cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Karakter
ISSN : 25277014     EISSN : 20895003     DOI : 10.21831
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 310 Documents
PENGINTEGRASIAN PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS BUDAYA LOKAL DALAM PEMBELAJARAN KRIYA KAYU PADA SISWA TUNAGRAHITA Kasiyan Kasiyan; Agung Sulistyo
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 11, No. 2 (2020)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpk.v10i2.35032

Abstract

Urgensi perihal keberadaan pendidikan karakter terutama terkait nilai-nilai yang berbasis local culture, bukan hanya berlaku bagi anak didik normal, melainkan juga yang berkategori abnormal, misalnya para penyandang tunagrahita, terutama bagi kepentingan pembentukan jiwa nasionalisme dalam dirinya. Terkait dengan hal itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengintegrasian  pendidikan karakter berbasis local culture melalui pembelajaran keterampian kriya kayu pada tunagrahita, khususnya yang ada di SLB Negeri 2 Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-fenomenologis. Data penelitian diperoleh dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian dapat disampaikan sebagai berikut. Pengintegrasian pendidikan karakter berbasis local culture melalui pembelajaran keterampian kriya kayu pada tunagrahita dilaksanakan meliputi tahapan: analisis kebutuhan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Analisis kebutuhan dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, dan diskusi dengan guru kelas. Perencanaan pembelajaran dirumuskan menyesuaikan dengan kemampuan siswa penyandang tunagrahita. Pelaksanaan pembelajaran dengan teknik demonstrasi dan project based learning. Evaluasi pembelajaran mencakup proses dan produk. Karya  yang dihasilkan berupa hiasan dengan pelbagai ikon ornamen khas Yogyakarta, misalnya lambang kraton, tugu golong-gilig Yogyakarta, sepeda onthel, dan motif batik kawung. Seluruh produk karya seni tersebut, di samping bermakna estetis, juga bermakna filosofis. Kata kunci: Pendidikan karakter, local culture, pembelajaran kriya kayu, siswa tunagrahita. INTEGRATING LOCAL CULTURE BASED- CHARACTER EDUCATION IN WOOD CRAFTS INSTRUCTION FOR MENTALLY RETARDED STUDENTSThe need to integrate character education concerning values taken from local culture is significant in our educational practices conducted for both the ordinary students and those with special needs,  not to mention those of mentally retarded students for the sake of building their nationalism spirit.  Regarding this, this particular study aimed to describe the integration of local culture-based character education in the wood crafts instruction for mentally retarded students, particularly the one conducted at SLB Negeri 2 Yogyakarta. This study used phenomenological-qualitative method. Meanwhile, the data for this study were taken from the results of observations, conducting interviews, and documentation. The data were analyzed using the interactive model proposed by Miles and Huberman. The results of the analysis showed that the pactice of integrating local culture-based character education in wood crafts instruction for mentally retarded students in this school was conducted though the steps of conducting needs analysis, planning, doing actions, and evaluation. The needs analysis was conducted by doing interviews, observations and having discussions with the classroom teacher. The planning was formulated by adjusting the students’ capability. The teaching and learning process was conducted using the method of demonstration and applying the project based learning. The evaluation involved process and product evaluation. The products were in the form of ornaments with various icons of Yogyakarta, namely, the palace symbol, the special Yogyakarta monument, tugu, golog-gilig, the traditional bicycle onthel, and kawung one of its traditional batik ornaments. The reason of using the icons in these art products is not merely because of its aesthetics but also its underlying philosophy.     Keywords: character education, local culture, wood crafts instruction, mentally retarded students.
TUTURAN DIREKTIF GURU DALAM PEMBELAJARAN SEBAGAI SARANA PENDIDIKAN KARAKTER Sri Muryati; Titik Sudiatmi
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 12, No. 1 (2021)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpk.v0i1.34404

