cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Karakter
ISSN : 25277014     EISSN : 20895003     DOI : 10.21831
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 310 Documents
STRATEGI PENCIPTAAN KOMUNITAS PEDULI DENGAN PENDEKATAN KOMPREHENSIF DI SEKOLAH DASAR Kawuryan, Sekar Purbarini
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 12, No. 1 (2021)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpk.v0i1.29259

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk  mendeskripsikan  strategi penciptaan  komunitas  peduli dengan pendekatan komprehensif di sekolah dasar. Jenis penelitian adalah analisis konten inferensial.  Prosedur  penelitian  yang  dilakukan  mencakupi  pengadaan  dan  reduksi  data. Sumber  data  berupa  empat artikel  jurnal yang  memiliki fokus penelitian  yang sama. Unit data  menggunakan unit fisik  dengan  sampel  unit  berupa  konteks  tentang  caring  classroom  sebagai  bentuk  implementasi  Child  Development  Project  (CDP)  yang  dipublikasikan  pada  tahun  1990-1996  dan  diakses  melalui  Google  Scholar.  Teknik  analisis  data  dilakukan  secara  kualitatif  menggunakan  peta  kognitif,  yaitu  mencari  kesesuaian pemikiran penulis artikel jurnal tentang strategi penciptaan komunitas peduli pada tahun  tersebut dengan realitas saat sekarang. Semua data diringkas, dipahami, diinterpretasikan, diinferensikan, dan ditemukan pola hubungan dengan situasi terkini tentang fenomena kepedulian siswa SD.  Penelitian ini menggunakan validitas semantis dan reliabilitas stabilitas (konsistensi). Konstruk analitis dibangun menggunakan teori kognitif dan afektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas peduli di sekolah  dasar  diciptakan menggunakan beberapa strategi, yaitu: (1) menciptakan hubungan asuh yang peduli; (2) mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan; (3) menghormati motivasi intrinsik, dan (4) mengajarkan untuk memahami. Strategi tersebut dapat berjalan efektif dengan melibatkan  peran dan tanggung jawab administrator, guru, konselor, orang tua, dan masyarakat secara komprehensif.  CREATION STRATEGY OF CARING COMMUNITIES USING COMPREHENSIVE  APPROACH IN ELEMENTARY SCHOOLS  This study aims to describe the strategy of creating caring communities with a comprehensive  approach  in  elementary  school.  The  type  of  this  research  was  inferential  content  analysis.  The  research  procedures carried out include the procurement and reduction of data. The data sources were four journal  articles that have the same research focus. The data unit used physical units with a sample unit in the form  of context about caring classroom as a form of implementation of the Child Development Project (CDP)  which was published in 1990-1996 and accessed through Google Scholar. The data analysis technique was  carried out qualitatively using a cognitive map, which seeks to match the thinking of journal articles writers  about the strategy of creating caring communities in that year with current realities. namely looking for the  suitability  of  the  thoughts  of  the  authors  of  journal  articles  about  the  strategy  of  creating  a  caring  community  in that year  with the  current reality.  All data were summarized, understood, interpreted,  referenced,  and  found  patterns  of  relationships  with  the  current  situation  regarding  elementary  school  students'  concern  phenomena.  This  study  used  semantic  validity  and  stability  reliability  (consistency).  Analytical  constructs  were  built  using  cognitive  and  affective  theory.  The  results  show  that  the  caring  community in primary school was created using the following strategies: (1) creating the caring nurturing  relationships; (2) teaching human values; (3) respecting intrinsic motivation; and (4) teaching to understand.  The  strategy  can  be  effectively  by  involving  the  roles  and  responsibilities  of  administrators,  teachers,  counselors, parents, and the community comprehensively. 
PENGARUH PEMBENTUKAN KARAKTER DISIPLIN DAN TANGGUNG JAWAB TERHADAP HASIL BELAJAR EKONOMI PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI Budiani Budiani Budiani; Ni'matush Sholikhah Sholikhah
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 11, No. 2 (2020)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpk.v10i2.33539

