cover
Contact Name
Diah Meitikasari
Contact Email
diahmeitikasari@gmail.com
Phone
+6285268033445
Journal Mail Official
ijocebkpi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Petaling Km.13 Petaling Mendobarat Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Location
Kab. bangka,
Kepulauan bangka belitung
INDONESIA
IJoCE: Indonesian Journal of Counseling and Education
ISSN : -     EISSN : 21763954     DOI : -
The aim of this journal is to publish articles dedicated to all aspects of the latest outstanding developments in the fields of counseling and education in all settings. The scope of this journal encompasses the applications of schools counseling, mental health, assessment, supervision in counseling, sexual abuse, violence addition counseling, multi-cultural counseling, crisis intervention, trauma counseling, ITC in counseling, counseling career, spiritual counseling, marriage and family counseling, counseling and psychotherapy, counseling in all setting; Education (teaching, development, instruction, educational projects and innovations, learning methodologies and new technologies in education and learning, assessment).
Articles 63 Documents
Guidance Learning For Increase Creativity in Students Learning in Junior High School Oktariana, Dina; Zainudin, Zainudin; Nova, Reka
IJoCE: Indonesian Journal of Counseling and Education Vol. 3 No. 1 (2022): IJoCE : Indonesian Journal Counseling and Education
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Creativity is one of the provisions stipulated in Government Regulation No. 19 of 2005 on National Education Standards article 19 paragraph 1 (a) which states that the process of learning in the educational unit organized in an interactive, inspiring, fun, challenging, motivating the students to participate actively, and provide enough space for innovation, creativity, and independence in accordance with their talents, interests, and physical and psychological development of learners.. Seeing the importance of creativity in learning problems, then this paper tries to explore the creativity of academic learning around issues including the definition of creativity in learning, the importance of creativity, the characteristics of creativity, and the role of creativity in learning in the development of learners. The general objective of this study is to produce formulation tutoring models that can improve creativity in learning on the learner. then this paper attempts to explore the creativity of academic learning around issues including the definition of creativity in learning, the importance of creativity, the characteristics of creativity, and the role of creativity in learning in the development of learners. The general objective of this study is to produce formulation tutoring models that can improve creativity in learning on the learner. then this paper attempts to explore the creativity of academic learning around issues including the definition of creativity in learning, the importance of creativity, the characteristics of creativity, and the role of creativity in learning in the development of learners. The general objective of this study is to produce formulation tutoring models that can improve creativity in learning on the learner.
Hubungan Keaktifan Ekstrakurikuler dengan Kedisiplinan Belajar Peserta Didik di SMA Negeri 3 Pangkal Pinang Novitasari, Novitasari
IJoCE: Indonesian Journal of Counseling and Education Vol. 3 No. 1 (2022): IJoCE : Indonesian Journal Counseling and Education
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekstrakurikuler baik di sekolah maupun perguruan tinggi bukanlah sesuatu yang baru tetapi sudah berjalan lama dan diminati para peserta didik. Disiplin memiliki fungsi yang sangat penting baik dalam sekolah maupun lingkungan terutama dalam proses belajar. Disiplin memiliki arti yang luas, oleh karena itu disiplin adalah ketaan pada peraturan yang telah ditentukan dalam proses belajar megajar. Belajar adalah suatu upaya yang dilakukan seseorang untuk mencapai perubahan dalam sikap dan prilaku seseorang yang baru secara menyeluruh, sebagai hasil keahlian dalam diri serta dapat berinteraksi dengan lingkungannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni korelasional yang bertujuan untuk mendeteksi sejauh mana variasi-variasi pada suatu faktor berkaitan lebih dengan faktor lain berdasarkan pada koefesien korelasi. Keaktifan ekstrakurikuler terdiri Berdasarkan rumus dapat dilakukan pengelompokan ekstrakurikulerpada peserta didik kelas XI IPA yang didasarkan pada 31 item skala yang dinyatakan valid dengan 92 responden. Berdasarkan hasil penelitian dari Pembahasan yang telah peneliti lakukan mengenai ubungan keaktifan ekstrakurikuler denan kedisiplinan belajar peserta didik kelas XI SMA Negeri 3 Pangkalpinang, dengan jumlah 92 reseponden dimana terdapat 2 variabel yaitu ekstrakurukuler dan kedisiplinan belajar peserta didik. Terdapat 31 item soal yang mana 48 % peserta didik jurusan Ilmu Pengetahuan Alam cukup akktif dalam mengikuti kegiatan ekstrakurukuler yang ada disekolah. Sedangkan kedisiplinan dalam belajar peserta didik cukup tinggi yaitu sebesar 65 %.
