cover
Contact Name
Carla Olyvia Doaly
Contact Email
carlaol@ft.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jsa@untar.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara Kampus 1 Jl. Letjen S. Parman No.1 Jakarta 11440 021-5671747 Ext. 215
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Serina Abdimas
ISSN : 29866065     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.24912/jsa.v3i3.35256
Jurnal Serina Abdimas adalah wadah publikasi hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilaksanakan oleh Dosen, Mahasiswa, maupun Praktisi dan telah didesiminasikan pada Seri Seminar Nasional (SERINA) dan SENAPENMAS yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Tarumanagara.
Articles 633 Documents
PENGEMBANGAN STRATEGI BISNIS UMKM PENGRAJIN TAS DI KUNCIRAN INDAH, KOTA TANGERANG Nawawi, M. Tony; Darryl; Said Ashadi Cahyadi
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i2.34864

Abstract

The development of SME business strategies is very important for an entrepreneur to maintain the continuity of his business, through this marketing strategy can provide operational solutions for his business in the future. A business is said to be successful if the business has a measurable business marketing strategy. This Community Service Activity aims to help Home Businesses (MSMEs) business marketing strategies in running their business. The Community Service Partners are Home Businesses engaged in the business of making waist bags which are processed into family businesses to earn household income. In its implementation, partner businesses require the development of business strategies, especially in maintaining the sustainability of their businesses, because in order to compete with other parties. This is due to the lack of partner knowledge about marketing business strategies. For this reason, Community Service activities aim to help partners increase their knowledge in terms of developing optimal business strategies. The method offered in this activity is offline socialization. The material to be presented includes: introduction to strategy, benefits of business plans, business plan formats and others. Through this activity, it is hoped that problems that arise in partner businesses will be resolved quickly, partners can understand the importance of developing business strategies in running their businesses. ABSTRAK Pengembangan strategi bisnis UMKM sangat penting bagi seorang pengusaha untuk menjaga kelangsungan bisnisnya, melalui strategi marketing ini dapat memberikan solusi operasional bisnisnya di masa yang akan datang. Sebuah bisnis dibilang berhasil atau sukses bilamana, bisnisnya memiliki strategi marketing bisnis yang terukur. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) kali ini bertujuan untuk membantu strategi marketing usaha rumahan (UMKM) dalam menjalankan bisnisnya. Adapun mitra Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini adalah usaha rumahan bergerak pada usaha pembuatan tas pinggang yang diolah menjadi bisnis keluarga untuk mendapatkan pendapatan rumah tangga. Dalam pelaksanaannya usaha mitra memerlukan pengembangan strategi bisnis terutama dalam menjaga keberlanjutan usahanya, karena untuk dapat bersaing dengan pihak lain. Hal ini dikarenakan minimnya pengetahuan mitra tentang strategi bisnis marketing. Untuk itu kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat bertujuan membantu mitra meningkatkan pengetahuan mitra dalam hal pengembangan strategi bisnis secara optimal. Metode yang ditawarkan pada kegiatan ini adalah sosialisasi secara luring. Materi yang akan disampaikan meliputi:pengenalan strategi, manfaat rencana bisnis, format rencana bisnis dan lainnya. Melalui kegiatan ini diharapkan, masalah yang muncul pada usaha mitra cepat diatasi, mitra dapat memahami pentingnya pengembangan strategi bisnis dalam menjalankan usahanya.
BANTUAN REVIEW DAN REKONSILIASI VAT OUT BULAN JANUARI DAN FEBUARI 2025 DENGAN REVENUE DI MITRA Kristian, Michelle; Nicodemus Lieputra; Louis Fernando; Samuel Kristian
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i2.34866

