metode ceramah, Focus Group Discussion (FGD), serta pendampingan langsung oleh dosen dalam menyusun legal opinion. Ceramah memberikan pengenalan konsep dasar mengenai struktur legal opinion dan teknik riset hukum, yang disampaikan secara komprehensif menggunakan alat bantu visual. FGD berfungsi untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, serta berpikir kritis dalam merumuskan argumen hukum awal. Pendampingan langsung memungkinkan siswa untuk mendapatkan bimbingan personal dari dosen dalam menyusun opini hukum berdasarkan hasil diskusi. Program ini berjalan lancar dan berhasil meningkatkan pemahaman serta keterampilan siswa dalam menyusun legal opinion yang logis, terstruktur, dan berbasis pada analisis hukum yang kuat. Hasilnya menunjukkan bahwa program PKM ini efektif dalam membangun keterampilan penulisan hukum dan kepercayaan diri siswa dalam menghadapi masalah hukum. Keterlibatan aktif siswa dalam setiap tahap kegiatan juga menunjukkan bahwa metode yang digunakan tepat sasaran dalam mendukung pembelajaran hukum di tingkat sekolah menengah atas.
PENDAMPINGAN PENYUSUNAN NASKAH PERJANJIAN JUAL BELI BAGI SISWA SMA 16 JAKARTA Adhari, Ade; Ongaran, Joshua Steven
Jurnal Serina Abdimas Vol 2 No 3 (2024): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v2i3.32626