Abstract

SMA Negeri 1 Gedangan Sidoarjo merupakan sekolah yang menerapkan pembentukan karakter pada setiap program sekolah. Program sekolah yang dijalankan didalam kelas terintegrasi dengan mata pelajaran, termasuk mata pelajaran ekonomi. Proses pembelajaran ekonomi mengarahkan peserta didik untuk bisa disiplin dan bertanggung jawab akan pekerjaan yang diberikan. Tolok ukur keberhasilan mereka adalah hasil belajar yang diperlihatkan. Melalui hasil belajar tercermin sikap peserta didik dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis adanya pengaruh antara pembentukan karakter disiplin, dan pembentukan karakter bertanggungjawab terhadap hasil belajar ekonomi materi persamaan dasar akuntansi. Jenis penelitian ini kuantitatif model hubungan variabel ganda menggunakan dua variabel independen. Sampel yang digunakan berasal dari peserta didik kelas XII IIS SMA Negeri 1 Gedangan Sidoarjo berjumlah 85 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, studi pustaka dan kuesioner. Instrument penelitian menggunakan skala skala likert. Ada pengaruh positif dan signifikan secara parsial antara pembentukan karakter disiplin terhadap hasil belajar ekonomi materi persamaan dasar akuntansi. Ada pengaruh positif dan signifikan secara parsial antara pembentukan karakter bertanggung jawab terhadap hasil belajar ekonomi materi persamaan dasar akuntansi. Secara simultan pembentukan karakter disiplin dan bertanggung jawab berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar ekonomi materi persamaan dasar akuntansi.
IMPROVING ENVIRONMENTAL AWARENESS THROUGH A PARTICIPATORY FIELDWORK Alviani - Permata
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 12, No. 1 (2021)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpk.v0i1.38233

Abstract

This study aims to analyze the provision of field assignments for students to increase their awareness of the environment. This research is an analysis of students' assignments on fieldwork. This fieldwork was an assignment of a course called Ilmu Kealaman Dasar (Basic Natural Science), Faculty of Bussiness, Chirstian Duta Wacana University. This course aimed to enable students to increase their understanding and concern for the natural environment. Lecturing with a teachercentered approach is believed to be unable to achieve the expected lecture goals. Therefore, this approach needs to change by implementing a participative learning strategy. The implementation of this strategy involves students' participation in some activities. Thus, students can comprehend more of the course materials and enthusiastic in their learning process. This work used a text analysis approach by examining the results of student reflections on the vegetable planting process in an organic farm. From the data analysis, it can be seen that there is an increase in students' awareness and concern for the natural environment after they do fieldwork and there are hopes to participate in its maintenance.MENINGKATKAN KESADARAN TERHADAP LINGKUNGAN MELALUI TUGAS LAPANGAN YANG PARTISIPATORIS Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemberian tugas lapangan bagi mahasiswa untuk peningkatan kesadarannya terhadap lingkungan. Penelitian ini merupakan analisis tugas lapangan mahasiswa. Kerja lapangan ini merupakaan tugas mata kuliah Ilmu Kealaman Dasar mahasiswa Fakultas Bisnis di Universitas Kristen Duta Wacana. Mata kuliah ini bertujuan agar mahasiswa dapat meningkatkan pemahaman dan kepeduliannya terhadap lingkungan alam. Perkuliahan dengan pendekatan berpusat pada guru diyakini tidak dapat mencapai tujuan perkuliahan yang diharapkan. Oleh karena itu, pendekatan ini perlu diubah dengan menerapkan strategi pembelajaran yang partisipatif. Penerapan strategi ini melibatkan partisipasi mahasiswa dalam beberapa kegiatan. Dengan demikian mahasiswa dapat lebih memahami materi perkuliahan dan lebih antusias dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan analisis teks berupa analisis Sarana Tanda dengan menelaah hasil refleksi mahasiswa tentang proses penanaman sayur di pertanian organik. Dari analisis data dapat diketahui adanya peningkatan kesadaran dan kepedulian para mahasiswa terhadap lingkungan alam setelah mereka melakukan tugas lapangan dan timbul harapan untuk berpartisipasi dalam pemeliharaannya.
ANALISIS KEBUTUHAN TERHADAP BAHAN AJAR GAME BASED LEARNING TERINTEGRASI KARAKTER KREATIF Ika Febriana Wati; Yuniawatika Yuniawatika Yuniawatika; Sri Murdiyah
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 11, No. 2 (2020)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpk.v10i2.31880

