cover
Contact Name
Nehru Ahmad
Contact Email
nehrumillatahmad@gmail.com
Phone
+628112578882
Journal Mail Official
istifkar@stikkendal.ac.id
Editorial Address
Desa Jambearum, Jl. Raya Soekarno-Hatta Jambearum Kecamatan Patebon Kabupaten Kendal Jawa Tengah 51319
Location
Kab. kendal,
Jawa tengah
INDONESIA
Istifkar: Media Transformasi Pendidikan
ISSN : 19792794     EISSN : 26556634     DOI : https://doi.org/10.62509/ji.v5i2
Core Subject : Religion, Education,
ISTIFKAR: Media Transformasi Pendidikan merupakan jurnal yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Islam Kendal yang fokus pada kajian pendidikan diantaranya mengenai; 1) Ilmu Pendidikan Islam, 2) Kurikulum Pendidikan Islam, 3) Evaluasi Pendidikan Islam, 4) Psikologi Pendidikan, 5) Filsafat Pendidikan, 6) Metode Pembelajaran dan Pengajaran, 7) Kajian Pendidikan Pesantren 8) Kajian Pendidikan Madrasah.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 146 Documents
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM UNTUK ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DALAM PERSPEKTIF INKLUSIFITAS Zacky Al-Ghofir El-Muhtadi Rizal; Muhammad Bahrul Ulum; Eriska Aprilia; Anjani Dzikry Ilahana; Dian Rif’iyati
Istifkar: Media Transformasi Pendidikan Vol 5 No 1 (2025): Istifkar: Media Transformasi Pendidikan
Publisher : Sekolah Tinggi Islam Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62509/ji.v5i1.138

Abstract

Abstrak Pendidikan Agama Islam memiliki peran strategis dalam membentuk kepribadian religius setiap individu, termasuk anak berkebutuhan khusus. Dalam perspektif inklusivitas, Pendidikan Agama Islam harus dirancang untuk memberikan akses yang setara dan relevan bagi semua peserta didik tanpa memandang perbedaan kemampuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi literatur. Artikel ini membahas tiga sub-pembahasan utama: (1) hubungan antara Pendidikan Agama Islam dan inklusivitas, yang menyoroti pentingnya pendekatan yang menghargai keberagaman kemampuan dalam proses pendidikan; (2) tantangan dalam penerapan Pendidikan Agama Islam bagi anak berkebutuhan khusus, seperti keterbatasan tenaga pendidik terlatih, kurangnya sumber belajar yang adaptif, serta stigma sosial; dan (3) strategi pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang inklusif, meliputi pengembangan kurikulum fleksibel, penggunaan teknologi bantu, pelibatan orang tua, dan pelatihan intensif bagi pendidik. Artikel ini menyimpulkan bahwa penerapan inklusivitas dalam Pendidikan Agama Islam tidak hanya meningkatkan aksesibilitas pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus, tetapi juga berkontribusi pada pembentukan lingkungan pembelajaran yang adil dan humanis. Dengan strategi yang tepat, Pendidikan Agama Islam dapat menjadi sarana efektif untuk memberdayakan anak berkebutuhan khusus dalam menginternalisasi nilai-nilai keagamaan secara optimal.
DAMPAK PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TERHADAP PEMBENTUKAN AKHLAK REMAJA DI ERA MODERNISASI Naela Noviatul Izza; Kahfi Kiem Arseta; Alvi Kamalia; Wina Alya Ramadhani; Dian Rif’iyati
Istifkar: Media Transformasi Pendidikan Vol 5 No 1 (2025): Istifkar: Media Transformasi Pendidikan
Publisher : Sekolah Tinggi Islam Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62509/ji.v5i1.142