Abstract

Community Service Program (PKM) conducted by Universitas Tarumanegara at SMA Negeri 16 Jakarta aims to enhance students' understanding of the process of drafting sale and purchase agreements. This program adopts a structured approach through lectures, Focus Group Discussions (FGD), and direct mentoring. The lectures provide a theoretical foundation on essential elements in a sale and purchase agreement, such as the rights and obligations of the parties and dispute resolution clauses. In the FGD sessions, students are given the opportunity to analyze case scenarios and collaboratively draft agreements, while during the mentoring stage, students receive direct guidance from lecturers to draft more detailed and comprehensive agreements. The results of the PKM show a significant improvement in students' abilities, particularly in identifying key elements and drafting agreements that are logical, systematic, and in accordance with legal standards. Prior to the program, many students had only basic knowledge of sale and purchase agreements, but afterward, they were able to draft agreements more effectively, anticipate potential disputes, and use appropriate legal language. This program has been deemed effective in equipping students with practical skills that are relevant for everyday life and their future careers in law. ABSTRAK Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan oleh Universitas Tarumanegara di SMA Negeri 16 Jakarta bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai proses penyusunan naskah perjanjian jual beli. Kegiatan ini menggunakan pendekatan yang terstruktur melalui ceramah, Focus Group Discussion (FGD), dan pendampingan langsung. Ceramah memberikan landasan teori tentang elemen-elemen penting dalam perjanjian jual beli, seperti hak dan kewajiban para pihak, serta klausul penyelesaian sengketa. Dalam FGD, siswa diberi kesempatan untuk menganalisis skenario kasus dan menyusun perjanjian secara berkelompok, sementara pada tahap pendampingan, siswa dibimbing secara langsung oleh dosen untuk menyusun perjanjian yang lebih rinci dan komprehensif. Hasil pelaksanaan PKM menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan siswa, terutama dalam mengidentifikasi elemen-elemen penting dan menyusun perjanjian yang logis, sistematis, dan sesuai dengan standar hukum. Sebelum kegiatan, banyak siswa hanya memiliki pengetahuan dasar mengenai perjanjian jual beli, namun setelahnya, mereka mampu menyusun perjanjian dengan lebih baik, mengantisipasi potensi sengketa, serta menggunakan bahasa hukum yang tepat. Program ini dinilai efektif dalam membekali siswa dengan keterampilan praktis yang relevan untuk kehidupan sehari-hari maupun masa depan mereka di dunia hukum.
PENINGKATAN PENGETAHUAN MENGENAI DETEKSI DINI DAN TATALAKSANA AWAL PENYAKIT DEPRESI PADA CALON DOKTER Biromo , Anastasia Ratnawati; Nabila , Devi Putri; Pratomo , Farhan
Jurnal Serina Abdimas Vol 2 No 3 (2024): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Depression can happen to anyone, around 280 million people in the world is currently suffering from depression. Depression is more common in women than men. Around 700.000 people died from untreated depression and suicide every year. Government has established guidelines for early detection, primary treatment and referral of depression cases for medics. PKM team of Medical Faculty of Tarumanagara University aims to educate the medical students about early detection and primary treatment of depression in primary medical facilities. The method used in this activity is giving education to medical students. The result of this activity is measured by the level of knowledge before and after education using pre-test and post-test. Total of 27 medical students participated in taking the tests. The mean score of participant’s pre-tests is 69,6±21,03 and mean score of participant’s post-tests is 79,3±20,37. There is a 13,9% knowledge increase from pre-test to post-test score. So, this education has served its purpose in increasing the participants knowledge about early detection and primary treatment of depression in primary medical facilities. It is important to give continuous education about depression in community so that we can prevent negative impact of untreated depression and suicide. ABSTRAK Depresi dapat terjadi pada siapa saja dan diperkirakan sekitar 280 juta orang di dunia mengalami depresi. Depresi lebih sering terjadi pada perempuan dibandingkan pria. Lebih dari 700.000 orang meninggal karena depresi dan bunuh diri setiap tahunnya. Dalam upaya melakukan pencegahan terhadap masalah kesehatan jiwa tersebut, pemerintah telah menyusun pedoman panduan bagi tenaga kesehatan untuk melakukan deteksi dini, penanganan hingga melakukan rujukan kasus gangguan jiwa pada saat yang tepat di tingkat pelayanan kesehatan primer. Tim bakti kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara merasa perlu ikut berperan dalam mengedukasi calon tenaga kesehatan agar dapat melakukan deteksi dini dan tatalaksana awal depresi di tingkat layanan kesehatan primer. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah edukasi calon tenaga kesehatan di tingkat layanan kesehatan primer dan keberhasilan kegiatan diukur dengan adanya peningkatan pengetahuan melalui pretes dan postes. Total sebanyak 27 peserta yang ikut dalam kegiatan ini. Rerata nilai pretes peserta adalah 69,6±21,03 poin dan rerata nilai postes adalah 79,3±20,37 poin. Terjadi peningkatan pengetahuan dari hasil pretes ke postes sebesar 13,9%. Hasil kegiatan ini didapatkan peningkatan pengetahuan yang cukup baik pada partisipan. Meskipun terdapat peningkatan pengetahuan, kegiatan edukasi ini tetap perlu dilakukan mengingat kejadian depresi di masyarakat semakin meningkat dan sangat dibutuhkan kecekatan dokter dalam melakukan deteksi dini sehingga tidak berkembang menjadi semakin parah penyakitnya.
PELATIHAN MODUL KAS DAN BANK DENGAN BANTUAN SOFTWARE AKUNTANSI DI SMAS KRISTEN YUSUF JAKARTA Chelsya; Goodwin, Bryan; Imanuel , Steven
Jurnal Serina Abdimas Vol 2 No 4 (2024): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v2i4.32938

