cover
Contact Name
Carla Olyvia Doaly
Contact Email
carlaol@ft.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jsa@untar.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara Kampus 1 Jl. Letjen S. Parman No.1 Jakarta 11440 021-5671747 Ext. 215
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Serina Abdimas
ISSN : 29866065     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.24912/jsa.v3i3.35256
Jurnal Serina Abdimas adalah wadah publikasi hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilaksanakan oleh Dosen, Mahasiswa, maupun Praktisi dan telah didesiminasikan pada Seri Seminar Nasional (SERINA) dan SENAPENMAS yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Tarumanagara.
Articles 633 Documents
PELATIHAN AKUNTANSI JURNAL PENYESUAIAN BAGI SISWA SMAN 2 JAKARTA Hidajat, Nastasya Cindy; Tanya Edwina Abigail; Wieleycia Terence
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i2.34962

Abstract

Accounting is not just a simple process but a complete cycle that requires a thorough understanding, especially in areas such as adjustment journals. Many students often struggle with this topic due to its complexity and unique treatment in the accounting process. To help overcome this challenge, a PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) activity was held to provide additional learning support for students, particularly focusing on the adjustment journal stage in the accounting cycle. This activity was specifically aimed at students of SMAN 2 and attended by 23 participants from class XI. The session was conducted offline in two meetings, totaling 120 minutes, on March 19, 2025, from 07.30 to 09.30. The activity began with a presentation by the PKM Team from Universitas Tarumanagara (Untar), followed by practice questions to reinforce understanding, and concluded with a question-and-answer session to clarify any confusion. The implementation of the activity ran smoothly and was received enthusiastically by the students. This enthusiasm was evident from the positive feedback gathered through questionnaires distributed at the end of the session. Through this PKM initiative, it is hoped that students gained a clearer understanding of adjustment journals and felt more confident in applying them within the broader accounting cycle. ABSTRAK Akuntansi bukanlah proses yang sederhana, melainkan merupakan suatu siklus menyeluruh yang membutuhkan pemahaman mendalam, terutama pada tahap-tahap penting contohnya seperti pembuatan jurnal penyesuaian. Jurnal penyesuaian merupakan bagian penting dalam sebuah proses akuntansi yang bertujuan untuk mencatat transaksi yang belum dicatat atau perlu disesuaikan agar laporan keuangan mencerminkan kondisi yang sebenarnya. Namun, banyak siswa yang masih kesulitan memahami materi ini karena perlakuannya yang cukup kompleks. Oleh karena itu, diperlukan tambahan pembelajaran untuk memperdalam pemahaman siswa mengenai jurnal penyesuaian. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk membantu siswa SMAN 2 agar lebih memahami tahapan dalam siklus akuntansi, khususnya jurnal penyesuaian. Kegiatan ini diikuti oleh 23 peserta dari kelas XI dan dilaksanakan secara luring selama 120 menit dalam dua sesi pada tanggal 19 Maret 2025, pukul 07.30 hingga 09.30. Kegiatan diawali dengan pemaparan materi oleh Tim PKM dari Universitas Tarumanagara (Untar), dilanjutkan dengan latihan soal untuk memperkuat pemahaman peserta, dan diakhiri dengan sesi tanya jawab guna mengklarifikasi hal-hal yang belum dipahami. Secara keseluruhan, kegiatan PKM berjalan lancar dan mendapat respon positif dari peserta. Antusiasme peserta terlihat dari partisipasi aktif mereka selama kegiatan berlangsung serta hasil kuesioner yang menunjukkan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dalam membantu mereka memahami jurnal penyesuaian secara lebih mendalam.
SOLUSI PENCEGAHAN TINDAKAN PERUNDUNGAN PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS KABUPATEN TANGERANG Rasji; R.M. Gatot P Soemartono; Michelle Audrey Serena; Shalom Inka Nauli Banjarnahor; Sandra Dewi Putri Pahlawan
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i2.34965