Abstract

Era modernisasi membawa perubahan besar dalam kehidupan, termasuk pembentukan karakter remaja. Pendidikan Agama Islam memiliki peran penting dalam membentuk akhlak mulia di tengah tantangan modern, seperti pengaruh budaya asing dan teknologi. Fenomena ini membawa dampak besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan, budaya, dan agama. Di satu sisi, kemajuan teknologi dan informasi membuka cakrawala pengetahuan yang luas. Di tengah era modernisasi, remaja menjadi kelompok yang paling rentan terpengaruh oleh perubahan tersebut. Dijelaskan dengan jelas dalam Alquran betapa pentingnya akhlak bagi kehidupan manusia, dengan berbagai pendekatan yang menjelaskan Alquran sebagai sumber pengetahuan tentang nilai dan akhlak. Untuk menjelaskan akhlak yang mulia, gunakan pendekatan konseptual dan penghayatan daripada pendekatan teoritis. Artikel ini membahas dampak positif dan negatif pendidikan agama Islam, tantangan yang dihadapi, serta solusi untuk menjawab tantangan tersebut. Dampak positif meliputi pembentukan kepribadian mulia, peningkatan kesadaran spiritual, pencegahan perilaku menyimpang, dan peningkatan integritas sosial. Namun, tantangan seperti pendekatan dogmatis, polarisasi sosial, serta kurangnya relevansi kurikulum dengan isu kontemporer menjadi tantangan utama yang perlu diatasi. Solusi yang diusulkan mencakup peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan berbasis inovasi, pengembangan kurikulum kontekstual yang relevan dengan dinamika era modern, dan integrasi teknologi digital untuk mendukung pembelajaran yang lebih menarik. Teknologi, seperti aplikasi interaktif berbasis nilai Islam, dapat menjadi alat yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai agama kepada siswa. Penelitian menunjukkan bahwa siswa yang terpapar pada pendekatan pendidikan agama yang inovatif dan relevan cenderung memiliki pemahaman yang lebih baik tentang nilai-nilai moral, serta mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. pendidikan berbasis agama memiliki potensi besar dalam membentuk karakter remaja yang kuat dan berintegritas di tengah tantangan modernisasi. Namun, keberhasilan implementasinya membutuhkan komitmen semua pihak, termasuk pendidik, orang tua, dan masyarakat. Dengan pendekatan yang tepat, PAI dapat menjadi benteng moral yang kokoh bagi generasi muda untuk menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai luhur yang menjadi identitas mereka.
INTEGRASI HIDDEN KURIKULUM DALAM NILAI KEDISIPLINAN SANTRI DI PONDOK PESANTREN PUTRI SALAFIYAH Aviah Asmaul Husna; Rahman Hamid
Istifkar: Media Transformasi Pendidikan Vol 5 No 1 (2025): Istifkar: Media Transformasi Pendidikan
Publisher : Sekolah Tinggi Islam Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62509/ji.v5i1.155

Abstract

Pendidikan tidak hanya bertujuan untuk mentransfer pengetahuan formal, tetapi juga mencakup pembentukan karakter dan nilai-nilai moral yang esensial bagi perkembangan individu. Salah satu elemen penting dalam pendidikan adalah hidden curriculum, yang mencakup nilai-nilai, sikap, dan norma yang tidak diajarkan secara eksplisit, tetapi diperoleh melalui pengalaman, interaksi sosial, dan lingkungan belajar. Elemen ini melengkapi kurikulum formal dengan fokus pada pengembangan sikap, keterampilan, dan karakter siswa secara holistik. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka untuk menganalisis peran dan implementasi hidden curriculum dalam pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hidden curriculum berperan strategis dalam menyampaikan nilai-nilai seperti kedisiplinan, toleransi, tanggung jawab, dan kepemimpinan. Nilai-nilai ini ditanamkan melalui pola tindakan, interaksi sosial, dan keteladanan guru serta pengasuh, yang secara alami memengaruhi pembentukan kepribadian siswa. Pelaksanaannya terjadi dalam proses pembelajaran sehari-hari, baik di dalam maupun di luar kelas. Meskipun demikian, terdapat hambatan dalam penerapan hidden curriculum, terutama kurangnya perhatian terhadap aspek afektif siswa akibat dominasi fokus pada aspek kognitif. Hal ini menyebabkan potensi hidden curriculum tidak dimanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran dan langkah konkret untuk mengintegrasikan hidden curriculum secara efektif dalam proses pendidikan. Dengan menyeimbangkan perhatian pada aspek kognitif dan afektif, hidden curriculum dapat menjadi elemen kunci dalam menciptakan pendidikan yang holistik, bermakna, dan berbasis nilai, yang mendukung pembentukan karakter siswa yang berintegritas.
OPTIMIZING BUDGET ALLOCATION FOR SUPPORTING EDUCATIONAL FACILITIES IN ISLAMIC BOARDING SCHOOLS Muhammad Ali Gunawan; Sabilal Rosyad; Hawa Husna Ab Ghani
Istifkar: Media Transformasi Pendidikan Vol 5 No 1 (2025): Istifkar: Media Transformasi Pendidikan
Publisher : Sekolah Tinggi Islam Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62509/ji.v5i1.157