Abstract

Cash and banks are the company's most important assets because cash and banks are current funds that can be immediately used by the company for asset procurement activities, investment activities, expense payment activities, and other financial activities. In order for the company's cash and bank to remain well managed, effective and efficient cash and bank management is very necessary. One way to effectively manage cash and banks is to use the help of Accurate software. Accurate software can simplify cash and bank recording and reporting, and minimize the risk of human error. The problems faced by SMAS Kristen Yusuf are: (a) How to understand cash and banks; (b) How to input cash and bank; and (c) How to report cash and bank. The method used in PKM is a training method using theoretical discussions and practice questions related to cash and banks accompanied by inputting transactions into the Accurate software. The training at SMAS Kristen Yusuf, North Jakarta was carried out on September 5 2024, 14.30 – 16.30, located in the computer laboratory room of SMAS Kristen Yusuf. The results of the training contributed positively to high school students regarding the development of accounting knowledge with the help of Accurate software. ABSTRAK Kas dan bank merupakan aset perusahaan yang paling penting karena kas dan bank merupakan dana lancar yang dapat segera digunakan oleh perusahaan untuk aktivitas pengadaan aset, aktivitas investasi, aktivitas pembayaran beban, dan aktivitas keuangan lainnya. Agar kas dan bank milik perusahaan tetap terkelola dengan baik, maka sangat diperlukan pengelolaan kas dan bank yang efektif dan efisien. Salah satu cara pengelolaan kas dan bank yang efektif adalah dengan menggunakan bantuan software Accurate. Software Accurate dapat mempermudah pencatatan serta pelaporan kas dan bank, dan meminimalisir risiko human error. Permasalahan yang dihadapi SMAS Kristen Yusuf adalah: (a) Bagaimana memahami kas dan bank; (b) Bagaimana meng-input kas dan bank; dan (c) Bagaimana pelaporan kas dan bank. Metode yang digunakan dalam PKM adalah metode pelatihan dengan menggunakan pembahasan teori dan latihan soal terkait kas dan bank yang disertai dengan cara input transaksi ke dalam software Accurate. Pelaksanaan pelatihan di SMAS Kristen Yusuf Jakarta Utara dilakukan pada tanggal 5 September 2024, jam 14.30 – 16.30, bertempat di ruang laboratorium komputer SMAS Kristen Yusuf. Hasil pelatihan berkontribusi positif terhadap murid-murid SMA terkait pengembangan ilmu akuntansi dengan bantuan software Accurate.
PEMBELAJARAN DAN PENGEMBANGAN PERSONAL BRANDING DI MEDIA SOSIAL PADA GENERASI Z Sari, Wulan Purnama; Irena, Lydia; Augustine, Michelle; Carolina, Alexandra
Jurnal Serina Abdimas Vol 2 No 4 (2024): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v2i4.32939

Abstract

Goodstat projects that by 2026, around 81.82% of Indonesia's population will have a social media account. This percentage has doubled compared to the figure in 2017. Apart from that, the data also reflects that the average age of social media users in Indonesia is over 18 years. By referring to this information, it can be concluded that the majority of social media users are generation Z, namely the group of individuals born between 1995-2010, which is also known as the digital native generation. Generation Z will have a very important role in the future development of society, especially as the next generation in Indonesia. In a competitive era like now, the number of individuals with similar skills is increasing. Therefore, it is important to build personal branding to introduce one's skills so that they stand out from others. The development of personal branding can improve a person's self-image based on their skills and reputation. Therefore, the solution to the problem above is exposure to the younger generation, in this case Santo Yakobus High School students, regarding learning and developing personal branding on social media. PKM is carried out using the seminar method. This method is applied as the most effective form of presenting personal branding in which discussions can be held with students, and ends with suggestions and evaluation. The mandatory output of this research is the proceedings at a scientific meeting, while the additional output is the recording of IPR. The PKM activities were carried out smoothly and the students enthusiastically asked questions. The PKM team also carried out measurements before and after the activities to determine the effectiveness of the material provided. The measurement results show an increase in PKM activity participants, students, in terms of personal branding, especially on social media. ABSTRAK Data yang diperoleh dari Goodstat menuliskan bahwa pada tahun 2026, 81,82% orang Indonesia akan memiliki akun media sosial. Jumlah ini meningkat dua kali lipat dibandingkan dengan angka pada tahun 2017. Data juga menunjukkan bahwa pengguna media sosial Indonesia rata-rata di atas 18 tahun. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa generasi Z, yang juga dikenal sebagai generasi digital native yang lahir antara tahun 1995 dan 2010, adalah mayoritas pengguna media sosial. Generasi Z akan memainkan peran yang signifikan dalam pembangunan masyarakat di masa depan, terutama sebagai generasi penerus di Indonesia. Dalam era yang kompetitif seperti sekarang, jumlah individu dengan keterampilan yang serupa semakin meningkat. Maka dari itu penting untuk membangun personal branding guna memperkenalkan keterampilan seseorang agar lebih menonjol dibandingkan dengan yang lain. Pengembangan personal branding tersebut mampu dapat meningkatkan citra diri seseorang berdasarkan keterampilan dan reputasi yang dimilikinya. Maka dari itu, solusi dari permasalahan di atas adalah pemaparan terhadap generasi muda, dalam hal ini siswa SMA Santo Yakobus, terkait pembelajaran dan pengembangan personal branding di media sosial. PKM dilaksanakan dengan metode seminar. Metode ini diaplikasikan sebagai bentuk yang paling efektif dalam pemaparan personal branding di mana di dalamnya dapat dilakukan diskusi dengan siswa, serta diakhiri dengan saran dan evaluasi. Luaran wajib dari penelitian ini adalah prosiding dalam temu ilmiah, sedangkan luaran tambahannya adalah pencatatan HKI. Kegiatan PKM dilaksanakan dengan lancar dan para siswa antusias bertanya, tim PKM juga melakukan pengukuran sebelum dan sesudah kegiatan untuk mengetahui efektivitas dari materi yang diberikan. Hasil pengukuran menunjukkan adanya
KEGIATAN MENYANYI “BERHITUNG SEDERHANA” UNTUK MENUMBUH-KEMBANGKAN NUMERICAL SELF-EFFICACY SISWA PRA-SEKOLAH TK TEGAL BEDUG, INDRAMAYU, JAWA BARAT Dariyo, Agoes; Andrianputra, Ezra
Jurnal Serina Abdimas Vol 2 No 4 (2024): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v2i4.32940