Abstract

Bullying is a series of aggressive acts or negative behaviors carried out by one individual or a group of individuals against another person who is weaker or less powerful repeatedly. Bullying can be done physically, verbally, or socially. The goal is to hurt, scare, or degrade the victim. Bullying often occurs in schools, especially in high schools in Tangerang Regency, which are generally carried out by senior students to junior students. Bullying has a serious impact on the psychological, emotional, and social well-being of the victim. High school students are a generation that is entering a transitional age from childhood to adulthood. This age encourages aggressive attitudes and behaviors of students to show their identity and abilities in the eyes of others. Many students are unable to control their transitional age, resulting in behavior that belittles and hurts fellow students. Bullying needs to be prevented so that it does not have a negative impact on school students. The problem is how to prevent bullying against school students? This problem is discussed using an empirical approach method, by interviewing school students. The solution is that efforts need to be made to prevent bullying in school students, through the defense of anti-bullying legal material by legal expert lecturers. This solution is carried out through a community service program, with target partners being high school students in Tangerang Regency. The result is that students gain knowledge of anti- bullying law and increase legal awareness of school students not to commit or become victims of bullying. ABSTRAK Perundungan merupakan serangkaian perbuatan agresif atau perilaku negatif yang dilakukan oleh satu individu atau sekelompok individu terhadap orang lain yang lebih lemah atau kurang berdaya secara berulang-ulang. Tindakan perundungan dapat dilakukan secara fisik, verbal, atau sosial. Tujuannya adalah untuk menyakiti, menakut-nakuti, atau merendahkan derajat korban. Perundungan banyak terjadi di lingkungan sekolah, khususnya pada sekolah tingkat menengah atas di Kabupaten Tangerang, yang pada umumnya banyak dilakukan oleh siswa senior kepada siswa junior. Tindakan perundungan memiliki dampak yang serius pada kesejahteraan psikologis, emosional, dan sosial korban. Para siswa sekolah menengah atas merupakan generasi yang memasuki usia peralihan dari usia anak- anak ke usia dewasa. Usia ini mendorong sikap dan perilaku siswa agresif untuk menunjukan jati diri dan kemampuannya di mata orang lain. Banyak siswa yang tidak mampu mengendalikan usia peralihannya, sehingga menimbulkan perilaku yang merendahkan dan menyakiti sesama siswa. Tindakan perundungan perlu dilakukan pencegahan agar tidak menimbulkan dampak negatif kepada siswa sekolah. Permasalahannya adalah bagaimana solusi pencegahan tindak perundungan kepada siswa sekolah? Permasalahan ini dibahas dengan metode pendekatan empiris, dengan cara wawancara dengan para siswa sekolah. Solusinya adalah perlu dilakukan upaya pencegahan tindakan perundungan pada siswa sekolah, melalui pembelakan materi hukum anti perundungan oleh dosen ahli hukum. Solusi ini dilakukan dengan program pengabdian kepada masyarakat, dengan mitra sasaran siswa sekolah menengah atas Kabupaten Tangerang. Hasilnya adalah para siswa memperoleh bekal pengetahuan hukum anti perundungan dan meningkatnya kesadaran hukum para siswa sekolah untuk tidak melakukan atau menjadi korban tindakan perundungan.
TEKNIK BERACARA DALAM PEMBUKTIAN PIDANA KEPADA WARGA LEMBAGA PEMASYARAKATAN RUMAH TAHANAN NEGARA SALEMBA KELAS 1 Firmansyah, Hery; Hugo Feris Tri Susanto; Ahmad Muzacky; Matthew Mikha Sebastian Matondang; Deryl Leeland; Indri Elena Suni
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i2.34970

