cover
Contact Name
Carla Olyvia Doaly
Contact Email
carlaol@ft.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jsa@untar.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara Kampus 1 Jl. Letjen S. Parman No.1 Jakarta 11440 021-5671747 Ext. 215
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Serina Abdimas
ISSN : 29866065     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.24912/jsa.v3i3.35256
Jurnal Serina Abdimas adalah wadah publikasi hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilaksanakan oleh Dosen, Mahasiswa, maupun Praktisi dan telah didesiminasikan pada Seri Seminar Nasional (SERINA) dan SENAPENMAS yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Tarumanagara.
Articles 633 Documents
PERANCANGAN KONTEN VIDEO PROMOSI PRODUK UMKM MENGGUNAKAN APLIKASI BERBASIS AI Natsir, Khairina; Bangun, Nurainun; Alodia, Nadia; Rahmat, Burhan Irsali
Jurnal Serina Abdimas Vol 2 No 3 (2024): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v2i3.32337

Abstract

Creative content on smartphones includes various types of content such as vlogs, video tutorials, product reviews, unboxings, and more. Trends such as the use of smartphones for photography, videography and creative applications are also increasing people's interest in becoming content creators. Apart from that, much educational content is also provided via social media. Therefore, the aim of this community service activity is to provide training, introduce participants and hone their skills in creating and editing videos using smartphone-based applications. The application used in this training is CapCut. In this training, the community service team provided education on the use of CapCut to develop promotional videos. To implement this application, we will utilize technological advances in the social media category as a means of unlimited communication with training participants, in order to educate with presentations that are as interesting as possible, but easy to understand. Examples of implementation include creating promotional videos to introduce MSME products and can be disseminated via appropriate social media such as YouTube, WhatsApp, Instagram or TikTok. Mitra abdimas is an MSME business actor who lives in Kelapadua village, Tangerang. The problem faced by partners is that MSME players do not use videos much to promote their MSME business products. Through community service activities, basic concepts and simple ways to make videos, edit and disseminate them via social media are introduced using the available features. The capabilities obtained can encourage the development of more innovative MSME businesses. This training is carried out face to face or offline at partner locations. Community service activities were carried out at the end of March 2024 to coincide with the fasting month and were attended by around 15 participants. ABSTRAK Konten kreatif di smartphone mencakup berbagai jenis konten seperti vlog, video tutorial, review produk, unboxing, dan banyak lagi. Tren seperti penggunaan smartphone untuk fotografi, videografi, dan aplikasi kreatif juga meningkatkan minat masyarakat untuk menjadi pembuat konten. Selain itu, konten edukasi juga banyak diberikan melalui media sosial. Oleh karena itu, tujuan dari kegiatan abdimas ini adalah untuk memberikan pelatihan, memperkenalkan peserta dan mengasah kemampuan mereka dalam pembuatan dan pengeditan video menggunakan aplikasi berbasis smartphone. Aplikasi yang digunakan dalam pelatihan ini adalah CapCut. Pada pelatihan ini tim abdimas memberikan edukasi penggunaan CapCut untuk mengembangkan video promosi. Untuk mengimplementasikan aplikasi ini, kami akan memanfaatkan kemajuan teknologi pada kategori media sosial sebagai sarana komunikasi tanpa batas dengan peserta pelatihan, guna mendidik dengan penyajian yang semenarik mungkin, namun mudah dipahami. Contoh penerapannya antara lain membuat video promosi untuk memperkenalkan produk UMKM dan dapat disebarluaskan melalui media sosial yang sesuai seperti YouTube, WhatsApp, Instagram, atau TikTok. Mitra abdimas adalah pelaku usaha UMKM yang tinggal di desa Kelapadua, Tangerang. Permasalahan yang dihadapi para mitra adalah para pelaku UMKM tersebut belum banyak menggunakan video untuk mempromosikan produk-produk usaha UMKM tersebut. Melalui kegiatan abdimas diperkenalkan konsep dasar dan cara sederhana membuat video, mengedit dan menyebarluaskan melalui media sosial yang dimiliki dengan menggunakan fitur-fitur yang tersedia. Kemampuan yang diperoleh dapat mendorong pengembangan bisnis UMKM yang lebih inovatif. Pelatihan ini dilakukan secara tatap muka atau offline di lokasi mitra. Kegiatan abdimas sudah dilaksanakan pada akhir Maret 2024 bertepatan dengan bulan puasa yang diikuti oleh sekitar 15 peserta.
EDUKASI SERTIFIKASI HALAL PRODUK UMKM UNTUK MENDUKUNG KEBERLANJUTAN DALAM INDUSTRI PANGAN Bangun, Nurainun; Natsir, Khairina; Fenny, Tara Aurellia; Selvia
Jurnal Serina Abdimas Vol 2 No 3 (2024): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v2i3.32341