Abstract

Tegal Bedug Kindergarten students experience problems related to academic self-efficacy, especially simple arithmetic. They feel less confident about arithmetic lessons which also impacts on their lack of confidence in their future lives in society. They are the young generation who need serious attention from adults, especially Kindergarten teachers. This activity is a singing activity "Simple Counting" to develop numerical self-efficacy in pre-school students. The participants of the activity were Tegal Bedug Kindergarten students, Lelea, Indramayu, West Java. The method of implementing community service includes 3 stages, namely the pre-activity, activity and post-activity stages. Data collection techniques using questionnaires. Data analysis techniques using different tests (t tests), namely pre-test (pre-activity) and post-test (post-activity). The results of the activity showed that there was a difference between the pre-test and post-test (pre-test < post-test), meaning that the singing activity of "simple counting" has an important role in increasing numerical self-efficacy in pre-school students of Tegal Bedug Kindergarten, Lelea, Indramayu, West Java. ABSTRAK Para siswa Taman Kanak-kanak Tegal Bedug mengalami persoalan terkait dengan academic self-efficacy khususnya masalah berhitung sederhana. Mereka merasa kurang yakin terhadap masalah pelajaran berhitung yang berdampak pula pada kekurang-yakinan terhadap masa depan kehidupan mereka di masyarakat. Mereka adalah generasi muda perlu mendapat perhatian serius dari orang dewasa khususnya para Guru Taman Kanak-kanak. Kegiatan ini merupakan kegiatan menyanyi “ Berhitung Sederhana” untuk menumbuh-kembangkan numerical self-efficacy pada siswa pra-sekolah. Peserta kegiatan adalah para siswa TK Tegal Bedug, Lelea, Indramayu, Jawa Barat. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat meliputi 3 tahap yaitu tahap pra-kegiatan, kegiatan dan paska-kegiatan. Teknik pengambilan data dengan kuesioner. Teknik analisis data dengan menggunakan uji beda (t test) yaitu pre-test (pra-kegiatan) dan post-test (paska-kegiatan). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara pre-test dengan post-test (pre-test < post-test), artinya kegiatan menyanyi “ berhitung sederhana” memiliki peran penting untuk meningkatkan numerical self-efficacy pada siswa pra-sekolah TK Tegal Bedug, Lelea, Indramayu, Jawa Barat.
REKOMENDASI ILUSTRASI CERITA ALKITAB: SAMARIA BAIK HATI Valentina, Anny; Nathania, Gracella; Indigo, Michelle; Ivanson, Kevin Matthew
Jurnal Serina Abdimas Vol 2 No 4 (2024): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v2i4.32941