Abstract

Optimizing budget allocation for educational facilities in Islamic boarding schools is essential to ensure sustainable education quality. This study aims to optimize budget allocation to support educational facilities at Al-Qutub Islamic Boarding School, Wonopringgo, Pekalongan Regency, using a Bayesian Decision Making approach with the Markov Chain Monte Carlo (MCMC) method. Data were collected through questionnaires, observations, and interviews to gather insights on facility conditions, current budget allocation, and additional facility needs. Data analysis employed the MCMC method, enabling decision-making based on the probabilistic distribution of the collected data. The findings indicate that budget allocation optimized through the Bayesian model results in a more effective distribution, addressing urgent facility priorities that directly enhance educational quality. This study contributes a budget analysis model applicable to Islamic educational institutions in Indonesia. Theoretically, it enriches the literature on educational budget management in Islamic boarding schools using Bayesian statistical approaches, while practically, it assists school administrators in allocating budgets more efficiently and accurately in line with educational needs.
ANALISIS PANDANGAN MULTIKULTURAL DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: REKONSTRUKSI KONSEP DAN PRAKTIKNYA Ahmad Munarun; Nita Yuli Astuti
Istifkar: Media Transformasi Pendidikan Vol 5 No 1 (2025): Istifkar: Media Transformasi Pendidikan
Publisher : Sekolah Tinggi Islam Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62509/ji.v5i1.158

Abstract

Pendidikan multikultural berperan penting dalam membangun masyarakat yang inklusif dan harmonis, terutama di tengah keberagaman etnis, agama, dan budaya. Dalam perspektif pendidikan agama Islam, nilai-nilai multikultural yang berlandaskan Al-Qur'an dan Hadis dapat diintegrasikan untuk menciptakan siswa yang toleran, inklusif, dan mampu menghargai perbedaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji landasan filosofis Islam yang mendukung pendidikan multikultural dan bagaimana nilai-nilai tersebut dapat diterapkan dalam kurikulum pendidikan agama Islam di sekolah formal. Menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka, penelitian ini menganalisis data dari sumber primer dan sekunder untuk mengidentifikasi prinsip-prinsip Islam yang relevan, seperti keadilan, toleransi, dan tanggung jawab kolektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai multikultural dalam ajaran Islam mampu menjadi fondasi kuat untuk mendorong kerukunan antarumat beragama, meningkatkan pemahaman lintas budaya, dan menciptakan masyarakat yang lebih damai. Studi ini menegaskan urgensi integrasi nilai-nilai multikultural dalam pendidikan agama Islam sebagai langkah strategis dalam menghadapi tantangan globalisasi dan mewujudkan stabilitas sosial di Indonesia.
EXAMINING THE ROLE OF ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION IN MITIGATING THE ADVERSE EFFECTS OF GADGET ADDICTION ON THE MORAL DEVELOPMENT OF GENERATION ALPHA: AN ANALYTICAL PERSPECTIVE sydneyis nurfaizah; Makmur Sofyan Mustofa; Mahmud Iqbal Mustofa
Istifkar: Media Transformasi Pendidikan Vol 5 No 1 (2025): Istifkar: Media Transformasi Pendidikan
Publisher : Sekolah Tinggi Islam Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62509/ji.v5i1.171