Abstract

The recent widespread presence of MSMEs is mainly due to the existence of good business opportunities in society, for example to provide daily needs, the temptation of businesses that are going viral and provide business opportunities, people's tastes are increasing and varied, affordable prices for the general public, consumers who become loyal customers, availability of raw materials that make it easier to build a business, and so on. However, MSME players often face problems in running their businesses, such as capital problems, lack of knowledge and ability of human resources to manage business capital, lack of knowledge about managing business finances, and weak knowledge about halal certification. The lack of socialization regarding halal certification for MSMEs has resulted in many MSME players not understanding the importance of the benefits of halal certification for products, where this will later have an impact on the development of MSME businesses which do not grow optimally. Partners in this PKM activity are groups of MSME actors in Kelapa Dua Village, Tangerang. Culinary MSMEs in Tangerang are small and medium enterprises operating in the culinary and creative industries. The products offered consist mostly of various types of contemporary food and there are also somewhat conventional culinary products. From the observations made, MSMEs still do not understand the importance of halal certificates and do not know how to obtain halal certification. Through this community service activity, MSMEs in Kelapadua Subdistrict, Tangerang are given education about the importance of halal certificates in order to build trust and sustainability in the food industry as well as how to obtain halal certificates. Community service activities were carried out at the end of March 2024, attended by 15 participants. ABSTRAK Kehadiran UMKM yang marak akhir-akhir ini terutama disebabkan oleh adanya peluang usaha yang baik di tengah masyarakat, misalnya saja untuk penyediaan kebutuhan sehari-hari, godaan dari usaha-usaha yang sedang viral dan memberikan peluang usaha, selera masyarakat yang makin meningkat dan bervariasi, harga terjangkau oleh masyarakat umum, adanya konsumen yang menjadi pelanggan setia, tersedianya bahan baku yang memudahkan dalam membangun usaha, dan sebagainya. Namun demikian, pelaku UMKM sering menghadapi masalah dalam usaha yang dijalankan seperti masalah modal, kurangnya pengetahuan dan kemampuan SDM mengelola modal usaha, kurangnya pengetahuan tentang pengelolaan keuangan usaha, dan lemahnya pengetahuan tentang sertifikasi halal. Kurangnya sosialisasi mengenai sertifikasi halal terhadap UMKM menyebabkan banyak pelaku UMKM yang kurang memahami pentingnya manfaat sertifikat halal bagi produk, dimana hal ini nantinya akan berdampak pada perkembangan usaha UMKM yang tidak bertumbuh secara maksimal. Mitra pada kegiatan PKM ini adalah kelompok pelaku UMKM di Kelurahan Kelapa Dua, Tangerang. UMKM kuliner di Tangerang merupakan usaha kecil menengah yang bergerak di bidang kuliner dan industri kreatif. Produk yang ditawarkan terdiri dari sebagian besar berupa-rupa jenis makanan yang beraliran kekinian dan ada juga produk kuliner yang agak konvensional. Dari observasi yang dilakukan bahwa dari pelaku UMKM masih kurang memahami pentingnya sertifikat halal dan belum mengetahui cara mendapatkan sertifikasi halal. Melalui kegiatan abdimas ini, kepada pelaku UMKM di Kelurahan Kelapadua, Tangerang diberikan edukasi tentang pentingnya sertifikat halal guna membangun kepercayaan dan keberlanjutan dalam industri pangan serta cara untuk memperoleh sertifikat halal. Kegiatan abdimas sudah terlaksana pada akhir bulan Maret 2024 dengan dihadiri oleh 15 orang peserta.
TELAAH TERHADAP PANDUAN RANCANG KOTA, KAWASAN PONDOK INDAH: SUB KAWASAN DI RUAS 1 Ariaji, Priscilla Epifania; Salim, Justine; Horis, Ivonne Nelvina; Sutrisno, Jennifer
Jurnal Serina Abdimas Vol 2 No 3 (2024): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v2i3.32387

