cover
Contact Name
Elvaria Mantao
Contact Email
preventifjournal.fkm@gmail.com
Phone
+6282197505707
Journal Mail Official
preventifjournal.fkm@gmail.com
Editorial Address
Jl.Soekarno Hatta Km. 9. Palu City, Indonesia
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat
Published by Universitas Tadulako
ISSN : 20883536     EISSN : 25283375     DOI : https://doi.org/10.22487/preventif
Core Subject : Health,
Preventif Jurnal Kesehatan Masyarakat welcomes manuscripts that cover a broad range of topics within the public health discipline The journals scope encompasses but is not limited to the following key areas Health Administration and Policy The management organization and policy making processes within health systems including health economics and financing Epidemiology The study of the distribution patterns and determinants of health and disease conditions in defined populations Health Promotion The science and art of helping people change their lifestyle to move toward a state of optimal health including health education and behavior science Environmental Health The assessment and control of physical chemica and biological factors in the environment that can potentially affect health Occupational Health and Safety The promotion and maintenance of the highest degree of physical mental and social well-being of workers in all occupations Reproductive Health Research and policy related to reproductive processes functions and systems at all stages of life Biostatistics Family Planning and Population The application of statistics to public health along with studies on family planning methods demography and population dynamics Community Nutrition The study of nutrition and its effects on the health of populations including nutritional assessment policy and interventions at the community level
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 270 Documents
Persepsi Masyarakat Terhadap Vaksinasi Covid-19 Di Area Kerja Puskesmas Donggala Virgiana, Virgiana; Munawwir, Abdul; Kiay Demak, Indah Puspasari
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 12 No. 2 (2021): Volume 12 No.2 (2021)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v12i2.450

Abstract

Salah satu faktor yang memengaruhi lambatnya proses vaksinasi Covid-19 adalah adanya persepsi negatif masyarakat terhadap vaksin Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap vaksinasi Covid-19 di area kerja Puskesmas Donggala. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel berupa purposive sampling diperoleh 116 orang responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner persepsi masyarakat terhadap vaksinasi Covid-19. Analisis data dilakukan secara deskriptif dari masing-masing variabel yang diteliti dengan tabel distribusi frekuensi disertai penjelasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang setuju untuk mendapatkan vaksinasi berdasarkan persepsi terkait keberhasilan tujuan vaksinasi berjumlah 76 orang (65,5%), berdasarkan persepsi terkait keamanan vaksin berjumlah 71 orang (61,2%), berdasarkan persepsi terkait efektivitas vaksin berjumlah 73 orang (62,9 %), dan berdasarkan persepsi terkait pandangan agama berjumlah 81 orang (69,8 %). Persepsi masyarakat terhadap vaksinasi Covid-19 sangat bervariasi dan berdasarkan persepsi tersebut diketahui bahwa rata-rata persentase responden yang setuju untuk mendapatkan vaksinasi adalah 64,7%.
Pengaruh Peran Pengawas Menelan Obat dan Efek Samping Obat Anti Tuberkulosis Terhadap Angka Kesembuhan (Cure Rate) Pasien Tuberkulosis Amining, Fauziah; Herawanto, Herawanto; Syahadat, Dilla Srikandi; Hasanah, Hasanah
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 12 No. 2 (2021): Volume 12 No.2 (2021)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v12i2.451

Abstract

Kunci sukses penanggulangan TBC adalah penemuan pasien dan pengobatan pasien sampai sembuh. keberhasilan pengobatan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu faktor kepatuhan pasien, faktor pengawas menelan obat dan efek samping yang dirasakan pasien. Kecamatan Palu Selatan merupakan penyumbang angka kejadian TBC yang cukup tinggi dengan angka kesembuhan pasien TBC yang belum mencapai target nasional (85%). Wilayah Kecamatan Palu Selatan terdiri dari 3 Puskesmas yaitu Puskesmas Mabelopura terdapat 62 kasus, Puskesmas Birobuli 46 kasus dan Puskesmas Bulili 28 kasus, dengan angka kesembuhan yaitu Puskesmas Mabelopura 44 (70,96%) kasus, Puskesmas Birobuli 30 (65,21%) kasus dan Puskesmas Bulili 19 (67,85%) kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi angka kesembuhan TBC di Kecamatan Palu Selatan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi berjumlah 136 orang dan sampel sebanyak 97 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling. Analisis yang digunakan yaitu regresi linear sederhana dengan nilai α =5%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh signifikan antara pengawas menelan obat (Sig. 0,010) dan efek samping (Sig. 0,010) terhadap angka kesembuhan pasien TBC. Disarankan kepada pasien TBC untuk patuh dalam mengonsumsi obat walaupun responden merasakan efek samping yang ditimbulkan oleh OAT, kepada keluarga diharapkan berperan aktif dalam mengawasi saat minum obat dan memberikan dukungan kepada pasien agar menyelesaikan pengobatan.
Analisis Bakteriologis Air Minum Isi Ulang di Kecamatan Ratolindo, Kabupaten Tojo Una-Una Hasanah, Hasanah; Pitriani, Pitriani; Nurdin, Nurdin
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 12 No. 2 (2021): Volume 12 No.2 (2021)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v12i2.452