Optimalisasi Penggunaan Media dan Teknologi dalam Layanan Bimbingan dan Konseling Online Isro'i, Nurul Faqih; Sauyah, Sauyah; Rahmawati, Yeti
IJoCE: Indonesian Journal of Counseling and Education Vol. 3 No. 1 (2022): IJoCE : Indonesian Journal Counseling and Education
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/ijoce.v3i1.2572

Abstract

Memasuki era globalisasi memungkinkan proses bimbingan dan konseling mampu dilaksanakan secara online mengingat zaman ini tidak dibatasi oleh saat dan wilayah menjadi akibatnya mampu dilaksanakan kapan dan dalam mana saja. Dalam pelaksanaan Bimbingan dan Konseling online memerlukan media teknologi yang sesuai digunakan dalam sesi konseling. Penggunaan media ini sangat diperlukan untuk mendukung proses pelaksanaan bimbingan dan konseling online. Namun, dilain sisi pula memerlukan keterampilan dari guru BK/konselor untuk menguasai cara menggunakan media tersebut. Hal ini menuntut untuk memperkenalkan media teknologi yang sesuai memakai pelaksanaan bimbingan dan konseling itu sendiri. Media teknologi yang mampu digunakan dalam pelaksanaan bimbingan dan koseling online beragam tergantung memakai kebutuhan proses konseling itu sendiri. ABSTRACT Entering the era of globalization, it is possible for the guidance and counseling process to be carried out online considering that this era is not limited by time and region so that it can be carried out anytime and anywhere. ICT in the implementation of online guidance and counseling requires appropriate technology media to be used in counseling sessions. The use of this media is very necessary to support the process of implementing online guidance and counseling. However, on the other hand, it also requires the skills of the BK teacher/counselor to master how to use the media. This point requires introducing technology media that are in accordance with the implementation of guidance and counseling itself. Technological media that can be used in the implementation of online guidance and counseling vary depending on the needs of the counseling process itself.
Konseling Motivational Interviewing Untuk Mereduksi Agresitivitas Peserta Didik yulia, Yulia
IJoCE: Indonesian Journal of Counseling and Education Vol. 3 No. 1 (2022): IJoCE : Indonesian Journal Counseling and Education
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan Konseling Motivational Interviewing dalam mereduksi agresivitas pada siswa. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain pretest-posttest dengan menggunakan pengukuran berulang (repeated measure). Subjek dari penelitian ini berjumlah 4 siswa yang mengalami tingkat agresivitas yang tinggi yang dipilih berdasarkan hasil studi awal yang dilakukan oleh peneliti. Hasil pelaksanaan konseling motivational interviewing menunjukkan nilai rata-rata pretest dari 94,33 (SD = 3,14) yang kemudian sampai pada pengukuran follow up yang diperoleh hasil dengan rata-rata 47,5 (4,59). Oleh karena itu, secara umum, konseling Motivational Interviewing efektif dalam mengurangi tingkat agresivitas siswa yang adiksi game online. Berdasarkan hasil penelitian ini, penulis merekomendasikan kepada seluruh guru bimbingan dan konseling untuk bisa menerapkan pendekatan ini sebagai upaya untuk mereduksi tingkat agresivitas siswa di sekolah.