Abstract

One of the most crucial processes in handling criminal cases is the stage of proof in court. A person cannot be convicted of a criminal act if there is no valid evidence to support the accusation. According to Indonesian law, specifically the Criminal Procedure Code (KUHAP), a criminal case cannot proceed to conviction unless there are at least two valid pieces of evidence. If the evidence presented does not meet this requirement or is obtained unlawfully, it cannot be used as a basis for punishment. Recognizing the importance of legal awareness in correctional facilities, the UNTAR Faculty of Law (FH) Legal Aid and Consultation Center (PKBH) Team carried out a legal counseling session at the Salemba Class I Detention Center in Central Jakarta. This activity was a collaboration between lecturers, legal practitioners (lawyers), and students, and is part of the implementation of the Tri Dharma of Higher Education—particularly community service and legal education. The material presented focused on the implementation of criminal trials as regulated under Law Number 8 of 1981 concerning the Criminal Procedure Code. Special attention was given to Article 184, which outlines the types of admissible evidence: Witness Statements, Expert Testimonies, Documentary Evidence, and Indications. The goal of this counseling activity was to provide inmates with a deeper understanding of the evidentiary process in criminal law. With this knowledge, inmates are expected to be more aware of their rights and better understand procedures during trial. The session received a positive response and participation from the inmates. ABSTRAK Salah satu proses penting dalam penanganan kasus pidana adalah tahap pembuktian di persidangan. Hal ini sangat krusial karena seseorang tidak dapat dijatuhi hukuman atas suatu perbuatan pidana tanpa adanya alat bukti yang sah dan cukup. Menurut Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), minimal harus terdapat dua alat bukti yang sah agar seseorang dapat dinyatakan bersalah. Apabila jumlah alat bukti tidak mencukupi atau alat bukti diperoleh dengan cara yang tidak sah, maka hal tersebut tidak dapat digunakan dalam proses pembuktian di persidangan. Berdasarkan hal tersebut, Tim Pusat Konsultasi dan Bantuan Hukum Fakultas Hukum Universitas Tarumanagara (PKBH FH UNTAR) melaksanakan kegiatan penyuluhan hukum di Rumah Tahanan Salemba Kelas I Jakarta Pusat. Kegiatan ini merupakan bentuk kerja sama antara dosen, praktisi hukum (pengacara), dan mahasiswa dalam rangka menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Materi yang disampaikan dalam penyuluhan ini adalah mengenai pelaksanaan persidangan dalam perkara pidana yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana. Fokus utama penyuluhan ini adalah pembahasan mengenai alat bukti sebagaimana diatur dalam Pasal 184 KUHAP, yaitu Keterangan Saksi, Keterangan Ahli, Surat, dan Petunjuk. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman yang lebih baik kepada warga binaan mengenai proses pembuktian dalam hukum pidana Indonesia agar mereka memahami hak-haknya dalam proses peradilan.
ILUSTRASI DIGITAL UNTUK SEMUA: PEMBERDAYAAN KREATIVITAS DAN KEADILAN GENDER DI SEKOLAH DASAR DALAM SEMANGAT SDG Chandra, Edy; Nero Devanca Chandra; Luvena Valencia Ciputra; Naomi Gracia Wijaya; Daisy Alicia
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i2.35108

