cover
Contact Name
Diah Meitikasari
Contact Email
diahmeitikasari@gmail.com
Phone
+6285268033445
Journal Mail Official
ijocebkpi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Petaling Km.13 Petaling Mendobarat Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Location
Kab. bangka,
Kepulauan bangka belitung
INDONESIA
IJoCE: Indonesian Journal of Counseling and Education
ISSN : -     EISSN : 21763954     DOI : -
The aim of this journal is to publish articles dedicated to all aspects of the latest outstanding developments in the fields of counseling and education in all settings. The scope of this journal encompasses the applications of schools counseling, mental health, assessment, supervision in counseling, sexual abuse, violence addition counseling, multi-cultural counseling, crisis intervention, trauma counseling, ITC in counseling, counseling career, spiritual counseling, marriage and family counseling, counseling and psychotherapy, counseling in all setting; Education (teaching, development, instruction, educational projects and innovations, learning methodologies and new technologies in education and learning, assessment).
Articles 63 Documents
Meningkatkan Self-Esteem Melalui Layanan Konseling Individual Menggunakan Pendekatan Rational Emotif Behaviour Therapy (REBT) S, Saiful; N, Nikmarijal
IJoCE: Indonesian Journal of Counseling and Education Vol. 1 No. 1 (2020): IJoCE : Indonesian Journal Counseling and Education
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/ijoce.v1i1.1134

Abstract

Teenagers need to develop and be the right person. This development must always be pursued in various ways, one of them through education. Education so far has focused on character development in order to produce quality human beings. However, many of the adolescents have difficulty adjusting to the new environment because they feel awkward, shy, insecure, and inferior in interacting. Therefore, this problem will negatively impact the psychological development of adolescents, which will undoubtedly affect learning achievement. They unconsciously create conflicts that originate from self-esteem (self-esteem). Individuals tend to think of the fast and irrational value of themselves and even others or believe in perceptions that are not yet certain of the truth. Self-esteem as process that occurs throughout the life an individual to conduct an evaluation or evaluation his quality of life. Self-esteem is also closely related to ways of thinking, using feelings, and behaving. So the low self-esteem needs special treatment so that low self-esteem can be increased. So the authors try to suggest alternative solutions to these problems through individual counseling services with a rational emotive behavior therapy (REBT) approach. Abstrak Remaja perlu berkembang dan menjadi pribadi yang baik. Perkembangan itu harus selalu diupayakan dengan berbagai cara salah satunya melalui pendidikan. Pendikan selama ini menitik beratkan pada perkembangan karakter agar dapat menghasilkan manusia yang berkualitas. Tetapi Banyak dari remaja yang mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri di lingkungan yang baru dikarenakan mereka merasa canggung, malu, tidak percaya diri, dan rendah diri dalam berinteraksi. Oleh karena itu, permasalahan ini akan berdampak negatif bagi perkembangan psikologis remaja yang tentunya akan berpengaruh pada prestasi belajar. Mereka tanpa sadar membuat konflik yang berasal dari self-esteem (harga diri). Individu cenderung cepat berfikir dan menilai secara irasional akan dirinya bahkan orang lain atau menyakini persepsi yang belum pasti kebenarannya. Harga diri sebagai suatu proses yang terjadi sepanjang hidup individu untuk melakukan penilaian atau evaluasi terhadap kualitas hidupnya. Self-esteem juga berkaitan sekali dengan cara berpikir, menggunakan perasaan dan berperilaku. Maka rendahnya self-esteem perlu mendapat penanganan khusus, sehingga self-esteem yang rendah dapat ditingkatkan. Maka penulis mencoba mengemukakan alternatif penyelesaian terhadap permasalahan tersebut melalui layanan konseling individual dengan pendekatan rasional emotif behavior therapy (REBT).
