cover
Contact Name
O.P. Bismark
Contact Email
opbismark402@gmail.com
Phone
+6285364993937
Journal Mail Official
lp2mstie.wi@gmail.com
Editorial Address
https://journal.widyaswara.ac.id/index.php/jpwi/about/editorialTeam
Location
Kota solok,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia (JPWI)
ISSN : -     EISSN : 31097618     DOI : https://doi.org/10.63879/jpwi.v1i3.119
Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia (JPWI) merupakan jurnal ilmiah yang memfokuskan pada publikasi hasil-hasil penelitian dan kajian ilmiah dalam bidang pendidikan dan pembelajaran. Terbit setiap Februari, Mei, Agustus, & November (4 kali dalam setahun) yang diterbitkan oleh LPPM Widyaswara Indonesia
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 105 Documents
Pengaruh Model Project Based Learning (PjBL) Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VI Pada Mata Pelajaran IPAS SDN 15 Kampai Kabupaten Solok Selatan Wafil Wahyu Alna; Ade Marlia; Peki Fitra Sandi
Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia Vol. 2 No. 2 (2026): JPWI-MEI
Publisher : Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63879/jpwi.v2i2.207

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil belajar IPAS siswa kelas VI SDN 15 Kampai Kabupaten Solok Selatan masih rendah. Lebih dari 50% siswa belum memenuhi KKTP. Untuk mengatasinya, diperlukan model pembelajaran interaktif seperti Project Based Learning (PjBL) yang dinilai efektif meningkatkan hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Project Based Learning (PjBL) terhadap hasil belajar siswa kelas VI pada pelajaran IPAS SDN 15 Kampai Kabupaten Solok Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis Pre Experimental Design. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah One-Group Pretest Posttest Design, desain ini dipilih karena penelitian hanya melibatkan satu kelas eksperimen tanpa adanya kelas kontrol terdiri dari 9 orang siswa, sehingga efektivitas penerapan model pembelajaran berbasis proyek dapat diukur dengan membandingkan hasil pretest dan posttest siswa. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan hasil belajar pretest dengan rata-rata 61 dan posttest 75. Hal ini ditunjukkan dengan hasil nilai uji t paired sample t-test, diperoleh nilai thitung > ttabel yaitu 4,5 > 2,306. Maka H0 ditolak dan H1 diterima. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model Project Based Learning (PjBL) terhadap hasil belajar siswa kelas VI pada pelajaran IPAS SDN 15 Kampai Kabupaten Solok Selatan.
Peran Pendidik Sebagai Motivator Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik Kelas II Pada Mata Pelajaran Matematika Di SDN 04 Sungai Aro Kabupaten Solok Selatan Yosi Miskori; Yelli Marthaliza; Lili Ratnasari; Afrimon; Fitriani
Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia Vol. 2 No. 2 (2026): JPWI-MEI
Publisher : Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63879/jpwi.v2i2.208

Abstract

Peran Pendidik sebagai Motivator dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik Kelas II pada Mata Pelajaran Matematika Kelas II di SDN 04 Sungai Aro Kabupaten Solok Selatan. Skripsi Program Studi PGSD Widyaswara Indonesia. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran pendidik sebagai motivator dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik pada mata pelajaran Matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana peran pendidik sebagai motivator dalam pembelajaran Matematika, serta dampaknya terhadap motivasi belajar peserta didik kelas II di SDN 04 Sungai Aro Kabupaten Solok Selatan. Pada penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan jenis fenomenologi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan subjek penelitian guru kelas II, kepala sekolah, dan peserta didik kelas II. Analisis data dilakukan dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pendidik berperan aktif sebagai motivator melalui penggunaan metode pembelajaran kooperatif, media konkret, pemberian penghargaan, serta penyisipan ice breaking. Strategi tersebut terbukti meningkatkan semangat, rasa percaya diri, dan partisipasi aktif peserta didik dalam pembelajaran Matematika. Dengan demikian, peran pendidik sebagai motivator berkontribusi penting dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan meningkatkan motivasi belajar peserta didik.
Pengaruh Soal Higher Order Thinking Skills Terhadap Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Alam Dan Sosial (IPAS) Siswa Kelas IV SD Negeri 09 Kepala Bukit Kabupaten Solok Selatan Yusi Marsa Heriyandini; Afrimon; Rosma Diana; Ade Marlia; Nurvazlin Nova
Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia Vol. 2 No. 2 (2026): JPWI-MEI
Publisher : Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63879/jpwi.v2i2.209