Abstract

Pendidikan merupakan sarana pembentuk kepribadian bangsa. Pendidikan dapat menjadi sarana utama sebagai penguatan karakter bangsa. Dalam implementasinya pada kurikulum 2013, pengembangan bahan ajar menjadi salah satu kunci utama yang dapat diintegrasikan dengan penguatan karakter. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh informasi mengenai analisis kebutuhan tentang: (1) kebutuhan bahan ajar berbasis game based learning pada pembelajaran di kelas V SDN Bendogerit 2 Kota Blitar, (2) muatan pembelajaran yang memerlukan bahan ajar, (3) jenis bahan ajar yang dibutuhkan, (4) penguatan karakter yang terintegrasi dalam bahan ajar, dan (5) elemen yang terkandung di dalam bahan ajar tersebut. Subyek dari penelitian ini terdiri dari guru dan siswa kelas V SDN Bendogerit 2 Kota Blitar. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, angket, dan observasi. Hasil angket analisis kebutuhan yang diisi oleh siswa menunjukkan bahwa rata-rata kebutuhan bahan ajar mencapai persentase 83,12%, dengan 2 diantara rinciannya adalah 85,6% setuju dengan adanya bahan ajar yang berbasis game based learning dan 75,9% setuju adanya penguatan karakter kreatif pada bahan ajar. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa diperlukan pengembangan secara berkelanjutan berupa bahan ajar berbasis game based learning yang terintegrasi karakter kreatif untuk tema ekosistem di kelas V SDN Bendogerit 2 Kota Blitar.
PENDIDIKAN HOLISTIK BERBASIS KARAKTER DALAM TASYRIH WASIAT RENUNGAN MASA KARYA TGKH. MUHAMMAD ZAINUDDIN ABDUL MAJID Agus Muliadi; Muhammad Zainul Pahmi
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 12, No. 1 (2021)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpk.v0i1.39444