Fenomena Cyberbullying Pada Peserta Didik Elpemi, Nopia; Isro'i, Nurul Faqih
IJoCE: Indonesian Journal of Counseling and Education Vol. 1 No. 1 (2020): IJoCE : Indonesian Journal Counseling and Education
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/ijoce.v1i1.1138

Abstract

The development of technology and information goes so fast. There are many types of media used to communicate. But not infrequently the use of these media has a negative impact. One negative effect is cyberbullying behavior. Cyberbullying behavior is very vulnerable experienced by adolescents in this case students. Students who are still in development, puberty, is a transition from childhood to adolescence. At this time adolescents have a high desire in trying new things to find their true identity. By communicating adolescents One way is to formalize with many people both directly and indirectly by using the help of information and communication media technology. In this stage, students need understanding and assistance to prevent cyberbullying. Abstrak Perkembangan teknologi dan informasi berjalan begitu cepat. Banyak sekalai jenis media yang digunakan untuk berkomunikasi. Namun tidak jarang penggunaan media tersebut mempunyai dampak negatif. Salah satu dampak negatifnya adalah perilaku cyberbullying. Perilaku cyberbullying sangat rentan dialami remaja dalam hal ini peserta didik. Peserta didik yang masih dalam masa perkembangan yakni masa pubertas, merupakan peralihan dari masa anak-anak ke masa remaja. Di masa ini remaja mempunyai keinginan yang tinggi dalam mencoba hal-hal baru guna mencari jati dirinya. Dengan berkomunikasi remaja Salah satu caranya adalah bersoisalisasi dengan orang banyak baik secara langsung maupun tidak langsung dengan menggunakan bantuan media teknologi informasi dan komunikasi. Dalam tahap ini peserta didik perlu pemahaman dan pendampingan agar tidak terjadi cyberbullying.
layanan konseling kelompok dalam upaya meningkatkan percaya diri peserta didik ningtiyas, ayu; W, Wahyudi
IJoCE: Indonesian Journal of Counseling and Education Vol. 1 No. 1 (2020): IJoCE : Indonesian Journal Counseling and Education
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/ijoce.v1i1.1139

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah kurang percaya diri. Permasalahan penulis ini adalah apakah layanan konseling kelompok yang berpengaruh dalam meningkatkan rasa percaya diri peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah konseling kelompok berpengaruh meningkatkan percaya diri peserta. Meningkatkan percaya diri disini adalah menumbuhakan percaya diri siswa untuk mengembangkan potensi yang di milikinya tampa malu dan ragu. Dengan memberikan konseling kelompok agar siswa lebih berani menunjukkan kemampuannya di depan teman-temannya, serta tidak canggung berinteraksi dengan orang lain. Pada dasarnya kurang percaya diri banyak merugikan peserta didik tidak hanya melalui bergaul dengan sikap yang rendah, tetapi melalui siswa mempertimbangkan pilihan mereka dengan cara yang berbeda. Kurangnya percaya diri mungkin memerlukan perhatian untuk membantu memastikan bahwa pilihan masa depan siswa tidak perlu di batasi.
EFEKTIVITAS LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENYESUAIAN DIRI MAHASISWA Lestari, Annisa; Paramitha, Siska Dwi
IJoCE: Indonesian Journal of Counseling and Education Vol. 1 No. 1 (2020): IJoCE : Indonesian Journal Counseling and Education
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adaptasi adalah suatu mekanisme yang dilakukan makhluk hidup untuk menghadapi dan mengatasi tekanan yang ada dilingkungannya sehingga ia dapat bertahan hidup. penyesuaian diri ditinjau dari sudut pandang, yaitu penyesuaian diri sebagai adaptasi (adaptation). Penyesuaian diri sebagai adaptasi artinya adalah individu dapat mengadakan relasi yang memuaskan sesuai dengan tuntutan sosial, mempertahankan eksistensinya, dan dapat memperoleh kesejahteraan jasmani dan rohani. Melakukan penyesuain diri dilingkungan baru sangat perlu untuk dilakukan. Jika tingkat penyesuaian diri pada seseorang kurang, maka akan berdampak negatif terhadap dirinya sendiri dan orang lain. Lingkungan baru yang sering kita temui, salah satunya dilingkungan perguruan tinggi. Dengan menemukan sesuatu hal-hal yang baru dilingkungan perguruan tinggi, mahasiswa butuh kesiapan secara psikologis maupun sosial. Penyesuaian diri dilakukan sebagai proses menjalani kehidupan dilingkungan kampus, baik itu komunikasi, adaptasi, menerima perbedaan, memahami keadaan diri maupun orang lain, serta berinteraksi. Rendahnya tingkat penyesuaian diri pada mahasiswa saat memasuki lingkungan perkuliahan yang baru (semester awal) akan mempengaruhi proses belajar dan juga terhambatnya komunikasi. Untuk mengurangi atau mengatasi hambatan tersebut harus ada penanganan khusus, sehingga penyesuaian diri yang rendah pada mahasiswa dapat ditingkatkan melalui layanan bimbingan kelompok. Maka penulis mencoba menerapakan sebuah alternatif untuk meningkatkan penyesuaian diri pada mahasiswa melalui layanan bimbingan kelompok.