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan siswa kelas IV SD Negeri 09 Kepala Bukit, Kabupaten Solok Selatan, dalam menyelesaikan soal berbasis masalah pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS). Untuk mengatasi hal tersebut, digunakan soal berbasis Higher Order Thinking Skills. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan soal Higher Order Thinking Skills terhadap hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain pre-eksperimental tipe One Group Pretest-Posttest Design. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas IV. Penelitian dilaksanakan dalam tiga kali pertemuan, di mana setiap pertemuan terdiri dari tahap pretest, pemberian perlakuan, dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa, yang ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata dari Pretest sebesar 63,48 menjadi 83,91 pada Posttest. Uji hipotesis dilakukan menggunakan uji Wilcoxon, dengan hasil Asymp.Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05. Dengan demikian, terdapat perbedaan signifikan antara hasil pretest dan posttest. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan soal Higher Order Thinking Skills berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas IV SD Negeri 09 Kepala Bukit Kabupaten Solok Selatan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan siswa kelas IV SD Negeri 09 Kepala Bukit, Kabupaten Solok Selatan, dalam menyelesaikan soal berbasis masalah pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS). Untuk mengatasi hal tersebut, digunakan soal berbasis Higher Order Thinking Skills. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan soal Higher Order Thinking Skills terhadap hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain pre-eksperimental tipe One Group Pretest-Posttest Design. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas IV. Penelitian dilaksanakan dalam tiga kali pertemuan, di mana setiap pertemuan terdiri dari tahap pretest, pemberian perlakuan, dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa, yang ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata dari Pretest sebesar 63,48 menjadi 83,91 pada Posttest. Uji hipotesis dilakukan menggunakan uji Wilcoxon, dengan hasil Asymp.Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05. Dengan demikian, terdapat perbedaan signifikan antara hasil pretest dan posttest. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan soal Higher Order Thinking Skills berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas IV SD Negeri 09 Kepala Bukit Kabupaten Solok Selatan.
Strategi Guru Dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Matematika Siswa Kelas V SDN 133/III Pondok Siguang Kecamatan Danau Kerinci Barat Kabupaten Kerinci Aulya Ramadhani; isnaniah; Desmaneni
Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia Vol. 2 No. 2 (2026): JPWI-MEI
Publisher : Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63879/jpwi.v2i2.210

Abstract

Strategi Guru dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Matematika Siswa Kelas V SDN 133/III Pondok Siguang Kecamatan Danau Kerinci Barat Kabupaten Kerinci. Matematika merupakan mata pelajaran penting yang melatih kemampuan berpikir logis, kritis, dan kreatif, namun sering dianggap sulit oleh siswa sekolah dasar. Banyak siswa mengalami hambatan, terutama dalam memahami soal cerita, pecahan, dan konsep pengukuran. Kondisi ini menuntut peran guru untuk menerapkan strategi pembelajaran yang tepat agar kesulitan belajar dapat teratasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru dalam mengatasi kesulitan belajar Matematika siswa kelas V di SDN 133/III Pondok Siguang, Kecamatan Danau Kerinci Barat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan sumber data utama kepala sekolah, guru kelas, serta siswa kelas V. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri dibantu pedoman wawancara dan catatan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan strategi pembelajaran yang variatif, seperti pendekatan konkret, diskusi kelompok kecil, penggunaan alat peraga, media digital, hingga simulasi kontekstual. Guru juga memberikan perhatian individual, serta memberikan motivasi. Penerapan strategi ini mampu meningkatkan pemahaman siswa, mengurangi rasa cemas, serta menumbuhkan sikap aktif dan percaya diri dalam belajar Matematika.
Analisis Pelaksanaan TPPK Dalam Mengatasi Perilaku Bullying Di Kelas IV SD Negeri 07 Mudiak Lawe Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan Dina Putri; Yelli Marthaliza; Desmaneni
Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia Vol. 2 No. 2 (2026): JPWI-MEI
Publisher : Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63879/jpwi.v2i2.211

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan TPPK dalam mengatasi perilaku bullying di kelas IV SD Negeri 07 Mudiak Lawe. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah, guru kelas IV, ketua TPPK, dan 7 siswa kelas IV. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bullying yang paling sering terjadi adalah bullying verbal, seperti mengejek penampilan dan menyebut nama orang tua, sedangkan bullying fisik jarang terjadi.Faktor penyebabnya kurangnya kontrol orang tua, pengaruh teman sebaya, lemahnya pengawasan sekolah, media sosial, dan karakter siswa yang emosional. Dampak bagi korban antara lain rasa takut, minder, dan menarik diri, sementara pelaku cenderung agresif. TPPK menangani bullying secara Represif melalui pemanggilan, nasihat, dan penyelesaian damai. Upaya Preventif seperti sosialisasi sudah dilakukan, dan koordinasi antar pihak sekolah, guru, TPPK, serta orang tua telah terjalin.

Page 11 of 11 | Total Record : 105