Abstract

Salah satu indikator yang digunakan untuk air minum yang aman untuk kesehatan adalah bakteriologi. Air minum yang aman adalah air yang tidak mengandung Escherichia coli dan/atau total bakteri coliform. Sehingga adanya Escherichia coli dan/atau total bakteri coliform dalam air minum menunjukkan bahwa dalam air minum telah terkontaminasi cemaran bakteriologi. Tujuan dari penelitian ini untuk Menganalisis bakteriologis air minum isi ulang di Kecamatan Ratolindo, Kabupaten Tojo Una-Una. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan uji laboratorium, hasil disajikan dalam bentuk tabel dan narasi. Sampel air minum dalam penelitian ini diambil di 11 depot air minum isi ulang secara composite sampel by time. Hasil pemeriksaan kadar Escherichia coli pada sampel air minum isi ulang menunjukkan bahwa seluruh depot memenuhi syarat sedangkan pemeriksaan kadar total bakteri coliform terdapat 3 depot tidak memenuhi syarat kualitas air minum sesuai dengan permenkes no. 492/MENKES/PER/IV/2010. Hygiene sanitasi DAM dilihat dari aspek Tempat sebanyak 10 depot (90,9) memenuhi syarat dan 1 depot (9,1) tidak memenuhi syarat, aspek peralatan sebanyak 11depot (100) memenuhi syarat dan 0 depot (0) tidak memenuhi syarat, aspek penjamah sebanyak 4 depot (36,4) memenuhi syarat dan 7 depot (63,6) tidak memenuhi syarat, aspek air minum sebanyak 10 depot (90,90) memenuhi syarat dan 1 depot (9,10) tidak memenuhi syarat.
Health Education About Hypertension Using Leaflet Media Effective On People's Knowledge And Attitudes Of The Community In Tanete Labba Hamlet, Maros Jayadi, Yusma Indah; Maharani, Widia; Nurdiyanah, Nurdiyanah
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 12 No. 2 (2021): Volume 12 No.2 (2021)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v12i2.453

Abstract

Hypertension or high blood pressure is a serious medical condition that significantly increases the risk of heart, brain, kidney, and other diseases. In COVID-19 patients, Arterial Hypertension (AH) is one of the cardiovascular comorbidities that can worsen outcomes and increase the risk of admission to the intensive care unit (ICU). This study aims to measure the effectiveness of health education about hypertension and blood pressure checks using the media leaflet on the knowledge and attitudes of the community in Tanete Labba Hamlet, Maros.This research is a quasi-experimental research with Pre-test and Post-test without Control Group Design in Tanete Labba Hamlet, Baji Pa'mai Village, Cenrana District, Maros Regency. The population in this study were residents of Tanete Labba Hamlet, Baji Pa'mai Village, using purposive sampling method with inclusion criteria of population aged 15 years and never or rarely had their health checked so that a sample of 38 respondents was obtained. The analysis used is a paired T test. The purpose of this counseling is to provide information related to hypertension risk factors, symptoms of hypertension, control and prevention of hypertension, namely in the form of recommendations to control blood pressure regularly at least every 6 months. Health education with leaflet media had a significant effect on the level of knowledge p = 0.002 (p < 0.05) and the attitude of respondents p = 0.000 (p < 0.05) about hypertension and blood pressure checks. Most of the community gave a positive response to the material presented, enthusiastic in reading the contents of the leaflet and asking questions about hypertension and blood pressure checks. It is important that education and counseling programs are developed according to the needs of the community so that they can increase the knowledge of the general public and bring about positive changes in attitudes and practices.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK INDIVIDU, PENGETAHUAN, DAN SIKAP DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN COVID-19 PADA PASIEN TUBERKULOSIS DI SURABAYA UTARA Hanifah, Hanifah
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 1 (2023): Volume 14 No. 1 (2023)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v14i1.454