Pengaruh Bimbingan Kelompok Teknik Permainan “Percayalah Padaku” Terhadap Kepercayaan Diri Peserta Didik Mughni, Ahmad
IJoCE: Indonesian Journal of Counseling and Education Vol. 3 No. 1 (2022): IJoCE : Indonesian Journal Counseling and Education
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peserta didik dengan rasa percaya diri rendah dapat dilihat pada saat proses pembelajaran berlangsung yaitu pada saat peserta didik mengemukakan pendapat ataupun data presentasi dihadapan teman-temannya. Peneliti merasa tertarik untuk melaksanakan penelitian untuk mengetahui seberapa besar pengaruh yang ditimbulkan oleh Bimbingan Kelompok dengan teknik Permainan “percayalah padaku” terhadap kepercayaan diri peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian Pre-Experimental Design dengan One Group Pretest-postest. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, angket tertutup dengan skala likert. Dengan analisis data menggunakan persamaam regresi linear sederhana menggunakaan Program SPSS. Setelah dilaksanakan penelitian didapar bahwa t hitung yaitu 1,881 > 1,693 dan nilai sig > 0.05 yaitu 0,069. Berdasarkan hasil tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara bimbingan kelompok teknik permainan “percayalah padaku” terhadap kepercayaan diri siswa.
Perkembangan Self-Esteem Anak Nikmarijal, Nikmarijal
IJoCE: Indonesian Journal of Counseling and Education Vol. 3 No. 2 (2022): IJoCE : Indonesian Journal Counseling and Education
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Self-esteem adalah variabel kepribadian yang secara luas didefinisikan mengacu pada sejauh mana suatu nilai-nilai individu dan menerima dirinya sendiri. Self-esteem yang rendah telah dikaitkan dengan sejumlah hasil kehidupan negatif, termasuk penyalahgunaan narkoba, kenakalan, ketidakbahagiaan, depresi, gangguan makan. Self-esteem terbagi dalam tiga komponen, yaitu : general self-esteem, social self-esteem dan personal self-esteem. Dengan memiliki self-esteem yang tinggi akan membangkitkan rasa percaya diri anak, rasa berguna dan kehadirannya diperlukan didalam dunia ini. Sebaliknya, anak yang memiliki self-esteem rendah akan cenderung merasa bahwa dirinya tidak mampu dan tidak berharga. Untuk itu, pentingnya pembentukan self-esteem yang positif sudah harus dimulai dari baru mulai lahir.
Pengaruh Layanan Konseling Individual Terhadap Perencanaan Karir Peserta Didik Aniah, Aniah
IJoCE: Indonesian Journal of Counseling and Education Vol. 3 No. 2 (2022): IJoCE : Indonesian Journal Counseling and Education
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Layanan konseling individual merupakan layanan yang dilakukan oleh dua pihak yaitu konselor dan konseli yang bertujuan untuk membantu peserta didik dalam menemukan jati dirinya, menyelesaikan permasalahannya, serta merencanakan karir. Perencanaan karir merupakan hal yang terpenting untuk melanjutkan hidup menuju lebih baik. Hasil observasi dan data pretest menunjukan banyak peserta didik yang masih ragu dalam mengambil sebuah keputusan bahkan ada yang belum merencankan perencanaan karirnya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh layanan konseling individual terhadap perencanaan karir peserta didik. Metode yang digunakan agar dapat melihat pengaruh tersebut yaitu menggunakan eksperimen one grup pretest dan postest dengan pengumpulan data angket, dimana dilakukannya pretest dengan tujuan untuk mengetahui keadaan awal peserta didik mengenai perencanaan karirnya, lalu memberikan perlakuan berupa layanan konseling individual dengan tujuan untuk membantu peserta didik dalam menemukan jati dirinya, serta membantu menyelesaikan permasalahan-permasalahannya mengenai perencanaan karir, setelah itu diberikan postest kepada peserta didik dengan tujuan untuk mengetahui perencanaa karirnya setelah diberikan layanan konseling individual. Hasil penelitian tahapan awal yaitu pada tahap pretest menggunakan angket perencanaan karir, peserta didik masih kurang dalam perencanaan karirnya, hasil pada tahap kedua yaitu posttest menggunakan angket yang sama yaitu angket perencanaan karir di mana adanya peningkatan perencanaan karir peserta didik, jadi hasil dari penelitian ini yaitu adanya peningkatan perencanaan karir peserta didik dari sebelum diberikan layanan konseling individual atau tahap pretest dan sesudah diberikan layanan konseling atau tahap posttest.
