cover
Contact Name
Syarifah Gustiawati Mukri
Contact Email
syarifah@fai.uika-bogor.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
syarifah@fai.uika-bogor.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Mizan: Journal of Islamic Law
ISSN : 2598974X     EISSN : 25986252     DOI : https://doi.org/10.32832/mizan
Mizan: Journal of Islamic Law is a peer-reviewed journal on Islamic Family Law, Syari’ah, and Islamic Studies. This journal is published by the Islamic Faculty, Ibn Khaldun University of Bogor, in partnership with APSI (Association of Islamic Indonesian Lawyers). Editors welcome scholars, researchers, and practitioners of Islamic Law around the world to submit scholarly articles to be published through this journal. All articles will be reviewed by experts before being accepted for publication. Each author is solely responsible for the content of published articles.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 250 Documents
BEDAH CAESAR MENURUT DAWABIT AL-MASLAHAH MUHAMMAD SAID RAMADAN AL-BUTI Yono, Yono; Nawawi, Kholil
JURNAL ILMU SYARIAH Vol 5 No 2 (2017): DESEMBER
Publisher : IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/mizan.v5i2.20217

Abstract

Salah satu fenomena baru yang dipengaruhi oleh perkembangan zaman dan teknologi yang sudah semakin maju adalah proses melahirkan dengan bedah Caesar. Bedah Caesar jelas memiliki efek positif (manfaat) dan efek negatif (mafsadat) apabila dikajidari sudut pandang hukum Islam, terutama pandangan maslahatnya Ramadan alButi, yang mana beliau adalah salah satu sosok ulama yang peduli terhadap persoalan-persoalan baru dan yang memberi kriteria atau batasan terhadap sebuah kemaslahatan (dawabit}). Karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menjawab permasalahan: Bagaimana bedah Caesar dalam Tinjauan Medis? dan Bagaimana analisis dawabit maslahah Muhamad Said Ramadan al-Buti terhadap penggunaan bedah Caesar dalam dunia Medis? Dalam penelitian ini penulis menggunakan penelitian kualitatif, penggunaan metode kualitatif ini bertujuan agar data yang diperoleh lebih lengkap, lebih mendalam dan kredibel. Temuan sementara dalam tinjauan medis Bedah caesar jelas memiliki efek positif dan efek negatif, demikian juga ibu melahirkan melakukan bedah caesar dengan berbagai motif dan tujuan, ada yang terpaksa, ada yang demi mempertahankan kecantikan tubuh dan ada juga yang demi membatasi keturunan. Melalui dawabit al-maslahah al-Buti akan dikaji hukum bedah caesar dengan melihat bagaimana pembatasan dari maslahah yang dikandung dalambedah caesar dalam dunia medis melalui pertimbangan efek positif dan efek negatif dari bedah caesar serta tujuan dilakukanya bedah caesar itu sendiri.
TRANSAKSI TANPA IJAB KABUL DALAM MASYARAKAT PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Aji, Ahmad Mukri
JURNAL ILMU SYARIAH Vol 6 No 1 (2018): JUNI
Publisher : IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/mizan.v6i1.20219

Abstract

Jual beli sebagai saran tolong menolong antara sesama umat manusia mempunyai landasan yang kuat dalam al-Quran dan sunnah Rasulullah SAW. Banyak sekali ayat al-Quran yang berbicara tentang jual beli, salah satunya adalah surat al-Baqarah ayat275. Sedangkan dalam sabda Rasulullah SAW terlihat ketika ditanya salah seorang sahabat mengenai pekerjaan (profesi) apa yang paling baik. Ternyata jawabanya adalah usaha tangan manusia sendiri dan setiap jual beli yang diberkati. Akan tetapi bagaimana ketika transaksi jual beli tanpa melalui ijab qabul, padahal ia merupakan akad sah dalam jual beli. Oleh karenanya penulis ingin melakukan analisis dalam perspektif hukum Islam akan tradisi masyarakat ini.
STUDI KOMPARATIF PEMIKIRAN IMAM NAWAWI DAN YUSUF AL-QARDHAWI TENTANG BERJABAT TANGAN DENGAN BUKAN MAHRAM DALAM ISLAM Ramdani, Dani Ahmad; Sutisna, Sutisna
JURNAL ILMU SYARIAH Vol 6 No 1 (2018): JUNI
Publisher : IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/mizan.v6i1.20220