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi relevansi nilai-nilai Pendidikan Holistik Berbasis  Karakter melalui sembilan pilar karakter dengan tasyrih kaidah-kaidah Wasiat Renungan Masa. Studi ini  merupakan penelitian deskriptif kualitatif melalui kajian pustaka (liberary research) dengan sumber  utama yaitu buku Wasiat Renungan Masa karya Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul  Majid  dan  buku  Pendidikan  Karakter:  Solusi  Yang  Tepat  Untuk  Membangun  Bangsa  karya  Ratna  Megawangi.  Teknik  analisis  data  dilakukan  dengan  tahapan  yaitu  membaca,  mencatat,  menelaah,  mengumpulkan konsep, kemudian dilakukan elaborasi. Hasil studi menunjukkan bahwa 48 bait Wasiat  Renungan Masa yang secara eksplisit dan tersurat menasyrihkan konsepsi pemikiran, kaidah, amanat,  dan  harapan  besar  tentang  Pendidikan  Holistik  Berbasis  Karakter  melalui  sembilan  pilar  karakter  dengan rincian yaitu Mencintai Tuhan dan ciptaan-Nya ditasyrihkan dalam 9 bait; Kemandirian dan  Tanggung jawab dalam 7 bait; Kejujuran dan Amanah dalam 4 bait; Hormat dan Santun dalam 5 bait;  Dermawan, Suka Tolong-Menolong, dan Gotong Royong dalam 5 bait; Percaya Diri dan Pekerja Keras  dalam 4 bait; Kepemimpinan dan Keadilan dalam 4 bait; Baik dan Rendah Hati dalam 5 bait; Toleransi,  Kedamaian, dan Kesatuan dalam 5 bait. Jadi, Tasyrih Wasiat Renungan Masa mengandung konsepsi  pemikiran dan kaidah Pendidikan Holistik Berbasis Karakter. CHARACTER-BASED HOLIS TIC EDUCATION IN TASYRIH OF WASIAT RENUNGAN  MASA OF TGKH. MUHAMMAD ZAINUDDIN ABDUL MAJIDThis study aims to explore the relevance of character-based holistic education values through  the nine pillars of character with the norms of the Will of the Devotion. This study is a qualitative  descriptive study through liberary research with the main sources, namely a book of Wasiat Renungan  Masa by Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid and the book of Character Education: The  Right Solution for Building the Nation by Ratna Megawangi. The data analysis technique was carried  out in stages, namely reading, taking notes, analyzing, collecting concepts, then elaborating. The results  of the study show that 48 verses of the  Wasiat Renungan Masa explicitly and expressly embody the  conceptions of thoughts, rules, mandates, and high hopes about Character-Based Holistic Education  through nine pillars of character with details, namely Loving God and His Creation is revealed in 9  stanzas;  Independence  and  responsibility  in  7  stanzas;  Honesty  and  Trust  are  taught  in  4  stanzas;  Respect and courtesy in 5 stanzas; Generous, Helpful-Helpful, and Mutual Cooperation in 5 stanzas;  Confidence and Hard Work in 4 stanzas; Leadership and Justice in 4 stanzas; Good and Humble in 5  stanzas; Tolerance, Peace, and Unity in 5 stanzas. Therefore, the book of Wasiat Renungan Masa contains  explicit  and  expressly  express  conception  of  thoughts  and  rules  regarding  character-based  holistic  education.
PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI KETELADANAN TGKH. MUHAMMAD ZAINUDDIN ABDUL MAJID: PERSEPSI MAHASISWA CALON GURU Halqi, Muhammad; Muliadi, Agus
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 11, No. 2 (2020)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpk.v10i2.38256