Abstract

Terhitung per 20 Juli 2021, Kota Surabaya merupakan kota dengan kasus konfirmasi COVID-19 tertinggi di Provinsi Jawa Timur dengan faktor risiko utama yaitu pada pasien dengan komorbid, salah satunya tuberkulosis. Pengurangan risiko terinfeksi COVID-19 dengan penerapan protokol kesehatan oleh pasien tuberkulosis tidak hanya dapat menurunkan beban COVID-19, tetapi juga dapat mengurangi ko-infeksi kedua penyakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara karakteristik individu (usia, jenis kelamin, pendidikan terakhir), pengetahuan dan sikap dengan perilaku pencegahan COVID-19 pada pasien tuberkulosis di wilayah Puskesmas Surabaya Utara. Metode dalam penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Penelitian dilakukan pada pasien tuberkulosis di wilayah puskesmas Surabaya Utara dengan jumlah sebanyak 104 responden yang diambil menggunakan stratified sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner online dan offline pada bulan Agustus 2021. Analisis data menggunakan analisis univariate dan bivariate dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik responden mayoritas berusia <60 tahun, berjenis kelamin perempuan, berpendidikan tinggi atau ≥SMA, memiliki pengetahuan kurang terkait COVID-19 dan sikap positif terkait COVID-19. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa, usia dan jenis kelamin tidak berhubungan (p=1,000; p=0,954). Pendidikan terakhir, pengetahuan terkait COVID-19, dan sikap terkait COVID-19 berhubungan (p=0,020; p=0,000; p=0,000). Kesimpulan penelitian adalah pendidikan tinggi, pengetahuan yang baik serta adanya sikap positif akan membentuk perilaku pencegahan COVID-19.
Hubungan Antara Konsentrasi Toluena Dengan Konsentrasi Malondialdehida Dan Degenerasi DNA Pada Pekerja Home Industry Sepatu Haidar, Mochamad Ali
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 1 (2023): Volume 14 No. 1 (2023)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v14i1.460

Abstract

ABSTRAK Toluena adalah pelarut organik yang terkandung didalam lem perekat sepatu di home industry sepatu Tambak Osowilangun Surabaya. Toluena bersifat volatile sehingga mudah terhirup. Toluena dimetabolisme menjadi toluena epoksida yang dapat meningkatkan spesies oksigen reaktif yang mengakibatkan peroksidasi lipid ditandai dengan malondialdehida dan juga menyebabkan degenerasi DNA.Tujuan penelitian ini untuk melihat hubungan antara konsentrasi toluena dengan konsentrasi malondialdehida dan degenerasi DNA pada pekerja home industry Sepatu Tambak Osowilangun Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional dengan teknik total population sampling yaitu sebanyak 25 pekerja. Variabel bebas pada penelitian ini adalah konsentrasi toluena. Variabel terikat adalah konsentrasi malondialdehida dan degenerasi DNA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata konsentrasi toluena melebihi NAB. Rata-rata konsentrasi malondialdehida pekerja sebesar 7,84 nmol/ml. Terdapat hubungan yang lemah antara konsentrasi toluena dengan konsentrasi malondialdehida (0,201) dan degenerasi DNA (0,312). Dapat disimpulkan bahwa konsentrasi toluena melebihi NAB secara terus menerus dapat meningkatkan konsentrasi malondialdehida dan degenerasi DNA. Disarankan kepada pekerja menggunakan alat bantu untuk mengoleskan lem, mengonsumsi makanan yang kaya enzim sitokrom oksidase dan glutathione, menggunakan alat pelindung diri seperti respirator cartridge kimia selama bekerja. Kata kunci: degenerasi DNA, malondialdehida, toluena, sepatu ABSTRACT Toluene is an organic solvent contained in the shoe adhesive glue at the shoes home-industry Tambak Osowilangun Surabaya. Toluene is volatile so it is easily inhaled. Toluene is metabolized into toluene epoxide which can increase reactive oxygen species resulting in lipid peroxidation characterized by malondialdehyde and also causes DNA degeneration. This research is an analytic observational study with a cross sectional research design with a total population sampling technique of 25 workers. The independent variable in this study was toluene concentration. The dependent variable is the malondialdehyde concentration and DNA degeneration. The results showed that the average concentration of toluene exceeded the TLV. The workers' average of malondialdehyde concentration was 7,84 nmol/ml. There is a weak relationship between the concentration of toluene with the concentration of malondialdehyde (0,201) and DNA degeneration (0,312). It can be concluded that the concentration of toluene exceeding the TLV continuously can increase the malondialdehyde concentration and DNA degeneration. It is recommended that workers use tools to apply glue, eat foods rich in cytochrome oxidase and glutathione enzymes, use personal protective equipment such as chemical cartridge respirators while working. Keywords: DNA degeneration, malondialdehyde, shoes, toluene
Analisis Masalah Penyakit Menular Prioritas Di Provinsi Sulawesi Tengah Rizaldi, Mohamad; Wahyono, Tri Yunis Miko; Suardiyasa, I Made
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 1 (2022): Volume 13 No.1 (2022)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v13i1.464