Abstract

Monthly VAT reconciliation and training activities related to Output VAT are the focus of this Community Service Program (PKM). This PKM activity represents a critical and periodic process that entities must routinely perform. Monthly VAT reconciliation is closely linked to the annual tax return (SPT) reporting. It involves matching periodic data from the monthly VAT Periodic Return (SPT Masa) with the entity’s Annual VAT Return (SPT Tahunan). Discrepancies in VAT data often arise due to differences in sales and purchase transaction characteristics and timing differences, which can be corrected through adjustments. VAT reconciliation is essential because VAT directly affects the entity’s income balances. This PKM addresses reconciliation challenges related to tax factors, such as VAT subject classification, VAT imposition basis, and timing differences in revenue recognition. The activities include assistance with monthly VAT reconciliation for January and February 2025 and training on Output VAT reconciliation with revenue accounts. This training is crucial as every form of revenue from the delivery of Taxable Goods and Services (BKP/JKP) is subject to VAT and must be accurately recognized in income statements. The methodology used in this PKM consists of preparation, implementation, and evaluation phases. The outcome of this PKM is the successful reconciliation of revenue recognition between the trial balance and the profit and loss statement, ensuring consistency with monthly VAT Periodic Returns. Additionally, the Tarumanagara University Faculty of Economics and Business team developed a training module on Output VAT reconciliation as part of the program’s deliverables. ABSTRAK Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini berfokus pada pendampingan dan pelatihan terkait rekonsiliasi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) keluaran (VAT Out) dengan akun pendapatan (Revenue). Rekonsiliasi PPN secara bulanan merupakan aktivitas penting yang dilakukan secara periodik oleh entitas, karena berhubungan langsung dengan pelaporan SPT Masa dan SPT Tahunan. Ketidaksesuaian antara data PPN dalam SPT Masa dengan SPT Tahunan umumnya disebabkan oleh perbedaan waktu pengakuan pendapatan, karakteristik transaksi, serta aspek perpajakan seperti subjek dan dasar pengenaan PPN. Kegiatan PKM ini mencakup bantuan rekonsiliasi PPN untuk periode Januari dan Februari 2025, serta pelatihan yang menekankan pentingnya kesesuaian antara VAT Out dan akun Revenue. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap persiapan, tim melakukan analisis awal terhadap dokumen pendukung dan data akuntansi. Tahap pelaksanaan mencakup sesi pelatihan interaktif dan diskusi kasus nyata yang dihadapi mitra. Evaluasi dilakukan untuk menilai efektivitas pelatihan dan hasil rekonsiliasi. Hasil dari kegiatan ini adalah tercapainya kesesuaian saldo pendapatan dalam Trial Balance dan laporan laba rugi dengan pelaporan dalam SPT Masa PPN, serta penyusunan modul pelatihan sebagai luaran kegiatan. Kegiatan ini diinisiasi oleh tim dari FEB Universitas Tarumanagara sebagai upaya mendukung kepatuhan pelaporan pajak yang akurat, transparan, dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kapasitas mitra dalam pengelolaan pajak yang tepat.
PEMBERDAYAAN SOFT SKILLS GENERASI Z MELALUI KEGIATAN PELATIHAN SENI KRIYA MAKRAME Fivanda; Natashya Iskandar; Gwendolyn Chelsea Josephine; Jennifer Hung; Vanesa
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i2.34867

Abstract

Generation Z, born between 1997–2012, is inseparable from technology in both learning and working environments. As part of the productive age group, they hold significant potential to drive economic growth through local creative industries. One effective method to empower this generation is through soft skill development using macrame crafts. Macrame activities not only enhance creativity but also improve focus, patience, and perseverance. In facing the challenges of the digital era, soft skill empowerment supports career readiness, productivity, and social networking. Collaborative initiatives between institutions play a crucial role in facilitating craft training for Generation Z. One such initiative is the macrame craft training program, aimed at creating products with creative, commercial, and innovative value. This program aligns with SDGs Goal 4 (Quality Education) and Goal 8 (Decent Work and Economic Growth) by equipping youth with valuable life skills. In partnership with Yayasan Rumah Pagi Bahagia in Bintaro, this program specifically targeted foster children aged 13–16 years. The face-to-face training involved 20 participants and was conducted in two main stages: preparation and implementation. The preparation stage included surveys, interviews, and material distribution, followed by hands-on implementation. Guided by the PKM team, instructors demonstrated macrame knotting techniques and assisted participants in creating wall decoration pieces. This activity not only required attention to detail but also fostered perseverance. The outcome of this empowerment initiative is expected to contribute to the growth of innovative local creative products, even amidst the fast-paced advancement of artificial intelligence technology. ABSTRAK Generasi Z merupakan generasi yang tidak terlepas dari teknologi, baik dalam belajar maupun bekerja. Lahir pada tahun 1997–2012, Generasi Z termasuk usia produktif dan menjadi peluang untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi melalui industri kreatif lokal. Pemberdayaan soft skills melalui seni kriya makrame menjadi sarana untuk mengembangkan kreativitas, meningkatkan fokus, dan melatih kesabaran. Dalam menghadapi tantangan dunia digital, penguatan soft skills dapat menambah peluang karir, produktivitas, serta memperluas jejaring sosial. Berbagai institusi berkolaborasi dalam penyelenggaraan pelatihan seni kriya bagi Generasi Z. Salah satunya adalah pelatihan kriya makrame yang bertujuan menghasilkan produk bernilai kreatif, komersial, dan inovatif. Kegiatan ini mendukung tercapainya tujuan SDGs ke-4 (pendidikan berkualitas) dan SDGs ke-8 (pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi) dengan membekali generasi muda keterampilan yang bermanfaat di masa depan. Bersama mitra Yayasan Rumah Pagi Bahagia di Bintaro, kegiatan ini menyasar anak asuh berusia 13–16 tahun. Pelatihan dilakukan secara tatap muka kepada 20 peserta dan dibagi menjadi dua tahap, yaitu tahap persiapan dan tahap pelaksanaan. Tahap persiapan mencakup survei, wawancara, dan distribusi material, dilanjutkan dengan tahap pelaksanaan berupa demonstrasi langsung teknik menyimpul makrame oleh instruktur dari tim PKM. Pelatihan pembuatan dekorasi dinding makrame menuntut ketelitian dan ketekunan peserta. Hasil dari kegiatan ini diharapkan terus mendorong berkembangnya produk kreatif lokal yang inovatif di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan.
PELATIHAN DI SALAH SATU SMA DI JAKARTA BARAT TENTANG PENGHASILAN ORANG PRIBADI DAN PAJAKNYA Viriany; Beatrice Tannessia Tandri; Steven Imanuel
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i2.34890