Abstract

Pembelajaran  tatap  muka  yang  digantikan  dengan  pembelajaran  daring  dengan  adanya  pandemi Covid-19 telah mengajarkan banyak hal. Aspek nonverbal dalam interaksi guru-siswa dan  suasana  kelas  yang  setiap  warganya  saling  mendukung  dan  memotivasi  dalam  membentuk  siswa  berkarakter  kuat  belum  mendapat  penggantinya.  Tujuan  penelitian  ini  untuk  mendeskripsikan  bentuk-bentuk  pendidikan  karakter  yang  terkondisikan  dengan  tuturan  direktif  guru  dalam  pembelajaran di Taman Kanak-Kanak (TK). Metode penelitian ini yaitu metode kualitatif deskriptif. Data  penelitian berujud tuturan direktif guru dalam pembelajaran yang  mengondisikan penguatan pendidikan karakter siswa TK. Untuk pengumpulan datanya digunakan teknik rekam, teknik simak, dan  teknik  catat.  Analisis  datanya  menggunakan  langkah-langkah:  mengidentifikasi  tuturan  guru  yang  merupakan tuturan direktif,  mengidentifikasikan tuturan direktif yang mendorong penguatan  pendidikan karakter, dan mengidentifikasikan penggunaan metode pendidikan karakter oleh guru. Simpulan penelitian ini yaitu bahwa tuturan direktif guru dalam pembelajaran di TK dapat menjadi sarana penguatan pendidikan karakter (1) cinta terhadap Tuhan Yang Maha Esa; (2) disiplin; (3) jujur;  (3) mandiri; (4) kreatif; (5) kerja keras; (6) percaya diri; (7) toleransi dan cinta damai; dan (9) tanggung  jawab. Metode pendidikan karakter yang diterapkan guru yaitu metode penanaman nilai, keteladanan nilai, dan keterampilan nilai. TEACHER'S DIRECTIVE SPEAKING IN LEARNING AS CHARACTER EDUCATION  MEANSFace-to-face  learning  which  has  been  replaced  by  online  learning  due  to  the  Covid-19  pandemic has taught many things. The nonverbal aspects of teacher-student interaction and the class  atmosphere where each people support each other with strong character have not been replaced. The  purpose  of  this  study  is  to  describe  the  forms  of  character  education  conditioned  by  the  directive  speech  of  the  teacher  in  learning  in  kindergarten.  This  research  method  is  descriptive  qualitative  method. The data of this research were in the form of directive speech of the teacher in learning which  conditions the strengthening of the character education of kindergarten children. The data collection  used recording techniques, listening techniques, and note taking techniques. The data analysis used  the following steps: identifying the teacher's speech which is directive speech,  identifying directive  speech that can encourage the strengthening of character education and identifying the use of character education methods by teachers. The conclusion of the study that the directive speech of teachers in  kindergarten learning can be a means of strengthening character education (1) love for God Almighty,  (2) discipline, (3) honest, (4) independent, (5) creative, (6) hard work, (7) self-confidence, (7) tolerance  and  peace-loving,  and  (9)  responsibility.  Futhermore,  character  education  method  applied  by  the  teacher is the method of establishing values, exemplary values, and value skills. 
PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER TANGGUNG JAWAB SEKOLAH DASAR DI ERA PANDEMI Rivan Gestiardi; Suyitno Suyitno
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 12, No. 1 (2021)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpk.v0i1.39317