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mengurangi dampak negatif kecanduan gadget terhadap akhlak generasi Alpha. Generasi ini tumbuh di tengah pesatnya perkembangan teknologi, yang rentan menyebabkan dampak buruk akibat penggunaan gadget yang berlebihan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui tinjauan pustaka, yang mencakup artikel, jurnal ilmiah, buku, dan laporan penelitian terkait. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan moral generasi Alpha, khususnya dalam mengatasi kecanduan gadget. Pendidikan Agama Islam memberikan arahan tentang penggunaan teknologi yang bijak dan membekali generasi muda dengan nilai-nilai moral yang dapat menyeimbangkan penggunaan gadget dengan kehidupan sosial mereka. Peran orang tua dan pendidik dalam pengawasan juga diperlukan untuk mencegah dampak negatif seperti sifat antisosial, etika komunikasi yang buruk, dan melemahnya rasa empati. Kecanduan gadget juga dapat berdampak pada kesehatan fisik dan psikologis anak. Kontribusi penelitian ini adalah memberikan wawasan tentang pentingnya integrasi nilai-nilai Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam pendidikan untuk mengatasi dampak negatif teknologi terhadap moral dan akhlak generasi Alpha. Dengan demikian, Pendidikan Agama Islam (PAI) dapat menjadi solusi untuk menjaga akhlak generasi muda di era digital ini.
CHALLENGES AND SOLUTIONS IN THE IMPLEMENTATION OF THE CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) MODEL IN ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION AT MTS AL-ANWAR AND SMP AL-JIHAD Siti Ma'rifah; Ahmad Sunoko; Moch. Rizal Fuadiy
Istifkar: Media Transformasi Pendidikan Vol 5 No 2 (2025): Istifkar: Media Transformasi Pendidikan
Publisher : Sekolah Tinggi Islam Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62509/ji.v5i2.184

Abstract

Islamic Religious Education (PAI) plays a crucial role in shaping students' understanding and practice of Islamic values. However, conventional teaching methods that rely on memorization and lectures often hinder active student engagement. Contextual Teaching and Learning (CTL) is considered a promising model to enhance the effectiveness of PAI by connecting Islamic concepts to real-world experiences. Although CTL has been implemented across various subjects, its application in PAI faces distinct challenges in different educational settings. This study aims to analyze the challenges and solutions of implementing CTL in PAI at two Islamic schools with different backgrounds: MTs Al Anwar (a pesantran/Islamic boarding school) and SMP Al Jihad North Jakarta (a metropolitan Islamic school). A qualitative approach with a comparative case study method was employed, involving interviews, observations, and document analysis. The findings indicate that at the pesantren, the primary challenges are the dominance of rote memorization methods, a lack of case study-based teaching materials, and a lecture-based approach that does not support experiential learning. Meanwhile, at the metropolitan school, the main obstacles include student distractions from social media, a lack of critical thinking skills, and a curriculum that remains exam-oriented. To overcome these barriers, teachers at the pesantren have begun to develop experience-based teaching materials and incorporate more discussions. This study confirms that the successful implementation of CTL in PAI depends on adapting teaching strategies to the specific learning environment. Therefore, a more flexible curriculum, case study-based teaching materials, and teacher training are essential to support experience-based learning.
INTERNALISASI SIKAP TOLERAN MELALUI HIDDEN CURRICULUM PADA MATA PELAJARAN PAI DI SD NEGERI 035 SOKA BANDUNG Giantomi Muhammad; Sobar Al Ghazal
Istifkar: Media Transformasi Pendidikan Vol 5 No 2 (2025): Istifkar: Media Transformasi Pendidikan
Publisher : Sekolah Tinggi Islam Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62509/ji.v5i2.208