Abstract

Taxes are essential for funding government expenditures, both routine and non-routine. Tax revenue plays a crucial role in supporting the country's development. In recent years, the government has intensified efforts to optimize tax collection by issuing various new regulations, particularly concerning income tax. Income tax is imposed on both individual and corporate income and includes several types, such as Article 21, 22, 23, 24, 25, 26, 28, 29, and Article 4 paragraph 2, as well as Article 15. Individuals can earn income from many sources—through employment, trade, service provision, or, increasingly, as content creators or influencers. Many from Generation Z now work remotely and earn through digital platforms. These types of income are also subject to tax. However, there is often a lack of awareness among Gen-Z regarding their tax obligations. To address this, we conducted a training session aimed at providing early tax knowledge to Generation Z. This training helps them understand tax responsibilities and prepares them for better financial and tax planning in the future. The training was held on April 23, 2025, from 13.00 to 14.30 at a senior high school in West Jakarta. Through this session, we hope to build tax-aware young citizens who contribute positively to the nation. ABSTRAK Pajak digunakan untuk membiayai pengeluaran negara baik yang bersifat rutin ataupun non rutin. Penerimaan dari pajak sangatlah berguna baik negara untuk membiayai pembangunan negara ini. Dalam tahun-tahun terakhir ini pemerintah mulai menertibkan penerimaan pajak dari berbagai sisi, banyak peraturan dan Keputusan baru yang dikeluarkan. Banyak juga peraturan dan Keputusan yang berkaitan dengan pajak yang direvisi atau dikaji ulang guna menertibkan penerimaan pajak. Salah satunya adalah yang berkaitan dengan pajak penghasilan. Pajak penghasilan adalah pajak yang dikenakan terhadap penghasilan baik bagi orang pribadi maupun kepada badan usaha dalam bentuk apapun termasuk yayasan. Ada beberapa pajak penghasilan seperti Pajak penghasilan pasal 21 yang mengatur tentang penghasilan orang pribadi. Ada pajak penghasilan pasal 22, 23, 24, 25, 26, 28, 29, pasal 4 ayat 2, pasal 15 dan lainnya. Ini semuanya merupakan pendapatan bagi negara dalam membiayai pengeluaran rutin dan strategisnya. Orang pribadi memperoleh penghasilan dari berbagai sumber, ada yang bekerja, ada yang melakukan usaha dagang, ada yang memberikan jasa, atau generasi sekarang kebanyakan melakukan pekerjaan dari rumah atau yang dikenal dengan istilah remote. Ini semua perlu dikenakan pajak penghasilan. Untuk memberikan gambaran yang jelas maka perlu diberikan pengetahuan secara dini kepada generasi yang nantinya akan memperoleh penghasilan. Bila memperoleh pengetahuan secara dini maka mereka dapat mempersiapkan lebih baik pengaturan keuangan mereka di masa yang akan datang, istilahnya melakukan tax planning. Karena itu tim PKM Untar mengajukan diri untuk melakukan pelatihan kepada mitra PKM. Pelatihan ini nantinya akan diadakan pada tangal 23 April 2025 pk. 13.00-14.30.
OPTIMALISASI SISTEM PAYROLL UNTUK PT SURYA MEGA MUSTIKA: SOLUSI DALAM PENGELOLAAN GAJI YANG AKURAT DAN EFISIEN Suryadi, Lukman; Felicia Aristie; Jessica April
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i2.34891