Abstract

Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) adalah upaya untuk membentuk karakter siswa di Indonesia agar menjadi orang yang baik, berguna untuk dirinya dan sekitarnya. Dengan kebijakan daring selama masa pandemi Covid-19, terjadi perubahan proses pendidikan karakter yang berbeda. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan penguatan pendidikan karakter tanggung jawab di Sekolah Dasar Muhammadiyah Ngabean I di Yogyakarta di masa pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Pengumpulan data pada penelitin ini dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil penelitian menyimpulkan penguatan pendidikan karakter tanggung jawab di masa  pandemi dilakukan dengan cara: (1) sekolah mengintegrasikan nilai karakter tanggung jawab ke dalam pembelajaran, dan juga dengan cara sekolah menerapkan protokol Kesehatan; (2) SD Muhammadiyah Ngabean 1 memfokuskan program penguatan pendidikan karakter pada nilai tanggung jawab dalam mengerjakan tugas masing-masing yang diberikan oleh guru; dan (3) sekolah berkerja sama dengan orang tua untuk melaksanakan pendidikan karakter tanggung jawab kepada siswa dalam pendampingan pembelajaran selama di rumah.STRENGTHENING THE RESPONSIBILITY CHARACTER EDUCATION OF ELEMENTARY SCHOOLS IN THE PANDEMIC ERA Character education is the beginning of efforts to form a character, which is the basis for being useful for himself and his surroundings. This policy, students experience changes and different habits, usually done in schools, is now changing in their respective homes. This research uses descriptive qualitative research design with descriptive case study research design. Data collection in this research is done by using observation, interview, and documentation techniques. This research aims to describe the character strengthening program carried out by elementary schools in Yogyakarta. Strengthening character education of primary schools in a pandemic is carried out by: (1) the role of school in calling for the implementation of health protocols such as using hands frequently using masks and maintaining a safe distance from each other; (2) the school also collaborates with parents to emphasize character education of students in learning assistance while at home; and (3) SD Muhammadiyah Ngabean 1 focuses on strengthening characters, namely discipline and responsibility in doing each assignment given by the teacher.
ANALISIS MUATAN NILAI KARAKTER DALAM BUKU TEKS BAHASA INDONESIA KELAS XI KURIKULUM 2013 REVISI 2017 Eries Meilani
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 11, No. 2 (2020)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpk.v10i2.35165

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) bentuk nilai-nilai karakter, dan (2) penyebaran muatan nilai-nilai karakter dalam setiap Bab. Penelitan ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan analisis isi (content analysis) yang dilaksanakan melalui beberapa tahap yaitu: (1) pengadaan data; (2) pencatatan data; (3) reduksi; (4) inferensi/penarikan kesimpulan; dan (5) deskripsi hasil penelitian. Sumber data penelitian ini adalah buku teks Bahasa Indonesia Kelas XI Kurikulum 2013 Revisi 2017. Sedangkan, objeknya adalah nilai karakter yang terkandung dalam teks atau kalimat yang tersebar pada buku. Hasil penelitiannya adalah sebagai berikut. (1) Buku teks Bahasa Indonesia Kelas XI mengandung 18 nilai karakter sesuai dengan pedoman PPK dan Kemendikbud. Nilai karakter yang muncul paling banyak adalah bersahabat komunikatif, disiplin, dan tanggung jawab. Sedangkan paling sedikit adalah semangat kebangsaan, cinta damai, dan peduli lingkungan. Karakteristik dari nilai karakter yang muncul adalah berdiri sendiri, berdampingan dengan karakter lain, dan muncul secara berulang-ulang. (2) Penyebaran muatan nilai-nilai karakter dalam setiap Bab adalah cukup merata. Dalam Bab I dan III memiliki muatan nilai karakter paling banyak yaitu 16 jenis. Sedangkan Bab VII paling sedikit yaitu hanya sembilan nilai karakter. Penyebaran nilai karakter diintegrasikan melalui materi pembelajaran, menunjukkan nilai karakter melalui cerita atau contoh teks, serta mempraktikannya dalam aktivitas pembelajaran.
PENGUATAN KARAKTER ANAK DALAM KELUARGA DALAM SITUASI PANDEMI COVID-19 Lailati Nazula; Erni Munastiwi
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 12, No. 1 (2021)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpk.v0i1.37648