Abstract

Fenomena yang terjadi di tengah masyarakat saat ini yaitu berjabat tangan dengan bukan mahram menjadi hal yang dianggap lumrah. Terjadi perbedaan pandangan antar masyarakat, ada yg mengharamkannya dan ada yang membolehkannya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui secara pasti bagaimana hukum berjabat tangan dengan bukan mahram berdasarkan pemikiran Imam Nawawi dan Yusuf Qardhawi. Berdasarkan hasil penelitian, berjabat tangan dengan bukan mahram merupakan perbedaan pandangan di antara para Ulama. Mayoritas Ulama salaf dan khalaf di kalangan Madzhab Syafi’iyyah yaitu Imam Nawawi mengharamkan berjabat tangan dengan bukan mahram apapun kondisi dan keadaanya. Sementara mayoritas ‘Ulama kontemporer diwakili oleh Yusuf Qardhawi bahwa berjabat tangan dengan bukan mahram diperbolehkan selama tidak ada syahwat.
DISKURSUS GENDER DALAM HUKUM ISLAM Mesraini, Mesraini
JURNAL ILMU SYARIAH Vol 6 No 1 (2018): JUNI
Publisher : IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/mizan.v6i1.20221

Abstract

Wacana gender merupakan isu yang memiliki tantangan tersendiri dalam kajian keislaman. Di samping lahir dari dunia Barat, wacana ini dipandang kurang linier dengan kajian keislaman. Kesan ini cenderung didasarkan atas pemahaman yang kurang proporsional. Gender bukanlah memperlakukan seseorang atas dasar jenis kelamin, tetapi atas kompetensi seseorang. Jika pendekatan jenis kelamin itu bersifat biologis-kodrati dan tidak dapat diubah, maka pendekatan gender bersifat konstruksosial, bukan kodrati, dan dapat diubah. Sumber primer Islam, seperti Alquran Hadits, memastikan dalam persoalan kedudukan, ibadah, dan hukum antara lakilaki dan perempuan memiliki posisi yang sama. Namun, sebagian dari aspek fiqhiyah sebagai implementasi atas pemahaman sumber primer itu dipandang masih bias. Perbedaan pemikiran, budaya masyarakat, dan tantangan yang dihadapi oleh para imam fiqh berkontribusi atas bias gender.
MAKNA FII SABILILLAH SEBAGAI MUSTAHIQ ZAKAT PERSPEKTIF SAYYID ABU BAKAR ASY-SYATHO DAN YUSUF QARDHAWI Hazazi, Muhammad Hafizhuddin; Arif, Suyud; Sutisna, Sutisna
JURNAL ILMU SYARIAH Vol 6 No 1 (2018): JUNI
Publisher : IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/mizan.v6i1.20222

Abstract

Penelitian ini membahas tentang perbedaan pendapat ulama terkait mustahiq zakat, khususnya mengenai golongan fii sabilillah. Terjadi perbedaan pendapat antara tokoh ulama klasik yaitu Sayyid Abu Bakr Asy-Syatho dan tokoh ulama kontemporer yaituYusuf Qardhawi. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dan menggunakan metode penelitian studi kepustakaan. Sumber utama penelitian ini adalah kitab I’anah Ath-Tholibin karangan Sayyid Abu Bakr Asy-Syatho dan KitabFiqh Al-Zakat karangan Yusuf Qardhawi. Dalam pembahasan tentang makna fii sabilillah mayoritas ulama fiqh klasik seperti Sayyid Abu Bakr Asy-Syatho mempersempit makna fii sabilillah sebagai jihad yang berorientasi pada jihad melalui peperangan secara fisik, sedangkan mayoritas ulama fiqh kontemporer meluaskan makna fii sabilillah dengan tidak mengkhususkannya dalam urusan jihad, dan tidak beriorientasi sebatas jihad melalui peperangan secara fisik.
ILHAQ HUKUM PADA MASYARAKAT MULTI KULTUR INDONESIA; PEMIKIRAN HUKUM MUHAMMAD HASYIM ASY’ARI 1871-1947 M AS, Qosim Arsadani
JURNAL ILMU SYARIAH Vol 6 No 1 (2018): JUNI
Publisher : IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/mizan.v6i1.20223

Abstract

Muhammad Hasyim Asy’ari adalah tokoh Islam terkemuka di Indonesia. Ketokohannya dalam sejarah terlihat dari kontribusinya yang sangat besar bagi bangsa Indonesia dan umat Islam khususnya. Organisasi NU dan Pesantren Salafiyah Tebuireng adalah peninggalannya yang monumental hingga kini. Keteguhannya dalam memegang prinsip dan konsistensinya mewujudkan cita-citakemerdekaan menghantarnya tampil menjadi pemimpin yang militan. Militansi “jihad kebangsaan” satu diantara pernyataannya yang monumental adalah “Hub alwathon min al-Iman.” Beliau menganjurkan para santri bahkan putranya sendiri untuk masuk menjadi tentara Pembela Tanah Air (PETA) yang dibentuk pada tanggal 3 Oktober 1943 di bawah komando sang putra, Abdul Kholiq, yang juga laskar Hizbullah. Bahkan hari Pahlawan yang diperingati oleh pemerintah dan rakyat Indonesia setiap tanggal 10 November pada mulanya terlahir karena Resolusi Jihad yang dikumandangkannya.
STUDI KOMPARATIF ANTARA HUKUM ISLAM DAN HUKUM PERDATA BELANDA (BW) TENTANG WALI NIKAH BAGI ANAK ANGKAT Nanda, Rizky; Mukri, Syarifah Gustiawati
JURNAL ILMU SYARIAH Vol 6 No 1 (2018): JUNI
Publisher : IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/mizan.v6i1.20224