Abstract

PT Surya Mega Mustika is a company engaged in printing and digital printing services that has been operating since 1988. Throughout its journey, the company has faced challenges in managing a Payroll system that is accurate, efficient, and minimizes errors. Issues such as delayed payments, human errors in salary calculations, and a lack of transparency and accountability still frequently occur due to the use of a manual Payroll system. The Community Service Team (PKM) from Universitas Tarumanagara collaborated with this company to conduct training activities focused on building an accurate and efficient Payroll system. This initiative aims to identify the main problems in the existing Payroll system at PT Surya Mega Mustika and provide digital-based optimization solutions. The methods used include direct observation, interviews with finance and HR staff, as well as interactive training sessions conducted online. Payroll digitalization through an integrated system can improve the accuracy of salary calculations, accelerate the payment process, and enhance transparency and information access for both employees and management. In addition, a digital Payroll system also supports the strengthening of the company’s internal controls, thereby minimizing the risk of fund misuse and data manipulation. The implementation of a digital Payroll system, accompanied by regular training and socialization for all employees, is considered crucial to ensure the success of this transformation. Through the optimization of an accurate and efficient Payroll system, PT Surya Mega Mustika is expected to increase employee satisfaction, strengthen corporate governance, and enhance competitiveness in an increasingly competitive business environment. ABSTRAK PT Surya Mega Mustika merupakan perusahaan yang bergerak di bidang percetakan dan digital printing yang telah beroperasi sejak tahun 1988. Dalam perjalanannya, perusahaan ini menghadapi tantangan dalam pengelolaan sistem penggajian (Payroll) yang akurat, efisien, dan minim kesalahan. Permasalahan seperti keterlambatan pembayaran, human error dalam perhitungan gaji, serta kurangnya transparansi dan akuntabilitas masih sering terjadi akibat penggunaan sistem Payroll manual. Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Tarumanagara berkolaborasi dengan perusahaan ini untuk melaksanakan kegiatan penyuluhan terhadap sistem Payroll yang akurat dan efisien. Ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan utama dalam sistem Payroll yang berjalan di PT Surya Mega Mustika serta memberikan solusi optimalisasi berbasis digital. Metode yang digunakan adalah studi kasus melalui observasi langsung, wawancara dengan staf keuangan dan HRD, serta penyuluhan interaktif yang dilaksanakan secara daring. Digitalisasi Payroll melalui sistem terintegrasi dapat meningkatkan akurasi perhitungan gaji, mempercepat proses pembayaran, serta meningkatkan transparansi dan akses informasi bagi karyawan dan manajemen. Selain itu, sistem Payroll digital juga mendukung penguatan pengendalian internal perusahaan sehingga risiko penyalahgunaan dana dan manipulasi data dapat diminimalisir. Implementasi sistem Payroll digital yang disertai pelatihan dan sosialisasi secara berkala kepada seluruh karyawan dinilai sangat penting untuk memastikan keberhasilan transformasi ini. Dengan optimalisasi sistem Payroll yang akurat dan efisien, PT Surya Mega Mustika diharapkan dapat meningkatkan kepuasan karyawan, memperkuat tata kelola perusahaan, serta meningkatkan daya saing di tengah persaingan bisnis yang semakin kompetitif.
EDUKASI DAN PRAKTIK CUCI TANGAN SEBAGAI LANGKAH PENCEGAHAN PENYAKIT INFEKSI PADA ANAK USIA DINI Tirtasari, Silviana; Novendy; Tania Yumna Dzahabiyyah; Kintan Permata Hidayat
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i2.34934