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan internalisasi sikap toleran melalui hidden curriculum pada mata pelajaran PAI di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Peneliti melakukan wawancara, observasi dan dokumentasi kepada objek penelitian. Dilakukan analisis data dengan mereduksi, melengkapi, menafsirkan dan menarik kesimpulan dari data yang diperoleh. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa upaya guru PAI dalam menginternalisasikan sikap toleran melalui hidden curriculum dilakukan langkah-langkah seperti penerapan aturan (rules) pada proses pembelajaran PAI yang diterapkan oleh guru PAI, kebijakan (regulatios) yang mendukung pemahaman peserta didik dalam menjunjung tinggi sikap toleransi, dan rutin (routines) yakni pembiasaan rutin yang menekankan prinsip toleran dengan penguatan pemahaman keagamaan.
NILAI-NILAI KEMAJUAN DALAM SYI’IR NGUDI SUSILO KARYA KH. BISRI MUSTOFA Ahmad Soffa; Muhammad Asif
Istifkar: Media Transformasi Pendidikan Vol 5 No 2 (2025): Istifkar: Media Transformasi Pendidikan
Publisher : Sekolah Tinggi Islam Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62509/ji.v5i2.215

Abstract

Kajian kitab Syi’ir Ngudi Susilo karya KH. Bisri Mustofa sudah banyak dilakukan, namun kajian terkait nilai-nilai kemajuan yang terkandung, masih terlewatkan. Para sarjana cenderung menganggap Muslim tradisional stagnan dan kurang mendukung kemajuan, namun syair yang ditulis pada 1954 ini tampaknya menunjukkan hal yang berbeda. Untuk mengetahui nilai-nilai kemajuan yang terkandung dalam kitab Syi’ir Ngudi Susilo kajian ini menggunakan pendekatan kajian pustaka (library research) dengan analisis isi yang dikaitkan dengan perspektif Ahmet T. Kuru tentang nilai-nilai yang mendasari kemajuan peradaban Islam awal. Kajian ini menggarisbawahi nilai-nilai kemajuan dalam kitab tersebut antara lain : Pertama, nilai tatakrama; kedua, nilai kedisiplinan ketiga, nilai egaliterisme; keempat, nilai kebersihan; kelima, independensi; dan keenam, pentingnya memiliki curiosity (rasa ingin tahu yang mendalam) untuk mempelajari berbagai ilmu pengetahuan. Diajarkannya kitab ini untuk anak-anak tingkat dasar menunjukkan bahwa KH. Bisri Mustofa telah berupaya menanamkan nilai-nilai kemajuan bagi para santri dan juga anak Muslim pada umumnya bahkan sejak dini.
STRATEGI PENDIDIKAN INTEGRAL BERBASIS SALAFIYAH DALAM MEMBENTUK KARAKTER RELIGIUS PESERTA DIDIK SMK MIFTAHUL HUDA PERON LIMBANGAN KENDAL Arief Fahmie; Toha Makhshun; Sarjuni Sarjuni
Istifkar: Media Transformasi Pendidikan Vol 5 No 2 (2025): Istifkar: Media Transformasi Pendidikan
Publisher : Sekolah Tinggi Islam Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62509/ji.v5i2.216

Abstract

Generasi sekarang cenderung mencari informasi agama melalui media sosial dari pada belajar langsung dari guru atau kitab, yang berisiko menyebabkan pemahaman yang dangkal atau menyimpang. Fenomena ini mendorong perlunya pendidikan agama khususnya melalui pendekatan salafiyah yang diterapkan di lembaga seperti SMK Miftahul Huda Peron Limbangan Kendal. Jenis penelitian lapangan ini bersifat kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi, data yang telah di dapat kemudian dianalisis melalui analisis data dengan tiga tahapan yaitu reduksi, penyajian data dan verifikasi atau kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Implementasi strategi pendidikan integral berbasis salafiyah di SMK Miftahul Huda Peron Limbangan Kendal dilakukan dengan mengintegrasikan pendidikan agama dan umum untuk membentuk karakter religius peserta didik, melalui pengajaran kitab kuning, ibadah rutin, dan kolaborasi dengan pesantren, peserta didik diajarkan nilai-nilai akhlak mulia, disiplin, dan tanggung jawab. 2) Implikasi strategi pendidikan integral berbasis salafiyah di SMK Miftahul Huda Peron Limbangan Kendal terbukti efektif dalam membentuk karakter religius peserta didik dengan mengintegrasikan pendidikan agama dan umum, pembiasaan ibadah, pengajaran kitab kuning, dan nilai-nilai keislaman, peserta didik menunjukkan peningkatan kedisiplinan, kepedulian sosial, dan akhlak mulia