PENGARUH BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK OUTBOUND UNTUK MENINGKATKAN PERILAKU PROSOSIAL sabela, andini; K, Komariah
IJoCE: Indonesian Journal of Counseling and Education Vol. 1 No. 1 (2020): IJoCE : Indonesian Journal Counseling and Education
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era globalisasi ini individu cendrung mengharapkan dirinya berkembang dan menjadi lebih baik. Perkembangan itu harus selalu diupayakan dengan berbagai cara salah satunya melalui pendidikan. Pendidikan selama ini menitik beratkan pada perkembangan karakter agar dapat menghasilkan manusia yang berkualitas. Tetapi Banyak dari individu yang mengalami kesulitan dalam berperilaku prososial di lingkungan yang baru dikarenakan individu masih kurangnya rasa empati terhadap sesama, egois, serta kurangnya tolong menolong. Oleh karena itu, permasalahan ini akan berdampak negatif bagi perkembangan individu yang tentunya akan berpengaruh pada lingkungan sekitarnya. Individu cenderung cepat berfikir dan menilai secara irasional akan dirinya bahkan orang lain atau menyakini persepsi yang belum pasti kebenarannya. Perilaku prososial sebagai suatu proses yang terjadi sepanjang hidup individu untuk melakukan penilaian atau evaluasi terhadap kualitas hidupnya. Perilaku prososial juga berkaitan sekali dengan cara berpikir, menggunakan perasaan dan berperilaku. Maka rendahnya perilaku prososial perlu mendapat penanganan khusus, sehingga perilaku prososial yang rendah dapat ditingkatkan. Maka penulis mencoba mengemukakan alternatif penyelesaian terhadap permasalahan tersebut melalui bimbingan kelompok dengan teknik outbound.
PERAN GURU BK DALAM MENGATASI KENAKALAN SISWA Saputra, Rezi; Komariah, Komariah
IJoCE: Indonesian Journal of Counseling and Education Vol. 1 No. 2 (2020): IJoCE : Indonesian Journal Counseling and Education
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja merupakan masa transisi dari anak menuju dewasa yang tergolong dalam siswa, memiliki potensi besar untuk melakukan hal menyimpang dari kondisi normal. Seperti ada pergolakan pada diri mereka untuk melakukan hal-hal yang berbeda dengan yang ada di sekelilingya. Mereka yang menyimpang memiliki dorongan untuk berbuat demikian, disebabkan pada dasarnya setiap manusia pasti mengalamai dorongan pada situasi tertentu, kenakalan remaja dalam hal ini peserta didik dapat dikata gorikan sebagai perilaku menyimpang. Perilaku menyimpang dapat dianggap sebagai sumber masalah karena dapat membahayakan sistem sosial. Sehingga perlu adanya peran guru BK dalam mengatsi masalah kenakalan tersebut. ada beberapa tindakan yang dapat dilakukan dalam upaya untuk mengatasi kenakalan remaja terkait dengan fungsi dan tujuan bimbingan dan konseling melalui upaya preventif, represif dan kuratif. Upaya Preventif yang dapat dilakukan melalui program BK di sekolah, diantaranya adalah: Pemberian Informasi, Bimbingan Kelompok dan Layanan Mediasi. Upaya Represif yang dapat dilakukan melalui program BK di sekolah, diantaranya adalah: Home Visit dan Konseling Individual Dan Kelompok. Upaya Kuratif yang dapat dilakukan melalui program BK di sekolah, diantaranya adalah: Konferensi Kasus dan Alih Tangan Kasus.
Kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Sebagai Sarana Penguatan Karakter Religius Remaja Di Desa Gadung Kecamatan Toboali Hasanah, Uswatun; Anriani, Sopa; Budianti, Suci; Yolanda, Winda; Isro'i, Nurul Faqih
IJoCE: Indonesian Journal of Counseling and Education Vol. 1 No. 2 (2020): IJoCE : Indonesian Journal Counseling and Education
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana penguatan karakter religius remaja di Desa Gadung, Kecamatan Toboali melalui kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Jenis dan pendekatan penelitan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian berada di Dusun Air Lempak, Desa Gadung, Kecamatan Toboali. Sumber data di peroleh dari hasil observasi langsung, yaitu mengamati langsung kegiatan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW. Penguatan karakter religius dalam kegiatan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW yaitu melalui lomba shalawat, lomba cipta dan baca puisi tentang Maulid Nabi Muhammad SAW, dan menulis essay tentang Maulid Nabi Muhammad SAW.