Abstract

This community service program was implemented at SD Sinar Dharma, Jakarta, to address the digital visual literacy gap that has become increasingly urgent in primary education. Conducted from January to April 2025, the program comprised ten training sessions in digital illustration, each lasting ninety minutes, and employed a practice-based participatory learning approach designed to foster active student engagement in the creative process. The thematic curriculum integrated technical competencies—such as the application of layers, digital brushes, coloring, lighting, and composition—with conceptual dimensions of character development, local cultural representation, and narrative construction. Evaluation relied on a rubric encompassing five criteria: originality of ideas, technical accuracy, expressive quality, thematic relevance, and active participation. Data were collected through direct classroom observation, brief interviews, and analysis of student-produced digital works. Results demonstrated significant learning progress: by the fifth session, more than 70 percent of students successfully applied layered coloring techniques and basic lighting effects. Female students constituted 72 percent of participants and, on average, outperformed male students by 12.5 points in originality and technical completion, suggesting that the program fostered a safe and gender-inclusive learning environment. The initiative contributes directly to Sustainable Development Goals 4 (quality and inclusive education) and 5 (gender equality), while offering practical implications for replication across schools, teacher capacity building, thematic curriculum integration, and the establishment of digital galleries to enhance recognition and appreciation of student achievements. ABSTRAK Program Pengabdian kepada Masyarakat ini diselenggarakan di SD Sinar Dharma, Jakarta, dengan tujuan menjembatani kesenjangan literasi visual digital yang semakin relevan dalam ekosistem pendidikan dasar. Kegiatan dilaksanakan pada periode Januari–April 2025 melalui sepuluh sesi pelatihan ilustrasi digital, masing-masing berdurasi 90 menit, menggunakan pendekatan practice-based participatory learning yang menekankan keterlibatan aktif peserta dalam proses kreatif. Kurikulum tematik dirancang secara berlapis, menggabungkan keterampilan teknis—seperti penggunaan layer, kuas digital, pewarnaan, pencahayaan, dan komposisi—dengan keterampilan konseptual berupa pengembangan karakter, pengenalan budaya lokal, serta konstruksi narasi visual. Instrumen evaluasi menggunakan rubrik dengan lima indikator utama: orisinalitas ide, ketepatan teknik, ekspresi visual, relevansi tema, dan tingkat partisipasi. Data diperoleh melalui observasi kelas, wawancara singkat, serta analisis karya digital yang dihasilkan siswa. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan: sejak sesi kelima, lebih dari 70% siswa mampu mengaplikasikan teknik pewarnaan berlapis dan pencahayaan sederhana. Tingkat partisipasi perempuan mencapai 72% dengan rerata skor 12,5 poin lebih tinggi pada aspek orisinalitas dibandingkan siswa laki- laki, menunjukkan terciptanya ruang belajar yang aman, setara, dan inklusif. Program ini berkontribusi langsung pada pencapaian SDG 4 (pendidikan berkualitas inklusif) dan SDG 5 (kesetaraan gender), serta membuka peluang replikasi pada sekolah lain melalui penguatan kapasitas guru, integrasi kurikulum tematik, dan pemanfaatan galeri digital sebagai medium apresiasi karya..
PEMBUATAN SISTEM MANAJEMEN KLINIK SEBAGAI SOLUSI DIGITALISASI ADMINISTRASI DAN LAYANAN MASYARAKAT Hendryli, Janson
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i2.35109