Abstract

The dynamic changes and development of Jakarta have actually been considered and anticipated through the creation of Urban Design Guidelines (UDGL), which are usually evaluated every five years. Pondok Indah area is one of the areas that holds significance in its development in the southern part of Jakarta and already has the Pondok Indah Area Urban Design Guidelines, last revised in 2012. This PKM (Community Service Program) aims to contribute by participating in the evaluation of the implementation of existing Urban Design Guidelines in Jakarta. The focus of observation taken from the UDGL is the Pondok Indah Area UDGL established by Governor Regulation number 185 of 2012. The area's vision as an integrated business center serving domestic and international businesses needs to be assessed for its development. The evaluation of the Pondok Indah Area UDGL will be divided into three PKM proposals focusing on sub-areas in Sections 1, 2, and 3. This proposal will focus on the sub-area in Section 1. The method used is descriptive-analytical-comparative, comparing government plans outlined in the UDGL with actual conditions in the field. Data collection is conducted through literature review and field surveys, followed by a comparative analysis method, evaluating the actual occurrences to draw conclusions. The main questions focus on "How and to what extent has the UDGL been realized in the field?" and "What problems arise if the plans are not implemented?" Through this PKM, it is hoped that an evaluation book will be produced to provide input for the future development of the Pondok Indah Area UDGL. ABSTRAK Perubahan dan perkembangan Kota Jakarta sebenarnya sudah dipikirkan dan diantisipasi dengan dibuatnya Panduan Rancang Kota (PRK) atau sering disebut Urban Design Guideline (UDGL) yang biasanya di evaluasi setiap 5 tahun sekali, Kawasan Pondok Indah merupakan salah satu kawasan yang memiliki arti penting dalam perkembangannya di selatan Kota Jakarta, dan sudah memiliki PRK Kawasan Pondok Indah yang terakhir direvisi pada tahun 2012. PKM ini mencoba berkontribusi dengan cara ikut serta mengevaluasi realisasinya Panduan Rancang Kota yang ada di Jakarta. Fokus amatan PRK yang diambil adalah PRK Kawasan Pondok Indah yang ditetapkan oleh Pergub nomor 185 tahun 2012. Visi kawasasan sebagai Kawasan terpadu pusat bisnis yang melayani bisnis domestik maupun international perlu dilihat perkembangannya. Evaluasi PRK Kawasan Pondok Indah ini nantinya akan dibagi menjadi 3 proposal PKM yang fokus pada sub Kawasan di Ruas 1; Sub Kawasan di Ruas 2 dan Sub Kawasan di Ruas 3. Proposal ini akan fokus pada Sub Kawasan di Ruas 1. Metode yang digunakan adalah deskriptif-analisis-komparatif dengan membandingkan rencana pemerintah dalam muatan PRK dengan kondisi nyata di lapangan. Pengumpulan data dilakukan dengan metode kajian literatur dan survai ke lapangan untuk kemudian dilanjutkan metode analisis komparatif, mengevaluasi kebenaran yang terjadi sehingga nantinya bisa ditarik kesimpulan-kesimpulan. Pertanyaan fokus pada `Bagaimana dan seperti apa atau sudah samapi manakah realisasi PRK di lapangan, serta `Apa permasalahan yang terjadi jika sampai rencana tadi belum terealisasi. Melalui PKM ini diharapkan akan dapat menghasilkan buku evaluasi sebagai yang berguna sebagai masukan untuk pengembangan PRK Kawasan Pondok Indah nantinya.
PELATIHAN PUBLIC SPEAKING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI PUBLIK SISWA SMA SANTO YAKOBUS Winduwati, Septia; Christina; Elvan
Jurnal Serina Abdimas Vol 2 No 3 (2024): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v2i3.32390