Abstract

Situasi  pendemi  Covid-19  mengharuskan  orang  untuk  beraktivitas  dari  rumah  termasuk  proses pembelajaran. Pembelajaran dari rumah menjadi peluang besar bagi keluarga untuk memanfaatkan  situasi  ini  sebagai  sarana  penguatan  karakter  anak.  Penguatan  karakter  atau  disebut  juga  pendidikan karakter merupakan hal yang sangat penting agar mencetak manusia yang terpuji, baik  untuk dirinya maupun lingkungannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemanfaatan  situasi  pandemi  sebagai  sarana  penguatan  karakter  anak  yang  dilakukan  oleh  orang  tua.  Dengan  metode kualitatif, melalui pendekatan grounded theory penelitian ini mengikutsertakan tiga partisipan  yang dipilih secara acak (random sampling). Data dalam penelitian dikumpulkan melalui wawancara  dengan menggunkakan pertanyaan terbuka. Sebelum dilakukan analisis data, terlebih dahulu dilakukan  pengecekan  keabsahan  data  menggunakan  teknik  member  checking,  yang  dilanjutkan  dengan  analisis menggunakan teknik coding. Dari penelitian yang dilakukan ditemukan hasil bahwa situasi  pandemi ini dapat menjadi sarana penguatan karakter anak. Hal ini dilakukan orang tua dengan cara  menciptakan  nilai  mandiri,  tanggung  jawab,  religius,  gotong-royong,  dan  nasionalis  menjadi  momentum  bagi  keluarga  untuk  terlibat  dalam  pendidikan  karakter  dan  membangun  harmonisasi  dengan anak, menjadikan anak belajar pola hidup bersih dan sehat, dan anak berkurang dari aktivitas  lingkungan luar yang kurang bermanfaat.  STRENGTHENING CHILDREN'S CHARACTER IN THE FAMILY IN THE COVID-19  PANDEMIC SITUATION  The  Covid-19  pandemic  situation  requires  people  to  be  active  from  home,  including  the  learning process. Learning from home  is a great opportunity for  families to take  advantage of this  situation as a means of strengthening children's characters. Strengthening character or also called character education is very important in order to produce commendable human beings, both for themselves and their environment. This study aims to explore the use of the pandemic situation as a means  of  strengthening  children's  characters  by  parents.  With  a  qualitative  method,  through  a  grounded  theory approach, this study included three participants who were selected at random (random sampling). The data were collected through interviews using open-ended questions. Prior to data analysis,  the validity of the data was checked using the member checking technique, followed by analysis using  coding techniques. From the research conducted, it was found that this pandemic situation can be a  means  of  strengthening  children's  characters.  This  is  done  by  parents  by  creating  independent,  responsible, religious, mutual cooperation, and nationalist values to become a momentum for families  to be involved in character  education and build harmonization with children,  made  children learn  clean and healthy lifestyles, and reduced from activities outside the environment that are less useful. 
TEACHERS PERCEPTION OF CHARACTER EDUCATION INTEGRATION IN LEARNING LANGUAGE Atmazaki Atmazaki; Agustina Agustina; Vivi Indriyani; Abdurahman Abdurahman
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 11, No. 2 (2020)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpk.v10i2.32276

Abstract

Education in the 21st Century currently requires students to be intelligent and of character. Because of the various demands that teachers must have in order to meet all current learning goals, knowledge and skills, sometimes the teacher forgets to focus on shaping student character. This is reflected in the increasing crime, violations of human rights, legal injustice, and various forms of bad behavior that are increasingly reaching all sectors of life. The teacher has an important role to overcome these problems. Based on this background, this study aims to determine teacher perceptions regarding the formation of student characters. This research is a descriptive study with a questionnaire collection technique. The instrument used was a questionnaire sheet. The questionnaire was developed via Google form and distributed online through social media whatsup on the group discussion group of English subjects in West Sumatra. The number of respondents who filled out the questionnaire was 62 teachers. The results show that for now some teachers have integrated the strengthening of student character through intracuricular, extracurricular, and non-curricular activities.
Pengembangan Buku Pengayaan Pembelajaran Menulis Naskah Drama Bermuatan Nilai Karakter Untuk Siswa Kelas Viii Sekolah Menengah Pertama Wahyu Bintarto Bintarto
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 12, No. 1 (2021)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpk.v0i1.32773