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi persepsi mahasiswa calon guru matematika tentang pendidikan karakter melalui keteladanan TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid. Studi ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif, dengan responden 42 mahasiswa calon guru matematika di Universitas Hamzanwadi Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Instrumen yang digunakan adalah angket tertutup dengan skala likert dan telah divalidasi (validasi ahli). Data penelitian dianalisis secara deskriptif dan statistik inferensial dengan Moderat Regression Analysis (MRA) pada taraf signifikansi 5% (α = 0,05). Hasil studi menunjukkan bahwa: (1) persepsi mahasiswa calon guru matematika tentang pendidkkan karakter melalui keteladanan TGKH. Muhammad Zainudin Abdul Majid dikategorikan Baik; (2) ada pengaruh pengetahuan mahasiswa terhadap persepsi mahasiswa tentang pendidikan karakter melalui keteladanan TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid; (3) ada pengaruh pengetahuan mahasiswa dimediasi keaktifan keluarga mahasiswa dalam organisasi NW, keaktifan mahasiswa dalam organisasi NW, dan dukungan perguruan tinggi terhadap persepsi mahasiswa pendidikan karakter melalui keteladanan TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid; dan (4) ada peningkatkan pengaruh pengetahuan mahasiswa dimediasi keaktifan keluarga mahasiswa dalam organisasi NW, keaktifan mahasiswa dalam organisasi NW terhadap persepsi mahasiswa. Kata Kunci: pendidikan karakter, keteladanan, persepsi mahasiswa CHARACTER EDUCATION THROUGH EXEMPLARY OF TGKH MUHAMMAD ZAINUDDIN ABDUL MAJID: PROSPECTIVE TEACHER’S PERCEPTION Abstract: This study aims to explore the perceptions of mathematics’prospective-teachers about character education through exemplary of TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid. This study is a descriptive exploratory study, in which the respondents were 42 mathematics prospective-teachers at Hamzanwadi University, East Lombok, West Nusa Tenggara. The instrument used was a questionnaire with a likert scale and has been validated (expert validation). The data of research were analyzed descriptively and statistically (inferential statistics) with Moderate Regression Analysis (MRA) at a significance level of 5% (α = 0.05). The results of study show that: (1) the perception of mathematics prospective-teachers about character education through the examplary of TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid is categorized as "good"; (2) there is an effect of mathematics prospective-teachers’ knowledge on the perception of character education through the examplary of TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid; (3) there is an effect of mathematics prospective-teachers’ knowledge mediated by family activeness of mathematics prospective-teachers in the NW organization, the activeness of the mathematics prospective-teachers in the NW organization, and the support of higher education institutions for the perception of character education through the examplary of TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid; and (4) there is an increase in the effect of mathematics prospectiveteachers’ knowledge mediated by family activeness in the NW organization, the activeness of mathematics prospective-teachers in the NW organization on their perceptions. Keywords: character education, exemplary, prospective-teacher’s perceptions
NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER “MAJA LABO DAHU” DALAM PEDAGOGI tasrif aziz
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 12, No. 1 (2021)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpk.v0i1.37444

Abstract

Era  globalisasi  telah  mengubah  tatanan  kehidupan  sosial  dan  budaya  masyarakat  lokal.  Semula  kehidupan  masyarakat  terikat  kuat  pada  nilai-nilai  dan  kearifan  lokal  yang  hidup  dalam  masyarakat.  Nilai-nilai  tersebut  menjadi  pedoman  hidup.  Maja  Labo  Dahu  adalah  falsafah  budaya  Bima Nusa Tenggara Barat yang mengajarkan tentang rasa takut pada Tuhan, dan rasa malu pada  sesama manusia. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan konsep pendidikan karakter maja  labo dahu dalam kebudayaan Bima. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan  pendekatan analisis konten. Sumber data penelitian yaitu Maja Labo Dahu yang merupakan budaya  lokal masyarakat Bima. Dari analisis konten terhadap falsafat budaya tersebut diperoleh hasil bahwa  nilai-nilai yang ada pada Maja Labo Dahu mengandung pendidikan karakter bagi masyarakat. Perlu  ada suatu konsep yang komperehensif dalam pembelajaran tentang filosofi Maja Labo Dahu ini. Nilai- nilai yang terkandung  di  dalamnya  yaitu ketaatan  dan ketundukan kepada Tuhan serta rasa malu  melakukan tindakan amoral. Maja Labo Dahu harus diwujudkan sebagai shcool culture, family culture,  dan social culture. Trias pendidikan tersebut sebagai tempat konservasi kearifan lokal Maja Labo Dahu. CHARACTER EDUCATION VALUES IN “MAJA LABO DAHU” IN PEDAGOGY  The  era  of  globalization  had  changed  the  social  and  cultural  life  of  local  communities.  Initially, people's lives were strongly tied to local values and wisdoms that lived in the community.  These values had  become  guidliness of  life.  Maja  Labo  Dahu is the  philosophy of the  Bima culture,  West Nusa Tenggara which teaches fear of God and shame of fellow humans.  The purpose of this  study was to describe the  concept of character education for  Maja Labo Dahu of Bima culture. This  research  used  a  qualitative  descriptive  method  with  content  analysis  approach.  The  data  source  is  Maja Labu Dahu which is the local culture of the Bima community. From the content analysis of the  culture philosophy, the results show that the values in Maja Labo Dahu contain character education for  the community. There needs to be a comprehensive concept in learning about the philosophy of Maja  Labo Dahu. The values contained in it are obedience  and submission to God and shame  to commit  immoral acts. Maja Labo Dahu must be manifested as shcool culture, family culture, and socio-culture.  The educational triad is a place for the conservation of local wisdom of Maja Labo Dahu.
THE CHARACTER VALUE IN THE FAIRY TALE "CERITA CALON ARANG" BY PRAMOEDYA ANANTA TOER AS A MEANS OF EARLY CHILDHOOD EDUCATION Afandi, Iswan
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 11, No. 2 (2020)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpk.v10i2.31973