Abstract

The beauty clinic industry has grown rapidly as public awareness of skincare and aesthetics has increased. Zotevi Clinic, located in Bekasi, faces challenges in managing patient data, queue management, medical records, invoicing, financial and inventory management, as well as member packages and discounts; all of which are still handled manually. This manual process leads to inefficiency, data loss, and difficulty in managing information quickly and accurately. The objective of this project is to develop a digital clinic management system to address these issues. The systems aim to digitize administrative and operational processes such as patient queue management, electronic medical records, automated invoicing, real-time inventory tracking, and accurate financial reporting. The systems also include role-based user access to ensure data security and privacy by restricting access to sensitive information based on user roles. The development process follows the agile or scrum methodology, which provides flexibility and iterative improvements through eight sprints. Each sprint involves close collaboration with stakeholders, ensuring that the systems meet their needs and expectations. The final product is tested with real users and deployed successfully in the clinic. Evaluation of the system shows significant improvements in operational efficiency, accuracy in data management, and user satisfaction. This digital transformation not only enhances internal clinic processes but also contributes to better service quality, faster patient processing, and increased competitiveness in the highly dynamic beauty clinic industry. Ultimately, the system facilitates the clinic's growth and sustainability in an increasingly competitive market. ABSTRAK Industri klinik kecantikan telah berkembang pesat seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan perawatan kulit dan estetika. Klinik Zotevi yang terletak di Bekasi, menghadapi tantangan dalam pengelolaan data pasien, antrian pasien, catatan medis, penagihan, manajemen keuangan dan inventaris, serta paket anggota dan diskon yang masih dikelola secara manual. Proses manual ini menyebabkan ketidakefisienan, kehilangan data, dan kesulitan dalam mengelola informasi dengan cepat dan akurat. Tujuan dari proyek ini adalah untuk mengembangkan sistem manajemen klinik berbasis digital guna mengatasi permasalahan tersebut. Sistem ini bertujuan untuk mendigitalkan proses administratif dan operasional seperti manajemen antrian pasien, rekam medis elektronik, penagihan otomatis, pelacakan inventaris secara real-time, dan laporan keuangan yang akurat. Sistem ini juga mencakup akses pengguna berbasis peran, yang memastikan keamanan dan kerahasiaan data dengan membatasi akses informasi sensitif berdasarkan peran pengguna. Proses pengembangan mengikuti metodologi Agile/Scrum, yang memberikan fleksibilitas dan perbaikan iteratif melalui delapan sprint. Setiap sprint melibatkan kolaborasi yang erat dengan pemangku kepentingan, memastikan bahwa sistem memenuhi kebutuhan dan harapan mereka. Produk akhir diuji dengan pengguna nyata dan berhasil diterapkan di klinik. Evaluasi terhadap sistem menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam efisiensi operasional, akurasi pengelolaan data, dan kepuasan pengguna. Transformasi digital ini tidak hanya meningkatkan proses internal klinik tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kualitas layanan, pemrosesan pasien yang lebih cepat, dan daya saing yang lebih tinggi di industri klinik kecantikan yang sangat dinamis. Pada akhirnya, sistem ini mendukung pertumbuhan dan keberlanjutan klinik dalam pasar yang semakin kompetitif.
PSIKOEDUKASI PENANGANAN MASALAH EMOSI DAN PERILAKU ANAK USIA DINI Monika; Ezra Joshua Halim; Jessica Winata
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i2.35110

Abstract

Early childhood during its development period experiences significant changes in various aspects, including emotional and behavioral aspects. Problems that arise related to emotion and behavior can affect their overall growth and development. In a previous study, 81 children aged 4-10 years were identified through a Strength and Difficulties Questionnaire (SDQ) filled out by parents in Krendang Village, West Jakarta. The results found significant differences between boys and girls. Boys were more often in the abnormal category, especially in the aspects of emotional, behavioral, and social relationship problems, which means that boys are more vulnerable in these categories. While girls fared better, there’s just little difference in terms of percentages between the two genders. The majority of children, both boys and girls, are still in the normal range, but parents still need to pay attention to signs of behavioral and emotional problems in their children. The results of this study were then socialized back to the parents, accompanied by the provision of psychoeducation about handling emotional and behavioral problems in early childhood. The results of this psychoeducation are considered very useful for parents, because through this psychoeducation and dissemination, tips and knowledge about parenting have been given. That way, parents can also understand that proper parenting can help overcome children's emotional and behavioral problems. Early childhood during its development period experiences significant changes in various aspects, including emotional and behavioral aspects. Problems that arise related to emotion and behavior can affect their overall growth and development. In a previous study, 81 children aged 4-10 years were identified through a Strength and Difficulties Questionnaire (SDQ) filled out by parents in Krendang Village, West Jakarta. The results found significant differences between boys and girls. Boys were more often in the abnormal category, especially in the aspects of emotional, behavioral, and social relationship problems, which means that boys are more vulnerable in these categories. While girls fared better, there’s just little difference in terms of percentages between the two genders. The majority of children, both boys and girls, are still in the normal range, but parents still need to pay attention to signs of behavioral and emotional problems in their children. The results of this study were then socialized back to the parents, accompanied by the provision of psychoeducation about handling emotional and behavioral problems in early childhood. The results of this psychoeducation are considered very useful for parents, because through this psychoeducation and dissemination, tips and knowledge about parenting have been given. That way, parents can also understand that proper parenting can help overcome children's emotional and behavioral problems.
PERANCANGAN WEBSITE UNTUK PERKUMPULAN ORANG TUA DENGAN ANAK DISABILITAS INDONESIA (PORTADIN) Tony; Arya Wira Kristanto; Lely Hiryanto
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i2.35111