Abstract

 Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan produk berupa buku pengayaan pembelajaran  menulis naskah drama bermuatan nilai karakter untuk siswa kelas VIII Sekolah Menengah Pertama di  Klaten. Penelitian dan pengembangan ini berpedoman pada langkah yang dikembangkan oleh Sugiyono dan Borg Gall dengan beberapa penyesuaian. Langkah-langkah pengembangan meliputi delapan langkah, yaitu: (1) pengumpulan informasi; (2) perencanaan; (3) rancangan produk; (4) validasi  desain; (5) revisi desain; (6) pembuatan produk; (7) uji coba terbatas; dan (8) revisi produk. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku pengayaan pembelajaran menulis naskah drama bermuatan nilai karakter untuk  siswa kelas VIII Sekolah Menengah Pertama diperlukan, baik oleh guru maupun siswa. Kompetensi  dasar tentang sikap memuat nilai-nilai karakter dari program Penguatan Pendidikan Karakter oleh  Kementerian  Pendidikan  dan  Kebudayaan.  Kompetensi  dasar  tentang  pengetahuan  dikembangkan  sampai tahap menganalisis dan mengevaluasi. Kompetensi dasar tentang keterampilan dikembangkan sampai tahap menyajikan produk kerangka dan naskah drama. Materi pembelajaran bersumber  pada teks, gambar, dan audiovisual yang kontekstual. Tugas dalam buku pengayaan berbasis teks  dan reflektif. Dengan muatan kompetensi dasar, materi, tugas, dan penilaian tersebut, produk buku  pengayaan sudah layak dan dapat dipergunakan sebagai sumber pembelajaran untuk guru dan siswa  di sekolah. THE DEVELOPMENT OF ENRICHMENT BOOK OF DRAMA SCRIPTS WRITING  CONTAINING THE CHARACTERS VALUES FOR EIGHT GRADES OF JUNIOR  SECONDARY SCHOOL STUDENTS  The purpose of this study was to develop the product in the form of an enrichment book for  learning of drama scripts writing containing character values for eight graders of Junior Secondary  School in Klaten region. The research and the development was based on the steps cultivated by Sugiyono and Borg Gall with some adaptation. There were 8 steps: (1) gathering the information, (2)  planning; (3) product planning; (4) design validation; (5) design revision; (6) production; (7) limited  testing; and (8) product revision. Data collection usied interview, observation, and document study  techniques. The result showed that the  enrichment book for learning of drama scripts writing containing character values for eight graders of Junior Secondary School was needed by the teachers and  students. The basic attitude competence containing the characters values mentioned in the Character  Educations of Ministry of Education and Culture. The basic knowledge competence was developed to  the level of analyzing and evaluating. The basic skill competencies were developed to the level of presenting the outline product and the drama scripts. The source of the materials in the enrichment book  were contextual  texts, pictures, and audiovisual. The assignment  of the enrichment book were based  on texts and reflections. Containing the basic competencies, the materials, the assignments, and the  assessments, the product of an enrichment book for learning was worthy and could be used as the  learning sources for teachers and students at school. 
NILAI NILAI KEARIFAN LOKAL SEBAGAI PEMBENTUK KARAKTER MASYARAKAT Sukron Mazid; Danang Prasetyo; Farikah Farikah
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 11, No. 2 (2020)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpk.v10i2.34099

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan nilai-nilai kearifan lokal yang hidup di masyarakat sehingga mampu menjadi pedoman hidup dalam membentuk karakter masyarakat setempat. Tulisan in merupakan penelitian deskriptif  kualitatif. Penelitian dilaksanakan di Magelang Raya yang terdiri dari Kota Magelang dan Kabupaten Magelang dari Bulan Mei sampai dengan Bulan Agustus 2020. Subjek penelitian ditentukan dengan cara  purposive, yakni tokoh-tokoh yang peham tentang kondisi masyarakat dan lingkungan Magelang. Hasil penelitian ini menemukan adanya nilai-nilai kearifan lokal yang mampu membentuk karakter masyarakat Magelang Raya. Kearifan lokal tersebut terdiri dari: (1) unsur sosial masyarakat dengan adanya pondok atau masyarakat pesantren sehingga memberikan corak masyarakat yang religius dan patuh terhadap pemimpinnya, akademi militer yang mampu memberikan teladan karakter yang tanggung jawab, disiplin, patriotik, semangat kebangsaan; (2) unsur keberadaan situs sejarah Candi Borobudur yang membentuk masyarakat memiliki karakter toleransi untuk tetap menjaga keharmonisan dalam keberagaman; (3) unsur budaya atau kesenian musik Gejog Lesung yang sarat akan pesan moral untuk bersama dalam keberagaman dan berbeda dalam kebersamaan; (4) unsur alam dengan adanya Gunung Tidar yang memiliki banyak prasasti dengan tulisan Aksara Jawa yang mengandung falsafah hidup sarat akan pesan moral untuk membentuk karakter jujur, bertanggung jawab, rendah hati, saling tolong menolong, dan menghindari kekerasan dalam setiap penyelesaian masalah dalam kehidupan.
FAKTOR HEREDITAS DAN LINGKUNGAN DALAM MEMBENTUK KARAKTER Nerizka, Dea; Latipah, Eva; Munawwir, A.
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 12, No. 1 (2021)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpk.v0i1.38234