Abstract

Literacy is an essential skill in processing and understanding information through reading and writing, and it also plays a role in the spiritual development of individuals. In Indonesia, the level of literacy remains low. This low interest in literacy is exacerbated by factors such as limited access and the impact of the COVID-19 pandemic, particularly in the context of distance learning. One promising approach to improving literacy is the use of visual illustrations with a narrative approach, which can help enhance children’s understanding and memory retention of texts. This study aims to develop and implement visual media that supports the enhancement of children’s literacy, particularly through the translation and visualization of biblical stories, such as in the Minahasa language. The methods used include observation, literature review, and interviews to identify issues, design visual solutions, and test their effectiveness through the “Bible in Use” program. This program encourages children to read, understand, and memorize Bible verses with the aid of visual illustrations designed in both soft copy and hard copy formats. The results of the study show that the use of visual illustrations and narrative approaches can increase children’s engagement and understanding, as well as strengthen their memory skills. The implementation of this strategy successfully contributes positively to enhancing reading interest and literacy among children, especially in the Minahasa region. Therefore, this narrative visualization of the Bible has the potential to be an effective model for improving literacy in Indonesia. ABSTRAK Literasi merupakan keterampilan penting dalam memproses dan memahami informasi melalui membaca dan menulis, serta berperan dalam perkembangan spiritual individu. Di Indonesia, tingkat literasi masih rendah, Rendahnya minat literasi ini diperparah oleh faktor-faktor seperti akses terbatas dan dampak pandemi COVID-19, terutama dalam konteks pembelajaran jarak jauh. Salah satu pendekatan yang menjanjikan untuk meningkatkan literasi adalah penggunaan ilustrasi visual dengan pendekatan naratif, yang dapat membantu meningkatkan pemahaman dan daya ingat anak-anak terhadap teks. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan media visual yang mendukung peningkatan literasi anak-anak, khususnya melalui penerjemahan dan visualisasi cerita Alkitab, seperti dalam bahasa Minahasa. Metode yang digunakan mencakup observasi, studi literatur, dan wawancara untuk mengidentifikasi masalah, merancang solusi visual, serta menguji efektivitasnya melalui program “Bible in Use.” Program ini mengajak anak-anak untuk membaca, memahami, dan menghafal ayat-ayat Alkitab dengan bantuan ilustrasi visual yang dirancang dalam format soft copy maupun hard copy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ilustrasi visual dan pendekatan naratif mampu meningkatkan daya tarik dan pemahaman anak-anak, serta memperkuat kemampuan mengingat mereka. Implementasi strategi ini berhasil memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan minat baca dan literasi di kalangan anak-anak, terutama di wilayah Minahasa. Dengan demikian, visualisasi naratif Alkitab ini berpotensi menjadi model yang efektif dalam meningkatkan literasi di Indonesia.
PSIKOEDUKASI PENGEMBANGAN KOMPETENSI INTI GURU SLB A DAN A+E JAKARTA Handayani, Penny; Tunjungsari, Laurensia Harini; Fajri, Afrida Na’imatul Fajri; Asa, Maria D C; Safira, Nadilla
Jurnal Serina Abdimas Vol 2 No 4 (2024): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v2i4.32942