Abstract

Health education on personal hygiene, particularly handwashing, is essential to be introduced from an early age, including at the kindergarten level. According to a 2019 report by UNICEF and WHO, nearly half of the schools worldwide still lack access to basic handwashing facilities with soap and water. Furthermore, the 2023 Indonesian Health Survey revealed that the proportion of proper handwashing behaviour among individuals aged ≥10 years remains relatively low, at only 51.1%. Initial observations from partner institutions showed that there was no specific program in place to teach the importance of routine handwashing with proper technique. Although handwashing facilities were available, their usage was not yet optimal. In response to this issue, the Faculty of Medicine, Universitas Tarumanagara health service team, conducted a health outreach activity focused on handwashing education and practice for children. The aim of this program was to build healthy habits from an early age, which in the long run can help prevent the spread of diseases and improve overall health quality. The activities included watching an animated video, singing, and playing a game to stick handwashing steps in order. A total of 44 children participated in the event. The children were highly enthusiastic while watching the video, singing, demonstrating the handwashing steps, and engaging in the game. The activity was carried out effectively and joyfully. By integrating animated videos, songs, and games, the children showed improved understanding and skills in maintaining hand hygiene, which is expected to support their overall health and well-being. ABSTRAK Pendidikan kesehatan tentang kebersihan diri, terutama cuci tangan, sangat penting diajarkan sejak usia dini, termasuk di Taman Kanak-Kanak. Laporan UNICEF dan WHO tahun 2019 mendapatkan bahwa hampir setengah sekolah di dunia masih kurang penyediaan fasilitas cuci tangan dengan air dan sabun. Selain itu hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 mendapatkan proporsi perilaku benar dalam cuci tangan pada penduduk usia ≥ 10 tahun masih tergolong rendah, yaitu hanya sebesar 51,1%. Hasil observasi awal dari mitra, ditemukan bahwa belum terdapat program khusus yang mengajarkan pentingnya cuci tangan secara rutin dengan teknik yang benar. Meskipun terdapat fasilitas cuci tangan, namun penggunaannya masih belum optimal. Berdasarkan permasalahan tersebut, Tim bakti kesehatan FK Untar melakukan kegiatan bakti kesehatan berupa edukasi dan praktik cuci tangan kepada anak-anak. Program ini bertujuan untuk membentuk kebiasaan sehat sejak usia dini, yang berdampak jangka panjang dalam mencegah penyebaran penyakit dan meningkatkan kualitas kesehatan. Kegiatan dalam bakti kesehatan ini meliputi menonton video animasi, menyanyikan lagu cuci tangan serta permainan menempel langkah cuci tangan. Total sebanyak 44 orang anak mengikuti kegiatan ini. Anak-anak sangat antusias menonton video, ikut bernyanyi dan memperagakan langkah cuci tangan serta mengikuti permainan dengan baik. Kegiatan yang dilaksanakan telah berjalan dengan efektif dan menyenangkan. Dengan menggabungkan media video animasi, bernyanyi, serta bermain, anak-anak menunjukkan peningkatan dalam pemahaman dan keterampilan dalam menjaga kebersihan tangan. Sehingga diharapkan anak-anak selalu sehat dan terhindar dari penyakit.
PEMANFAATAN BRANDING MEDIA SOSIAL UNTUK MENINGKATKAN ATENSI DAN PENJUALAN PRODUK DI PT CP Sudirgo, Tony; Gilbertus Brian; Lydia Suryani Tjahjadi
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i2.34935