Abstract

Public speaking is an essential part of communication skills that is not easily mastered by everyone. Public speaking anxiety often prevents individuals from developing their public speaking skills. The negative impact can be seen from the physical and emotional health problems they experience. The solution lies in public speaking training that is fun and builds confidence in public speaking. Through seminar methods and public speaking practice, Community Service activities (PKM) are carried out. This approach helps in improving the public speaking skills of SMA Santo Yakobus students. This method is applied as the most effective form of public speaking training, in which discussions can be held with students, and ends with public speaking practice. Seminar at SMA Santo Yakobus showed an increase in participants' understanding of public speaking concepts as well as a significant increase in their understanding of goals, important factors, benchmarks for success, and preparation in public speaking after attending the seminar. Factors that influence communication effectiveness, such as understanding, satisfaction, influence on attitudes, and better relationships, are important in understanding public speaking success. ABSTRAK Public speaking merupakan bagian esensial dari kemampuan komunikasi yang tidak mudah dikuasai oleh semua orang. Kecemasan berbicara di depan umum seringkali menghambat individu untuk berkembang. Dampak negatifnya dapat terlihat dari gangguan kesehatan fisik dan emosional yang mereka alami. Solusinya terletak pada pelatihan public speaking yang menyenangkan dan membangun kepercayaan diri dalam berbicara di depan umum. Melalui metode seminar dan praktik public speaking, kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dilaksanakan. Pendekatan ini membantu dalam meningkatkan kemampuan public speaking siswa SMA Santo Yakobus.. Metode ini diaplikasikan sebagai bentuk yang paling efektif dalam pelatihan public speaking, di dalamnya dapat dilakukan diskusi dengan siswa, serta diakhiri dengan praktik public speaking. Seminar di SMA Santo Yakobus menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terkait konsep-konsep public speaking serta peningkatan signifikan dalam pemahaman mereka tentang tujuan, faktor penting, tolok ukur keberhasilan, dan persiapan dalam public speaking setelah mengikuti seminar. Faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas komunikasi, seperti pemahaman, kepuasan, pengaruh pada sikap, dan hubungan yang lebih baik, menjadi penting dalam memahami keberhasilan public speaking
ANALISIS KEGIATAN MBKM-KEWIRAUSAHAAN: CULINARY CORONET Tunjungsari, Hetty Karunia; Demetrius, Felix; Hartojo, Graciella Jocelyn; Leviani, Marissa; Alvindy
Jurnal Serina Abdimas Vol 2 No 3 (2024): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v2i3.32394

Abstract

This study analyzes the impact of the MBKM-Entrepreneurship Program on the development of the Culinary Coronet (CuCo) business, a pastry venture founded by four Management students from Tarumanagara University. CuCo, with its flagship product named Culinary Coronet, is committed to becoming a leading pastry producer in Indonesia through innovation and high quality. This research uses a qualitative descriptive method with a case study approach, collecting data through observation, interviews, and document analysis. During the period from April to September 2024, CuCo increased production quantity from 250 to 500 units per month and revenue from Rp4,500,000 to Rp9,000,000 per month. Financial reports show an increase in gross profit and a positive net cash flow. The results of the study indicate that the MBKM-Entrepreneurship Program had a significant positive impact on CuCo's development, enabling the team to develop innovative products, expand marketing networks, and improve operational efficiency through training and guidance. Support from supervising lecturers and university facilities also played an important role in this success. The conclusion of this study is that the MBKM-Entrepreneurship Program effectively promotes student business development, particularly in the pastry industry in Indonesia. This program successfully enhanced the capacity and capability of the CuCo team, contributing to sustainable business growth. This research is expected to serve as a reference for the development of similar programs in the future and provide inspiration for other students to develop their own ventures. ABSTRAK Penelitian ini menganalisis pengaruh Program MBKM-Kewirausahaan terhadap pengembangan bisnis Culinary Coronet (CuCo), sebuah usaha pastry yang didirikan oleh empat mahasiswa Manajemen dari Universitas Tarumanagara. CuCo, dengan produk unggulan bernama Culinary Coronet, berkomitmen menjadi produsen pastry terkemuka di Indonesia melalui inovasi dan kualitas tinggi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen terkait. Selama periode April hingga September 2024, CuCo meningkatkan kuantitas produksi dari 250 menjadi 500 unit per bulan dan pendapatan dari Rp4.500.000 menjadi Rp9.000.000 per bulan. Laporan keuangan menunjukkan peningkatan laba kotor dan arus kas bersih yang positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program MBKM-Kewirausahaan memberikan dampak positif signifikan terhadap pengembangan CuCo, memungkinkan tim mengembangkan produk inovatif, memperluas jaringan pemasaran, serta meningkatkan efisiensi operasional melalui pelatihan dan bimbingan. Dukungan dari dosen pembimbing dan fasilitas universitas juga berperan penting dalam keberhasilan ini. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa Program MBKM-Kewirausahaan efektif mendorong pengembangan bisnis mahasiswa, khususnya dalam industri pastry di Indonesia. Program ini berhasil meningkatkan kapasitas dan kapabilitas tim CuCo, berkontribusi pada pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi bagi pengembangan program serupa di masa mendatang dan memberikan inspirasi bagi mahasiswa lain untuk mengembangkan usaha mereka.
PENGENALAN EMOSI DALAM RANGKA PENCEGAHAN BULLYING SERTA MEMBANGUN KESADARAN AKAN DAMPAK NEGATIF DI SD NEGERI CIHERANG 2 Wulandari, Lita Eka; Bellarmino, Edward; Saputra, Arya Dwi; Manik, Laura Bernadeth; Budianto, Gabriel Arnold; Gulo, Trinatalis; Arisandi, Desi
Jurnal Serina Abdimas Vol 2 No 3 (2024): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v2i3.32456