Abstract

SLB E is a private school that provides educational services to blind and multiple blind students, from elementary school, junior high school, and senior high school. With the complexity of the dynamics of educational services needed, teachers in this school still need to have sufficient pedagogical, professional, social, and personality competencies. This activity aims to develop teachers' core competencies including pedagogical, professional, social, and personality competencies of teachers in SLB E which will have an impact on their understanding of the characteristics of MDVI students, how to handle and educate MDVI students, how to communicate assertively between fellow teachers and how to cope with stress. The needs analysis was conducted through questionnaires, interviews, observations, and focus group discussions. Based on the results of the needs analysis, a psychoeducation program was developed that targets the ability to understand students, understand learning materials, socialize with colleagues, and have a steady, stable, wise, and authoritative personality. These abilities are related to the four core competencies of SLB teachers, namely pedagogical, professional, social, and personality competencies. Evaluation was conducted using qualitative and quantitative methods to see the effectiveness of the psychoeducation activities conducted during the two-day event. In general, there was an increase in teachers' understanding and knowledge of pedagogical, professional, social, and personality competencies. Follow-up activities were conducted several months after the activity to see the long-term effectiveness of the activity. ABSTRAK SLB E adalah sebuah sekolah swasta yang memberikan layanan pendidikan pada siswa tunanetra dan siswa tunanetra ganda, dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Dengan kompleksitas dinamika pelayanan pendidikan yang dibutuhkan, guru yang mengajar di sekolah ini masih belum memiliki kompetensi pedagogik, profesional, sosial dan kepribadian yang cukup memadai. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan kompetensi inti guru yang mencangkup kompetensi pedagogik, profesional, sosial dan kepribadian guru di SLB E yang akan berdampak pada pemahaman mereka akan karakteristik siswa MDVI, mengenai cara penanganan dan pendidikan siswa MDVI, cara berkomunikasi secara asertif antara sesama guru dan cara coping stress. Analisis kebutuhan dilakukan melalui kuesioner, wawancara, observasi, dan focus group discussion. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan didapatkan disusunlah program psikoedukasi yang menyasar kemampuan memahami peserta didik, memahami akan materi pembelajaran, kemampuan sosialisasi dengan sesama rekan kerja dan memiliki kepribadian yang mantap, stabil, arif dan berwibawa. Kemampuan ini berkaitan dengan empat kompetensi inti guru SLB yaitu kompetensi pedagogik, profesional, sosial dan kepribadian. Evaluasi dilakukan dengan metode kualitatif dan kuantitatif guna melihat efektifitas kegiatan psikoedukasi yang dilakukan selama dua hari kegiatan. Secara umum, terdapat peningkatan pemahaman dan pengetahuan guru mengenai kompetensi pedagogik, profesional, sosial dan kepribadian. Kegiatan follow up dilakukan beberapa bulan pasca kegiatan guna melihat efektivitas jangka panjang dari kegiatan.
EVALUASI TATA LETAK UNTUK MEMPERLANCAR ARUS BARANG PADA TOKO LANGGENG JAYA DI BEKASI Wijaya , Andi; Miharja , Jessica Maria Kusuma; Go, Ronaldo Michael
Jurnal Serina Abdimas Vol 2 No 4 (2024): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v2i4.33045

Abstract

Every business, whether large or small scale, will face layout problems, whether in the form of placement of facilities, goods, or others. Layout arrangement is a problem that is often encountered and cannot be avoided in the business world, including on a small or simple scale. If this arrangement is well organized, it can have an impact on the efficiency and smooth flow of goods in a business. Layout does not only occur in factories/companies but can also occur in stores. The main goal to be achieved in evaluating the layout of Toko Langgeng Jaya is efficiency. So far, the layout in the store is inefficient in terms of entry and exit routes and distribution of goods. With the correct layout, there is time efficiency and ultimately cost efficiency in the store. The method of implementing this PKM is to create a layout design, tidy up products according to their type and clean the storage space regularly. This is done to overcome the problem that has disrupted the flow of goods and people, and make product layout arrangements according to their type. This PKM program is in the form of an evaluation of the layout at Toko Langgeng Jaya to smooth the flow of goods. It is expected that the change in layout can smooth the flow of goods in this store. ABSTRAK Setiap usaha dagang baik dalam skala besar maupun kecil akan menghadapi masalah tata letak, baik berupa penempatan fasilitas, barang, amupun yang lainnya. Pengaturan tata letak merupakan masalah yang sering dijumpai bahkan tidak dapat dihindari dalam dunia usaha termasuk dalam skala yang kecil atau sederhana. Apabila pengaturan ini tertata dengan baik maka dapat berdampak pada efisiensi dan kelancaran arus barang suatu usaha. Tata letak bukan hanya terjadi di pabrik/perusahaan melainkan dapat terjadi juga pada toko. Tujuan utama yang ingin dicapai dalam evaluasi tata letak (layout) dari toko Langgeng Jaya adalah efisiensi. Selama ini tata letak yang ada di toko tersebut tidak efisien dalam jalur keluar-masuk dan distribusi barang. Dengan tata letak yang benar maka terjadi efisiensi waktu dan pada akhirnya terjadi efisiensi biaya pada toko tersebut. Metode pelaksanaan PKM ini adalah dengan membuat layout design (desain tata letak), merapikan produk sesuai dengan jenisnya dan membersihkan ruang penyimpanan barang secara rutin hal ini dilakukan untuk mengatasi masalah yang selama ini proses arus barang dan orang terganggu, serta membuat pengaturan tata letak produk yang sesuai dengan jenisnya Program PKM ini berupa evaluasi tata letak pada toko Langgeng Jaya untuk memperlancar arus barang. Diharapkan dengan perubahan tata letak dapat memperlancar arus barang di toko ini.
PENGENALAN MATERI DASAR AKUNTANSI UNTUK PEMBELAJARAN DI SMA TARSISIUS 1 Heni; Sriwati
Jurnal Serina Abdimas Vol 2 No 4 (2024): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v2i4.33264