Abstract

In the rapidly evolving digital era, a strong presence on digital platforms is essential for companies to enhance competitiveness, expand market reach, and improve brand image. PT CP, a company specializing in repackaging services for food and beverage products targeting the HOREKA sector (Hotels, Restaurants, and Cafes), has traditionally relied on conventional marketing methods that are less effective and appealing. To address this, a Community Service (PKM) activity was conducted under the theme "Utilization of Social Media Branding to Increase Product Attention and Sales at PT CP. The PKM activity involved interactive counseling through presentations, case discussions, and face-to-face Q&A sessions at the company’s office. The aim was to raise awareness of branding’s role in modern business success. As a result, participants gained deeper insights into the importance of branding and recognized that building a strong brand requires a focused strategy, consistency, and ongoing creativity. Participants began considering structured branding strategies using digital platforms such as Instagram, TikTok, and LinkedIn. They also explored the use of visual product content, customer testimonials, behind-the-scenes production videos, and digital branding campaigns to strengthen their online presence. With these strategic efforts, PT CP has the potential to significantly boost its digital visibility and foster stronger engagement with its target market. By enhancing its brand identity through social media, PT CP can not only increase its brand appeal but also tap into broader market opportunities and establish a sustainable competitive edge in Indonesia’s food packaging industry. ABSTRAK Dalam menghadapi era digital yang semakin berkembang pesat, kehadiran di platform digital menjadi salah satu kebutuhan penting bagi perusahaan dalam membangun dan meningkatkan daya saing serta memperluas pangsa pasar selain untuk meningkatkan citra perusahaan. PT CP, perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa pengemasan ulang produk bahan makanan dan minuman untuk sektor HOREKA (Hotel, Restoran, dan Kafe), selama ini masih bergantung pada metode pemasaran konvensional yang kurang efektif dan menarik pasar. Untuk itu, kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) mengangkat tema “Pemanfaatan Branding Media Sosial Untuk Meningkatkan Atensi dan Penjualan Produk Di PT CP”. Kegiatan PKM kali ini dilaksanakan menggunakan metode penyuluhan yang interaktif dengan mengadakan presentasi, diskusi kasus, serta sesi tanya jawab yang dilakukan secara tatap muka di kantor mitra. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya branding, serta menyadari bahwa keberhasilan dalam membangun merek memerlukan strategi yang terarah, konsistensi, dan kreativitas berkelanjutan. Peserta juga mulai mempertimbangkan untuk mengimplementasikan strategi branding yang terstruktur melalui platform digital yang relevan. Dengan pemanfaatan strategis platform seperti Instagram, TikTok, dan LinkedIn juga melalui konten visual produk, testimoni pelanggan, video proses produksi, serta kampanye branding. PT CP memiliki potensi besar untuk memperluas eksistensinya secara digital serta membangun kedekatan dengan pasar sasaran. Melalui penguatan identitas merek di media sosial, PT CP tidak hanya akan meningkatkan daya tarik brand, tetapi juga membuka peluang perluasan pasar yang lebih luas serta menciptakan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan di industri pengemasan makanan di Indonesia
PENDAMPINGAN MITIGASI BENCANA BAGI KORBAN TSUNAMI SELAT SUNDA SEBAGAI ANTISIPASI MEGATRUST DI TANJUNG LESUNG BANTEN Prianto, Yuwono; Rugun Romaida Hutabarat; Cesilia Aprianes; Ivon alvinia salim; Sarah Angelina Setiahata Lumban Tobing
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i2.34936

Abstract

Along with the passage of time, huntara (Temporary Housing) for those who have experienced house damage with a high level of damage due to torrents along the coast of Tanjung Lesung Beach, Panimbang District, Pandeglang Regency has turned into a new settlement called Huntap Village. A number of temporary residential buildings (Huntara) in Sugal Village, Mekarsari Village, Panimbang District, Pandeglang, Banten, were hit by strong winds and rain. The PKM team held an angry session to provide counseling on the anticipation of Megathrust in Tanjung Lesung which will be guided by the PKM Team Leader with the help of students. It is hoped that the lecture can be a provision for the community in the event of a natural disaster. Indonesia and Indo-Australia are on the path of subduction movement of the Eurasian plate. This position increases the likelihood of geological disasters in Indonesia. Tsunami is one of the geological disasters. Areas located on the coast are prone to tsunamis, flash floods, or coastal erosion. This sudden disaster can endanger tourism infrastructure and visitor safety. The Megathrust disaster mitigation assistance program in Huntap Village, Mekarsari Village, Panimbang District is a small step to anticipate the occurrence of a major tsunami due to the Megathrust disaster which is potentially just a matter of waiting for the time when it will occur. The PKM process in the resettlement site, Tanjung Lesung is running smoothly. The PKM team provides education regarding the importance of tsunami anticipation and health, as the local community still has limited knowledge and many children are not in school due to inadequate economic conditions. Most residents rely solely on marine resources as their source of income, and on average, mothers in the resettlement site do not earn an income and lack education. Therefore, with the implementation of PKM in the resettlement site, Tanjung Lesung, it is hoped that the local community and surrounding areas can gain knowledge to anticipate a tsunami if it occurs in the future ABSTRAK Seiring dengan perjalanan waktu huntara (Hunian Sementara) bagi mereka yang mengalami kerusakan rumah dengan tingkat kerusakan yang tinggi akibat torrent sepanjang dipesisir Pantai Tanjung Lesung Kecamatan Panimbang Kabupaten Pandeglang telah berubah menjadi permukiman baru bernama Kampung Huntap. Sejumlah bangunan hunian sementara (Huntara) di Kampung Sugal, Desa Mekarsari, Kecamatan Panimbang, Pandeglang, Banten, diterjang angin dan hujan deras. Tim PKM mengadakan sesi cemarah guna memberikan penyuluhan mengenai antisipasi Megathrust di Tanjung Lesung yang akan dipandu oleh Ketua Tim PKM dengan dibantu oleh mahasiswa. Harapannya dengan diadakan ceramah tersebut dapat menjadi bekal bagi masyarakat apabila terjadi bencana alam. Indonesia dan Indo-Australia berada di jalur pergerakan subduksi lempeng Eurasia. Posisi ini meningkatkan kemungkinan bencana geologi di Indonesia. Tsunami adalah salah satu bencana geologi. Area yang terletak di pantai rentan terhadap tsunami, banjir rob, atau erosi pantai. Bencana tiba-tiba ini dapat membahayakan infrastruktur pariwisata dan keselamatan pengunjung. Program pendampingan mitigasi bencana Megathrust di Kampung Huntap, Desa Mekarsari, Kecamatan Panimbang merupakan langkah kecil untuk mengantisipasi terjadinya tsunami besar akibat bencana Megathrust yang secara potensial tinggal menunggu waktu kapan akan terjadi. Proses PKM di huntap, Tanjung Lesung berjalan dengan lancer. Tim PKM memberikan edukasi terkait pentingnya antisipasi Tsunami dan pentingnya Kesehatan dikarenakan Masyarakat setempat masih banyak yang minim pengetahuan dan masih banyak anak-anak yang tidak sekolah karena ekonomi yang kurang memadai. Warga setempat sebagian besar hanya mengandalkan hasil laut sebagai sumber penghasilan, rata-rata ibu-ibu di huntap tidak berpenghasilan dan kurang edukasi. Oleh karena itu, dengan diadakannya PKM di huntap, Tanjung Lesung diharapkan warga setempat dan sekitarnya bisa mendapatkan ilmu untuk antisipasi Tsunami apabila terjadi kedepannya.
PELATIHAN TEKNIK STEMPEL MENGGUNAKAN BAHAN ALAM DALAM PEMBELAJARAN SENI RUPA SEKOLAH DASAR DI JAKARTA SELATAN Andanwerti, Noeratri; Anastasia Cinthya Gani; M. Nashir Setiawan
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i2.34937