Abstract

The purpose of this study is to describe the value of characters found in fairy tales. This type of research is descriptive qualitative research with content analysis techniques. The theory used is the theory of children's literature and character education. Source of research data in the form of a fairy tale entitled The Story of Candidate Charcoal by Pramoedya Ananta Toer totaling 100 pages published by PT. Lantern Dipantara in 2003. Data validity was tested using data triangulation and method triangulation. Data analysis is carried out in stages: a) identification of fairy tales as research objects; b) data reduction; c) data presentation; d) interpretation of data according to children's literary theory and character education; e) inference (Miles & Huberman, 1994). The results of the study found fourteen character values, namely: wise, socially caring, fond of reading, prominence, compassion, democratic, good decision-makers, good citizens, care for the environment, religious, respectful, cooperation, curiosity, and brave character. This research shows that fairy tales can be used as teaching materials for character education. However, development research needs to be done regarding increasing crime in the community. Various efforts in transmitting the values of character education to students have been carried out both in the family, school, and community environment.
SINERGITAS GURU DAN ORANG TUA DALAM INTEGRASI NILAI KARAKTER PADA PEMBELAJARAN DARING DI MASA PANDEMI COVID-19 Sri Astuti; Puri Pramudiani; Khusniyati Masykuroh; Syafika Ulfah
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 12, No. 1 (2021)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpk.v0i1.38898

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan pola sinergitas antara guru dan orang tua dalam integrasi nilia-nilai karakter pada pembelajaran daring di masa pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode kombinasi yang menggabungkan antara penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif. Teknik pengambilan data dengan menggunakan angket dan wawancara. Responden penelitian ini yaitu guru dan orang tua siswa dari tiga Sekolah Dasar Muhammadiyah, yaitu SD Muhammadiyah Bojonggede Provinsi Jawa Barat, SD Muhammadiyah 24 Rawamangun Provinsi DKI Jakarta, dan SD Muhammadiyah 12 Pamulang Provinsi Banten. Responden berjumlah 25 guru dan 141 orang tua. Angket menggunakan skala likert, dan data yang didapatkan dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan dilanjutkan dengan analisis kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa pada indikator pembimbingan karakter, sinergitas guru dan orang tua di tiga sekolah tersebut sudah berjalan baik. Keduanya telah bersama-sama memberikan pembimbingan karakter kepada anak. Sedangkan untuk indikator penilaian karakter dan menjalin komunikasi terdapat perbedaan pola sinergitas antara guru dan orang tua di ketiga sekolah tersebut.  SYNERGY OF TEACHERS AND PARENTS IN INTEGRATION OF CHARACTER VALUES IN ONLINE LEARNING IN THE TIME OF THE COVID-19 PANDEMIC This study aimed to map the synergy pattern between teachers and parents in the integration of character values in online learning during the Covid-19 pandemic. This research used a mixed method that combined quantitative research and qualitative research. Data collection techniques used questionnaires and interviews. Respondents of this study were teachers and parents of students from three Muhammadiyah elementary schools, namely SD Muhammadiyah Bojonggede, West Java Province, SD Muhammadiyah 24 Rawamangun, DKI Jakarta Province, and SD Muhammadiyah 12 Pamulang Banten Province. The respondents were 25 teachers and 141 parents. The questionnaire used the Likert scale, and the data obtained were analyzed using quantitative descriptive followed by qualitative analysis. Based on the results of the study, it was found that for the indicators of character guidance, the synergy of teachers and parents in the three schools had gone well, both of them had jointly provided character guidance to children. However, for the indicators of character assessment and establishing communication (between teacher and parents), there were differences in synergy patterns between the three schools.
'I KNOW WHAT I DID IS WRONG, BUT…': INVESTIGATING THE FACTORS OF STUDENTS' MORAL REASONING (ABSENTEEISM) Aurelius Ratu; Ni Gusti Made Rai; Eka Dian Savitri
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 11, No. 2 (2020)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpk.v10i2.38257