Abstract

Education about emotions and bullying is very important for children from an early age, because this is when character development begins. This activity was carried out because of the results seen when observing the environment of SD Negeri Ciherang 2 which still lacks awareness about emotions and the impact of bullying. In providing early education on these topics, children can develop important skills to understand and manage their emotions effectively, as well as recognize and overcome bullying behavior. The purpose of this community service activity (Abdimas) is to provide an introduction to emotions and bullying education program at SD Negeri Ciherang 2 as an effort to improve students' psychological well-being. By using observation techniques, the level of awareness and control of students' emotions before and after the program can be studied. During the implementation of Abdimas, a series of activities centered on emotional awareness and bullying prevention were conducted over three days. These important sessions were organized in three different classes: first, second, and third grade. Each session lasted for approximately four hours, carefully integrated into the regular school schedule to ensure minimal disruption to the students' learning process. Results showed that most students lacked understanding of emotions at first and often engaged in bullying. However, students' awareness increased and there were no reports of bullying after the program, indicating that the program had a positive effect in increasing understanding of emotions and reducing the amount of bullying that occurs in schools. This not only contributed to their personal development, but also fostered a safer and more inclusive environment within the school community. ABSTRAK Edukasi mengenai emosi dan bullying sangat penting bagi anak-anak sejak usia dini, karena pada masa inilah perkembangan karakter dimulai. Kegiatan ini dilaksanakan karena melihat hasil yang terlihat ketika mengamati lingkungan SD Negeri Ciherang 2 yang masih kurang atas kesadaran tentang emosi dan dampak bullying. Dalam memberikan edukasi dini tentang topik-topik ini, anak-anak dapat mengembangkan keterampilan penting untuk memahami dan mengelola emosi mereka secara efektif, serta mengenali dan mengatasi perilaku bullying. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) ini adalah memberikan pengenalan emosi dam program edukasi bullying di SD Negeri Ciherang 2 sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan psikologis siswa. Dengan menggunakan teknik observasi, tingkat kesadaran dan kontrol emosi siswa sebelum dan setelah program dapat dipelajari. Selama pelaksanaan Abdimas, serangkaian kegiatan yang berpusat pada kepedulian emosional dan pencegahan bullying dilakukan selama tiga hari. Sesi penting ini diselenggarakan di tiga kelas berbeda: kelas satu, dua, dan tiga. Setiap sesi berlangsung selama kurang lebih empat jam, diintegrasikan secara cermat ke dalam jadwal reguler sekolah untuk memastikan minimalnya gangguan terhadap proses belajar siswa. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar siswa kurang memahami emosi pada awalnya dan sering terlibat dalam perundungan. Namun, kesadaran siswa meningkat dan tidak ada laporan perundungan setelah program, yang menunjukkan bahwa program memiliki efek positif dalam meningkatkan pemahaman tentang emosi dan mengurangi jumlah perundungan yang terjadi di sekolah. Hal ini tidak hanya berkontribusi pada perkembangan pribadi mereka, namun juga menumbuhkan lingkungan yang lebih aman dan inklusif di dalam komunitas sekolah.
POP-UP BOOK AS A MEDIA THROUGH MOTHER EMPOWERMENT Ninawati; Pribadi, Natasha; Khamila, Aurora Nurul; W, Raden Ajeng Astari A.
Jurnal Serina Abdimas Vol 2 No 3 (2024): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v2i3.32457