Abstract

ABSTRACT Students at SD Negeri 19 Pagi Kebayoran Lama Selatan, a public elementary school in South Jakarta, face limitations in learning cultural arts and developing suitable skills, particularly in grade 1. To address this, a community service initiative introduced art training using stamp techniques with natural materials such as vegetables. The stamp method is a form of high printmaking—one of the graphic arts that utilizes media surfaces with varying textures and patterns. This technique allows students to create detailed, repeatable designs on paper, fabric, or other materials. The tools used for stamping are simple and sourced from the surrounding environment, making them accessible and eco-friendly. The training aims to introduce students to the fundamentals of stamp art, encouraging them to explore creativity using natural materials. In doing so, students develop a greater appreciation for nature and its potential in artistic expression. The training is delivered through demonstrations and group discussions, where students share their creations and offer feedback to peers. This collaborative method promotes a sense of community, allowing students to learn from one another while building confidence in their artistic abilities. The environment created is supportive, creative, and inclusive. As a result of this activity, students become more familiar with fine arts and more innovative in using unconventional materials. Their artworks reflect personal creativity and environmental awareness, showcasing unique pieces that emphasize individual expression. This experience fosters imagination, teamwork, and a lifelong appreciation for the arts and nature’s role in creativity. ABSTRAK Permasalahan yang dihadapi oleh siswa SD Negeri 19 Pagi Kebayoran Lama Selatan di Jakarta Selatan adalah keterbatasan pembelajaran untuk bidang seni budaya dan ketrampilan yang tepat untuk siswa kelas 1 SD. Sebagai solusi, PKM melaksanakan kegiatan pelatihan seni rupa menggunakan teknik stempel/cap menggunakan bahan alam yaitu sayuran. Teknik stempel merupakan salah satu contoh terapan dari seni cetak tinggi. Seni cetak tinggi merupakan salah satu dari sekian banyak jenis seni grafis. Yang mana proses pembuatannya menggunakan teknik cetak dengan memanfaatkan permukaan medianya yang memiliki perbedaan tinggi. Alat stempel/cap yang digunakan adalah bahan sederhana yang tersedia di lingkungan sekitar. Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk mengarahkan siswa agar lebih mengenal teknik stempel/cap dalam bidang seni rupa. Selain itu mendorong siswa lebih kreatif dengan menggunakan bahan yang tersedia di alam sekitar. Metode pelatihan menggunakan metode demonstrasi melalui pendekatan diskusi kelompok oleh tim mahasiswa dengan siswa SD. Metode pelaksanaan yang dilakukan adalah membagi siswa SD menjadi beberapa kelompok, membagikan alat dan bahan untuk kegiatan, mengikuti arahan dosen instruktur yang melakukan penjelasan dan contoh (demonstrasi) membuat campuran warna dan aplikasi teknik stempel menggunakan sayuran ke media kertas. Praktika siswa didampingi mahasiswa, siswa dapat berkreasi sendiri dengan membuat komposisi warna yang disediakan dan mengisi bidang gambar dengan stempel berbagai bentuk menghasilkan tekstur yang menarik. Hasil dari pelaksanaan kegiatan ini siswa diharapkan lebih mengenal bidang seni rupa dan kreatif dalam memanfaatkan benda-benda di lingkungan sekitar.
WORKSHOP CETAK LINO UNTUK MENGEMBANGKAN KREATIVITAS SISWA SMAN 96 CENGKARENG JAKARTA BARAT Kusuma, Heru Budi; Evelyn Clarence; Cynthia Clara
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i2.34959