Abstract

Portadin, an organization that was founded in 2005 and officially launched nationally in 2011, acts as a forum for parents of children with disabilities. This organization carries out important tasks in child protection, while also functioning as an information center, empowerment tool, government partner, and advocacy facilitator. However, Portadin faces challenges in expanding its reach and improving its professionalism. The lack of a centralized and easily accessible digital platform is a major obstacle in disseminating information, documenting activities, and facilitating communication. As a result, Portadin has difficulty reaching more members, interacting with the wider community, and strengthening its professional image. To overcome this problem, the PKM implementation team has taken the initiative to develop an official Portadin website using WordPress, which is now available at https://portadin.org/. The website is designed with five main menus—Home, About, News, Activities, and Contact—which have gone through a process of design, development, and testing. The existence of this website will expand the reach and improve the professionalism of Portadin. Further, to ensure sustainable use of the website, the PKM team will prepare a management manual and conduct training for Portadin administrators. This step aims to enable Portadin to independently update content and information, facilitate effective communication with members and the public, and function as a more modern and easily accessible information center. ABSTRAK Portadin, organisasi yang berdiri sejak tahun 2005 dan diresmikan secara nasional pada 2011, berperan sebagai wadah bagi orang tua anak disabilitas. Organisasi ini mengemban tugas penting dalam perlindungan anak, sekaligus berfungsi sebagai pusat informasi, sarana pemberdayaan, mitra pemerintah, dan fasilitator advokasi. Namun, Portadin menghadapi tantangan dalam memperluas jangkauan dan meningkatkan profesionalismenya. Kurangnya platform digital yang terpusat dan mudah diakses menjadi hambatan utama dalam menyebarkan informasi, mendokumentasikan kegiatan, dan memfasilitasi komunikasi. Akibatnya, Portadin kesulitan menjangkau lebih banyak anggota, berinteraksi dengan masyarakat luas, dan memperkuat citra profesionalnya. Untuk mengatasi permasalahan ini, tim pelaksana PKM telah berinisiatif mengembangkan website resmi Portadin menggunakan WordPress, yang kini tersedia di https://portadin.org/. Website ini dirancang dengan lima menu utama—Beranda, Tentang, Berita, Kegiatan, dan Kontak—yang telah melalui proses perancangan, pengembangan, dan pengujian. Keberadaan website ini akan memperluas jangkauan dan meningkatkan profesionalisme Portadin. Lebih lanjut, untuk memastikan pemanfaatan website yang berkelanjutan, tim PKM akan menyusun manual pengelolaan dan menyelenggarakan pelatihan bagi pengurus Portadin. Langkah ini bertujuan agar Portadin dapat secara mandiri memperbarui konten dan informasi, memfasilitasi komunikasi yang efektif dengan anggota dan masyarakat, serta berfungsi sebagai pusat informasi yang lebih modern dan mudah diakses.
PEMAHAMAN RELEVANSI DISRUPSI DIGITAL DENGAN PROFESI AKUNTAN KEPADA SISWA/I SMA KRISTOFORUS II JAKARTA Lukman, Hendro; Felicia Aristie
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i2.35112