Abstract

Provinsi Sulawesi Tengah masih menghadapi masalah penyakit endemis seperti Sistosomiasis serta KLB yang rutin terjadi menambah permasalahan penyakit menular. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menentukan masalah penyakit menular prioritas serta penyebab penyakit menular prioritas. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2020 hingga Februari 2021 di Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan mereview profil kesehatan tahun 2015-2019 dan data terkait lainnya. Prioritas masalah menggunakan metode PAHO-Adapted-Hanlon dan analisis penyebab masalah prioritas menggunakan metode Root Cause Analysis. Hasil Identifikasi masalah penyakit menular di Provinsi Sulteng yaitu CNR TB 220/100.000 penduduk dengan CFR 3,5%. Kasus HIV sebanyak 1811 kasus dan AIDS sebanyak 913 kasus dengan CFR 7%. Prevalensi Kusta 0,83/100.000 penduduk. Cakupan penemuan kasus pneumonia balita hanya 55,3% dengan CFR 0,12%, IR diare 17,3/1000 penduduk. API Malaria sudah mencapai 0,04/1000 penduduk. Kasus GHPR 3461 kasus dengan kasus Rabies Lyssa 8 kasus. IR Filariasis 6,3/100.000 penduduk dengan CFR 2,1%. PR Sistosomiasis pada manusia 0,1% sedangkan pada keong 2,5%. Hanya 1 kasus difteri yang ditemukan, terdapat 5 kasus Rubella dan tidak ada kasus campak. AFP rate 2,17/100.000 penduduk. Dari uraian tersebut, prioritas masalah penyakit menular di Provinsi Sulawesi Tengah yaitu Tuberkulosis (skor: 35,7), Rabies (Skor: 26,2) dan Demam Berdarah Dengue (Skor:24,5). Diharapkan dapat meningkatkan angka penemuan kasus TB dan jumlah layanan TB-RO, meningkatkan jumlah rabies center dan pengetahuan masyarakat terkait rabies serta meningkatkan kesadaran masyarakat terkait PSN.
Gambaran Pengetahuan Ibu Terhadap Kejadian Stunting Diwilayah Kerja Puskesmas Baolan Kabupaten Tolitoli Syam, Sadli; Anggraeni, Putri Decha; Arwan, Arwan
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 1 (2022): Volume 13 No.1 (2022)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v13i1.477

Abstract

Masalah pendek (stunting) pada anak akan menghambat proses perkembangannya.Hal ini karena sekitar 70% pembentukan sel otak terjadi sejak janin berada di dalam kandungan sampai anak berumur 2 tahun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu terhadap angka kejadian stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Baolan Kabupaten Tolitoli. Metode penelitian yang digunakan kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan penelitian sebanyak 12 informan yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan ibu mengenai stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Baolan masih kurang , karena informan belum mampu memaparkan secara jelas apa itu stunting bahkan ada yang sama sekali tidak mengetahui mengenai stunting. Pemahaman ibu mengenai stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Baolan masih kurang, dikarenakan mereka tiak mampu menjabarkan secara benar apa saja faktor-faktor penyebab stunting. Sedangkan untuk variabel pengaplikasian, ibu yang memiliki anak stunting diwilayah kerja Puskesmas Baolan mereka belum mampu mengapliksikan apa yang mereka ketahui kedalam kehidupan sehari-hari. Melihat apa yang terjadi dilapangan dan apa yang mereka ketahui sangat bertolak belakang. Saran dalam penelitian ini perlunya ada perhatian lintas sektor untuk meningkatkan pengetahuan ibu mengenai stunting dan memenuhi kebutuhan masyarakat mengikat akses untuk memenuhi kebutuhan hidup Di Wilayah Kerja Puskesmas Baolan masih sangat terbatas.
Pengaruh Persepsi Terhadap Perilaku Pencegahan Covid-19 Pada Mahasiswa Kesehatan Di Kota Jayapura Violita, Fajrin; Nurdin, Muhammad Akbar
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 2 (2022): Volume 13 No. 2 (2022)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v13i2.479