Abstract

Adanya wali nikah dalam pernikahan merupakan rukun yang harus dipenuhi bagi calon mempelai wanita dalam pernikahan. Hal ini sebagaimana diatur dalam Pasal 19 KHI. Posisi ayah kandung tidak dapat tergantikan kedudukannya sebagai wali hingga kapanpun. Meski ayah kandung tersebut tidak pernah memberi nafkah atau menghilang pada masa perkembangan sang anak. Penelitian ini ingin mengkaji dengan metode perbandingan antara aturan dalam Hukum Islam dan dalam Hukum Perdata (BW) terhadap kedudukan wali nikah tersebut.
SELISIK UPAYA PENCEGAHAN KORUPSI DAN GRATIFIKASI DI KOTA TANGERANG SELATAN BANTEN Ahmad, Supriyadi; Nuraini, Yuniati
JURNAL ILMU SYARIAH Vol 6 No 1 (2018): JUNI
Publisher : IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/mizan.v6i1.20225

Abstract

Maraknya korupsi dan gratifikasi di Indonesia menyebabkan negeri ini masih terpuruk ke peringkat 97 dari 176 negara di dunia dalam tindak pidana ini. Hal seperti itu menginspirasi Pemerintah Kota Administratif Tangerang Selatan, Banten untuk melakukan upaya-upaya pencegahan korupsi dan gratifikasi di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pejabat pemerintah di wilayah ini. Upaya-upaya tersebut adalah Penerbitan Peraturan Walikota Nomor 17 Tahun 2017 dan Keputusan Walikota yang mengatur tentang gratifikasi Nomor 700/Kep.188-Huk/2015. Upaya-upaya tersebut dilakukan secara intensif dan berhasil secara signifikan dalam pencegahan korupsi dan gratifikasi di wilayah Pemerintahan Tangerang Selatan, meskipun ada beberapa hal yang masih perlu diperbaiki. Di antara kendala pencegahan korupsi dan gratifikasi di Tangerang Selatan adalah pendidikan agama dan etika dan beberapa kendala lainnya.
LOGIKA KEMUKJIZATAN ALQURAN DALAM DIMENSI FILSAFAT ILMU Tamrin, Abu
JURNAL ILMU SYARIAH Vol 6 No 2 (2018): DESEMBER
Publisher : IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/mizan.v6i2.20236

Abstract

Kemukjizatan Alquran merupakan salah satu objek ulumul quran. Mukjizat alquran berasal dari Allah Swt untuk membuktikan keabsaan dan kerasulan Nabi Muhammad Saw. Mukjizat diartikan sebagai sesuatu yang dapat melemahkan lawan atau melemahkan kecerdikan dan kekuatan musuh. Aspek-aspek kemukjizatan alquran dapat diuraikan pada aspek-aspek atau segi-segi kemukjizatan alquran, seperti pada aspek bahasa, uslub, tehnik penyusunan, dan ilmu pengetahuan. Tiap pakar ilmu Alquran berbeda pendapat dalam menjelaskan segi-segi kemukjizatan Alquran. Dalam pembahasan ini dikemukakan tiga kemukjizatan Alquran, yaitu kemukjizatan bahasa, kemukjizatan ilmiah, dan kemukjizatan tasyri’.
HISTORICAL DYNAMICS OF ISLAMIC LAW METHODOLOGHY (USHUL FIQH) Purkon, Arip
JURNAL ILMU SYARIAH Vol 6 No 2 (2018): DESEMBER
Publisher : IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/mizan.v6i2.20237

Abstract

Ushul fiqh merupakan salah satu khazanah keilmuan Islam yang diwariskan oleh para ulama dari generasi ke generasi. Cikal bakal ushul fiqh berasal dari praktek dan metodologi yang dilakukan oleh Rasulullah SAW dan para sahabat dalam menyikapi suatu permasalahan, khususnya yang berkaitan dengan hukum. Ilmu ini kemudian mengalami perkembangan yang dinamis dari generasi ke generasi. Hal ini disebabkan antara lain karena para ulama memberikan perhatian yang cukup besar serta senantiasa melakukan dialektika dengan perkembangan ilmu pengetahuan pada masanya.

Page 8 of 25 | Total Record : 250