Abstract

Setiap  manusia  diciptakan  dengan  berbagai  macam  keunikannya  dengan  karakteristik  masing-masing. Faktor hereditas dan lingkungan dipandang sebagai faktor yang mempengaruhi pro- ses pembentukan karakteristik setiap individu. Hereditas dipandang sebagai faktor bawaaan yang di  turunkan dari orang tua pada anak baik fisik maupun psikis sejak masa konsepsi melalui gen-gen.  Penelitian ini  bertujuan untuk  mengkaji lebih dalam  faktor  hereditas dan lingkungan dalam mem- bentuk karakter dengan titik fokus melihat pada faktor manakah yang lebih dominan dalam pemben- tukan karakter individu. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan. Sumber data dalam peneli- tian  ini  berupa  buku-buku,  jurnal  dan  situs-situs  dari  internet  yang  memiliki  kaitan  dengan  topik  yang  diteliti.  Teknik  pengumupan  data  dalam  penelitian  ini  yaitu  studi  dokumen.  Analisis  data  menggunakan analisis isi (content analysis). Berdasarkan hasil studi yang dilakukan, penulis menemu- kan bahwa faktor hereditas dalam diri individu dipandang mempengaruhi dalam perkembangan jas- mani seperti warna kulit, warna mata, jenis rambut, dan sebagainya.  Beberapa bentuk kepribadian  dan perilaku sosial dapat merujuk pada faktor lingkungan. HEREDITY AND ENVIRONMENT FACTORS IN BUILDING CHARACTERS  Every human being is created with a variety of uniqueness with each characteristic. Here- dity and environmental factors are seen as factors that influence the process of forming the charac- teristics of each individual. Heredity is seen as a hereditary factor that is passed down from parents to  children both physically and psychologically since the conception through genes. This study aims to  examine more deeply the heredity and environmental factors in shaping character with a focus point  to see which factors are more dominant in shaping individual characters. This research is a type of li- brary research. The data sources in this study are books, journals and websites from the internet that  are related to the topic under the study. The data collection technique in this research is document stu- dy. The data analysis used content analysis. Based on the results of the study conducted, the authors  found that heredity factors in individuals are seen as influencing physical development such as skin  color, eye color, hair type, and so on. While some forms of personality and social behavior can refer to  environmental factors. 
MODEL PENDEKATAN KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH BERBASIS NILAI-NILAI BUDAYA, HUMANISTIK, DAN NASIONALISME DALAM PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER Yulius Rustan Effendi
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 11, No. 2 (2020)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpk.v10i2.31645

Abstract

This study aims to describe the reasons for applying the cultural, humanistic, and nationalism approaches by school principals in supporting transformational leadership behavior. In addition, to explore the steps of the principal's transformational leadership role based on three forms of approach in the implementation of character education strengthening programs. This study used a qualitative approach, case study design. Data collection through in-depth interviews, participant observation, and learn documentation. Data analysis used a modified analytic analysis method. The level of credibility, transferability, dependability, and confirmability examines the validity of the data. The research findings explain that culture or tradition greatly influences the school environment, personal excellence, and encouragement to revive the humanistic spiritual inspirational figure, as well as the image of the school foundation managed by the Military unit, Kodam V-Brawijaya, being the basic reason that inspires the principal to use a cultural, humanistic approach, and nationalism. Besides that the steps of the principal's transformational leadership role based on cultural, humanistic, and nationalism approaches have an effective effect in optimizing the implementation of character education strengthening in schools.