Abstract

Covid-19 telah menjadi pandemi yang menyerang segala usia. Protokol kesehatan menjadi kunci untuk memutus rantai penularan penyakit ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor persepsi yang mempengaruhi perilaku pencegahan Covid-19 pada mahasiswa kesehatan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Lokasi penelitian di Kota Jayapura sejak bulan April hingga Agustus 2021. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa aktif di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Cenderawasih sebanyak 1663 orang. Total sampel sebanyak 311 orang diambil menggunakan rumus Lemeshow dan teknik penarikan dengan metode proportional stratified random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang disebar secara online. Variabel penelitian merujuk kepada persepsi di teori Health Belief Model. Analisis data secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian diperoleh perilaku pencegahan Covid-19 dalam kategori baik sebanyak 62,7%. Hasil uji tabulasi silang ditemukan variabel semua persepsi mempengaruhi perilaku pencegahan Covid-19 pada mahasiswa kesehatan. Variabel persepsi kerentanan (p= 0.042; OR= 0.597; 95% CI= 0.373-0.957), persepsi bahaya dan keseriusan Covid-19 (p= 0.026; OR= 0.567; 95% CI= 0.352-0.914)), persepsi manfaat (p= 0,007; OR= 0.494; 95% CI= 0.302-0.808) dan persepsi hambatan pencegahan Covid-19 (p= 0.031; OR= 0.577; 95% CI= 0.359-0.928). Pemberian informasi tentang Covid-19 dan protokol kesehatan sebaiknya diberikan secara kontinu agar masyarakat memiliki persepsi yang baik untuk mendorong perilaku pencegahan Covid-19.
Manajemen Pos Kesehatan Pesantren Di Pondok Pesantren Modern Al-Ikhlas Kabupaten Polman Djalaluddin, Nurgadima Achmad; Al-Hijrah, Muh Fauzar; heriyati, heriyati
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 1 (2022): Volume 13 No.1 (2022)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v13i1.482

Abstract

Pondok Pesantren adalah salah satu bentuk lembaga pendidikan keagamaan yang tumbuh dan berkembang dari masyarakat yang berperan penting dalam pengembangan sumberdaya manusia. Pos Kesehatan Pesantren, yang umumnya disebut Poskestren merupakan salah satu wujud Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat (UKBM) di lingkungan pondok pesantren, dengan prinsip dari, oleh dan warga pondok pesantren, yang mengutamakan pelayan promotif dan preventif tanpa mengabaikan aspek kuratif dan rehabilitatif , dengan binaan puskesmas setempat. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis manajemen poskestren di Pesantren Moderen Al-Ikhlash. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dimana dalam penelitian yang dilakukan bersifat deskriptif yaitu untuk mengetahui atau menggambarkan kenyataan dari kejadian yang diteliti sehingga memudahkan penulis untuk mendapatkan data yang objektif dalam rangka mengetahui pelaksanaan manajemen pos kesehatan pesantren. Jumlah Informan sebanyak 9 orang, yang terdiri dari guru, petugas poskestren dan santri. Hasil penelitian menunjukkan adanya kebijakan yang dibuat terkait pelaksanaan kegiatan poskestren seperti pelayanan santri yang sakit dan pengadaan fasilitas poskestren. Fungsi manajemen juga telah dilakukan oleh poskestren mulai dari perencanaan hingga evaluasi. Selain itu juga dilakukan rencana tidak lanjut pengembangan poskestren seperti penambahan jumlah gedung dan tenaga kesehatan tetap poskestren. Kesimpulannya adalah manajemen poskestren sudah berjalan dengan baik, dilihat dari kebijakan, manajemen, hingga rencana tindak lanjut untuk pengembangan poskestren namun masih perlu ada beberapa perbaikan dalam manajemen poskestren seperti masih kurangnya fasilitas poskestren dan kurangnya tenaga kesehatan tetap poskestren