Abstract

Abstract: This study wants to explore and examine the relationship between potential factors and the student's moral reasoning. Reasoning on moral decisions occurred when students should make a judgment of pursuing their academic goals. Several studies have tried to explain this from various perspectives. Every student was taken for granted to understand his ethical decisions in the academic process. However, the understanding showed that moral awareness has not correlated with the academic score (GPA) and gender variable. This research used quantitative method. The participants in this research were 521 students from 29 departments. The moral reasoning scale was measured by construct validity. Covariate analysis was used to generate a multivariable model. Based on the neutralization theory, the research found that the tendency to make justifications on immoral behaviour is higher for male students and is significantly done by the students at the GPA's level ranging from 2.01 to 2.5. The characteroriented learning process is essential to help students in developing their moral awareness. Lack of understanding of how moral decisions to be made indicates a gap in the academic process which is dominated cognitive aspect. Imposing sanctions without character training does not provide a solution to problems that appear to be a small issue in education but can have a significant detrimental impact when the student immerses and works in society.Keywords: socio-demographics, moral reasoning, education, students ‘SAYA TAHU APA YANG SAYA LAKUKAN ITU SALAH, TETAPI…’: INVESTIGASI FAKTOR-FAKTOR PENALARAN MORAL MAHASISWA (ABSENSI) Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi dan menguji hubungan antara faktor-faktor potensial dan penalaran moral siswa. Penalaran keputusan moral terjadi ketika siswa harus membuat keputusan untuk mengejar tujuan akademis mereka. Beberapa penelitian telah mencoba menjelaskan hal ini dari berbagai sudut pandang. Setiap siswa dianggap biasa untuk memahami keputusan etisnya dalam proses akademik. Namun, pemahaman tersebut menunjukkan bahwa kesadaran moral tidak berhubungan dengan variabel nilai akademik (IPK) dan jenis kelamin. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Partisipan dalam penelitian ini adalah 521 mahasiswa dari 29 jurusan. Skala penalaran moral diukur dengan validitas konstruk. Analisis kovariat digunakan untuk menghasilkan model multivariabel. Berdasarkan teori netralisasi, penelitian menemukan bahwa kecenderungan pembenaran atas perilaku asusila lebih tinggi pada mahasiswa laki-laki dan secara signifikan dilakukan oleh mahasiswa pada level IPK berkisar antara 2,01 sampai 2,5. Proses pembelajaran yang berorientasi pada karakter sangat penting untuk membantu mahasiswa dalam mengembangkan kesadaran moralnya. Kurangnya pemahaman tentang bagaimana keputusan moral akan diambil mengindikasikan adanya kesenjangan dalam proses akademik yang didominasi aspek kognitif. Pemberlakuan sanksi tanpa pelatihan karakter tidak memberikan solusi atas masalah yang tampaknya menjadi masalah kecil dalam pendidikan tetapi dapat memiliki dampak merugikan yang signifikan ketika mahasiswa membenamkan diri dan bekerja di masyarakat. Kata Kunci: sosio-demografi, penalaran moral, pendidikan, mahasiswa