Abstract

The rapid development of information technology in the last decade has had an impact on several jobs and professions. One of the professions that has been affected is the accounting profession. However, this does not mean that this profession will be eliminated by automation, robots and artificial intelligence. In fact, information technology can speed up, be more accurate and improve the work of accountants through repetitive and predictable accounting processes. Not all accountant work can be done by automation, robots and artificial intelligence, the touch of an accountant in evaluating and deciding an action from accounting data and information must consider other dimensions such as humans, the environment, nature and others. So that information technology as an accountant's tool to work better. The method of providing an understanding of accounting and profession to students of SMA Krisforus II Jakarta is given in the form of provision or presentation of class 11 students as material for understanding to choose an interest in class 12 and further studies and professions that will be pursued in the future. The result of this activity is quite effective for class 10 high school students who are still hesitant in determining their interests. For schools, this activity can increase students' knowledge of the work of a profession in the real world. ABSTRAK Pesatnya perkembangan tekonologi informasi pada satu decade terakhir ini membawa dampak pada beberapa pekerjaan dan profesi. Salah satu profesi yang berdampak adalah profesi akuntan. Namun, tidak berarti profesi ini akan tereliminasi dengan adanya otomatisasi, robot dan kecerdasan buatan. Bahkan teknologi informasi dapat mempercepat, lebih akurat dan meningkatkan pekerjaan akuntan melalui proses akuntansi yang berulang dan dapat diprediksi. Tidak semua pekerjaan akuntan dapat dilakukan oleh otomatisasi, robot dan kecerdasaan buatan, sentuhan akuntan dalam mengevaluasi dan memutuskan suatu aksi dari data dan informasi akuntansi harus mempertimbangkan dimensi lain seperti manusia, lingkungan, alam dan lainnya. Sehingga teknologi informasi sebagai alat akuntan untuk bekerja lebih baik. Metode pemberian pemahaman akuntansi dan profesi kepada siswa/i SMA Krisforus II Jakarta diberikan dalam bentuk pembekalan atau pemaparan siswa kelas 11 sebagai bahan pemahaman untuk memilih peminatan di kelas 12 dan studi lanjut dan perfesi yang ditekuni kelak. Hasil kegiatan ini cukup efektif bagi siswa/i SMA Kelas 10 yang masih bimbang dalam menentukan peminatan mereka. Bagi sekolah, kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan siswa/i akan pekerjaan suatu profesi di dunia nyata.
PEMAHAMAN ASIMETRI DAN TRANSPARANSI INFORMASI BAGI SISWA/I SMA SANTO KRISTOFORUS II Verawati; Elsa Felicia; Angel
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i2.35113

Abstract

Every decision is made based on an analysis of the information obtained. Therefore, the information obtained must be high quality information, such as complete and easy to access. Difficulty in accessing information can cause information asymmetry between the party providing the information and the party receiving the information. Differences in information that occur can cause disputes between the two parties. In order to avoid information asymmetry, transparency of high-quality information is needed. PKM partner is SMA Santo Kristoforus II. The problem faced by SMA Santo Kristoforus II is the needs of understanding for students of the importance of information in decision making, so that caution is needed in sorting information, and vice versa, in disseminating information. The solution provided is to provide training on information asymmetry, information transparency, and quality information concept. The training was conducted face-to-face and equipped with a lemon market theory game that was carried out at the beginning of the training session. After the game session ended, it was continued with an explanation of the material. The material presented was the concept of information asymmetry, information transparency, and characteristics of quality information. The training activities went well and smoothly. The result of PKM activity is that the students understand the concept of information asymmetry and the importance of transparency and caution in filtering and disseminating information. ABSTRAK Setiap keputusan didasari oleh analisis atas informasi yang diperoleh. Oleh karena itu, informasi yang diperoleh haruslah informasi yang berkualitas, diantaranya adalah lengkap dan mudah diakses. Akses informasi yang tidak mudah dapat menimbulkan asimetri informasi antara pihak yang menyediakan informasi dan pihak yang menerima informasi. Perbedaan informasi yang terjadi dapat menimbulkan perselisihan diantara kedua pihak tersebut. Supaya tidak terjadi asimetri informasi, maka diperlukan transparansi atas informasi yang berkualitas. Mitra PKM adalah SMA Santo Kristoforus II. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra adalah supaya para siswa memahami pentingnya informasi dalam pengambilan keputusan, sehingga diperlukan kehati-hatian dalam memilah informasi, dan sebaliknya, dalam menyebarkan informasi. Solusi yang diberikan adalah memberikan pelatihan mengenai asimetri informasi, transparansi informasi, dan informasi yang berkualitas. Pelatihan dilakukan secara tatap muka dan dilengkapi dengan permainan lemon market theory yang dilakukan di awal sesi pelatihan. Setelah sesi permainan berakhir, dilanjutkan dengan penjelasan materi. Materi yang disampaikan berupa konsep asimetri informasi, transparansi informasi, dan ciri-ciri informasi yang berkualitas. Kegiatan pelatihan berjalan dengan baik dan lancar. Hasil kegiatan PKM adalah para siswa memahami konsep dari asimetri informasi serta pentingnya transparansi dan kehati-hatian dalam menyaring dan menyebarkan informasi.
PELATIHAN DASAR AKUNTANSI PERUSAHAAN JASA BAGI SISWA SMA KRISTEN YUSUF Imelda, Elsa; Anastasya Utami; Putri Natasya Fauziah
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i2.35114