Peningkatan Kompetensi Guru Bimbingan dan Konseling Dalam Melakukan Evaluasi Layanan Bimbingan dan Konseling Melalui Supervisi Akademik Aspandi, Aspandi
IJoCE: Indonesian Journal of Counseling and Education Vol. 3 No. 2 (2022): IJoCE : Indonesian Journal Counseling and Education
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan pelaksanaan supervisi akademik dalam upaya meningkatkan kompetensi guru bimbingan dan konseling dalam melakukan evaluasi layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) yang terselesaikan dalam dua siklus. Setiap siklusnya terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan (planning), pelaksanaan (action), pengamatan (observation), dan refleksi (reflection). Penelitian tindakan sekolah ini dilaksanakan dalam dua siklus yang melibatkan guru bimbingan konseling di SMA Negeri 1 Toboali dengan indikator keberhasilan >90.0. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan supervisi dapat meningkatkan kompetensi guru bimbingan dan konseling dalam melakukan evaluasi layanan bimbingan dan konseling di sekolah.
Peran Guru Bimbingan dan Konseling dalam Mengatasi Prokrastinasi Akademik Peserta Didik Zainudin, Zainudin; Saputra, Rezi
IJoCE: Indonesian Journal of Counseling and Education Vol. 3 No. 2 (2022): IJoCE : Indonesian Journal Counseling and Education
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/ijoce.v3i2.2730

Abstract

Masa depan generasi bangsa sangat bergantung pada dunia pendidikan, sebab pada dasarnya pendidikan adalah penempatan manusia untuk masa depannya. Pelaksanaan pendidikan itu perlu dimulai dari pendidikan dalam keluarga. Persoalan yang muncul kemudian adalah setiap siswa memiliki masalah dan latar belakang yang berbeda-beda hal itulah yang memungkinkan siswa membawa berbagai permasalahan seperti masalah peribadi sosial, belajar, keluarga, dan masih banyak lagi masalah lain yang mengganggu kegiatan belajar. Salah satu masalah belajar yang dialami siswa di sekolah adalah menunda waktu untuk mengerjakan tugas sekolah, menunda waktu mengerjakan pekerjaan rumah (PR), dan lain sebagainya. Dalam penelitian ini, jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik Pengumpulan data yang digunakan adalah dengan Wawancara, Observasi dan Dokumentasi. Mengenai “Peran Guru Bimbingan dan Konseling dalam Mengatasi Prokrastinasi Akademik Siswa Kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Mendo Barat”. Maka dapat diambil kesimpulan bahwa peran guru bimbingan konseling sangat penting di sekolah.
Profil Keputusan Karir Siswa SMK Setiawati, Setiawati
IJoCE: Indonesian Journal of Counseling and Education Vol. 3 No. 2 (2022): IJoCE : Indonesian Journal Counseling and Education
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara psikologis siswa SMK tengah memasuki tahapan perkembangan masa remaja, yakni masa peralihan dari kanak-kanak menuju dewasa. Masa ini merupakan masa yang singkat dan sulit dalam perkembangan kehidupan manusia termasuk dalam membuat keputusan karir. Membuat keputusan karir akan selalu hal yang utama dalam kehidupan. Dari hasil penelitian yang dilakukan terhadap 312 Siswa diperoleh hasil bahwa keputusan karir siswa SMK keputusan karir siswa laki-laki yang berada pada kategori tinggi sebanyak 60 orang (58,8 %) dan yang berada pada kategori sedang 42 orang (41,2 %), sedangkan untuk perempuan yang berada pada kategori tinggi sebanyak 115 orang (54,8 %) dan yang berada pada kategori sedang sebanyak 95 orang (45 %). ABSTRACT Psychologically, vocational students are entering the stages of development of adolescence, namely the transition from childhood to adulthood. This period is short and challenging in the development of human life, including in making career decisions. Making career decisions will always be the main thing in life. From the results of research conducted on 312 students, the results showed that career decisions of vocational students career decisions of male students in the high category were 60 people (58.8%) and those in the moderate category were 42 people (41.2%), whereas for women in the high category were 115 people (54.8%) and those in the medium category were 95 people (45%).