Abstract

Baby blues syndrome is a mental health disorder such as emotional instability in postpartum mothers. Generally, this condition often occurs for three to fourteen days postpartum, it is characterized by difficulty sleeping, changes in mood and appetite, reduced interest in daily activities, and fatigue. Several factors can influence this condition, such as socio-economic factors, lack of support from the supposed support system, education, imbalanced hormones after childbirth, to the trauma experienced during childbirth. Lack of preparation and support for the mother in dealing with the baby blues can lead to more acute symptoms in the form of postpartum depression. Maternal knowledge and actions in dealing with and anticipating the occurrence of baby blues are essential for mothers and babies. This effort can be obtained by one of the ways is through self-empowerment by the mother. In order to provide internal support, a pop-up book for student creativity program (PKM) was designed that aims to educate and provide emotional support to mothers, especially on several interventions and therapies that can be done independently. This pop-up book is made as a development of educational media in the form of interactive books carried out by conducting in-depth analysis of influencing factors and variables, examining the various types of therapies available, and designing products. The main focus of this design is expected that mothers who have the potential to experience baby blues syndrome as a potential target audience can understand the phenomenon of baby blues more deeply and as a form of prevention effort from baby blues syndrome ABSTRAK Sindrom baby blues merupakan suatu gangguan kesehatan mental seperti kondisi emosi yang tidak stabil pada ibu pasca melahirkan. Umumnya, kondisi ini seringkali terjadi selama tiga hingga empat belas hari pasca melahirkan, hal tersebut ditandai dengan kesulitan tidur, perubahan pada suasana hati, perubahan nafsu makan, berkurangnya minat pada kegiatan sehari-hari, hingga mudah lelah. Beberapa faktor yang diduga dapat mempengaruhi kondisi ini, antara lain seperti faktor sosio-ekonomi, kurangnya dukungan dari support system, edukasi, hormon yang masih belum seimbang pasca melahirkan, sampai pada trauma yang dialami saat menjalani persalinan. Minimnya persiapan maupun dukungan bagi sang ibu dalam menghadapi baby blues dapat mengakibatkan gejala yang lebih akut dalam bentuk depresi postpartum. Pengetahuan dan tindakan ibu dalam menghadapi dan mengantisipasi terjadinya baby blues merupakan suatu hal yang penting bagi ibu dan bayi. Upaya ini dapat diperoleh dengan salah satunya caranya adalah melalui pemberdayaan diri oleh sang ibu. Guna memberikan dukungan secara internal maka pop-up book untuk PKM dibuat yang bertujuan untuk mengedukasi dan memberikan dukungan emosional pada ibu terutama pada beberapa intervensi dan terapi yang dapat dilakukan secara mandiri. Pop-up book ini dibuat dengan literature review, melalui analisis faktor dan variabel yang mempengaruhi, menelaah ragam jenis terapi yang tersedia, serta melakukan perancangan produk. Fokus utama perancangan ini diharapkan ibu yang memiliki potensi mengalami sindrom baby blues sebagai calon khalayak sasaran dapat memahami fenomena baby blues secara lebih dalam dan sebagai bentuk upaya pencegahan dari sindrom baby blues
MENINGKATKAN KINERJA KARYAWAN MELALUI KETERIKATAN KERJA DAN RASA SYUKUR Rostiana; Kristiani, Monika Dwi; Rizki , Selly Qoriana
Jurnal Serina Abdimas Vol 2 No 3 (2024): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v2i3.32458