EFEKTIVITAS LAYANAN KONSELING KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR Sahara, uli; Isro'i, Nurul Faqih
IJoCE: Indonesian Journal of Counseling and Education Vol. 1 No. 2 (2020): IJoCE : Indonesian Journal Counseling and Education
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Belajar merupakan kegiatan pokok dalam proses pendidikan di sekolah. Belajar adalah usaha yang dilakukan secara sadar yang bertujuan untuk merubah tingkah laku atau proses menambah ilmu pengetahuan. Dalam upaya mencapai perubahan tersebut tentu harus adanya motivasi atau dorongan terhadap peserta didik baik berupa pujian, hukuman, dan perhatian. Motivasi belajar dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu motivasi instrinsik (hal-hal berupa dorongan belajar yang berasal dari dalam diri sendiri) dan motivasi ekstrinsik untuk membantu siswa dalam meningkatkan semangat belajar diperlukan motivasi. motivasi sangat dibutuhkan dalam kegiatan belajar mengajar karena dapat mengembangkan aktivitas peserta didik, dan dapat mengarahkan serta memelihara ketekunan dalam belajar. Namun apabila peserta didik memiliki motivasi yang rendah maka akan mempengaruhi hasil belajar yang tidak optimal, yang mana dalam hal ini peserta didik mengalami kegagalan belajar. Untuk membantu meningkatkan motivasi belajar siswa dapat menggunakan layanan konseling kelompok. Layanan konseling kelompok merupakan upaya bantuan kepada klien (siswa) untuk memecahkan masalah yang dihadapi dengan memanfaatkan dinamika kelompok Dalam layanan konseling kelompok digunakan pendekatan interaksional, karena pendekatan ini menitikberatkan pada suatu interaksi atau hubungan timbal balik antara anggota dan pemimpin kelompok atau sebaliknya. tujuan interaksi yaitu untuk memecahkan masalah yang dihadapi secara bersama dan belajar mendengarkan secara aktif, serta memperhatikan secara sungguh-sungguh terhadap anggota yang lain.
LAYANAN BIMBINGAN KONSELING SEBAGAI UPAYA PEMBENTUKAN KEMANDIRIAN SISWA Sasmita, Heppi; Prayitno, Prayitno; Karneli, Yeni
IJoCE: Indonesian Journal of Counseling and Education Vol. 1 No. 2 (2020): IJoCE : Indonesian Journal Counseling and Education
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan masa remaja membawa anak pada kebutuhan hidup yang lebih beragam dengan tingkat kesulitan yang tinggi sehingga remaja dituntut untuk mampu secara mandiri menentukan pilihan yang diambil. Pencapaian kemandirian pada remaja ini merupakan sesuatu yang tidak mudah, namun merupakan hal yang sangat penting karena masalah remaja dalam bentuk perilaku negatif dan jauh dari kemandirian. Beberapa gejala yang muncul pada anak yang menunjukkan perilaku negatif tersebut adalah adanya ketergantungan disipiln kepada kontrol luar dan bukan niat secara iklas. Kondisi saat ini sangat sulit menemukan kedisiplinan seseorang secara iklas dari hati nurani mereka. Sikap tidak peduli terhadap lingkungan hidup baik lingkungan fisik maupun sosial yang tidak terkendali. Sikap hidup yang cenderung mematuhi dan menghormati orang lain bukan karena kemanusiaan namun karena ada atribut dibelakangnya. Oleh sebab itu pentingnya kemandirian pada remaja didasarkan pada pertimbangan bahwa pencapaian kemandirian merupakan dasar menjadi oarang dewasa yang sempurna. Maka oleh sebab itu ketidakmandirian pada remaja perlu mendapatkan penanganan khusus sehingga kemandirian dapat ditingkatkan, melalui layanan konseling
Keterampilan Konselor Dalam Mengembangkan Manajemen Bimbingan Konseling Di Sekolah Isra, Fauzi
IJoCE: Indonesian Journal of Counseling and Education Vol. 1 No. 2 (2020): IJoCE : Indonesian Journal Counseling and Education
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teacher guidance and counseling must have a strong foundation science, because the counselor is one of the types of education personnel in the law of the Republic of Indonesia number 20 of 2003. In line with the recognition of government policy counselor in developing the quality of teacher guidance and counseling. Counseling skill are seen as the minimum skills a professional counselor should have mastery of counseling skills is an important aspect for the continuity of the counseling process. The performance of the counselor is the result of the work of the counselor as a professional who has special expertise and experience in the field of counseling who has duties and responsibilities, namely providing services to students according to their needs and helping students develop themselves optimally. There are still many people who think that guidance and counseling work can be done by anyone. As long as they are able to communicate and interview. This assumption says that guidance and counseling services are solely directed at providing assistance with regard to problem solving efforts in a narrow sense. This counseling service is not solely directed at solving problems, but includes various types of services and support activities so that new functions can be realized. As a formal institution, schools are responsible for educating and preparing students to successfully adapt to society and be able to solve various problems it faces.