Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Pada Pembelajaran Tematik Kelas IV A Melalui Model Numbered Heads Together di Sekolah Dasar Esa Yulimarta; Siska Widyawati; Nurfazlin Nova; Afrimon Afrimon; Fitriani Fitriani; Silfia Rahmadani
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pembelajaran berpusat pada pendidik (teacher centered), ketika pendidik hanya menjelaskan materi dengan menyuruh peserta didik menyimak apa yang dijelaskan, akan membuat peserta didik menjadi cepat bosan, sehingga sangat berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar tematik peserta didik pada tema 2 Selalu Berhemat Energi subtema 1 Sumber Energi melalui model Numbered Heads Together di SD IT Hasanah Koto Tinggi Nagari Surian Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Solok. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitan ini yaitu peserta didik kelas IVA SD IT Hasanah pada semester 1 (satu) tahun pelajaran 2022/2023. Penelitian ini menghasilkan data kuantitatif berupa hasil belajar peserta didik yang diperoleh dari tes tulis berbentuk objektif, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui lembar observasi yang diisi oleh observer untuk mengamati aktivitas pendidik dan peserta didik selama proses pembelajaran. Setelah dilakukan penelitian sebanyak dua siklus, ternyata peneliti berhasil meningkatkan hasil belajar peserta didik. Peningkatan hasil belajar peserta didik ditandai oleh peningkatan ketuntasan belajar. Pada siklus I muatan pelajaran Bahasa Indonesia persentase ketuntasan 67% kemudian meningkat pada siklus II menjadi 92%. Muatan pelajaran IPA siklus I persentase ketuntasan 67% kemudian meningkat pada siklus II menjadi 96%. Dan muatan pelajaran IPS siklus I persentase ketuntasan 50% kemudian meningkat pada siklus II menjadi 96%. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa PTK ini berhasil meningkatkan hasil belajar tematik peserta didik kelas IVA SD IT Hasanah.
Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Menggunakan Model Inquiry Pada Pembelajaran IPAS Kelas IV UPT SDN 21 Kandang Baniah Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh Kabupaten Solok Selatan Adika Wijaya; Ernawarnelis; Isnaniah; Esa Yulimarta; Fitriani
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 3 No. 1 (2025): GJMI - JANUARI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v3i1.1001

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran IPAS  di kelas IV, yang belum tuntas mencapai KKTP. Untuk mengatasi masalah ini, peneliti menerapkan model pembelajaran Inquiry, yang diharapkan mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik dengan cara yang lebih interaktif dan menyenangkan. Jenis penelitian yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan model Inquiry. Subjek penelitian yaitu peserta didik kelas IV UPT SDN 21 Kandang Baniah Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh Kabupaten Solok Selatan pada semester 1 tahun pelajaran 2024/2025. Data penelitian yang digunakan data kuantitatif berupa hasil belajar peserta didik dan kualitatif berupa hasil observasi guru dan peserta didik. Penelitian ini dilakukan sebanyak dua siklus dan terdiri dari empat kali pertemuan. Peningkatan hasıl belajar ditandai oleh peningkatan ketuntasan belajar peserta didik. Pada siklus 1 didapatkan hasil belajar IPAS 44%, sedangkan pada siklus II 87%. Pada pengamatan aktivitas guru dan peserta didik juga mengalami peningkatan dari siklus I yaitu 79%, lalu meningkat pada siklus II yaitu 90%. Sedangkan pada aspek peserta didik siklus 1 yaitu 79%, lalu meningkat pada siklus II yaitu 89% Maka dapat simpulkan bahwa penelitian tindakan kelas menggunakan model Inquiry dapat meningkat proses dan hasıl belajar peserta didik.
ANALISIS KESULITAN BELAJAR DALAM MATA PELAJARAN IPS DI KELAS IV SD NEGERI 14 LADANG KONSI Indah Novita M.Alim1; Kamelia Kontesa; Sovia Putri Julita; Fitriani
Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia Vol. 1 No. 1 (2025): JPWI-MEI
Publisher : Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jurnal ini mengkaji tantangan yang dihadapi oleh para guru dalam proses pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di Sekolah Dasar, dengan penekanan pada SDN 14 Ladang Konsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai rintangan yang mempengaruhi efektivitas pembelajaran IPS, yang merupakan mata pelajaran krusial dalam membentuk pemahaman siswa mengenai lingkungan sosial, budaya, ekonomi, dan politik. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi langsung. Hasil penelitian mengungkapkan enam kendala utama yang saling terkait, yaitu rendahnya minat siswa terhadap materi IPS, keterbatasan media dan fasilitas pendukung, serta waktu pembelajaran yang terbatas. Kendala-kendala ini memberikan dampak signifikan terhadap pencapaian tujuan pendidikan IPS. Namun, penelitian ini juga menemukan bahwa dengan penerapan solusi yang kreatif dan inovatif, seperti Dengan memanfaatkan media yang sederhana, menerapkan pendekatan pembelajaran kontekstual, serta mengembangkan bahan ajar secara mandiri, berbagai kendala tersebut dapat diatasi. Oleh karena itu, dukungan yang berkelanjutan dari berbagai pihak, termasuk institusi pendidikan dan pemangku kebijakan, sangat penting untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran IPS di tingkat sekolah dasar
Integrasi Lingkungan Alam dalam Pembelajaran Tari untuk Siswa SD di Sanggar Seni Gadih Mualab Fitriani Fitriani; Nurdawani Putri Insyani; Rina Efriyani; Dwi Sefti Hendro
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk integrasi unsur lingkungan dalam pembelajaran tari, menganalisis proses implementasi pembelajaran tari berbasis alam, serta merumuskan model pembelajaran yang efektif bagi siswa sekolah dasar di Sanggar Seni Gadih Mualab. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara induktif melalui pengkodean terbuka, aksial, dan tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi lingkungan meliputi integrasi sensorik, gerak imitatif, dan naratif-simbolik yang menghasilkan pengalaman belajar yang lebih bermakna. Proses pembelajaran dilakukan melalui empat tahap, yaitu eksplorasi alam, eksperimen gerak, perancangan tari, dan refleksi. Model Embodied Ecology dinilai paling efektif dalam menggabungkan eksplorasi alam dengan kreativitas gerak siswa. Penelitian ini menegaskan bahwa pembelajaran tari berbasis lingkungan dapat meningkatkan kreativitas, empati ekologis, dan kesadaran lingkungan siswa.
Penerapan Kurikulum Merdeka terhadap Perkembangan Seni Tari di Sekolah Dasar Fitriani Fitriani; Siska Cantika Putri; Shaumi Darno; Wiwit Wahyuni
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.35887

Abstract

Seni tari dalam Kurikulum Merdeka tidak lagi diposisikan sebatas kegiatan ekstrakurikuler, melainkan menjadi bagian dari pembelajaran intrakurikuler yang berorientasi pada pengembangan potensi peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan Kurikulum Merdeka terhadap perkembangan seni tari di SDN 02 Bukik Malintang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data diuji menggunakan teknik triangulasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran seni tari telah terlaksana dengan baik sesuai dengan modul ajar Kurikulum Merdeka. Siswa menunjukkan antusiasme dan minat yang tinggi terhadap seni tari, khususnya melalui kegiatan penampilan bakat mingguan. Pembelajaran seni tari tidak hanya mengembangkan keterampilan motorik dan estetika, tetapi juga mendukung pembentukan karakter, kreativitas, dan kecintaan terhadap budaya lokal.