Abstract

Employee performance is a crucial factor in achieving organizational goals. Company X, which is engaged in financing services in Indonesia, faces challenges in creating competent and high-performing employees. Various initiatives have been taken by the HR division, but the success rate to achieve competent and high-performing employees has not been optimal. According to Bakker et al. (2019), employee performance is influenced by internal motivation known as work engagement, employees who are engaged in work will be more focused, proactive, and effective in completing tasks. Based on the job demands-resources (JD-R) theory, work engagement changes when personal resources and job resources fluctuate (Bakker & Demerouti, 2017). In this context, gratitude is identified as a valuable personal resource as it can increase adaptability and positive impact in the work environment (Nicuță et al., 2022). In a highly dynamic and uncertain business environment, especially post-pandemic, the ability of employees to stay motivated and engaged with their work has become increasingly crucial. Through understanding the benefits of gratitude, employees are expected to increase work engagement, which in turn will affect overall work performance. The webinar was conducted at Company X involving 52 employees from various HR departments including Recruitment, Training, Personnel, Performance Management, and Organization & Policy. The results of the t-test on this activity show a significant number (p<0.05), so it can be concluded that this activity provides meaningful changes for the participants ABSTRAK Kinerja karyawan adalah faktor krusial dalam mencapai tujuan organisasi. Perusahaan X, yang bergerak dalam bidang jasa pembiayaan di Indonesia, menghadapi tantangan dalam menciptakan karyawan yang kompeten dan berkinerja tinggi. Berbagai inisiatif telah diambil oleh divisi SDM, namun tingkat keberhasilan untuk mencapai karyawan yang kompeten dan berkinerja tinggi belum optimal. Menurut Bakker et al. (2019), kinerja karyawan dipengaruhi oleh motivasi internal yang dikenal sebagai keterikatan kerja, karyawan yang terlibat dalam pekerjaan akan lebih fokus, proaktif, dan efektif dalam menyelesaikan tugas. Berdasarkan teori job demands-resources (JD-R), keterikatan kerja berubah ketika sumber daya pribadi dan sumber daya pekerjaan berfluktuasi (Bakker & Demerouti, 2017). Dalam konteks ini, rasa syukur diidentifikasi sebagai sumber daya pribadi yang berharga karena dapat meningkatkan adaptabilitas dan dampak positif di lingkungan kerja (Nicuță et al., 2022). Dalam lingkungan bisnis yang sangat dinamis dan penuh ketidakpastian, terutama pasca-pandemi, kemampuan karyawan untuk tetap termotivasi dan terikat dengan pekerjaannya menjadi semakin krusial. Melalui pemahaman mengenai manfaat rasa syukur, diharapkan karyawan dapat meningkatkan keterikatan kerja, yang pada akhirnya akan mempengaruhi kinerja kerja secara keseluruhan. Webinar dilakukan pada Perusahaan X dengan melibatkan 52 karyawan dari berbagai departemen SDM termasuk Recruitment, Training, Personnel, Performance Management, dan Organizational & Policy. Hasil uji t test pada kegiatan ini menunjukkan angka yang signifikan (p<0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini memberikan perubahan yang berarti bagi para peserta.
ANALISIS KEGIATAN MBKM KEWIRAUSAHAAN: DECO DELIGHT Tunjungsari, Hetty Karunia; Albino, Danovan Putra; Monica, Angelina; Phang, Stephanie; Lie, Vincent; Chandra, Richard
Jurnal Serina Abdimas Vol 2 No 3 (2024): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v2i3.32459

Abstract

This research contains an analysis of the influence of the MBKM-Entrepreneurship Program on the development of Deco Delight business. Deco Delight is a venture in the field of Creative Arts applied in Phone Case technology. Deco Delight was founded by five Management students from Tarumanagara University. Deco Delight started in April 2024 with the aim of becoming a Phone Case business with Artistic Creativity created by popular handcraft artistic creations, liked, and beneficial to the Indonesian community. This research explains the working process of Deco Delight and the development of the business. The results of this research show that the MBKM-Entrepreneurship Program has a positive impact on Deco Delight business, by enhancing insights into a business and the development of creative and innovative products. The conclusion of this research is that the development of Deco Delight is rapidly aided by the MBKM-Entrepreneurship Program, which yields positive results. The MBKM-Entrepreneurship Program greatly assists students in running a business with good guidance and direction for starting and growing a business. This research is expected to be helpful for people in need of references for the development of programs or ventures to become better. ABSTRAK Penelitian ini berisisi analisis tentang pengaruh Program MBKM-Kewirausahaan terhadap pengembangan bisnis Deco Delight. Deco Delight merupakan sebuah usaha dalam bidang Seni Kreativitias yang diterapkan dalam teknologi Casing Handphone. Deco Delight didirikan oleh lima Mahasiswa jurusan Manajemen dari Universitas Tarumanagara. Deco Delight berdiri dari bulan April 2024, dengan tujuan untuk menjadi usaha Casing dengan Seni Kreativitas yang dibuat oleh kreasi kesenian tangan yang populer, disukai dan bermanfaat bagi masyarakat Indonesia. Penelitian ini menjelaskan bagaimana cara proses kerja Deco Delight dan pengembangan usaha Deco Delight. Hasil dari penelitian ini menunjukan Program MBKM-Kewirausahaan memberikan dampak baik terhadap usaha Deco Delight, dengan menambah wawasan terhadap suatu bisnis serta pengembangan produk yang kreatif dan inovatif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah perkembangan dari Deco Delight terbantu pesat oleh Program MBKM-Kewirausahaan yang memberikan hasil positif, Program MBKM-Kewirausahaan sangat membantu mahasiswa dalam menjalankan usaha bisnis dengan panduan dan arahan yang baik untuk memulai dan pertumbuhan suatu bisnis. Penelitian ini diharapkan dapat membantu bagi masyarakat yang membutuhkan referensi dalam perkembangan program atau usaha yang dijalankan untuk menjadi lebih baik
METODE PROBLEM BASED SOLVING PADA PEMBELAJARAN AKUNTANSI DI SMA Suhendah, Rousilita; Patricia, Ivonne; Sylvia
Jurnal Serina Abdimas Vol 2 No 3 (2024): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v2i3.32474