Abstract

Understanding the accounting cycle of service companies is an essential skill that students need to acquire early, as it prepares them to face both academic and professional challenges. At SMA Kristen Yusuf, there is a recognized need to enhance students' practical accounting literacy, particularly in understanding the stages of the accounting cycle in a comprehensive and applicable manner. Through this training program, students are introduced to fundamental accounting concepts, starting from the recording of transactions, posting to the ledger, adjusting entries, and culminating in the preparation of financial reports. The training method is designed to be interactive and engaging, utilizing seminars, real case simulations, and hands-on exercises in creating journals and simple financial statements. This approach ensures that students not only understand the theory but also gain practical experience. The primary objective of this activity is to improve students’ understanding, skills, and enthusiasm for accounting. It also aims to develop their ability to think logically, analytically, and systematically in managing financial information. Students are encouraged to apply what they learn through guided practice and real-world scenarios. The expected result of this training is to contribute meaningfully to the improvement of accounting education quality in the school environment. Moreover, it aims to equip students with relevant and foundational accounting skills that will be beneficial for their future academic and career endeavors. ABSTRAK Pemahaman tentang siklus akuntansi perusahaan jasa menjadi keterampilan penting yang perlu dimiliki sejak dini oleh para siswa, guna membekali mereka menghadapi dunia akademik maupun profesional. Pada SMA Kristen Yusuf terdapat kebutuhan untuk meningkatkan literasi akuntansi praktis, khususnya dalam memahami tahapan-tahapan siklus akuntansi secara komprehensif dan aplikatif. Rendahnya pemahaman siswa terhadap praktik akuntansi seringkali menjadi kendala dalam proses pembelajaran, terutama ketika berhadapan dengan materi yang bersifat teknis dan memerlukan ketelitian serta logika berpikir yang kuat. Melalui program pelatihan ini, siswa diperkenalkan dengan konsep dasar akuntansi, mulai dari pencatatan transaksi, penjurnalan, posting ke buku besar, penyusunan neraca saldo, hingga proses penyesuaian dan penyusunan laporan keuangan. Metode pelatihan dirancang secara interaktif melalui seminar, simulasi kasus nyata, diskusi kelompok, serta latihan penyusunan jurnal dan laporan keuangan sederhana. Pendekatan ini bertujuan agar siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikannya secara langsung dalam situasi yang menyerupai kondisi nyata di dunia kerja. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman, keterampilan, dan minat siswa terhadap akuntansi, sekaligus menumbuhkan kemampuan berpikir logis, analitis, dan sistematis dalam mengelola data keuangan. Hasil pelatihan diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan akuntansi di lingkungan sekolah serta membekali siswa dengan keterampilan dasar akuntansi yang relevan dan aplikatif untuk masa depan mereka.