Abstract

Accounting education at the high school level plays a crucial role in equipping students with essential skills that are useful, both for continuing their studies at university and for entering the workforce. The Community Service Activity (PKM) conducted at SMA Tarsisius 1 Jakarta aims to introduce basic accounting concepts through an extracurricular program. This program is designed to provide an in-depth understanding of accounting fundamentals, starting from the history of accounting, the occurrence of transactions, the recording of transactions, to the preparation of the trial balance. The teaching methods used include theory, exercises, and evaluations through quizzes and educational games tailored to the students' needs. The use of interactive teaching methods is expected to enhance students' understanding of basic accounting concepts. The evaluation conducted showed an improvement in students' understanding, measured through quiz results and satisfaction surveys. The evaluation results indicate that this program is able to prepare students to continue their education in the field of accounting, while also equipping them with skills that can be applied in daily life or in the workplace. The program also aims to foster students' interest in accounting, as well as provide them with practical skills in proper and correct financial management. It is hoped that by introducing basic accounting concepts at an early stage, students will be better prepared to face academic and professional challenges in the future. The development of accounting skills through this program also has a positive impact on students' readiness to meet career demands in the business world and small to medium enterprises. ABSTRAK Pendidikan akuntansi di tingkat SMA memiliki peranan krusial dalam membekali siswa dengan keterampilan dasar yang berguna, baik untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi maupun untuk memasuki dunia kerja. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan di SMA Tarsisius 1 Jakarta bertujuan untuk memperkenalkan konsep dasar akuntansi melalui program ekstrakurikuler. Program ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam tentang dasar-dasar akuntansi, mulai dari sejarah akuntansi, terjadinya transaksi, pencatatan transaksi hingga penyusunan neraca saldo. Metode pengajaran yang digunakan meliputi teori, latihan soal, serta evaluasi melalui kuis dan permainan edukatif yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa. Penggunaan metode pembelajaran interaktif diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep dasar akuntansi. Evaluasi yang dilakukan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa, yang diukur melalui hasil kuis dan survei kepuasan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa program ini mampu mempersiapkan siswa untuk melanjutkan pendidikan di bidang akuntansi, sekaligus membekali mereka dengan keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia kerja. Program ini juga bertujuan untuk menumbuhkan minat siswa terhadap akuntansi, serta memberikan mereka keterampilan praktis dalam pengelolaan keuangan yang baik dan benar. Diharapkan, dengan diperkenalkannya konsep dasar akuntansi sejak dini, siswa akan lebih siap menghadapi tantangan akademis dan profesional di masa depan. Pengembangan keterampilan akuntansi melalui program ini juga memberikan dampak positif terhadap kesiapan siswa dalam menghadapi tuntutan karier di dunia bisnis maupun usaha kecil menengah.