Abstract

Accounting lessons for high school students in grades X-XII require high attention and concentration because each chapter in the accounting curriculum is interconnected. The high school accounting material is divided into sections for service companies and trading companies. In service companies, we will cover topics such as journal and ledger creation, trial balances, adjusting entries and adjusted trial balance, worksheets, and the production of financial reports. In the course of community service activities, the team will administer an initial test to assess the abilities of class X-XII students before training. Then, the community service team will provide material related to adjusting journals, using a problem-based solving method to create a trial balance after adjustments. This method is applied because the accounting material in secondary schools typically consists of concise, individual questions, which can present challenges for students to comprehend and work through. Following this, the team will conduct a post-test to evaluate the results of the students' abilities and understanding of the accounting material taught during the training. The average pre-test score was 46.67, and the post-test score was 71.11. This indicates that the accounting material training using the Problem-Based Solving method has led to an improvement in the students' understanding and abilities before and after the training. The Problem-Based Solving method employed by the PKM team demonstrates that the training participants, specifically the students in classes X-XII of Tarsisius 1 Catholic High School, have developed critical thinking skills and problem-solving abilities, thereby enhancing their understanding of the material covered in the training. ABSTRAK Pelajaran akuntansi bagi siswa-siswi SMA kelas X-XII merupakan pelajaran yang membutuhkan perhatian dan konsentrasi yang tinggi, karena di setiap bab materi pelajaran akuntansi saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Pada materi akuntansi yang diajarkan di sekolah menengah ini terbagi menjadi akuntansi Perusahaan jasa dan Perusahaan dagang. Pada Perusahaan jasa akan dipelajari mulai dari pembuatan jurnal, buku besar, neraca saldo, jurnal penyesuaian, neraca saldo setelah disesuaikan, neraca lajur , dan dilanjutkan dengan pembuatan laporan keuangan. Pada saat pelaksanaan PKM, tim akan memulai dengan memberikan tes awal dengan tujuan agar tim PKM dapat mengetahui sejauh mana kemampuan siswa-siswi kelas X-XII sebelum dilakukan pelatihan. Tahap selanjutnya, Tim PKM memberikan materi yang berkaitan dengan jurnal penyesuaian sampai pembuatan neraca saldo setelah disesuaikan dengan metode problem based solving. Metode problem based solving ini diterapkan karena pada umumnya pemberian materi akuntansi di sekolah menengah merupakan materi singkat dan soal-soal yang bersifat individu sehingga siswa-siswi tidak paham dan mengalami kesulitan mengerjakan soal-soal akuntansi. Tahap berikutnya tim akan memberikan post test untuk melihat hasil kemampuan dan pemahaman siswa-siswi terhadap materi akuntansi yang sudah diajarkan oleh tim PKM. Rata-rata nilai pre-test sebesar 46,67 dan post-test sebesar 71,11. Ini berarti bahwa pada pelatihan materi akuntansi dengan metode Problem Based Solving menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kemampuan siswa yang mengikuti pelatihan sebelum dan sesudah pelatihan. Metode Problem Based Solving yang diadopsi oleh tim PKM menunjukkan bahwa peserta pelatihan yaitu siswa kelas X-XII SMA Katolik Tarsisius 1 memiliki kemampuan berpikir kritis dan mempunyai keterampilan yang dapat memecahkan masalah serta menambah pemahaman pengetahuan akan materi yang dilatih