Abstract

The art of linocut originated from the art of woodcut known as xylography. This carving produces images or writing through a printing process using a carved wooden board as a printing reference. The high printing technique is one of the techniques for making cliches by reducing the surface of the cliche with a chisel or linocut knife to gouge or reduce it so that it produces a high and low lino surface resembling a relief, so it is called a relief print. The Workshop began with a brief introduction to the history and basic concepts of lino printing, followed by a demonstration of basic carving and printing techniques. The lino printing Workshop for students of SMAN 96 Cengkareng Jakarta is a very useful activity to improve creativity, fine motor skills, and understanding of graphic arts. Through the process of making lino prints, students learn to think creatively, develop technical skills, and express themselves personally. The lino print training process is as follows: (1) Making a sketch of a drawing made of paper, 2) Transferring the Sketch to Linocut or MDF, 3) Selecting the post-sketch section that will not be exposed to graphic ink, 4) The surface layer of Linocut or MDF is and painted with graphics for the use of the ink crawler tool, 5) Place the paper or print media in the Linocut and scrub with a scrub tool, 6) Opening the paper or print media and printing graphic art printed on paper or print media. Lino print training can be a fun and valuable learning experience for students. The results: idea ability: Good 57%, Enough 43%, carving technique ability: Good 14%, Enough 86%, and coloring ability: Good 81%, Enough 19%. ABSTRAK Seni cukil lino berawal dari seni cukil kayu yang dikenal dengan istilah xylography. Cukil ini menghasilkan gambar atau tulisan melalui proses percetakan dengan menggunakan papan kayu yang dicukil sebagai acuan cetak. Teknik cetak tinggi merupakan salah satu teknik pembuatan klise dengan mengurangi permukaan klise dengan pahat atau pisau cukil lino untuk mencungkil atau mengurangi sehingga menghasilkan permukaan lino yang tinggi rendah menyerupai relief sehingga disebut dengan relief print. Workshop dimulai dengan pengenalan singkat tentang sejarah dan konsep dasar cetak lino, diikuti dengan demonstrasi teknik-teknik dasar ukiran dan pencetakan. Workshop cetak lino untuk siswa SMAN 96 Cengkareng Jakarta adalah kegiatan yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan kreativitas, keterampilan motorik halus, dan pemahaman tentang seni grafis. Melalui proses pembuatan karya cetak lino, siswa belajar untuk berpikir kreatif, mengembangkan keterampilan teknis, dan mengekspresikan diri secara personal. Proses pelatihan cetak lino adalah sebagai berikut: (1) Membuat sketsa gambar yang terbuat dari kertas, 2) Transfer Sketsa ke Linocut atau MDF, 3) Pemilihan bagian pasca-sketsa bukan akan terkena tinta grafis, 4) Lapisan permukaan Linocut atau MDF adalah dan dicat dengan grafik untuk penggunaan alat perayap tinta, 5) Tempatkan kertas atau media cetak di Linocut dan gosok dengan alat scrub, 6) Membuka kertas atau media cetak dan cetak seni grafik dicetak di atas kertas atau media cetak. Pelatihan cetak lino dapat menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan dan berharga bagi siswa. Hasilnya: kemampuan ide: Baik 57 %, Cukup 43 %, kemampuan teknik cukil: Baik 14 %, Cukup 86 %, dan kemampuan mewarnai: Baik 81 %, Cukup 19 %.